Darah bercucuran dimana-mana, bau anyir darah yang sudah mengering tercium menyengat bahkan bangkai manusia bertebaran dengan bentuk yang tak utuh lagi..
prakkk prakkk...
kicauan burung gagak hitam membuat suasana semakin mencekam. disana aku duduk memeluk lututku...
"kumohon seseorang tolong aku??!"
Menangis, hanya itu yang bisa ku lakukan mereka semua pergi lalu aku bagaimana??
kenapa kau membuatku seperti ini kenapa kau meninggalkan ku kenapa kenapa kenapa kaa-san otou-san apa yang harus aku lakukan ??? dimana kalian??
tap tap tap..
seseorang mendekat..
"Hey, kau bocah apa yang kau lakukan disini"
ucap seseorang, yang aku yakini bahwa dia ada didepanku
aku mendongakkan kepala ku melihatnya tubuhku seketika menegang gemetar otot-otot ku tak dapat ku gerakkan bagaimana ini...
ia mengangkat tubuh mungilku kemudian ia membawa ku entah kemana bahkan aku tak tahu aku hanya bisa pasrah.
didepan sana samar-samar aku melihat sebuah rumah usang semakin dekat dan kurasa ini adalah tempat tinggalnya
tubuhku semakin tak karuan detak jantungku semakin memacu serasa ingin meledak oh bagaimana ini aku merasakan firasat buruk yang akan menimpaku..
Ia meletakanku di atas ranjang yang ku tahu bahwa ini bukan tempat tidur, benar aku berada di ruangan yang biasa dilakukan seorang dokter untuk membedah
Lalu apa yang akan ia lakukan pada ku.. tempat ini tak jauh berbeda dari tempatku tadi
Dan bodohnya aku kenapa tubuh ini tak dapat digerakkan..
"adakah seseorang disana???"
akhhhhh akkhhhhh akkkkhhhh
Teriakan-teriakan memilukan dari ruang sebelah tempatku berada membuatku semakin ketakutan..
apa yang terjadi? aku harus bagamana?? aku tak bisa bergerak? tubuhku seperti terserap kedalam lobang hitam yang membuatku mati rasa..
kriettttt krieeettt
Bunyi daun pintu dibuka aku merasa seseorang mendekat semakin dekat !!!
"Selamat, Kau akan ku selamatkan bocah dari hidup yang membuatmu merasa sengsara. aku akan membuatmu merasakan kebebasan yang abadi di alam lainnya"
ucapnya yang membuatku mengernyit kebingungan..
"Aa-ap-pa-a ya-ang ak-kan kau la-akukan " mulutku gemetar hanya untuk mengucapkan nya
setelahnya ia mengeluarkan sesuatu yang ku tahu itu seperti pisau dengan ukiran yang unik..
kemudian ia menancapkannya ke... ku arahkan pandangan ku kepada pisau tersebut .
Aakkhhh
dia menusukkannya ke telapak tangan kananku rasanya sangat sakit , apa lagi sangat pisau itu di tarik kembali kemudian di tusukkan kembali ke telapak tangan kiriku.. terulang lagi hingga berulang kali secara bergantian kemudian terakhir ia akan menancapkannya kejantungku aku memberontah sekuat tenaga namun mustahil aku tak bisa bisakah ia berhenti sekarang.. aku sudah tak punya tenaga lagi..
jlebbbbbb
"kyaaaaaaaaa..."
"hushhh hushhhh"
Aku menarik nafas dalam-dalam setiap malam aku memimpikannya siapa gadis itu kenapa ia selalu muncul dan kenapa aku selalu menangis setelah nya..
Rasanya sangat sakit didada ini dan entah karena apa aku selalu seperti ini..
dan yang anehnya kenapa aku ingin melukai tubuh ini...
bahkan setiap goresan di tubuh ini tak mampu membuatku tak memimpikan hal itu..
Berbagai cara, bahkan untuk tak tidur sekalipun. namun ada satu cara yang bisa aku lakukan untuk menghilangkannya ya .. dengan cara berhubungan tubuh bersama seseorang dan entah itu berhasil selama ini..
Dengan cara itu aku bisa melupakannya walau dalam waktu yang singkat...
Namun semua berubah setelah kekasihku tahu aku melakukan hal yang menyimpang itu..
Dan aku pastikan bahwa pria yang selalu menemani malamku itu telah dibunuhnya..
Aku tak berniat untuk berkhianat dengannya tapi aku membutuhkan seseorang untuk pelampiasanku
Ku tahu kau sekarang tak punya banyak waktu untuk ku dan itu membuatku tersiksa.
Dan sekarang kau malah mengurung ku disini..
Aku tak bisa bertahan lebih lama lagi tubuhku sudah lelah ia bergerak sendiri tanpa aku kehendaki
Menoreh luka setiap harinya aku hanya menutupinya dengan pakaian agar kau tak curiga .. aku ingin menjelaskan namun kau tak mau tahu..
Aku ingin kau tahu aku menderita aku tersiksa batin bahkan pikiran ku tak sejalan dengan hatiku kadang aku menangis terdiam kemudian mulai melukai tubuh ku sendiri..
Hingga tubuh ini bahkan tak mampu lagi bertahan, goresan terakhir mengakhiri segalanya..
Dengan darah yang tak biasa kulihat ia menyembur derasnya hingga membuat kaki ku bergenangan akan darah
Tubuh lunglai ku semakin lama semakin tak kuat menahan beban tubuhku
Brukkkk
Ah aku bebas sekarang...
TO BE CONTINUE...
Next gak.ya...
