Capter 2

Naruto dan HS DxD bukan punya indrakun.

Rate: M

Warn: Gj, Typo, Ancur, Dll.

Please don't read if you don't like it

"JUST FOR FUN"

Happy Reading.

…~XxX~…

"Konoha Gakuen memiliki lebih dari 100.000 murid di dalamnya, sekitar 30 persen dari seluruh murid, berada pada tingkatan Silver menengah ke atas.".." 50 persen pada tingkatan Gold, 17 persen pada tingkatan platinum, 2 persen pada tingkatan Master, dan kurang dari 1 persen berada di tingkatan Grand Master."

.." Namun, ada beberapa orang yang bahkan sudah mencapai tingkat Unique, setidaknya saat ini ada 12 orang yang berada pada tingkatan tersebut."

.." Mereka di kenal sebagai 12 dewan elit, dua belas orang yang memiliki kemampuan yang sangat luar biasa di usia muda mereka."

.." Kemampuan mereka bahkan melebihi guru-guru di sekolah itu sendiri, namun tidak ada yang tau siapa 12 dewan elit itu sebenarnya, kecuali kepala sekolah dan beberapa petinggi lainnya."

.."Jika tujuh di antara mereka berkumpul dan menyetujui suatu hal, bahkan kepala sekolah tak akan bisa berbuat banyak ."

.." Tapi tenang saja, aku akan memastikan tidak ada satupun di antara mereka yang akan mencelakai nii-sama."

Kaguya menjelaskan isi yang ada di Konoha Gakuen, walaupun sebenarnya ia masih menyembunyikan beberapa hal penting lainnya.Tapi apa maksud ucapannya ' Akan memastikan tidak ada satupun di antara ke 12 dewan elit yang akan mencelakainya'?

"Konoha Gakuen, sepertinya akan menarik.."

~X~

Konoha Gakuen, sekolah yang berada di pinggir ibu kota Britania, sekolah sihir yang berisi ratusan ribu anak di dalamnya.

Di dunia ini, sihir adalah hal lumrah bagi siapapun , namun tentu ada yang tidak memilki kekamampuan tersebut, mereka adalah rakyat jelata, kasta terbawah yang ada di dunia ini.

Otsutsuki Naruto, seorang anak yang lahir dari sebuah clan besar di Britania, memilki ayah mantan seorang jendral utama di kerajaan, dan ibu yang merupakan anak pertama dari pemimpin clan besar lainnya, Uzumaki.

Naruto memiliki tubuh yang lemah, serta sangat mudah untuk terserang penyakit, hampir tak memiliki mana, dan seseorang yang di sebut aib untuk keluarganya. Itu adalah pikiran semua orang, tapi dia beruntung, keluarganya sangat menyayanginya, dan tak pernah menganggapnya sebagai aib. Tapi itu adalah Naruto yang dulu?.

Otsutsuki Naruto, seseorang yang sangat dingin dan angkuh, namun miliki sipat tenang, dia juga jarang berbicara banyak, dan jarang menunjukan ekpresinya.

Otsutsuki Naruto yang sekarang bukanlah dia yang dulu, dia bukan seorang memiliki tubuh lemah, sering sakit, dan hampir tak memiliki mana.

Otsutsuki Naruto yang saat ini, adalah kebalikan dari Otsutsuki Naruto yang dulu, tentu saja, karena mereka adalah dua orang yang berbeda.

Krett

Pintu dari kereta kuda yang di naiki Naruto dan kedua adiknya terbuka, lalu Naruto dan kedua adiknya keluar dari kereta kuda tersebut.

Tap

Di depan Naruto saat ini, dapat di lihat sejauh mata memandang, sebuah gedung sangat besar dan luas, dengan ribuan anak seumuran mereka yang menggunakan seragam yang sama.

"Konoha Gakuen, kah."

Naruto menyeringai melihat sekolah di depannya, tempat yang dia dulu impikan, tempat di mana orang-orang yang memiliki kemampuan yang sama dengannya berada.

"Ada apa, nii-sama?. "

Kaguya tak sengaja melihat seringai kakaknya, seringai yang cukup membuatnya tersentak.

"Aku sudah sangat lama menginginkan ini, tempat dimana orang-orang yang sama denganku."

Tap

Naruto melangkahkan kakinya, di ikuti kedua adiknya, menuju gerbang sekolah Konoha Gakuen, tepat di depan matanya.

Di depan gerbang, terlihat beberapa siswa yang sedang berbaris, juga beberapa siswa lainnya yang sedang melakukan pengecekan pada mereka, entah pengecekan apa, sepertinya mereka adalah dewan kedisiplinan sekolah, setidaknya itulah yang ia tau dari cerita adiknya.

Naruto berjalan begitu saja, melewati para murid lainnya yang sedang mengantri. Kenapa dia harus ikut mengantri? toh jalan masih sangat luas, untuk memasuki gerbang.

Naruto langsung masuk begitu saja, menimbulkan berbagai tatapan dari para murid yang sedang mengantri.

Ada yang menatapnya kasihan, aneh, tertarik dan masih banyak lagi. Memangnya kenapa? Tentu karena hanya orang-orang tertentu yang bisa memasuki gerbang tanpa pemeriksaan di hari pertama masuk sekolah, dan jika orang itu hanya murid biasa, bahkan jika ia adalah seorang bangsawan, maka orang itu akan mendapat hukuman yang mengerikan.

Naruto berjalan dengan tenang, sementara para siswa atau siswi yang sedang melakukan pemeriksaan, sudah menatapnya.

Tap

Tap

Tap

Seorang siswi yang sangat cantik, bersurai silver panjang, kulit putih mulus, dan dengan senyum yang terlalu indah di wajah cantiknya, yang malah membuatnya sangat menyeramkan, berjalan ke arah Naruto yang masih berjalan tenang. Sepertinya dia adalah ketua dewan kedisplinan, entahlah.

Sementara itu di tempat Kaguya dan Tenori yang memang cukup jauh tertinggal oleh Naruto, karena mereka baru saja mendiskusikan sesuatu, mereka menatap khawatir kakaknya itu, tentu karena mereka tau siapa gadis yang saat ini akan berurusan dengan kakak mereka, dan mereka harus segera bertindak.

Grepp

"Hey kau! sepertinya aku baru pertama kali melihatmu, apa kau murid baru?."

Gadis itu memegang pundak kanan Naruto, memtuat Naruto harus menghentikan langkahnya, untuk melihat siapa yang mengganggu ketenangannya.

"Aku? Aku adalah murid tahun kedua, apa urusanmu menghentikanku?."

Naruto menatap gadis pemilik surai yang sama dengannya itu datar, ia tak ingin ambil pusing dengan gadis di depannya.

"Kau masih bertanya apa urusanku?! Tentu saja karena kesalahan yang kau lakukan, kau tau apa kesalahanmu?!."

Gadis bersurai sama dengan Naruto itu menatap Naruto tajam, tapi sepertinya hal itu samasekali tak berpengaruh pada Naruto.

"Kesalahan? Aku tak pernah melakukan kesalahan, mungkin kau salah orang."

Naruto menatap gadis itu datar, lalu berjalan begitu saja meninggalkannya.

Grepp

Sebuah genggaman kuat dapat Naruto rasakan pada bahu kanannya, membuatnya sedikit terusik akan hal itu.

"Kau pikir kau sedang berbicara pada siapa?! Kau harus mendapat pelajaran, karena telah melakukan keasalahan dan tak mengakuinya."

Gadis itu mengeluarkan intimidasinya, bermaksud membuat Naruto takut hanya dengan sebuah intimidasi kecil.

Walaupun iti hanyalah sebuah intimidasi biasa menurut gadis itu, tapi sebenarnya itu sudah cukup membuat para murid yang sedang berbaris bergetar ketakutan, padahal jarak mereka cukup jauh dari gadis itu.

Berbeda dengan Naruto, walaupun ia berdiri paling dekat dengan gadis itu, tapi dirinya samasekali tak merasakan apapun dari intimidasi gadis di bekangnya itu.

Shett

Naruto berbalik, untuk kembali menatap gadis bersurai silver yang telah mengganggu ketenangnya.

"Apakah kau sudah selesai mengoceh?! Urusi saja dirimu sendiri, kau tak perlu mengurusi urusan orang lain yang bahkan tak kau kenal, aku tak punya waktu untuk mengurusi hal tak berguna seperti ini."

Naruto menatap wajah cantik gadis bersurai silver itu, wajah yang sempat berubah sedikit terkejut, saat melihat Naruto sama sekali tak terpengaruh dengan intimidasinya.

"Apa-apaan laki-laki ini, aku yakin aku sudah mengeluarkan intimidasi yang bahkan membuat seseorang yang bertingkat Platiniun awal ketakutan, tapi dia sama sekali tak menunjukan reaksi apapun."

"Siapa kau sebenarnya? jika kau memang adalah murid tahun kedua, kenapa aku tak pernah melihatmu?."

Gadis itu jelas cukup kaget, intimidasi yang bahkan membuat seseorang bertingkat Paltinium dapat bergetar ketakutan, tapi Naruto seolah tak merasakan apapun akan intimidasinya.

"Aku tak pernah masuk sekolah, ini adalah pertama kalinya aku masuk."

Naruto menjawab dengan tenang, dia sudah menenangkan dirinya, dia tak mau membuat dua adiknya, yang sudah dekat berjalan ke arahnya curiga

"Kau tak pernah masuk? Tapi bukankah seharusnya kau di kelua.."

Tap

Tap

Tap

"Hah hah hah, maaf membuatmu menunggu nii-sama, apa terjadi sesuatu?."

Ucapan gadis itu tak jadi ia selesaikan, karena melihat Kaguya yang berlari ke arah mereka. Dan dia sedikit membulatkan matanya, saat mendengar Kaguya memanggilnya sebagai kakaknya.

Greepp

Kaguya langsung memeluk tangan Naruto, saat dirinya sudah menenangkan nafasnya.

"Apa terjadi sesuatu Mirajane? Dan oh, ini Naruto ni-sama, kakakku dan Tenori."

Sepertinya Kaguya mengenal gadis yang ternyata bernama Mirajane itu dengan akrap, dapat di lihat saat Kaguya menyebutkan Namanya tanpa embel-embel.

"Ah jadi itu kakakmu yang itu ya Kaguya, maaf aku tak tau. Tak ada apa-apa kok, baiklah aku kembali bekerja dulu, bye.."

Mirajane meninggalkan Naruto dan kedua adiknya begitu saja, tapi sepertinya Naruto tak ambil pusing dengan itu.

Merekapun melanjutkan perjalan mereka kembali.

"Lihat, itu Kaguya-sama."

"Itu juga Tenori-sama"

"Setelah libur panjang, akhirnya aku bisa kembali melihat kecantikan/ketampanan, Kaguya/Tenori-sama."

"Eh, tapi lihat, siapa pria lain yang bersama dengan mereka? dia juga tampan.."

"Lihat, mereka bergandengan!."

Kyyaaaa

"Bedebah itu, beraninya dia!."

Perbincangan dan teriakan hampir dari seluruh murid yang melihat mereka, dan Naruto mulai risih akan itu.

"Bisakah kau lepaskan tanganku, Kaguya?."

"Gak mau!."

Kaguya malah semakin mengeratkan pelukannya pada tangan Naruto, menghiraukan semua teriakan dan sumpah serapah, dari semua siswa siswi yang melihat mereka.

"Ayo aku antar ke kamar nii-sama, aku sudah menyuruh beberapa orang untuk membersihkannya, jadi walaupun sudah satu tahun lebih gak di tempatin, sekarang sudah bersih."

Konoha gakuen memang mewajibkan muridnya untuk tinggal di sekolah, oleh sebab itu setiap murid di berikan pasilitas kamar mereka masing masing, tentu asrama wanita dan pria di bedakan.

Dan kamar asrama Naruto, memang sudah lebih dari satu tahun tidak pernah di huni, tentu karena Naruto yang dulu tidak pernah masuk ke sekolah, walau dia sebenarnya sudah menjadi murid sekolah Konoha Gakuen.

"Hm."

Naruto hanya menurut pada adik perempuannya itu, lagipula dia belum tau tempat-tempat di sekolah ini, apalagi luas sekolahnya yang bahkan melebihi kata luar biasa.

Konoha gakuen memang sekolah yang memiliki wilayah yang sangat luas, terdiri dari bangunan sekolah, asrama, tempat latihan, arena pertarungan, taman, lapangan, dan masih banyak lainnya.

Mereka yang bersekolah di sini juga bukan hanya warga biasa saja, tapi seluruh orang yang berumur sekitar 15-30 tahun, yang memiliki mana atau kemampuan dari seluruh penjuru kerajaan.

Di sekolah ini juga memiliki sistem kasta yang sangat kental, dan para bangsawanlah yang berkuasa tentunya.

Sekolah ini dingambarkan sebagai sebuah piramida, yang terdiri dari beberapa bagian yang semakin mengerucut, dan puncak dari piramida itu adalah 12 dewan elit, sedangkan pondasinya adalah mereka yang berasal dari keluarga biasa.

Kembali ke tokoh utama kita, saat ini Naruto dan Kaguya berada di asrama laki-laki, tepatnya di kamar milik Naruto.

"Ini dia kamar nii-sama, dulu biasanya aku sering ke sini saat aku kangen sama nii-sama, tapi sekarang nii-sama benar-benar ada di sini."

Brukk

Kaguya terlihat sangat senang saat mengatakan hal barusan, bahkan saking senangnya dia melompat memeluk Naruto.

"Lepaskan, akan jadi masalah bisa ada orang yang melihat, mereka pasti salah paham."

Naruto sama sekali tak membalas pelukan Kaguya, dia masih setia dengan wajah datar miliknya.

"Moo, nii-sama gak seru. Hmm."

"Aku lapar, buatkan aku makanan."

"Memang mau aku buatin apa?."

"Apa saja, yang penting bisa di makan."

"Baiklah, akan aku buat nii-sama tak bisa melupakan rasa masakanku!."

~X~

Pagi yang cerah di Konoh Gakuen, terlihat Naruto sedang berjalan dengan tenang di koridor sekolah, dengan blazer Bronze lvl 1 lama miliknya.

Tatapan merendahkan dapat di rasakan dari semua orang yang melhat ke arahnya, tapi itu samasekali tak mempengaruhi Naruto.

Di tempat yang tak terlalu jauh dari Naruto, seorang gadis cantik terpopuler di sekolah, dengan surai silver panjangnya, dan pesona yang bahkan akan membuat rembulan iri, juga sedang berjalan di koridor sekolah, dengan tatapan kagum yang tak pernah habis untuk dirinya.

Tap

Tap

Keduanya tepat berada di jalan koridor yang sama, dengan arah yang berlawanan, tentu karena mereka menuju tempat yang sama yaitu kelas 2.7 dari dua arah yang berbeda.

Senyum menawan merekah di bibir kaguya, namun tak ada yang berubah sedikitpun dari tatapan Naruto, saat mereka bertatap mata.

Tap

Tap

Tap

"Ohayou nii-sama."

"Hm."

"Bisakah nii-sama tersenyum untuk adikmu ini, sedikit saja."

Naruto sama sekali tak menggubris permintaan adiknya itu, dia malah meninggalkannya begitu saja, lalu masuk ke dalam kelasnya.

Kaguya menggembungkan pipinya kesal, kenapa kakaknya sangat dingin begitu, saking kesalnya dia menghiraukan para murid laki-laki yang sudah mimisan di tempat karena melihat kecantikannya saat kesal.

Kegiatan belajarpun di mulai, seorang guru wanita cantik bersurai biru baru saja memasuki kelas tersebut.

"Selamat pagi semuanya, perkenalkan nama sensei Erina, mulai sekarang sensei adalah wali kelas kalian, menggantikan Hatake sensei yang di pindah tugaskan."

Wanita paruh baya yang menyebut dirinya Erina-sensei itu memperkenalkan dirinya, dia sepertinya bukanlah orang biasa, Naruto dapat merasakan kekuatan yang luar biasa darinya, sama halnya dengan Kaguya.

Naruto menatap Kaguya yang terlihat serius, ia tau Kaguya bukanlah murid biasa, ia dapat merasakan kekuatan luar biasa dalam dirinya, sama halnya dengan Tenori dan gadis bernama Mirajane tadi pagi, juga sensei baru di depan sana, dan seorang pria berambut raven panjang yang duduk di barisan kanan belakang.

"Baiklah, sensei akan mengabsen kalian, pertama-tama Yuki?"

"Ha'i"

"Leon?."

"Ha'i"

"Indra"

Seseorang berambut raven panjang, yang tadi di bicarakan Naruto mengangkat tanganya, dan seringai dapat di lihat jelas di wajah angkuhnya.

"Kaguya."

"Ha'i sensei, saya adalah ketua kelas dari kelas ini, salam kenal."

"Baiklah, mohon bantuannya ya"..

"Ha'i."

"Baik selanjutnya, Naruto."

Naruto mengangkat tangan kananya, namun pandangannya tertuju pada jendela yang terbuka di samping kirinya.

"Apakah pemandangan di luar lebih menarik, daripada pelajaranku ne, Naruto-kun?."

Nada sensual sangat jelas ia gunakan untuk menarik perhatian Naruto, dan senyum Nakal dapat di lihat dari wajah dewasanya saat ia menyelesaikan ucapanya.

"Maaf, saya hanya tak terbiasa melihat wanita secantik anda."

Naruto sama sekali tak merubah ekpresinya saat melihat senyum nakal menggoda sensei cantik itu, dan dia menjawabnya dengan nada datar dan terkesan acuh.

Kaguya sedikit kesal saat kakaknya menyebut cantik sensei itu, tapi saat melihat ekprsi kakaknya, ia kembali menjadi sedikit tenang.

"Fufu kau sangat pintar menggoda ruapanya ya, baiklah aku memaafkanmu untuk saat ini."

Akhirnya kegiatan ajar mengajarpun di lanjutkan, namun Naruto sama sekali tak mendengerkan apa yang di ajarkan guru cantik itu.

~X~

Bell istirahat sudah berbunyi lima menit yang lalu, dan hampir semua murid Konoha Gakuen sudah meninggalkan kelas mereka, termasuk Naruto dan Kaguya, yang saat ini sedang duduk berdua di bawah pohon rindang di taman sekolah.

Taman sekolah memang menjadi tempat yang ramai saat jam istirahat, khususnya untuk para murid yang berpacaran atau hanya sekedar berkumpul bersama teman, entah hanya bersantai atau memakan makanan mereka.

Berbeda dengan murid lain, Naruto datang ke sini hanya untuk melakukan rutinitasnya di dunianya dulu, tentu saja tidur siang.

Dia sebenarnya ingin tidur seorang diri pada awalnya, dan mungkin membolos sampai kegiatan sekolah berakhir. Namun naas bagi dirinya, Kaguya bahkan tak melepaskannya sejak dirinya keluar dari kelas mereka tadi.

Dan disinilah mereka sekarang berada, di bawah sebuah pohon rindang, dengan Naruto yang tertidur di paha adiknya itu.

Jika saja kalian tak tau jika mereka adalah adik kakak, kalian akan mengira jika mereka adalah sepasang kekasih yang sedang di mabuk asmara.

"Aku ingin tidur, bangunkan aku saat kegiatan sekolah sudah berakhir."

Naruto berucap dengan datar, dan sudah menutup matanya.

"Ehh, kenapa saat kegiatan sekolah sudah berakhir, bukannya saat jam istirahat sudah berakhir?."

"Ya, terserah kau saja, aku ingin tidur sekarang."

"Ha'i, percayakan padaku."

Kaguya terlihat sangat senang saat ini, dia bahkan tak pernah memudarkan senyum menawannya sejak mereka ada di sana.

Elusan-elusan lembut dia lakukan pada surai milik kakaknya yang senada dengan miliknya itu, dia sangat senang, sangat senang karena semua yang ia impikan dulu sekarang menjadi kenyataan.

Dulu dia pernah bermimpi, bermimpi untuk bermain atau hanya sekedar bersama dengan kakaknya, walau hanya untuk sebentar saja. Tapi itu hanyalah sebuah mimpi, bahkan sejak dirinya mengigat semuanya, kakanya hanya fokus pada latihannya, dan tak pernah berhenti walau untuk sedetik bersamanya.

Dan saat dia sudah cukup besar untuk mengetahui semua asalan kakaknya terus berlatih, walau dengan tubuhnya yang sangat lemah. Dirinya tak pernah berhenti menangis, bahkan setelah seminggu setelah ia mengetahui kebenaran itu. Itulah sebabnya dirinya menjadi seperti saat ini.

Dia berlatih, berlatih setiap hari tanpa lelah, ia berharap, jika dirinya menjadi kuat, cukup kuat untuk melindungi kakaknya, kakaknya bisa berhenti berlatih, dan memiliki waktu untuk bersamanya.

Namun semua itu hanyalah harapan kosong, bahkan setelah ia melampaui kata 'cukup kuat' untuk melindungi kakaknya, kakaknya tak pernah bahkan hanya untuk melirik ke arahnya.

Tapi sekarang semua itu bukanlah mimpi atau harapan kosong belaka, semua mimpi dan harapannya dulu telah terwujud, kakaknya bahkan selalu bersama dengannya sekarang.

Tak perlu lagi bermimpi untuk bersama dirinya, tak perlu lagi berharap untuk berada di dekatnya, karena semua yang ia inginkan telah benar-benar terwujud saat ini.

Dan dia berjanji, tak ada satupun orang atau siapapun itu, yang akan membuat semua kembali menjadi mimpi dan sebuah harapan kosong untuknya lagi. Tidak akan pernah!.

~X~

Seminggu telah berlalu, sejak Naruto pertama kali memasuki Konoha Gakuen, dan setiap malam biasanya Kaguya selalu datang untuk membuatkannya makanan, tapi entah mengapa dia tak datang malam ini.

Naruto sudah menunggunya sejak tadi, bahkan semua cacing di perutnya sudah mulai menyewa organ tunggal untuk mendemo jatah makanan mereka malam ini.

"Anak itu, apa dia lupa bahwa aku tak bisa memasak. Sepertinya aku harus mencarinya."

Naruto terpaksa harus mencari adiknya itu, bukan karena alasan apapun, dia hanya ingin adiknya itu membuatkan jatah makanannya malam ini.

"Mungkin aku harus ke kamarnya, atau aku ke kamar Tenori saja dulu, siapa tau dia memiliki makanan."

Krieet .

Naruto membuka pintu kamarnya, dan memulai langkah awalnya untuk mengisi perutnya itu.

Sementara di tempat yang berbeda, tepatnya di arena pertarungan yang biasanya khusus di gunakan untuk pertandingan sesungguhnya, pertandingan antara sesama murid untuk menentukan siapa yang terkuat, atau untuk mendapatkan sesuatu, seperti sebuah jabatan khusus.

Arena itu berada di daerah yang paling dekat dengan asrama, mungkin untuk memudahkan para penonton untuk datang, karena jarak yang tak terlalu jauh.

Di arena tersebut, terlihat dua belas orang yang sedang berhadapan satu sama lain, tepatnya adalah enam melawan enam. Sepertinya mereka baru saja melakukan pertarungan, dapat di lihat wilayah sekitar yang sudah cukup hancur, mungkin hasil dari serangan mereka.

Dua belas orang yang terdiri dari enam orang wanita, dan enam orang pria, dengan pin khusus yang ada di balik kerah leher mereka, pin dengan angka di masing-masing pinnya.

"Sudah sangat lama sejak dua belas dewan elit berlatih bersama, tapi sepertinya kau tak terlalu fokus malam ini ne, Kaguya?"

Seorang wanita cantik bersurai silver yang tak lain adalah Mirajane, menanyakan keadaan dari wanita memiliki surai senada dengannya, yang tak lain adalah Kaguya.

"Entahlah, aku seperti melupakan sesuatu yang sangat penting, dan itu sangat mengangguku."

Sejak awal kaguya memang sama sekali tak fokus, dia memingat sesuatu yang sangat penting, tapi ingatan itu sangat samar dan benar-benar menganggunya.

"Pasti kau lupa membuatkan makanan malam ini untuk nii-sama, dan mungkin sebentar lagi dia akan kesini, karena dia selalu sangat mudah untuk menemukanmu."

Wajah Kaguya terlihat panik, dia ingat apa yang membuatnya tak fokus, dan benar apa yang di katakan Tenori padanya barusan, kakaknya itu pasti akan mencarinya dan langsung menemukannya. Akan gawat kalau dia sampai melihat semua yang ia lakukan saat ini.

Sementara di tempat yang tak di ketahui kedua belas dewan elit, seseorang sedang menyeringai penuh kemenangan di balik kegelapan malam, mengetahui jika mereka adalah orang-orang di balik 12 dewan elit.

"Dua belas dewan elit, aku menemukan kalian.."

TBC.

Assalammualaikum.

yo mima, apa kabar? semoga baik.

Kali ini indrakun up capter dua dari mahou sekai. dan maaf kalo jelek ya.

Untuk up selanjutnya? entahlah, saya juga bingung mau up yang mana, hehehe. mungkin ada yang mau request?

Ah pokoknya sekian aja dari indrakun, kalo jelekk ya maaf, kalo ancur yang jangan baca, kalo menarik Riview aja.

Dan oh, indrakun emang jarang balas Riview di fic, indrakun hanya bales dengan PM bagi yang ngeriview melalui akun, jadi bagi yang ngeriview cuma Guest, indrakun biasanya langsung menerapkan di cerita, atau menerima sarannya.

Oke sekian aja.

Wassalam...indrakun