Capter 3

Naruto dan Fate stay night bukan punya indrakun.

Rate: M

Warn : Gj, Typo, Ancur, Dll.

Please don't read if you don't like

it"JUST FOR FUN"

Happy Rading.

…~XxX~…

Sementara di tempat yang berbeda, tepatnya di arena pertarungan yang biasanya khusus di gunakan untuk pertandingan sesungguhnya, pertandingan antara sesama murid untuk menentukan siapa yang terkuat, atau untuk mendapatkan sesuatu, seperti sebuah jabatan khusus.

Arena itu berada di daerah yang paling dekat dengan asrama, mungkin untuk memudahkan para penonton untuk datang, karena jarak yang tak terlalu jauh.

Di arena tersebut, terlihat dua belas orang yang sedang berhadapan satu sama lain, tepatnya adalah enam melawan enam.

Sepertinya mereka baru saja melakukan pertarungan, dapat di lihat wilayah sekitar yang sudah cukup hancur, mungkin hasil dari serangan mereka.

Dua belas orang yang terdiri dari enam orang wanita, dan enam orang pria, dengan pin khusus yang ada di balik kerah leher mereka, pin dengan angka di masing-masing pinnya.

"Sudah sangat lama sejak dua belas dewan elit berlatih bersama, tapi sepertinya kau tak terlalu fokus malam ini ne, Kaguya?"

Seorang wanita cantik bersurai silver yang tak lain adalah Mirajane, menanyakan keadaan dari wanita memiliki surai senada dengannya, yang tak lain adalah Kaguya.

"Entahlah, aku seperti melupakan sesuatu yang sangat penting, dan itu sangat mengangguku."

Sejak awal kaguya memang sama sekali tak fokus, dia memingat sesuatu yang sangat penting, tapi ingatan itu sangat samar dan benar-benar menganggunya.

"Pasti kau lupa membuatkan makanan malam ini untuk nii-sama, dan mungkin sebentar lagi dia akan kesini, karena dia selalu sangat mudah untuk menemukanmu."

Wajah Kaguya terlihat panik, dia ingat apa yang membuatnya tak fokus, dan benar apa yang di katakan Tenori padanya barusan, kakaknya itu pasti akan mencarinya dan langsung menemukannya.

Akan gawat kalau dia sampai melihat semua yang ia lakukan saat ini.

Sementara di tempat yang tak di ketahui kedua belas dewan elit, seseorang sedang menyeringai penuh kemenangan di balik kegelapan malam, mengetahui jika mereka adalah orang-orang di balik 12 dewan elit.

"Dua belas dewan elit, aku menemukan kalian.."

~X~

Sebuah seringai mengerikan tersaji dengan indah di balik gelapnya malam, seringai seekor binatang buas yang menemukan mangsanya.

"Kita lihat, seberapa kuat ke 12 dewan itu sebenarnya."

Sosok yang berada di kegelapan itu terlihat menyeringai menatap ke arah ke dua belas dewan elit, dan di detik berikutnya, ratusan lingkaran sihir berwarna merah tercipta di atas ke- dua belas dewan elit.

"Apa ini? Lingkaran sihir sebanyak ini, bagaimana mungkin bisa."

Seorang wanita berambut ungu terlihat sedikit terkedut, begitu juga dengan yang lainnya.

"Sepertinya ada yang ingin bermain-main dengan kita."

Kaguya menatap datar ratusan lingkaran sihir berwarna merah di atas mereka.

"Aku menemukan kalian, dua belas dewan elit, Hahaha. "

Sebuah suara yang terdengar cukup berat terdengar, tapi tak ada yang tau dari mana asalnya suara asing tersebut.

"Siapa kau, apa urusanmu dengan kami sialan?."

Seorang pria berambut raven panjang yang tak lain adalah Uciha Indra, berucap dengan sedikit keras.

#Disini Indra saya jadikan jadi Uciha, bukan otsutsuki.

"Aku hanya ingin tau seberapa tinggi kemampuan kalian, dua belas orang yang katanya melebihi seorang genius."

Secara mengejutkan seluruh lingkaran sihir yang tadi muncul, mengeluarkan sebilah pedang berwarna silver dari dalamnya.

"Pedang? Lingkaran sihir itu mengeluarkan sebilah pedang, berhati-hatilah."

Kaguya memperingati semua temannya, karena ia merasakan pirasat buruk dengan hal tersebut.

"Kita mulai saja pestanya, dan akan ku lihat sejauh mana kalian bisa bertahan!."

Slahh

Slahh

Slahh

Ratusan pedang yang muncul dari lingkaran sihir di langit, melesat secara acak ke arah dua belas dewan elit.

Trankk

Trankk

Trankk

Kedua belas dewan elit menangkis ratusan pedang yang mengarah ke arah mereka, sejauh ini mereka dapat mengatasinya dengan mudah.

"Sepertinya orang itu tak dapat mengontrol arah pedangnya, jika hanya segini, kita bisa melawannya dengan mudah."

Seorang wanita bersurai pirang panjang, dengan sebuah pedang berwarna emas di tangannya, dia terlihat sangat ahli dalam menggunakan pedang itu.

"Kau benar Arthuria, tapi sihir jenis apa yang dia gunakan."

"Entahlah, aku juga baru kali ini mengetehui ada jenis sihir seperti ini."

Kedua belas dewan elit dapat dengan mudah mengatasi serangan dari orang yang bahkan tak mereka tau siapa, bahkan mereka masih terlihat santai dalam mengatasinya.

"Seperti yang di harapkan dari dua belas dewan elit, sepertinya julukan kalian bukanlah hanya omong kosong belaka, neh."

.."Tapi ini semua bahkan belum di mulai, mari kita lihat sejauh mana kalian akan bertahan."

Di detik berikutnya, ratusan lingkaran sihir yang tadi tiba-tiba muncul, semakin bertambah jumlahnya, membuat seluruh area arena pertarungan tertutupi oleh lingkaran sihir di langit.

Seluruh anggota kedua belas dewan elit menatap horor ribuan lingkaran sihir di atas mereka, apalagi sama seperti sebelumnya, ribuan lingkaran sihir berwarna merah itu mengeluarkan sebilah pedang silver dari dalamnya.

"Hoy Hoy, bukankah ini sudah keterlaluan, kupikir siapapun orang di balik ini semua, dia memiliki dendam pada salah satu dari kita."

Seorang pemuda dengan rabut coklat kehitaman berucap panik, lihatlah ribuan lingkaran sihir dengan sebilah pedang mengarah ke arah mereka itu. Ini jelas bukanlah lagi sebuah test kekuatan sialan.

"Hahaha~Kau benar Hasirama, sepertinya siapapun dia, dia ingin membunuh kita."

Sama sepertinya Hasirama, pria dengan surai coklat ini juga merasa kalau ini sangatlah keterlaluan untuk sebuah test kekuatan, seperti yang orang yang tidak mereka ketahui itu katakan.

"Diamlah Hasirama, Asura, kita sebagai elit dari yang ter elit, seharusnya tak akan gentar hanya dengan ini semua.

Kini giliran seorang pria berambut raven panjang yang berbicara, dia bersidekap dada menatap ribuan lingkaran sihir di atasnya.

"Sudah jangan banyak bicara, ini bukanlah waktu yang tepat untuk sipat konyol kalian."

.."Dan kau Madara, jangan terlalu sombong untuk saat ini, kita bahkan tak akan keluar dengan keadaan baik-baik saja, jika kita terlalu meremehkan ini semua. Lihatlah ribuan lingkaran sihir dan pedang yang ada di dalamnya itu, akan sangat sulit mengatasinya."

Kaguya berucap dengan seruis, karena dia yakin, saat mereka selesai mengatasi semua ini, orang yang ada di balik layar ini semua, akan kembali bertindak. Dan tentunya orang itu akan melakukan hal yang lebih dari ini.

"Apa kalian sudah selesai berdiskusinya? Baiklah, kita mulai saja."

Slahh

Slahh

Slahh

Ribuan bilah pedang silver melesat ke arah kedua belas dewan elit, bakan bukan hanya itu, kini semua pedang yang keluar dari lingkaran sihir di langit, seolah hidup dan hanya menyerang ke arah dua belas dewan elit, bukan serangan acak seperti tadi.

TranKk

Trankk

"Sial, aku kira dia tak bisa mengendalikannya, tapi ini, bahkan tak ada satu seranganpun yang meleset!."

Trankk

Trankk

"Sudah ku katakan, siapapun orang yang ada di balik ini semua, dia memiliki dendam pada salah satu dari kita."

Trankk

Trankk

"Kau benar, dia memang benar-benar ingin membunuh kita semua "

Trankk

Trankk

"Ini sangat merepotkan, kalian semua lindungi aku, aku akan menggunakan kelima element sekaligus.."

Kaguya langsung mengambil posisi di tengah semua temannya, dan secara otomatis semua temannya melingdunginya.

Kaguya terlihat membisikan bebebarapa mantra sihir yang sangat panjang, dan secara mengejutkan, muncul ratusan atau mungkin ribuan jarum melayang yang terbuat dari kelima element di sekitar kedua belas dewan elit.

Jarum-jarum itu memiliki ukuran setengah dari ukuran sebuah pedang, tapi karena jarum-jarum itu terbuat dari kelima element, itu terlihat sangat menakjubkan.

Slaahh

slaahh

Slaahh

Jarum jarum element ya di ciptakan Kaguya melesat ke langit, dan berbenturan dengan ribuan pedang yang tercipta dari lingkaran sihir berwarna merah di langit.

Duar

Duar

Duar

Ledakan ledakan bersekala kecil tercipta di langit, dampak antara benturan jarum element milik kaguya, dan bilah pedang yang tercipta dari sebuh lingkaran sihir di langit.

Setelah semua ledakan berhenti, terlihat seluruh lingkaran sihir di langit mulai menghilang, sementara Kaguya terlihat sangat kelelahan, karena ia baru saja melakukan sihir tingkat tinggi miliknya.

"Kau tak apa kaguya?."

Arthuria mengulurkan tanganya untuk membantu kaguya berdiri.

"Aku tak apa, tapi manaku hanya tersisa 30 persen saja."

Kaguya terlihat mulai tenang, dan nafasnya kembali beraturan.

"Kau saja perlu menggunakan sangat banyak mana untuk menciptakan jarum-jarum elemenmu, mungkin saja orang yang menyerang kita juga sudah kehabisan mana."

Mirajane menyampaikan asumsinya, ia berpikir, mungkin ini semua sudah berakhir. Tapi

"Menakjubkan, aku tak pernah mengira jika kalian bisa menciptakan hal seperti itu. Mungkin aku akan sedikit mengakui kalian, tapi ini semua belum berakhir."

.."Akan ku tunjukan hal yang tak pernah kalian ketahui sebelumnya, senjata pemusnah masal yang di sebut sebagai 'Bom Nuklir'!."

Sebuah lingkaran sihir berukuran dua kali lipat dari sebelumnya muncul di langit, dan sebuah benda mirip sebuah roket kecil muncul dari sana. Bom nuklir itu berukuran seperti sebuah gelas, hanya miliki panjang sekitar 45 cm.

#bom nuklir B61-12 ukuran kecil, mungkin :v

"Benda aneh apa itu? Dan hanya ada satu buah, sepertinya ucapanmu benar Mirajane."

Semua anggota kedua belas dewan elit menatap remeh benda yang baru saja muncul dari lingkaran sihir di langit, minus Kaguya, Arthuria, dan seorang pria berambut putih, yang menatap penuh waspada beda aneh yang baru saja mereka lihat itu.

Sebuah seringai mengembang di balik kegelapan malam itu..

"Benda modrn, atau sihir? Mari kita lihat, manakah yang lebih kuat!."

TBC.

Assalammualaikum.

Halo semunya, apa kabar, ini adalah penggalan cerita yang indrkaun bilang.

Maaff klo pendek, kan cuma penggalan.

Wassalam..indrkun.