Begin

.

.

.

.

.

Disclaimer : Semua milik Tuhan

Cast : DBSK, BTS maybe?

Genre : Drama, Romance, Family, Hurt/Comfort, Friendship, YAOI

Rate : T

Alur suka – suka, membosankan

.

.

.

.

Changmin baru saja menghabiskan camilannya saat seseorang mengetuk pintu ruang rawatnya dan membuka pintu kamar itu.

" Annyeong Changmin"

" Oh! Saenim, annyeonghasseo" Changmin yang duduk itu membungkukkan tubuhnya dengan sopan untuk menyambut wali kelasnya

" Bagaimana keadaanmu?" Tanya Cha saenim sang wali kelas

" Baik saenim"

Cha saenim itu mendekat tapi dia menolehkan kepalanya karena tidak mendapati seseorang dibelakangnya.

" Cho Kyuhyun, cepat masuk kesini"

DEGH

Jantung Changmin berdebar dengan kencang setelah mendengar nama yang wali kelasnya tadi sebutkan. Dia melihat kearah pintu dan benar saja namja yang memukulnya itu berjalan masuk kedalam ruang rawatnya tanpa melihat kearahnya.

" Berikan salammu pada Changmin" Ucap Cha saenim

" Annyeong" Ucap Kyuhyun dengan malas, bahkan dia tidak menatap Changmin

" Annyeong Kyuhyun sshi" Ucap Changmin

Cha saenim dan Kyuhyun duduk tidak jauh dari Changmin dan mengajak Changmin mengobrol dan bertanya – tanya tentang keadaannya sampai...

" Saenim akan menemui doktermu dulu. Dia adakan?" Tanya Cha saenim

" Ne, dokter Kangta ada sejak tadi siang"

" Baiklah. Kalian berdua mengobrolah dulu. Saenim tinggal ne?"

" Hum" Changmin mengangguk

" Kyuhyun ah, ingat apa yang kita bicarakan tadi"

Kyuhyun dengan malas menganggukkan kepala, akhirnya sang wali kelas keluar meninggalkan Changmin serta Kyuhyun dalam keheningan.

" Jadi, kenapa kau mengikutiku?" Tanya Changmin setelah lima belas menit mereka dia tanpa kata

Kyuhyun tersentak kaget menatap Changmin, jadi namja itu tahu bahwa Kyuhyun mengikutinya kemarin malam? Ugh...

Kyuhyun bisa merasakan tatapan datar itu terselip rasa kecewa dan sakit hati tapi Kyuhyun tidak memperdulikannya. Dia membutakan semuanya.

" Ak-"

CEKLEK

" Changmin ah! Aku datang lagi! Aku dengar orang yang memukulmu kemari? Jinja? Mana dia? Aku akan balas dendam karena sudah membuatmu masuk rumah sakit!"

Pekikan itu membuat mereka berdua menoleh dan menatap namja itu dengan pandangan yang berbeda.

" Junsu hyung..."

" Eoh?"

" Hyungie?"

" Kyunie?"

.

.

.

.

.

~ Chapter 4 ~

.

.

.

.

.

" Sedang apa kau disini Kyu?"

" Hy-hyung..."

Kyuhyun bangkit dari tempat duduknya dengan tatapan bingung, tapi bisa dia simpulkan bahwa sang hyung mengenal Changmin dengan baik. Buktinya namja itu brteriak akan balas dendam untuk Changmin.

" Junsu hyung mengenal Kyuhyun sshi?" Tanya Changmin

" Tentu saja aku mengenalnya" Jawab Junsu dengan semangat

" Oh? Junsu sshi? Kau datang untuk menengok Changmin?"

Junsu menoleh, dia mendapati wali kelas Kyuhyun yang dia kenal beberapa hari lalu saat dia berkunjung ke sekolah Kyuhyun ada disampingnya.

" Annyeong Cha saenim" Ucap Junsu sopan

" Jadi, kau juga berkunjung kemari?" Tanya Cha saenim

" Aku berkunjung karena memang aku mengenal Changmin tunggu- Kyuhyun bilang dia akan pergi bersama Cha saenim ke rumah sakit untuk menemui teman sekelas yang sudah dia pukul. Jadi?!"

" Iya, Changmin adalah teman sekelas Kyuhyun yang saya maksud"

" MWO?!"

.

.

.

.

.

Lima belas menit kemudian Cha saenim memutuskan untuk pulang sedangkan Junsu menahan Kyuhyun bersamanya dengan alasan akan pulang bersamanya nanti. Jadi, Kyuhyun hanya menundukkan kepalanya saat sang hyung menatapnya dengan tajam.

" Jadi kau yang membuat Changmin terluka eoh?" Ucap Junsu dengan sebal

" Hyung~"

" Apa alasanmu Kyu? Changmin anak yang baik tahu!" Jawab Junsu

Kyuhyun mendongakkan kepalanya, dia menatap sebal juga pada hyung-nya. Ih, dia tidak suka jika ada orang yang membela Changmin!

" Kau benar – benar keterlaluan!"

PLETAK

" AUUWW!"

Junsu berdiri untuk memukul kepala Kyuhyun dan namja itu meringis penuh kesakitan. Kyuhyun langsung mengelus kepalanya yang berdenyut sakit itu.

" Appa sudah tahu semua ini" Ucap Junsu

" MWO? Hyung!"

" Kali ini kau benar – beanr kelewatan, apa kami mengajarimu berbuat kasar eoh?"

" Tapi dia menyebalkan hyung"

" Kau bahkan membully-nya dan menyebutnya miskin? Hey, kau pikir tanpa adanya eomma dan appa kau bisa jadi orang kaya?" Kali ini Junsu menjewer Kyuhyun

" Ya! Ap-apoohh! Awwhh... Hyung! Lepas!"

" Kau benar – benar keterlaluan tahu!"

" Aish! Lepaskan aku hyung!"

Changmin hanya memperhatikan mereka dari atas tempat tidurnya, cukup kaget juga mengetahui bahwa Junsu adalah kakak dari Kyuhyun. Kim Junsu dan Cho Kyuhyun. Kyuhyun adalah adik tiri dari Kim Junsu, pantas saja sifat mereka berbeda tapi Changmin bisa melihat betapa sayangnya Junsu pada Kyuhyun.

Dan melihat mereka bertengkar menjadi tontonan yang menarik untuknya karena dia dan hyungnya tidak pernah seperti itu. Changmin menjadi adik yang baik dan penurut karena menurutnya Yunho adalah panutan yang harus dia turuti dan dia sangat menyayangi Yunho.

" Min? Kenapa melamun?"

" Eh?" Changmin menoleh, Junsu terlihat mengerutkan keningnya

" Aniya"

" Waeyo?" Junsu mendekat kearah tempat tidur Changmin

" Aku hanya ingat hyungku" Jawab Changmin

" Aigo... Mulai saat ini anggap aku hyungmu juga, arasseo?!"

GREPP

Junsu memeluk erat Changmin dan menempatkan kepala Changmin tepat pada dadanya dan dia menelus pelan helaian rambut Changmin. Changmin membeku, ada saraf otaknya yang tidak bekerja dengan baik (menurutnya). Karena dia seperti merasa tersengat listrik saat Junsu memeluknya, belum lagi dia merasakan sebuah debaran halus dalam dadanya.

" Kau adikku sekarang Min" Ucap Junsu masih dengan memeluk Changmin

Changmin memejamkan matanya kemudian tangannya yang bebas dari infusan melingkar pada pinggang Junsu.

" Terima kasih" Lirih Changmin

dia merasakan sebuah kehangatan saat ini dan tidak mau begitu saja melepaskan kehangatan yang dirasakannya. Harum tubuh Junsu sendiri bisa membuatnya nyaman hingga membuatnya terbuai.

" Ck..."

Decakan penuh rasa kesal dan sebal itu keluar dari namja yang duduk disofa, memperhatikan bagaimana sang kakak dan musuhnya berpelukan. Bagaimana bisa sang hyung membela musuhnya dan menganggapnya seorang adik, memperlakukannya dengan baik sedangkan dirinya? Astaga...

Lalu apa – apaan tangan Changmin yang melingkar manis pada pinggang hyungnya itu? Huh... sangat menyebalkan bagi Kyuhyun untuk melihat semua itu tahu!

.

.

.

.

.

Jaejoong berjalan pelan kearah atap gedung perusahaannya, di sana perusahaan membangun sebuah taman yang bisa dinikmati oleh siapapun saat jam makan siang. Tidak besar namun cukup nyaman untuk orang – orang kantor yang merasa penat dengan pekerjaan kantor mereka.

Pintu otomatis itu terbuka dan Jaejoong akhirnya sampai di atas taman itu, makan siangnya belum datang jadi Jaejoong memutuskan untuk menyegarkan pikirannya di atas atap sembari menikmati angin musim semi.

Namun langkah kakinya terhenti saat melihat seorang namja yang sudah merebut semua perhtiannya duduk disebuah kursi panjang sembari memakan makanan dari kotak berwarna putih. Jaejoong perlahan menghampirinya.

" Yun"

" Eoh? Sa-sajangnim!"

Namja yang dia panggil itu berdiri dan membungkukkan tubuhnya, Jaejoong menghela nafasnya. Kesal dengan perbuatan yang dilakukan oleh namja itu.

" Sudah aku bilang tidak usah seformal itu bukan" Ucap Jaejoong

" Tapi ini..."

" Sudahlah, susah sekali bicara padamu"

Jaejoong kemudian duduk di kursi panjang itu kemudian menyandarkan tubuhnya pada sandaran kursi itu. Dia mengerutkan keningnya saat dia tidak juga mendapati Yunho duduk disampingnya.

" Kenapa tidak duduk? Terganggu dengan kehadiranku?" Tanya Jaejoong dengan nada jutek

" N-ne?"

" Kalau terganggu aku pergi saja"

Entah kenapa mood Jaejoong jadi buruk saat ini karena penolakan Yunho (menurutnya). Sementara itu Yunho langsung menyadarkan dirinya. Dia menggelengkan kepalanya dan segera duduk disamping Jaejoong dengan memangku makan siangnya.

Dia hanya merasa tidak enak, bagaimana jika ada yang melihatnya? Yunho kemudian menolehkan kepalanya ke kanan dan ke kiri namun orang – orang yang ada di atas atap sedang sibuk masing – masing dengan obrolan mereka ataupun makan siang mereka.

" Ma-maafkan aku sajangnim" Ucap Yunho

" Kita sedang berdua Yun, tidak bisakah kau memanggilku Jaejoong saja?"

" Tapi..."

" Hah... Susah sekali mencari teman disini, harusnya aku tahu kau tidak mau berteman denganku"

" E-eh bukan begitu saja- ehem... Maksudku Jaejoong. Aku hanya tidak enak jika mereka mendengarku memanggilmu dengan Jaejoong"

" Biarkan saja mereka Yun"

" Ar-arasseo" Yunho tidak bisa lagi menolak lagi ucapan Jaejoong, apa lagi tadi Jaejoong menatapnya dengan mata bulatnya itu

Akhirnya Jaejoong tersenyum, dia kemudian memperhatikan bekal yang dibawa oleh Yunho. Mata Jaejoong langsung berbinar ketika melihat menu kesukaannya.

" Apa bekal itu kau yang buat?" Tanya Jaejoong

" Ya, aku yang buat. Kenapa?"

" Itu..."

Yunho menatap Jaejoong dan bisa dia lihat mata penuh binar yang Jaejoong berikan pada bekal makan siangnya.

" Mau?" Tanya Yunho

" Boleh?"

Ya ampun, apa yang Yunho lakukan hingga dia bisa melihat kitty eyes indah didepannya ini? Bolehkah Yunho berkata bahwa Jaejoong sang bos sangat menggemaskan seperti itu?

" Ya, boleh" Jawab Yunho akhirnya

" Ungg~~~" Jaejoong tersenyum gemas kemudian merebut kotak makan Yunho " Bekalmu aku yang makan saja ya, Namjoon sedang membelikanku makanan, nanti kau makan saja yang Namjoon bawa"

" Ne?"

" Whooaaa..." Jaejoong menyumpit sebuah cumi goreng tepung dan berbinar menatapnya " Kesukaanku, whooaaa~~!"

Jaejoong membuka mulutnya lebar dan memasukkan cumi itu, setelahnya dia terpekik senang dengan rasanya.

" Enak~~~ Kau memang pandai sekali memasak Yun! Aku suka masakanmu" Puji Jaejoong

" Kau berlebihan Jaejoong ah"

" Tidak! Serius, ini enak sekali ughhh..." Jaejoong menyumpit kembali cumi itu dan memakannya dengan nasi " Enanaaakkk~~"

Yunho hanya bisa tersenyum melihat kelakuan yang belum pernah dia lihat dari sang atasan, Yunho jadi tahu bahwa bosnya itu sangat menyukai cumi goreng tepung. Mungkin besok dia bisa membuatkan sang bos menu itu lagi? Eaa~~~

" Jaejoong hyung!"

Jaejoong menoleh saat mendengar seseorang memanggilnya, disana asistennya berjalan kearahnya sembari menenteng sebuah paper bag.

" Wae?" Tanya Jaejoong dengan mulut penuh makanan

" Kau makan bekal siapa eoh?"

" Yunho"

" Lalu ini?" Namjoon mengangkat paper bag yang dibawanya

" Berikan saja pada Yunho, aku makan bekalnya" Jawab Jaejoong

" He?"

" Ish, lakukan saja apa yang aku minta. Kau ini"

Akhirnya Jaejoong mengambil paper bag yang dipegang Namjoon dan memberikannya pada Yunho. Yunho terdiam menatap paper bag itu, dia tahu tempat Namjoon membeli makan siang untuk Jaejoong, restoran bintang lima yang harganya sangat mahal.

Dia jadi berpikir untuk tidak memakannya, dia ingin menyimpannya dan memberikannya untuk Changmin karena dia ingin Changmin juga merasakan makanan mahal seperti ini. Bagaimana ya?

" Yun? Kenapa tidak dimakan? Tidak suka?" Tanya Jaejoong

" Ani, bukan begitu se-sebenarnya aku tidak terlalu lapar. Bisa aku menyimpannya untuk nanti saja? Aku akan memakannya saat aku lapar" Jawab Yunho

" Hmm? Ya sudah, tapi jangan lupa dimakan ya"

" Ne, terima kasih Jaejoong ah"

" Ne"

.

.

.

.

.

Sekitar pukul tiga sore Yunho pergi ke pantry dan menemukan Hojun tengah membuka kotak bekalnya.

" Baru makan Hojun ah?"

" Oh Yunho, tidak... Hanya makan camilan, mau?" Hojun memperlihatkan isi kotak makannya

Yunho mengelus perutnya dan mengangguk. Mengambil setumpuk roti dan memakannya disana. Hojun menyiapkan segelas air putih untuk Yunho.

" Kau disini Yun?"

Yunho menoleh, dia melihat Jaejoong masuk kedalam pantry dengan kerutan di keningnya. Jaejoong sendiri menatap bingung pada Yunho yang tengah memegang roti isi dan segelas air putih.

" Sajangnim" Hojun membungkukkan tubuhnya memberi hormat

" Ne, aku sedang ambil minum" Ucap Yunho

" Kau lapar? Kenapa tidak makan makanan yang aku berikan tadi siang?" Tanya Jaejoong bingung

" Itu..." Yunho menggaruk belakang kepalanya

" Katakan yang sebenarnya atau aku akan marah. Kau tidak menyukai makanan itu?" Tanya Jaejoong, matanya mulai menyipit

" Bu-bukan sajangnim" Jawab Yunho gugup

" Lalu?"

" Ng... Sebenarnya aku ingin... Changmin merasakan makanan itu juga, aku tahu itu adalah makanan mahal dan rasanya tidak adil jika hanya aku yang memakannya"

Jaejoong menatap tidak percaya pada namja yang ada didepannya, bukannya apa – apa. Berarti Yunho menahan laparnya supaya sang adik bisa merasakan makanan yang dia berikan juga? Lagipula untuk Jaejoong makanan itu tidaklah mahal karena sering kali Namjoon memberikan makanan dengan harga yang lebih mahal dari itu.

Jaejoong jadi berpikir betapa sulitnya kehidupan Yunho selama ini, tapi namja itu masih memikirkan sang adik. Yunho benar – benar namja yang bertanggung jawab.

" Sajangnim?" Panggil Yunho bingung karena Jaejoong tidak memberikan respon apapun

" Ne, kenapa kau tidak bilang tadi siang Yun sehingga aku bisa membelikannya juga untuk Changmin"

" Tidak perlu sajangnim, tadi saja sudah lebih dari cukup"

" Kalau cukup kau tidak akan meminta makanan temanmu seperti itu kan"

" Sa-saya tidak merasa keberatan sajangnim" Ucap Hojun, sedikitnya dia mengerti apa yang sedang terjadi dan dia mengerti alasan Yunho melakukan hal itu

" Tetap saja... Pokoknya aku tidak mau kau seperti itu lagi Yun, kau juga kan harus memikirkan dirimu juga. Bagaimana kalau kau sakit karena tidak makan?"

" Sa-sajangnim..."

" Jangan membuatku khawatir Yun" Ucap Jaejoong dan Yunho bisa melihat mata penuh kekhawatiran dari sana hingga akhirnya Yunho menanggukkan kepalanya

.

.

.

.

.

" Enak?"

" Hum, Jaejoong hyung baik ya"

" Habiskan saja"

" Hyung tidak makan?"

" Tadi kan kau sudah menyuapi hyung"

" Itu baru sedikit, ayo makan lagi, aaaaa"

Yunho tersenyum melihat kelakuan adiknya namun dia mengikuti keinginan sang adik yang menyuapinya makanan. Malamnya, Yunho memberikan paper bag berisi makanan mahal itu pada Changmin dan namja itu makan dengan lahapnya tapi sebelumnya Yunho berkonsultasi dulu pada dokter Changmin apakah Changmin boleh memakan makanan itu atau tidak.

Usai makan, Yunho mengajak Changmin mengobrol ringan sampai sang adik merasa mengantuk. Yunho mengelus rambut Changmin.

" Oh ya, kata perawat hari ini ada guru dan temanmu yang datang?" Tanya Yunho

" Hum, Cha saenim dan Kyuhyun sshi datang, Junsu hyung juga"

" Kyuhyun sshi?"

Yunho pernah mendengar nama itu, nama yang tidak asing dan benar saja Yunho kemudian teringat cerita guru Changmin tentang namja yang memukul Changmin, namanya Cho Kyuhyun.

" Kyuhyun..."

" Iya dan ternyata dia adalah adik dari Junsu hyung"

" Ne?"

Akhirnya Changmin menceritakan kejadian tadi siang pada Yunho, Yunho hanya menganggukkan kepalanya saja. Jadi dunia itu benar – benar sangat sempit aniya?

Yunho memperhatikan Changmin yang sudah tertidur lelap, dia mengelus rambut Changmin dan dia bisa merasakan suatu perubahan yang terjadi. Dalam tangannya ada beberapa helai rambut Changmin yang rontok. Oh tidak... Kangta sudah memperingatkannya tentang hal ini. Mata Yunho berembun, dia mengambil salah satu tangan Changmin dan menggenggamnya erat.

" Kau tidak akan kemana – mana kan Min? Jangan tinggalkan hyung sendirian disini"

TES

Air mata Yunho mengalir hingga akhirnya dia menangis tanpa suara tanpa dia tahu sebenarnya Changmin terbangun dan mendengar ucapan sang hyung, dia pun ikut meneteskan airmatanya namun dalam keadaan mata tertutup.

.

.

.

.

.

Sudah tiga hari ini keadaan Changmin membaik, baik karena namja itu sudah tidak terlalu pucat dan lebam di wajahnya sudah mulai hilang. Malam ini Yunho duduk dipinggir tempat tidur menatap Changmin dengan teduh.

" Hyung ingin bicara" Ucap Yunho

" Ne?"

" Apa setelah keluar dari rumah sakit kau mau pindah sekolah?" Tanya Yunho

" Maksud hyung?"

" Hyung tahu apa yang terjadi padamu dari guru dan beberapa temanmu Min, kenapa kau diam saja? Kenapa tidak menceritakan semua itu pada hyung?"

" Hyung..." Lirih Changmin

" Kenapa kau hanya memendam semua kesulitanmu seorang diri?"

" ….."

" Maafkan hyung, dengan keadaan hyung yang seperti ini kau jadi dibully mereka"

" Tidak hyung"

" Min, setelah eomma tidak ada kau adalah harta berharga untuk hyung. Tidak ada yang boleh menyakitimu. Maafkan hyung yang tidak tahu apa – apa tentang kehidupan sekolahmu kau malah menyembunyikanya dengan senyuman dan selalu berkata kau baik – baik. Maafkan hyung"

" Ini bukan salah hyung. Aku sangat senang bisa bersama hyung selama ini. Aku yang malah menyusahkan hyung, aku tidak bisa berbuat apa – apa"

" Changmin..."

" Aku diam karena aku tidak mau menyusahkan hyung lebih jauh. Selama aku bisa menghadapinya sendiri kenapa tidak. Aku tidak mau menambah beban hyung, karena aku hyung harus bekerja ditiga tempat yang berbeda. Aku hanya dapat berprestasi untuk bisa dibanggakan oleh hyung, aku tidak apa – apa hyung"

" Min..."

" Hiks... Lagipula untuk apa pindah sekolah jika hidupku tidak lama lagi berakhir"

" Changmin..."

Changmin menangis dan itu malah membuat Yunho ikut menangis, dia bangkit dari duduknya dan memeluk erat sang adik. Mereka menangis, berbagi rasa dan kesulitannya bersama. Changmin akhirnya menangis sesenggukkan dalam dekapan hangat Yunho.

Namja itu tidaklah bodoh untuk memperkirakan sendiri usianya yang sebentar lagi akan berakhir, lihat saja Kangta yang sejak dua hari lalu memakaikannya beanie. Changmin tahu itu semua untuk menutupi rambutnya yang mulai rontok karena penyakitnya.

.

.

.

" Hiks..."

Diluar pintu itu ada tiga orang namja yang menahan langkah kaki mereka saat mendengar percakapan kedua kakak beradik itu. Namja pertama adalah Junsu yang kini ada dalam dekapan namja kedua, Jaejoong. Dia menangis sesenggukan mendengarkan percakapan Changmin dan Yunho.

Namja ketiga adalah Kyuhyun yang terpaku di depan pintu masuk dan mendengarkan semua percakapan Changmin. Entah kenapa dadanya sesak mendengarkan semua itu, mereka tidak menyalahkannya yang jelas – jelas salah karena telah membully Changmin tapi malah menyalahkan keadaan mereka sendiri.

" Lebih baik kita pulang sekarang, jangan ganggu mereka dulu. Oke?" Ucap Jaejoong dengan lembut dan Junsu hanya mengangguk

Dalam kamar utama itu Jaejoong tidur sendirian, dia masih kepikiran percakapan antara Changmin dan Yunho. Kehidupan kedua namja itu penuh perjuangan berbeda dengan dirinya yang sudah terbiasa 'enak' sejak kecil, semua keinginannya terkabul hanya dengan meminta pada kedua orangtuanya.

" Yun..."

Dia balik senyum yang biasa Yunho lemparkan padanya ada kesedihan yang tidak terkira dan Jaejoong berjanji akan membuat namja itu terus tersenyum.

.

.

.

.

.

" Ck, sial"

Namja yang baru mengumpat itu adalah Kyuhyun yang tidak bisa tidur setelah mendengar percakapan antara Changmin dan Yunho. Bagaimana pun Kyuhyun tidak tahu penyakit Changmin dan dia membully namja itu karena dengan seenaknya mencuri semua perhatian guru darinya si peringkat satu.

Changmin mulai merebut dan menjadi nomor satu disana, menjadi kebanggaan guru dan merebut posisi pertama itu. Kyuhyun tidak suka, dia ingin semua perhatian tertuju padanya. Sedangkan Changmin melakukan hal itu untuk bisa dibanggakan oleh hyungnya.

Kyuhyun menoleh kesamping, hyungnya sudah tertidur setelah lelah menangis. Hyungnya memang orang yang ceria namun sensitif disaat yang bersamaan. Kyuhyun tidak pernah meragukan kasih sayang Junsu walaupun mereka hanya saudara tiri.

Tapi, Kyuhyun bisa lihat sesuatu yang beda saat Changmin menatap hyungnya. Bolehkah Kyuhyun menganggap Changmin menyukai hyungnya? Jika benar, itu semua hanya akan menyakiti Changmin. Kenapa Kyuhyun jadi memikirkan namja itu lagi?!

Kyuhyun menolehkan kepalanya ke penjuru ruangan, kamar tamu yang disulap menjadi kamarnya dan kamar sang hyung selama tiga bulan ke depan.

Selama tiga bulan kedepan dirinya dan sang kakak tinggal di apartemen sepupu dari pihak keluarga Junsu yaitu Jaejoong. Namja yang sedikitnya lebih lembut dari sang kakak walaupun masih cukup galak apa lagi setelah tahu apa yang dia perbuat terhadap Changmin.

Memikirkan Changmin membuat Kyuhyun menghela nafasnya, setelah ini apa yang harus dia lakukan? Dia mengakui bahwa dia salah dalam hal ini, tidak seharusnya dia merasa iri pada Changmin dan membully-nya seperti itu. Bahkan dia masih bisa mengingat seberapa banyak darah yang keluar dari mulut Changmin saat hari dimana dia memukulnya.

Kyuhyun menghela nafasnya kembali, menghadapkan tubuhnya kearah sang hyung dan memeluknya. Hingga akhirnya dia tertidur berpelukan dengan Junsu, hal yang jarang dia lakukan sejak masuk ke sekolah menengahnya.

.

.

.

.

.

.

Junsu menyiapkan semua yang dibutuhkan untuk dibawa ke tempat Changmin sabtu pagi ini, jam sembilan nanti mereka bertiga akan berangkat menuju rumah sakit untuk menjenguk Changmin. Setelah selesai dia kembali masuk kedalam kamar untuk membangunkan Kyuhyun.

Awalnya Junsu kaget karena saat bangun tidur dia merasa seseorang memeluknya namun dia kemudian tersenyum saat meliat pelakunya. Adiknya. Sungguh manis bukan? Sudah lama mereka tidak tidur berpelukan seperti tadi malam.

" Hey, bangun Kyunie ah" Junsu menggoyangkan lengan kyuhyun hingga namja itu terganggu dan membuka matanya

" Ungg..."

" Mandi dan cepat ke meja makan, hyung sudah siapkan sarapan untukmu"

" Arasseo" Jawab Kyuhyun dengan suara serak

Setelah membangunkan Kyuhyun, Junsu beranjak menuju kamar sepupunya. Dia mengetuk pintu kamar itu namun tidak ada jawaban, kemungkinan besar karena Jaejoong belum bangun. Jadi dia memutuskan untuk membuka pintu itu dan benar saja dia melihat Jaejoong tertidur pulas dibalik selimutnya. Junsu berjalan mendekat dan menggoyangkan lengan sang sepupu.

" Bangun hyung..." Ucap Junsu

" Lima menit lagi Su..."

" Bukannya kita akan ke tempat Changmin pagi ini eoh?"

" Oh!"

Jaejoong langsung membuka matanya dan terduduk diatas tempat tidur, Junsu terkekeh melihat kelakuan Jaejoong.

" Aku sudah buatkan sarapan untuk hyung, mandi yaaa" Ucap Junsu

" Arasseo"

Beginilah kehidupan Junsu selama tinggal bersama Jaejoong, dia membuatkan sarapan, membangunkan kedua orang kesayangannya itu dan membereskan rumah kadang. Dia jadi merasa seperti asisten rumah tangga disini. Hah...

Usai selesai sarapan mereka berberes untuk bersiap ke rumah sakit. Junsu kembali ceria dengan mengajak bercanda Kyuhyun maupun Jaejoong, melupakan kesedihan semalam karena Junsu ingin tetap terlihat ceria dan tidak mau Changmin tahu mereka mendengar perbincangannya dengan sang hyung.

Ceklek

" Pagi Changmiiiinn~~" Sapa Junsu dengan ceria

" Junsu hyung!" Ucap Changmin kemudian membungkukkan tubuhnya

" Eh, Yunho hyung juga Kangta hyung ada disini"

Tak lama kemudian Jaejoong dan Kyuhyun masuk, mereka saling memberikan salam dan Kangta melanjutkan pekerjaannya, dia bertugas untuk mengambil sample darah Changmin pagi ini juga mengingatkan Changmin bahwa dia ada jadwal terapi pagi ini.

" Kau rapi sekali Yun?" Tanya Jaejoong yang melihat Yunho berpakaian santai tapi cenderung rapi juga melihat sebuah tas ransel disamping kursi tempat Yunho duduk

" Ya, hari ini aku akan pergi kemungkinan besok baru kembali" Jawab Yunho

" Kemana?"

" Aku harus pergi ke Gwangju"

" Ne? Untuk apa?"

" Jaejoong hyung, tolong katakan pada Yunho hyung untuk tidak pergi" Ucap Changmin

" Ceritanya panjang" Jawab Yunho

" Jadi, Changmin akan sendirian dua hari ini?" Tanya Junsu

" Iya"

" Omo! Tenang saja, aku akan menjaga Changmin sampai kau kembali bersama Kyunie, iya kan Kyu!" Junsu menatap Kyuhyun

" Kenapa aku jadi diikutsertakan?" Kyuhyun mempoutkan bibirnya

" Itu tandanya kau setuju" Junsu kemudian menatap Yunho " Tidak usah khawatir hyung"

" Terima kasih" Ucap Yunho dengan tulus

" Hyung..." Lirih Changmin

" Min, hyungmu sedang berusaha. Ini semua untukmu Min" Ucap Kangta setelah mendapatkan darah yang dibutuhkannya

" Keunde..." Changmin menundukkan kepalanya

" Tenang saja Min" Yunho menyentuh puncak kepala Changmin " Hyung akan berusaha sebaik mungkin dan mewujudkan mimpimu. Arasseo"

Changmin mendongakkan kepalanya, dia menatap mata hyungnya yang berbinar. Pagi ini sang hyung mendapatkan kabar baik dari keluarganya di Gwangju maka dari itu dia harus pergi ke sana untuk memastikan kabar tersebut. Changmin mau tak mau akhirnya menganggukkan kepalanya, setelah itu dia mendapatkan sebuah pelukan hangat dari hyungnya.

" Kalau begitu hyung pergi sekarang ya" Ucap Yunho

" Hati – hati hyung" Lirih Changmin

" Pasti" Yunho kemudian menatap tamu yang ada disana " Aku pergi dulu, terima kasih atas bantuannya" Yunho membungkukkan tubuhnya, mengambil tas ranselnya kemudian beranjak dari sana

" Ngomong – ngomong Yunho pergi untuk apa ya?" Tanya Jaejoong

" Dia mendapatkan kabar bahwa appa Changmin ada di Gwangju dan Yunho kesana untuk meminta bantuan appanya untuk mencocokkan sumsum belakangnya dengan sumsum yang dimiliki Changmin. Kalau cocok, maka Changmin bisa segera melakukan operasi" Jelas Kangta

" Ne?"

TAP

TAP

TAP

TAP

Tanpa kata Jaejoong menyusul Yunho, dia berharap belum telat untuk menyusul namja tinggi itu dan benar saja. Yunho sedang menunggu bus di halte dekat rumah sakit.

" YUN!" Panggil Jaejoong kemudian terengah

" Jaejoong? Kenapa?" Yunho menghampiri Jaejoong yang terengah

" Aku antar saja"

" Ne?"

" Aku antar kau ke Gwangju, aku akan ikut kesana"

"..."

.

.

.

~ TBC ~

.

.

.

Tbc disaat yang pas! Hahahaha #smirk

Annyeeeooonngggg #lambaijaricantik

Otte? Walaupun pendek yang penting update ya! Oh! Cho minta maap, harusnya PURE yang update tapi malah Begin duluan, soalnya PURE blm an kelar tinggal dikit lagi sih kkkkkk...

.

Special Thanks :

.

909596 (masih malu - malu mereka, chap dpn yunjae momen beraksi kkkkk), ismi mimi (hayooo galau minsu apa ChangKyu kan kkkkk), firstkai94 (hmmm... friendship ya?), ichimita1 (iyaaa), dheaniyuu (iya bang jidat blm an muncul juga), lovegravanime14 (siapa kesayangannya? Asal bukan bebeb mimin aja ya), changchang (doain yaa), yunjae heart (bebebnya cho mah udah biasa tersiksa kkkkk, alur mengalir pelan nih eonn), Yaoi reader-ssu (iya, makasih udh baca ya),

Chwangkyuwoozi (eaa~~ apa an ini? Bebeb miminnya cho jadinya sama sapa),

Bijin YJS (yunjae momen masih chap dpn kkkk), akiramia44 (iya, abang jidat tersayang belom muncul nih...), eL Ree (sembuh? Yakin bebeb mimin bakal sembuh disini #smirk kkkk), tyas1412 (iya, sepupuan mereka semua), Park Rinhyun-Uchiha (udah kejawab dichap ini ya! Heheehe), uknowme2309 (NC masih lama lah... ff yang mana dah?), GaemGyu92 (angst... hmmm... masi progress mereka semua kkkkk), JJ (udah yaa), Avanrio11 (sipoo~), kureneko87 (doain aja yaaa...)

.

Para Guest, yang udah follow, fav dan para SiDer

.

Sekali lagi makasih yaa #bow

.

Udah ya, tunggu chap dpn buat yang nungguin YunJae moment #smirk

Soal na bakal ada sedikit kejutan di chap dpn kayaknya hahahaha...

.

Jja, see u next chap?

Chuuu~~

.

.

.

.

Senin, 9 Januari 2017