Begin
.
.
.
.
.
Disclaimer : Semua milik Tuhan
Cast : DBSK, BTS maybe?
Genre : Drama, Romance, Family, Hurt/Comfort, Angst, Friendship, YAOI
Rate : T
Alur suka – suka, membosankan
Ciyeeee yang nunggu cho update sampe jadi batu wkwkwkwk #DiLemparSandalReader
.
.
.
.
Beginilah kehidupan Junsu selama tinggal bersama Jaejoong, dia membuatkan sarapan, membangunkan kedua orang kesayangannya itu dan membereskan rumah kadang. Dia jadi merasa seperti asisten rumah tangga disini. Hah...
Usai selesai sarapan mereka berberes untuk bersiap ke rumah sakit. Junsu kembali ceria dengan mengajak bercanda Kyuhyun maupun Jaejoong, melupakan kesedihan semalam karena Junsu ingin tetap terlihat ceria dan tidak mau Changmin tahu mereka mendengar perbincangannya dengan sang hyung.
Ceklek
" Pagi Changmiiiinn~~" Sapa Junsu dengan ceria
" Junsu hyung!" Ucap Changmin kemudian membungkukkan tubuhnya
" Eh, Yunho hyung juga Kangta hyung ada disini"
Tak lama kemudian Jaejoong dan Kyuhyun masuk, mereka saling memberikan salam dan Kangta melanjutkan pekerjaannya, dia bertugas untuk mengambil sample darah Changmin pagi ini juga mengingatkan Changmin bahwa dia ada jadwal terapi pagi ini.
" Kau rapi sekali Yun?" Tanya Jaejoong yang melihat Yunho berpakaian santai tapi cenderung rapi juga melihat sebuah tas ransel disamping kursi tempat Yunho duduk
" Ya, hari ini aku akan pergi kemungkinan besok baru kembali" Jawab Yunho
" Kemana?"
" Aku harus pergi ke Gwangju"
" Ne? Untuk apa?"
" Jaejoong hyung, tolong katakan pada Yunho hyung untuk tidak pergi" Ucap Changmin
" Ceritanya panjang" Jawab Yunho
" Jadi, Changmin akan sendirian dua hari ini?" Tanya Junsu
" Iya"
" Omo! Tenang saja, aku akan menjaga Changmin sampai kau kembali bersama Kyunie, iya kan Kyu!" Junsu menatap Kyuhyun
" Kenapa aku jadi diikutsertakan?" Kyuhyun mempoutkan bibirnya
" Itu tandanya kau setuju" Junsu kemudian menatap Yunho " Tidak usah khawatir hyung"
" Terima kasih" Ucap Yunho dengan tulus
" Hyung..." Lirih Changmin
" Min, hyungmu sedang berusaha. Ini semua untukmu Min" Ucap Kangta setelah mendapatkan darah yang dibutuhkannya
" Keunde..." Changmin menundukkan kepalanya
" Tenang saja Min" Yunho menyentuh puncak kepala Changmin " Hyung akan berusaha sebaik mungkin dan mewujudkan mimpimu. Arasseo"
Changmin mendongakkan kepalanya, dia menatap mata hyungnya yang berbinar. Pagi ini sang hyung mendapatkan kabar baik dari keluarganya di Gwangju maka dari itu dia harus pergi ke sana untuk memastikan kabar tersebut. Changmin mau tak mau akhirnya menganggukkan kepalanya, setelah itu dia mendapatkan sebuah pelukan hangat dari hyungnya.
" Kalau begitu hyung pergi sekarang ya" Ucap Yunho
" Hati – hati hyung" Lirih Changmin
" Pasti" Yunho kemudian menatap tamu yang ada disana " Aku pergi dulu, terima kasih atas bantuannya" Yunho membungkukkan tubuhnya, mengambil tas ranselnya kemudian beranjak dari sana
" Ngomong – ngomong Yunho pergi untuk apa ya?" Tanya Jaejoong
" Dia mendapatkan kabar bahwa appa Changmin ada di Gwangju dan Yunho kesana untuk meminta bantuan appanya untuk mencocokkan sumsum belakangnya dengan sumsum yang dimiliki Changmin. Kalau cocok, maka Changmin bisa segera melakukan operasi" Jelas Kangta
" Ne?"
TAP
TAP
TAP
TAP
Tanpa kata Jaejoong menyusul Yunho, dia berharap belum telat untuk menyusul namja tinggi itu dan benar saja. Yunho sedang menunggu bus di halte dekat rumah sakit.
" YUN!" Panggil Jaejoong kemudian terengah
" Jaejoong? Kenapa?" Yunho menghampiri Jaejoong yang terengah
" Aku antar saja"
" Ne?"
" Aku antar kau ke Gwangju, aku akan ikut kesana"
"..."
.
.
.
.
.
~ Chapter 5 ~
.
.
.
.
.
.
Dalam perjalanan baik Yunho dan Jaejoong tidak saling berbicara, Jaejoong fokus mengendarai sedangkan Yunho sibuk dengan pemikirannya sendiri. Sampai Jaejoong merasa kesepian dan memutuskan untuk bertanya sesuatu pada Jaejoong.
" Yun... Darimana kau tahu appamu ada di Gwangju?"
" Itu... Ahjummaku yang memberitahu"
" Ahjummamu?"
" Sebenarnya ahjummaku menelepon untuk meminta uang karena appa ada disana dan menghabiskan uang mereka. Setelah bertahun – tahun menghilang dan akhirnya dia muncul tapi malah... Hah..." Yunho menghembuskan nafasnya lelah
" Oh..." Jaejoong menganggukkan kepalanya
" Maaf ya kau jadi ikut seperti ini"
" Tidak apa – apa Yun. Aku yang ingin ikut kan, lagipula aku ingin melakukan semua ini demi Changmin"
" Terima kasih atas semua bantuannya"
" Ah, aniya... Ini bukan apa – apa lagipula aku bisa beristirahat dari kepadatan kota"
Yunho tersenyum dan Jaejoong melihat senyum itu melalui lirikan matanya, tidak salah lagi. Jantungnya berdebar kencang saat melihatnya, jadi dia sudah bisa pastikan bahwa dirinya jatuh dalah pesona seorang Jung Yunho.
Usai perjalanan panjang itu mereka sampai disebuah rumah yang tidak terlalu besar, rumah ahjumma Yunho. Jaejoong memarkirkan mobilnya dipinggir jalan karena rumah ahjumma Yunho tidak memiliki lahan untuk parkir.
Yunho turun dari mobil diikuti oleh Jaejoong, Yunho membimbing Jaejoong untuk berjalan disampingnya dan mereka sampai di depan pintu rumah keluarga Jung. Yunho menekan bel dan menunggu beberapa saat sampai seseorang membukakan pintu untuknya.
" Yunho hyung?"
" Eoh, Changwook ah. Dimana dia?"
" Siapa? Eommaku atau appamu?"
" Appaku"
" Di dalam kamar"
" Aku akan langsung"
" Ya"
Jaejoong memperhatikan namja yang ada di depannya, wajahnya cukup mirip dengan Changmin hanya dia lebih tinggi mungkin usianya juga di atas Changmin beberapa tahun. Yunho kemudian mengajak Jaejoong untuk masuk kedalam rumah.
Namja cantik itu melihat sekeliling rumah itu, tidak terlalu kotor tidak juga terlalu bersih karena ada beberapa bekas makanan yang belum dibuang.
" Dimana eommamu?" Tanya Yunho
" Eomma sedang keluar" Jawab namja bernama Changwook itu
" Jae kau mau menunggu disini atau ikut ke dalam kamar?"
" Ikut denganmu saja"
" Oke, ayo"
Yunho membawa Jaejoong ke lantai dua tanpa izin pada Changwook, Changwook sendiri tidak peduli dan melanjutkan kegiatannya menonton televisi.
Yunho mengajak Jaejoong ke lantai dua rumah itu, dan mereka berhenti disebuah pintu kayu berwarna coklat tua. Tanpa mengetuk, Yunho membuka pintu itu dan dia bisa melihat seorang namja paruh baya sedang tidur menggunakan kasur lipat.
Yunho menghembuskan nafasnya, dia kemudian masuk ke dalam kamar diikuti dengan Jaejoong. Dia menggoyangkan lengan namja paruh baya itu sampai akhirnya namja itu membuka matanya.
" Yu-yunho?"
Namja itu tersentak kaget dan langsung duduk, dia menatap kaget pada Yunho karena tidak menyangka bahwa Yunho akan ke tempat ini padahal dia sudah meminta adiknya untuk merahasiakan kedatangannya. Yunho meminta Jaejoong untuk duduk dan dia sendiri duduk disamping Jaejoong.
" Ka-kau tahu darimana appa disini?" Tanya namja itu, Mr. Jung
" Ahjumma menelepon kemarin dan mengatakan kau datang dan menghabiskan uang mereka" Jawab Yunho
" Ha? Appa..."
" Aku tidak peduli dengan semua itu. Aku akan membayar semua uang yang telah mereka keluarkan untukmu tapi kau harus ikut denganku" Ucap Yunho dengan datar, Jaejoong yang mendengarnya tersentak. Dia belum pernah mendengar nada datar itu sebelumnya dari bibir Yunho dan menurutnya itu sangat menakutkan
" Kemana?"
" Changmin membutuhkan donor tulang sumsum"
" Changmin? Kenapa dengannya?"
" Leukemia"
" Ba-bagaimana bisa?" Mr. Jung menutup mulut dengan kedua tangannya, merasa kaget karena anak bungsunya mengidap penyakit yang sama dengan istrinya
" Bukankah eomma juga memiliki penyakit itu? Jika kau merasa bertanggung jawab sebagai appanya atau paling tidak menganggap Changmin anakmu, maka lakukan tes kecocokan tulang sumsum"
" Appa..."
" Aku tidak memiliki banyak waktu, Changmin membutuhkan donor secepatnya"
" Baik, aku akan ikut" Ucap Mr. Jung
" Bersiaplah, kami akan jemput besok pagi dan aku harap kau tidak kabur"
" Ne"
Yunho bangkit dari duduknya, tanpa pamit dia membuka pintu itu beda lagi dengan Jaejoong yang membungkukkan tubuhnya pada Mr. Jung yang masih dalam keadaan 'blank'.
Yunho mengajak Jaejoong turun dan mendapati sepasang suami istri menatap mereka, sepasang suami istri itu adalah ahjumma dan ahjusshi dari Yunho.
" Sudah datang?" Tanya Jung ahjumma
" Ya"
" Kelihatannya kehidupanmu sangat bagus sampai melupakan kami"
" Biasa saja"
" Biasa saja bagaimana kalau kau ke sini menggunakan mobil bagus?"
" Itu milik temanku. Sudah ahjumma, berapa yang sudah dihabiskan dia disini. Aku akan membayarnya besok saat menjemputnya"
" Menjemputnya? Kau mengajak appamu tinggal bersamamu?"
" Tidak, Changmin hanya membutuhkan donor tulang sumsum yang cocok"
" Tulang sumsum? Jangan bilang dia terkena penyakit seperti ibumu?"
" Ya"
" Oh..." Jung ahjumma tersenyum sinis dan itu membuat Jaejoong muak melihatnya
" Yun, ayo pergi saja"
" Ne. kami pergi"
" Ya"
.
.
.
.
.
Jaejoong tidak mengerti kenapa mereka semua berlaku seperti itu pada Yunho. Yang Jaejoong tahu Yunho adalah orang yang baik, selalu tersneyum untuk adiknya. Kenapa dia diperlakukan seperti itu?
" Rumah tadi... Sebenarnya diwariskan halmoni untukku dan Changmin"
Saat ini Yunho dan Jaejoong duduk disebuah taman sembari meminum jus strawberry. Jaejoong hanya mengikuti saja keinginan Yunho.
" Mereka yang tidak terima membuat Changmin hidup bersama mereka" Lanjut Yunho
" Kenapa Changmin tidak ikut denganmu?" Tanya Jaejoong
" Saat itu aku masih bersekolah dan belum mampu mengajak Changmin hidup bersamaku, saat aku berkunjung Changmin selalu tersenyum dan mengatakan bahwa dia baik – baik saja" Yunho mendongakkan kepalanya, dia ingat bagaimana Changmin saat itu, begitu kurus dan terlihat tidak terawat
" Lalu?"
" Aku percaya saja sampai aku kerja dan ingin membuat kejutan untuk Changmin, aku kembali kemari. Aku melihat ahjummaku menampar Changmin dan sejak saat itu aku tahu bahwa kehidupan Changmin jauh lebih berat dariku. Jadi aku memutuskan membawanya ke Seoul dan dia dengan gembira menyambut hal itu"
" Menampar Changmin?"
" Ya, aku... Meminta Changmin untuk jujur padaku dan yah... Mereka memperlakukan Changmin dengan sangat buruk hingga aku tidak berani membayangkannya. Aku membawanya ke Seoul, dia belajar dengan giat dan mendapatkan beasiswa tapi aku tidak tahu kehidupan sekolahnya begitu..."
" Yun..."
" Ini semua karena aku tidak mampu mengurusnya dengan baik bukan?"
Yunho menundukkan kepalanya, air matanya hampir turun tapi dia menahannya apalagi saat dia merasakan sebuah elusan pada punggungnya. Dia langsung mengingat sang eomma yang dulu selalu menenangkannya saat dia kesal ataupun kecewa.
" Yun... Itu semua bukan salahmu... Jangan pernah menyalahkan dirimu sendiri, ya?"
Yunho memejamkan matanya, dia merasakan sebuah kenyamanan saat ini dan bolehkan dia naif untuk perasaan ini? Sudah lama sekali ada orang yang perhatian seperti ini.
Perlahan Yunho menoleh, dia mendapati wajah Jaejoong yang dekat dengan wajahnya. Dia bisa melihat bagaimana jernihnya mata hitam milik Jaejoong, betapa menyejukkan hatinya saat menatap mata itu.
Jaejoong membatu saat Yunho menatap dalam matanya, jantungnya berdebar tidak karuan. Tidak sanggup juga ditatap sedemikian rupa oleh Yunho. Tapi bagaimana lagi, Jaejoong menyukai tatapan namja bermata musang itu!
.
.
.
.
.
.
.
.
" Hahahahahaha... Yaaa! Sini kau jangan lari... Hahahahahaha"
Changmin memperhatikan namja yang sedang berlarian di taman rumah sakit dengan senyum lebar mengembang pada wajah pucatnya. Junsu sedang bermain dengan anak – anak yang ada di taman rumah sakit itu.
Sore ini Kangta mengizinkan Changmin keluar dari kamarnya dan bersantai di taman rumah sakit sembari menikmati angin lembut sore itu. Changmin menyukai hal ini karena dia sangat merasa bosan berada di dalam kamar.
SRETT
Changmin menoleh saat merasakan seseorang duduk disamping kursi rodanya, Kyuhyun. Namja itu menatap datar ke arah Changmin.
" Kenapa?" Tanya Changmin
Kyuhyun menjawabnya dengan mengangkat bahunya dan menatap sang hyung yang sedang bermain dengan riang seperti anak kecil.
" Jangan menyukai hyungku"
" Eh?"
Changmin kembali menatap Kyuhyun, namja itu menatap lurus ke arah hyungnya namun tadi Changmin mendengar Kyuhyun berbicara, bukan?
" Kau bicara padaku?" Tanya Changmin
" Menurutmu?" Kyuhyun melirik Changmin " Kau dengar apa yang aku ucapkan bukan? Jangan menyukai hyungku"
" Kenapa? Aku menyukai hyungmu, dia hyung yang baik untukku"
" Tapi kau menganggapnya lebih dari seorang hyung"
Changmin tersentak, menatap kaget ke arah Kyuhyun dan mulutnya tertutup rapat. Menyukai lebih dari seorang hyung?
" Jangan menyukainya atau kau akan merasa sakit hati nantinya"
" Eh? Aku tidak-"
" Jangan mengelak, aku tahu kau menyukainya"
Changmin menghembuskan nafasnya kemudian menatap apa yang sedang di pandang oleh Kyuhyun, menyukai?
" Changmin ah! Kenapa melamun eoh?"
Changmin menatap kaget pada Junsu yang tiba – tiba ada di depannya, wajah namja gempal itu penuh dengan keringat hingga secara reflek Changmin mengambil sapu tangannya yang ada di kantung piyama dan mengusap lembut pelipis Junsu.
" Terima kasih" Ucap Junsu kemudian tersenyum lebar
" N-ne" Jawab Changmin gugup dengan rona merah menghiasi kedua pipi tirusnya
" Cih"
Kyuhyun memalingkan pandangannya dari kedua orang yang ada disampingnya. Apa – apaan Changmin itu! Kenapa wajahnya sampai memerah segala karena hyungnya mengucapkan terima kasih? Ck...
" Ayo ke kamar, sudah lama kita diluar lagi pula sudah mulai mendung" Ucap Junsu kemudian mendorong kursi roda Changmin
" Ne"
Kyuhyun mengikuti dari belakang kedua namja itu dengan tatapan yang tidak bisa diartikan, kenapa perasaannya tidak enak saat melihat mereka berdua bersama, tersenyum bahkan tertawa berdua saja ya?
.
.
.
.
.
.
.
.
" Maaf ya, kamarnya hanya satu"
" Tidak apa – apa Yun"
Jaejoong menatap canggung pada Yunho yang kini tengah mengusap rambutnya dengan handuk yang disediakan oleh penginapan. Penginapan? Ya.. Tiba – tiba hujan turun dan mereka kehujanan saat berhasil masuk kedalam mobil.
Yunho meminta Jaejoong untuk berhenti di sebuah penginapan karena tidak mau Jaejoong basah – basahan. Sedangkan Jaejoong sih oke – oke saja karena dia merasa kedinginan. Tapi satu hal yang mereka sadari, Jaejoong tidak membawa pakaian ganti.
Hingga akhirnya Jaejoong memakai kaos Yunho yang sangat besar usai mandi. Juga celana super pendek milik Yunho karena namja itu terbiasa memakai celana seperti itu untuk tidur hingga mau tidak mau paha putih, mulus nan lembutnya terekspos secara gratis untuk Yunho malam ini. Sedangkan pakaian mereka yang basa sedang di laundry agar bisa dipakai besok
" Celananya pendek sekali ya? Kalau kau tidak nyaman biar aku carikan keluar saja?" Tanya Yunho
" Ti-tidak apa – apa Yun, kita hanya semalam saja bukan disini? Tidak apa – apa"
" Yakin?"
" Iya"
Jaejoong duduk di atas tempat tidur, wajahnya sedikit memerah karena memikirkan sesuatu yang sejak tadi mengganggunya. Yunho sendiri tidak merasa canggung dan duduk disisi lain tempat tidur.
" Sudah malam, kita tidur saja. Besok aku akan mengemudi" Ucap Yunho
" Eh? Kau bisa?"
" Ya... Tapi sudah cukup lama aku tidak mengemudi. Aku tidak ingin kau kelelahan jadi besok biarkan aku mengemudi"
" Arasseo"
Jaejoong membaringkan tubuhnya diikuti oleh Yunho, keadaan kembali hening.
" Besok sebelum kembali ke Seoul bisa tidak kita pergi ke pemakaman umum?"
" Ke tempat eommamu?"
" Ya"
" Baiklah"
Jaejoong memejamkan matanya, dadanya bergemuruh saat mendengar hembusan nafas namja yang tidur disampingnya. Dia merasa lelah dan ingin tidur tapi dia tidak bisa melakukannya dengan perasaan seperti ini.
Jadi Jaejoong memiringkan tubuhnya dan menatap Yunho yang sudah tertidur dengan cepat. Jaejoong tersenyum melihatnya, wajah Yunho benar – benar tampan dan begitu sayang jika dilewatkan jadi dia memandanginya.
Tangannya tanpa sadar terulur untuk menyentuh rambut Yunho yang sejak awal bertemu dengan Yunho ingin sekali dia pegang. Dan rasanya lembut, rambut namja itu begitu lembut. Perasaannya seakan menjadi tenang hanya karena mengelus rambut Yunho hingga Jaejoong menguap dan memejamkan matanya.
.
.
.
.
" Ngghhh..."
Jaejoong menggeliat namun gerakannya terasa terbatas, dia ingat dia sedang tidur di sebuah penginapan yang hanya menyediakan satu kamar. Dia tidur bersama Yunho.
SRETT
Jaejoong membuka matanya dengan segera dan dia mendapati sebuah dada di depannya. Dia mengedipkan matanya berkali – kali kemudian dengan perlahan mendongakkan kepalanya.
Astaga!
Dia tidur dalam pelukan Yunho!
Apa yang harus dia lakukan? Membangunkan Yunho? Tapi kalau membangunkan Yunho dia tidak akan merasakan pelukan hangat namja ini lagi? Jaejoong jadi bingung...
" Hah..."
Usai kebimbangan itu Jaejoong malah mendekatkan kepalanya pada dada Yunho, mendengarkan detak jantung Yunho yang terdengar damai. Jaejoong menyukai detak jantung berirama milik Yunho, sangat. Jadi dengan segera dia menyamankan kembali tubuhnya dalam pelukan Yunho dan memejamkan matanya.
Sekitar setengah jam kemudian, Yunho membuka matanya. Dia membiasakan matanya untuk menatap sekitarnya. Dia ada di dalam penginapan. Wajahnya perlahan turun karena merasakan gerakan lembut pada dadanya.
Yunho tersentak kaget saat mendapati sang bos tidur dalam pelukannya, Yunho memang kadang tidur dengan memeluk Changmin agar mereka merasa lebih hangat. Tapi, ini Kim Jaejoong! BOSNYA!
Yunho bisa melihat betapa damainya wajah Jaejoong yang masih tertidur, mungkin Jaejoong merasa lelah hingga belum bangun. Akhirnya perlahan Yunho mengangkat tangannya dari pinggang Jaejoong dan duduk di atas tempat tidur itu.
Jaejoong bergerak namun tidak membuka matanya, dia berbaring terlentang dan membuat rambutnya bergerak halus. Yunho gemas melihatnya, dia penasaran bagaimana rasanya rambut itu jika tersentuh olehnya, apa sangat lembut?
SRETT
Tangan Yunho bergerak menyentuh rambut Jaejoong dan jantungnya berdebar halus, debaran menyenangkan yang Yunho tidakbegitu mengerti artinya. Dia hanya membiarkan jantungnya berbedar karena dia menyukai sensasinya.
" Ughh..."
Yunho menjauhkan tangannya, dia menggelengkan kepalanya mencoba untuk kembali ke dunianya. Yunho kemudian beranjak dari tempat tidur dan membersihkan dirinya.
.
.
.
Jaejoong terbangun saat mendengar suara pintu terbuka, dia melihat Yunho keluar dari kamar mandi hanya menggunakan handuk dipinggangnya.
" OMO!"
Jaejoong memalingkan wajahnya yang semerah tomat ke arah lain, astaga... Apa yang dia lihat barusan?
" Maaf, aku kelupaan membawa pakaianku ke kamar mandi"
Yunho segera berlari mengambil pakaiannya dan masuk kembali ke dalam kamar mandi tapi di dalam kamar mandi dia berpikir sesuatu.
" Kenapa aku masuk lagi? Kami kan sama – sama namja?"
Pabbo appa...
.
.
.
.
Usai pagi 'erotis' (menurut Jaejoong) itu, mereka mencari keluar dari penginapan dan mencari sarapan karena Jaejoong kelaparan. Jaejoong menyukai sarapan sederhana pagi ini, semangkuk sup daging dan nasi. Ughh... Jaejoong menyukai sarapannya pagi ini.
Drrrttt... Drttt...
" Eoh?"
Jaejoong mengambil ponselnya dan melihat siapa yang tengah meneleponnya, sang eomma.
" Yeobosseo?"
" Yak! Kau anak nakal! Dimana kau sekarang?"
" Eomma? Kenapa?"
" Eomma ke apartemenmu bersama Namjoon tapi kosong"
" Oh, aku sedang menemani temanku ke Gwangju eomma" Ucap Jaejoong sedikit melirik Yunho yang masih sibuk makan
" Teman? Teman yang mana?"
" Ish, teman di kantor"
" Teman di kantor? Memang kau punya?"
" Oh! Gwangju? Apa kau bergi bersama Yunho?"
Jaejoong mendengar suara mengesalkan milik Namjoon, astaga... Kenapa namja menjengkelkan itu harus ikut juga ke apartemennya?!
" Yunho? Siapa? Terdengar familiar" Ucap sang eomma
" Ahjumma tidak tahu? Jae hyung tertarik pada namja itu"
" YAK NAMJOON! APA KAU GILA?!"
" UHUK!"
" Omo!"
Yunho tersedak mendengar teriakan Jaejoong hingga dia terbatuk – batuk, Jaejoong yang merasa bersalah menaruh ponselnya dan membantu Yunho dengan memberikan minum dan mengelus punggung namja bermata musang itu.
" Yun? Gwaenchana?" Tanya Jaejoong khawatir
" Uhuk... Ne... Tidak apa – apa"
" Maaf, aku pasti mengejutkanmu"
" Tidak apa – apa Jae"
Jaejoong segera mengambil ponselnya kembali yang ternyata masih terhubung dengan eommanya.
" YAK! Eomma! Katakan pada Namjoon agar lebih sopan padaku"
" Owhh~~ Kau bersama seseorang ternyata"
DEGH
Suara eommanya lebih mengerikan disaar seperti ini dari pada saat eommanya menyuruhnya menikah atau saat dia akan mengenalkan anak temannya pada Jaejoong.
" Eo-eomma"
" Cepat resmikan hubunganmu dan bawa dia kehadapan eomma"
" Mwo?!"
PIK
" Y-ya! Eo-eomma? Aish! Dia mematikan sambungan teleponnya"
Jaejoong berdecak kesal, apa – apaan eommanya itu? Menyuruhnya meresmikan hubungannya dengan Yunho? Memang apa hubungannya dengan Yunho? Yang dia tahu hanya dia yang mencintai namja itu.
" Eoh?"
Jaejoong tersentak dengan pemikirannya barusan, apa? Seakan – akan dia mengatakan bahwa cintanya bertepuk sebelah tangan! Astaga!
" Kau tidak apa – apa? Apa eommamu marah karena kau ikut denganku kemari?" Tanya Yunho khawatir, Jaejoong menatap Yunho dan tersenyum
" Tidak, dia tidak khawatir tentang hal itu. Yah... Dia hanya menanyakan keberadaanku dan... Kau tahu dia sedikit salah paham"
" Ne?"
" Iya..." Jaejoong memeriksa ponselnya, membaca beberapa pesan yang masuk dari teman – temannya juga Junsu " Dia berkata untuk segera meresmikan hubunganku denganmu, eh!"
" Ne?"
Jaejoong memukul mulutnya sendiri yang dengan lancar menceritakan apa yang eommanya tadi katakan. Astaga! Mau ditaruh dimana wajahnya yang semerah tomat ini?
" Meresmikan?"
" Ah... Itu... Eo-eomma salah paham dia kira aku dan kau dalam status pendekatan. Se-sebenarnya aku tidak masalah dengan itu, aku hanya takut kau terganggu saja. Iya begitu!"
" Kita memang dalam tahap pendekatan bukan?"
DEG DEG DEG DEG
DEG DEG DEG DEG
Jaejoong sekaan mendapatkan' lampu hijau saat Yunho mengatakan hal itu. Jadi... Apa Yunho juga menyukainya?
" Aku ingin melakukan pendekatan agar kita bisa berteman, semoga saja kau tidak keberatan" Lanjut Yunho
" E-eh?"
" Kalau kau keberatan tidak apa – apa"
" Bukan, aku-aku mau Yun" Jawab Jaejoong dengan cepat dan dia menyunggingkan senyumnya, senyum terpaksa
Agak kecewa juga Yunho menjawabnya seperti itu tapi apa boleh buat, mungkin dia harus melakukan pendekatan pada Yunho secara perlahan. Iya kan?
Pukul sembilan pagi Yunho beranjak menuju rumah ahjummanya dan mereka langsung berangkat ke Seoul setelah Jaejoong dengan paksa memberikan uang pada keluarga Yunho. Tentu saja secara paksa karena Yunho menolaknya, dia bisa memberikan uangnya pada sang ahjumma tapi Jaejoong dengan keras kepalanya memberikan uangnya pada ahjumma Yunho.
Tidak terasa mereka sampai di Seoul sore hari, perjalanan pulang ke Seoul terasa lama mungkin karena mereka tidak sama sekali berbincang. Yunho sendiri enggan membuka mulutnya karena ada sang appa di belakang.
CEKLEK
Yunho membuka pintu ruang rawat Changmin perlahan, dia melihat Changmin tengah tertidur. Dan melihat Junsu tidur lantai beralaskan kasur lipat bersama Kyuhyun, saling berpelukan dan itu terlihat sangat menggemaskan!
" Ck... Aigo..." Jaejoong menggelengkan kepalanya
" Yun, kau sudah sampai"
Yunho dan Jaejoong menoleh, mereka mendapati Kangta berdiri di belakang mereka. Yunho hanya mengangguk dan mengenalkan appanya.
" Bisa aku uji sekarang? Keadaan Changmin melemah lagi" Ucap Kangta
" Bisa aku... Melihatnya dulu?" Lirih Mr. Jung, dia melirik dengan sendu ke arah Changmin yang tengah berbaring
" Tentu" Jawab Kangta
Mr. Jung dengan ragu mendekat dan melihat bagaimana keadaan anak bungsunya yang sangat pucat, pipinya tirus dan tubuhnya sangat kurus.
" Wae? Kenapa harus kau yang sakit seperti ini? Kenapa tidak aku saja eoh?"
Mr. Jung berujar dengan lirih namun ketiga namja di belakangnya mampu mendengar dengan jelas ucapan Mr. Jung.
" Mianhae..."
Mr. Jung mengangkat tangannya untuk mengelus pipi tirus Changmin, kemudian dia membalikkan tubuhnya dan mengikuti Kangta keluar ruangan bersama Yunho.
Jaejoong duduk dikursi dan memperhatikan Junsu dan Kyuhyun, kedua sepupunya ini pasti sangat kelelahan sampai tidur sangat lelap.
" Nghh..."
Jaejoong menolehkan kepalanya, dia melihat Changmin membuka matanya perlahan, Jaejoong bangkit dari duduknya dan membantu Changmin untuk duduk.
" Hyung sudah kembali"
" Ya, bagaimana? Apa ada yang sakit?"
" Ani, aku baik – baik saja" Ucap Changmin kemudian mengedarkan pandangannya " Mana Yunho hyung?"
" Sedang ke ruangan Kangta bersama appamu"
" Appa?"
" Ya"
" Kalian membawanya?"
" Ya... Sudah jangan banyak pikiran. Lebih baik kau beristirahat karena Kangta hyung bilang kau melemah"
" Itu karena mereka bermain denganku" Ucap Changmin menunjuk Junsu dan Kyuhyun " Aku akan tidur supaya bisa keluar dari rumah sakit lebih cepat"
" Oke, sekarang kembali berbaring dan pejamkan matamu. Saat makan malam datang, aku akan membangunkanmu"
" Hum"
Jaejoong membantu Changmin untuk berbaring dan menyelimuti namja itu. Jaejoong kembali duduk dan tersenyum saat Changmin bergumam lirih.
" Terima kasih Jaejoong hyung"
.
.
.
.
.
.
Usai pemeriksaan dan pengambilan sample darah, Yunho dan appanya kembali ke ruang rawat Changmin yang keadaannya sudah ramai karena Junsu dan Kyuhyun sudah bangun. Mereka tengah berbincang sedangkan Changmin tengah memakan makan malamnya dengan tenang.
" Min" Panggil Yunho
" Hyung" Changmin merentangkan tangannya, entah kenapa dia ingin memeluk sang hyung
Yunho mendekat dan memeluk Changmin dengan erat, dia mengusap lembut kepala Changmin dan mengecupnya. Tidak lama Yunho melepaskan pelukannya dan melangkah ke samping, membiarkan sang appa menatap Changmin.
" Ch-changmin" Ucap Mr. Jung gugup
Changmin menoleh pada Yunho dan pandangannya seakan dia takut atau tidak mengerti apa yang harus dilakukannya. Dia tidak pernah bertemu dengan namja berstatus appanya itu, dia hanya tahu appanya pergi meninggalkan dirinya dan Yunho. Dia benci pada namja itu tapi saat melihat sang appa hatinya malah bimbang.
" Changmin..."
" Mwo?"
" Maafkan appa ya?"
" …."
" Sekarang appa akan bersamamu, tidak akan menysusahkanmu"
" Tidak, kau... Bahkan tidak punya pekerjaan. Aku saja sudah jadi benalu untuk hyung, jangan bebani dia lagi"
" Appa akan bekerja"
" Terserah"
Yunho tersenyum maklum, ini kali pertamanya Changmin bertemu dengan sang appa dan dia tahu bahwa Changmin membenci appa, sangat.
Di belakang mereka tiga orang namja memperhatikan dalam diam dan salah satu dari mereka memperhatikan gerakan Changmin sedetail mungkin.
.
.
.
.
.
Butuh satu hari untuk menunggu hasil pemeriksaan keluar, usai pulang kerja Yunho langsung ke rumah sakit untuk mengetahui hasilnya. Jaejoong yang juga penasaran ikut dengan Yunho, Junsu sendiri memaksa Kyuhyun untuk ikut bersamanya ke rumah sakit untuk mengetahui hasil pemeriksaan Mr. Jung.
" Berpikirlah positif Min" Ucap Jaejoong dan Changmin hanya mengangguk lemah, tubuhnya semakin hari semakin lemah dan sekarang dia hanya bisa berbaring saja padahal dia sudah membulatkan tekat bahwa dalam tiga hari dia harus masuk sekolah
CEKLEK
Kangta masuk membawa sebuah amplop putih besar, Junsu sedikit gugup. Dia menggigit saputangannya dan membuat Kyuhyun mencibir. Kangta menghembuskan nafasnya, menatap Mr. Jung kemudian menatap Changmin dan Yunho bergantian.
Changmin menatap Kangta, ada sebuah keinginan untuk terus hidup tapi untuk apa hidup jika dia hanya menyusahkan hyungnya. Matanya melirik Junsu yang tengah gugup, ini adalah hasil untuk menentukan kehidupannya kenapa jadi Junsu yang gugup.
Kenapa namja itu begitu perhatian padanya? Bolehkan Changmin egois untuk menerima semua perhatian yang Junsu berikan padanya? Jika dia masih bisa hidup... Dia ingin... Ada di samping Junsu, bolehkah?
SRET
Kangta mengeluarkan isinya dan memberikannya pada Yunho yang mengerutkan keningnya. Dia menatap Kangta ingin tahu karena dia tidak bisa membaca bahasa ilmiah yang tertulis di kertas itu.
" Hasilnya..." Kangta menatap sendu ke arah Changmin " Tulang sumsum Mr. Jung tidak cocok dengan Changmin"
DEGH
" …."
.
.
.
.
~TBC ~
.
.
.
.
Annyeooonggg~ Ketemu lagi sama Cho yang lagi ngalong malem" kkkk~
YunJae momen masih slow yaa, pelan tapi pasti yang penting mah
Hayoloh... hasil na negatif, gimana tuh si bebeb Mimin nantinya?!
.
Special Thanks :
.
ismi mimi (wkwkwkw, Cho juga masih bingung, apa Bebeb Mimin sama Cho aja?), zee (emang Cho dewa pencabut nyawa ya kkkk), Aiden LDH (annyeng~~ #LambaiJariCantik doain yaa), elite. Minority. 1111 (eii~~ Emang Cho pain sampe naingis eoh? Cup cup cup, Cho kan demennya menistakan bebeb mimin sekarang kkk~ Makanya aktif liad akun Cho, jadi tau apa yang update! Hahaahy), MyBooLoveBear (ei~~ Sabar ya, Cho emang gitu orgnya), Nurul9171 (suka tidak yaa... hahahahahaha), chwangkyuwoozi (eaaa... Kasih tau tidak yaaaa~), kim rose (bebeb mimin disiksa sama Cho hahaha), BebbieKyu (iya, kalo ga salah sih home abis pure kkkk), GaemGyu92 (tuh udah terjawab tapi... huweeee),
yunjae heart (Cho juga kasian eonn tapi mau gmn lagi, bebeb mimin emang harus menderita karena udah ninggalin Cho #ups heheheh), tyas1412 (mati tidak yaaaa~~~ hahahahahaha), akiramia44 (pasti Cho mah selalu semangat lah kkk), Par RinHyun-Uchiha (mau tapi... masih ada lanjutannya dichap dpn .), eL Ree (untung ganteng jadi kalo modus Cho maafkan kkk), iknowme2309 (changkyu? Eeiii~~ Emang ini ff Changkyu? Hahahahahaha masih blur sih mau Changkyu apa Minsu kkkk #smirk), A. K (sipoo~~ Pas lah, Cho mah selalu pas kalo bikin tbc ya yan? #smirk)
.
Sebenarnya ff ini alurnya Cho udah selesai in tapi males nulis jadi maaf keun Cho yaaa~~ Terus masalah ChangKyu mau pun Minsu... Hmm... Masih blur ya? Emang! Tapi Cho udah udah putusin pair kok tapi masih rahasia... Soalnya... Hehehehehe... Soalnya... Hmm... Kasih bocoran tidak yaaa~~ Yang pasti mah YunJae pairing-nya #PLAKK #DibakarReader.
Yang pasti Cho udah pasang tanda Angst kan ya...
See u next chap?
Chuuu~
.
.
.
.
.
.
Minggu, 19 Maret 2017
