Begin

.

.

.

.

.

Disclaimer : Semua milik Tuhan

Cast : DBSK, BTS maybe?

Genre : Drama, Romance, Family, Hurt/Comfort, Angst, Friendship, YAOI

Rate : T

Alur suka – suka, membosankan

Ciyeeee yang nunggu cho update sampe jadi batu wkwkwkwk #DiLemparSandalReader

.

.

.

.

.

.

Butuh satu hari untuk menunggu hasil pemeriksaan keluar, usai pulang kerja Yunho langsung ke rumah sakit untuk mengetahui hasilnya. Jaejoong yang juga penasaran ikut dengan Yunho, Junsu sendiri memaksa Kyuhyun untuk ikut bersamanya ke rumah sakit untuk mengetahui hasil pemeriksaan Mr. Jung.

" Berpikirlah positif Min" Ucap Jaejoong dan Changmin hanya mengangguk lemah, tubuhnya semakin hari semakin lemah dan sekarang dia hanya bisa berbaring saja padahal dia sudah membulatkan tekat bahwa dalam tiga hari dia harus masuk sekolah

CEKLEK

Kangta masuk membawa sebuah amplop putih besar, Junsu sedikit gugup. Dia menggigit saputangannya dan membuat Kyuhyun mencibir. Kangta menghembuskan nafasnya, menatap Mr. Jung kemudian menatap Changmin dan Yunho bergantian.

Changmin menatap Kangta, ada sebuah keinginan untuk terus hidup tapi untuk apa hidup jika dia hanya menyusahkan hyungnya. Matanya melirik Junsu yang tengah gugup, ini adalah hasil untuk menentukan kehidupannya kenapa jadi Junsu yang gugup.

Kenapa namja itu begitu perhatian padanya? Bolehkan Changmin egois untuk menerima semua perhatian yang Junsu berikan padanya? Jika dia masih bisa hidup... Dia ingin... Ada di samping Junsu, bolehkah?

SRET

Kangta mengeluarkan isinya dan memberikannya pada Yunho yang mengerutkan keningnya. Dia menatap Kangta ingin tahu karena dia tidak bisa membaca bahasa ilmiah yang tertulis di kertas itu.

" Hasilnya..." Kangta menatap sendu ke arah Changmin " Tulang sumsum Mr. Jung tidak cocok dengan Changmin"

DEGH

" …."

.

.

.

.

.

~ Chapter 6

.

.

.

.

.

" Bagaimana bisa tidak cocok?" Tanya Yunho

" Ya, hasilnya tidak cocok"

Semua terdiam, terlebih Changmin yang sekarang menundukkan kepalanya. Bahkan appanya tidak bisa menolongnya, apa benar dia anak keluarga Jung?

" Aku sudah menduganya"

Ucapan Mr. Jung membuat dirinya menjadi sorotan, Yunho mengerutkan keningnya seakan meminta penjelasan atas apa yang diucapkan Mr. Jung barusan.

" Kemungkinan yang cocok dengan sumsum Changmin adalah eommanya" Jelas Mr. Jung

" Lalu bisa kita cari keluarga dari pihak eommanya?" Tanya Kangta

" Tidak bisa"

" Kenapa?"

" Dia sebatang kara, dibesarkan di panti asuhan"

Yunho menghembuskan nafasnya, bagaimana selanjutnya? Dia melirik Changmin yang duduk dengan lemas di atas ranjang rawatnya. Yunho tersenyum, setidaknya dia tidak boleh menunjukkan kesedihannya di depan sang adik.

" Tidak apa – apa, aku akan terus mencari donor tulang sumsum yang cocok untuk Changmin" Ucap Yunho

" Kau benar, kita tidak boleh larut dalam suasana ini. Aku akan mencoba ikut tes itu" Sambar Jaejoong

" Aku juga" Junsu mengangkat tangannya

Changmin mendongakkan kepalanya, menatap Jaejoong kemudian Junsu dengan lama. Tidak lama dia tersenyum lirih.

" Terima kasih"

Nyatanya bukan hanya Jaejoong dan Junsu yang ikut mengecek apakan tulang sumsumnya cocok dengan Changmin atau tidak. Hojun, Lee ahjusshi dan beberapa teman Yunho juga ikut membantu Yunho walaupun semua sumsum mereka tidak cocok dengan Changmin.

Yunho terharu, berterima kasih sebanyak mungkin karena mereka telah mencoba membantu dirinya. Tapi keadaan Changmin semakin memburuk, bahkan siang ini dia seakan tidak memiliki tenaga hanya untuk mengunyah.

" Changmin ah..." Lirih Yunho yang duduk disamping ranjang rawat Changmin, dia menggenggam tangan kurus sang adik dan mengeratkan genggamannya " Hyung mohon tetaplah bertahan, kau harus bisa melewati semua ini bersama hyung"

TES

Air mata itu lolos dari mata Yunho, si namja tegar yang akhirnya tidak bisa menahan semua perasaannya. Adiknya adalah harta yang sangat berharga peninggalan sang eomma untuknya, Yunho akan melakukan apapun agar bisa menjaganya.

Dan tanpa dia tahu, Changmin yang tengah memejamkan matanya itu pun ikut menumpahkan air matanya. Sementara itu diluar ada dua orang namja berbeda usia berdiri di depan pintu ruang rawat Changmin.

" Aku rasa mendatangkan keluargaku bukanlah ide yang bagus" Ucap Mr. Jung

" Kenapa? Kita harus mencari donor untuk Changmin secepat mungkin ahjusshi" Ucap Jaejoong

" Kau tahu seberapa bencinya Yunho pada mereka bukan?"

" Tapi semua ini demi Changmin"

" Hah..."

.

.

.

.

.

.

.

Hari ini hari Sabtu dan Changmin baru saja bangun dari tidurnya saat merasakan mual pada perutnya. Dia mencoba menhannya hanya saja cairan dalam perutnya memaksa untuk keluar. Dia menoleh ke sofa, mendapati hyungnya sedang tidur dengan damai.

Sebingga Changmin mengambil keputusan sendiri untuk bangkit dari ranjang rawatnya dan menurunkan kedua kakinya yang semakin mengurus. Dia menurunkan kakinya ke bawah namun dia merasa lemas dan jatuh.

BRAKKK

" Ngghh!"

Changmin meringis, dia menggigit bibir bawahnya saat jarum infus di tangan kirinya ikut tertarik dan menyebabkan darahnya keluar.

" Changmin?! Astaga! Apa yang kau lakukan?"

Yunho yang mendengar suara jatuh itu langsung bangkit menghampiri sang adik dan membantu Changmin untuk berdiri.

" Ak-aku hanya ingin ke toilet hyung" Jawab Changmin dengan lirih

" Kenapa tidak membangunkan hyung?"

" Hyung sedang tidur dan aku hanya ingin ke toilet tapi aku lemas. Masa aku harus merepotkan hyung padahal aku hanya ingin pergi ke toilet"

" Astaga Jung Changmin! Hyung tidak merasa direpotkan olehmu, kau adikku! Ingat itu! Dan lihat apa yang kau perbuat? Jarum infusmu tertarik bukan? Tunggu sebentar"

Yunho berjalan menuju pintu namun saat membuka pintu dia dikejutkan dengan kehadiran Kangta dan seorang susternya.

" Pagi, Changmin bagaimana?" Tanya Kangta

Yunho menyingkir dari pintu dan menghela nafasnya.

" Hyung bisa lihat, bocah nakal itu tidak mau merepotkanku saat ingin ke toilet dan malah membuat jarum infusnya hampir terlepas" Adu Yunho

" Aigo..."

Kangta masuk diikuti dengan susternya itu, dia memeriksa keadaan Changmin dan membenarkan jarum infus yang hampir terlepas itu. Changmin menunduk, merasa bersalah pada sang hyung.

" Sudah, lain kali jangan seperti ini ya? Kau malah membuat hyungmu khawatir" Ucap Kangta dengan lembut dan Changmin menganggukkan kepalanya

.

.

.

.

.

Bulan berganti bulan tanpa terasa dan siang ini Yunho dikejutkan dengan kehadiran Jaejoong dan appanya yang mulai bekerja di Seoul, mereka membawa ahjusshi, ahjumma dan sepupu Changmin.

" Mereka akan mencoba untuk tes kecocokan tulang sum – sum" Jelas Mr. Jung

Changmin memandang tidak suka pada ahjumma dan ahjusshi yang tersenyum itu, lebih tepatnya menyeringai. Tatapan mereka pun masih sama seperti dulu, menatapnya seakan dia hanyalah seonggok sampah.

" Tapi-"

" Tidak ada salahnya mencoba kan Yun? Ya?" Jaejoong memotong ucapan Yunho

Jaejoong mencoba merayu Yunho hingga akhirnya namja itu luluh dan mengantarkan ahjumma dan ahjusshi menuju ruangan Kangta. Sedangkan Changwook, sepupu Changmin itu duduk di sofa ruang rawat Changmin karena dia masih di bawah tujuh belas tahun sehingga tidak bisa mengikuti tes kecocokan itu.

Changmin menatap keluar jendelanya, dia benci keadaan seperti ini. Benci jika harus berdua bersama sepupunya itu. Dulu sebisa mungkin dia menghindar dari namja yang sering mem-bully-nya itu.

" Kenapa sih kau selalu menyusahkan?"

Changmin bisa mendengar suara Changwook, Changmin mencoba untuk mengabaikannya. Dia harus bertahan kali ini, dia bisa kan?

" Kau tahu appa dan eommaku itu sebenarnya menolak untuk datang kemari apalagi untuk mendonorkan tulang sumsum mereka jika cocok"

Changwook berdiri dari duduknya dan berjalan mendekati ranjang rawat Changmin.

" Tapi namja bernama Jaejoong itu berkata akan memberikan sepuluh juta won jika tulang sumsum kami cocok"

Changmin membulatkan matanya, dia menoleh dan langsung menatap ke arah Changwook untuk meminta penjelasan namun hanya sebuah seringaian yang Changmin dapatkan.

" Jadi kami datang, aigo... Namja itu benar – benar kasihan padamu ya, dia bahkan memberikanmu ruang VIP di rumah sakit mahal ini?"

Tidak bisa Changmin pungkiri Jaejoong dan Junsu banyak membantunya, mereka bahkan memindahkan ruang rawat Changmin ke ruang VIP. Yunho sudah menolak tapi Jaejoong memaksanya.

" Hidupmu itu tidak lepas dari rasa kasihan orang lain ya?"

Nada penuh sindiran itu membuat mata Changmin memanas dan memerah. Dia tidak suka hidup dikasihani. Dulu, memang iya... Tetangga yang baik hati di Gwangju sana memberikan banyak makanan pada Changmin karena mereka tahu bahwa Changmin tidak diberi makan dengan benar oleh keluarga Jung itu. Tapi hal itu sekarang berbeda bukan? Jaejoong meyakinkannya bahwa dia tidak mengasihani dirinya.

Namja itu menyayanginya dan ingin Changmin menerima semua yang dia berikan padanya. Bukan rasa kasihan seperti yang diucapan Changwook.

" Kau tidak malu hidup dari rasa kasihan orang lain?"

CEKLEK

TAP

TAP

TAP

TAP

SREEEETTT

" Brengsek! Tahu apa kau tentang hyungku?"

PLAAKKK

Changmin membelalakkan matanya saat Kyuhyun masuk ke dalam ruang rawatnya dan berjalan cepat ke arah Changwook kemudian menarik kemeja namja itu dan menamparnya hingga Changwook jatuh terduduk.

" Ky-kyuhyun..." Changmin memandangnya dengan tidak percaya

" Kau tidak apa – apa kan?"

Kyuhyun menatap cemas pada Changmin, cemas? Ya... Namja berambut ikal itu akui beberapa hari belakangan ini dia mencemaskan keadaan Changmin terlebih saat tadi dia akan masuk ruang rawat Changmin dia mendengar apa yang diucapkan oleh sepupu Changmin itu. Mengesalkan, membuat darahnya mendidih dan tidak bisa menahan emosinya sehingga menampar namja itu.

" Tidak apa – apa" Jawab Changmin pelan

Changwook berdiri dan menatap tajam namja yang berdiri di depan ranjang rawat Changmin seakan melindungi sepupunya itu dari bahaya.

" Jadi kau salah satu orang yang mengasihani dia?" Changwook tersenyum miring

" Bilang saja kau iri. Aku tahu kau iri Changmin mendapatkan perhatian dari kami tapi itu tidak bisa membuatmu menghinanya seperti itu"

Kyuhyun mengucapkannya dengan kadar kesadaran tinggi, dia tahu ucapannya itu berlaku juga untuknya yang dulu sering membully Changmin tapi dia merasa kesal dengan namja itu, Changmin itu mutlak korban pembullyannya dan tidak ada yang boleh membully-nya selain Kyuhyun!

" Kau tahu? Parasit haus harta seperti keluargamu itu tidak akan bisa menempel pada kami, kau itu sampah! Mengharapkan uang dari donor sumsum keluarga kalian dari kami? Huh? Keluarga macam apa kalian?!" Pekik Kyuhyun

" Kyuhyun... Hentikan"

Changmin mencoba menghentikan ucapan Kyuhyun, dia tidak mau ada pertengkaran di ruang rawatnya. Terlebih Changwook sebenarnya memliki kekuatan yang sangat besar, bagaimana jika nanti namja itu menyerang Kyuhyun?

" Cih... Kalian orang kaya memuakkan"

Changwook pergi setelah mengatakannya, dia sempat melirik tajam ke arah Changmin dan menggumamkan kalimat yang membuat Kyuhyun marah ingin mengejarnya namun Changmin mencegahnya.

" Cepatlah kau mati"

Itu yang diucapkan Changwook.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

" Aku kesal!"

Kyuhyun mengerang dan menenggak jus jeruk kaleng yang ada digenggamannya, dia duduk disamping Changmin yang juga tengah duduk namun di kursi rodanya. Changmin yang tadi melihat emosi Kyuhyun belum reda meminta namja itu membawanya ke taman.

Suasana cukup sepi karena masih pukul sepuluh. Kyuhyun tadi sempat berhenti di mesin penjual minuman dan membeli beberapa kaleng jus untuknya, tidak untuk Changmin karena Kangta tidak mengizinkan Changmin meminum jus kaleng.

" Sudah?"

" Kenapa kau diam saja sih? Aku gemas!"

" Dari dulu aku juga begitu kan?"

DEGH

Kyuhyun terdiam, ucapan Changmin memang ada benarnya. Namja itu tidak pernah melawan saat dia membully-nya. Astaga...

" Ch-changmin aku..."

" Tidak apa – apa Kyu, aku baik – baik saja"

Changmin mendoangakkan kepalanya, daun – daun mulai layu mendakan musim gugur mulai tiba. Changmin menyukai bagaimana dedaunan itu lepas dari dahannya dan terbang ditiup angin. Bulan – bulan terberat Changmin adalah di tahun ini, dimana dia sudah tidak pergi ke sekolah lebih dari empat bulan karena fokus dengan perawatan di rumah sakit.

Kyuhyun yang jadi sering menjenguknya bahkan mereka seakan berteman walaupun kadang Kyuhyun masih sering membentaknya. Tapi justru karena hal itu Changmin merasa hubungannya dengan Kyuhyun jadi dekat.

Juga dia bisa merasakan kedekatan antara Yunho dan Jaejoong. Changmin bisa bagaimana Jaejoong menatap hyungnya dengan tatapan kagum, apa sesuatu terjadi diantara mereka?

" Musim gugur sudah tiba... Apa... Sakura nanti aku bisa melihatnya?" Gumam Changmin dengan mata masih menatap dedaunan itu

" Apa maksudmu? Tentu saja kau bisa"

Changmin tersenyum pahit, jika bukan karena obat – oabatam dan terapi itu mungkin Changmin sudah dikremasi. Hus... Kenapa jadi ngawur Min ah...

" Aku menyukai bunga sakura dan ingin melihat mereka bermekaran... Pasti sangat indah"

" Kau pasti bisa" Lirih Kyuhyun, entah kenapa hatinya sakit saat Changmin berucap seperti itu

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

" Yun, aku mohon jangan marah!"

Jaejoong menyusul Yunho yang berjalan cepat ke arah atap perusahaan, entah bagaimana Yunho mengetahui apa yang Jaejoong janjikan jika tulang sumsum keluarganya cocok dengan Changmin. Pagi ini dia masuk ke dalam ruang Jaejoong dan bertanya langsung pada Jaejoong.

Jaejoong tidak bisa berbohong dan menganggukkan kepalanya, Yunho menatapnya penuh kecewa dan meninggalkan Jaejoong begitu saja. Jaejoong tidak bisa mengejar Yunho karena Namjoon mencegatnya untuk menghadiri rapat penting.

Dan saat jam istirahat, Jaejoong mencari keberadaan Yunho karena dia ingin menjelaskan semuanya. Dia melihat Yunho berjalan ke arah atap, Jaejoong memanggilnya namun Yunho menganggapnya tidak ada dan terus berjalan.

" YUN!"

GREEPP

Akhirnya Jaejoong dapat mengejar Yunho dan menangkap pergelangan tangannya, dia menarik paksa Yunho menuju tempat yang lebih sepi dan berdiri berhadapan dengan Yunho.

" Maafkan aku Yun, aku tahu aku salah tapi-"

" Sajangnim maaf, aku rasa semua ini terlalu berlebihan hanya untuk seorang karyawan sepertiku"

" Kau panggil aku apa? Sa-sajangnim?" Jaejoong menatap Yunho tidak percaya

" Saya mohon hentikan semua ini, saya tidak mau orang – orang salah paham. Terima kasih untuk semuanya dan saya akan memindahkan Changmin ke kamar rawat yang biasa"

" Mwo? Kau apa? Kau gila Yun! Changmin akan mendapatkan perawatan ditempat itu, jangan pindahkan dia"

" Tidak, saya tidak bisa"

" Kalau begitu terima bantuanku karena aku sangat menyayangi Changmin"

" Sajangnim hanya mengasihani kami" Ucap Yunho datar

" Tidak!"

" Saya mohon hentikan, sajangnim bahkan mulai bertindak semau anda dengan menjanjikan uang pada keluarga saya. Sajangnim bertindak semaumu sajangnim, saya rasa itu tidak baik karena saya bukan siapa – siapa anda"

Jaejoong terdiam, benar ucapan Yunho. Dia bukan siapa – siapa Yunho, kenapa menaruh banyak perhatian pada namja bermata musang itu? Rasa kasihan? Bukan...

" Berhentilah mengasihani Changmin karena dia bisa membenci anda karena ini. Saya permisi sajangnim"

Jaejoong membatu saat namja itu melewatinya begitu saja, apa namja bermata musang itu tidak peka dengan apa yang dilakukannya selama ini untuknya? Kenapa? Apa semua tidak terlihat nyata dimata Yunho, apa kasih sayangnya tidak tersampaikan pada Yunho?

Jaejoong membalikkan tubuhnya dan mengejar Yunho, dia menangkap kembali pergelangan tangan Yunho dan membalikkan tubuh Yunho, tanpa kata dia menarik kerah kemeja Yunho dan menempelkan bibirnya pada bibir Yunho.

Dipersekian detik Yunho membulatkan matanya dan menatap tidak percaya pada sang bos yang kini memejamkan matanya dengan bibir sang bos mencium bibirnya. Yunho terlalu kaget sampai dia melihat setetes air mata mengalir dikedua mata bosnya yang tertutup. Apa artinya ini?

Jaejoong yang tidak merasakan balasan dari Yunho, menahan tengkuk Yunho dan makin memperdalam ciumannya. Jika tindakannya selama ini belum juga membuat Yunho sadar perasaannya, semoga saja ciumannya bisa membuat Yunho sadar apa yang dia rasakan selama ini pada Yunho, semoga saja...

.

.

.

.

.

.

.

.

" Hasilnya sudah keluar dan tidak ada tulang sumsum mereka yang cocok dengan Changmin"

Kangta membacakan hasilnya di ruang rawat Changmin dua hari kemudian, entah Changmin harus bersyukur atau sedih karena tulang sumsum ahjumma dan ahjusshi-nya tidak cocok dengannya. Yang pasti... Dia tidak mau berhutang budi pada kedua orang itu. Yunho melirik sedih kearah Changmin, dia tidak bisa berbuat banyak karena ini bukan kehendaknya.

CEKLEK

Pintu kamar rawat Changmin terbuka, Jaejoong ada disana menatap sendu ke arah Yunho sebelum menatap Kangta.

" Bagaimana hasilnya?" Tanya Jaejoong

Selagi dia bertanya, Junsu dan Kyuhyun yang ada di belakang Jaejoong masuk ke dalam ruangan untuk menghampiri Changmin.

" Tidak cocok" Jawab Kangta

Junsu merasa sedih, dia menghampiri Changmin lebih cepat dibandingkan langkah kaki Kyuhyun dan memeluk namja itu. Changmin tersenyum lirih dan membalas pelukan hangat yang diberikan Kyuhyun, entah kenapa setiap Changmin memeluk Junsu dia merasa nyaman dan damai seakan tidak merasa takut sedikitpun. Sementara itu Kyuhyun menghentikan langkahnya, menatap Junsu dan Changmin dalam diam.

" Kalau begitu kami bisa pergi dari sini?" Tanya Jung ahjumma

" Ya, supirku akan mengantar kalian sampai ke Gwangju" Jawab Jaejoong

" Sayang sekali sumsum kami tidak cocok untu namja itu" Ucap Jung ahjusshi, nadanya terdengar sinis

" Ayo aku antar kalian sampai mobil" Ucap Mr. Jung yang tidak mau Yunho merasa tersinggung dengan ucapan kedua orang itu

Usai ketiga keluarga Jung itu pergi, kesunyian menyelimuti ruang rawat Changmin, mereka bingung dengan apa yang harus mereka lakukan selanjutnya. Sampai sebuah ketukan membuat mereka semua menoleh kearah pintu, Jaejoong langsung berdiri untuk membukakan pintu itu.

" Selamat siang"

Seorang namja paruh baya masuk ke dalam ruangan bersama pasangannya, diikuti sepasang namja dan yeoja paruh baya lainnya. Yunho membulatkan matanya, dia bangkit dari duduk nyamannya dan membungkukkan tubuhnya.

" An-annyenghasseo Kim sajangnim" Sapa Yunho dengan sangat sopan

" Oh, santai saja Yunho sshi" Ucap Mr. Kim

" Eomma dan appa lama sekali" Ucap Junsu

Changmin menaikkan salah satu alisnya, dia menatap tidak mengerti pada Junsu yang kini tersenyum lebar padanya.

" Eomma dan appa kami datang untuk melakukan tes juga" Jawab Junsu

" M-mwo?" Yunho makin tidak percaya dengan apa yang didengarnya

" Hyung?" Changmin menatap Junsu

" Jadi kau yang bernama Changminie?" Seorang yeoja manis menghampiri Changmin dan sedikit mencubit pipi tirus Changmin

" Ne"

" Aigo... Aku adalah eomma Junsu dan Kyunie"

" A-ah... Annyeonghasseo" Sapa Changmin

" Sajangnim, maaf... Tapi..." Yunho menghentikan ucapannya saat Mr. Kim menatapnya

" Apa? Kami melakukannya karena anak – anak kami yang minta, mereka sangat menyayangi adikmu sampai berbuat sangat jauh seperti ini dan kami hanya ingin membantu" Ucap Mr. Kim

" Lagi pula, bukankah kami dengar sumsum Junsu memiliki persentasi kecocokan lebih besar? Kami harap salah satu dari kami ada yang cocok" Ucap eomma dari Junsu

" Jadi bisa kita lakukan sekarang?" Mr. Kim menatap Kangta

" Tentu saja" Jawab Kangta kemudian melirik Yunho yang masih terlihat tidak enak dengan keadaan itu

" Tidak usah banyak berpikir Yunho sshi" Ucap Mr. Kim

" Kajja" Ajak Kangta

Keempat orang itu beranjak meninggalkan ruang rawat Changmin, namun Mrs. Kim yang jalan terakhir itu menolehkan kepalanya. Sejak tadi dia diam saja menatap Yunho dan sekarang mungkin waktu yang tepat untuk mengatakannya.

" Yunho sshi" Panggil Mrs. Kim membuat semua orang menatap Mrs. Kim

" N-ne?"

" Aku tidak pernah memaafkan seseorang yang membuat anakku menangis dan aku cukup marah saat kau menolak anakku, memang kau pikir ada yang lebih baik darinya?" Ucap Mrs. Kim datar

" Heee?" Junsu dan Kyuhyun membulatkan matanya kemudian menatap Jaejoong dan Yunho secara bergantian

" Eo-eomma!" Jaejoong menarik eommanya keluar dari ruang rawat Changmin dengan wajah merah padam

Dia tidak menyangka sang eomma akan mengataka hal itu di dalam ruang rawat dan membuat semua orang tahu apa yang tengah terjadi diantara dirinya dan Yunho.

Saat insiden ciuman itu berlangsung Yunho memang mendorong Jaejoong dan membungkuk untuk meminta maaf kemudian pergi dari hadapan Jaejoong yang menangis tersedu. Dan kejadian itu terlihat oleh eomma Jaejoong yang sedang mengunjungi anaknya, niatnya dia ingin mengenalkan Jaejoong pada anak temannya tapi... Dia malah melihat adegan itu.

Usai ditinggal Yunho, tentu saja Mrs. Kim menghampiri Jaejoong dan memeluk anaknya dengan erat. Jaejoong akhirnya menceritakan tentang Yunho, bagaimana namja itu mengambil hatinya hanya dengan sebuah senyuman sederhana miliknya.

Sang eomma tentu saja kecewa pada Jaejoong yang tidak pernah menceritakan ini semua tapi dia lebih kecewa pada sikap Yunho barusan.

" Hyung?" Changmin memanggil hyungnya sembari mengerutkan keningnya

" Ch-changmin..."

" Aku menyusul Jae hyung dulu" Ucap Junsu

" Aku juga" Susul Kyuhyun

Jadilah kamar rawat itu sepi, hanya tinggal Yunho dan Changmin. Yunho masih berdiri kaku di tempatnya begitu juga Changmin yang masih memandang hyungnya dengan tatapan tidak mengerti.

" Apa yang dikatakan ahjumma itu benar?" Tanya Changmin dengan suara lirihnya

" Changmin..."

" Kenapa hyung menolak Jaejoong hyung? Dia baik"

Yunho menghembuskan nafasnya, kemudian menghampiri Changmin dan duduk dipinggir tempat tidur sang adik. Dia menggenggam tangan Changmin dan mengelusnya.

" Saat ini hyung tidak mau memikirkan tentang cinta atau apapun itu, kau yang terpenting"

Changmin menundukkan kepalanya, hyungnya adalah orang yang sangat baik. Bahkan sampai saat ini hanya memikirkan dirinya tanpa memikirkan diri sendiri, Changmin sungguh merasa bersalah.

" Tapi hyung..." Changmin menggigit bibir bawahnya " Maafkan aku yang hanya menyusahkan, kalau saja aku tidak sakit mungkin kau bisa bersama Jae hyung"

Yunho mengusap pelan kepala Changmin yang terlindungi oleh beanie berwarna hitam hadiah dari Kyuhyun minggu lalu.

" Tidak apa – apa Changmin ah, lagipula kami tidak mungkin bersama"

" Kenapa?" Tanya Changmin

" Dia dan aku berbeda jauh seperti langit dan bumi. Hyung tidak punya apa – apa bahkan hanya untuk membuatnya bahagia"

" Hyuungg..." Changmin memeluk Yunho dan menyandarkan kepalanya di dada Yunho " Hyung adalah orang yang paling baik dan kau pantas mendapatkan yang terbaik"

" Changmin ah..."

" Dan aku rasa Jaejoong hyung bisa menjaga hyung saat aku sudah tidak ada"

Yunho melepaskan pelukan changmin dan menangkup pipi Changmin yang sangat tirus.

" Tidak ada? Memang kau mau kemana eoh? Hyung tidak suka kau bicara seperti itu, ingat Min... Kau tidak akan kemana – mana. Kau akan meraih impianmu, menjadi dokter spesialis seperti Kangta hyung bukan?"

Changmin menganggukkan kepalanya pelan.

" Kau ingin menyembuhkan anak – anak yang memiliki penyakit sama sepertimu bukan?"

Sekali lagi Changmin kembali mengangguk.

" Maka tetaplah disamping hyung karena hyung akan membuat impianmu tercapai, oke"

Changmin mengeluarkan airmatanya, dia mengangguk pelan dan kembali memeluk Yunho. Sedagkan sang hyung mengecup pundak kepala Changmin dan balas memeluk erat sang adik.

" Tapi... Tolong bicaralah dengan Jae hyung, jangan kecewakan dia"

Yunho hanya bisa mengangguk, mengiyakan apa yang diminta oleh Changmin.

.

.

.

.

.

.

.

.

Angin sore ini berhembus dengan pelan seraya menemani dua orang namja yang duduk berdampingan di kursi panjang taman rumah sakit, mereka adalah Yunho dan Jaejoong. Usai kedua orangtuanya dan orangtua Junsu melakukan tes donor tulang sumsum, Jaejoong mengajak Yunho bicara dan Yunho menyanggupinya.

" Jadi... Maafkan ucapan eommaku" Ucap Jaejoong memulai pembicaraan

" Tidak, ini salahku membuat anda menangis sajangnim"

" Aku mohon Yun, panggil aku Jaejoong saja"

" Tapi-"

" Kau boleh menolakku tapi jangan tolak aku sebagai temanmu. Aku sungguh tidak mengasihanimu. Aku menyayangi Changmin seperti aku menyayangi Junsu dan Kyuhyun"

"..."

" Aku... Menyukai senyummu Yun, kau membuat hariku cerah hanya dengan melihat senyum sederhanamu. Kau membuatku belajar bagaimana kerasnya hidup, sekeras apapun hidupmu kau tetap tersenyum, menjadi hyung yang baik pada Changmin dan itu membuatku jatuh cinta padamu"

Perlahan Yunho menoleh untuk memandang Jaejoong yang kini menatap dedaunan kering yang jatuh dari pohon.

" Maaf, aku..."

" Aku tahu kau tidak merasakan hal yang sama denganku tapi aku mohon jangan jauhi aku hiks..." Satu tetes air mata jatuh dari mata Jaejoong yang tidak bisa menahan emosinya " Jangan jauhi aku karena itu menyakitiku"

" Sajangnim..."

" Hiks... Kalau bisa aku juga ingin menghilangkan perasaan ini tapi aku terlalu mencintaimu... Aku hiks... Ingin selalu disampingmu..." Jaejoong mulai sesenggukkan, tangannya dengan kasar menghapus airmatanya yang dengan kurang ajar semakin deras keluar dari kedua matanya

" Jaejoong..." Yunho mulai luluh karena melihat Jaejoong menangis

" Aku mohon jangan benci aku... Hiks... Aku mencintaimu Yun... Sungguh... Hiks... Hiks..."

Jaejoong semakin brutal menghapus airmatanya hingga membuat Yunho tidak tahan dan menahan tangan Jaejoong. Tangan satunya menghapus airmata Jaejoong dan menangkup pipi Jaejoong.

" Jangan menangis karena aku... Maafkan aku karena aku merasa tidak bisa memberikan kebahagiaan padamu. Saat ini Changmin adalah yang terpenting bagiku, aku tidak bisa memikirkan hal lain"

" Tapi.. Apa kau punya perasaan untukku?"

" Maaf..."

" Ne hiks... Aku yang harusnya minta maaf"

" Hey... Berhentilah menangis karena kau membuatku semakin merasa bersalah"

" Hiks... Hiks..."

Jaejoong terus menangis karena perasaannya bercampur aduk, Yunho menariknya dan memeluk Jaejoong untuk mencoba menenangkan namja yang tengah menangis itu.

" Maaf"

Hanya satu kata itu yang bisa Yunho ucapkan pada Jaejoong karena jujur saja dia belum bisa membuka hatinya untuk siapapun, dia masih mendahulukan adiknya. Mengutamakan sang adik dibanding yang lain.

.

.

.

.

.

.

Dua hari kemudian hasil tes keluar namun tidak satupun dari mereka memiliki tulang sumsum yang sama. Changmin hanya bisa pasrah sekarang, dia hanya ingin yang terbaik untuk semuanya. Dia sudah merasa lelah, dia ingin tidur tapi semua orang tidak memperbolehkannya. Bahkan saat ini Kyuhyun malah mengajaknya jalan – jalan di taman rumah sakit.

" Hey... Kenapa?" Tanya Kyuhyun

" Tidak apa – apa..."

Changmin diam, memandang sekitar kemudian matanya menatap Kyuhyun dan membuat namja itu gugup.

" Ke-kenapa?" Tanya Kyuhyun

" Bagaimana kalau..."

" Ya?"

" Aku... Menyukai..."

GLUP

Kyuhyun gugup sendiri menunggu apa yang Changmin ucapkan, tanpa sadar dia menengguk ludahnya dengan sulit

" Hyungmu?"

DEGH

Jantung Kyuhyun hampir berhenti berdetak saat Changmin mengatakan hal itu kemudian kembali berdetak namun rasanya seakan tercubit.

" Kau apa? Menyukai hyungku?" Tanya Kyuhyun

" Ya..."

" Kenapa?"

" Hum?"

" Kenapa menyukainya"

" Dia baik, pelukannya bisa menenangkanku. Apa perasaanku salah?"

Kyuhyun ingin sekali berteriak kencang bahwa perasaan Changmin adalah kesalahan yang besar tapi mana sanggup dia mengatakannya?

" Changmin..."

" Ya?"

" Hyungku..."

Kyuhyun menggigit bibir bawahnya hendak mengucapkan sesuatu tapi terlambat.

" Suie! Tunggu!"

DEGH

Kali ini jantung Kyuhyun berdetak kencang, dia meruntuki jantungnya yang seakan mempermainkannya. Tapi itu tidak penting karena dia sangat kenal dengan suara itu, baik Kyuhyun dan Changmin menoleh ke asal teriakan itu. Di sana Junsu berjalan cepat dengan seorang namja mengejarnya.

" Baby!"

GREEPP

Changmin melihat dan mendengar teriakan namja yang sedang mengejar Junsu kemudian namja itu menarik pergelangan tangan Junsu. Kyuhyun menggelengkan kepalanya, dia tidak ingin Changmin melihat adegan di depannya.

Namun Changmin melihatnya, kedua orang itu berdebat hebat tanpa melihat sekitarnya. Dan namja yang ada dihadapan Junsu menarik tengkuk Junsu dan menciumnya.

Kyuhyun bangkit dari duduknya, dia berdiri di depan Changmin dan menutupi pandangan Changmin agar tidak melihat apa yang ada dihadapannya. Changmin terdiam, kenapa rasanya sangat menyakitkan melihat hal itu? Kenapa? Kenapa hatinya seakan terturuk beribu jarum kecil yang tidak kasat mata?

TES

TES

TES

Kyuhyun melihatnya, airmata itu mengalir dari kedua sisi mata Changmin, Kyuhyun tahu Changmin menyukai kakaknya. Junsu adalah cinta pertama Changmin dan pasti sangat menyakitkan melihat orang yang dicintainya berciuman dengan orang lain apa lagi sangat mesra.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

" Kenalkan dia adalah Park Yoochun, tunanganku"

Changmin tersenyum getir saat Junsu memperkenalkan namja yang tadi berciuman dengannya di taman rumah sakit. Mereka berada di dalam ruang rawat Changmin sekarang, Kyuhyun yang membawa Changmin kembali ke ruang rawat itu.

Kemarin Junsu memang bercerita akan membawa seseorang saat menjenguknya, saat Changmin bertanya siapa Junsu tidak menjawabnya. Pantas saja Junsu kemarin membicarakan namja itu dengan sumringah, matanya penuh binar kehidupan dan sesekali merona.

Changmin tidak tahu jika menyukai seseorang dengan banyak akan menyakitinya, jika tahu harusnya dia tidak menyukai siapapun kecuali hyung-nya.

" Yoochunie akan mengikuti tes donor juga hari ini" Ucap Junsu masih dengan nada cerianya

" O-oh... Terima kasih" Jawab Changmin lirih

Dari sudut kamar, dimana Kyuhyun duduk mengamati bagaimana ekspresi Changmin, dia meruntuki kebodohannya yang tadi mengajak Changmin ke taman. Jika dia tidak mengajak Changmin ke taman maka Changmin tidak akan melihat Junsu berciuman.

Setidaknya Changmin tidak terlihat sangat menyakitkan seperti ini, dia merasa sangat bodoh. Dan apakah hyung-nya harus membawa tunangannya sekarang?

" Baiklah, hyung akan ke ruang Kangta hyung dulu ya?" Ucap Junsu

" Ya"

" Kajja Chunnie"

Junsu menggandeng namja bernama Yoochun keluar dari ruangan, sedangkan Kyuhyun berjalan ke arah tempat tidur Changmin dengan perasaan bersalah.

" Kenapa kau tidak bilang?" Tanya Changmin

" Ne?"

" Kenapa kau tidak bilang bahwa hyungmu sudah memiliki tunangan?!" Bentak Changmin dan dia menatap tajam ke arah Kyuhyun

" Ak-aku..."

" Kenapa kau melakukannya padaku? Jika kau bilang Junsu hyung sudah memiliki tunangan, aku tidak mungkin membiarkan perasaanku membesar!"

" Changmin..."

" Apa begitu menyenangkannya melihatku terpuruk? Apa wajah menyedihkanku sangat menghiburmu?"

" Maafkan aku Changmin, aku tidak bermaksud..."

" Aku pikir kau sudah berubah, aku pikir kau mendekat ke arahku karena kau ingin kita berteman..."

" Ak-"

" Pergi"

Nada itu terdengar datar ditelinga Kyuhyun, Kyuhyun bahkan tidak berani menggerakkan tubuhnya saat Changmin menatap dirinya dengan tatapan tajam.

" Changmin ini se-"

" Pergi!"

" Aku tidak seperti itu!"

" PERGI!"

Kyuhyun terdiam saat mendengar suara bentakan itu, terlebih dia melihat Changmin menatapnya nyalang dengan airmata mengalir di kedua sisi matanya. Kyuhyun memundurkan langkahnya, dia tidak sanggup melihat Changmin terlihat terluka seperti itu apalagi semua ini karenanya.

" Aku mohon..." Suara Changmin terdengar sangat lirih dan Kyuhyun bisa mendengar suara itu penuh keputus asaan " Pergi"

Kyuhyun tidak berkata apapun, dia membalikkan tubuhnya dan keluar dari kamar Changmin secepat mungkin. Berjalan entah kemana yang terpenting tidak disana, kalau bisa dia ingin mengubur tubuhnya hidup – hidup.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Namja berambut ikal itu mengetuk pintu yang ada di depannya, setelah mendapatkan jawaban dia membuka pintunya dan membungkukkan tubuhnya.

" Ada perlu apa Kyuhyun ah?"

" Dokter, aku ingin menyampaikan sesuatu"

" Ya? Duduklah"

Kyuhyun maju untuk duduk di depan dokter bernama Kangta itu dan meremas kedua tangannya di atas meja, dia gugup. Dan dia tidak bisa menatap wajah Kangta, dia menundukkan kepalanya.

" Ada apa?" Tanya Kangta dengan lembut " Kenapa matamu merah dan bengkak seperti itu? Menangis?" Lanjutnya menebak

Kyuhyun tidak berani mengangkat wajahnya tapi kenapa dokter yang duduk dihadapannya ini tahu apa yang terjadi pada matanya. Usai pergi dari kamar Changmin, Kyuhyun memang pergi tapi untuk menenangkan dirinya dan malah menangis sendirian disebuah ayunan taman dekat rumah sakit.

Setelahnya dia berjalan kembali ke rumah sakit, dia ingin membuktikan apa yang dikatakan oleh Changmin tidaklah benar. Dia ingin Changmin percaya padanya dan dia datang ke ruang dokter Kangta.

" Be-begini... Apa aku tidak bisa ikut tes donor itu?" Tanya Kyuhyun ragu, tidak memperdulikan pertanyaan Kangta tentang matanya yang merah dan sedikit bengkak

" Usiamu masih di bawah tujuh belas tahun Kyuhyun ah"

" Dokter bilang tulang sumsum hyungku memiliki persentase lebih dibanding yang lain"

" Ya, walaupun hasilnya sumsummu cocok dengan Changmin tapi kau belum bisa melakukan donor itu"

" Aku tahu, kita bisa menunggu sampai usiaku tujuh belas tahun. Hanya beberapa bulan lagi"

" Tapi Changmin semakin melemah, aku rasa dia tidak bisa menunggu selama itu" Ucap Kangta masih dengan nada tenangnya

" Mwo? Kau dokter bukan?! Kenapa kau pesimis dengan usia paseinmu?!" Pekik Kyuhyun marah, dia tidak suka Kangta berkata seperti itu

" Ya... Lalu apa pedulimu? Bukankah kau dulu sering membully Changminie?"

" Aku..." Kali ini Kyuhyun menggigit bibir bawahnya

" Katakan alasannya dan aku bisa akan memutuskan kau bisa atau tidak ikut tes ini"

Kyuhyun mendongakkan kepalanya untuk menatap Kangta, jantungnya berdetak kencang saat ini dan dia makin meremas jari – jarinya yang masih bertautan sementara Kangta menikmati pemandangan tidak biasa yang ada di hadapannya.

" Aku..."

.

.

.

.

~ TBC ~

.

.

.

.

Yaaayyyyy...

Annyeong!

Tbc tbc, nge feel ga? Kalo ga, emang kayaknya ada masalah sama mood cho heheheheh~ semoga ga mengecewakan ya?

.

Jadi...

Minsu apa Changkyu yaaa?

.

Terus, mianhae...

Harusnya Warmth yang update duluan karena blm selesai cho update kan ini dulu! Mian?!

.

Special Thanks :
.

Jejevan (Maacih udah baca ne? Jaemma kan nasibnya sesuka hati Cho emang kalo di sini wkwkwkwk), jiraniatriana (otteoke juga... kkk~~), Aiden LDH (Cho mah tega orangnya apa lagi sama yayang ndiri #plakk sipoo~~), akiramia44 (Suie ga cocok, tinggal si kyukyu), uknowme2309 (aish, kenapa dah Cho dipukulin mulu di ff ini! Bebeb mimin cocoknya sama Cho makanya yang donor ga ada yang cocok wkwkwkwk),

BebbieKyu (mati tidak yaa~), ismi mimi (baca lagi donk~ #maksa, bebeb mimin cuma punya cho tauuu), GaemGyu92 (aish, kasian tuh capsloksnya... bebeb mimin cocoknya sama cho lah~), kim rose (Cho donk!), eL Ree (sip), Park RinHyun-Uchiha (Ga gimana"), ichimita1 (nasibnya? Sama Cho ajalah, cocok kok kkkkk), yunjae heart (bebeb mimin kan cocoknya sama Cho doang eonn #IyaInAja, Changkyu apa minsu hayooo~), elite minority. 1111 (jehhh... Baca ulang saanaaaaa... resminya kapan"), rin (masama, cho sibuk, sibuk ngetik buat ngejar utang ff yang makin bejibun #BelaguEmangSiCho, iya... Yang di wattpad di update jg kok hari ini kkkk)

.

Buat yang udah follow, fav, juga para SiDer

.

Sekali lagi maacih #bow

.

.

.

.

.

Dah, gitu aja...

Oh ya! Ff ini juga bakalan end... Aigo, gimana ya ending na? Mau sad atau happy?

.

See u next chap ya?

Chuuuuu~~

.

.

.

.

.

.

Sabtu, 20 Mei 2017