Chapter 1
Park Jihoon
Lee Daehwi
Ahn Hyungseob
Yoo Seonho
Friendship! Drama!
Aku membutuhkan seseorang untuk membangunkanku dari kenyataan yang berbelit bak benang kusut ini.
...
Jihoon dan Daehwi bertemu kembali saat upacara masuk Senior High School.
Teman sekolah lamanya berada di barisan yang berbeda. Dan mereka sedang melepas rindu dengan yang lainnya setelah sempat berpisah sementara.
Memang pada dasarnya Jihoon sulit untuk beradaptasi, dia hanya menempeli orang yang dia ingat pernah diajaknya berbicara. Tidak, bukan pemalu. Hanya tidak nyaman langsung dekat dengan seseorang yang baru.
Hari itu dia bertemu dan langsung akrab dengan Daehwi karena sekelompok untuk dibimbing berkeliling sekolah oleh senior.
Mereka juga sekelompok ketika ditugaskan oleh senior untuk membuat kue peringatan masuknya mereka ke SHS.
Sayang. Setelah itu, mereka berpisah kembali karena berada di kelas yang berbeda.
Hanya Jihoon seorang yg berasal dari sekolah lamanya. Semakin sulitlah dia beradaptasi, dan terpuruk beberapa saat. Tetapi beruntungnya dia disatukan kembali bersama Seonho, sahabat masa kecilnya. Mereka akrab karena orangtua yang saling mengenal. Tetapi Seonho pindah rumah saat itu, dan Jihoon tidak pernah tau rumahnya dimana lagi.
Setelah kurang dari satu semester, akhirnya Jihoon akrab dengan teman-teman satu kelasnya. Berkat Seonho juga yang telah membantunya. Termasuk dengan teman satu geng Daehwi sejak masa Junior, Dongbin.
Jihoon kenal semua anggota geng Daehwi, tapi hanya sebatas kenal. Kecuali Dongbin. Karna Daehwi bercerita bahwa Dongbin sedikit introvert atau memang mengasingkan diri.
Dari kabar teman sekolah lama Dongbin, dia murid yang pintar. Dia mempertahankan juara 1 di sekolah lamanya.
Kemudian ingatlah dia, dulu sempat mendengar kabar bahwa juara 4 di sekolah lamanya adalah juara 12 di sekolah mereka.
Setelah mendengarnya, tentu saja Jihoon semakin rendah diri, sekaligus merasa tertantang. Sekolah lamanya hanyalah sekolah yang sedikit peminatnya. Murid laki-lakinya kebanyakan berandalan. Tetapi di pertandingan bidang olahraga, sekolah Jihoon lah pemenangnya.
Jihoon hanya sekali merasakan menjadi juara 1. Sempat terpikir untuk pindah ke kelas lain, tapi tidak ada yang ingin bertukar kelas dengannya. Akhirnya Jihoon pasrah.
Jihoon dan Daehwi duduk sebangku atas saran Seonho. Yang kemudian menjadi akar bergabungnya Jihoon ke rombongan Daehwi.
...
Pada semester satu, Jihoon telah mendapatkan kekasih hatinya. Guanlin. Senior kelas akhir sekolahnya. Jihoon yang sangat polos dengan kata cinta, masih lugu dan tanpa sadar memberikan sebagian hatinya untuk Guanlin.
Mereka dipertemukan karena aplikasi chatting, saling punya kontak tapi tidak pernah mengobrol. Hanya sekedar punya kontak. Sampai pada saat itu, Jihoon adalah seorang penyuka gamemengupdate tentang salah satu permainannya di aplikasi chat tersebut.
Guanlin yang maniak game melihatnya, kemudian itulah awalnya. Mereka sering mengobrol di chat tentang game yang mereka mainkan, kemudian saling merasa nyaman satu sama lain. Sampai akhirnya Guanlin meminta Jihoon menjadi kekasihnya. Jihoon bimbang, dia tidak percaya diri.
Kenapa bisa ada seseorang yang hampir sempurna seperti Guanlin menyukainya? Apakah ini sebuah prank?
Tidak langsung menerima, Jihoon bercerita tentang Guanlin dan pernyataan cintanya untuk Jihoon kepada tetangga sekaligus senior teman sejak kecilnya. Mereka satu angkatan, tentu saja saling mengenal, bukan?
Tetangganya berkata bahwa Guanlin adalah seseorang yang pekerja keras. Tapi, tentu saja Guanlin manusia, dia punya kekurangan yaitu tempramennya buruk, mudah tersinggung. Tapi dia tidak kasar.
Tetangganya mengatakan tidak ada salahnya mencoba, menikmati masa-masa Senior HS bersama Guanlin tidak ada salahnya. Jika memang berhenti di tengah jalan, itu berarti dia menjadi awal sekaligus pembelajaran untuk cinta yang lain kedepannya.
...
Hubungan Jihoon dan Guanlin telah berjalan 4 bulan. Jihoon masih merasa canggung karna Guanlin adalah pengalaman pertamanya. Mereka tetap manis walaupun begitu, jika tidak bertemu langsung, mereka akan mengobrol lewat pesan game yang mereka mainkan. Menertawakan keirian dan kekesalan angggota lain karena mengobrol dengan sedikit mesra di sana.
Guanlin mengajarkan Jihoon untuk bisa percaya diri. Ketika mereka kencan, Guanlin menjadi sosok yang aktif mengajak Jihoon berbicara.
Jihoon juga sering diajak bergabung dengan teman-teman Guanlin. Dan dari sanalah dia mendengar sesuatu yang awalnya tidak dihiraukan Jihoon, yang secara tidak langsung akan menjadi alasan bagi mereka untuk berpisah.
Sungwoon...
.
.
To be continue...
.
.
.
ㅡㅡㅡㅡㅡㅡㅡㅡㅡㅡㅡㅡㅡㅡㅡ
Ada apa dengan umi Sungwoon???
Makasih untuk kak tryss-nim yg udah bersedia baca dan ngereview story acu yg tijel iniㅠ
Btw, butuh masukan... bagusnya cerita ini gini aja atau butuh dialog?
Ga menjamin, kalo pake dialog malah bikin paham cerita, ya... Emang udah dasarnya story ini tijel dari awal...
Tapi, kalo emang ga nyaman bacanya yg cuma gini tanpa dialog atau butuh dialognya, bakal aku buat di chapt selanjutnya
Setelahnya jangan kabur tapi, yaa...
salam,
Callmemonster
Jambi, 2 Maret 2018, 16:30 WIB
