Once Again
Rate: T
Genre: Little bit Humor, Romance, Friendship
Warning: Alternate universe, typo(s) or miss words, OOC, non baku, domestic!AU
.
Chapter 2 : What's Wrong With Ong?
Seongwoo pernah berpikir kenapa ia memilih pacaran dengan Kang Daniel. Ia terkadang menyesal menerima pernyataan cinta dari pemuda itu, ingin putus tapi masih sayang sama Daniel. Seongwoo mengacak rambutnya dengan kasar, mendumal kesal hingga Woo Jinyoung—teman sebangku Seongwoo merutuk sebal dan melemparinya dengan buku paket matematika.
"Berisik! Sana keluar!" usir Woo Jinyoung kemudian memasang wajah datar. Mengalihkan pandangannya pada tugas matematika dari guru super killer.
"Ya gue keluar sekarang. Nanti gue nyalin tugas lo." Seongwoo bangkit dari bangkunya. Lagi males berurusan sama Jinyoung yang gak kalah bawel dari Pak Jisung.
"Enak aja, buat sendiri napa!"
"Gue lagi gabut."
"Sialan lo panci karatan!"
Seongwoo gak menyahut. Ia sudah terlebih dulu meninggalkan kelas sebelum Jinyoung melemparinya dengan buku paket lagi.
.
Seongwoo mengaku kalah, perhatian Daniel lebih terarah pada kucing yang ia temukan sebulan lalu. Seongwoo merasa Daniel gak sayang lagi. Ia memutuskan untuk keluar kelas dan pergi ke kantin. Beruntung Pak Minho ada rapat penting di luar kota, mumpung Seongwoo gak konsentrasi mengerjakan tugas dari guru matematika. Ia berharap Daniel gak ada disana dengan cengiran bodoh yang sialnya ganteng.
Seongwoo yang humoris bisa berubah jadi sensitif ketika mendengar kata kucing.
Kedua mata Seongwoo berpencar mencari sosok Kang Daniel, ia menghela nafas lega. Suasana kantin masih ramai dan penuh sesak oleh murid-murid. Seongwoo hampir aja kembali ke kelas, namun ia menemukan bangku kosong. Tepat di seberang DongPaca yang tengah bermesraan.
Masa bodo dengan obat nyamuk, Seongwoo gak peduli.
Donghyun yang menyuapi Youngmin dengan batagor mengalihkan pandangannya pada Seongwoo, acara mesra-mesraannya terganggu oleh kakak kelas yang lagi galau akut.
"Kak Seongwoo kok kesini sih? Gangguin aja." ujar Donghyun sedikit pedas. Efek satu kompleks dengan Daehwi jadi omongannya ada sedikit bumbu cabe.
Youngmin mencubit pinggang Donghyun, kedua mata bulatnya menatap tajam pacarnya yang tengah nyengir.
"Lo kenapa? Kusut gitu." Giliran Youngmin yang berbicara.
"Pasti soal kak Daniel."
"Bisa sih gak nyebut namanya di depan gue?" Seongwoo mendumal sebal, mengambil paksa es jeruk Donghyun dan meneguknya dengan rakus. "Hati gue panes denger nama Daniel."
"Tadi kakak nyebut nama—"
"Banyak cingcong lo bocah!"
Donghyun menghela nafas panjang. Bukan karena sifat Seongwoo yang uring-uringan, es jeruk kesukaannya jadi pelampiasan. Sementara Youngmin menggaruk tengkuknya.
Mungkin Ong kerasukan saiton—Im Youngmin, kelas 12 IPA 2
"Masa dia milih kucing sih dari gue?!" Seongwoo menggebrak meja kantin dengan wajah sebal. Hampir sebagian murid terjungkal kaget, termasuk Kim Taemin yang latahnya kumat dan Jung Daehyun yang pingsan dengan slow motion.
"Mungkin kak Daniel gak sayang lagi."
Tebakan Donghyun berhasil menohok hati Seongwoo, ada benarnya kalau Daniel sudah gak sayang lagi sama dia. Seongwoo frustasi dan hampir melempar gelas ketika sebuah tangan mencengkram lembut pergelangan tangannya. Donghyun dan Youngmin membulatkan pandangan dan saling berbisik satu sama lain.
Kang Daniel. Cowok itu tengah tersenyum secerah matahari.
"Kamu kemana aja sih? Aku cariin ke kelas gak ada." Tanya Daniel tanpa menghilangkan senyum andalannya. Seongwoo menoleh ke belakang dan menganga lebar. Sejenak ambyar dengan senyuman Daniel.
Seongwoo menggelengkan kepalanya. Ia kan ngambek berat sama Daniel.
"Lo kemana aja sih? Seongwoo kerasukan setan tuh." Tanya Youngmin tanpa filter.
Daniel tertawa pelan. "Abis dari ruang guru. Masalah anak futsal."
Seongwoo mendengus kesal. Daniel seakan gak punya sedikit waktu buat dia, kalau gak kucing pasti mengurus klub futsal.
"Ke belakang sekolah yuk." Ajak Daniel pada Seongwoo yang masih cemberut. "Tadi aku nemuin anak kucing disana, kasian gak ada ibunya. Aku adopsi aja pas pulang sekolah."
Tuh kan. Ini yang Seongwoo gak suka dari Daniel, cowok itu terlalu suka sama hewan berbulu dengan suara sok imut—menurut Ong Seongwoo. Entah apa alasan Daniel suka sama kucing, Seongwoo gak peduli dan gak mau tahu. Terlalu sakit hati jika disandingkan sama kucing.
"Kok diem sih? Gak mau ya?" tanya Daniel lagi.
"Kak Daniel gak peka." Bisik Donghyun di telinga pacarnya sesekali mencuri ciuman di pipi Youngmin.
Donghyun itu orangnya modus akut. Suka mencari kesempatan dalam kesempitan. Youngmin hanya merona sedikit dan mengalihkan pandangannya.
"Ya terserah sih." jawab Seongwoo datar. Sedatar wajah dua sekawan Bae Jinyoung dan Lai Guanlin.
Daniel menarik tangannya dengan lembut. Keliatan sekali cowok itu gak sabar ketemu kucing kecil di belakang sekolah. Sementara Seongwoo hanya pasrah. Mau nolak tapi gak bisa.
"Nanti kucingnya dinamain Patrick aja ya. Cocok gak?"
Seongwoo hanya mengangguk sedikit malas.
Kedua pasangan dengan tinggi menjulang itu meninggalkan kantin. Donghyun menghela nafas lega, untung gak ada yang mengganggu mereka bermesraan ria. Youngmin sudah fokus dengan batagor yang tinggal tersisa seperempat, cowok berambut merah itu lupa sarapan hingga terpaksa memesan dua piring batagor ditambah bon cabe tiga sendok.
Donghyun tertawa pelan. Cara makan pacarnya hampir mirip sama Seonho, sahabat Samuel yang suka rakus kalau liat makanan. Bibir Youngmin sedikit terkena bumbu kacang, bagi Donghyun sih terlihat menggemaskan.
"Makannya pelan-pelan dong yang."
Youngmin menggeleng pelan. Mencomot kerupuk udang dan mencampurnya dengan bumbu kacang.
"Gue laper banget, gak bisa pelan-pelan."
"Ntar tersedak lho." Youngmin menghentikan kegiatan makannya dan beralih pada Donghyun yang mulai membersihkan bibirnya yang 'belepotan'.
"Kok kamu imut banget sih yang? Hampir aja aku khilaf."
Donghyun menghentikan pergerakan jarinya, wajah mereka berdekatan hingga Youngmin menahan nafas sejenak. Jarak seintim ini cukup mengagetkan murid-murid yang ada di kantin. Donghyun hanya tersenyum tipis. "Boleh minta cium gak?"
Youngmin menjauhkan wajahnya, menepuk keras jidat Donghyun.
"Ngawur!"
.
Seongwoo kembali merutuk sebal. Acara kencan dengan Daniel terancam gagal karena pakan kucing peliharaan Daniel mulai menipis. Kucing di rumah Daniel ada tiga ekor, rencananya cowok bersurai honey brown itu menambah stok kucing peliharaan. Kini Seongwoo berada di dalam coupe merah milik Daniel, tak lupa headphone biru tua yang menutupi kedua telinga lebarnya. Sementara sang pemilik mobil masih fokus pada jalanan sesekali menyanyikan lagu Super Girlies.
Jemari Seongwoo bergerak menggeser layar ponselnya, tayangan live akun instagram milik Taedong menyita perhatiannya. Terlihat Donghan yang sibuk bermain pasir putih dengan wajah riang. Rambut ungunya bergerak tertiup angin.
Seongwoo iri. Apalagi saat Taedong mengecup pelan bibir pacarnya yang terkenal garang seantero sekolah, sementara Donghan hanya merona malu dan memukul pelan bahu Taedong. Seongwoo benar-benar iri dan mulai spam komentar di tayangan live Taedong, melampiaskan rasa marahnya.
"Gue tau lo galau, kak." Donghan tertawa mengejek.
Taedong ikutan tertawa. Merangkul mesra bahu Donghan. "Apa gue nyuruh Niel biar peka ke lo? Duh malu sama kucing deh Ong. Meow.. meow.. meow.."
Seongwoo menggeram kesal. Ia mulai mengetikkan jemarinya di keyboard ponsel dan keluar dari tayangan live Taedong. Untung Taedong tetangga paling baik yang pernah Seongwoo kenal. Sering menolong Seongwoo mencuri mangga di kebun Pak Changmin, jadi gojek pribadi dan masih banyak lagi.
"Yuk turun. Udah sampe." Ajak Daniel setelah melepas seatbelt.
Tepaksa Seongwoo turun.
.
"Kamu kenapa sih?" tanya Daniel setelah membayar pakan kucing. Mereka hampir satu jam lebih berada di toko hewan peliharaan. Salahkan Daniel yang terpaku sama beberapa jenis kucing favoritnya.
Seongwoo menghela nafas. "Cuma laper."
"Itu aja?" selidik Daniel. "Kalo ada masalah ceritain ke aku."
Sekali lagi Seongwoo membenarkan kata-kata Donghyun. Daniel termasuk orang yang gak peka.
"Aku laper dan butuh asupan makanan yang banyak." Seongwoo menghela nafas panjang dan menggantung kalimatnya. "Kamu sibuk ngurusin kucing. Siapa sih yang gak kesel? Aku ngerasa kencan kita gak romantis tau, Niel."
Daniel mengusap pelan rambut cokelat Seongwoo. "Maaf deh. Jangan ngambek gitu please." Daniel meraih kedua tangan Seongwoo. "Lagian aku gak tega sama kucing-kucing di rumah. Kalo mereka mati kelaperan gimana?"
'Itu derita lo.' Batin Seongwoo jahat.
"Kita ke fast food deh. Bisa pesen yang kamu suka kok."
Seongwoo tersenyum sumringah, menunjukkan deretan gigi putihnya yang rapi. Daniel tertawa pelan kemudian mengecup pelan pipi kanan Seongwoo dengan gemas.
"Janji ya?"
Daniel mengangguk pelan.
"Tapi jangan lama-lama ya, aku belum kasi kucingnya makan."
Senyuman Seongwoo menghilang seketika. Kalau bisa ia ingin membuang tiga ekor kucing kesayangan Daniel di kolong jembatan. Gak peduli kucing itu kelaparan atau mati kedinginan, Seongwoo kalah telak dengan kucing-kucing kesayangan Daniel.
.
TBC
.
Pendek banget kah? I'm sorry. Nanti moment OngNiel dan DongPaca akan lebih banyak lagi di chapter selanjutnya. Mungkin karakter mereka super OOC disini. Untuk chapter depan, WinkDeep bakal muncul. Team WinkDeep mana suaranya? Mungkin nanti akan ada saingan terbesar Jihoon. Yang jelas bukan Daehwi dan bakal terjadi super duper crack couple.
Ada beberapa bagian yang kurang ngena menurutku, jadi mohon dimaafkan ya. Entah kenapa pikiranku melayang, masih berat mikir moment WinkDeep yang makin jarang keliatan.
Btw...
Thanks for review:
Rlyuklla, furippuccino, Sky Onix, Gjh13, Shim Yeonhae (Guest), vayazz, AllSoo, dnnren, Min Milly, itseuvirl, Re-Panda68, Babychickjojang, Karen Ackerman, Yeoljae
Dan yang udah favorite or follow. Ini beneran di luar ekspetasiku, pokoknya terima kasih banyak deh. Love you so much 3
Jangan lupa review ya! Aku tunggu respon dari kalian semua. Semoga suka sama chapter ini ya:D
