THE ONE WHO CAN CHANGES ME
.
.
.
.
CHAPTER 2
.
.
.
.
OH SEHUN X XI LUHAN
.
.
.
.
RATE T-M
.
.
.
.
ROMANCE/ACTION/BOYSLOVE
.
.
.
.
Kehidupan seorang mafia yang kejam berubah hanya disebabkan bocah yang manja tetapi tidak mendengar perintahnya. MATURE! YAOI! NC19! MPREG! HUNHAN/CHANBAEK/KAISOO!
.
.
.
.
WARNING: DO NOT READ IF YOU DON'T LIKE IT! ADULT FANFICTION! NOT FOR UNDERAGE! YAOI! MPREG! TYPO (S) EVERYWHERE!
.
.
.
Park Dobby Present~
.
.
.
HAPPY READING
.
.
.
HUNHAN FOREVER
.
.
.
"Tuan ada kek--
Heechul keluar dari dapur dengan membawa kek, biskut dan muffin tercengang kemudian...
-ASTAGA! APA INI?!"
..ia berteriak seperti baru saja menangkap basah anaknya yang sedang bercinta dengan kekasihnya.
"Sehunnie, lulu ingin yang itu~" Pinta luhan manja pada sehun sambil menunjuk muffin yang dihiasi strawberry yang sedang Heechul bawa.
"Hyung, bawakan kemari muffinnya." Kata sehun
"Heol. Rupanya ini kekasihmu Tuan Oh?" Tanya Heechul tetapi pertanyaan heechul tidak dijawab sehun.
"Sehunnie, Ahjumma ini siapa?" Soal luhan imut sambil memakan muffin yang dihidangkan dengan rakus.
"Pelan-pelan Lu. Ia adalah Heechul Hyung bukan ahjumma." Balas sehun kemudian mengelap tepi bibir luhan yang penuh dengan krim muffinnya.
"Enak aja bocah menggemaskan ini. Tuan Muda boleh memanggilku hyung. Jangan ahjumma ya, saya pria Tuan Muda." Sela Heechul dengan mengelus rambut luhan dengan sayang.
"Hyung?" Soal luhan kemudian mempoutkan bibirnya
"Iya sayang, hyung." Balas Heechul dengan senyuman yang tidak lepas dari wajahnya.
"Hyung bawakan susu untuknya." Kata sehun
"Sehunnie, lulu mengantuk~" Rengek luhan
"Iya, minum dulu susunya baru kita naik tidur ya.." Balas sehun menghabiskan bahagian terakhir dari steaknya.
"Baiklah.." Jawab luhan sambil mengangguk dan menyebabkan rambut honey brown miliknya bergerak lembut.
Setelah menghabiskan makan malam yang sungguh lewat, sehun kembali menggendong luhan masuk ke bilik tamu. Jam menunjukkan pukul 3 a.m. luhan benar-benar perlu tidur. Besok akan menjadi hari yang penuh dengan luhan kerana sehun merancang untuk menghabiskan beberapa harinya untuk mengenal luhan.
"Okay, tidur ya lu. Good night." Ucap sehun sambil membetulkan selimut yang menutupi paras dada luhan.
"Sehunnie mau ke mana?" Soal luhan bingung
"Tidur juga lu.."
"Sehunnie tidur di mana?"
"Kamarku di atas sayang.." Balas sehun sabar. "Aku masuk dulu ya~ Jalja" Ucap sehun kembali
"Tapi lulu tidak mau tidur sendirian! Lulu mau tidur sama sehunnie!" Bentak luhan sambil mempoutkan bibir kecilnya.
"Lu, kenapa kamu mau tidur sama orang asing? Kita belum saling kenal kan?" Kata sehun
"T-tapi lulu suka sama sehunnie, Lulu nyaman sama sehunnie! Lulu maunya sama sehunniee!" Balas luhan kembali
"Hahh baiklah. Sini." Ujar sehun memanggil luhan kembali masuk ke dekapannya.
"Yeay~" Girang luhan kembali bergantung pada bahu sehun.
Sehun hanya menggeleng kepalanya pelan dan mengusap lembut punggung luhan.
Ketika sehun keluar dari bilik tamu, pelayan mansion kembali terpegun dengan keadaan yang sama berlaku pada Tuan Besar mereka.
Sehun dengan berhati-hati menaiki tangga untuk ke biliknya. Sehun bahkan tidak sedar bahawa luhan telah terlelap di bahunya.
"Aigoo, kenapa masih ada manusia semanja ini di dunia yang kejam ini." Ujar sehun pelan
Sehun meletakkan diri perlahan-lahan di ranjang king size miliknya dengan luhan yang masih ada dalam gendongannya. Sehun cuba untuk melepaskan pelukan luhan pada lehernya tapi bukan terlepas malahan makin erat.
Sehun menghela nafas ringan kemudian menarik selimut agar menutupi tubuhnya dan luhan.
Pada malam ini sehun akhirnya mendapatkan tidur yang paling nyenyak dalam sepanjang hidupnya 22 tahun. Ini pertama kalinya sehun merasakan jantungnya berdegup kencang hanya disebabkan bocah kecil yang bersifat manja terhadapnya.
Keesokannya, tepat pukul 9 dua pelayan mengetuk pintu kamar sehun untuk membangunkan Tuan Besar mereka.
TOK TOK TOK.
"Selamat pagi Tuan Oh." Ucap pelayan tersebut
"Nghhh..." Lenguh luhan pelan kemudian mengeratkan pelukannya pada pinggang sehun.
Sehun yang mendengar suara dan merasa tubuhnya yang dipeluk erat perlahan membuka matanya dan perkara pertama yang sehun lihat ialah pamandangan luhan yang sedang terlelap cantik dengan sinaran matahari dibelakangnya.
'Ya tuhan, cantik amat.'
TOK TOK TOK.
"Tuan Oh." Panggil pelayan itu kembali menghilangkan imajinasi sehun
"Iya aku dengar!" Balas sehun dingin
"S-sehunnie?" Soal luhan apabila ia membuka matanya dan kembali mengeratkan pelukkannya pada pinggang sehun.
"Hye, ayo bangun rusa kecil." Bujuk sehun
Sehun baru sedar sepasang mata itu memiliki kilauwan mata rusa yang menawan. Mata itu boleh berubah menjadi sungguh menarik dimata sehun, mata itu akan kelihatan menggemaskan dan kadang pandai kelihatan sensual dengan pandangan yang tajam.
Luhan hanya menggeleng pelan di leher sehun.
"Hyung akan membuatkan mu muffin lagi kalau kamu mahu bangun." Ucap sehun menggoda.
"Muffin?" Soal luhan
"Iya, kalau begitu ayo kita bangun dan nikmati muffinmu." Jawab sehun
"Hehehe.. Sehunnie tampan~" Balas luhan dengan pujian
"Jangan menggodaku rusa kecil. Ayo bangun, sebelum adik kecilku yang bangun. HAHAHAHAH" Ucap sehun tertawa
"Sehunnie gendong~" Rengek luhan.
Pagi sehun disambut dengan senyuman lebar para pelayan, Heechul dan juga anak buahnya. Dengan langkah yang berhati-hati sehun turun dari tangga sambil membawa luhan digendongannya.
"Selamat pagi Tuan Oh dan Tuan Muda yang menggemaskan~" Ucap Heechul sambil mengusap lembut rambut luhan.
"Selamat pagi hyung." Balas sehun
"Ihh panggil lulu saja hyung~" Rengek luhan pada heechul.
"Panggil ia lulu aja hyung. Dia tidak suka dipanggil Tuan Muda." Kata sehun
"Baik Tuan Oh." Balas heechul
Sehun menggeleng kepalanya pelan. Ia mengambil tempat duduk di meja makan dan posisi semalam berulang kembali. Pagi ini sehun menikmati sarapannya dengan suasana yang sangat indah.
"Lulu umurnya berapa?" Soal Heechul pada luhan yang tengah menikmati susu strawberrynya.
"19 tahun~" Balas luhan dengan eyessmile imutnya
"Lulu sukanya makan apa sayang? Bagitau hyung apa saja Kyungie akan masakan semuanya untuk lulu imut." Ucap heechul
"Kyungie siapa sehunniee?" Tanya luhan pada sehun yang tengah menikmati coffee lattenya
"Koki di mansion ini luhan." Balas sehun
"Oh.. Lulu sukanya makan chicken honey combo, lulu juga suka jelly dan chocolate! Favorite lulu juga bubble tea! Sehunniee nanti kita ke kedai bubble tea yaa~" Ujar luhan semangat kemudian menyoal sehun kembali.
"Aigoo, semuanya boleh kyungie masak disini. Jangan risau lulu sayang, sebentar Tuan Besar akan bawa lulu ke kedai bubble tea ya~" Ucap Heechul lagi
"Tuan Besar?" Bingung luhan sambil menunjukkan ekspresi berfikir yang nampak menggemaskan.
"Itu aku." Kata sehun singkat
"Sehunniee?" Tanya luhan sambil memandang sehun dan dijawab anggukan dari sehun
"Hyung, panggil aku sehun saja." Perintah sehun
"O-oh ya, baiklah." Balas Heechul gugup.
Astaga, sehun baru saja membenarkannya memanggil Ketua Bermuda Triangle dengan namanya saja hanya disebabkan bocah 19 tahun yang tidak biasa mendengarkan perkataan 'Tuan Muda'.
"Sehunniee nanti kita beli bubble tea banyak-banyak ya~?" Tanya luhan pada sehun dengan nada yang menggemaskan.
"Iya lu.." Balas sehun
"Hyung mau ikut ngak?" Soal luhan pada Heechul tiba-tiba
"Humm..." Heechul ingin menjawab pertanyaan luhan tapi ia ragu. "T-tuan Oh--"
"Ayo lah hyung~ Kita pergi bersama, pasti seru kan sehunniee?" Rengek luhan
"Tuan Oh tidak per--"
"Sehun saja hyung." Potong sehun
"Sehun-ah tidak perlu lah membawaku bersama. Aku hanya akan mengganggu kencan kalian." Ucap heechul halus menolak tawaran luhan
"Tidak Hyungg~" Rayu luhan lagi
"Tidak apa hyung. Nickhun juga akan ikut bersamaku." Balas sehun datar
"Apa benar tidak apa-apa sehun-ah?" Soal heechul gugup
"Ngak apa-apa kok. Kan sehunniee~?" Soal luhan sambil menggoyang kakinya manja.
"Iya lu.." Balas sehun sambil tersenyum.
"Okay! Hyung ikut kan?" Soal luhan pada Heecul lagi
"Iya lulu sayang~" Balas heechul kemudian mencubit lembut pipi gembil luhan
"Siapkan pakaian hangat untuk luhan hyung." Perintah sehun datar
"Baik--"
"Sehunniee, lulu ingin pakai pakaiannya sehunnie~" Pinta luhan sambil menggembungkan pipinya.
"Hahh.. Hyung cari seluar training saiz luhan dan hoodie abu-abuku kemudian letakkan di kamarku. Sediakan juga luhan sepasang kasut yang sesuai dengan pakaiannya hyung." Ucap sehun kembali
"Tidak kah ia akan nampak kebesaran sehun-ah?" Soal Heechul dengan mulai terbiasa memanggil nama sehun sahaja.
"Tidak apa hyung, Lulu suka wangi sehunniee. Ngak apa-apa kalau kebesaran. Lulu sukaa~!" Ucap luhan girang
"Baiklah.." Balas Heechul
Setelah habis perbincang mereka, sehun membawa luhan kembali ke kamarnya.
"Lulu mandi dulu ya." Pinta sehun
"Okay sehunniee~" Balas luhan manja
Sehun hanya tersenyum sambil memilih pakaian yang sesuai untuknya.
TOK TOK TOK.
Pintu kamar sehun terbuka kemudian muncul lah Heechul dengan pakaian luhan yang ia minta tadi. Heechul meletakkan pakaian luhan diatas ranjang sehun dengan kemas.
"Saya keluar Tuan Oh." Ucap Heechul sebelum melangkah keluar dari bilik sehun
"Sehun hyung. Cukup sehun saja." Kata sehun
"A-ah.. Baiklah.." Jawab Heechul kemudian keluar dari bilik sehun dengan perasaan yang tidak dapat ia tutup.
Sungguh Heechul gembira, dulu sehun adalah remaja yang tidak memiliki perasaan kekeluargaan selain bersama Kai dan Chanyeol. Tetapi dengan berkat luhan sehun sudah mulai terbuka dengannya.
30 minit kemudian.
CLEK.
Pintu kamar mandi milik sehun terbuka dan menampilkan tubuh mungil yang berbalut bathrobe milik sehun.
Glup.
-Sehun hanya mampu menelan air liurnya kasar. Sayangnya tubuh yang menggoda itu bukan lah miliknya. Mungkin bukan sekarang.
"Sehunnie~" Panggil luhan manja
"Ehm, Y-ya?" Jawab sehun gugup
"Mana pakaianku sehunnie?" Soal luhan semakin mendekatkan dirinya pada sehun.
"Disana." Balas sehun pantas sambil menunjuk pakaian yang ada di atas ranjangnya kemudian berlari masuk ke kamar mandinya sebelum ia hilang kawalan dirinya.
Luhan memandang ke atas ranjang sehun yang sehun tunjuk tadi dan semua keperluannya ada disana, ia hanya tinggal memakainya sahaja.
Setengah jam kemudian, Sehun keluar dari kamar mandinya dan ia terus mengenakan pakaian yang ia pilih tadi. Sehun tidak melihat luhan di biliknya, mungkin luhan pergi ke bawah bersama heechul.
Setelah siap sehun turun ke bawah dan terus ke ruang tengah. Sehun melihat luhan yang tengah duduk diam di sofa dengan Nickhun yang sudah mulai memakaikannya kasut remaja yang berjenama SUPREME.
Luhan kelihatan tambah menggemaskan dengan Hoodie abu-abu kebesaran milik sehun di tubuhnya kerana ia seperti telah tenggelam dalam hoddie tersebut. Sehun yang tidak pernah melepaskan matanya dari luhan terus tersenyum memandang luhan.
"Sehunniee~" Panggil luhan ketika ia nampak sehun masuk ke ruang tengah dengan pakaian santainya.
Sehun mengenakan black t-shirt dengan army jacket, seluar jeans hitam dan kasut dance black white.
Kelihatan begitu simple seperti remaja sekolah. Sayangnya, ia adalah CEO Bermuda Triangle.
Sehun hanya tersenyum kecil apabila luhan memanggil namanya tetapi luhan dengan patuh tetap di tempat duduknya menunggu Nickhun selesai memasangkan habis tali kasutnya. Kemudian sehun mengambil tempat duduk di sofa yang khas untuknya dan menunggu Heechul datang membawakan makanan ringan untuk luhan.
"Jelly dan chocolate lulu sudah sampai~" Kata Heechul sambil meletakkan makanan ringan tersebut dengan susu strawberry favorite luhan di atas meja yang berada dekat dengan sehun.
"Yeay~ Ahjusshi pallihaejuseyo~" Rengek Luhan pada Nickhun
"Baiklah Tuan." Balas Nickhun tegas.
"Hehehe~" Dengan senyuman yang mengembang di bibir luhan tanpa henti.
"Sudah selasai Tuan." Kata Nickhun sambil membetulkan kedua letak kaki luhan.
"Ihh lulu saja. Sehunniee~" Protes luhan kemudian berlari kecil ke arah sehun sambil memanggil sehun manja.
"Huh? Kenapa Lu?" Soal Sehun
"Dia tidak ingin Nickhun memanggilnya Tuan, sehun-ah." Report Heechul pada sehun.
Luhan yang menggembungkan pipinya sambil duduk di pangkuan sehun terus memeluk erat leher sehun.
"Kenapa lu?" Tanya sehun perlahan
"Sehunniee kenapa lambat bersiapnya? Lulu rindu~" Rengeknya manja
"Hahh.. nikmatilah makanan mu dulu Lu, baru kita berangkat setelahnya." Kata sehun sambil mencubit gemas hidung mungil luhan
Nichkun, Heechul dan pelayan yang lain hanya tersenyum gembira melihat sehun yang mulai berubah disebabkan luhan disampingnya.
Sementara luhan menikmati makanan ringannya, sehun dengan nickhun sibuk membincangkan tentang perjalanan mereka ke Busan untuk melihat keadaan disana kerana Taeyong belum lagi memberi kabar padanya tentang tikus kecil Jeju yang memberontak di Busan.
Setelah selesai, mereka berangkat memakai kereta hyundai yang baru dikeluarkan kerana itu lebih sesuai untuk keluar beramai-ramai berbanding lamborghini sehun yang hanya muat untuknya dan luhan.
BUBBLE TEA CAFE.
Mereka telah sampai ke kedai bubble tea dan terus memesan. Tapi bukan Heechul dengan Nickhun yang pergi memesan minuman malahan Luhan yang berkeras mau pergi memesan untuk mereka.
Jadi di sini lah Sehun dan Luhan beratur menunggu giliran untuk memesan. Dan pada saat giliran mereka, wanita yang mengambil pesan tersebut terus memandang sehun dengan pandangan ingin diperkosa saja.
Luhan risih, ia juga kesal kemudian luhan menarik sehun ke belakang tubuhnya dan melingkari kedua lengan sehun di tubuh mungilnya. Luhan melihat wanita pengambil pesan tersebut kesal dengan tindakan luhan dan luhan dengan sengajanya lagi memutar kepala ke belakang untuk berbicara pada sehun.
Sehun yang merasa luhan ingin mengatakan sesuatu pun mendekatkan kepalanya pada luhan hingga telinganya bersentuhan dengan bibir mungil luhan. Tapi peliknya luhan tidak mengatakan apa-apa malahan tertawa kecil dengan senyuman kekanak-kanakannya.
Heechul dan Nickhun yang melihat peristiwa tersebut hanya tersenyum gembira dengan tingkah laku luhan yang menggemaskan.
"Kenapa lu?" Soal sehun bingung
"Hehehe~ Aniyaa~" Balas luhan manja
"Pesannya Tuan?" Soal wanita itu. -Akhirnya baru mau menanya pesan! Huh, dari tadi ia genit memandang sehunnie! Dasar ahjumma genit!
"Ahjumma, lulu ingin 2 taro bubble tea, 2 chocolate bubble tea, 1 slice cake red velvet, 1 top strawberries ice cream dan itu sahaja ahjumma genit." Pesan luhan
"Heol. T-terima kasih Tuan, sebentar lagi pesanan anda akan dihantar ke meja yang anda tempati." Balas wanita tersebut cuba membalas sopan luhan dihadapan sehun.
"Sama-sama. Ayo sehunnie!" Balas luhan kesal kemudian menarik tangan sehun untuk jalan bersamanya ke arah Heechul dan Nickhun duduk.
Luhan dengan manja duduk sambil bergantung pada lengan sehun kerana ia masih melihat ahjumma tadi terus memandang sehun tanpa henti.
Setelah beberapa minit, akhirnya pesanan luhan sampai. Luhan memberi 1 chocolate bubble tea untuk Nickhun, 1 taro bubble tea untuk Heechul, serta untuknya dan sehun masing-masing taro dan chocolate. Ia memberi Heechul dan Nickhun 1 slice cake red velvet manakala ia dan sehun menikmati ice cream strawberries kegemarannya.
Heechul tahu bahawa sehun tidak suka akan strawberry tapi sekarang Tuan Besarnya yang tidak suka akan strawberry sedang menikmati ice crem strawberry dengan senyuman yang tidak lepas dari bibirnya sambil memandang luhan.
Sekarang mereka tengah berjalan di sekitar Haedong Park untuk mengambil angin setelah menikmati Bubble Tea favorite luhan. Suasana area Haedong Park sunyi kerana hari ini adalah hari sibuk bagi manusia-manusia yang berada di seoul.
Heechul dan Nickhun berjalan 10 meter jauh di belakang sehun dan luhan. Dan luhan tidak lagi minta digendong, jadi sehun lebih menambah tenaga pada lengannya kerana luhan suka bergantung pada lengannya.
Sehun menikmati tiupan angin dengan tenang tetapi tiba-tiba luhan menarik kerah bajunya dan sehun mendekatkan telinganya ke bibir luhan.
"Sehunniee, kenapa namja yang tadi beratur di kedai bubble tea itu ada di sini?" Soal luhan
"Huh?" Bingung sehun
"Itu.." Tunjuk luhan pada seorang namja yang duduk bersendirian di bangku taman sambil membaca newspaper.
-sebentar. Kenapa namja itu membaca newspaper terbalik dan menunduk seperti..
DOR!
"Shit!" Maki sehun walaupun tembakan itu tidak mengenai seinci pun dari luhan.
Sehun salah satu langkah kerna tidak bisa menyedari assasin yang mengikuti mereka kerna semua tumpuan mereka ada pada luhan. Dan Luhan lah yang menyedari semuannya berbanding sehun.
Nickhun segera mengeluarkan silent gun miliknya dan memback-up sehun. Sehun melindungi luhan di belakang tubuhnya dan Heechul mengawasi area belakang mereka.
Sungguh tidak dijangka, kenapa harus sekarang? Beruntung kawasan taman tersebut sunyi jadi keriuhan manusia tidak lah berlaku.
SYUT.
Bunyi tembakan silent gun Nickhun berbunyi. Dan pemuda tadi terkena tembakan pada pahanya dengan segera melarikan diri.
Mereka kembali ke kereta tanpa membuka apa-apa bicara.
"Lulu tidak apa-apa kan?" Soal Heechul yang akhirnya bersuara.
"Hehehe, Nae~" Balas luhan
Peliknya luhan tidak merasa takut atau mungkin trauma tetapi malahan ia kelihatan seperti sudah biasa dengan hal tersebut.
Kembali ke Mansion Oh. Kini suasana mansion tidak sesunyi selalu kerna ramai perkerja decoration menghiasi mansion untuk pesta perayaan peluasan kuasa Bermuda Triangle pada lusa depan.
Apabila pelayan dan anak buah sehun sibuk mengurusi mansion, sehun hanya duduk di kamar menenangkan fikirannya sementara luhan bermain bersama Heechul di bawah. Sehun telah menghantar Nickhun ke Busan untuk memastikan keadaan disana kerana besok semua pekerja sehun harus berada di Bermuda Building untuk rapat bersama-sama. Jadi semua hal perlu diselesaikan secepat mungkin sebelum pesta diadakan.
Sehun telah menyuruh Woozi untuk menyiasat siapa yang menghantar assasin kepadanya. Sehun juga telah mengupah satu dari anak buah Kai iaitu Ten untuk menjadi bodyguard luhan. Ia baru saja dikabarkan oleh YunHo tentang transaksi yang dijalankan di Moscow berjalan lancar.
Sehun baru saja melepaskan bajunya kerana ia merasa kepanasan sedangkan AC kamarnya masih hidup. Sehun ingin masuk ke bilik mandinya tetapi tiba-tiba..
TAP TAP TAP TAP.
Bunyi larian tapak kaki kedengaran di luar kamarnya membuatkan sehun masih terduduk di ranjangnya.
CLEK.
Pintu kamarnya terbuka dan menampilkan wajah luhan yang tengah tersenyum lebar.
"Hai, Lu.." Kata sehun
"Sehunnieee~!" Panggil sehun kemudian berlari kearah sehun dan melompat masuk ke dekapan sehun.
"Kenapa lu?" Soal sehun bingung
"Hmm sehunnie.. Apa kita pernah bercinta?" Tanya luhan dengan bibir yang ia poutkan
"A-apa? Siapa yang mengajarmu bertanya begitu luhan?" Tanya sehun
"Ten hyung. Ia bertanya apa sehunnie dengan lulu sudah bercinta atau belum.." Ujar luhan sambil menenggelamkan wajahnya di ceruk leher sehun
-Astaga Kai, anak buahmu sama saja dengan otak mesum mu! Sialan, tahukah luhan bahawa dengan hanya bertanya tentang bercinta dan wajah yang menggemaskan itu dapat membangkitkan nafsu sehun?
Sehun mengambil nafas kemudian menutup kedua telinga luhan dengan tangannya lalu...
"TENNN!! APA YANG TELAH KAU AJARKAN PADA LUHAN?!!" Kesal sehun dengan jeritannya memenuhi Mansion Oh
...berteriak dan Ten yang mendengarkannya hanya mampu berdoa untuk nyawanya besok hari. Well, semua yang mendengarkan jeritan sehun juga mendoakan ten agar panjang umur.
Sedangkan Kai yang sedang menikmati makan malamnya di Taipei terbatuk tiba-tiba.
'Siapa sih yang main nyebut namaku saat ini? Aduhh sakit amat..' monolog kai dalam hati sambil cuba menepuk dadanya perlahan.
TO BE CONTINUE,
