THE ONE WHO CAN CHANGES ME

.

.

.

.

CHAPTER 3

.

.

.

.

OH SEHUN X XI LUHAN

.

.

.

.

RATE T-M

.

.

.

.

ROMANCE/ACTION/BOYSLOVE

.

.

.

.

Kehidupan seorang mafia yang kejam berubah hanya disebabkan bocah yang manja tetapi tidak mendengar perintahnya. MATURE! YAOI! NC19! MPREG! HUNHAN/CHANBAEK/KAISOO!

.

.

.

.

WARNING: DO NOT READ IF YOU DON'T LIKE IT! ADULT FANFICTION! NOT FOR UNDERAGE! YAOI! MPREG! TYPO (S) EVERYWHERE!

.

.

.

.

Park Dobby Present~

.

.

.

HAPPY READING

.

.

.

HUNHAN FOREVER

.

.

Sehun mengambil nafas kemudian menutup kedua telinga luhan dengan tangannya lalu...

"TENNN!! APA YANG TELAH KAU AJARKAN PADA LUHAN?!!" Kesal sehun dengan jeritannya memenuhi Mansion Oh

...berteriak dan Ten yang mendengarkannya hanya mampu berdoa untuk nyawanya besok hari. Well, semua yang mendengarkan jeritan sehun juga mendoakan ten agar panjang umur.

Sedangkan Kai yang sedang menikmati makan malamnya di Taipei terbatuk tiba-tiba.

'Siapa sih yang main nyebut namaku saat ini? Aduhh sakit amat..' monolog kai dalam hati sambil cuba menepuk dadanya perlahan.

Sehun melepaskan tangannya dari telinga luhan dengan perlahan.

"Sehunnie melakukan apa tadi?" Soal luhan menggemaskan

"Kalau Ten memberimu soalan yang kau tidak ketahui lu, pukul saja kepalanya." Ucap sehun

"Tapi sehunniee~ Ten Hyung baik sama lulu.." Balas luhan memprotes perintah sehun dengan mengembungkan pipi gembilnya

"Jangan lu.. Dia bukan kawan yang baik bagi lulu." Kata sehun

"Lulu ngak mau! Ten hyung baik sama lulu!" Balas luhan kesal sama sehun

'Astaga manusia mungil ini mau aja memprotes perintahku! Kalau dia ini bukan seseorang yang penting dalam hidupku sudah tembus peluru pistolku di kepala kecilnya ini. Ya tuhan, sabar sehun sabar..' Ucap sehun dalam hati

"Hahhh.. pilih Ten atau Aku?" Tanya sehun yang cuba untuk memujuk luhan yang tidak ingin memandang wajah sehun.

"Ten hyung." Balas luhan tapi masih coba menyamankan diri di pangkuan sehun.

"Baiklah.. Boleh berteman sama ten tapi jangan terlalu dekat." Ujar sehun akhirnya

"Benarkah sehunnie?" Soal luhan nada imutnya

"Iya." Balas sehun

"Hehehe.. Lulu sayang sehunnie~!" Ucap luhan riang sambil memeluk erat sehun

"Bukankah kau memilih ten tadi berbanding aku?" Tanya sehun sambil menggoda luhan

"Ihhh itukan tadi sehunnieee.. Sekarang lulu akan selalu pilih sehunnie~" Balas luhan dengan memegang kedua pipi sehun dangan tapak tangannya yang kecil.

"Yakin? Tidak lagi bohong kan?" Soal sehun

"Lulu yakin! Keyakinan lulu seperti tinggi gedung burj khalifah! Hehehe.." Balas luhan dengan nada main-mainnya tapi muka serius yang menggambarkan tingginya bangunan burj khalifah.

"HAHAHAHAHAHA" Tawa sehun akhirnya pecah ketika ia melihat wajah luhan yang seharusnya serius tapi malah kelihatan lucu dan menggemaskan.

"Tapi... Sehunniee apa itu bercinta? Adakah itu seperti permainan petak umpet? Seru ngak?" Soal luhan

"B-bukan sayang.. Itu seperti-- Ahh.. bagaimana mau diterangkan ya.. Hmm.. Begini lu, itu seperti permainan yang dilakukan oleh sepasang kekasih.." Terang sehun dengan sedikit bingung

"Kekasih? Sehunnie bukan kekasih lulu?" Tanya luhan kembali

"Hmm.." Balas sehun

'Ya.. setidaknya belum..' Ujar sehun dalam hati.

"Jadi kapan sehunnie jadi kekasih lulu?"

"Hhmm- Lu, pasangan kekasih ini perlu mencintai satu sama lain.." Balas sehun

"Hehehe, Lulu cinta kok sama sehunnie~ Sehunnie ngak cinta lulu yaa~?" Ucap luhan dengan mengembungkan pipinya sambil memalingkan wajahnya memandang arah lain.

"H-huh? A-apa kata mu lu?" Tanya sehun gugup sambil coba menatap mata luhan yang memalingkan wajahnya.

"Ihhh lulu bilang lulu cinta sama sehunnie!" Kesal luhan sambil berpeluk tubuh dan menghindari tatapan sehun padanya.

"B-benarkah?"

"Ishh lulu lagi sedang serius sehunnieee~ Lulu tau kok apa itu cinta, hehehe" Balas luhan sambil terkikik

"Jadi lulu bersedia jika sehunnie melamar lulu sebagai kekasih sehunnie?" Tanya sehun sambil menggoda pinggang luhan yang sejak tadi ia peluk

"Ishhh tentu saja lulu mau~" Rengek luhan

"Kalau begitu pandang aku lu.." Ujar sehun pelan

"Shireo. Lulu malu sehunnie~" Balas luhan sambil menutup wajahnya dengan kedua tapak tangannya.

"Pandang kekasih tampanmu ini lu." Perintah sehun serius.

"Ishhh.." Rengek luhan tapi dengan posesifnya ia membalikkan tubuhnya hingga berhadapan dengan sehun kemudian melingkari kedua lengannya di leher sehun.

Sehun yang dipeluk oleh luhan hanya diam dan menggalungkan kedua kaki luhan di pinggangnya.

"Ya tuhan, berapa umur kekasihku ini sebenarnya?" Goda sehun

"Lulu 19 tahun." Balas luhan sambil mempoutkan bibirnya

"Tidak. Kau 5 tahun." Balas sehun jahil

"19" Balas luhan kembali

"Kau 5 lu~" Goda sehun lagi

"Ishhh sehunniee lulu 19~!" Rengek luhan

"Hahaha, baiklah kekasihku 19." Balas sehun pasrah

"Jadi.. kapan kita akan bercinta sehunnie?" Soal luhan dengan wajah imutnya

"U-uhuk. Hmm.. mungkin bila kau sudah benar-benar bersedia lulu mungil~"

"Lulu sudah sedia kok sehunniee~ Ayo kitaa bercinta sehunniee~" Rayu luhan dengan menampilkan eyesmilenya

"Nanti. Bukan sekarang." Balas sehun coba menahan nafsunya.

"Ishhh.. Baiklah nanti.." Ujar luhan lirih

"Apa kekasihku sedang merajuk?" Soal sehun sambil menggerakkan tubuh mereka berdua ke kiri dan ke kanan.

Luhan hanya menggeleng kemudian menyembunyikan wajahnya di ceruk leher sehun, menghidu aroma favoritenya sejak pertama kali ia bertemu dengan sehun.

"Aigoo~ Bayi rusaku bukan 19~" Goda sehun lagi

Luhan tidak membalas sehun dengan ucapannya tapi ia membalas dengan menggigit leher sehun untuk melepaskan rasa kesalnya pada sehun hingga meninggalkan bekas gigitan kecil yang dipanggil bitemark . Tapi luhan yang merasa bersalah dengan ulahnya yang menyebabkan leher sehun terluka dengan pantas mengecup berkali-kali bekas gigitannya berniat untuk menghilangkan rasa sakitnya.

'Astaga lu, jika kau tidak berhenti sekarang juga mungkin aku akan memangsakan mu saat ini juga.' Ujar sehun dalam hati apabila luhan tanpa henti mengecup lehernya.

Sejujurnya sehun tidaklah mengambil serius pada gigitan kecil luhan yang langsung tidak ada rasa sakitnya. Ia hanya tidak tahan dengan kecupan luhan pada lehernya seperti luhan tengah menggoda dirinya.

Jadi sebelum terjadi apa-apa, sehun coba mengalihkan perhatian luhan dengan mengelitik pinggang luhan.

"AHAHAHAHAHAHA cukup sehunnie! Sudahhh~" Rengek luhan yang merasa kegelian

"Shireo." Balas sehun dengan jahilnya meneruskan mencari titik sensetive luhan.

Kemudian luhan dengan lucunya menangkap kedua tangan sehun dan menggenggamnya dengan erat.

"Sehunniee stoppp~" Ujar luhan sambil menggedipkan matanya kepada sehun.

Sehun tidak membalas perkataan luhan malahan ia menjatuhkan tubuh luhan di ranjangnya dan meneruskan aksinya kembali.

"Hahahaha... Sehunniee sudah, lulu penat~" Kata luhan sambil mengambil nafas.

Sehun menindih tubuh mungil luhan. "Hahh.. jangan menggodaku lagi lu..." Kata sehun dengan nada beratnya

Luhan tersenyum kekanak-kanakannya dan kemudian mengalungkan kedua lengannya pada leher sehun sampai jaraknya dengan sehun hanya tersisa 3 cm.

"Apa yang ingin kau lakukan bocah?" Soal sehun apabila jaraknya dengan luhan semakin mendekat.

"Hehehe, lulu ingin mencium sehunnie. Bolehkah lulu mencium sehunnie?" Kata luhan dengan polosnya.

'Ya tuhan, kau tidak perlu meminta izin rusa kecil. Kerna aku akan melakukannya sendiri.'

"I'm yours." Balas sehun

"Benar. Sehunnie hanya milik lulu seorang!" Balas luhan posesif

"Kau juga milikku." Balas sehun dengan posesif juga.

Luhan tersenyum bahagia apabila ia mendengar perkataan sehun yang sangat posesif padanya. Kemudian dengan perlahan luhan mendekatkan wajahnya pada sehun yang sedang menunggu apa yang akan luhan lakukan selanjutnya.

Luhan dengan perlahan menutup matanya ketika bibirnya mulai menyentuh bibir sehun. Awalnya hanya menempel tapi sehun yang sedang bernafsu menginginkan lebih dari itupun menggerakkan bibirnya untuk mengulum bibir bawah luhan dengan sensual.

Dan luhan hanya membalas dengan mengulum bibir atas sehun. Sedikit demi sedikit ciuman mereka semakin dalam dan agresif. Lidah mereka saling membelit dan sehun mulai mendominasi ciuman mereka memasukkan satu tangannya ke dalam baju luhan.

Mula dengan menyentuh perut mulus luhan hingga memberi sensasi baru pada luhan. Baru saja jari sehun ingin menyentuh puting luhan terpaksa membatalkan niatnya kerana...

CLEK.

"Lulu, ayo--

... Heechul tiba-tiba masuk ke bilik sehun dengan membawa makanan ringan untuk luhan.

--ASTAGA! APA YANG KALIAN LAKUKAN?!" Bentak heechul

Sudah 5 minit berlalu, sekarang luhan dan sehun tengah duduk diranjang sambil menunduk diam. Heechul dengan berpeluk tubuh memandang sehun dan luhan bergantian. Ia seperti ibu-ibu yang sedang marah pada anak-anaknya yang berkelahi.

"Maafkan lulu hyung~" Ujar luhan

"Tidak, aku yang salah hyung." Sahut sehun

"Hahh.. kamu tidak seharusnya melakukannya pada masa ini! Sekarang tidak sesuai! Bagaimana kalau pekerja atau pelayan atau mungkin anak buahmu mendengar kalian yang sedang melakukan agenda dewasa dalam ruang ini?! Aigoo~ kepalaku pusing~" Kata heechul panjang

"Maaf hyung." Ucap sehun

"Lulu juga minta maaf hyung." Ucap luhan juga

"Hahh setidaknya kunci lah pintumu sehun-ah! Kalau tadi bukan aku yang membuka pintu itu dan melihat agenda kalian yang- Aigoo, abaikan.. Jangan di ulangi lagi." Nasihat Heechul

"Nae, Hyung.." Balas sehun

"Iya, lulu janji kalau lulu ingin bercinta dengan sehunnie lulu ngak akan melakukannya masa siang." Jawab luhan polos

"U-uhuk! Lu--"

"A-astaga! kepala kuu~" Ujar heechul

"Huh? Kenapa sehunnie dengan hyung menunjukkan ekspresi begitu?" Soal luhan polos sambil memiringkan kepalanya

"Sudah. Apa-apa pun yang kalian ingin lakukan itu bebas tapi lihat dulu keadaan di sini, lagi aman atau ngak. Paham lulu sayang~?" Ucap heechul

"Nae Hyung~" Balas luhan

"Kalau begitu ayo turun, makanan mu sudah hyung siapkan." Kata heechul pada luhan sambil mengambil makanan ringan luhan yang ia tinggalkan di depan pintu kamar sehun tadi.

"Hehehe, Ayo~ Cepat turun ya sehunnie~" Ucap luhan imut dengan nada yang menggemaskan lagi kemudian keluar bersama heechul.

Sehun memandang seketika pintu yang di tutup oleh heechul dan perlahan ia mengusak rambutnya frustasi.

'Ya tuhan, sungguh memalukan dirimu OH SEHUN! Bagaimana jika kejadian tadi itu telah menjatuhkan maruahku sebagai seorang mafia yang disegani!'

Dengan rambut yang berantakan, sehun memakai cepat kaosnya dan turun ke ruang tengah tanpa membetulkan rambutnya.

"TEN HYUNG KEJARRRRR!!!" Teriak luhan pada Ten yang sedang kuasa penuh ia mengejar Vivi.

Sehun yang baru saja melangkahkan kakinya di tangga terakhir mengalihkan pandangannya pada suara luhan yang memenuhi mansionnya.

Sehun hanya terdiam kaku apabila ia melihat Ten dan luhan yang sedang mengejar anjing kesayangannya sekeliling ruang.

"EHEM."

Dengan bunyi keras sehun coba mengambil perhatian semua orang yang sedang fokus dengan aksi kejar-kejaran Ten, Luhan dan Vivi.

Apabila mereka sedar dengan kehadiran sehun di sana pelayan yang tadi tertawa malihat aksi lucu bertaburan mencari kerja manakala pekerja decoration yang berada di sana juga terkejut lalu sibuk membuat hal masing-masing. Heechul dengan santai berdiri di sebelah sofanya sambil memegang beberapa makanan ringan milik luhan. Dan beberapa anak buah sehun dengan pantas berlari keluar dari mansion sebelum menerima penalty dari bos dingin mereka. Ten berhenti dari acaranya mengejar Vivi dan mengucap kata 'permisi' lalu ia keluar dari mansion tanpa menghiraukan luhan yang memanggil namanya.

"Uh? Sehunnieee~" Panggil luhan manja

Sehun tersenyum kecil kearah luhan kemudian ia mengistirahatkan tubuhnya di sofa.

Luhan berlari kecil ke arah sehun dan membiarkan Vivi bersembunyi entah kemana.

"Sehunniee, tadi lulu lagi coba mau bagi vivi rasa chocolate lulu tapi vivi tidak mau duduk diam. Dan apabila lulu coba menangkap vivi, ia berlari tanpa henti jadi ten hyung menolong lulu untuk tangkap vivi." Jelas luhan apabila ia telah duduk di pangkuan sehun

"Kenapa kau memaksanya untuk merasai chocolate mu?" Soal sehun sambil melingkari lengannya pada pinggang ramping luhan.

"Kerana... saat lulu lagi makan chocolate, Vivi melihat lulu sambil mengeluarkan lidahnya! Seperti ini." Jelas luhan lagi dengan coba meniru gaya vivi yang mengeluarkan lidahnya.

"Astaga lu, semua anjing kan memang begitu sayang~ Ia tidak kelaparan hanya kerna chocolate manis mu itu." Kata sehun gemas dengan tingkah luhan

"Ishhh lulu tau! Tapi vivi lagi memandang lulu seperti anak kecil yang ingin permen kapas sehunniee~" Balas luhan sambil mempoutkan bibir mungilnya.

"Hahaha, tidak payah cemberut begitu sayang~ Sini peluk aku." Kata sehun memujuk luhan.

'Kenapa aku tidak bisa marah dengan semua tingkah laku konyol mu luhan? Dan parahnya aku mencintai sifatmu itu.'

Luhan tersenyum kekanak-kanakan dan memutar tubuhnya agar berhadapan dengan sehun kemudian ia memeluk erat sehun sambil tertawa.

"Maaf mengganggu Tuan Oh, ada panggilan untuk Tuan." Kata pelayan yang tiba-tiba datang membawa telefon untuknya.

TIT.

"Hello?" Sahut sehun datar

"Bos." Suara nickhun kedengaran

"Kenapa?"

"Keadaan di Busan kembali pulih bos, tapi kejadian ini telah di rancang oleh ketua mereka. Begitu juga pembunuh upahan yang mengikuti kita di taman hari itu." Jelas Nickhun

"Siapa?" Soal sehun dingin

"Woozi sedang mencari tahu siapa punca dibelakang semua ini." Balas Nickhun tegas

"Sambungkan panggilanku dengan Woozi sekarang." Perintah sehun

"Baik bos." Balas Nickhun kembali

TUT TUT TUT. KLIK.

"Bos." Panggil Woozi dengan pantas

"Siapa dia?" Soal sehun to the point

"Orang yang telah menghantar anak buahnya yang berada di Jeju untuk ke busan dan membayar pembunuh upahan untuk mencederakan luhan di taman itu adalah BamBam. BamBam adalah Mafia kecil yang berasal dari Thailand, ia merupakan orang kuat kumpulan mafia disana bernama The Daberz. Ia seperti memiliki dendam tersendiri bos. Kami juga telah menangkap pembunuh upahan tersebut, ia adalah Im JaeBum. Apa yang perlu kami lakukan bos?" Ucap Woozi panjang dengan maklumat yang teliti

"Cari tahu dimana si mafia kecil dengan kelompoknya itu bersembunyi. Setelah mengetahui keberadaannya, hapuskan namja itu dan semua tikus-tikusnya kemudian beri peringatan pada The Daberz tersebut bahawa jangan main-main dengan Bermuda Triangle jika mereka masih ingin hidup bernyawa di dunia ini." Perintah Sehun datar.

"Baik bos." Balas Woozi

TIT.

Panggilan tersebut sehun matikan. Sehun diam seketika kemudian mendail nombor yang berkod Russia.

TUT TUT TUT. KLIK.

"Hello bos." Sahut Yunho

"Apa pekerjaanmu disana belum selesai?" Tanya sehun dingin

"Tidak ada lagi bos. Tinggal penghantaran pil melalui jet akan aku uruskan hari ini." Jelas Yunho

"Bagus. Besok kembalilah ke sini." Perintah sehun tegas

"Baik bos. Apa perlu aku membawa pulang sesuatu? Mungkin hadiah untuk si mungil di sana?" Tanya Yunho sambil coba menggoda sehun

"Terserah." Balas sehun datar

TIT.

Panggilan tersebut mati. Siapa tidak tahu kalau bos mereka sedang jatuh cinta jika bukan Heechul yang memberi tahu mereka. Anak buah sehun sempat terkejut dengan berita itu tapi mungkin dengan adanya luhan di sisi sehun, sehun tidak lagi akan merasa kesunyian.

Sehun memberi telefon itu kembali pada pelayan tersebut kemudian beralih kepada heechul yang sedang memegang bungkusan jelly ditangannya.

"Bila si Yoda dengan Kkamjong akan kembali?" Soal sehun terus kepada heechul

"Tuan Park dan Tuan Kim akan kembali lusa. Mereka ingin kembali lebih awal 2 hari dari tarikh yang sepatutnya." Jelas Heechul

"Baiklah." Balas sehun singkat

"Sehunnieee~" Panggil luhan manja

"Kenapa sayang?" Soal sehun pelan

"Siapa si Yoda dengan Kentang itu?" Soal luhan dengan menggedip matanya polos

"Kkamjong sayang." Ujar shun membetulkan sebutan luhan

"Ya itu. Mereka siapa?"

"Sepupuku. Kenapa?"

"Apa mereka tampan sehunnie?"

"Tidak. Jelek." Balas sehun datar

"Hahaha Sehunniee~" Panggil luhan sambil mencubit gemas pipi sehun

"Apa maumu rusa manja?" Soal sehun dengan nada yang dibuat-buat kesal

"Hahaha aniyaa~ Lulu hanya ingin katakan yang sehunniee tampan." Ucap luhan dalam bisikan apabila ia mendekatkan bibir mungilnya pada telinga sehun

"Siapa yang mengajari mu untuk melakukan seperti itu lu?" Tanya sehun

"Ten hyung. Ia bilang kalau mau yang feeling-feeling romantis mesti bisik-bisik." Jawab luhan sambil tersenyum.

"Astaga anak itu." Ujar sehun

"Sehunnie kapan kita bisa kencan lagi?" Rengek luhan

"Kenapa tiba-tiba ingin kencan lu?" Soal sehun

"Lulu hanya ingin menunjukkan pada dunia bahawa Oh Sehun, CEO Bermuda Triangle milik Xi Luhan sepenuhnya!" Kata luhan seperti sedang mengingati perkataan uang seharusnya ia katakan.

"Siapa yang berkata begitu pada mu lu?" Soal sehun dengan sabar

"Ten hyung. Ia bilang kalau lulu ini betuah kerana dapat kekasih seperti sehunnie! Jadi kalau lulu lagi kencan sama sehunnie semua orang tahu kalau sehunnie hanya milik lulu seorang!" Jelas luhan dengan imut walaupun ia coba menampilkan wajah serius, itu lebih kelihatan lucu dan menggemaskan

"Ya tuhan... Kai, aku benar-benar ingin memenggal kepala anak buahmu." Lirih sehun

"Hyung, buatkan sehunnie coffe latte favoritenya yaa~" Pinta luhan

"Baiklah, sebentar ya lulu sayang~" Balas Heechul singkat kemudian menghilang masuk ke dapur.

"Gumawo Hyung~!" Balas luhan

Luhan memainkan jemari sehun bosan. Sebenarnya ia tengah menahan kantuknya. Tapi ia akan menunggu sehun menghabiskan coffee latte nya sebelum memujuk sehun untuk tidur awal hari ini.

"Selamat minum sehun-ah" Ucap heechul apabila ia meletakkan secangkir coffe latte milik sehun di meja yang berhampiran sehun.

"Thanks hyung." Balas sehun

Sehun menghabiskan tegukan terakhir coffee lattenya dan melihat ke arah luhan yang tengah tertidur di pangkuannya.

'Rusa degil ini. Kenapa ia sangat keras kepala tidak mahu mendengar cakapku? Hahh.. walaupun ia kelelahan tapi ia tidak meminta ku untuk menggendongnya ke atas. Kekekekeke'

Sehun dengan perlahan mengangkat posisi tidur luhan menjadi bride-style agar mudah untuk mengangkat luhan ke atas.

Dengan perlahan sehun meletakkan tubuh kecil luhan di ranjangnya dan memakaikan selimut hangat pada luhan.

"Sehunnie.." Lenguh luhan dalam tidurnya.

"Tidur lah sayang.." Ucap sehun

"Ayo bercinta.." Kata luhan dalam tidurnya lagi

"Uhuk!" Sehun memejam matanya perlahan dan menarik nafas lalu menghembusnya perlahan.

Sehun keluar dari kamarnya perlahan-lahan agar tidak membangunkan rusa mungilnya.

Sehun melihat sekelilingnya kemudian...

"TENNNN!!!!" Seru sehun

... ia berteriak memanggil orang yang merosakkan otak rusa kecilnya.

"AMPUN BOSSSS!!! AKU BERSUMPAH TIDAK AKAN MELAKUKANNYA LAGIII!!!" Jerit Ten ketakutan sambil berlari keluar mansion.

TO BE CONTINUE,

.-HUNHAN FOREVER-.

Thanks pada yang review~