THE ONE WHO CAN CHANGES ME

.

.

.

.

CHAPTER 4

.

.

.

.

OH SEHUN X XI LUHAN

.

.

.

.

RATE T-M

.

.

.

.

ROMANCE/ACTION/BOYSLOVE

.

.

.

.

Kehidupan seorang mafia yang kejam berubah hanya disebabkan bocah yang manja tetapi tidak mendengar perintahnya. MATURE! YAOI! NC19! MPREG! HUNHAN/CHANBAEK/KAISOO!

.

.

.

.

WARNING: DO NOT READ IF YOU DON'T LIKE IT! ADULT FANFICTION! NOT FOR UNDERAGE! YAOI! MPREG! TYPO (S) EVERYWHERE!

.

.

.

Park Dobby Present~

.

.

.

HAPPY READING

.

.

.

-HUNHAN FOREVER-

.

.

.

Sehun keluar dari kamarnya perlahan-lahan agar tidak membangunkan rusa mungilnya.

Sehun melihat sekelilingnya kemudian...

"TENNNN!!!!" Seru sehun

... ia berteriak memanggil orang yang merosakkan otak rusa kecilnya.

"AMPUN BOSSSS!!! AKU BERSUMPAH TIDAK AKAN MELAKUKANNYA LAGIII!!!" Jerit Ten ketakutan sambil berlari keluar mansion.

Heechul yang melihat kejadian itu hanya menggeleng kepalanya pelan.

"Hmm.. Hyung?" Panggil seseorang pada Heechul

Heechul memutar tubuhnya dan melihat Kyungsoo -Koki dalam mansion sehun.

"Ya, kyungie~ Kenapa?" Soal heechul lembut

"Hyung.. Apa aku boleh menjemput temanku kemari saat pesta nanti?" Tanya kyungsoo malu

"Tentu saja sayangku~" Jawab Heechul

"Hehehe terima kasih hyung." Balas Kyungsoo kemudian berlalu pergi.

Sehun yang masih mencari keberadaan Ten segera turun ke bawah dan menggumpulkan semua anak buahnya di halaman luas mansionnya.

"Pastikan saat pesta nanti keselamatan tetamu ku dijaga dengan ketat." Kata sehun tegas

"Baik bos." Jawab semua anak buah sehun termasuk ten yang sedang bersembunyi dibelakang.

"Ten, keluar dari tempat persembunyianmu dan menghadap aku se.ka.rang." Ucap sehun tegas

Semua orang bawahan sehun yang mendengar perintah sehun mengalihkan pandangan mereka pada satu manusia yang sedang pandang ke bawah di barisan belakang. Kemudian mereka memberi laluan agar sehun dapat melihat Ten yang masih tersenyum canggung.

"H-hai bos." Kata Ten gugup

"Kemari kau manusia mesum." Kata sehun datar

"H-hmm aku rasa tidak apa kalau kita berbicara dengan jarak ini bos." Balas ten saat ia bahkan tidak beranjak dari tempatnya.

"Apa yang telah kau ajarkan pada luhan?" Soal sehun

"L-luhan yang bertanya padaku apa yang selalu sepasang kekasih lakukan. D-dan aku hanya menjawab yang ada dipikiranku saat itu bos." Jawab Ten gugup sambil menggerakkan kakinya tanpa henti.

"Hahhh.. Baiklah, aku akan keluar nanti dan sementara aku tidak ada di sini kau harus menjaga rusaku dengan nyawamu. Aku tidak ingin saat aku pulang aku melihatnya bersedih ataupun terluka bahkan goresan kecil pada tubuhnya!" Perintah sehun tegas

"B-baik bos." Balas Ten

"Jun, bawa team mu ikut bersamaku. Hantarkan beberapa orang untuk pergi ke bandara, disana ada Yunho menunggu mereka malam ini." Jelas sehun

"Baik bos." Jawab Jun pantas

"Bobby, kau dengan orangmu pergi ke markas di Ilsan. Yunho telah menghantar jet ke sana, jangan sampai ketangkapan polis. Simpan beberapa karton pil itu di markas. Mengerti?" Ucap sehun datar

"Mengerti bos." Balas bobby pantas

"Kalian yang lain! Lakukan tugas kalian dengan baik!" Kata sehun singkat

"Baik bos." Balas semua anak bawahan sehun.

"Bubar." Perintah sehun dingin.

Sehun meneruskan perjalannya ke markas Woozi, ia ingin berjumpa dengan manusia yang berani sekali untuk melukai rusa mungilnya. Sebelum berangkat sehun sudah berpesan pada Heechul untuk memerhatikan luhan dengan ten jadi ia tidak perlu risau akan tentang rusa kecilnya.

"Bos, apa perlu kita bertemu dengan Taeyong dan Nickhun?" Soal anak buah Jun yang sedang memandu.

"Suruh mereka berdua datang ke markas Woozi." Perintah sehun singkat.

Kimbum-anak buah Jun tadi memanggil nombor Nickhun sambil memfokuskan mengemudi dengan tangannya yang lain.

"Bos ingin berjumpa di Markas Woozi. Bawa Taeyong bersamamu." Kata Kimbum kemudian mematikan panggilan tersebut.

Kenderaan sehun bergerak dengan cepat memotong mobil lain yang ada di jalan kerna lebih awal ia sampai ke sana, lebih awal ia boleh pulang menemui rusa kecilnya.

MARKAS WOOZI.

Sehun masuk ke markas woozi kemudian terus duduk dihadapan woozi yang memegang satu dokumen yang berwarna hitam.

TAK.

Woozi meletakkan dokumen yang ia pegang di meja yang tepat berhadapan dengan sehun. Sehun menatap dokumen itu seketika kemudian membuka halaman pertama dokumen tersebut dan melihat maklumat pribadi seseorang yang ia cari beberapa hari ini.

"Mafia kecil itu bernama Kunpimook Bhuwakul Bambam. Berusia 20 tahun yang merupakan putra duta terbesar di Thailand. Keberadaannya sukar untuk teamku rentasi saat ini jadi kami hanya menjumpai beberapa tikus kecilnya di korea telah kami hapuskan kecuali pembunuh upahan yang menyerang bos di taman masa itu telah kami kurung dalam bilik penyeksaan." Jelas Woozi panjang

"Bagus. Kau telah melakukan tugas mu dengan sangat baik. Tapi kau harus menggunakan orang kita yang berada di Thailand untuk memata-matai pergerakan mafia kecil itu. Ia hanya dilindungi oleh orang tuanya jadi tidak perlu khawatir kerna setiap langkah yang ia ambil tidak akan membatasi kemampuan orang tuanya. Dan teruskan seksa pembunuh upahan itu, aku akan bertemu dengannya jika aku ingin melepaskan kemarahanku." Ujar sehun datar

"Baik bos." Balas Woozi tegas

CLEK. BAAM.

Bunyi pintu markas woozi di tutup dengan kasar menampilkan kedua orang bawahannya yang kembali dengan wajah penuh balutan luka.

"Woozi hyung~" Panggil Taeyong sambil memeluk woozi erat

"Aigoo~ Kenapa banyak sekali luka pada wajahmu Taeyong-ah?" Soal Woozi khawatir dengan keadaan Taeyong

"Ia tidaklah berkelahi dengan banyak tapi ia yang memiliki banyak luka." Sahut Nickhun yang muncul dari belakang Taeyong

"Hahaha gaya Taeyong memang seperti kembarnya. Bagaimana Ten? Ia tidak pernah lagi melawatku disini." Kata Woozi

"Aku sudah 3 minggu tidak melihat wajah si mesum itu hyung. Terakhir kali kami bertemu saat ia ikut Bos Kim ke Taiwan." Jelas Taeyong

"Hahaha kau harus mengunjunginya di sana kalau kau memiliki waktu." Ujar Woozi

"Ia berada di mansion saat ini." Sahut sehun datar.

"Benarkah bos?" Tanya Taeyong dan dijawab anggukan kecil oleh sehun

"Wow kembar yang merupakan kombinasi terbaik dari Bermuda Triangle kini bersatu kembali!" Ucap woozi dengan tepukan tangan

"Hahaha kami hanya pelatih biasa saja hyung." Balas Taeyong menolak pujian woozi.

"Hahaha tidak apa, lagipun jarang aku memujimu." Ujar Woozi sambil mengusak rambut taeyong.

"Hyung, kau merosakkan gaya rambutku!" Kesal Taeyong

"Datanglah ke mansion awal sedikit woozi-ah, kau tidak mau ketinggalan pesta Bermuda Triangle kan?" Sahut Nickhun

"Tentu. Jangan risau nick, aku akan mengatur acara nanti malam, hahahaha" Balas woozi

"Baiklah, kami akan kembali ke mansion sekarang kerna banyak yang perlu kami uruskan lagi woozi-ah. Apa-apa pun beritahu kami segera." Kata Nickhun

"Hyung..besok kami akan berangkat ke bandara untuk mengambil Tuan Kim dan Tuan Park, apa kau tidak ingin menjadi orang pertama yang bertemu Hoshi?" Kata Taeyong sambil menggoda Woozi, Hoshi adalah Bodyguard Kai selain Taemin yang merupakan kekasih Woozi.

"Aku merinduinya.. Tapi tidak apa-apa aku akan menunggu kepulangannya di rumah kami." Balas woozi lirih

"Kesian Hyungku ini~" Ucap Taeyong sambil memeluk tubuh kecil woozi dengan wajah simpatinya.

"Sudahlah dengan dramamu Taeyong-ah. Ayo bos, kita pulang." Ujar Nickhun sambil menepuk punggung taeyong agar berhenti dengan aktingnya.

"Hyung, kami berangkat dulu ya~ Takecare hyung!" Kata Taeyong dan kemudian membungkuk hormat sehun. "Ayo kita pergi bos." Ucap Taeyong tegas kembali.

Sehun, Taeyong dan Nickhun meninggalkan markas woozi dengan segera kerna bos mereka yang ingin sampai cepat ke mansion untuk menemui rusa kecilnya.

MANSION OH.

"Hyung." Panggil sehun pda Heechul sebaik saja ia masuk ke mansion.

"Kenapa sehun-ah?" Soal Heechul

"Dimana luhan?" Tanya sehun to the point

"Luhan dan Ten di halaman belakang bersama Vivi sehun-ah. Sebelumnya dia menangis kerna tidak menemukanmu disampingnya saat ia bangun. Tapi Ten membujuk luhan selama 2 jam, sekarang luhan telah baik sehun-ah." Jelas Heechul

"Hahh.. baiklah, terima kasih hyung." Balas sehun datar kemudian masuk ke kamarnya.

Sehun baring di tempat tidurnya sambil menutupi wajahnya dengan satu lengannya. Sehun berfikir apa yang telah ia lakukan kepada rusa kecilnya. Ia telah membuat rusa kecilnya menangis!

TAP TAP TAP. CLEK. BAAM!

Luhan yang berlari dan kemudian membuka dan menutup pintu kamar sehun dengan keras. Luhan berlari menuju ke arah sehun dan terus melompat ke badan sehun.

Sehun yang sedang menikmati ketenangannya seketika tiba-tiba merasa berat badan luhan di atas tubuhnya. Ia membuang lengannya ke sisi kemudian memandang luhan yang sedang menatap ke arahnya dengan mata yang berair.

"Hisk.." Luhan terisak melihat wajah sehun yang ia rindukan sejak 5 jam yang lalu sehun pergi meninggalkannya.

"Hye, kekasihku kenapa menangis?" Soal sehun kemudian mengangkat tubuhnya untuk duduk dan bersandar pada headbednya.

"Hisk- Sehunnie kemana?" Tanya luhan kemudian memeluk erat leher sehun.

"Aku hanya pergi sebentar sayang.. Tidak lamakan? Aku sudah kembali di sini lu.." Ucap sehun sambil mengangkat wajah luhan yang menunduk lalu membersihkan air mata luhan yang membasahi pipi gembilnya.

"Iya tidak lama. Tapi lulu rindu~ Sehunnie pergi tanpa beritahu lulu, lulu pikir sehunnie sudah lari." Jelas luhan yang mempoutkan bibir mungilnya sambil mengelus pelan rahang sehun.

"Aigoo~ kekasihku merindukan ku~ Aku tidak akan meninggalkanmu luhan. Walaupun kau membenciku sekali pun, aku akan tetap berada di sisimu kerna kau adalah tanggungjawabku. Dan sekarang kau adalah seseorang yang penting dalam hidupku." Ujar sehun sambil memeluk pinggang luhan posesif

"Lulu tidak akan benci sehunnie. Lulu akan selalu bersama sehunnie kerna lulu sayang sehunnie melebihi apa pun di dunia ini. Sehunnie saranghaee~" Balas luhan yang tersenyum manis sambil mengalungkan pada leher sehun.

"Aku lebih mencintaimu lu..." Kata sehun kemudian menyembunyikan wajahnya pada ceruk leher luhan.

Dengan hanya aroma tubuh luhan yang manis sehun dapat ketenangan seolah semua beban yang ada padanya terasa ringan. Sehun terus menghidu bau manis honeydew pada leher luhan hingga ia ingin tertidur.

Luhan hanya diam dan menggerakkan tangan kanannya untuk mengusap punggung sehun dengan lembut manakala tangan kirinya meremas rambut belakang sehun dengan pelan. Luhan menyukai sensasi yang ia rasakan pada lehernya, apabila nafas sehun terasa menerpai area sensetifnya.

"Sehunnie pasti lelah ya~ Rest well sehunniee~" Ucap luhan

Sehun tertidur dalam posisi itu selama 20 minit, ia bersyukur bahawa badannya tidak terlalu sakit kerana headbed menahan tubuhnya. Luhan juga tidak mengeluh kerna ia menikmati sifat sehun yang manja padanya.

TOK TOK TOK. CLEK.

"Lulu.. Sehun.. Ayo turun makan malam." Panggil Heechul kemudian membuka pintu kamar sehun dengan perlahan.

Heechul melihat posisi tidur mereka hanya tersenyum dan menggeleng kepalanya. Sifat mereka seperti kembar yang saling menyayangi dan itu membuat heechul berasa luhan adalah takdir yang tepat untuk sehun. Walaupun sehun mungkin mafia yang kejam kepada masyarakat tapi sebenarnya sehun masih remaja yang hanya bersikap dewasa.

"Lulu.. Bangun sayang..." Panggil heechul sambil menepuk pelan lengan luhan yang menggalung pada leher sehun.

"H-huh? H-hyung?" Ucap luhan sambil mengedip matanya beberapa kali.

Dengan perlahan luhan mengangkat kepalannya dari kepala sehun agar tidak membangunkan kekasih tampannya tetapi sehun terbangun malahan mengeratkan pelukannya pada pinggang luhan dan menenggelamkan lagi wajahnya pada ceruk leher luhan.

Sehun memang sudah sedar sejak mendengar suara Heechul yang memanggil namanya tapi sungguh sehun ingin terus berada diposisi ini dengan luhan dan mengabaikan pahanya yang telah sakit kerana menahan beban tubuh luhan tapi kerana apa yang ia perlukan sekarang hanyalah luhan jadi lebih baik ia menikmati masanya.

"Sehunniee.." Ujar luhan pelan sambil menggelus rambut belakang sehun dengan sayang.

"Hmm.." Balas sehun tetapi masih juga tetap di posisinya.

"Sehunnie.. ada hyung disini.." Kata luhan pelan

"Hmm.." Balas sehun kemudian mendekatkan bibirnya pada telinga luhan dan membisikkan sesuatu. "Saranghae." Dengan nada berat sehun berbisik pada luhan menyebabkan pipi luhan merah kerna malu.

"Sudah, kalian makan malam dulu baru nanti sambung tidurnya.." Kata heechul

"Kami akan turun sebentar lagi hyung... Terima kasih.." Ujar luhan kepada heechul

"Baiklah.. Paksa si manja itu untuk bangun ya lulu sayang~" Kata Heechul lagi sambil memandang sehun yang menggerakkan tubuhnya dengan luhan ke kiri dan ke kanan.

"Nae Hyung~" Balas luhan

Setelah mendengar jawapan luhan heechul keluar dari kamar sehun untuk menyambut kepulangan Yunho dari Russia.

"Kajja sehunniee, kita harus makan malam.." Ujar luhan pada sehun

"Sebentar sayang, aku lagi masih ingin memeluk kekasihku." Balas sehun dengan memainkan poni rambut luhan dan tangannya yang lain memegang pinggang luhan posesif.

"Sehunnie kenapa jadi manja begini~" Goda luhan dengan mencubit kedua pipi sehun gemas.

"Hanya ingin." Balas sehun

"Ayo turun makan." Kata luhan seperti perintah

"Baiklah Tuan Putri, Hahaha" Balas sehun dan mendapat cubitan sayang pada perut bersix-packnya.

Sehun tersenyum kemudian mengecup bibir mungil luhan dengan lembut.

"Cpkh.. hmm.. cpkhh- mphhh.. cpkhhh.. nghhh.. cpkhh.. cpkhh-" Hanya bunyi ciuman sehun dan luhan kedengaran.

"Hahhh... hhh..." Lenguhan luhan kedengaran apabila ciumannya dengan sehun terlepas.

"Ayo kita turun." Ucap sehun sambil membersihkan sisa air liur mereka di tepi bibir luhan.

Luhan mengganguk kepalanya pelan dan sehun menggendong tubuh luhan dengan posisi Koala-hug, mengabaikan rasa sakit pada kakinya dan turun kebawah untuk menikmati makan malamnya.

Keesokannya sehun yang lebih bangun awal kerna pancaran matahari yang mengganggu tidurnya. Ia memandang luhan yang masih tidur dengan memeluk boneka rusa yang bersaiz sederhana daripada Yunho.

Dengan perlahan sehun menggenggam tangan kecil luhan dan mengecupnya beberapa kali sambil tersenyum tampan. Pagi indahnya dihiasi malaikat yang sangat cantik dan manis kerana bagi ukuran pria luhan adalah pria yang lebih bersifat feminine dan sehun menyukai semua sifat serta tingkah laku luhan yang tidak pernah membuatnya bosan.

Luhan yang merasakan beberapa sentuhan diwajahnya membuka matanya perlahan dan luhan melihat sehun yang tengah menatapnya dengan senyuman tampan yang tidak hilang dari bibir tipisnya.

"Sehunniee~" Rengek luhan sambil membenamkan wajahnya di dada bidang sehun.

"Kenapa sayang? Adakah aku mengejutkan mu rusa kecilku?" Soal sehun kemudian mencium helaian rambut luhan.

"Aniya~" Balas luhan manja

"Lu, pagi ini aku telah melihat seorang malaikat yang sungguh cantik dan manis sampai rasanya aku tidak ingin berbalik darinya." Ujar sehun ingin membuat luhan cemburu

"Mana sehunniee lulu ingin lihat~" Pinta luhan manja

'Aduh, bukannya cemburu malah ingin melihat lagi.'

"Tapi lulu perlu mengambil cermin dulu.." Balas sehun

"Kenapa perlu cermin sehunnie?" Soal luhan polos

"Sebab dengan melihat cermin lulu akan melihat wajah lulu kerana malaikat itu adalah dirimu sayangku." Ucap sehun

"Aigoo sehunnie gombal pagi-pagi begini. Dan masa lulu membuka mata lulu juga melihat dewa yang sangat tampan sampai membuat lulu ingin mimisan. Kekekekeke" Balas luhan sambil menutup mukanya malu.

"Aduhhh kena balik gombalannya. Aku bisa cair bila mendengarnya sayang~" Kata sehun sambil menarik kedua tapak tangan luhan dan menggalungkannya pada lehernya.

"Hehehe lulu keren kan?" Kata luhan sambil mengangkat satu alisnya bangga.

"Iya lulu imut~ Ayo bangun setelah ini kita akan ke bandara."

"Bandara? Sehunnie akan liburan?"

"Bukan." Balas sehun singkat

"Kita akan pergi bulan madu yaa sehunniee?" soal luhan polos

"Itu juga salah. Aku akan membawa mu pergi bulan madu jika kau sudah benar-benar miliku sayang." Balas sehun

"Hehehe, jadi buat apa kita ke bandara sehunnie?" Tanya luhan

"Kita akan mengambil sepupuku yang baru pulang dari Japan dan Taiwan sayang~" Kata sehun

"Ohh si yoda dengan kentang itu ya sehunniee~" Ujar luhan

"Hahaha kkamjong sayang." Kata sehun memperbetulkan luhan

"Iya, si kkam itu~" Balas luhan imut

"Hahaha ayo kita turun sayang." Kata sehun

"Hehehe ayo dewa tampan~!" Sahut luhan

"Let's go malaikat cantik~!" Balas sehun kemudian dengan posisi seperti biasa mereka turun ke ruang makan dan semua orang dalam mansion telah terbiasa dengan agenda manis sehun dan luhan.

INCHEON AIRPORT.

Sehun, Luhan, Nickhun, Yunho dan kembar yang terpisah Ten dan Taeyong sedang menunggu pesawat pribadi Chanyeol dan Kai di pintu keluar penumpang sejak 20 minit lalu.

"Hun-ah!" Panggil Chanyeol sambil datang mendekati sehun dan yang lain.

Chanyeol, Kris, Minho, Kai, Taemin dan Hoshi mendekati sehun mereka sempat mengira bahawa luhan adalah bocah yang tersesat tapi mereka sudah tahu tentang luhan itu kerna Heechul yang menyampaikan pada mereka.

"Yo man!" Sahut sehun lalu menyambut mereka dengan pelukan brothers.

"Woozi dimana Taeyong-ah?" Tanya hoshi apabila ia tidak melihat kehadiran kekasihnya.

"Woozi hyung menunggumu di rumah kamu hyung." Balas Taeyong

"Terima kasih Taeyong-ah.." Ujar Hoshi kemudian menatap Kai seperti memberitahu sesuatu melalui mata mereka.

"Pergilah Hoshi." Perintah Kai pada Bodyguardnya.

Hoshi membungkuk terima kasih kemudian berlari keluar airport dengan pantas.

"Inikah si mungil itu?" Soal chanyeol dengan suara bassnya.

"Wow, Sehunnie ia model ya~? Kenapa suaranya seperti Ahjusshi sih" Soal luhan polos pada sehun setelah ia melihat ketinggian chanyeol dari jarak dekat.

"Polos amat ya tuhan." Lirih chanyeol yang mendengar ucapan luhan

"Hahaha ia hanya yoda terlebih kalsium Lu, Kris juga lebih tinggi dari chanyeol." Balas sehun

"Apa ia pemain basket sehunnie?" Soal luhan dengan polos lagi setelah ia melihat kris yang berada di belakang chanyeol.

"Tidak. Ia adalah pembunuh yang kejam." Ucap sehun ingin menakuti luhan

"Ohh.." Balas luhan paham sambil mengangguk imut

"Hye, Kau luhan kan?" Soal kai dalam bahasa china

"Sehunnie kenapa ia sungguh gelap?" Tanya luhan pada sehun setelah ia memandang wajah kai

"Dia kkamjong sayang." Jelas sehun

"Ohh kentang. Nihao, aku luhan. Salam berkenal kentang." Kata luhan dalam bahasa china sambil menghulurkan tangannya untuk berjabat tangan dengan kai.

"A-apa K-kentang katamu?" Ucap kai terbata tapi tetap menerima tangan luhan

Yang lain hanya tertawa melihat interaksi luhan dan kai.

"Bukan. Namaku Kim Kai." Jelas kai dalam bahasa china

"Kai?" Ulang luhan

"Iya." Balas Kai

"Kentang lebih enak di dengar kan sehunnie?" Ujar luhan

"HAHAHAHAHAHAHA" Dan lagi semua hanya tertawa mendengar ucapan polos luhan

"By the way, Ini hadiah untukmu dari Taiwan. Kau boleh memanggilku apa saja yang kau inginkan si mungil." Sahut kai sambil memberi luhan sekotak hadiah.

"Terima kasih kentang~" Balas luhan imut dan kai hanya menjawab dengan anggukan.

"Buka di kamar nanti." Kata sehun menghentikan tangan luhan yang ingin membuka pembalut kotak tersebut.

"Hehehe okay sehunnie~" Balas luhan manja kemudian memeluk manja lengan kanan sehun

"Ayo kita pulang." Sahut Yunho

Setelah sampai di mansion luhan berlari ke kamar sehun di atas untuk membuka hadiahnya. Manakala yang lain berkumpul di ruang tengah. Sehun juga mengikuti luhan untuk masuk ke kamarnya.

CLEK.

"Sehunnie, apa ini?" Tanya luhan bingung sambil memegang 2 kotak kondom berperisa strawberry juga apple dan sex toy yang bernama dildo

"Astaga...Lu tunggu di sini ya, dan letak balik benda itu di kotaknya ya sayang.." Ucap sehun menahan kemarahannya.

Sehun keluar kamar kemudian mengambil nafas panjang lalu...

"KIM KAIII!! KEMARI KAU KEPARAT!!" Teriak sehun.

... ia berteriak lagi.

"MAAF SEHUN-AH! TEN YANG MEMBERIKU CADANGAN ITU!" Balas kai dari ruang tengah

"TENNNNNNNN!!!! SIALAN KECIL KEMARI KAU!!!" Teriak sehun lagi

"MAAF BOS!! TAEYONG TOLONG SELAMATKAN AKUUUU!!! AKU MASIH BELUM NIKAH YA TUHANNN~" Jerit Ten sambil berlari keluar mansion

TO BE CONTINUE,

.-HUNHAN FOREVER-.