THE ONE WHO CAN CHANGES ME
.
.
.
.
CHAPTER 7
.
.
.
.
OH SEHUN X XI LUHAN
.
.
.
.
RATE T-M
.
.
.
.
ROMANCE/ACTION/BOYSLOVE
.
.
.
.
Kehidupan seorang mafia yang kejam berubah hanya disebabkan bocah yang manja tetapi tidak mendengar perintahnya. MATURE! YAOI! NC19! MPREG! HUNHAN/CHANBAEK/KAISOO!
.
.
.
.
WARNING: DO NOT READ IF YOU DON'T LIKE IT! ADULT FANFICTION! NOT FOR UNDERAGE! YAOI! MPREG! TYPO (S) EVERYWHERE!
.
.
.
Park Dobby Present~
.
.
.
HAPPY READING
.
.
.
-HUNHAN FOREVER-
.
.
.
Setelah pesta sehun selesai, para pelayan dan anak buah sehun sibuk mengurus keadaan mansion yang telah kembali tenang dari kebisingan pesta tadi.
Heechul menemani Yunho dan Nickhun naik ke tingkat atas diikuti Chanyeol dan Kai untuk bertemu sehun kerna diakhir pesta sehun menghilang.
Taeyong dan Ten yang melihat mereka yang pergi mendekati kamar sehun hanya bersmirk jahil.
"Tae-ya apa kau rasa mereka akan selamat dari kemarahan Tuan Oh?" Soal Ten sambil merangkul Taeyong dengan santai.
"Mungkin peristiwa yang berlaku pada kita tadi akan berulang lagi ten-ah." Balas Taeyong sambil terus menatap kumpulan manusia yang akan masuk ke lubang kematian.
"HAHAHAHAHA akhirnya bukan aku saja yang akan kena teriakan maut Tuan Oh." Girang Ten.
Heechul, Yunho, Nickhun, Kai dan Chanyeol berdiri dihadapan pintu kamar sehun. Mula-mula mereka rasa agak ragu untuk mengetuk pintu si ketua mafia itu tapi kembali kepada niat awal mereka, mereka juga berpikir bahawa sehun hanya menemani luhan untuk tidur sebentar.
Taeyong dan Ten hanya terkekeh di tingkat bawah memandang kearah sekumpulan manusia yang tidak mengetahui apa akan terjadi pada mereka sebentar lagi apabila mereka mengetuk pintu berwarna hitam itu.
TOK. TOK. TOK.
Akhirnya Heechul mengetuk pintu kamar sehun tapi setelah beberapa saat terdengar suara yang tidak begitu enak di dengar.
"Nghhh-- Ahh.. Ahh.. Ahh.. Shh-sehun!"
"Shh.. FUCK! TAEYONG TEN!! GET THE FUCK OFF!! SHIT!" Balas sehun setelah ia berhenti dari acara mari-menggenjot-rusa-nakalnya apabila ia mendengar kembali ketukan pada pintu kamarnya.
Heechul, Yunho, Nickhun, Chanyeol dan Kai hanya terhenti seketika apabila mendengar teriakan sang ketua dari dalam kamar setelah beberapa desahan halus luhan kedengaran.
"Shit." Ujar Yunho dan Nickhun bersamaan
"What The Fuck?!" Kesal Chanyeol
"Ohh--" Lirih Heechul pelan
"Aku pergi." Ucap Kai pantas kemudian berlalu pergi dari tempat ia berdiri.
Taeyong dan Ten yang mendengar jeritan sehun dari tingkat atas hanya membulatkan mata mereka.
"Shit. Tea-ya kenapa kita yang dimarah? Setahuku kita tidak bergerak dari sini sejak 5 minit yang lalu kan?" Ujar Ten bingung
"Damn. Ten-ah kok aku jadi malang ya kalau lagi bersamamu?" Balas Taeyong
"A-apa aku tidak akan dapat nikah Tae-ya?"
"Mungkin kau harus mencari jalang malam ini... Aku tidak pasti yang kau akan selamat besok." Nasihat Taeyong
"Tapi tae-ya, adik ku tidak suka sama namanya bekas. Tae-ya, kau saja jadi bottom ku. Aku tahu kau masih suci kan HAHAHAHAHAHAHAH"
"Shit! Perkosa aja orang lain." Kesal Taeyong sambil membuang lengan Ten yang merangkul bahunya kemudian pergi meninggalkan Ten bersendirian.
"Aku ingin merasakan lubangnya saja pelit. Kembar sok jual mahal." Gumam Ten kemudian berlari mengejar Taeyong setelah mendapat tatapan maut dari Yunho, Nickhun dan Heechul.
"Ehem. Bubar." Lirih Heechul kemudian pergi.
Chanyeol juga pergi masuk ke kamarnya. Ia juga harus mendapatkan hubungan dengan pria mungil idamannya.
Flashback ChanBaek Story.
Chanyeol menarik baekhyun keluar dari kebisingan mansion sehun dan membawa si mungil yang seharusnya berkerja membantu kyungsoo -teman kyungsoo itu baekhyun, berjalan ke tempat yang lebih tenang untuk sebuah perkenalan.
Kini chanyeol dan baekhyun berjalan ke arah taman kanak-kanak yang berada beberapa meter dari mansion sehun.
"Kau dan kyungsoo adalah teman?" Soal chanyeol memecahkan kesunyian keadaan mereka
"Ya. Ia teman dari perkerjaan part timeku dulu." Jawab baekhyun singkat
"Jadi.. kau tahu yang kyungsoo ingin dijual oleh ayahnya?" Soal chanyeol lagi
"Ya. Ia bercerita kepadaku ketika kami tidak sengaja terjumpa di market 3 tahun lepas." Ujar baekhyun dengan nada sedikit kesejukan
"Ohh.. Jadi kyungsoo--"
"Apa kau akan terus menyoal tentang kyungsoo?" Ucap baekhyun memotong perkataan chanyeol
Chanyeol bersmirk jahil.
"Aku suka type yang suka cemburu seperti mu." Gemas chanyeol ketika melihat wajah baekhyun yang sedang merah sambil protes.
"Apa maksud mu? Maaf ya Tuan Tinggi Sok Tampan. Aku ngak lagi cemburu cuma kesal! Kalau ngak ada yang penting aku harus kembali!" Kesal baekhyun dengan menggembungkan pipi berisi miliknya.
Bukan mendapatkan jawapan terus tapi si telinga lebar yang sialnya tampan ini malah memandang baekhyun dengan senyuman mautnya.
Baekhyun menghentakkan kakinya sambil mempoutkan bibir merahnya kemudian berbalik ke arah mansion sehun.
'Tadi bilang mau kenalan segala tapi eh sok menanya kyungsoo aja! Nomu miwoyo!' Batin Baekhyun
Baru beberapa langkah baekhyun berjalan sambil mengembungkan pipinya kesal tiba-tiba ia terasa jas berbau maskulin membungkus tubuh mungilnya.
"Hye manis, lebih hangat bukan?"
Suara berat chanyeol yang sangat sexy kedengaran pada telinga kanan baekhyun.
"Huh?" Baekhyun berhenti dan memalingkan wajahnya pada arah kanannya apabila ia mendengar suara berat chanyeol.
Chanyeol yang hanya mengenakan kemeja hitam tersenyum tampan dan membetulkan poni rambut baekhyun yang ditiup angin dingin malam.
"Look how cute are you. I wish you can be mine right now."
"Huh? Kamu lagi kata apa sih?" Soal baekhyun bingung.
Bohong deh. Baekhyun paham kok cuma ia takut akan merona jika terlalu jatuh dalam ucapan manis chanyeol.
Chanyeol tersenyum kembali. Ia mengeluarkan tangan kirinya dari kantung celananya dan meletak kedua tangannya pada pipi baekhyun.
"Masih dingin ngak?" Soal chanyeol khawatir
Baekhyun diam sambil memandang dalam mata bulat chanyeol kemudian mengangguk kecil.
"Aigoo, mianhae." Balas chanyeol singkat kemudian menarik baekhyun ke dalam pelukan hangatnya.
Sungguh ini adalah pelukan terhangat yang baekhyun pernah rasai dalam hidupnya. Ia rasa sungguh aman dan tenang.
Chanyeol melekatkan pipi kanannya dengan pipi baekhyun sambil mengeratkan pelukannya.
"Oh my god. I can feel how perfect your body with mine." Gumam chanyeol
"Chanyeol kamu ngak rasa dingin?" Soal baekhyun khawatir
"Mau ke tempat yang hangat?" Balas chanyeol
"Hmm." Balas baekhyun dengan anggukan kecil yang menggemaskan
Chanyeol melepaskan pelukannya dan menggengam tangan kecil baekhyun yang pas dengan tangan giantnya.
"Ayo." Ujar chanyeol
Baekhyun tersenyum sungguh manis kemudian mengecup pipi chanyeol hangat.
"Gomawo. Kajja yeollie." Ucap baekhyun manja
Chanyeol mengeratkan genggaman tangannya pada baekhyun kemudian mengecup permukaan atas tangan kecil baekhyun yang ia genggam.
"Yeollie its cute. Aku berharap lepas ini akan ada ciuman pada bibir dinginku." Ujar chanyeol sambil mengangkat tangan kirinya yang mengusap pipi baekhyun dengan ibu jarinya.
"Kajjaa~" Rengek baekhyun
Kedua pria yang berbeda ketinggian itu berhenti di sebuah pondok untuk berteduh. Kemudian sebuah mobil R1 abu-abu berhenti dihadapan mereka.
Seorang lelaki yang berpakaian santai keluar dan membungkuk pada chanyeol.
"Tuan muda, silakan." Ucapnya pada chanyeol
"Ambil mobilku yang berada di mansion sehun." Perintah chanyeol singkat
"Baik tuan muda." Balas pemuda tersebut tegas kemudian berlalu pergi
Chanyeol membuka pintu penumpang untuk baekhyun.
"Silakan~" Kata chanyeol
"Hehehe gomawo~" Balas baekhyun imut kemudian masuk ke mobil tersebut.
Setelah memastikan sang pujaan hatinya telah selamat, chanyeol dengan pantas masuk dan duduk di kerusi pengemudi.
Chanyeol mengemudi menggunakan tangan kirinya manakala tangan kanannya menggenggam tangan baekhyun.
"Kita akan ke mana?" Soal baekhyun dengan nada yang menggemaskan
"Ke tempat yang tepat untuk menciptakan kenangan indah kita berdua." Balas chanyeol sambil mengecup permukaan tangan baekhyun yang mulus beberapa kali.
"Hehehe baiklah~" Balas baekhyun imut kemudian menjatuhkan kepalanya pada bahu chanyeol sambil memeluk lengan besar chanyeol tanpa melepaskan genggaman tangan mereka.
Hanya dalam beberapa minit kini mobil chanyeol telah sampai ke tempat yang lebih tepat disebut villa.
"Ayo masuk." Kata chanyeol sambil mengusap lembut rambut baekhyun
"Ini dimana yeollie?"
"Villa milikku." Jawab chanyeol singkat
"Huh..?"
"Ayo masuk." Ucap chanyeol kemudian keluar dari mobil
Baekhyun yang tidak merasakan lagi genggaman hangat tangan chanyeol terus keluar dan mendekati chanyeol yang sedang berdiri dihadapan mobil yang mereka naiki.
"Sini." Panggil chanyeol pada baekhyun sambil menghulurkan tangan besarnya.
Baekhyun tersenyum manis dan menggenggam erat tangan chanyeol.
"Masuk?" Soal chanyeol lembut sambil membetulkan jasnya yang baekhyun pakai.
Baekhyun memeluk lengan kekar chanyeol dengan manja dan mengangguk kecil sebagai jawapan.
"Kajja." Balas chanyeol kemudian memasukkan tangan kirinya pada kantung celananya dan berjalan menghampiri pintu utama villa.
Terdapat empat orang bodyguard, empat orang pelayan villa dan seorang perempuan yang berpakaian kemas menunggu kedatangan chanyeol.
"Selamat kembali Tuan Muda." Ucap wanita yang memakai nametag 'Yoora Jin'
"Oh, nuna. Maaf kerna kedatangan ku yang tiba-tiba." Balas Chanyeol pada Yoora dengan nada yang sangat santai
"Kami sangat berbesar hati dapat menyambut Tuan Muda kembali ke villa ini. Adakah pesta Tuan Oh telah berjalan lancar?"
"Hahaha, pesta berjalan lancar nuna dan nuna juga harus ke sana Heechul hyung telah menguruskan mansion itu sendiri. Oh ya, nuna tolong siapkan beberapa pelengkapan di halaman belakang ya.." Balas chanyeol sambil berjalan masuk dengan Yoora dan pelayan-pelayan tersebut.
Yoora mengangguk. Ia memberi isyarat pada pelayan untuk menyiapkan permintaan chanyeol.
"Heechul memang tidak ingin aku membantunya Tuan Muda. Jadi siapakah pria manis ini?" Soal yoora dengan nada yang menggoda
"Ia kekasihku." Ucap chanyeol tegas
Baekhyun membeku seketika kemudian merona parah. Ia malu ya tuhan.
"Hahaha, akhirnya ia adalah pria istimewa yang merupakan idamanmu. Angkatlah wajahmu manis. Siapa namamu?" Soal yoora sambil menghidangkan air hangat dan pencuci mulut yang dibawa oleh pelayan.
Baekhyun perlahan mengangkat wajahnya sambil menggigit ibu jari tangan kanannya dengan gugup.
"B-baekhyun. Nama saya Byun Baekhyun N-nuna.." Balas Baekhyun pelan
"Aigoo~ Kenapa ia sangat menggemaskan Tuan Muda?" Gemas Yoora apabila melihat pipi berisi baekhyun dengan wajah yang malu.
"Kerna itulah aku memilihnya nuna." Kata chanyeol sambil merapatkan diri dengan baekhyun
"Aigoo~ Baekhyunnie, tidak usah malu ya? Nuna baik kok. Chanyeollie, setelah ini bawalah baekhyunnie melihat villa ini. Nuna akan menguruskan halaman belakang untukmu." Ujar Yoora
"Baiklah, Arigato nunaaa~" Balas chanyeol dengan nada manja
Yoora tersenyum bahagia, ia mengusap rambut baekhyun sayang kemudian berlalu pergi.
Yoora adalah orang yang paling dekat dengan chanyeol setelah Kai dan Sehun. Yoora juga seperti Heechul, ia telah berkhidmat untuk keluarga Park sebelum Chanyeol pergi ke japan.
Kedekatan chanyeol dan yoora seperti keluarga tetapi tetap saja mereka akan menjaga batas percakapan mereka jika memiliki tetamu dan akan berbicara santai jika mereka hanya berdua.
Chanyeol mengeratkan genggamannya hingga membuatkan wajah mulus baekhyun memandang ke arahnya.
"Marah?" Tanya Chanyeol singkat
"Untuk?" Soal Baekhyun bingung
"Aku memberitahu Yoora Nuna yang kau adalah kekasihku." Jawab chanyeol tanpa melepaskan tatapannya pada baekhyun
"Tidak apa-apa kok."
"Do you need any of milk sir?" Soal seorang pelayan yang ingin menuangkan susu pada hot chocolate baekhyun.
"Oh, yeah. Please do not put it too much. Thank you~" Balas baekhyun dengan nada yang sangat imut
"Your Welcome sir." Balas pelayan tersebut
Baekhyun menikmati hot chocolatenya seketika kemudian berbalik kepada chanyeol.
"Ayo kita lihat villanya~"
"Did you just speak english little puppy?"
"Ops. Did i just get caught? Hehehe bwee~" Balas baekhyun kemudian mengeluarkan lidahnya
"You know what i just said earlier? Why did you trick me huh?~"
"Well, i just having fun. Kekekeke"
"Be mine Byun Baekhyun."
"There's no question mark! Are you forcing me mr park?"
"I am." Balas chanyeol singkat kemudian mengunci bibir mungil baekhyun
Baekhyun menutup perlahan kelopak matanya kemudian tersenyum ketika bibir chanyeol mulai bergerak untuk mengulum bibir atasnya.
Ciuman manis itu terus berlaku sampai kedua lengan baekhyun mula menggalungi leher chanyeol.
"I loves how aggressive you when you're with me baby."
"Well this is me."
"And i love you."
"Hehehe~ Did you just confess?"
"I Love You." Ujar chanyeol dengan suara beratnya sambil menarik pinggang kecil baekhyun agar si mungil ini lebih rapat dengannya.
"Need the answer mr curious?" Soal baekhyun dengan nada menggoda sambil meremas rambut belakang chanyeol
"I need you more then the answer." Balas chanyeol dengan mengelus perlahan pinggang ramping si mungil.
"Yes. I'm yours." Jawab baekhyun singkat
"That's make me more satisfied."
"Jadi kapan kau akan membawa kekasihmu untuk melihat villa ini?"
"Kekeke, ayo. Kita akan melihat kamar kita dahulu." Bisik chanyeol pada baekhyun
"Huh, bullshit." Balas baekhyun kemudian mencubit kecil pinggang chanyeol
"Appo baby~" Rengek chanyeol manja
"Kajja." Ujar baekhyun kemudian bangkit sambil menghulurkan tangannya pada chanyeol yang masih merasa sakit pada pinggangnya.
Chanyeol bersmirk kemudian mengangkat baekhyun bridal-style sambil berjalan naik ke kamarnya.
Baekhyun tidak protes malah menyembunyikan wajahnya pada ceruk leher chanyeol.
CLEK.
Pintu kamar berwarna hitam itu terbuka dan menampilkan ruang tidur yang mewah walaupun hanya didominasi tiga warna.
Chanyeol meletakkan tubuh baekhyun perlahan pada ranjangnya.
"Tunggu di sini sebentar puppy, aku ganti pakaianku dulu." Kata chanyeol
Sementara chanyeol menggantik pakaiannya kepada pakaian yang lebih hangat, baekhyun dengan malas menarik selimut chanyeol menutupi tubuh mungilnya.
Jika chanyeol terlambat mungkin baekhyun akan masuk ke alam tidur nyamannya. Chanyeol yang mengenakan sweater hangat berwarna hitam dengan perlahan mendekat kearah baekhyun yang sedang memejamkan matanya.
Chanyeol tersenyum jahil kemudian masuk dari bawah selimut yang baekhyun pakai dan menindih tubuh kecil tersebut.
"Kau sungguh memiliki keberanian yang besar little puppy. Kalau aku benar sungguhan orang jahat mungkin kau tidak lagi selamat saat ini. Ahh Park Chanyeol, tahan nafsu mu." Bicara chanyeol sendiri sambil menepuk dadanya perlahan.
Baekhyun membuka matanya perlahan kemudian tersenyum kecil.
"What you're doing mr park?" Soal Baekhyun sambil menggerakkan alis kanannya
"We have to see some more places little puppy. Are you going to sleep or follow me?" Ujar chanyeol sambil mencubit pipi gembil baekhyun
"Are you finished changing clothes?"
"Hm. Let's get up. I need to show you something on the backyard." Balas chanyeol
"Oh okay."
Chanyeol dan baekhyun bangun dari ranjang yang hangat tersebut dan berjalan bersama ke halaman belakang sambil menggenggam erat tangan masing-masing.
"Chanyeollie, pakai ini. Diluar sangat dingin." Sambut Yoora apabila chanyeol dan baekhyun telah sampai di halaman belakang.
Chanyeol menerima jaket hangat yang yoora berikan dan memakainya dengan pantas. Kemudian ia membetulkan letak jasnya pada badan mungil baekhyun.
"Ayo duduk." Ajak chanyeol pada Baekhyun
Baekhyun tersenyum kecil kemudian duduk dengan tenang di tempat duduknya sambil melihat chanyeol yang masih berdiri berdekatan meja makan yang ia sediakan.
"Mr Park, Can you please sit down? Until when will you standing there?" Soal Baekhyun pada chanyeol yang masih belum beranjak dari posisinya.
"Wait little puppy--" Perkataan chanyeol terpotong apabila Yoora datang kembali sambil membawa bunga mawar merah dan memberikan pada chanyeol.
"Chanyeollie.. Good Luck!" Ucap Yoora kemudian pergi masuk ke villa dengan beberapa pelayan yang baru sahaja menghidangkan makan malam mereka.
"Yeollie--"
"Baekhyun.. Aku mungkin adalah pria asing yang baru beberapa jam tadi kau kenal. Tapi pertemuan pertama kita sungguh memberi kesan pada diriku baek. Aku bukanlah namja yang mampu menahan diri dengan hubungan kekasih yang boleh putus kapan saja. Jadi...
Chanyeol berkata sambil berjalan mendekati baekhyun yang masih duduk terdiam. Chanyeol menggantung ayatnya kemudian melutut di sisi baekhyun yang duduk sambil menggembungkan pipi mochinya.
... aku berfikir sepanjang masa yang ku jalani bersamamu, adakah aku pantas untuk dirimu pada saat ini, masa depan dan selamanya. Jujur kekurangan diriku adalah seorang yang sangat aku cintai. Aku adalah manusia yang tidak percaya akan cinta pertama tetapi dirimu telah mematahkan pendirianku disaat aura manismu berdekatan denganku. Baek.. aku mungkin manusia yang ketiga terjahat didunia ini, adakah kau masih mahu menerimaku? Walaupun peristiwa ini berlaku dengan pantas di pertemuan pertama kita tapi aku harap ini adalah kenangan terindahku bersamamu. Sayang.. aku bersumpah dengan nyawaku untuk melindungimu disetiap tidurmu, menjaga hidupmu setiap pagimu, mencintaimu dengan sepenuh hatiku dan mengekalkan cinta ini hingga ke nafas terakhirku. Adakah kau akan menerima pria yang berbahaya ini untuk menjadi pasanganmu?..
Chanyeol merenung dalam mata baekhyun kemudian menggenggam erat tangan kecil baekhyun dengan bunga mawar yang berada di antara tangan mereka.
...Will you stay by my side in every situations and live with me until our last breath baby?" Soal chanyeol dengan suara beratnya.
"Hisk- Hisk- Hisk-"
"B-baby? Apakah aku menyakitimu?" Soal chanyeol khawatir apabila mendengar hisakan baekhyun
"Y-yeollie?--
Panggil baekhyun lembut
"Ya sayang?" Jawab chanyeol pantas
--Adakah aku mampu membahagiakan mu?" Soal baekhyun sambil melepaskan genggaman tangan chanyeol lalu menangkup wajah chanyeol.
"Baby.." Lirih chanyeol apabila merasa kehangatan telapak tangan baekhyun.
Chanyeol bangkit dari aksi melututnya lalu menarik tubuh si mungil untuk berdiri dihadapannya.
"Baby.. you are my soulmate. Aku akan berasa gembira dan bahagia jika aku mampu membahagiakan dirimu. Aku tidak ingin kehilangan dirimu baek. Aku tidak memerlukan 10 tahun untuk mengenali dirimu. Aku tidak perlu status kekasih yang tidak kukuh untuk mengikat dirimu denganku. Aku hanya ingin kau menjadi pendamping ku hingga jantungku tidak berdetak lagi. Apa yang harus kau ragukan? Aku akan bahagia dengan hanya melihat senyuman manismu." Ucap chanyeol sambil mengalungkan lengan baekhyun pada lehernya dan menarik pinggang ramping baekhyun agar si tubuh mungil rapat dengannya.
"Aku juga ingin membahagiakan mu yeol. Tapi apa yang diriku punya untuk bersama mu? Aku hanyalah anak yatim yang tidak memiliki apa-apa yang berharga.." Kata baekhyun dengan menundukkan kepalanya perlahan
"Hye, malaikat. Adakah kau sedar bahawa dirimu adalah paling berharga di dunia ini? Baek.. Kau tidak perlu harta untuk bersamaku kerna--
Chanyeol mendekatkan bibir tebalnya pada telinga baekhyun yang merah kerna suhu dingin yang bersama mereka.
-- Aku yang menginginkan mu little puppy.." Bisik chanyeol pada ayat terakhirnya.
"Be- benarkah yeollie?" Soal baekhyun dengan suara yang sungguh menggemaskan.
"I'm serious little puppy." Jawab chanyeol kemudian mengecup pipi merah baekhyun
"Hehehe, I do yeol." Jawab baekhyun kemudian memeluk chanyeol erat walaupun ia harus berdiri pada ibu jari kakinya untuk mengimbang ketinggian mereka.
"Shit. I love you!" Chanyeol dengan gembira.
Chanyeol mengangkat tubuh mungil baekhyun hingga baekhyun bergantung pada tubuh kekarnya.
"NUNA NAN HAESSEOYO!!! HE'S ACCEPTED ME!!!" Jerit chanyeol memenuhi vilaa miliknya.
Para pelayan dan Yoora bersorak gembira.
Chanyeol dan baekhyun kemudian menghabiskan makan malam mereka lalu kembali ke mansion sehun. Walaupun mereka telah bersama tetapi chanyeol harus menguruskan bisnes mereka dengan profesional dan baekhyun tetap memiliki tugas untuk membantu temannya, kyungsoo.
TO BE CONTINUE,
