SEARCH AND FOUND IT!

.

CHAPTER 2

.

Cast :

Kim Yesung

Cho Kyuhyun

Lee Donghae

Lee Hyukjae

Tan Hangeng

Choi Seung Hyun (T.O.P)

And another cast (Muncul sesuai jalan cerita)

Author : Kim Hwang Yuni

Rating : T +17

Genre : Crime, Hurt/comfort, AU, Suspense, Drama, Family

Warning :Typo

Disclaimer : Cerita ini terinspirasi dari perpaduan Film Fast and Furious dan Mission Impossible II

Attention : Jika tidak suka, jangan membaca! Hargai setiap karangan yang diciptakan oleh seorang fans. Karena menciptakan suatu karangan itu tidaklah mudah.

.

.

.

Summary : Kim Yesung yang merupakan anak berandalan yang kesepian dipaksa oleh Cho Kyuhyun, seorang perwira tinggi USA untuk menjalin kembali hubungan asmara bersama mafia besar, Choi Seung Hyun. Berhasilkah dia?

.

.

.

Happy Reading…!

.

.

.

Sampai sejauh ini rencana yang dibuat oleh Kyuhyun dan Yesung berhasil. Sesuai dengan dugaan, TOP memang mencari setiap berita dimanapun, baik melalui televisi, Koran, majalah dan juga internet. Dan entah keberuntungan atau tidak bagi TOP sendiri, dia menemukan pemberitaan tentang Yesung disana.

Dan saat ini Yesung tengah dalam perjalanan menuju mansion besar TOP yang mewah namun neraka bagi Yesung sendiri. Ya, TOP berhasil mengeluarkan Yesung dari penjara militer Amerika karena dia punya kuasa yang sangat besar dan berpengaruh di Negara paman sam tersebut.

Lain hal dengan Yesung yang saat ini sedang duduk manis didalam helikopter pribadi milik TOP, lain halnya dengan yang terjadi dicamp militer USA. 3 orang namja dengan berbeda keahlian tengah menunggu dengan hati berdebar. Kyuhyun sedang memeriksa laptop yang akan Donghae gunakan nanti.

Sementara itu, disebuah sofa panjang yang tak jauh dari Kyuhyun, duduk dengan tenang Hyukjae dan Donghae. Tidak ada hal yang menarik dari Hyukjae sebenarnya, mengingat dia yang sedang sibuk berkutat dengan ponsel canggih miliknya. Namun entah kenapa, Donghae terus memperhatikannya dari tadi seolah Hyukjae adalah hal yang paling menarik untuk dipandang sedunia.

Merasa risih dengan tatapan Donghae, akhirnya Hyukjae membuka suara untuk bertanya. "Kenapa kau terus memperhatikan ku? Memang ada yang salah dengan wajah ku?"

"Aniyo. Tidak ada yang salah. Hanya saja…" Donghae masih terus memperhatikan wajah Hyukjae secara lekat.

"Hanya saja apa?" tanya Hyukjae penasaran.

"…Hanya saja aku seperti pernah melihat mu sebelumnya."

"Jinjjayo? Aku rasa kau salah orang. Aku saja baru kali ini melihat mu." Hyukjae kembali fokus pada ponsel canggih miliknya.

Lama Donghae memperhatikan, hingga akhirnya dia tersentak. "Aku ingat sekarang!"

"Kau ini kenapa sih? Kau mengagetkan ku, tahu?" Hyukjae mengelus pelan dadanya.

"Kau kan yang malam itu di track balapan."

"Track balapan?"

"Kau tidak ingat?" Hyukjae menggelengkan kepalanya pelan. "Jangan berbohong. Malam itu kau juga ada disana, tepat saat untuk kali pertama Kyuhyun dan Yesung hyung bertemu dan beradu kecepatan."

Hyukjae masih terdiam. "Masih ingin berkelit? Kau yang waktu itu berteriak seperti ini 'Wow.. Tampaknya malam ini benar-benar akan menjadi malam yang sangat panjang dan menyenangkan.' Masih tidak ingin mengakuinya?"

"Aish… Baiklah!" Hyukjae mengusap wajahnya kasar. "Nde, malam itu aku memang ada disana untuk menemani Kyuhyun dan mengawasi keadaan disana."

"Kenapa?"

"Tentu saja karena rasa penasaran ku pada track balapan kalian. Isu yang kami dengar bahwa track balapan kalian adalah hal yang paling menarik. Tapi yang aku lihat biasa saja."

"Lalu bagaimana dengan yang kau rasakan?"

"Yang aku rasakan sungguh…" Hyukjae menerawang. "Wow… Fantastic baby!" Hyukjae tertawa, begitu pula dengan Donghae. Namun tawa mereka berhenti saat Kyuhyun memanggil mereka.

"Ada apa, Kyu?" tanya Hyukjae.

"Lihatlah, Yesung sudah berhasil masuk kemansion TOP."

"Berarti sampai sejauh ini rencana kita berhasil dengan mulus. Bagus sekali!" seru Hyukjae bersemangat.

"Tapi aku merasa, kita baru saja melemparkan bola salju kedalam neraka." ujar Donghae datar.

"Ya, dan lihat berapa peluang yang bisa kita dapatkan." ujar Kyuhyun yang menyambung perkataan Donghae barusan.

.

.

.

Yesung melangkah dengan anggunnya menuju TOP yang kini berdiri didepan pintu rumahnya bersama 2 orang yang Yesung tak mengenalnya sama sekali berdiri disamping kanan dan kiri TOP. Seorang namja mungil dengan rambut berwarna merah dan seorang namja dengan poni yang hampir menutupi mata namja itu terlihat datar menatap Yesung. Yesung tak mengerti, apa pandangan namja itu tidak terganggu dengan keadaan rambut depannya yang seperti itu?

Sementara TOP berdiri dengan gagahnya dengan menggunakan kemeja putih yang lengan kemeja itu digulung sampai siku dan jeans hitam juga dengan sneakers hitam yang membuat TOP semakin sempurna.

"Apa kau yakin dia aman?" tanya namja berambut merah yang berdiri disebelah kanan TOP.

"Apa maksud mu?" tanya TOP tajam tanpa mengalihkan pandangannya pada Yesung yang masih berjalan mendekatinya dari tengah halaman mansion yang sungguh luas seperti lapangan sepak bola.

"Tidak ada. Aku hanya merasa aneh saja. Tidak usah dipikirkan."

"Dengar GD. Dia adalah cinta pertama ku. Jadi aku masih sangat mencintainya."

Namja yang dipanggil GD itu hanya terdiam setelah TOP mengatakan seperti itu. Namun meski begitu, dia masih menaruh curiga pada Yesung untuk alasan tertentu.

"Daesung, bagaimana?" tanya TOP pada namja yang sedari tadi berdiri disebelah kirinya yang ternyata jika diperhatikan tengah berkutat dengan sebuah alat yang mirip dengan ponsel.

"Dia aman Hyung. Tidak ada apapun dalam tubuhnya. Dia 'bersih'." Jawab Daesung yang kini mengalihkan pandangannya pada Yesung yang semakin dekat pada mereka.

TOP merentangkan tangannya, siap menyambut tubuh mungil Yesung saat Yesung sudah semakin dekat padanya. Dan tanpa ragu, Yesung menyambut tubuh kekar TOP. Memeluk TOP dengan begitu erat, seolah melepas semua rindu yang tersimpan selama 7 tahun. Tapi tentu saja, perasaan itu hanya TOP yang merasakan. Sementara Yesung, dia makin risih saja. Apalagi kini dia mengetahui kenyataan tentang TOP yang sebenarnya. Membuat Yesung ingin menceburkan TOP kedalam samudra pasifik yang terdalam.

Mereka melepaskan pelukan setelah 10 menit lamanya berlalu. Dengan wajah yang dibuat seceria dan semenggemaskan mungkin, dan tak lupa senyuman manis termaut yang Yesung punya, Yesung mengecup sekilas pipi kanan TOP. Membuat namja tampan itu semakin merekahkan senyumannya.

"Sudah berapa lama kita tidak bertemu?" TOP memperhatikan tubuh mungil Yesung. "Kau semakin kurus saja. Apa selama ini kau tidak makan dengan benar?"

TOP memeluk pinggang Yesung dengan posesif, membuat jarak keduanya semakin dekat, bahkan tidak ada celah. "Aku makan dengan baik. Hanya saja aku punya banyak masalah hingga membuat ku kehilangan berat badan yang cukup banyak." ujar Yesung berbohong.

"Kalau begitu kau harus makan sangat banyak disini. Karena aku tak akan pernah membiarkan mu hidup kekurangan apalagi sampai menderita."

TOP mulai memajukan wajahnya pada wajah Yesung, hingga kini dia bisa menghirup nafas segar TOP yang wangi mint. Semakin memajukan wajahnya dan mempertemukan dua bibir yang sudah lama tidak bertemu. Menyalurkan semua perasaan rindu TOP dengan lumatan dan hisapan lembut yang membuat Yesung reflek mengkalungkan tangannya pada leher TOP. Sementara tangan kanan TOP semakin merengkuh pinggang Yesung dan tangan kiri TOP berada pada tengkuk Yesung, guna memperdalam ciuman mereka.

"Eungghh…" Yesung melenguh dalam ciuman kasar dan liar TOP, membuat TOP senang dan semakin menghisap kasar, bahkan kini dia menjelajah dalam mulut Yesung. Tak kuat dengan ciuman TOP, mengingat oksigen yang dibutuhkan semakin menipis Yesung memukul dada TOP. TOP yang mengerti segera menyudahi ciuman mereka walau dia tak rela sama sekali. Baginya ciuman tadi belum cukup untuk menyalurkan segala kerinduan pada sang mantan kekasih.

"Ayo kita kedalam. Aku punya tuxedo yang bagus untuk mu. Aku ingin melihat, apa aku masih mengingat ukuran tubuh mu dengan baik." ujar TOP yang kini menuntun Yesung masuk kedalam mansionnya. Dan tentu saja diikuti dengan 2 orang namja yang sedari tadi hanya menjadi penonton ciuman panas mereka.

Yesung terperangah dengan kamar pribadi TOP. Kamarnya sungguh luas dengan desain yang harus Yesung akui sangat indah dan menarik. Ornamen-ornamennya juga memiliki nilai seni yang sangat tinggi. Dengan perpaduan warna pink dan baby blue, kamar terasa sangat hangat dan nyaman. Dan ukiran-ukiran rumit pada langit-langit kamar TOP sangat mengagumkan, layaknya hasil karya seni dari seorang Da Vinci. Dan jangan lupakan sebuah lemari besar yang pintunya terbuat dari kaca, tersusun dengan sangat rapi koleksi robot-robot kesayangan milik TOP didalamnya.

Kegiatan Yesung dalam mengagumi kamar TOP terhenti saat dia merasakan sepasang tangan besar, kekar dan hangat merengkuh pinggangnya dengan sangat posesif. Belum lagi dagu TOP yang kini bersarang pada pundak Yesung. Dengan posisi seperti ini, Yesung bisa mendengar deru nafas TOP yang beraturan tapi terkesan kasar. Untuk mempermudah rencananya, dia mengelus sayang dan penuh kelembutan tangan TOP yang kini melingkar pada pinggangnya.

"Bagaimana menurut mu?" tanya TOP yang membuat Yesung mengernyit bingung.

"Kamar ini. Bagaimana?"

"Sangat bagus. Aku tidak tahu kau punya selera seni setinggi ini." Yesung membalikkan tubuhnya dan mengecup sekilas bibir TOP. "Sejak kapan kau mengerti tentang seni?"

"Sejak kau meninggalkan ku dan seseorang memperkenalkan ku pada seni."

Yesung merubah wajahnya –pura-pura- sedih. "Mianhae. Jeongmal mianhae. Aku tak bermaksud seperti itu. Aku hanya…"

"Sssttt.." TOP meletakkan jari telunjuknya pada Yesung. "Jangan mengungkit hal yang telah berlalu." TOP menurunkan jarinya dan mendekap Yesung erat, membenamkan kepala namja manis itu pada dadanya yang bidang. "Sekarang yang terpenting adalah tentang kita. Tentang kau dan aku."

TOP melepas pelukannya dan membalikkan tubuh Yesung menghadap pada ranjang yang telah tersedia satu stel tuxedo putih.

"Sekarang aku mau kau melepas baju mu dan kenakan tuxedo itu." perintah TOP.

Yesung membalikkan tubuhnya. "Dimana kamar mandinya? Aku akan mengganti disana."

TOP kembali membalikkan tubuh Yesung untuk menghadap ranjang kembali. "Kau tak butuh kamar mandi. Cukup lepaskan saja pakaian mu disini."

Yesung akan membalikkan tubuhnya kembali, sebelum tangan TOP menahan tubuhnya agar tidak berbalik menghadapnya. "Kalau begitu kau bisa keluar dulu."

"Aku tidak akan kemanapun, Sungie. Dan sekarang lebih baik kau cepat lepaskan pakaian mu agar aku bisa melihat apa aku masih ingat dengan ukuran tubuh mu."

"Bilang saja kau ingin melihat tubuh ku kembali." Inner Yesung dalam hati.

"Baiklah." Yesung melangkah maju dan tanpa ragu membuka kaos hitam miliknya, memperlihatkan tubuh putih mulus tanpa cacat sedikit pun.

Jujur saja, TOP mulai merasa gerah disini padahal dia yakin AC kamarnya menyala dengan suhu yang cukup dingin. Lalu tanpa ragu Yesung membuka celananya beserta dalamannya hingga kini dia full naked. Yesung baru akan mengambil kemeja putih saat tangan TOP menahan lengannya. Jujur saja, Yesung terus menunjukkan wajah datar saat membelakangi TOP.

"Kenapa? Bukankah kau ingin melihat ku mengenakannya lebih dulu?" tanya Yesung datar namun dibuat seceria mungkin.

"No. I think it's better."

Yesung bisa mendengar suara TOP yang memang dasarnya berat dan bass menjadi semakin berat, seperti menahan sesuatu? TOP membalikkan tubuh Yesung, meneliti tubuhnya setiap inchi dari atas sampai bawah dan kemudian kembali keatas. Mengangkat tangan kanannya guna mengusap sayang wajah Yesung. Tidak ada yang berubah dari diri Yesung. Yesung masih sama seperti 7 tahun yang lalu, hanya saja kini dia jauh lebih kurus.

Bisakah Yesung muntah sekarang juga? Dia sungguh malu untuk full naked didepan TOP. Memang ini bukan kali pertama bagi Yesung untuk full naked didepan TOP. Tapi rasanya dia sungguh risih. Dan satu lagi, hanya dia yang sepenuhnya naked disini.

"Huwaa… Adegan apa ini?" teriak Donghae sambil menutup kedua matanya dengan tangannya, begitu pula dengan Kyuhyun yang langsung membalikkan tubuhnya. Namun tidak halnya dengan Hyukjae. Dia malah sangat antusias melihat layar laptop Donghae yang memperlihatkan adegan TopSung.

"Wah, kenapa begitu mungil?" Donghae yang melihat Hyukjae, langsung menepuk keras kepalanya hingga mendatangkan ringisan dari yang punya. Dan dengan segera Donghae menutup layar laptopnya.

Donghae pun berdiri dari tempat duduknya. "Dasar mesum! Apa diotak mu hanya ada 'itu' saja?"

"Mianhae. Mana aku tahu akan ada adegan menarik seperti itu."

Donghae mulai emosi dengan perkataan Hyukjae. "Menarik kata mu? Apanya yang menarik? Yang ada aku ingin muntah."

"Hei, tak perlu semarah itu. Aku rasa wajar jika sepasang mantan kekasih yang telah lama tidak bertemu melakukan hal seperti itu."

"Kau… Aish! Jinjja?!" Donghae mulai frustasi mendekati Kyuhyun yang memasang wajah yang seperti bersalah.

"Kenapa dengan mu?" tanya Donghae.

"Dia benar." Kyuhyun menarik nafasnya dan menghembuskannya secara kasar.

"Dia benar tentang apa? Apa maksud mu?"

"Dia sudah menduga hal ini akan terjadi, bahkan mungkin sampai kebagian inti." Donghae masih diam, menanti perkataan Kyuhyun selanjutnya. "Dia sudah memperingatkan ku, bahwa berhubungan dengan TOP bukan hanya sekedar berhubungan fisik saja, melainkan juga dengan psikis. Dan kini aku merasa bersalah karena mendesaknya untuk melakukan rencana gila ini."

"Sudahlah. Tidak ada hal yang perlu kau sesali. Toh juga Yesung hyung sudah setuju. Dan rencana kita tengah berada diawal. Masih terlalu panjang untuk mengakhirinya sekarang juga. Jadi yang perlu kita lakukan adalah mengawasi, menjaga dan membantu Yesung hyung agar tetap aman." Kyuhyun hanya mengangguk. "Dan jika sampai terjadi sesuatu pada Yesung hyung, maka kau adalah orang pertama yang akan aku cari untuk aku bunuh. Meskipun aku tak pernah membunuh orang, namun aku bukanlah orang yang akan bermain-main pada ancaman ku sendiri."

Donghae pergi keluar dari ruangan itu, atau ruangan membaca Kyuhyun selama dia berada disini.

"Tidak perlu merasa bersalah. Ini sudah keputusan yang tepat. Aku yakin kita bisa menghadapi semua ini. Dan aku yakin Yesung hyung sudah memikirkan semua ini hingga akhirnya dia membuat keputusannya sendiri." ujar Hyukjae berusaha menenangkan Kyuhyun dari rasa bersalahnya.

"Ya, kau benar. Aku harus kuat atau aku akan kalah." ujar Kyuhyun meyakinkan dirinya sendiri.

.

.

.

Halaman belakang mansion TOP sungguh sangat luas, melebihi luasnya Stadion Giants (The Meadowlands), yaitu stadion terluas di USA. Biasanya halaman belakang ini dijadikan tempat bersantai, berkuda atau latihan menembak bagi TOP dan para bawahannya yang sangat banyak itu. Namun untuk saat ini tidak ada latihan tembak, meski disana terdapat 2 namja dengan warna rambut berbeda yang tengah mengokang revolver ditangan mereka masing-masing diatas rerumputan hijau alami yang sangat lembut. Dan berpohonkan oak sebagai pelindung mereka dari terpaan sinar mentari yang sungguh menyengat siang ini.

"Menurut mu bagaimana tentang Yesung hyung?" tanya namja dengan poni rambut yang menutupi mata, namun dia membelah dua poninya tersebut hingga kini tampak matanya yang sipit.

"Maksud mu mantan namjachingu Seung Hyun?" tanya namja berambut merah yang bernama GD dengan menekan kata 'mantan'.

"Nde. Tapi aku rasa dia sudah bukan mantan namjachingu lagi. Mereka kan sudah kembali bersama."

"Aku curiga pada dia." GD mengalihkan perhatiannya dari rivolvernya pada Daesung.

Daesung menatap GD dengan pandangan heran. "Kau curiga kenapa hyung? Dia itu 'bersih'. Jadi tidak ada alasan untuk mencurigainya." Daesung kembali menatap rivolvernya. "Lagi pula dia sangat manis hyung, dan juga mungil. Aku sungguh gemas melihatnya." Kini Daesung semakin menyipitkan matanya karena dia sedang tersenyum.

"Daesung-ah, jangan terlalu polos. Jangan tertipu hanya karena wajah manisnya. Kau tahu, banyak orang menggunakan kemanisan yang mereka punya hanya sebagai topeng belaka. Dan dibalik topeng itu, tersimpan wajah asli yang sangat menyeramkan, bahkan melebihi kita."

"Lalu apa alasan terkuat yang kau punya hyung?"

"Dia kembali pada Seung Hyun begitu saja."

Daesung kembali menatap GD tidak mengerti. "Apa maksud mu, hyung?"

"Yesung, dia meninggalkan Seung Hyun 7 tahun yang lalu dengan begitu sangat yakinnya, bahkan sama sekali tak ada keraguan untuk hidup normal bersama seorang yeoja. Lalu kenapa tiba-tiba sekarang dia kembali lagi pada Seung Hyun begitu saja dengan menyerahkan dirinya sepenuhnya pada Seung Hyun. Apa kau tak merasa aneh?"

"Kalau dipikirkan perkataan mu ada benarnya juga, Hyung. Aku ingat saat kali pertama mengenal TOP hyung. Dia seperti orang yang kehilangan segalanya hanya karena ditinggal namjachingunya." Daesung kembali menatap rivolvernya dan memasukkan magasin ketempatnya. "Tapi dari yang ku lihat, sepertinya TOP hyung tidak menaruh curiga sama sekali. Justru yang ada dia sangat senang dengan kehadiran Yesung hyung disini."

"Ya, kau benar. Tapi aku khawatir hal ini malah akan menghancurkan dia dari dalam."

"GD hyung, aku rasa TOP hyung bukanlah orang yang bodoh. Jika memang Yesung hyung itu punya maksud yang tidak baik, pasti TOP hyung akan segera mengetahuinya dengan mudah."

"Sayangnya Seung Hyun akan menjadi orang yang paling bodoh didunia ini jika sudah menyangkut tentang cinta." GD tersenyum miring. "Dia tidak akan mau percaya pada siapapun kecuali orang yang sangat dicintainya itu. Dan dia akan mempertaruhkan apa saja yang dia miliki untuk cintanya itu meski itu memang akan menghancurkannya sampai tak bersisa."

"Lalu apa yang harus kita lakukan, hyung? Kita tidak mungkin memberitahu kecurigaan kita pada TOP hyung. Dia pasti tidak akan percaya dan yang ada dia malah memarahi kita. Dan mungkin juga akan membenci kita."

GD memasukkan magasinnya juga, yang berarti menyelesaikan pekerjaannya dalam mengokang revolver tersebut. "Untuk saat ini kita jangan memberitahu apapun padanya. Aku punya rencana yang bagus."

"Apa itu hyung?"

"Untuk saat ini kita cukup diam dan mengamati Yesung. Jika benar dia merupakan mata-mata…" GD mengarahkan ujung revolver itu pada arah depan dan melesakkan tembakan hingga mengenai sesuatu diujung sana. "…maka tak akan ada ampunan lagi. Kematian adalah bayaran yang setimpal."

Daesung tertawa hingga membuat matanya hanya segaris. "Kau sungguh menyeramkan, hyung."

"Ya! Jangan tertawa!" GD memukul pelan lengan Daesung.

"Hahaha… Kau sangat lucu, hyung. Hei, menurut mu apa yang sedang dilakukan oleh TOP hyung dan Yesung hyung saat ini?"

"Apa lagi menurut mu yang dilakukan oleh 2 orang yang telah lama tak bertemu dalam satu kamar?"

"Melepas kerinduan satu sama lain?" Daesung menjawab dengan ragu.

GD berseringai. "Menyatukan tubuh lebih tepatnya."

"Mwo?"

.

.

.

"Sshh… Seung Hyunhh…" Yesung berusaha menahan setiap desahan yang keluar dari mulutnya, tapi apa daya saat TOP begitu lihai menjamah tubuh nakednya.

Yesung membenci sekaligus menikmati kegiatannya bersama TOP. Dia benci saat harus kembali berhubungan badan dengan TOP, mengingat bahwa kini dia adalah namja normal. Sangat menjijikkan baginya untuk dijamah apalagi dimasuki oleh seorang namja juga. Tapi Yesung juga tidak munafik dengan semua ini. Ada kenikmatan tersendiri saat dia kembali melakukannya setelah 7 tahun dengan orang yang sama. Dia seakan mendapatkan kembali kenikmatan yang telah lama hilang. Cumbuan TOP yang sekarang telah berbeda jauh dengan cumbuannya 7 tahun yang lalu. Tidak ada lagi kelembutan, tidak ada lagi kehalusan. Yang ada liar, kasar dan begitu sangat menuntut. Membuat Yesung mengakui bahwa Choi Seung Hyun telah bertranformasi menjadi Perfect Seme.

Tubuh Yesung terhentak beraturan saat TOP memaju mundurkan miliknya didalam hole hangat Yesung. Menjepit dengan sangat nikmat miliknya yang perlahan semakin membesar dan siap mengeluarkan semennya kapan saja. Tangan kanan yang memompa dalam tempo dan cepat milik Yesung, tangan kiri yang senantiasa memilin dan mencubit gemas nipple Yesung kiri dan kanan secara bergantian dan juga bagian mulut TOP yang sibuk dengan memberi 'lukisan indah' pada daerah leher dan dada Yesung. Menciptakan warna yang sangat kontras untuk dilihat pada tubuh putih mulus Yesung. Dan jangan lupakan irama merdu yang keluar dari bibir indah Yesung. Jujur saja, untuk saat ini Yesung benar-benar mengkhianati logikanya. Dia tak perduli dengan prinsip yang telah dia pegang selama 7 tahun ini. Karena saat ini yang ada hanyalah kenikmatan yang sudah lama tidak dia rasakan lagi. Dan ingatkan dia untuk membunuh Kyuhyun saat bertemu dengan namja pucat itu nanti karena sudah memaksanya melakukan semua ini.

4 jam bermain dalam 7 ronde. Mungkin itu sudah cukup untuk 'melepas kerinduan' dari keduanya. Saat ini TOP tengah bersender pada dashboard ranjang dan Yesung berbaring disebelahnya dengan kepala Yesung yang berada pada dada bidang TOP. Yesung tengah mengelus perut six pack TOP dan TOP yang memainkan rambut raven milik Yesung, bahkan sesekali menciumnya.

"Harum mu masih seperti dulu, Yesungie. Selalu memabukkan ku."

Yesung tersenyum mendengar perkataan TOP barusan. "Aku tak pernah mengganti shampoo ku."

"Yesungie, aku ingin bertanya pada mu."

"Apa itu?"

"Kejahatan apa yang telah kau lakukan hingga membuat mu masuk dalam sel tahanan USA?"

"Aku rasa tanpa menjawabnya kau pasti sudah tahu."

"Aku ingin mendengarnya langsung dari mu."

"Aku melakukan transaksi gelap dengan penyelundupan mobil-mobil mewah untuk ku jual ke negara-negara berkembang. Dan dari situ aku mendapat untung yang banyak."

"Kenapa kau melakukannya? Bukankah orang tua mu adalah konglomerat?"

"Aku hanya ingin membuat pembuktian pada mereka bahwa aku bisa hidup walau bukan dari kekayaan mereka. Selama ini mereka mencintai pekerjaan mereka hingga selalu mengacuhkan keberadaan ku. Mereka hanya memberi harta berlimpah pada ku, sementara yang ku inginkan adalah kasih sayang mereka." jawab yesung jujur dari hatinya yang terdalam.

"Kau kesepian selama ini." TOP menilai.

"Tidak. Aku hanya bertemankan Donghae dan Hangeng. Dan juga dunia malam yang mulai ku kenal 5 tahun lalu."

"Lalu bagaimana kau bisa tertangkap?"

"Apakah penting bagi kita untuk membahas masalah ini? Jujur saja aku mulai muak dan bosan." ujar Yesung yang membuat nada semanja mungkin.

"Baiklah, bagaimana jika kita berbicara tentang kau dan aku?"

"Apa itu?" Yesung mendongak menatap kedalam bola mata TOP.

"Sebentar lagi kau berulang tahun, bukan?"

"Ne."

TOP semakin mempererat pelukannya pada tubuh naked Yesung. "Aku ingin membuat pesta ulang tahun untuk mu."

"Seung Hyun, aku rasa itu tidak perlu."

"Ayolah Sungie chagi. Hanya pesta kecil saja."

"Aku sungguh tahu Seung Hyun, jika sudah kau yang membuat pesta, mau sekecil apapun pesta itu, maka semua akan berubah menjadi pesta besar." Yesung mempoutkan bibirnya. "Shireo, aku tidak mau."

"Ayolah baby, aku jamin ini pasti akan menyenangkan. Dan juga aku ingin memperkenalkan mu sebagai kekasih ku pada seluruh teman-teman ku."

Yesung mulai berpikir dengan ide Seung Hyun yang satu ini. Dia berencana memperkenalkan Yesung pada teman-temannya kan? Itu artinya semua teman Seung Hyun pasti akan dating. Dan ada kemungkinan dia juga akan menawarkan hasil ciptaannya itu juga. Yesung mulai menampilkan smirk evil yang dia pelajari dari Kyuhyun beberapa hari yang lalu walau samar.

"Baiklah. Tapi aku punya syarat."

"Apa itu honey, hm?" tanya TOP sambil menghirup dalam aroma wangi dari surai hitam Yesung.

"Kau boleh membuatkan ku pesta asal aku boleh mengundang beberapa teman ku."

TOP menaikkan sebelah alisnya. "Kau punya teman disini?"

"Ya, tentu saja. Beberapa teman dunia malam. Memang mereka bukan orang sekelas diri mu, tapi aku merindukan mereka."

"Teman balapan liar mu?"

"Teman balapan liar dan transaksi illegal ku. Mereka pelanggan setia ku."

"Baiklah, kau boleh mengundang mereka semua."

"Jinjja?" tanya Yesung senang karena dia akan memasukkan Kyuhyun dan Donghae dipestanya nanti.

"Tentu sweetheart. Tidak ada kata tidak bagi mu."

"Gomawo Seung Hyun." pekik Yesung senang.

.

.

.

Yesung merengut sebal dan kesal. Bagaimana tidak? Saat ini dibelakangnya ada GD dan Daesung yang terus mengikuti kemanapun dia pergi. Padahal pagi tadi Yesung sudah berhasil meyakinkan Seung Hyun untuk memberikan undangan kepada teman-temannya sendirian saat mereka sarapan, dan Seung Hyun juga sudah menyetujuinya. Lalu entah mengapa dan datang darimana, tiba-tiba saja GD dan Daesung menginterupsi obrolan keduanya dan mengusulkan untuk menemani Yesung seharian ini membagikan undangan.

Yesung sudah mati-matian menolak dan Seung Hyun juga sudah berada dipihaknya. Tapi sepertinya GD sangat pandai dalam bermain kata hingga keputusan final Seung Hyun adalah, Yesung harus mau ditemani oleh GD dan Daesung atau tidak ada daftar teman Yesung diacara ulang tahunnya nanti, meski Yesung akan marah habis-habisan pada Seung Hyun. Dan dengan terpaksa Yesung menyetujuinya.

Yesung memang mengundang beberapa teman yang dia ketahui di USA. Tapi untuk mengundang Kyuhyun, hal itu tidak mungkin dilakukannya, bukan? Yesung bisa ketahuan jika harus mengundang Kyuhyun. Selain karena Yesung harus ke camp militer Kyuhyun, pasti wajah Kyuhyun juga taka sing bagi mereka. Lalu apa yang harus Yesung lakukan agar Kyuhyun bisa masuk kedalam mansion TOP jika dia sendiri tidak memiliki undangan? Karena TOP sudah memerintah pada beberapa bodyguardnya agar menjaga ketat pesta dan memperbolehkan masuk mereka yang membawa undangan.

Yesung terus berfikir sembari menunduk. Saat ini mereka berada disebuah kompleks perumahan konglomerat, mengingat bahwa Yesung menjual mobil-mobil mewahnya pada pebisnis muda yang sukses dan munafik. Yesung benar-benar pusing agar bisa terbebas dari GD dan Daesung. Sepertinya Daesung sangat menikmati perjalanan mereka ini walau hanya berjalan kaki. Namun berbeda dengan GD yang terus memperhatikan gerak-gerik Yesung yang sangat mencurigakan menurutnya. Walau begitu, tapi dia tetap diam dan memperhatikan Yesung sedari tadi dan membiarkan Daesung mengoceh tak jelas seorang diri.

"Yesung hyung, apa ada sesuatu yang mengganjal pemikiran mu?" tanya Daesung yang entah sejak kapan sudah berjalan beriringan dengan Yesung, meninggalkan GD seorang diri dibelakang mereka.

Yesung menoleh pada Daesung. "Eoh? Aniyo. Aku hanya sedikit lelah dan haus saja."

"Kau mau ku belikan minum?" tanya Daesung menawarkan.

"Ani. Aku takut merepotkan mu." Yesung tersenyum dengan manisnya, membuat Daesung sedikit terpana. "Aku masih bisa menahannya."

Daesung tersadar dari keterpanaannya barusan. "Tak apa, Hyung. Aku akan mencarikannya segera. Tunggulah di mobil." Daesung segera berlari mencari minuman untuk Yesung.

Selepas perginya Daesung, Yesung dan GD melanjutkan langkah mereka. Kali ini GD tidak berjalan dibelakang Yesung lagi, melainkan tepat disamping namja manis itu.

"Aku tidak tahu kau memiliki 'teman' dari kalangan atas." ucap GD memulai perbincangan mereka.

"Aku mencakup semua kalangan." Yesung mengusap tengkuk belakangnya, tanda dia sedang gugup dan dalam masa canggung.

'Ayo Yesung. Keluarkan sisi manly mu. Kau itu anak berandalan yang brengsek. Kenapa kini kau menjadi pecundang jika ada namja ini? Ingatlah, kalian itu sama. Sama-sama brengsek dan berandalan.' Inner Yesung untuk menyemangati dirinya sendiri.

Yesung berdehem, mencoba mencairkan suasana canggungnya dengan GD. Dari awal dia sudah tahu jika namja berambut merah disebelahnya ini tidak suka padanya. Terlihat sekali dari cara GD memandang Yesung apalagi berbicara dengannya. Hanya saja Yesung tidak tahu atau belum tahu apa rencana GD hingga mengusulkan untuk mengikutinya seharian ini.

'Eh, tunggu. Daesung sudah pergi. Dan hanya tinggal namja ini. Ku rasa aku bisa memberikan undangan ini pada Kyuhyun. Rumah Kyuhyun juga tidak begitu jauh dari sini.'

Yesung melirik arah GD, memastikan bahwa namja berambut merah itu tidak terlalu memperhatikannya agar Yesung bisa memulai rencananya untuk terbebas dari namja disebelahnya ini.

"Aww…" tiba-tiba Yesung berteriak sembari memegang perutnya dan setengah berlutut.

"Kau kenapa?" tanya GD panik.

"Perut ku tiba-tiba saja sakit. Bisakah kau menolong ku?"

"Sebaiknya kita segera kembali kemobil. Aku akan mengantarkan mu ke rumah sakit terdekat." GD mencoba menarik tubuh Yesung, namun namja manis itu menahan tubuhnya.

"Ani. Carikan saja dulu aku obat."

"Tapi.." GD masih berpikir ragu.

"Aku mohon, GD. Aku sudah tidak kuat lagi jika harus menunggu untuk ke rumah sakit."

"Tapi tidak ada apotek disekitar sini." ujar GD yang lumayan panik. Bagaimana pun, Yesung adalah kekasih TOP. Dan dia bisa dibunuh oleh TOP jika terjadi sesuatu dengan namja manis disebelahnya ini.

"Didepan kompleks ini ada sebuah apotek."

"Tapi aku tak mungkin meninggalkan mu sendirian."

"Aww…." teriak Yesung semakin kencang.

"Baiklah, akan aku carikan. Kau jangan kemana-mana dan tunggulah aku disini." pinta GD yang kemudian berlari meninggalkan Yesung yang tengah tersenyum penuh kemenangan dibelakangnya.

"Kau sungguh pintar, Kim Yesung." monolognya sendiri sambil tersenyum puas. "Sekarang saatnya aku kerumah Kyuhyun sebelum mereka kembali." ucap Yesung yang kemudian berlari menuju rumah Kyuhyun.

Tak butuh lama bagi Yesung untuk menemukan letak rumah Kyuhyun, karena sekarang dia sudah berdiri tepat didepan pintu rumah Kyuhyun. Namja manis itu pun memencet bel rumah Kyuhyun berkali-kali dan secara tidak sabaran, mengingat dia tidak memiliki banyak waktu.

Yesung mendengar suara kunci pintu yang berputar dari dalam dan tak berapa lama pintu besar berwarna krem itu pun terbuka dan mengeluarkan seorang namja tampan putih pucat.

"Kim Yesung." Kyuhyun terkejut melihat Yesung yang kini berdiri didepannya dengan nafas yang tersengal. Dan kemudian namja tampan itu melihat kebelakang Yesung, seolah mencari sesuatu atau seseorang.

"Aku kesini sendirian dan aku tak punya banyak waktu." ucap Yesung cepat yang mengerti gerak-gerik Kyuhyun barusan.

"Sedang apa kau disini? Bagaimana jika bawahan Seung Hyun tahu kau kesini?"

"Makanya aku tak punya banyak waktu. Aku kesini memang dengan orang kepercayaan Seung Hyun, tapi mereka aku suruh pergi untuk mencari minum dan obat." jelas Yesung dengan cepat.

"Ada apa?"

Yesung menyerahkan sebuah undangan pada Kyuhyun dan dengan segera diterima oleh Kyuhyun. "Undangan apa ini?"

"Itu undangan pesta ulang tahun ku. Seung Hyun yang membuatkannya. Pastikan kau dan Donghae datang dengan undangan itu atau kalian tak bisa masuk."

"Ide yang sangat brilian. Aku pasti akan datang." Kyuhyun kembali menatap Yesung setelah menatap undangan yang berada ditangannya. "Cepatlah kembali atau mereka akan mencurigai mu. Sampai bertemu dipesta."

"Ne." ujar Yesung yang langsung melesat pergi, takut ketahuan oleh Daesung ataupun GD.

Dengan langkah yang sangat hati-hati Yesung keluar dari gerbang rumah Kyuhyun dan memperhatikan jalanan didepannya. Kosong. Itu berarti dia aman.

"Sedang apa kau disini?" sebuah suara husky dan berat mengagetkan Yesung hingga membuat namja itu berjengkit kaget.

Dengan segera Yesung membalikkan badannya dan melebarkan matanya. Sumpah demi apapun, jantung Yesung berdegup dengan sangat kencangnya dan serasa ingin melompat keluar.

"Seung Hyun…" ujar Yesung terbata.

.

.

.

TBC

.

.

.

Annyeong!

Gimana dengan chapter 2 ini?

Oh ya, banyak banget yang nanya tentang pair. Jujur saja, Yuni berniat untuk membuat ff ini tanpa pair. Karena rencananya Kyuhyun akan hilang dan digantikan dengan cast yang lain…. Mianhae chingudeul…!

.

.

.

Terima kasih buat :

Kim YeHyun, cho loekyu07, shitao47, lyflink97, kim sehyun96, hunhunie, popyanzz, Alifyaky0123, CloudYesungie, Anna401, CloudSparkyuLove, poppo, yesungroleplayer, yesungie, idda kyusung, Jy, Cloud246, deraelf, kim rose, Jeremy kim84, AuraKim, yenieriyah, Albino's Deer, YuRhachan, hyena lee, yesung ukeku, sweetyYeollie

Dan semua yang favourite dan follow…

Gomawo banget buat dukungan kalian selama ini. Tanpa kalian Yuni gak tau deh gimana tulisan Yuni jadinya.

By The Way Yuni seneng banget nih Chingudeul.. Karena Super Junior dan ELF menang di Teen Choice 2015 Announced sebagai Choice International Artist dan Choice Fandom. Kita berhasil mengalahkan Taylor Swift dan One Direction, Guys. Dan kabarnya fans 1D meradang karena ini.

Udah ah, Yuni gak mau jadi gossip. Finally, sampai ketemu di Chapter depan dan… Saranghae chingudeul….