SEARCH AND FOUND IT!
.
CHAPTER 5
.
Cast :
Kim Yesung
Choi Seunghyun (TOP)
Cho Kyuhyun
Lee Donghae
Lee Hyukjae
GD
Daesung
Choi Dong Wook (Se7en)
And Another Cast
.
Author : Kim Hwang Yuni
Pair : KyuSung or TopSung (?)
Rating : T +17
Genre : Crime, Hurt/Comfort, AU, Suspense, Drama, Family and Friendship
Warning : Typo dan Alur yang cepat
.
.
Disclaimer : Cerita ini terinspirasi dari perpaduan film Fast And Furious dan Mission Impossible II dengan dengan pengubahan sesuai imajinasi Yuni.
Attention : Jika tidak suka, jangan membaca! Hargai setiap karangan yang dibuat oleh fans. Dan jika mulai bosan dengan cerita ini, segera tinggalkan.
.
.
.
Summary : Kim Yesung yang merupakan anak berandalan yang kesepian dipaksa oleh Cho Kyuhyun, seorang perwira tinggi USA untuk menjalin kembali hubungan asmara bersama mafia besar, Choi Seunghyun. Berhasilkah dia?
.
.
.
Mereka saling menatap satu sama lain dengan pemikiran masing-masing. Sedetik kemudian mereka pun berbalik dan menuju mobil mereka. Suasana semakin panas dengan teriakan para penonton yang mengelukan nama mereka, terutama Yesung.
"Kim Yesung, eoh? Namja mu sangat manis, Seunghyun. Tapi sayang dia adalah orang yang sangat berbahaya dan dapat menghancurkan mu kapan pun. Sepertinya aku harus turun tangan untuk kali ini." Ujar Se7en dalam hati saat memasuki mobilnya.
.
.
.
HAPPY READING !
.
.
.
Entah kenapa balapan malam ini terasa berbeda bagi Yesung, tidak sama seperti balapan dimalam-malam sebelumnya. Bukan tentang lawan yang hebat karena Yesung yakin bahwa dia sudah pernah mengalahkan yang lebih hebat dari Se7en, setidaknya itu menurutnya. Tapi Yesung merasa ada sesuatu yang lain pada namja yang baru dia temui tidak kurang dari 7 menit yang lalu itu.
Yesung merasa aneh pada tatapan namja itu, seolah menyimpan sebuah arti pada tatapan tajam itu yang Yesung juga tidak tahu itu apa. Seakan namja itu punya masalah pribadi dengannya? Atau seperti namja itu menyimpan sebuah kejutan besar untuk Yesung setelah ini, seakan balapan ini hanya sebuah awal bagi pertemuan mereka. Atau bisakah Yesung menyebut sebagai awal perkenalan mereka? Entahlah, tapi Yesung memiliki firasat yang kuat bahwa Yesung dan Se7en akan berhubungan panjang setelah ini.
Dan keanehan itu tidak terasa pada Yesung saja, tapi juga terasa pada Donghae. Entah karena mereka memiliki ikatan yang kuat meski bukan saudara kandung, tapi Donghae juga merasakan kekhawatiran yang Yesung rasakan. Sejak awal dirinya melihat namja bernama Se7en itu berbicara pada kakaknya, Donghae merasa ada yang aneh pada diri Se7en terutama pada tatapan matanya. Donghae merasa bahwa tatapan Se7en menyiratkan sebuah arti yang lain. Seakan tatapan itu mengatakan bahwa 'Bersiaplah untuk sesuatu setelah ini'. Dan Donghae yakin bahwa hal itu adalah buruk bagi mereka semua tentunya.
Donghae menatap dengan lekat pada 2 mobil sport mewah didepannya. Menatap dengan perasaan khawatir pada mobil Nissan GTR yang terdapat Yesung didalamnya dan menatap dengan awas pada mobil Pagani Zonda milik Se7en. Donghae pun mencoba untuk menghembuskan nafasnya untuk menghilangkan rasa khawatir yang dirasakannya sembari menutup mata. Dan sebuah usapan lembut pada bahunya membuatnya kembali membuka mata dan menoleh pada samping kiri, dimana Hyukjae berada dengan senyumnya.
"Jangan khawatir. Semua akan baik-baik saja. Bukankah dari awal kami sudah menjamin keselamatan kalian, terutama Yesung hyung?" ujar Hyukjae yang mencoba menenangkan Donghae yang dilihatnya tampak khawatir.
"Gomawo, Hyukjae-sshi. Tapi aku merasakan firasat buruk tentang ini. Aku merasa Se7en adalah orang yang berbahaya." Donghae mengusap wajahnya kasar.
"Siapapun Se7en yang sebenarnya, kita akan segera mengetahuinya. Kita hanya perlu waspada dan tetap mengawasi.' Ujar Kyuhyun yang mengangkat suara.
"Ne, aku percaya pada kalian." Putus Donghae pada akhirnya.
Seperti biasa, balapan dimulai saat sang yeoja menurunkan sapu tangannya. Dan dimulailah balapan yang cukup sengit antara Yesung dengan Se7en. Para penonton termasuk Donghae, Kyuhyun dan Hyukjae mulai mengeluarkan handphone canggih mereka. Namun untuk kali ini mereka tidak mengikuti seperti pada balapan Yesung-Kangin sebelumnya. Mereka cukup memantau perkembangan dari satelit canggih.
Dapat mereka saksikan perlombaan antara Yesung dan Se7en saling mengejar antara satu dengan yang lain, bahkan tak jarang mereka saling menabrak dengan keras, seolah ingin menghancurkan satu dengan yang lainnya. Hal itu tidak jarang membuat mereka memekik tertahan dan bahkan banyak yang mengumpat karena gemas sendiri. Tentu saja, karena ini merupakan putaran akhir.
Namun belum sempat memasuki setengah jalan menuju finish, tiba-tiba saja semua ponsel mereka mati secara mendadak. Tentu saja hal ini menimbulkan kebingungan pada mereka semua. Mereka yakin bahwa tidak ada yang salah dengan ponsel canggih mereka, namun entah kenapa ponsel mereka mati dan itu terjadi bukan hanya pada beberapa orang saja, melainkan pada seluruh penonton.
Tentu saja mereka kesal, terutama Hyukjae yang sedari tadi mengumpat sambilan terus menekan-nekan layar ponselnya, berharap benda canggih itu akan kembali menyala. Namun berbeda dengan Kyuhyun dan Donghae yang kini hanya menatap khawatir pada ponselnya. Mereka pun saling pandang dan seolah mengerti isi pikiran masing-masing.
"Ku harap apa yang kita pikirkan adalah salah, Hae-ya." Ujar Kyuhyun.
Donghae menutup mata. "Ya Tuhan, lindungi lah Yesung hyung."
.
.
.
Yesung terus mencoba untuk menyalip Se7en dengan berbagai cara namun sselalu saja gagal. Seolah pergerakannya terbaca dengan begitu mudah oleh Se7en. Atau memang seperti itu? Jika memang benar, maka dia salah memilih lawan tanding malam ini dan tentu saja berarti Se7en adalah orang yang berbahaya. Se7en benar-benar membuatnya kerepotan!
Sementara didalam Pagani Zonda itu, tampak seringaian yang dilukiskan oleh sang pengendara. Dia tampak puas karena bisa membuat pembalap liar yang selalu dielu-elukan banyak orang menjadi kesal karena ulahnya. Harus Se7en akui bahwa kemampuan balapan Yesung cukup hebat juga bagi seorang yang tampak lemah sepertinya. Namun tetap saja, Yesung bukanlah tandingannya. Dirinya bermain jujur saja Yesung sudah kerepotan, apalagi jika dia menggunakan cara licik yang seperti dia lakukan selama ini? Sudah pasti Yesung hanya menggali kuburannya sendiri.
Baiklah, Se7en rasa semuanya sudah cukup. Ini terlalu memakan banyak waktu dari perkiraannya. Bagaimana pun juga, urusannya bukan hanya dengan namja manis dibelakangnya itu saja. Dia masih punya urusan lainnya. Dan Se7en rasa waktu bermainnya sudah habis. Jadi dia akan mengakhirinya sekarang juga.
Se7en mengusap layar pada dashboard mobilnya dan sekarang tampilan layar itu berubah layaknya keyboard komputer. Dengan mengetikan beberapa huruf dan angka saja, layar kemudian berubah kembali menjadi sebuah tulisan 'SATELITE CONNECTION IS TURNED OFF'. Lalu dengan sekali tarikan NOS, mobil Se7en pun melaju dengan sangat jauh, meninggalkan Yesung yang hanya bisa mengumpat dibelakangnya.
"Shit!" umpat Yesung. Se7en memang bukan tandingannya!
Yesung pun melajukan mobilnya. Sepertinya dia kalah balapan malam ini. Jadi dia membawa mobilnya dengan santai walau tidak mengurangi kecepatannya. Namun siapa sangka, didepan sana sudah ada Se7en yang sudah berdiri ditengah jalan dengan tangan bersedekap, membelakangi mobilnya yang diparkir secara vertikal. Tentu saja hal itu membuat Yesung menghentikan mobilnya dengan cepat.
Se7en memberi isyarat pada Yesung agar keluar dari mobil setelah Yesung menghentikan mobilnya dan menatap bingung pada Se7en. Mengetahui bahwa namja didepannya ini berbahaya, Yesung pun segera keluar dari mobil dan melangkah dengan mata yang terus menatap awas pada Se7en.
"Ada apa Se7en-sshi? Ku kira pertandingan kita belum selesai." Yesung berucap dengan dingin dan mentap penuh waspada.
Se7en tertawa mendengarnya. " Aku tidak peduli pada pertandingan kita malam ini, karena aku punya urusan yang lebih penting. Dan urusan itu adalah kau." Ucap Se7en tajam dan penuh penekanan diakhir kalimat.
Yesung mengernyitkan dahinya. Entah kenapa perasaannya semakin memburuk. Namun Yesung tetap berusaha untuk mencoba tenang dan biasa saja. " Apa maksud mu?"
Se7en kembali menyeringai. "Tidak usah berpura-pura lagi, Kim Yesung. Untuk kali ini aku hanya memberi mu peringatan. Tapi jika kau dan juga lieutenal colonel itu masih menyebalkan, bahkan sangat menyebalkan malah. Akan aku pastikan kalian menyesal karena sudah memulai semua permainan bodoh ini."
Yesung menegang ditempatnya. Sepertinya Se7en tahu tentang dia dan Kyuhyun. Lalu bagaimana dengan Seunghyun? Apa dia juga mengetahui tentang Kyuhyun?
"Dan juga segeralah pergi dari kehidupan TOP. Kau tidak tahu sudah seberapa parah dan dalam luka yang kau torehkan padanya." Ucap Se7en yang membuyarkan lamunan Yesung.
Yesung semakin bingung dengan namja dihadapannya ini. Dia menyebut nama TOP. Berarti dia mengenal Seunghyun! Yesung semakin bertanya-tanya tentang pemuda dihadapannya ini. Jika dia mengenal Seunghyun, apa berarti dia sudah... Tapi yang lebih penting dari itu, apa katanya tadi? Dia menorehkan luka pada Seunghyun?
"Tunggu. Kau mengenal Seunghyun? Dan kau bilang aku menorehkan luka padanya?" Yesung berdecih. "Kau tidak tau berapa banyak aku terluka hanya untuk melindunginya!"
Se7en terkekeh kecil. "Ya, aku mengenalnya bahkan lebih dari itu. Aku adalah orang yang menyelamatkannya dari keterpurukannya hanya karena ditinggal pergi oleh mu."
Yesung semakin terkejut dengan fakta yang baru didengarnya. Jadi benar, dia mengenal Seunghyun. "Apa itu berarti Seunghyun..."
Se7en menggeleng. "Tidak. TOP tidak tahu apapun tentang mu dan juga lieutenal colonel itu. Setidaknya belum untuk saat ini. Dan aku tidak tahu apa yang bisa dilakukannya pada kalian berdua jika sampai dia tahu tentang permainan bodoh kalian."
"Kalian itu sama bodohnya. Sama-sama menyakiti diri kalian sendiri hanya untuk sesuatu yang kalian sebut sebagai cinta. Ah, dan aku rasa kalian juga hampir terbunuh karenanya." Se7en menjatuhkan kedua tangannya pada tubuhnya dan mengambil posisi senyaman mungkin. "Padahal kalau dipikir lucu juga. 2 anak manusia hampir mati karena cinta. Lucu sekali, bukan?"
"Orang seperti mu, mana mungkin pernah mengetahui dan mengerti tentang cinta. Karena cinta bagi mu hanyalah omong kosong belaka. Tidak heran jika pada akhirnya kau hanya akan menderita karena kesepian. Bahkan sampai mati pun, kau tetap akan menjadi seorang yang menyedihkan karena hanya berteman dengan kesepian." Tegas Yesung sambil terus menatap tajam pada Se7en.
"Well, ya kau benar. Aku memang tidak pernah mengenal apa itu cinta karena hati ku sudah mati rasa. Dan aku juga tidak mau menjadi sangat bodoh seperti Seunghyun, yang hampir bunuh diri hanya karena kehilangan cintanya."
Yesung terkejut dan menegang. Seunghyun hampir bunuh diri? Yesung mulai merasa bersalah sekarang.
Se7en yang melihat reaksi Yesung hanya tersenyum sedih karena harus mengingat kembali kejadian 7 tahun lalu, dimana Seunghyun mencoba membunuh dirinya sendiri dengan sebuah bom bunuh diri hasil rakitannya. Sungguh, saat itu Se7en hanya mengajarinya sekali dan itu untuk kepentingan bisnisnya dengan harapan Seunghyun bisa membantunya menjalani salah satu bisnis kotornya itu. Tapi siapa sangka, bahwa Seunghyun malah menggunakan untuk dirinya sendiri. Beruntung GD bisa mencegahnya sebelum nyawa namja tampan itu melayang.
"Kau pasti berbohong. Seunghyun adalah namja yang tegar. Dia tidak mungkin selemah itu!" sangkal Yesung.
Se7en hanya tertawa. Namja manis didepannya ini, terlalu naif dan polos. "Tentu saja hal itu bisa terjadi, Yesung-sshi. Benar TOP adalah namja yang tegar dan kuat, tapi jika itu hanya bersama mu. Tapi apa? Kau pergi meninggalkannya, menorehkan luka padanya, membuat hidupnya seakan tidak berarti lagi karena dia sudah tidak memiliki siapapun lagi didunia ini."
Yesung mengusap kasar wajahnya. "Demi Tuhan. Kau tidak tahu apapun. Lagi pula, Seunghyun sudah banyak berubah."
"Ya, dia banyak berubah karena kau." Sentak Se7en.
"Aku? Kau menyalahkan ku?" Yesung tertawa dengan keras. "Kau tidak tahu betapa kejamnya Seunghyun sekarang. Dia bukan Seunghyun ku yang dulu lagi. Dia sudah banyak berubah." Lirihnya sambil menatap pada aspal yang keras.
Se7en sedikit emosi mendengar perkataan Yesung, membuatnya semakin menatap tajam pada lawan bicara didepannya ini. "Kau bilang apa? Kejam? Biar aku beritahu siapa yang lebih kejam disini. Dia sudah lama ditinggal pergi oleh keluarganya hanya karena orientasinya yang menyimpang, membuatnya sangat kesepian. Lalu kau hadir disana, memberinya secercah harapan untuk hidup karena dia punya tujuan hidup, yaitu kau. Tapi kemudian kau juga pergi meninggalkannya dengan perkataan mu yang sangat terlarang baginya. Jadi sekarang siapa yang kejam?"
Yesung kembali tersentak. Untuk pertama kalinya, bayangan 7 tahun lalu kembali melintas dengan sangat jelas pada otaknya.
"Aku ingin putus dari mu."
"Tapi aku sedang tidak menciptakan lelucon, Seunghyun-ah."
"Aku sudah tidak mencintai mu lagi. Aku kini sadar, bahwa tidak seharusnya aku mempermalukan orang tua ku. Mempermalukan Appa dan Eomma didepan rekan-rekan bisnisnya karena seksual ku yang menyimpang. Harusnya aku tidak memiliki hubungan asmara bersama seorang namja juga."
"AKU TIDAK BERBOHONG. AKU INGIN MENJALANI KEHIDUPAN KU YANG NORMAL DAN ITU BERSAMA YEOJA. BUKANNYA NAMJA."
"Carilah orang lain yang lebih baik daripada aku, Seunghyun. Hiduplah dengan baik setelah ini. Anggap bahwa tidak pernah ada kisah antara kita berdua. Dan aku bisa pastikan bahwa ini adalah hari terakhir kau bertemu dengan ku. Aku tidak akan lagi mengusik kehidupan mu. Ini akan seperti aku yang tak pernah ada. Aku minta maaf atas semua yang terjadi. Aku pergi."
Perlahan tapi pasti, Yesung menjatuhkan air matanya. Dia ingat betul dengan kejadian dimana dia pergi meninggalkan Seunghyun. Dia ingat bahwa dia juga menampar namja tampan itu. Tapi sungguh, Yesung tidak tahu bahwa Seunghyun ditinggal keluarganya hanya karena orientasinya yang menyimpang karena Seunghyun tak pernah mau bercerita dengan keluarganya. Dan dia menggunakan alasan itu untuk meninggalkan Seunghyun? Betapa bodohnya Yesung! Seunghyun pasti merasa sangat sakit hati dan trauma karena ditinggalkan kali kedua untuk alasan yang sama. Yesung benar-benar menyesal.
Sementara Se7en hanya menatap Yesung dengan datar. Dia merasa bahwa namja manis ini memiliki perasaan cinta yang besar untuk Seunghyun, meskipun sudah 7 tahun terlewati. Seharusnya itu bisa dimanfaatkannya dengan baik. Tapi tidak, dia tidak akan mengambil keuntungan apapun dari Seunghyun. Karena dia murni menyayangi Seunghyun sebagai adiknya, adik angkatnya.
Yesung menatap Se7en dengan penuh air mata. "Siapa kau sebenarnya? Dan apa mau mu?"
Se7en kembali menyeringai. "Well, jika kau masih saja penasaran, tanyakan pada lieutenal colonel itu tentang siapa Choi Dong Wook. Dan sekali lagi aku peringatkan pada mu. Hentikan permainan bodoh ini atau kau akan menyesal karena sudah memancing seorang Choi Dong Wook untuk keluar dari sangkarnya."
Se7en pun memutar memasuki mobilnya. "Sampai bertemu lagi, Yesung-sshi. Annyeong." Ucapnya lalu kemudian melajukan mobilnya dengan kencang, melawan arah dari garis finish yang hampir mereka capai.
Sementara Yesung menjatuhkan tubuhnya berlutut. Kembali menangis dengan isakan yang lebih keras, membuat siapapun yang mendengarnya menjadi prihatin. Dan jika didengarkan dengan seksama, maka akan terdengar Yesung yang melirihkan nama Seunghyun berulang kali bagaikan sebuah mantra.
.
.
.
Kyuhyun dan Hyukjae beserta penonton lainnya menatap khawatir dan tidak sabaran pada jalanan. Sementara Donghae menatap arlojinya dengan risau dan gelisah. Ini sudah melebihi waktu balapan mereka. Harusnya 2 finalis balapan sudah memasuki garis finish sejak tadi. Tapi kenapa sampai sekarang tidak ada satupun dari mereka yang menampakan batang hidungnya?
Sial, entah kenapa ssambungan GPS mereka pada balapan malam ini menjadi terputus. Membuat mereka tidak bisa memantau apa yang terjadi pada 2 peserta tersebut. Padahal banyak dari mereka yang memasang taruhan besar pada malam ini, karena melihat kekuatan yang seimbang. Tapi justru semua menjadi kacau. Ingin menyusul, tapi tidak mungkin dilakukan karena peraturan kali ini melarang adanya konvoi penonton. Sial!
"Bagaimana ini Kyu? Tidak ada tanda-tanda dari Yesung hyung maupun Se7en." tanya Hyukjae khawatir.
Kyuhyun mulai mengeluarkan ponsel. "Aku akan mencoba untuk meminta bantuan pada pusat."
Namun, belum sempat Kyuhyun mengotak-atik ponselnya, muncul suara riuh dari penonton. Tentu saja hal itu membuat Kyuhyun, Donghae dan Hyukjae melihat pada sumber keriuhan itu. Mereka bertiga sama-sama menghela nafas lega. Dari jauh, muncul sebuah mobil yang mereka ketahui bahwa itu adalah mobil yang dikendarai oleh Yesung.
Nissan GTR Nismo berwarna putih itu pun berhenti, membuat semua orang berlomba-lomba mendekatinya. Pintu kuda besi itu pun terbuka dengan cara diangkat keatas dan keluarlah namja manis itu dengan wajah yang lesu. Berjalan pelan pada teman bulenya yang memegang sebuah pengeras suara dan mengambil alih pengeras suara itu tanpa peduli pada riuhan yang tidak jelas disekitarnya.
"I'm sorry to disappoint you, but the race tonight was canceled." Ujar Yesung dengan fasihnya, mengundang pekikan kecewa dan pertanyaan kenapa dari semua orang disana.
"Something has happened in the middle of our race and I can't tell it. I'm sorry for that." Yesung membungkukan badannya 90° pada semua orang yang ada disana.
Penonton yang kecewa itu pun membubarkan diri mereka, kembali pada kesibukannya masing-masing. Beberapa membentuk sebuah kelompok kecil untuk mengobrol sembari merokok dan tertawa bersama. Banyak pula yang memutuskan untuk pergi meninggalkan lokasi. Kyuhyun, Donghae dan Hyukjae yang sedari tadi diam pun segera mendekati Yesung.
"Ada apa?" tanya Kyuhyun. Yesung hanya menatap bawah sembari menggeleng.
Donghae merangkul Yesung. "Aku dengar China town disini menyajikan makanan yang enak-enak. Disana juga ada masakan asia yang salah satunya masakan korea." Yesung menatap Donghae penuh yang dibalas cengiran oleh namja penyuka nemo itu. "Hyung, aku lapar dan juga sedang ingin makan masakan cina dan juga korea. Ayo kita kesana, hyung!" rengek Donghae seperti anak kecil.
Yesung membalas rangkulan Donghae dan kemudian menyerahkan kunci mobilnya. "Kau yang menyetir, Hae."
"Assa!" teriak Donghae antusias dan segera memasuki mobil, mengikuti Yesung yang sudah lebih dulu masuk. Sementara Kyuhyun dan Hyukjae yang bingung dengan cepat memasuki mobil mereka dan segera mengikuti kemana Nissan GTR Nismo itu melaju.
Dua mobil mewah itu pun berhenti disebuah kawasan yang kental dengan khas tionghoa setelah menempuh perjalanan kurang dari 30 menit. Terletak disebelah timur neighbourhood bersejarah area downton, lebih tepatnya.
Salah satu destinasi wisata di Washington DC ini letaknya berdekatan dengan arena olahraga dan hiburan, Verizon Center dan kantor Paten Old Building yang menampung 2 museum Smithsonian.
Bukan hanya tempat kuliner saja, namun disana juga dapat ditemui tempat perbelanjaan dan hiburan, seperti toko, bioskop, tempat bowling ikut meramaikan kawasan yang dikenal karena kehidupan malam, pusat shopping dan hiburan. Ikon terkenal dikawasan Chinatown adalah Starbucks, Hooters, Ruby Tuesday, Ann Taylor, Urban Outfiiers, Bed Bath and beyond, dan Legal Sea Foods. Perusahaan teknologi seperti Blackboard, Blue State Digital, Living Social, dan The Knowland Group juga tumbuh dengan pesat.
Komplek ini juga memiliki 20 restoran etnis Cina dan Asia serta berbagai usaha kecil disepanjang H dan I Street antara 5th dan 8th Streets, Northwest. Bisnis yang paling menonjol dikawasan pecinan adalah restoran Cina dan Asia yang hampir seluruhnya dikuasai keluarga Amerika Asia. Diantara yang paling terkenal adalah Chinatown Express, Eat First, Full Kee, dan Tony Cheng's.
Kawasan Chinatown buka setiap hari selama 24 jam dan pengunjung tidak dipungut biaya apapun. Pengunjung juga dapat melihat festival tahunan Chinese New Year Festival, parade, dan gerbang friendship Arch yang sangat terkenal di H Street dan 7th Street. Pengunjung dapat kesana dengan menumpang metro dan dapat turun di Gallery Place-Chinatown Station Washington Metro. Kampung Cina membentang dari G Street utara ke Massachussets Avenue dan dari 9th Street timur ke 5th Street.
Kyuhyun dan Hyukjae melebarkan mulutnya, terpaku dan kagum dengan apa yang mereka lihat. Selama mereka tinggal di Amerika, baru kali ini mereka menginjakan kaki di Chinatown. Selama ini mereka hanya sebatas tahu bahwa Chinatown adalah tempat dimana mereka bisa menemukan masakan China saja.
"Ayo hyung, kita kesana." Tarikan Donghae pada Yesung menyadarkan Kyuhyun dan Hyukjae hingga membuat mereka kembali pada dunianya.
Mereka pun memilih untuk memasuki sebuah kedai yang menjual aneka macam masakan Asia. Dengan semangat Donghae memesan beberapa masakan China dan Korea, seperti perkataannya diawal. Sementara 3 namja lainnya hanya memesan Soju dan telur gulung saja untuk menjadi santapan mereka, namun bedanya Yesung mengganti Soju dengan air putih.
"Yesung hyung kenapa tidak ikut minum Soju?" tanya Hyukjae.
Yesung menggeleng. "Toleransi ku terhadap alkohol sangat rendah. Minum coca-cola zero saja kadang sudah membuat ku sangat pusing." Mendengar itu Kyuhyun dan Hyukjae hanya mengangguk.
Tak perlu menunggu lama, pesanan mereka pun datang. Dengan semangatnya Donghae langsung melahap makanan yang tersaji didepannya, hingga tak jarang membuat Yesung maupun Kyuhyun menyuruhnya untuk makan dengan perlahan, karena tidak akan ada yang meminta makanannya. Tentu saja hal itu tidak dihiraukan oleh Donghae, karena dia memang sudah sangat lapar. Terakhir kali dia makan adalah es krim yang dibelikan Hyukjae dipinggir Danau. Itu jika dia bisa menyebutnya sebagai makan.
Donghae menggenggam tangan Yesung sembari menatap dengan lembut. Mereka sudah selesai makan dan kini hanya sesi minum minus Yesung tentu saja.
"Kau ingin membagi sesuatu pada kami, hyung?" tanya Donghae pelan.
Yesung menghela nafasnya kemudian menatap penuh pada Kyuhyun. "Apa kau mengenal seseorang yang bernama Choi Dong Wook?"
Kyuhyun dan Hyukjae saling berpandangan. Mereka mencoba mencari tau kemana arah pembicaraan Yesung namun tak ada satupun yang berhasil mereka gapai. Kyuhyun kembali menatap Yesung. "Tidak ada seorang pun dari kami yang pernah melihat bagaimana rupa seorang Choi Dong Wook. Tapi menurut kabar yang kami dapat, Choi Dong Wook adalah seorang mafia berbahaya yang menguasai Korea, China dan Hongkong. Dia masuk dalam target teratas kepolisian Hongkong, namun tak ada satupun bukti yang bisa membawanya pada hukum." Kyuhyun mendekatkan wajahnya pada Yesung. "Wae? Kenapa kau bertanya tentang Choi Dong Wook?"
Yesung mengalihkan wajahnya. "Se7en adalah Choi Dong Wook."
"Mwo?" jawaban Yesung mengundang pekikan tidak percaya dari ketiganya.
"Bagaimana mungkin?" itu adalah pertanyaan dari Hyukjae.
"Parahnya lagi, dia mengenal dengan baik Seunghyun, bahkan menganggap Seunghyun sebagai saudaranya sendiri." Ujaran Yesung berikutnya sukses membuat mereka lemas ditempat.
Yesung kembali menatap Kyuhyun. "Dan dia tahu bahwa aku bekerjasama dengan mu, Kyuhyun. Dia juga tahu bahwa kau adalah seorang lieutenal colonel yang mengincar Seunghyun. Dia tahu semuanya!" sentak Yesung.
"Jika dia tahu semuanya, apa berarti Seunghyun juga tahu jika..." Donghae tidak melanjutkan ucapannya, terlalu terkejut dengan pemikirannya sendiri.
Yesung kembali menggeleng. "Aku tidak tahu pasti. Tapi menurut Se7en, Seunghyun belum mengetahui apapun. Karena jika dia tahu, pasti Seunghyun sudah lebih dulu bertindak karena dia tidak sebodoh itu untuk terseret dalam hukum yang selama ini dihindarinya."
Hyukjae memijit pelan pangkal hidungnya. "Ya Tuhan, kenapa semuanya menjadi semakin rumit dan tidak terkendali seperti ini? Dan itu sebabnya kalian menghentikan pertandingan?"
Yesung mengangguk. "Bahkan dia mengancam ku untuk menghentikan semua ini sebelum aku menyesal. Dan asal kalian tahu. Dia menceritakan sebuah kisah sedih tentang Seunghyun pada ku."
"Kisah sedih seperti apa, hyung?" tanya Donghae.
Yesung hanya tersenyum sedih. Jujur saja, kini hatinya diselimuti oleh perasaan bersalah. Dan parahnya, cinta yang hilang mulai tumbuh kembali secara perlahan tanpa Yesung sendiri sadari.
"Seunghyun hampir bunuh diri." Bisik Yesung lirih.
Tanpa sadar, namja manis itu meneteskan air matanya. ""Dan itu semua karena salah ku. Aku mengucapkan kalimat yang sangat menyakiti hatinya saat aku pergi meninggalkannya dulu. Mengucapkan kalimat yang membuatnya semakin hancur disaat dia sudah mulai retak."
Kyuhyun mengusap pelan punggung tangan Yesung, bermaksud untuk menenangkan namja manis yang tengah kalut didepannya ini. "Itu bukan salah mu, Yesung-ah. Kau hanya mencoba untuk melindunginya. Coba bayangkan, apa yang akan terjadi padanya jika sampai Appa mu tau jika kau masih berhubungan dengannya?"
"Meski kau mengucapkannya, aku sangat yakin jika Seunghyun-sshi tidaklah tersinggung dengan perkataan mu. Mungkin saja penyebab dia ingin bunuh diri adalah karena kau yang pergi meninggalkannya, hyung." Ucap Donghae yang ikut mencoba menenangkan Yesung.
"Kau tidak bisa menyalahkan diri mu sendiri, hyung." Ucap Hyukjae yang juga ikut mencoba menenangkan Yesung, berharap agar namja manis itu tidak menyalahkan dirinya sendiri.
Yesung segera berdiri, mengundang kernyitan bingung dari mereka semua. Mengambil kunci mobilnya adalah hal yang namja manis itu lakukan selanjutnya.
"Hae-ya, kau ikutlah pulang bersama Kyuhyun dan juga Hyukjae."
Donghae segera berdiri dan memegangi lengan Yesung. "Kau mau kemana, hyung?" tanyanya cemas.
Dengan perlahan dan sebuah senyuman, Yesung melepaskan pegangan Donghae pada lengannya. "Aku akan kembali ke mansion Seunghyun. Sepertinya aku sudah cukup lama meninggalkan mansion itu dan aku mulai merindukannya. Aku pastikan jika aku akan baik-baik saja." Ucap Yesung saat melihat kekhawatiran dimata Donghae.
Yesung pun melihat kearah Kyuhyun dan Hyukjae lalu kemudian mengalihkan kembali tatapannya pada sang adik. "Jaga diri kalian baik-baik dan jangan lupa untuk hadir di pesta ulang tahun ku besok." Ucap Yesung kemudian pergi.
.
.
.
Seunghyun melepaskan jasnya begitu dia sampai dikamarnya yang luas. Hari ini benar-benar melelahkan untuknya. Pekerjaannya di kantor cukup banyak dan belum lagi CIA yang hobi sekali mendatanginya akhir-akhir ini, hingga membuatnya cukup banyak menguras tenaga dan juga pikiran.
Seunghyun duduk diranjangnya yang empuk dan lembut. Mengambil kalender meja pada saat netra tajamnya menangkap benda itu. 24 Agustus. Itu adalah hari ulang tahun Yesung dan jatuh pada esok hari. Ya, esok hari adalah ulang tahun namja manis yang sangat dia cintai namun juga menyakitkan disaat bersamaan. Seunghyun sangat mencintai Yesung dari dulu hingga sekarang, namun namja manis itu justru menyakitinya. Bahkan setelah pergi pun, kini dia datang kembali untuk menyakiti Seunghyun dan bahkan akan menghancurkannya.
Sejujurnya Seunghyun sudah menyiapkan semuanya dari beberapa hari yang lalu. Semua akan siap ditata esok pagi buta. Ngomong-ngomong soal Yesung, dirinya belum pernah bertemu dengan namja manis itu belakangan ini. Apa memang karena dia yang sangat sibuk dan jarang pulang atau memang namja manis itu yang tak pernah ada di mansion?
Lupakan untuk bertanya dengan GD dan Daesung. Untuk saat ini Seunghyun sedang menghindari kedua orang itu. Untuk alasan yang Seunghyun pun tak mengerti, dia sangat enggan untuk bertemu dengan mereka.
Seunghyun pun meletakan kembali kalender meja itu ketempatnya semula. Dengan langkah perlahan, Seunghyun keluar dari kamarnya dan menatap sendu pada pintu kamar didepannya. Perlahan tapi pasti Seunghyun mendekati kamar didepannya dan membuka pintunya secara perlahan. Dapat Seunghyun lihat keadaan kamar yang remang. Seunghyun pun memasuki kamar itu dan menutup pintunya secara perlahan, berusaha tidak menimbulkan suara apapun.
Dengan langkah mengendap, Seunghyun mendekati ranjang yang sepenuhnya tertutupi selimut namun agak menggembung itu. Berlutut adalah hal pertama yang Seunghyun lakukan saat dia tiba disamping kiri ranjang. Seunghyun pun meraih ujung selimut dan membukanya secara perlahan.
Dapat Seunghyun lihat wajah damai Yesung saat dia membuka selimut itu sampai sebatas dada. Seunghyun pun mengulurkan tangannya untuk mengusap kepala Yesung secara perlahan dan lembut, berusaha membuat Yesung agar semakin jatuh terlelap.
"Aku tidak tahu kenapa kau melakukan semua ini pada ku. Cinta ku yang tulus, entah kenapa kau tabur dengan paku bercampur racun yang bisa membunuh ku secara perlahan."
Seunghyun mulai meneteskan air matanya. "Jika kau memang ingin membunuh ku, maka bunuhlah aku secara cepat. Kau bisa langsung membunuh ku dengan menembak ku dengan pistol, menusuk ku dengan belati, meracuni ku atau mendorong ku dalam jurang. Terserah pada mu. Asal jangan kau bunuh aku secara perlahan seperti yang sedang kau lakukan saat ini, Yesungie. Ini jauh lebih menyakitkan dari apa yang kau kira saat kau mencoba untuk membunuh ku dengan perasaan."
Seunghyun yang sudah menangis terisak merasa tidak kuat lagi. Dengan segera dirinya berlari keluar dari kamar Yesung, takut jika tangisannya akan semakin keras dan justru malah membangunkan namja manis itu dari tidurnya. Tanpa Seunghyun ketahui, saat dia telah keluar, Yesung membuka kedua matanya yang memerah. Yesung mendengar semuanya karena sedari tadi yang dia lakukan adalah berpura-pura tidur.
"Aku minta maaf, Seunghyun-ah. Aku minta maaf. Jika aku diberi kesempatan, aku akan menjelaskan semuanya pada mu." Ucap Yesung yang kini ikut menangis.
.
.
.
Pagi telah tiba dan tampak kesibukan dimansion Seunghyun. Banyak pelayan dan petugas dekorasi pesta yang disewa Seunghyun bergantian hilir mudik memasangkan dekorasi pesta. Dan jika ditelisik lebih lanjut, ada juga beberapa wartawan yang meliput kegiatan dipagi ini. Hari ini adalah hari ulang tahun Yesung. Sesuai janji Seunghyun, dia membuatkan Yesung sebuah pesta ulang tahun. Dan jadilah pagi yang sibuk dimansion Choi.
Seunghyun memperhatikan setiap pelayan dan pekerja dirumahnya dari balkon. Setiap pelayan dan pekerja yang ada disini, semua menggunakan tanda khusus berupa sensor barcode yang tak tampak. Awalnya semua pekerja dan pelayan hanya diberi stempel pada punggung tangannya. Tapi dibalik stenpel itu lah terdapat sebuah barcode. Dan barcode itu hanya akan tampak jelas jika dilihat disinar ultra violet. Barcode itu terhubung pada komputer keamanan mansion. Dan jika ada pelayan atau pekerja yang tidak memiliki barcode, maka alarm akan berbunyi dan akan langsung memunculkan wajah dia yang tidak memiliki barcode.
Rangkulan seseorang dari samping menyadarkan Seunghyun sekaligus membuatnya menoleh. Dengan wajah malasnya Seunghyun kembali memperhatikan kedepan, dimana para pekerja sedang menata kursi-kursi untuk tamu.
"Aku pikir kau sudah melupakan Korea dan tidak ingat lagi dengan mansion ini. Ku kira Hongkong lebih menakjubkan untuk mu daripada disini." Ujar Seunghyun datar.
Namja disamping Seunghyun hanya tersenyum. "Well, Hongkong memang menakjubkan. Pasar disana sangat menjanjikan dan menguntungkan. Tapi bagaimana mungkin aku melupakan Korea jika keluarga ku saja ada disini?"
Seunghyun yang mendengarnya hanya berdecih. "Sejak kapan kau ingat dengan 'keluarga' mu, Se7en?"
Se7en hanya terkekeh. "How could we not talk about family when family's all that we got? Ya, meskipun bukan keluarga kandung, tapi bagi ku, kalian tetaplah keluarga dimana aku bisa pulang."
Seunghun yang mendengarnya menolehkan kepala kesamping kemudian membalikan tubuh sepenuhnya pada Seunghyun. Dia tersenyum kemudian memeluk Se7en dengan sangat erat, mencoba menyampaikan pada Se7en betapa dia sangat menyayangi namja yang sudah menolongnya selama ini.
"Terima kasih banyak. Aku tidak tahu harus berkata apa lagi pada mu untuk menyampaikan betapa banyak rasa terima kasih ku pada mu. Dan aku juga tidak tahu harus membalas mu dengan apa atas semua yang telah kau lakukan selama ini untuk ku. Kau memberi ku begitu banyak tanpa bisa aku balas. Dan kau juga satu-satunya keluarga yang aku miliki didunia ini selain GD dan Daesung."
Mereka pun melepaskan pelukannya. "Kau tidak harus membalas untuk semua yang telah ku lakukan untuk mu. Aku tulus menyayangi mu dan benar-benar menganggap mu seperti saudara ku, keluarga ku."
Mereka berdua, tersenyum bahagia bersama. Senyum yang mereka tunjukan adalah senyuman tulus, murni kasih sayang antar keluarga. Tidak ada kelicikan ataupun kekejaman apapun didalamnya. Jika dunia melihat ini, sudah pasti mereka akan iri dengan kehangatan yang mereka pancarkan. Namun juga bingung karena untuk orang yang terkenal licik seperti TOP, terlebih lagi jika itu adalah Se7en maka siapapun akan berpikir jika mereka tidak memiliki hati dan rasa kasih sayang. Tapi semua pemikiran itu pasti akan musnah jika mereka bisa melihat pemandangan yang sangat langka ini. Tapi tentu saja, baik keduanya, tidak akan melakukan hal ini ditempat umum. Bahkan untuk membiarkan dunia tahu pun tidak. Karena itu hanya akan menjadikan titik kelemahan bagi mereka.
Se7en merangkul bahu Seunghyun. "Berjanjilah pada ku, TOP. Kau harus bahagia. Yang harus kau lakukan adalah meraih kebahagiaan mu." Se7en tersenyum dengan cerahnya. "Apapun yang terjadi dalam hidup mu baik dulu, sekarang dan nanti, kau harus bahagia. Hanya itu yang ku inginkan dari mu."
Seunghyun mengernyit mendengar permintaan Se7en. Tidak biasanya Se7en berbicara seperti ini, berbicara tentang keluarga dan kebahagiaan. Selama ini topik obrolan mereka hanya sekedar menanyakan kabar satu sama lain dan kemudian obrolan mereka akan berlanjut pada bisnis.
"Kenapa tiba-tiba kau membicarakan hal yang aneh seperti ini? Tadi kau berbicara tentang keluarga dan sekarang kau meminta ku untuk bahagia. Ada apa dengan mu, Se7en? Apa kau habis terbentur sesuatu?" tanya Seunghyun dengan raut wajah yang khawatir.
Se7en tertawa geli melihat raut khawatir dari Seunghyun. "Tidak, TOP. Aku tidak habis terbentur. And I'm fine, okay? Dan aku tidak aneh."
Se7en menghela nafasnya sejenak. "Aku hanya khawatir pada mu. Kau melewati 7 tahun yang berat dalam hidup mu dan masih bisa bertahan hingga sekarang. Jika itu adalah aku, mungkin aku sudah berakhir menjadi gila. Atau lebih parahnya, aku lebih memilih untuk mati. Tapi kau lebih kuat dari yang aku kira. Walau kau nyaris mati, tapi kau tetap bisa bertahan hingga sejauh ini. Dan aku tidak ingin kau menjadi seperti 7 tahun lalu hanya karena cinta yang kau tunggu kembali mencoba untuk menghancurkan mu."
"Mungkin ini akan terdengar kejam tapi satu-satunya yang harus kau lakukan adalah jangan biarkan cinta melemahkan mu, apalagi sampai membunuh mu. Hidup adalah pilihan, TOP. Membunuh atau dibunuh." Ucap Se7en kemudian pergi.
Seunghyun tampak memikirkan semua perkataan Se7en. Dia tahu Se7en hanya mencoba untuk melindunginya dan Seunghyun sangat percaya pada namja yang tak kalah tampan darinya itu. Tapi untuk berbuat kejam pada Yesung, apakah dia bisa? Sedang hatinya selalu terenyuh saat melihat namja manis itu.
.
.
.
Pesta malam ini benar-benar meriah. Banyak orang dengan dandanan mewah dan elegan mereka hadir disini. Jika ditelisik lebih jauh, maka dapat dipastikan lebih dari setengah tamu disini merupakan kolega bisnis Seunghyun. Dan sisanya adalah teman-teman dunia malam Yesung yang tinggal di USA.
Pesta diadakan diruang tengah mansion Seunghyun yang sudah disulap bagaikan ballroom sebuah hotel mewah berbintang. Ditengah ruangan terdapat sebuah meja panjang melingkar lonjong yang tersaji berbagai macam hidangan yang menggugah selera dan semua dimasak oleh koki-koki profesional yang berkelas yang diundang langsung dari restoran ternama di USA dan juga beberapa wine mahal dan buah-buahan. Ditengah meja yang memiliki spasi lebih banyak ditaruh meja kecil yang diatasnya terdapat hiasan bunga yang disusun bagaikan sebuah pohon kecil. Sementara disisi kiri dan kanan ruangan tersusun kursi-kursi dan meja yang diselimuti kain putih ditengahnya untuk para tamu.
Banyak lampu-lampu kristal berwarna kuning-putih yang siapapun tahu bahwa harganya pasti mahal menggantung dilangit-langit ruangan yang dipasangi plafon berwarna putih lembut. Sementara lantainya dilapisi karpet berwarna kuning gading yang menyelimuti keseluruhan lantai ruangan.
Dan jika dilihat didepan sana, maka para tamu bisa melihat sebuah panggung kecil yang berisi berbagai macam alat musik, seperti drum yang letaknya dibelakang, gitar dan bass yang diletakan bersisian disebelah kiri panggung, keyboard ditengah panggung dan sebuah piano putih yang diletakkan disebelah kanan panggung. Dan jangan lupakan stand mikrofon ditengah depan panggung dengan berhiaskan sebuah kursi dibelakangnya. Bisa dibilang Seunghyun menyewa sebuah band untuk turut meriahkan pesta malam ini.
"Ini bukan pesta ulang tahun, tapi sebuah pesta pernikahan." Gumam Yesung. Saat ini dirinya melihat dari atas balkon.
Yesung merasakan sebuah pelukan hangat yang melingkar dipinggangnya. Tanpa menoleh pun Yesung sudah tahu siapa pelakunya.
"Jika ini pesta pernikahan, maka bisa ku pastikan akan lebih meriah dan mewah daripada ini." Ucap namja yang tengah memeluk Yesung dari belakang.
Yesung membalikan tubuhnya, menatap penuh pada namja yang sudah melepaskan pelukan pada pinggang kecilnya. Memperhatikan penampilan Seunghyun yang sungguh tampan dan berkharisma malam ini.
Seunghyun mengenakan setelan formal, dimana kemeja berwarna merah yang dipadu-padankan dengan jas hitam yang kancingnya terbuka semua. Mengenakan celana bahan kain dan sebuah sepatu pantofel yang tampak hitam mengkilat. Rambut yang ditata kesamping dengan poni menjuntai kedepan. Penampilan Seunghyun sungguh luar biasa!
Sedangkan Yesung, oh jangan ditanya bagaimana manis dan menggemaskannya namja manis itu. Dia mengenakan setelan formal namun terkesan santai. Namja manis itu mengenakan kemeja putih dengan sebuah hiasan disaku kirinya yang dipadu-padankan dengan Jas berwarna biru navy. Mengenakan jeans hitam dan sebuah sneakers putih sebagai pelengkap penampilannya malam ini. Rambutnya ditata rapi bagian belakang namun berantakan dibagian depan. Sungguh sangat manis dan mempesona.
"Sesuai dugaan ku, jika yang membuat pesta adalah kau, sudah pasti pesta itu adalah pesta besar meski kau mengatakannya kecil." Yesung memukul pelan bahu namja didepannya ini sembari mengerucutkan bibirnya imut. "Seunghyun, kapan kau tidak menyebalkan?"
Namja yang merupakan Seunghyun itu hanya tertawa. Gemas dengan sikap Yesung yang menurutnya masih kekanakan. "Hey, kenapa kau memukul ku? Aku sudah membuatkan mu pesta kan?"
"Ne, tapi kau tidak jadi membawa ku ke Central Park. Padahal kau sudah berjanji akan membawa ku kesana untuk menonton konser musik diakhir minggu. Ini sudah akhir minggu, Seunghyun!" Yesung semakin memajukan bibirnya, kesal dengan Seunghyun yang mengingkari janjinya.
Seunghyun menatap Yesung dengan tatapan sedih namun dia tidak menunjukannya. "Yesungie, aku bukannya tidak mau membawa mu kesana. Hanya saja mereka menunda konser itu karena sejumlah bintang tamu memiliki jadwal yang bentrok dengan konser panggung terbuka itu. Sebagai gantinya mereka akan mengadakannya 3 hari lagi. Aku akan membawa mu kesana 3 hari lagi."
Yesung yang mendengar itu merubah wajahnya menjadi polos, menghilangkan rasa kesalnya barusan. "Jeongmal? Kau tidak bohongkan?" tanyanya bagaikan seorang anak kecil yang sedang bertanya pada Ibunya.
Seunghyun tersenyum seraya mengangguk. "Tentu saja, sayang. Aku sudah menghubungi pihak mereka langsung. Tapi jika kau tidak percaya, aku bisa menghubungi mereka lagi." Ucap Seunghyun yang langsung mengeluarkan ponselnya, berniat menghubungi pihak penyelenggara konser musik itu. Namun Yesung menahannya.
"Tidak usah, Seunghyun. Aku percaya pada mu." Tanpa terduga Yesung langsung memeluk Seunghyun, menghirup setiap aroma maskulin dan mint yang menguar dari tubuh namja tampannya. "Maafkan aku, Seunghyun. Aku benar-benar minta maaf." Bisik Yesung lirih.
Seunghyun hanya tersenyum dari balik pelukannya. "Kau tidak perlu meminta maaf, sayang. Bagaimana pun juga itu adalah salah ku karena tidak memberitahukannya pada mu." Ucap Seunghyun yang kini mengusap tubuh Yesung yang bergetar. Seunghyun tahu jika Yesung tengah menangis saat ini. Mungkin Yesung merasa bersalah karena menuduhnya ingkar janji.
"Aku minta maaf, Seunghyun." Ujar Yesung yang dibalas dengan anggukan ringan oleh Seunghyun.
Oh, andai saja Seunghyun tahu bahwa itu bukan permintaan maaf atas Yesung yang mengira bahwa Seunghyun ingkar janji. Itu adalah permintaan maaf atas apa yang telah terjadi pada Seunghyun saat Yesung berkata kasar padanya dan untuk semua yang terjadi dikehidupan Seunghyun saat namja manis itu pergi meninggalkannya 7 tahun yang lalu.
Yesung sadar bahwa permintaan maafnya tidaklah cukup, tapi untuk saat ini Seunghyun hanya harus tahu bahwa namja manis itu cukup menyesal atas perbuatannya. Dan kalau dipikirkan lagi, sebenarnya Yesung mulai ragu akan rencana awal dia dengan Kyuhyun. Semakin kesini hatinya menolak keras untuk membawa Seunghyun pada hukum, karena Yesung tahu apa yang akan didapat oleh namja tampan itu jika dia tertangkap. Tapi disisi lain Yesung ingin Seunghyun mempertanggungjawabkan perbuatannya dan menjadi seorang Choi Seunghyunnya yang dulu, yang selalu lembut dan penuh cinta.
Mereka pun melepaskan pelukannya dan saling menatap satu sama lain dengan tatapan dalam namun berbeda. Seunghyun menatap Yesung sarat akan kesedihan dan kebimbangan, namun tak dipungkiri ada tatapan penuh cinta didalamnya. Sedangkan Yesung menatap Seunghyun dengan tatapan memohon maaf dan penyesalan. Jika ditelisik lebih dalam, maka Seunghyun akan melihat bahwa ada cinta Yesung untuk namja tampan itu melalui tatapan matanya.
"Kajja, kita kebawah. Pesta akan segera dimulai." Ajak Seunghyun yang dibalas anggukan oleh Yesung.
Suara riuh dan ramai yang tadinya terdengar mendominasi diruang tengah itu mendadak sunyi dan senyap tatkala melihat Seunghyun dan Yesung yang menuruni tangga dengan elegannya. Semua terpukau dan terpana dengan ketampanan dan kemanisan yang dipancarkan oleh kedua namja itu.
Banyak wanita cantik yang memekik tertahan karena terlampau silau dengan ketampanan dan penuh kharisma yang ditawarkan oleh Seunghyun. Sedangkan bagi para namja-namja, semua seolah terhipnotis oleh kemolekan Yesung. Mereka bermimpi dan berkhayal bagaimana rasanya bila berada disana, menggantikan tempat Seunghyun ataupun Yesung. Pasti rasanya akan sangat indah dan menyenangkan.
"Terima kasih untuk para hadirin sekalian yang sudah meluangkan waktunya untuk hadir dipesta yang kecil ini." Ujar Seunghyun memulai speechnya saat dirinya diminta untuk naik keatas panggung, memberi sedikit greetings.
"Malam ini Kita semua hadir disini untuk merayakan hari ulang tahun kekasih saya yang bernama Kim Yesung."
Semua mata menoleh ketempat dimana Yesung berada, membuat Yesung sedikit gugup dan malu karenanya. "Mari kita memanjatkan doa yang baik untuknya dan semoga hidupnya dipenuhi keberkahan. Sekali lagi saya ucapkan terima kasih yang mendalam atas kehadiran kalian semua yang ada disini dan selamat menikmati pesta malam ini. Terima kasih." Tutup Seunghyun kemudian membungkukkan badannya dalam.
Jangan ditanya kenapa tidak ada kue ulang tahun, apalagi acara tiup lilin dan potong kue. Tentu saja karena Yesung sudah lebih dulu menolak dengan keras ide itu. Bagaimana pun juga dia sudah dewasa, sudah terlalu tua untuk melakukan hal-hal yang biasa anak-anak ataupun remaja lakukan. Jadi jangan salahkan Yesung jika dia menolak dengan keras lebih dulu sebelum Seunghyun mengajukan berbagai macam kue ulang tahun padanya.
"Tak ku sangka dia bisa manis juga. Tapi siapa sangka dibalik kemanisannya itu dia adalah orang yang kejam dan paling dicari oleh FBI." Ujar namja manis yang tengah menikmati red wine disudut ruangan.
Namja tampan yang berdiri disebelah namja manis itu hanya tersenyum simpul. "Yah, siapapun bisa berkamuflase."
"Berhenti bergosip dan segera lakukan tugas kalian. Kalian disini bukan untuk menggosip tapi menjalankan sebuah misi, Kyuhyun-ssi dan Hyukjae-ssi." Ujar namja tampan yang ternyata Donghae yang kini bergabung bersama namja manis dan tampan tadi yang ternyata adalah Kyuhyun dan Hyukjae.
Saat ini mereka berada pada sudut ruangan, dimana tak banyak orang berada disini. Jangan heran kenapa mereka bisa masuk dengan mudah. Tentu saja karena undangan dari Yesung. Untuk masalah wajah mereka tidak jadi memakai topeng samaran, karena alat pembuatnya mengalami kerusakan sehingga mereka nekat langsung datang tanpa penyamaran. Beruntungnya mereka, para penjaga tidak mengetahui wajah mereka jadi mereka bisa masuk dengan hanya bermodalkan undangan saja.
"Aku dengar malam ini Seunghyun akan melakukan penawaran terhadap virus itu kepada calon pembelinya yang berani membayar dengan harga yang sangat fantastis." Ujar Hyukjae pelan, takut ada yang mendengar. Bukan apa, ini adalah mansion Seunghyun dimana dindingnya punya mulut dan telinga.
Kyuhyun dan Donghae mengangguk. "Ya, dan saat itu tiba kita bisa langsung menyergapnya." Ujar Kyuhyun dengan seringai yang sudah lama tak dia tampakan. Oh, sepertinya malam ini akan sangat seru.
Sementara itu, diujung lain tanpa Kyuhyun, Hyukjae dan Donghae ketahui, ada 3 pasang mata yang mengawasi mereka dengan tatapan dingin dan membunuh.
"Masuk kesini dan tanpa penyamaran. Mereka terlalu meremehkan atau terlalu bodoh?" tanya namja tampan yang terkekeh.
"Sepertinya mereka terlalu menganggap rendah keamanan kita, Se7en hyung." Ujar namja dengan rambut menutupi mata, Kang Daesung.
"Bodoh sekali mereka. Mereka hanya mengantarkan nyawanya sendiri kesini." Ujar namja manis dengan rambut merahnya, GD. "Apa yang harus kita lakukan, Se7en hyung?"
Se7en tersenyum kejam. "Kita awasi saja dulu setiap langkah dan gerak-gerik mereka. Begitu ada sikap yang mencurigakan, kita akan langsung bertindak. Ingat, no pain no mercy." Jawab Se7en yang dibalas dengan seringaian dari GD dan Daesung.
.
.
.
.
.
TBC
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Adakah yang masih ingat dengan ff ini? Atau adakah yang masih merindukan ff ini? Atau sudah tidak tertarik lagi?
Bolehkah Yuni mengatakan I'M BACK, GUYS WKWKWKWK. Setahun nih Yuni ga ada update dan ga nulis. Duuh kangen juga sama nulis. Tapi tiap mencoba untuk nulis selalu kena block writer atau tetiba ga mood.
Jujur aja, nih ff juga mood nulisnya udah ngilang. Bahkan alurnya juga udah jauh dari rencana awal. Yuni udah ga tau mau bawa nih ff kemana. Rasanya pengen dihapus aja nih cerita. Apa Yuni hapus aja ya nih cerita? Terus nanti Yuni buat ff baru lagi yang lebih ringan.
Sumpah, buat nulis ff yang kriminal dan cerita berat gini sulit. Butuh konsen yang tinggi dan mood yang bagus banget. Yuni harus berusaha mandang dari sisi semua karakter yang ada disini.
Sampai ketemu di ff Yuni yang lain. Atau chapter berikutnya (?) Who knows? Bye!
