...Banyak typo, maaf hihihi...

Naruto dkk milik om masashi. k

Rate T-M

Pair : Sasuke x Naruto

Mpreg

'Tidak banyak yang tahu seberapa lelah nya aku tapi karena aku mencintaimu, aku memilih bertahan di samping mu'

Naruto terbangun dari tidur nya dia mendudukan diri nya membuat selimut tebal itu melorot sampai paha mulus nya, mempelihatkan tubuh telanjang nya yang penuh dengan kissmark dan bitemark. Pemuda cantik ini masih diam di tempat dengan kedua bola mata cantik nya menatap jendela apartemen milik kekasih nya, Uchiha Sasuke. Naruto tahu bila kekasih nya sudah keluar dari kamar sejak tadi terbukti sprei di samping nya dingin. Ketika Naruto baru saja menurun kan satu kaki nya dari atas kasur, telinga nya mendengar suara desahan dan erangan.

Naruto meremas selimut tebal itu kuat. "Kau melakukan nya lagi Suke? apa yang semalam belum cukup bagi mu?. Sebenarnya kau mencintai ku atau tidak? jika tidak kenapa kau selalu mengatakan kau mencintai ku?... aku bukan budak sex mu hiks," hati Naruto rasanya perih dan itu tidak Naruto sukai, dia menutupi kedua telinga nya dengan tangan nya dia tidak mau mendengar desahan kekasih nya dengan wanita lain.

Naruto dan Sasuke sudah menjalin hubungan selama satu tahun lama nya, sebenarnya kaasan nya Uzumaki Kushina meminta Naruto untuk memutuskan hubungan mereka karena derajat mereka yang tak sama. Naruto hanya tinggal bersama dengan kaasan nya karena ayah nya sudah lama meninggal, sepulang sekolah Naruto selalu membantu Kushina di toko bunga milik Kushina. Sasuke memang tidak pernah bersikap kasar pada nya tidak melukai fisik nya namun perbuatan Sasuke melukai hati nya. Naruto ingin sekali satu hari saja Sasuke meluangkan waktu bersama sama untuk diri nya dan Naruto juga berencana mengatakan bila diri nya hamil. Naruto tidak terkejut ketika dokter mengatakan bila diri nya sedang mengandung karena diri nya sudah tahu bila dia memiliki rahim layak nya seorang wanita. Umur kandungan Naruto sudah memasuki satu bulan, foto usg dan surat keterangan dari dokter tentang kehamilan nya sudah ada pada tangan nya dan dia akan segera menunjukan nya pada Sasuke.

Cklek.

Naruto mengalihkan pandangan nya pada pintu kamar yang terbuka atau lebih tepat nya pada orang yang masuk sambil tersenyum pada diri nya. Orang itu adalah Sasuke yang hanya mengenakan celana panjang nya sedangkan tubuh bagian atas nya terekspos memperlihatkan hasil dari olahraga berat nya, dia berjalan menghampiri Naruto.

"Kau sudah bangun," ucap lembut Sasuke pada Naruto dan mencium kening pemilik surai pirang.

Naruto sangat menyukai Sasuke yang sedang dalam mode ini namun hanya setelah Naruto terbangun dari tidur nya dan setelah mereka melakukan hubungan intim sedangkan setelah itu sikap Sasuke kembali menjadi dingin pada nya.

"Kau melakukan nya lagi?" Naruto menatap wajah Sasuke yang masih tersenyum pada diri nya.

"Kenapa hm? bukan kah itu sudah menjadi kebiasaan ku, lagipula aku hanya menuntaskan hasrat ku pada mereka dan aku tidak memiliki perasaan spesial sedikit pun pada mereka," selalu, jawaban Sasuke pasti selalu seperti ini.

"Apa yang semalam tidak cukup?" Naruto memegang tangan kanan Sasuke yang sedang mengusak rambut nya.

"Hah~ aku tidak akan pernah merasa cukup, Naruto. Lagipula bila aku meminta lagi pada mu aku bisa membuat mu bertambah sakit kan lagian kau tahu sendiri aku selalu bermain kasar," Sasuke menarik tangan nya dan mata yang tadi memandang Naruto lembut kini menatap datar.

"Suke, Naru mohon hentikan kebiasaan buruk mu itu," mohon Naruto dengan puppy eyes nya.

"Naru,"

"Naru mohon Suke~ suke boleh melakukan apa saja pada tubuh ini tapi Naru mohon berhentilah Suke"

"Naruto," nada Sasuke sudah terdengar datar.

"Naru hanya meminta kesetiaan Suke apa itu berat untuk mu? Naru ingin Suke berubah menjadi lebih baik pada Naru, Naru ingin seperti pasangan lain nya yang meluangkan waktu nya untuk pasangan nya dan bermanja, saling bergandengan tangan ketika sedang berjalan berdua, Suke -"

"NARUTO CUKUP!!!" bentak Sasuke memotong perkataan Naruto.

"Suke sebenarnya kau mencintai ku atau tidak sih! kenapa kamu tidak bisa menghentikan sex bebas mu?" nada Naruto mulai meninggi.

"Kau tahu jawaban ku apa karena aku sering mengatakan nya, dan untuk menghentikan sex bebas ku aku tidak bisa. Aku bosan mendengar ocehan mu yang itu itu terus, kalau kau sudah lelah pergi saja dan kita putus," final Sasuke dia langsung membalik kan tubuh nya berniat untuk pergi namun langkah nya terhenti ketika Naruto memeluk erat diri nya dari belakang.

"Hiks jangan berkata seperti itu Suke, aku sangat mencintai mu hiks aku tidak ingin putus," Naruto cepat cepat bangkit tadi tidak peduli dengan rasa ngilu di pinggul dan hole nya.

Sasuke tersenyum dan dia membalik tubuh nya menghadap Naruto memeluk erat tubuh mungil telanjang yang sedang bergetar itu.

"Kalau kamu tidak ingin putus jangan mengatur diri ku ini itu oke? aku kan sudah bilang kalau cinta ku hanya untuk mu," berkali kali Sasuke memberikan kecupan ringan pada pucuk kepala Naruto.

Naruto mendongakan kepala nya menatap mata Sasuke dengan mata berair nya. Seperti nya sekarang waktu nya dia mengatakan tentang kehamilan nya. Sasuke mengecup pipi gembul Naruto, dia tidak menyangka kekasih nya sangat manis dan imut tidak heran bila dia dapat jatuh cinta pada pemuda manis ini namun sayangnya dia tidak bisa menjaga kesetiaan nya yah memang begitulah Sasuke. Sasuke memakaikan Naruto kimono tidur yang sudah dia sediakan di atas nakas. Dan memeluk Naruto kembali.

"Ada apa hem? " Sasuke menggesek gesekan ujung hidung nya pada ujung hidung Naruto.

"Suke Naru mau mengatakan sesuatu yang penting," Naruto tersenyum manis pada Sasuke dan mengecup sekilas bibir tipis itu.

Alis kanan Sasuke naik ke atas. "Memang nya apa? apa itu sesuatu yang membahagiakan sampai wajah mu terlihat sangat senang,"

"Emmmm iya itu adalah sesuatu yang membuat Naru sangaaaaat bahagia karena Suke memberikan sesuatu yang sangat berarti untuk Naru... Naru hamil," cicit Naruto dengan senyum yang masih tersungging apik di bibir nya.

Raut wajah Sasuke berubah seketika mata nya menajam dan dia melepaskan pelukan itu langsung saja dia mengambil langkah mundur tiga langkah. Naruto tidak percaya dengan reaksi tidak suka yang Sasuke tunjukan.

"Kau bercanda? jangan main main dengan ku Naruto, kau tahu diri ku seperti apa kan,"

Naruto menggeleng kan kepala nya. "Tidak Suke, Naru tidak main main dan tidak sedang bercanda, disini," tangan kanan Naruto menyentuh perut nya," ada bayi yang sedang bertahan untuk hidup, aku mengatakan yang sesungguhnya Suke aku hamil anak mu!"

"Kau gila ya! kau pikir aku akan percaya dengan apa yang kau ucapkan?! laki laki hamil? hahaha yang benar saja!. Menjijikan!, jika kau benar benar hamil, gugur kan bayi itu karena aku tidak menginginkan nya! lagi pula kita masih bersekolah!... benar benar gila," suara Sasuke yang meninggi membuat tubuh Naruto bergetar ketakutan.

Naruto terisak dia tidak menyangka bila Sasuke sekejam itu, bayi ini tidak salah yang salah diri nya dia tidak mengatakan dari awal bila dia memiliki rahim, yah Naruto menyalahkan diri nya sendiri. Tapi tetap saja dia tidak mau menggugurkan anak pertama nya ini dia sudah terlanjur menyayangi buah hati yang belum lahir kedunia.

"Hiks Suke jangan seperti itu, Naru tahu ini kesalahan Naru karena tidak mengatakan dari awal hiks kalau Naru memiliki rahim. Tetapi Naru mohon jangan meminta untuk Naru gugur kan bayi kita,"

Plak, Sasuke menepis punggung tangan Naruto yang hendak menyentuh tangan nya. Tepisan Sasuke tidak main main terbukti punggung tangan Naruto langsung memerah.

"Sebenarnya apa yang kau inginkan!? kau tahu aku tidak akan percaya dengan ucapan ngelantur mu itu!, kau cobalah pikir baik baik Naru jika kau menginginkan ku untuk menghilangkan kebiasaan ku bukan dengan pengakuan gila mu itu!... hah~ lupakan saja," Sasuke mengusap wajahnya kasar ketika mata nya melihat tubuh Naruto bergetar ketakutan," Naru sekarang jangan berkata hal yang mustahil oke, aku muak asal kau tahu. Cepatlah bersihkan diri mu dan berpakaian lah dengan rapih aku akan mengantar kan mu pulang," setelah mengatakan semua itu Sasuke pergi meninggalkan Naruto yang menangis sesenggukan.

Sasuke mendudukan diri nya di sofa tunggal yang berada di ruangan tengah. Dia mengeluarkan ponsel nya dan mencari kontak seseorang.

"Moshi moshi Suke,"

"Datang lah ke apartemen ku puaskan aku, jika kau sudah sampai disini dan aku tidak ada tunggu saja didepan pintu apartemen ku. Aku sedang butuh pelampiasan dan kau orang yang tepat," kata Sasuke pada orang di seberang sana.

"Dengan senang hati aku akan kesana, tapi apa Naruto sudah pergi? kau tahu kan dia akan sangat marah bila melihat aku dan kau berhubungan badan,"

Orang itu tak lain adalah sepupu Naruto. Uzumaki Karin, Naruto selalu memberitahukan Karin agar jangan melakukan hal intim dengan Sasuke karena Naruto tidak ingin Karin rusak. Namun nama nya juga Naruto yang polos, dia tidak tahu saja kalau selama ini Sasuke sudah berkali kali di puas kan oleh Karin.

"Tenang saja, ketika kau datang Naruto sudah pergi dari apartemen ku,"

"Baiklah kalau begitu, sampai nanti,"

"Hn," Sasuke mematikan panggilan itu dan menyimpan kembali ponsel nya ke dalam saku celana nya.

"Suke aku sudah siap. Pakailah baju mu," Naruto menyodorkan kaos untuk Sasuke dan diterima nya.

"Cepat lah,"

Naruto menatap sendu punggung itu, Naruto tidak tahu sebenarnya hubungan apa yang terjalin antara mereka. Apa diri nya saja yang mengklaim bahwa mereka berdua sepasang kekasih?, kenapa Sasuke cuek sekali? kenapa diri nya seperti tidak berarti di mata nya. Naruto hanya ingin Sasuke menjaga kesetiaan untuk nya, hanya itu saja apa permintaan Naruto terlalu berat.

"Cepatlah!" lamunan Naruto buyar ketika Sasuke bersuara.

"Ah iya," Naruto segera berjalan sambil tersenyum ke arah Sasuke.

"Berhenti tersenyum kau kelihatan seperti orang bodoh!"

Nyuttttt...

Rasa nya sakit sekali. Senyum Naruto langsung menghilang dan rasa nya dia ingin menangis. Ugh dia tidak tahu kenapa dia jadi sensitif begini, apa salah diri nya pada Sasuke?. Mereka berjalan keluar dari apartemen Sasuke. Sasuke membuka kan pintu mobil bagian depan untuk Naruto setelah sang empu masuk dia menutup pintu itu kembali. Sasuke membuka pintu bagian supir, dia masuk dan segera memasang sabuk pengaman nya.

Selama di perjalanan mereka tidak terlibat dalam percakapan sama sekali, Naruto sendiri lebih asyik memandang ke arah jendela mobil yang tertutup sedangkan Sasuke dia tetap fokus menyetir.

'Kaasan harus bagaimana nak?' batin Naruto, dia mencengkeram kaos bagian perut nya.

'Tou san mu tidak percaya jika kau ada didalam perut ku, ah kenapa aku sampai lupa. Mungkin saja setelah Sasuke melihat bukti nya dia akan percaya dan mengakui mu, iya kan nak,' Naruto mulai tersenyum kembali tanpa di ketahui oleh Sasuke, dia membayang kan ekspresi senang dan perasaan bahagia ketika diri nya memberikan bukti bila diri nya memang benar benar mengandung.

'Fufufu aku akan datang kembali ke apartemen Sasuke untuk memberi dia kejutan!,' batin Naruto sangat bahagia akan bayangan yang muncul di pikiran nya.

Mobil Sasuke telah memasuki kompleks perumahan sederhana tempat tinggal kekasih nya. Mobil itu berhenti di depan rumah sederhana namun terlihat asri. Dihalaman nya banyak sekali tanaman bunga matahari yang telah bermekaran.

"Tidak mampir, Suke?" kata Naruto setelah dia melepas sabuk pengaman nya.

Sasuke mendengus. "Tidak,"

"Baiklah aku turun," Naruto mencium pipi Sasuke membuat Sasuke merasakan kehangatan," hati hati di jalan,"

"Hn," mendengar jawaban dari Sasuke, Naruto hanya tersenyum miris.

Naruto keluar dari mobil Sasuke, dia berdiri dipinggir jalan menunggu mobil itu pergi. Naruto menggigit pipi bagian dalam nya, dia menangis setelah mobil Sasuke telah melaju pergi. Tangisan yang selama ini di tahan nya akhir nya keluar juga.

"Kau tidak pernah menemui kaasan ku, bahkan hanya sekedar turun melihat ku masuk kedalam rumah pun tak pernah hiks... satu tahun Suke, satu tahun kita telah menjalin sebuah hubungan dan kau tidak pernah memperlakukan ku seperti seorang kekasih hiks, aku lelah Suke, kaasan lelah nak," naruto mengusap mata nya yang sudah memerah, hati nya sungguh sakit.

"Naru chan!!!!!!!!" teriak seseorang dari arah rumah nya.

Naruto membalikkan tubuh nya menatap sang pemanggil. "Sakura chan?"

Di depan pintu ada sahabat baik nya Haruno Sakura dan kaasan tercinta nya. Naruto berjalan menghampiri mereka.

"Tadaima!" Naruto tersenyum manis.

"Okaeri," jawab keduanya.

Sakura menatap intens Naruto, ada yang tidak beres dengan sahabat pirang nya ini. Rahang Sakura mengeras ketika tahu bila Naruto habis menangis.

"Ah bibi bisakah bibi masuk saja dulu? ada hal yang ingin Sakura bicarakan dengan Naruto,"

"Baiklah, tapi setelah itu cepatlah masuk," Kushina masuk kedalam rumah nya, memberikan ruang pada mereka berdua untuk berbicara.

Raut wajah Sakura berubah menjadi serius. "Apa dia melukai mu lagi, Naru?"

Naruto menunduk, memang sulit bila menyembunyikan sesuatu dari kekasih Sai ini. "Iya,"

"Hah~ aku kan sudah bilang sejak dulu jika lebih baik kau tidak usah menjalin hubungan dengan ayam itu, lihat kau hampir setiap hari menangis," Sakura adalah satu satu nya wanita yang tidak memuja Sasuke.

"Tapi aku mencintai nya,"

"Terserah mu. Nah apa dia senang ketika tahu kau sedang mengandung?" Sakura tahu semua hal yang ada pada diri Naruto bahkan ukuran sempak nya fufufu canda.

Naruto menatap takut ke arah Sakura. "Dia tidak mempercayai nya, Sakura chan," lirih Naruto.

Ctak! urat kesal muncul di dahi lebar Sakura. "Ambil surat keterangan dokter dan foto usg mu, cepat!"

Naruto yang terkejut langsung masuk ke dalam rumah nya untuk mengambil yang memang niat nya akan menjadi kejutan untuk Sasuke. Kushina yang sedang menonton tv bingung melihat Naruto yang berlari kesetanan.

"Hati hati Naru chan! aku tidak mau terjadi apa apa pada cucuku!" teriak Kushina yang pasti nya di dengar oleh Naruto.

Jangan heran kenapa Kushina tahu Naruto sedang mengandung. Karena Kushina sudah dapat menebak ketika Naruto mengalami morning sick dan ingin makan yang aneh aneh. Kushina membawa Naruto untuk periksa ke rumah sakit dan ternyata benar bila putera satu satu nya ini tengah mengandung. Kushina ingin marah tetapi ketika melihat anak nya ketakutan membuat hati nya tidak tega dan Kushina meminta agar Naruto memberitahukan Sasuke, kekasih yang enggan untuk datang kerumah nya selama berpacaran dengan anak nya.

"Kaasan Naru segera kembali!"

"Ku bilang hati hati anak nakal! ingat kata dokter kalau KANDUNGAN MU LEMAH!!!!... dasar anak nya Minato memang bandel, hahhhh,"

Sakura mengorek telinga nya yang berdengung akibat suara cempreng ibu dan anak. Jangan sampai dia tuli mendadak.

"Ini sakura chan," Naruto menyerahkan amplop cokelat yang berisi foto usg dan surat keterangan dari dokter.

"Nah cepat masuk ke dalam mobil ku, kita berangkat memberi kejutan untuk kekasih kejam mu~" Naruto hanya terkikik geli.

Skip time._._._._._._._._._.

Naruto dan Sakura telah sampai di depan apartemen Sasuke. Naruto membuka sabuk pengaman nya membuat Sakura menggeleng maklum. Naruto keluar membawa amplop itu dia sedikit berlari karena dia tidak sabar memberi kejutan.

"Oy duren! tunggu aku baka NARUTO!!!!!!" Sakura segera keluar dari mobil nya dia frustasi bila terus terusan berhadapan dengan Naruto.

"Sakura chan?"

Sakura menghentikan langkah nya dia berbalik menghadap seseorang yang memanggil nya dan saat itu pula mata nya melebar serta wajah nya tersipu malu.

"Sai," lirih Sakura.

Sai tersenyum tulus ketika bertemu dengan kekasih nya, Uchiha Sai. "Mau kemana?"

"Ah aku sedang menemani Naruto untuk menemui Sasuke sepupu mu tetapi dia meninggalkan ku," sakura memasang wajah cemberut nya.

"Jangan cemberut, aku juga mau menemui Sasuke, ayo," Sai menggandeng tangan Sakura membuat Sakura ingin berteriak senang. Mereka berjalan bersamaan masuk ke dalam apartemen Sasuke.

Tubuh Naruto membeku di depan pintu kamar Sasuke yang tidak tertutup rapat, air mata nya lagi lagi membasahi kedua pipi gembul nya. Telinga nya sedang mendengarkan pembicaraan dua orang yang dia sayangi.

Didalam kamar, Sasuke sedang memangku tubuh Karin yang masih telanjang bulat di atas kasur akibat aktivitas yang mereka lakukan baru san.

"Kenapa kau tidak memutus kan Naruto saja bila kau sudah bosan," kata karin, tangan putih nya mengelus lengan Sasuke yang sedang melingkar diperut nya.

"Aku masih membutuhkan tubuh nya jadi aku belum bisa memutuskan hubungan ku dengan dia... aku sebenernya sudah sangat muak dengan Naruto. Dia itu cerewet dan suka mengatur ku, cih menyebalkan," jelas Sasuke. Mereka tidak tahu bila obrolan mereka sampai pada telinga Naruto.

"Dia begitu polos dan bodoh ya hahaha," tawa Karin meremehkan.

"Ya memang benar dengan apa yang kau katakan, sebentar lagi aku akan membuang dia,"

Brakkk.

Karin dan Sasuke langsung memandang si penendang pintu itu, Sasuke berdiri dari duduk nya bersyukur lah dia sudah memakai kimono tidur nya sedang kan karin dia segera menutup tubuh telanjang nya dengan selimut. Nafas Naruto memburu dia menatap nyalang Sasuke dan Karin, sedangkan wajah terkejut Sasuke telah kembali menjadi datar. Tapi tidak dengan hati nya, Sasuke merasakan sakit sekali ketika mata cantik itu terus mengeluarkan air mata.

"Lancang sekali diri mu, masuk ke dalam tanpa mengetuk terlebih dahulu," ucap Sasuke datar sedatar jalan tol.

"Hiks ternyata aku hanya budak sex mu Suke," Naruto menatap mata kelam Sasuke.

"Hn,"

"Jadi selama ini hiks selama satu tahun ini kau tidak menganggap diri ku sebagai kekasih?" Mata mereka saling mengunci, ingin sekali Sasuke memutus kontak mata dengan Naruto tapi diri nya merasa tidak mampu.

"Kau terlalu polos untuk mengetahui mana yang benar benar mencintai mu dan menginginkan tubuh mu,"

"Hahaha hiks aku bodoh sekali hiks sangat bodoh karena telah jatuh dalam permainan gila gila mu," entah mengapa Naruto melayangkan tangan nya hendak menampar wajah Sasuke namun Sasuke dengan mudah memegang tangan itu.

"Jangan berani berani nya kau menyentuh ku lagi," Sasuke menghempaskan tangan Naruto kasar dan dengan sekuat tenaga Sasuke menampar pipi Naruto hingga Naruto terjatuh kebelakang membuat perut nya membentur keras tangan sofa.

"Ugh!" Naruto merosot kebawah, tangan kanan nya memegang tangan sofa yang tadi membentur perut nya keras sedangkan tangan kiri nya melepaskan amplop yang sedari dia pegang.

Nafas nya tercekat ketika perut nya bergejolak tidak karuan, dia tidak bisa mendeskripsikan rasa yang dia rasakan pada perut nya. Dia merasa mual, sakit dan entah lah.

"Arghhhhhh," teriak Naruto pilu, tangan kirinya meremat perut nya yang tidak karuan.

Sedangkan Sasuke hanya diam di tempat tidak menolong wajah nya terlihat bingung.

Sasuke mendengus bosan. "Sudahlah pergi dari apartemen ku, aku muak melihat mu mendrama,"

"Hiks sakit ughhhh hahhh kaasan sakit arghhhhhhhhhhh," bagian belakang celana yang Naruto gunakan basah dan itu berwarna merah kehitaman terlihat jelas celana putih nya ternoda oleh cairan merah itu.

Sasuke dan karin tertegun.

"Naruto!!!!!!" teriak Sakura panik. Sakura menghampiri Naruto yang sedang kesakitan.

"BRENGSEK KAU!!!!!!" BUGH Sakura memukul talak Sasuke hingga dia terpelanting ke belakang dan Karin yang melihat itu berteriak takut. Sakura langsung memukul ketika dia melihat Naruto mengalami pendarahan.

"Naruto!!!" teriak Sai mengalihkan Sakura dari Sasuke.

Naruto pingsan karena tidak bisa menahan sakit yang begitu luar biasa, wajah pucat dan dahi yang basah karena keringat dingin membuat Sakura berdenyut nyeri, Naruto itu sudah seperti adik nya bahkan ibu dan ayah sakura serta kakak nya Haruno Pain sangat menyayangi pemuda manis ini.

"Hiks Sai gendong Naruto cepat kita harus membawa nya kerumah sakit!" teriak Sakura kesetanan.

Tanpa pikir panjang Sai langsung membopong tubuh lemah Naruto ala pengantin, segera Sai dan Sakura pergi meninggalkan dua manusia yang terbengong bodoh.

"Karin... pergi," Karin segera memakai pakaian nya asal ketika mendengar perintah Sasuke.

"Naruto," Sasuke memijat pelipis nya yang berdenyut nyeri.

Mata nya tak sengaja melihat amplop cokelat yang tergeletak, Sasuke bangkit dan mengambil amplop itu. Karena penasaran dia membuka amplop itu dan mengeluarkan isi nya.

"Apa ini?" Sasuke membuka sebuah surat dari dokter dan tubuh nya menegang ketika mata nya membaca isi surat itu.

Name. : Uzumaki Naruto.

17 Years Old

Status. : Male pregnancy.

()one month's womb age

Sasuke segera melihat foto usg itu dengan tangan bergetar nya. Tubuh nya jatuh bersumpah, mata nya bergerak gelisah.

"Naruto... Naru kau benar benar hamil!? apa, apa yang aku lakukan!, Naru Naruto ma -maafkan aku Naruto... hiks arghhhhhhhhhh!!!!!!!!!" Oke Sasuke menyesal sekarang karena tidak mempercayai Naruto di tambah lagi dia melihat langsung Naruto pendarahan.

Tbc. Penggalan chapter selanjutnya.

"Pergi kamu! hiks aku tidak mau lagi melihat mu! kau pembunuh! kau membunuh anak ku huhuhu,"

"Maafkan aku maaf,"