Sepanjang Jalan Kenangan

Sepanjang Jalan Kenangan

Chapter 2

By Schia Kepanasan

Disclaimer : Silahkan liad di pembukaan game persona3...

A/N : Waii...thx 4 d review...Tnang sadja...fanfic ini bebas yuri koq...soalnya bagi gue...yuri itu...SERAM...ehehehe

Rating?masih aman koq...tenang saja...haha

--

"Pharos...??"

Minato masih memandang Ryoji dengan erat. Yang lainnya hanya diam melihat kelakuan Minato. Ryoji juga bingung.

"Ano...Minato-kun?", tanya Ryoji.

Minato lalu dengan mantap menjawab, "Pharos?Lo Pharos kan?"

Ryoji makin bingung. Mitsuru lalu maju dan menjawab Minato, "Minato, ini Ryoji Mochizuki. Mungkin kamu salah orang?"

Minato diam. Ia menunduk sebentar. "Eh...Iya. Mungkin...Maaf yah...", katanya menatap Ryoji.

Ryoji tersenyum manis dan menjawab, "Ga apa2 koq"

Mitsuru lalu berjalan menuju meja makan, "Kalau begitu, bagaimana kalau kita mulai saja pestanya?Pasti kalian sudah lapar kan?"

Mendengarnya, Akihiko & Junpei langsung berteriak riang, "YES! Ini dia yg kita tunggu2! Serbuuu!!", kata mereka sambil berlari ngambil piring...

--

"Hooo...Jadi Ryoji pindah ke sini gara2 dapet beasiswa ya??", Fuuka bertanya pelan pada Ryoji sambil menyantap kue. Bersyukurlah Minato karena Fuuka emang udah terampil memasak.

"Yep. Habisnya gue ga mau ngebebanin orang tua angkat gw sih...", kata Ryoji santai.

"Eh, orang tua angkat? Jangan2...", kata Junpei pelan.

Ryoji tersenyum "Orang tua gue udah ga ada."

Suasana langsung diem..."Oh...gitu...sori, gue ga bermaksud...", kata Junpei pelan.

Ryoji menggeleng, "engga apa2 kok. Lagian itu udah 10 tahunan yg lalu.Nyantai aja lagi"

Minato mendongak dan melihat Ryoji. 10 tahun yang lalu... "Sama dengan gw dong."

"Eh?", tanya Ryoji kaget.

"Orang tua gw juga meninggal 10 tahun lalu", kata Minato pelan.

"Oh...", kata Ryoji dengan muka simpati.

Melihat kondisi yang engga enak itu, Junpei & Ken merasa perlu memeriahkan suasana, "Hayo2 udah ah omongannya. Ini kan pesta. Ayo kita ngomongin yg seneng2 aja!"

"Iya juga ya.!", kata Fuuka & Yukari. Minato mengangguk dan melanjutkan makan kue. Akihiko yg tadinya lagi ngobrol ama Shinji bangkit insting seme usilnya.

"Minato-kun, mau disuapin kue?", tanya Aki usil sambil ngedeketin Minato.

"Senpai!!", kontan Junpei gebrag meja...

--

Malam harinya, di kamar Minato...

'Gue yakin...kalo yang tadi itu Pharos...', batin Minato dalam hati, 'Tapi kenapa dia bisa ga inget sama gue yah??'

Sementara Minato terus berpikir, ia pun terlelap dan menutup matanya...

--

"Jadi kamu mau pergi?", terlihat seorang bocah 6 tahunan berambut hitam pendek,bermata biru,dengan tai lalat di bawah matanya. Ia sedang melihat seorang anak kecil berambut biru yang manis sambil menggenggam sebuah locket berwarna emas. Wajah mereka berdua tampak sedih.

"Maaf ya...Tapi aku harus ikut papa & mama...", kata anak berambut biru.

Anak berambut hitam itu tampak menahan tangis, "Tapi...masih bisa ketemu kan, Minato?"

Minato tersenyum, "Pasti. Kita pasti ketemu lagi."

"Janji?", anak berambut hitam itu menunjukkan jari kelingkingnya. Minato lalu mengaitkan jari kelingkingnya juga.

"Aku janji. Pharos."

--

Minato perlahan membuka matanya. Ia tertidur di atas kasur masih dengan seragamnya.

"Mimpi...ya...?", katanya pelan.

Tok tok tok

"Oy, Minato, udah pagi!!Buruan bangun, jangan tidur mulu!!", terdengar suara riang Junpei dari luar.

"Iya, iya. Gue udah bangun koq!"

--

Pulang sekolah...

"Minato, mau jalan bareng ga??", tanya Kenji ramah.

Minato berpikir sejenak. Lalu dia teringat PR kimianya. "Aduh, sory. Gue blom ngerjain PR Kimia nih..."

"Udah nyontek punya gue aja...Nih.", Kenji ngeluarin bukunya.

Minato mikir lagi. Tangannya sih udah mau ngeraih buku itu. Tapi dia berhenti. "Er, engga deh, thanks. Kalo gue nyontek mulu, kapan gue pinternya?" Cieeeeehhhh!!

Kenji cengar-cengir, "Iya deh,tau yg rajin...hehehe...Ya udah deh kalo gitu gue pulang duluan yah. Daaahhh...", Ia pun berlari sambil melambaikan tangan.

"Dahhh...", kata Minato membalas melambaikan tangan. Tetapi, saat baru saja berdiri untuk pulang, terdengar suara seseorang memanggilnya.

"Minato-kun!", Minato berbalik dan melihat Ryoji. "Mau pulang bareng?"

--

Naganaki Shrine...

"Eh, Minato-kun...", kata Ryoji. Dia lalu berjalan ke arah bangku di taman kuil itu, "Gue sebenernya pingin ngobrol bentar."

Minato Cuma diem & mengangguk. PR Kimia gueeee...!!

Mereka lalu duduk berdua di bangku. Keduanya terdiam. Minato memperhatikan daun yang berguguran. Tiba2, Ryoji membuka pembicaraan.

"Anu...Minato-kun...", katanya ragu, "Gue tau apa yg gue tanya ini bakal terasa aneh...Tapi..."

"Tapi?"

"Tapi...Lo...Apa kita dulu pernah saling kenal?", tanyanya mantap sambil melihat ke arah Minato.

"Eh?", Minato bingung.

Ryoji ngucek2 rambutnya. Dengan tampang bingung dia berbicara, "Gini ya...Sebetulnya Ryoji Mochizuki itu bukan nama asli gue..."

"Eh?", Minato makin bingung.

"Jadi gini...Aduh ceritanya panjang", Ryoji menerawang, "10 tahun yg lalu, orang tua gw meninggal dalam kecelakaan mobil. Waktu itu Cuma gue yang selamat. Tapi, gw hilang ingatan."

"Hilang ingatan?!", Minato kaget.

Ryoji mengangguk. "Iya. Karena gue udah ga punya sodara lagi, gw dimasukin ke panti asuhan. Karena ga tau nama asli gue, para pengurus panti ngasih gue nama Ryoji. Ga lama, gw diadopsi sama orang tua angkat gw dan sekarang gw ganti nama jadi Ryoji Mochizuki."

Minato tertegun. Ia mencoba mencerna perkataan Ryoji tadi.

Ryoji lalu mengeluarkan sebuah locket berwarna emas dan membuka locket itu. Terlihat ada foto dua orang anak laki2. Yang satu berambut hitam dan bermata biru, yang satu lagi berambut biru. "Ini satu2nya benda yang ada tampaknya ada hubungannya dengan masa lalu gue. Smua barang habis terbakar bersama dengan mobil & orang tua gue."

Melihat locket yang dipegang Ryoji, keluar air mata dari mata abu2 Minato.

"Lha?Minato-kun??", tanya Ryoji kaget...

"Pharos!", Minato berkata pelan lalu memeluk Ryoji.

Ryoji yg kaget mukanya memerah, "Lha, lha??Minato-kun??"

Minato hanya tetap menangis sambil memeluk Ryoji, "Ternyata benar...Lo Pharos..."

To be continued...

A/N : huwa iya tau ini chapter pendek...Bersabarlah kawand...orang sabar disayang Tuhan...Ehehehe...Eh maap yah kalo chapter yg ini n yg depan bakal agak serius...janji deh mulae chp 4 bakal konyol...hehe...review onegai! chapter 3 cuma bakal gw post kalo review nya uda mencapai at least 9...