Sepanjang Jalan Kenangan
Chapter 6
By : Schia Kepanasan yang senggang hahaha...
Warning & Disclaimer copy paste dari chap2 sebelomnya aja dah!
--
Minggu, 17 Mei 2009, 09.00
Kring kring...!!
Terdengar handphone Minato berbunyi. Minato melihat Hpnya dan melihat nama Kenji tertera di layar. Dengan muka lempeng dia menjawab,
"Ya?"
"Yo!Minato!Gimana, udah siap?", terdengar suara riang Kenji.
"Siap apa ya?"
"Haduh...jangan bilang lo lupa...", kata Kenji desperet, "Lo kan udah janji nonton ama gue...dan Ryoji..."
Ting! Minato lalu teringat janjinya pada Kenji kemarin,"Oh iya yah...", kata Minato.
"Haduh...Beneran lupa ni anak...Ya udah, buruan! Jam 11 gue tunggu di bioskop Port Island yah. Bye"
"Bye", Minato pun menutup handphone nya.
'Gawat.', batin Minato, 'Gue lupa ngajak Ryoji'...
--
Tok Tok Tok!
Terdengar suara ketukan di pintu kamar Ryoji. Ryoji, yang lagi baca majalah langsung panik & buru2 nyembunyiin majalahnya di bawah bantal. Nah lho...Majalah apaan tuh?hehehe...
"Si...Siapa yah?", tanyanya gugup
"Ini Minato", terdengar suara halus Minato dari luar. Ryoji menarik nafas lega. 'Gue kira Mitsuru-senpai mau inspeksi asrama...'
"Bentar gw bukain dulu ya!", Ryoji lalu bangun dan membuka kunci. Wajah manis Minato terlihat dari balik pintu. Ia mengenakan kaos santai berwarna putih & jeans yang agak2 ngetat. Lekukan di pinggangnya dapat terlihat dengan jelas, 'Ya ampun...Minato hari ini terlihat cantik...dan seksi!', Matanya memperhatikan Minato dari kaki hingga kepala dan berhenti di bibir Minato. Bibir mungil yang beberapa hari lalu dia renggut keperawanannya...Dan tanpa sadar, wajah Ryoji memerah...
Melihatnya, Minato menjadi cemas dan bingung, "Ryoji-kun?Lo kenapa?Muka lo merah..."
Ryoji mendadak gelagapan. "A...Uh...Enggak apa2 koq...Ehehehe...", Ryoji yang panik kipas2 pake tangan, "Er...Panas yah?Hahaha..." Halah alesan!
Minato mendekatkan wajahnya dan dengan muka imut dia bertanya, "Yakin enggak apa2?"
Ryoji langsung mundur beberapa langkah dan melihat lantai sambil ketawa maksa, "Eng...Enggak apa2 koq, bener!", 'Kalo lo ngeliatin gue dengan penampilan kaya gitu, bisa2 insting seme gue muncul, tauk!!'. Setelah berhasil menenangkan perasaan dan –ehem-nafsunya, Ryoji bertanya, "Btw, ada apaan ya lo kemari?"
Wajah Minato agak memerah. Ia menggaruk2 pipinya pelan, "Anu...hari ini lo ada rencana pergi?", tanyanya malu2.
"Hari ini? Ga ada rencana ke mana2 sih...", kata Ryoji sambil memperhatikan wajah imut2 Minato.
Minato menunduk menyembunyikan mukanya yang udah kayak gurita bakar, "Kalo gitu...Mau pergi nonton film di bioskop ga?"
Ryoji mengedipkan mata. 'Nonton film??Di hari Minggu begini?', Ryoji mengedipkan mata lagi, melihat wajah Minato yang malu2 kucing, muncul pikiran2 aneh dalam kepalanya, 'Jangan2...ini...ajakan kencan?!', "No-Nonton??Sekarang juga?Eng...Enggak sama Junpei atau senpai2 itu kan??", tanya Ryoji penuh harap
Minato menggeleng, "Enggak koq. Mereka enggak ikut. Cuma elo, gue..."
'YES! Ini ajakan kencan!', batin Ryoji girang. Ia melihat secercah harapan di depannya.
"...sama Kenji", lanjut Minato menutup kalimatnya.
Ryoji jatoh nyusruk...
--
Bioskop, Port Island Mall, 10.50
"Kenji!", panggil Minato. Kenji yang dari tadi nyender ke vending machine di deket bioskop langsung berdiri tegak.
"Minato! Dan Ryoji...", sapa Kenji. Ryoji membalas dengan tersenyum dan melambai.
Minato lalu berhenti di depan Kenji. Badannya basah gara2 keringetan abis lari2. Apalagi di musim panas begini...Sinar matahari terasa sangat menyiksa kawan, ditambah lagi dengan adanya penipisan lapisan ozon sehingga sinar UV lebih mudah masuk ke dalam bumi-HALAH-. Kenji memperhatikan Minato yang masih dengan kaos ketat putih dan skinny jeans. Cowok yang diem2 mesum ini hampir aja mimisan ngeliat penampilan Minato yang...seksi. Ditambah lagi dia keringetan & terengah2...Kenji menelan ludah. Author ikutan nelen ludah (haha).
"Minato...", kata Kenji pelan, "Kamu keringe..."
"Minato, liat tuh, keringat kamu banyak banget, sini dilap dulu.", belom selesai Kenji berbicara, Ryoji udah ngeluarin sapu tangan & ngelap dahi Minato dengan lembut.
Kontan, Minato mundur dikit. Mukanya merah. Tapi, dia akhirnya tetep diem & merelakan dahinya buat dilap Ryoji, "Thanks."
Ngeliatnya, Kenji jadi panas sendiri. 'Sabar, Kenji...Sabar...Di dalem bioskop nanti lo punya kesempatan koq...', Kenji berusaha tenang. Tangannya udah ngepal aja gitu di samping badannya.
"Jadi...", kata Minato pelan, "Kita nonton apa nih?"
Kenji lalu memperlihatkan 3 tiket bioskop, "Alone. Cuma film itu doank yang masih ada bangku kosongnya. Yang laennya penuh." (A/N : Buat yg udah nonton, oke, iya gue tauk kalo filmnya udah jadul pisan...Tpi cuma itu film horor yg terpikir di kpala gue waktu nuliz...-sekedar info : ampe sekarang gw blom selesai nonton tu film gara2 takut )
"Film apaan tuh?", tanya Ryoji.
"Horor Thailand...Tentang anak kembar siam gitu deh. Yang satu udah mati, terus neror sodara kembarnya...", kata Kenji dengan gaya ala (aduh gue lupa namanya) yang ngebawain Insert petang dengan gaya sok2 misterius gitu deh...
Minato konstan merinding. Dia paling benci sama yang namanya film horror. Sebagai info, status Minato saat ini ; Charm:Charismatic, Academic:Genius, Bravery: (aduh gue lupa namanya, pokoknya level ke dua deh...)...
Ryoji tersenyum usil ngeliat Minato yang ketakutan-walopun mukanya cool juga sih...Ia lalu menepuk pundak Minato, "Kalo takut, peluk gue aja. Hehe", bisik Ryoji setengah bercanda di telinga Minato. Ia dan Kenji lalu berjalan memasuki bioskop. Meninggalkan Minato yang tertegun dengan wajah memerah...
--
Suasana di dalam bioskop sangat tegang. Mencekam...Horor...Mereka2 yang nonton sama pasangannya pada pelukan. Yang ga punya pasangan...Cuma bisa ngeliatin pasangan2 yg pelukan dengan muka kepingin. Kesian dehhhh... Minato sendiri duduk di tengah2 Ryoji & Kenji. Sebenernya dari tadi dia udah ketakutan, tapi sok2 diberani2in. Kenji & Ryoji mah sedari awal ga merhatiin filmnya. Mereka sibuk ngeliatin Minato & menunggu Minato ketakutan supaya bisa meluk tuh cowok imut nan seksi.
"Minato...", kata Kenji yang udah enggak sabar., "Kalo takut pegang tangan gue aja...", katanya sambil menjulurkan tangan.
Tiba2, muncul sosok wanita dengan muka hancur di layar bioskop. "Gyaaaa...!!", Minato dan orang2 laen di bioskop kontan berteriak. Kenji udah siap2 dipeluk. 'Ini dia!', katanya sambil menyambut pelukan hangat Minato sambil memejamkan mata. Ia menunggu. Satu detik. Dua detik. Tiga detik. Tapi Minato ga kunjung memeluk Kenji. Kenji yang penasaran ngebuka sebelah matanya dan shock waktu liat Minato meluk orang lain erat2. Orang itu ga lain ga bukan, adalah Ryoji... Kenji cengok ngeliat mereka berdua...
"Minato-kun...Udah ga papa...Tuh setannya udah pergi...", kata Ryoji menenangkan Minato sambil menepuk2 punggungnya lembut. Tetapi Minato menggeleng & menolak melepaskan pelukannya. Ryoji tersenyum lembut. "Gue ga nyangka loh, kalo lo itu ternyata penakut. Habis biasanya tampang lo lempeng & keliatan kaya enggak takut sama apa2..."
Minato lalu melepas pelukannya. Dengan terbata2 dan muka merah (yang ga keliatan. Secara di bioskop itu gelap, ibu...), Minato berkata, "Bi...Biarin aja...Emang salah ya kalo gue takut?"
"Enggak. Enggak salah koq.", balas Ryoji. 'Justru dengan lo takut itu nguntungin gue! Gue jadi bisa meluk2 lo...Minato...Walopun enggak keliatan, tapi pasti sekarang muka lo merah...Imutnyaaaa...'
Minato lalu duduk sambil memeluk lututnya sendiri. Mencoba untuk mengalihkan perhatian dari film tersebut. "Dari kecil gue emang paling takut sama yang berbau mistis...", katanya pelan. Ryoji menyimak dengan penuh minat, "Dulu aja kalo malem2 pingin ke toilet, gw pasti minta lo temenin..."
Ryoji tersenyum dan terkikik pelan mendengar pengakuan jujur-ga tau malu- Minato. "Ja...Jangan ketawa dong!", Minato lalu mengangkat wajahnya dan ia melihat layar bioskop dan, "GYAAAAAAA...!!", ia berteriak dan memeluk lengan Ryoji lagi ketika melihat sosok cewek setan itu muncul lagi.
Deg. Jantung Ryoji berdetak kencang merasakan pelukan Minato. Secara tidak sadar, tangannya menyentuh pipi Minato pelan dan mengangkat wajahnya. Mereka berdua pun saling bertatapan. Jantung keduanya berdegup kencang dan wajah mereka sama2 memerah. Minato tiba2 terhipnotis oleh tatapan mata Ryoji dan tidak lagi mempedulikan film yang ia tonton. Begitu pula Ryoji.
Entah bagaimana, Ryoji kehilangan akal sehatnya. Ia merasakan dorongan yang besar dari dalam hatinya. Didukung dengan suasana bioskop yang gelap dan pasangan2 yang pada peluk2an di mana-mana, makin susah aja Ryoji mengendalikan 'dorongan' dalm hatinya, "Minato...", katanya pelan dengan suara yang ehem menggoda. Ia mendekatkan wajahnya ke wajah Minato yang masih tertegun dan memejamkan matanya. Dan sedetik kemudian, bibir mereka kembali bertemu. Minato terkejut. Ia awalnya ingin mendorong Ryoji, tetapi ia tetap diam dan ikut menutup matanya.
'Ada apa dengan gue? Kenapa gue ga ngelawan sama sekali?', batin Minato dalam hati. Tetapi tubuhnya sama sekali tidak bergeming. Ryoji & Minato tetap berciuman dalam kegelapan, untuk waktu yang cukup lama. Ryoji menjadi tidak bisa berhenti ketika ia merasakan lembutnya bibir mungil Minato dan ia mulai menjilati bibir Minato. Seketika itu pula Minato tersadar akan apa yang sedang mereka lakukan "Berhenti.", kata Minato pelan sambil mendorong Ryoji menjauh.
Ryoji yang menyadari tindakannya yang terlalu terburu2 menjadi panik, "Ma...Maaf Minato...Gue tadi..er...", ia mencoba meminta maaf tapi tidak dihiraukan oleh Minato yang terlalu sibuk berpikir dan mencerna kejadian yang barusan.'Bego!!Kenapa gue ga bisa ngontrol diri gue sendiri sih!Pasti abis ini Minato bakal jadi benci sama gue! Pinter lo emang, Ryoji Mochizuki!'
Minato menyentuh bibirnya perlahan. 'Gue...sama Ryoji...ciuman...?', batinnya. Ia menggenggam tangannya dengan erat, 'Ini ciuman pertama gue...'
Merekapun melanjutkan menonton film dalam diam. Tetapi, tidak ada seorang pun yang benar2 mengikuti isi film itu. Ryoji terlalu resah & takut Minato membencinya. Minato masih berada dalam pikirannya sendiri, tanpa menyadari kalau sebetulnya yang barusan itu bukan ciuman pertamanya. Sedangkan Kenji, ia membisu dan menjadi patung setelah menyaksikan adegan ciuman Minato & Ryoji di depannya...
--
Setelah 2 jam berada di dalam bioskop itu, akhirnya film pun berakhir. Tetapi, ketiganya tetap diam tak berkutik. Sampai akhirnya, Kenji dengan muka pucat berdiri.
"Gue pulang dulu ya...Bentar lagi gue ada les soalnya.Bye", katanya buru2 sambil pergi keluar bioskop tanpa melihat Ryoji & Minato.
"Kenji?", melihat gelagat Kenji yang aneh, Minato memanggilnya. Tetapi Kenji tidak menghiraukannya dan tetap berjalan keluar. 'Dia kenapa ya??'
Mata Minato yang tadinya mengikuti Kenji tiba-tiba bertemu dengan mata Ryoji. Blush! Muka mereka berdua merah lagi. Keduanya memalingkan muka. Minato yang panik lalu berdiri dan berlari.
"Gu...Gue juga pulang duluan!", katanya pelan. Ryoji yang masih duduk di bangku bioskop menonjok lengan kursi itu pelan. Ekspresi wajahnya sedih.
'Sial. Gara2 gue ga bisa nahan diri nih, jadinya kaya gini! Abis ini pasti dia enggak mau ngomong sama gue lagi!', matanya lalu menerawang, 'Habisnya...Habisnya Minato tadi seksi & imut2 banget sih...Gimana gue sebagai seme normal ga tergiur coba??'
"Argh! Sial!"
Sementara Ryoji masih sibuk memaki2 dirinya di dalem bioskop, Minato berlari menuju asrama sambil terus menyentuh bibirnya. Wajahnya yang merah tidak terkontrol ditambah lagi matanya yang menahan tangis membuatnya menjadi pusat perhatian orang-orang banyak. Orang2 semua pada bisik2 memprediksi alasan Minato menangis. Mulai dari yang ngira dia kehilangan duit, abis mergokin pacarnya selingkuh, sampai yang ngira kalo Minato abis di-ehem-rape sama berandalan. Ckckck...
Selama perjalanan, Minato sama sekali enggak memikirkan jalan yang dia tempuh. Di dalem pikirannya cuma ada wajah Ryoji & flashback adegan ciuman mereka di bioskop tadi. Tau2, Minato udah nyampe aja di depan asramanya (hebat yah?). Ia menelan ludah dan mencoba memasang muka tercoolnya saat memasuki asrama.
"Hai, Minato-kun.", sapa Fuuka ramah. Disusul dengan gonggongan Koromaru. Minato cuma menganggukan kepala. Saat ia naik keatas tangga, tiba2 Junpei yang dari tadi makan ramen cup di ruang makan bertanya pada Minato.
"Yo! Koq sendirian sih? Ryoji mana?", mendengarnya, topeng cool Minato langsung runtuh. Teringat lagi olehnya betapa lembut bibir Ryoji saat mereka berciuman tadi. Minato akhirnya menangis dan berlari memasuki kamarnya. Junpei & Fuuka cengok. "Eh...Tadi gue salah ngomong ya?"
"Hayo lo, Junpei...Anak orang dinangisin...", kata Fuuka yang masih ikutan berheran2 ria di sebelah Junpei.
--
Minato duduk di lantai bersandar pada kasurnya. Kamarnya begitu gelap. Hanya ada penerangan dari cahaya bulan saja. 'Gimana ini...', Minato lalu melihat foto2 lamanya dengan Ryoji (baca ; Pharos), 'Ciuman pertama gue...Diambil sama sahabat lama gue yang hilang ingatan...Ditambah lagi dia seorang COWOK...', Minato memeluk lututnya dan membenamkan wajahnya kedalam lutut. Merenung.
'Gue bukannya marah atau benci sama Ryoji gara2 dia ngambil ciuman pertama gue sih...Gue malah bingung sama perasaan gue sendiri. Dari tadi koq gue deg2an terus ya?'
'Udah jujur aja...Lo sebenernya seneng kan, dicium sama Ryoji...Bibirnya itu loh...Diem2 lo penasaran kan, gimana jadinya kalo ciuman tadi terus berlanjut...', terdengar suara misterius dari dalam kepala Minato.
'Eh?!Er...Uh...aduh, ga tau ah! Masalahnya yang nyium itu kan sahabat gue sejak kecil! Cowok lagi!', balas Minato pada suara di dalam kepalanya.
'Alah...Biarpun sahabat lo dari kecil juga, kalo lo emang seneng sama dia ya ga masalah...'
'Eh sial. Sapa bilang gw seneng sama dia! Gue Cuma...'
'Cuma deg2an tiap ngeliat dia kan? Itu tandanya lo suka sama dia!'
'Eng...Enggak koq! Sok tau lo! Lagian lo suara dari mana sih, ko tau2 bisa muncul aja gitu di kepala gue?'
'Alah masalah itu ga penting! Jujur aja ya...Lo tadi sempet mikir kalo Ryoji itu ganteng kan?', goda suara itu.
Wajah Minato kembali memerah, 'Eh...Euh...Anu...Ganteng...I-Iya sih ganteng...Aduh...'
'Hehehe...Tuh kan...Udah lah ngaku aja kalo lo tuh emang suka ama dia...'
Minato pun termenung. Ia berusaha berkonsentrasi dan memahami perasaannya sendiri.
'Apa iya...Gue suka sama Ryoji...?'
To Be Continued...
A/N : Tereeennnggg...!!Kira2 gimana perasaan Minato sama Ryoji? Kira2 gimana kalo Minato tau soal ciuman pertamanya yang diem2 diambil Ryoji? Penasaran? Penulis juga! (halah gaje!) Btw, gw masih bingung mau masukin adegan masa kecil pharosmina ato engga...Mohon masukan yah!! Ditunggu review dari kalian semua. Yang ngasih review, bakal dapet peluk & cium dari Minato. Yang enggak review & cuma numpang baca, dapet ciuman hangat & mesra dari Junpei (ga mau kan?! Makanya review!hahaha). Oh ya, peringatan dini...Mungkin chapter selanjutnya atau 2 chapter berikutnya, ratingnya bakal naek jadi –ehem- M...Thx 4 ur reviews...Schia loves u all!! –peluk Minato-chan XD-
7 Juni 2008, 00.08 (yez! Schia udah 16 tahun!!iyeiii!ehehe)
