Chapter 7
Disclaimer : PERLU DITULISKAH??
Warning : Shounen-ai...Kemungkinan M di akhir cerita?
A/N : Thx buat reviewnyaaa...jangan capek2 ngereview...lumayan itung2 nabung amal (lha?). Hehehe... Wah, buat yg request ShinjiAki lagi...jangan khawatir...mereka (dan kelakuan seronok XD mereka) pasti bakal muncul lagi koq...hehehehe
--
Senin, 25 Mei 2009, pulang sekolah...
Suasana siang itu begitu dingin, padahal sebentar lagi musim panas. Ya, matahari memang bersinar terik di luar sana. Tapi bagi Junpei, siang itu terasa dingin. Terutama saat berada di antara Minato dan Ryoji...
Junpei, Minato, dan Ryoji kini sedang berjalan pulang menuju asrama. Minato berjalan di sebelah kanannya, dan Ryoji di sebelah kirinya. Keduanya diam sepanjang perjalanan. Junpei, yang ngerasa keadaan sangat enggak enak, mencoba untuk menghibur suasana dengan jokes2 garingnya. Tapi tanggapan yang didapat cuma 'he-eh' dan 'iya' dari Ryoji...
'Aduh...ini orang berdua kenapa sih? Udah seminggu ini diem2an...Berantem nih?', tanya Junpei dalam hati. Engga enak juga dia jalan diantara dua orang yang lagi membisu...
Junpei udah berkali-kali nanya sama mereka, 'kalian kenapa sih?koq diem2an?', tapi pasti jawabannya, 'enggak apa2 koq...'
Ya, udah lebih dari seminggu sejak insiden ciuman Minato & Ryoji di bioskop. Sejak saat itu, mereka saling diem2an. Ryoji merasa terlalu bersalah dan ga berani ngomong sama Minato. Sedangkan Minato tetep diem karena udah seminggu ini perasaannya terhadap Ryoji kacau. Enggak, dia enggak marah sama Ryoji sih. Dia masih bingung mikirin apa bener dia suka sama Ryoji?
Merekapun akhirnya sampai di asrama. Begitu buka pintu, Minato dan Ryoji langsung aja nyelonong masuk ke kamar mereka masing2. Udah seminggu ini mereka begitu. Junpei makin bingung. Padahal biasanya mereka suka ngadem di ruang tamu bareng2 yang lainnya. Junpei lalu duduk di atas sofa, di sebelah Akihiko.
Akihiko, yang dari tadi sibuk maen kartu sama Shinji & Ken, langsung bertanya pada Junpei begitu ngeliat Minato & Ryoji, "Oi, itu anak berdua kenapa sih? Udah seminggu ini diem kaya patung batu."
Junpei mengangkat pundaknya, "Au' dah! Gue juga ga ngerti. Tiap ditanya, pasti bilangnya 'enggak ada apa2 koq'. Dikira gue percaya apa? Hah..."
Yukari yang dari tadi baca majalah ikutan nimbrung, "Kayaknya mereka jadi gitu sejak pulang nonton bioskop deh. Gue denger dari Fuuka, katanya minggu kemaren Minato nangis ya pas pulang dari bioskop?"
Junpei mengangguk.
Shinjiro kaget mendengarnya, "Ha? Si Minato, si bocah bermuka lempeng itu, nangis??"
Junpei mengangguk lagi.
"Hem...", Shinji garuk2 dagu, lalu nyengir ala om senang, "Terus, muka nangisnya gimana? Pasti imut yah?"
Junpei mengangguk lagi dan lagi.
"Ehem!", Aki langsung batuk, "Tolong ya, kita lagi serius nih!"
Ken tiba2, dengan gaya sok dewasanya ngomong, "Mungkin ada sesuatu yang terjadi sama mereka?"
"Nah itu diaaa...", kata Junpei desperet sambil ngelepas topinya, "Gue juga yakin pasti ada apa2 pas mereka nonton...Tapi masalahnya, mereka enggak mau bilang apa2 sama gue..."
"Walah...susah juga yah...", kata Akihiko sambil ngocok kartu. "Waktu itu mereka cuma pergi berduaan aja?"
"Hm...Kayanya si engga. Seinget gue kapan gitu Kenji pernah bilang kalo dia mau nonton sama Minato & Ryoji minggu kemaren...", kata Junpei.
Tiba2, Akihiko menjentikkan jarinya sambil tersenyum penuh kemenangan, "Nah itu dia!! Tanya aja sama Kenji! Susah bener sih..."
Junpei menepok jidat. 'Iya yah?! Ko bisa ga kepikiran yah??'. Dasar dodol... "Bener juga, senpai! Iya deh besok gue tanya sama Kenji!"
--
Gekkoukan High, 2F, keesokan harinya (jam istirahat)...
Berbekal wejangan senpai2nya, Junpei membulatkan tekad untuk bertanya kepada Kenji. Ia berjalan menuju meja Kenji dengan gagah berani bak tentara maju perang. Ada satu tekad kuat di dalam hatinya, yaitu ; mengetahui alasan Minato & Ryoji diem2an!
"Huy, Kenji!", sapa Junpei. Kenji yang dari tadi bengong langsung kaget.
"Eh...Yo, Junpei", kata Kenji sambil senyum maksa. Ngeliat gelagat Kenji, Junpei jadi makin bingung. Soalnya manusia satu ini juga udah seminggu ini keliatan ga semangat.
Junpei lalu duduk di kursi depan meja Kenji dan mulai bertanya tanpa basa-basi, "To the point aja nih ya...Hari Minggu tanggal 17 kemaren ada apaan sih sama Minato & Ryoji?"
Deeenggg...Ditanya to the point gitu, kontan Kenji langsung lemes. Terulanglah itu flashback adegan Ryoji & Minato di kepalanya. Kenji pun mewek.
"Hu...Hu...Hueeeeee...Junpeeeeiiii...!!", teriak Kenji.
Junpei kaget, "Lha? Lha? Napa nih, ko lo jadi nangis??"
Lima menit berikutnya pun diisi dengan Junpei yang gelagapan nenangin Kenji. Dalem hatinya, dia ngebayangin kalo misalkan yang nangis kaya gitu itu Minato, pasti dia udah meluk2. Tapi berhubung yang nangis Kenji, idih ogah lah yaw pake acara2 hug2an teletubies segala...Akhirnya, setelah Kenji tenang, Junpei kembali bertanya serius.
"Jadi...ada apa dengan mereka berdua?"
Kenji menjawab dengan sedikit terisak, "Mereka...hiks...mereka...", kenji mendekatkan kedua tangannya & membuat bentuk dua bebek lagi ciuman. "Mereka begini...!!"
Tapiiii, berhubung level pentium Junpei yang masih pentium dua, Junpei malah makin bingung ngeliat tangan Kenji, "Apaan sih?! Ngomong pake bahasa manusia dong!"
Kenji frustasi, "Ah! Dasar dodol lo! Maksud gue...begini itu...hikz...mereka itu...hikz...MEREKA CIUMAN!!"
JGERRRRR...!!
Junpei serasa disamber geledek dengernya. Dia membatu selama 5 detik mencerna kata2 Kenji.
'Minato...ama...Ryoji...CIUMAN?!'
"APUAAAAAA??", jerit Junpei. Pupuslah harapannya menjadi ciuman pertama Minato...Huhu...kasian deh...
Semua orang di kelas kontan ngeliatin mereka. Penasaran dengan apa yang sedang dibicaarakan.
"Sssttt..!! Toa banget sih lo!", kata Kenji naro telunjuk di bibirnya.
"Sumpeh lo mereka ciuman?!"
"Sumpah demi dewi Nyx dah! Orang gue liad sendiri di depan mata gue pas mereka ciuman di tengah2 film! Uda gitu ciumannya lama lagi!Hu...Huweeee!!", Kenji mewek lagi. Pupus sudah cintanya...
Junpei pun memucat...pucat...dan pucat...Bunga Sakura berguguran di hati Junpei...
--
Dormitory, malemnya, di kamar Ryoji...
"Arrggghhh...!! Ryoji dodooolll!!", terdengar suara teriakan frustasi Ryoji. "Pokoknya gue harus minta maaf, sekarang juga!"
Ryoji pun beranjak keluar dari kamarnya, tapi baru selangkah keluar, ia mendengar jeritan Yukari.
"Wottt??Ciuman?!Ryoji ama Minato?!",jerit Yukari dari ruang tamu di lantai 1. Yang langsung disambut sama teriakan Junpei.
"Woy, toa banget sih!", ga berasa kalo dia sendiri toa...
Ryoji menelan ludah, 'Mampus! Orang2 asrama udah pada tau! Gimana nih?? Minato pasti bakal tambah benci sama gue...'
"Urusan ini harus segera diselesaikan! Gue yang mulae, gue juga yang bertanggung jawab!", kata Ryoji mantab."Kalo udah terlanjur kaya gini mah, mau ga mau gue harus ngaku juga deh ke Minato..."
Ryoji lalu mengetok pintu kamar Minato. "Sebentar...", terdengar suara Minato pelan.
Pintu pun terbuka sedikit, tapi begitu Minato melihat Ryoji di depan pintunya sambil tersenyum bersalah, ia secara refleks menutup pintunya, tapi...
"Adaaaaaoooowww...!!"
Ryoji menjerit. Ups, ternyata jarinya kejepit pintunya Minato! Minato bengong. Bingung antara mau nolong, atau tetep nutup pintu. Tapi, berhubung Minato anak baik, jadilah dia kasian ama Ryoji dan membuka pintu lagi, membebaskan jari Ryoji dari hantaman & jepitan pintu itu.
"Uh...Lo...enggak apa2?", tanya Minato pelan pada Ryoji yang sibuk niupin jarinya yang kejepit. Ryoji mengangguk pelan. "Oh...Syukur deh. Ya udah, kalo enggak apa2...", Minato pun perlahan menutup pintunya lagi.
Tapi, Ryoji menarik kenop pintu di luar & mencegah pintu itu tertutup, "Mi-Minato-kun! Bentar dong! Jangan ditutup dulu! Ada yang mau gue omongin!", katanya dengan nada tegas. Mantab.
Jantung Minato perlahan berdegup kencang. "Ma...mau ngomong apa lagi?"
Ryoji menelan ludah. Ia mengumpulkan segala keberaniannya dan mulai bicara. Wajahnya agak2 pink. "Gu...gue...gue mau minta ma-"
BUM!
Tapi, belom sempat kalimat itu sukses keluar dari mulut Ryoji, terdengar suara kencang di tangga. Ryoji & Minato yang kaget lalu melihat ke arah tangga dan jeng-jeng-jeng...!! Betapa kagetnya mereka waktu melihat Akihiko, Junpei, Yukari, dan Fuuka pada tumpuk2an di atas lantai dengan Shinjiro sebagai alas mereka.
"Aduh...!!Ati2 dong makanya!!", teriak Yukari kesal.
"Bukan salah gue!! Akihiko-senpai nih yang tadi dorong2 Shinjiro-senpai!", bela Junpei.
"Lha? Koq gue yang disalahin?! Kan gue cuma pingin dapet view yang lebih bagus!", kata Akihiko sambil berusaha menyingkirkan Junpei yang menindihnya.
Shinjiro mukanya bete dan berteriak pada orang2 yang menindihnya, "Woy! Udah kalo mo ribut entar aja! Pokoknya pada minggir dulu! BERAT! –kalo Aki yang nindih gw sih gapapa..."
Ryoji cengok...Dalem hatinya dia bete ngeliat orang2 itu. 'Sialan lu pada...nginterupsi percakapan penting gue aja...'
"Kalian semua...ngapain di situ?", tanya Minato yang bingung.
Aki langsung nyengir kuda ngeliat Minato, "Eh? Kita...hahaha...Eng-enggak ngapa2in koq...Cuma latian senam aja! Hahaha...", Akihiko ketawa garing.
Shinji ikutan ketawa garing, "Kalian lanjutin aja ngobrolnya. Ga usah peduliin kita...Hahaha – Minggir lo semua dari atas gue!"
Semuanya, dibentak Shinji gitu, langsung pada berdiri & menyingkir dari badan Shinji.
Ryoji makin bete. Dalem hatinya ia berkata mantab, 'Sialan lo semua!! Pada nguping ya tadi?!'
Dan pengakuan Ryoji pun terpaksa dipending...
--
Keesokan harinyaaaa
"Okeh! Kalo gitu ayo kita mulae rapatnya!", kata Yukari semangat sambil megang kotak susu Ultra rasa strawberry. Dia, Junpei, Shinji, Aki, Fuuka, dan Aigis lagi duduk bikin lingkaran di atap sekolah.
"Jadi...buat apa lagi kita dikumpulin di sini?", tanya Junpei sambil makan Melon-pan.
Fuuka angkat bicara, "Jadi begini ya...Kalian semua tau kan kalo Minato & Ryoji lagi diem2an. Kita di sini mau bicarain gimana caranya supaya mereka baikan lagi."
"Tidak enak kan rasanya kalau ada teman seasrama yang bermasalah...", sambung Aigis.
Mereka ga ngerasa yah...kalo aja kemaren malem mereka ga nguping pembicaraan Minato sama Ryoji, tu orang dua pasti udah baekan...
"Nah...untuk itulah, kita berkumpul di sini...", Yukari terdiam sejenak. Matanya membelalak waktu melihat Shinjiro dan Akihiko, "Ataga senpai!! Tolong kalau mau mesra2an nanti aja! Lagi urusan penting nih!"
Tapi Shinji & Aki ga menghiraukan kata2 Yukari. Mereka asyik melakukan kegiatan mereka sendiri.
Kira2 mereka sedang apa yaaa?
Penasaran?
Mau tau mereka ngapain?
Beneran mau tau nih??
Yakiiiinn?
(Author pingsan digebukin pembaca XP)
Okeh2...Jadi, sementara Yukari bercuap2 dan berkobar2 soal Minato dan Ryoji, Shinji & Aki malah asyik SUAP2AN BENTOU.
"Bentounya enak...Ini semua kamu yang masak?", tanya Shinji.
"Ya iyalah aku yang masak. Nih, Aaaammm...", kata Aki bangga sambil nyuapin tamago-yaki (telor goreng-red) ke mulut Shinji...pake tangan... (euw...udah cuci tangan dulu belon tuh?)
Shinji mengunyah tamago-yaki itu & menelannya. Ia lalu menjilat bibirnya. "Tamago-yakinya manis...sama kayak yang bikin."
"Ah...Kamu bisa aja...", kata Aki malu2. Persis gadis SMA yang baru jatuh cinta (haduuuhhh...)
Tiba2, tangan kiri Shinji memeluk pinggang Aki dan tangan kirinya memegang pergelangan tangan Aki (yang tadi dipake buat nyuapin tamago-yaki). Shinji mendekatkan bibirnya ke jari telunjuk Aki, dan menjilatnya.
"Shi-Shinji!", kata Aki gelagapan.
Shinji cuma nyengir om mesum, "Tuh kan yang bikin rasanya juga manis...", Shinji lalu memasukkan jari Aki ke mulutnya dan menghisapnya.
"O-oy, Shinji!", jerit Aki yang mukanya memerah.
Shinji melepaskan tangan Aki dan mendekatkan bibirnya ke bibir Aki, "aku pingin...ngerasain kamu seutuhnya"
"Shinji, jangan di sini dong, Shin-!", belom selesai Aki bicara, bibir mereka berdua sudah bertemu. Shinji mencium bibir Aki dengan penuh nafsu. Panas..Panas..Panas..
Mereka terus berciuman dan sekarang malah jadi french kiss-an. Tangan Shinji udah mulae nyopot kemeja Aki.
Mereka yang asyik dengan kegiatan mereka sendiri ga sadar kalau dari tadi Fuuka ngerekam adegan mesra mereka pake hape.
"Hehehe...Tontonan seru nih...", kata Fuuka sambil ketawa.
Yukari dengan muka merah lalu berdiri dan nyeret Junpei, "Uh...Udah ah! Kita pindah aja rapatnya!"
Dan selama istirahat berlangsung, tidak ada orang yang berani pergi ke atas atap sekolah...
--
Ryoji berdiri lemas di depan pintu. Ia melirik jam tangannya. 5 menit lagi istirahat selesai, tapi ia belum juga melihat Minato. Sejak kemarin malam, ia belum mendapat kesempatan untuk bicara berdua dengan Minato.
'Aduh...Minato mana ya?', batin Ryoji cemas. Dia celingak-celinguk dan...aha! akhirnya Minato muncul juga, rupanya dia baru saja janjian sama Bebe.
"Owh, kyalauw begitchu, Minato-sama, sampai nantchi...Mata ne", kata Bebe sambil melambaikan tangan. (A/N : Aduh, koq gaya bicara Bebe jadi kaya Cinta Laura kejebur selokan sih??)
Minato balas melambaikan tangan dan berjalan menuju kelas. Ia berhenti saat matanya bertemu dengan mata Ryoji.
"Minato-kun...", kata Ryoji. Minato cuma diem. Dalam hatinya dia berkata, 'aduh! Gue mesti ngomong apa nih sama Ryoji?!'
"Minato-kun, nanti siang mau pulang ba-"
"Oiii!! Minatooo!!"
Lagi2, belom selesai Ryoji ngomong, dia udah disela ama orang lain. Ryoji pun dengan bete mencari tau siapa gerangan orang brengsek yang udah ganggu dia, dan dia menemukan Junpei berlari mendekat dengan wajah riang.
"Ada apa, Junpei?", tanya Minato datar.
Junpei, yang udah berada di samping Ryoji, bertanya, "Entar siang mau pulang bareng ga?"
Minato berpikir sejenak, "Hm...Boleh aja sih...Tapi gue musti latihan di klub renang dulu. Bentar lagi pertandingan sih. Kalo gue bolos bisa2 gue disate ama Yuko...", sebagai info buat yg belom tau, Yuko itu manajer tim renangnya Minato.
Junpei nyengir, "Gapapa koq, gue tungguin. Kalo gitu sampe nanti yah." Junpei berjalan memasuki kelas dan Minato mengangguk.
"Um...Tadi lo mau ngomong apa?", tanya Minato pada Ryoji.
"Enggak...Enggak apa2 koq.", kata Ryoji. 'Sial lo Junpeiii!!', batinnya dalem ati.
--
Sepulang sekolah, kolam renang...
"Yak! Latihan hari ini sampai di sini aja! Jangan lupa jaga kesehatan, jangan sampe sakit!", teriak Yuko kepada murid2 yang masih berenang di dalam kolam.
Minato lalu keluar dari kolam renang dan ia melihat Junpei udah bertengger di depan pintu gerbang kolam renang sekolah...dengan muka pengen...
'glek', Junpei nelan ludah ngeliat sosok Minato bercelana renang yang asoy-aduhai, 'seksi booooo!'
Minato ga enak perasaan diliatin Junpei, "er...Junpei? haloo?"
Junpei pun tersadar dari lamunannya, "eh, iya. Hai. Udah selesai latihannya?"
Minato mengangguk, "Iya. Tapi bentar ya. Gue mau mandi dulu.Sebetulnya gue ga suka sih mandi di sini, tapi gimana lagi..."
Kenapa Minato ga suka mandi di sini? Jawabannya adalah karena showernya itu loh...ga ada dinding2 pembatasnya. Jadi ya kaya di pemandian umum gitu. Harus rela memperlihatkan badan kalo mandi di situ. Untung aja sejauh ini Minato belom punya pengalaman digrepe2 di shower sekolah...Tapi dia resah juga. Secara tiap dia mandi, pasti adaaaa aja mata yang ngeliatin dia...
"Oh, OK, sip!"
Junpei pun diem menunggu di depan pintu masuk kamar mandi sambil menunggu Minato. Ia ngedumel2 sendiri mengingat perintah-seenak-udel dari Yukari...
"Inget ya Junpei! Pokoknya nanti siang lo tanyain ke Minato gimana sebenernya perasaannya sama Ryoji! Pokoknya entar lo bujuk2 dia deh supaya mau baikan sama Ryoji! Okeh? Mau kan lo? Harus mau! Ga boleh nolak!"
'Ih gila ya tuh cewek...ga nyadar apa dia kalo gue juga sebenernya suka ama Minato! Tega bener sih dia...', batin Junpei melas...Tapi dia juga ga berani ngelawan Yukari. Galak sih dia...Bisa2 Junpei dijadiin sasaran latihan panahan kalo berani ngelawan Yukari...
10 menit menunggu, Junpei ngerasa bosen. Dia ngeliat ke arah pintu kamar mandi. Semua anggota klub renang bergantian keluar dari kamar mandi. Cuma Minato aja yang belom.
"Minato lama banget sih...", Junpei lalu melihat tas Minato di depan pintu. Handuk mencuat keluar dari tas itu. "Ya ampun...dia lupa bawa handuk?"
Junpei lalu mengambil handuk itu dan memasuki pintu kamar mandi dengan niat mulia untuk ngasih handuk. Tapi, handuk dan niat mulia Junpei langsung jatuh begitu ia masuk ke kamar mandi...dan ngeliat Minato lagi mandi di bawah shower...telanjang... (ya iyalah...)
Junpei tertegun sejenak. Mukanya memerah ngeliat sosok belakang Minato yang telanjang. Minato tampaknya udah selesai mandi, tapi dia tetep diem di bawah shower, mikirin Ryoji...
'Astaga Tuhaaannn...ujian apa lagi yang Engkau berikan pada hamba??', akal sehat Junpei udah mau ilang aja tuh.
Tiba2, di bahu Junpei muncul dua makhluk gaje kecil2. Junpei jahat dan Junpei baik. Berikut ini percakapan mereka :
Junpei jahat : "Wuidih...seksi bener dah...priwiiittt"
Junpei baik : "Junpei, sadarlah Junpei! Segeralah berikan handuk itu dan keluar dari sini!"
Junpei jahat : "Ini kesempatan langka loh, jangan disia2in. Sekolah udah sepi. Anggota2 klub renang udah pulang semua. Lo ama Minato Cuma berduaan di kamar mandi ini..."
Junpei baik : "Oy oy! Mesum lu! Ga! Ga boleh! Minato itu kan temen lo! Biarpun lo suka sama dia, ga baek macem2in dia kaya gini!"
Junpei jahat : "Alah...sabodo amat dah! Mustinya lo manfaatin ini kesempatan...Tuh, seksi bener kan si Minato...Kulitnya putih, badannya langsing, pinggangnya berlekuk kaya gitar spanyol, dan pantatnya itu loh booo...Asooyyy"
Junpei baik : "Eits, ga boleh! Tahan diri lo Junpei, kalo masih pingin pertemanan lo ama Minato baek! Tuh si Ryoji yang cuma nyium bibirnya aja bisa didiemin seminggu penuh. Lha gimana jadinya pertemanan lo kalo sekarang lo rebut paksa keperawanannya??"
Junpei jahat : "Eh, Junpei baik, diem aja lo! Udah Junpei, serbu aja...Tuh, 'anu' lo juga udah berdiri (ehem!) kannn...udah, dari pada ditahan2, mending lo serbu aja sekarang!!"
Yak, begitulah pergulatan batin Junpei antara perkosa Minato atau tidak. Pada intinya, Junpei baik kalah dan Junpei jahat menang. Junpei pun akhirnya kehilangan akal sehatnya dan satu tekad muncul di hati Junpei.
'Bakal gue perkosa Minato! Sekarang juga!'
Tapi, sebelom Junpei menghampiri Minato, dia sempet mimisan dulu... (euwwww...) Setelah selesai mimisan, Junpei pun mengunci pintu kamar mandi dan mendekati Minato sambil tersenyum mesum dalam hati.
"Minato, handuk lo ketinggalan nih.", kata Junpei sok suci sambil ngasih handuk.
Minato yang dari tadi ga menyadari keberadaan Junpei (karena terlalu sibuk mikirin apa yang bakal dia ucapin ke Ryoji) kaget. "Eh?! I-iya, thanks.", Minato mematikan kran shower dan membalikkan badan untuk mengambil handuk dari tangan Junpei.
Melihat sosok depan Minato yang telanjang, kontrol diri Junpei hilang. Ia lalu mendorong Minato sampai jatuh ke lantai kamar mandi dan memegang tangan Minato erat.
"Ju-Junpei?! Ngapain lo?!", teriak Minato panik. Matanya membelalak waktu Junpei mencium bibirnya paksa, "mmph!!"
'Apa2an nih! Enggak! Gue ga mau dicium ama Junpei!!', Minato mencoba melawan, tapi apa daya, Junpei ternyata diam2 tenaganya gede banget. Minato pun cuma bisa pasrah-walopun dia juga ga mau si sebenernya. Junpei pun memaksa melanjutkan ke ciuman yang lebih dalam dan bermain2 dengan bagian dalam mulut Minato, 'ugh...kenapa ini? Rasanya jijik. Beda sama waktu dicium sama Ryoji. Padahal mereka kan sama2 cowok...Tapi, waktu dicium sama Ryoji, rasanya gue deg2an...'
Junpei akhirnya melepaskan bibirnya dari bibir Minato untuk bernafas. Minato kontan langsung berteriak, "Junpei! Gila lo! Lepasin gue ga?! Apa sih yang ada di pikiran lo?! Sadar dong!"
Tetapi, Junpei malah menatap mata Minato dengan tegas. Untuk pertama kalinya, Minato melihat ekspresi tegas Junpei (biasanya cengengesan sih...). Junpei pun berkata dengan suara berat, "Gue...Jujur aja, udah sejak lama gue suka, bukan, gue cinta berat sama lo, Minato..."
Minato terkejut, 'Junpei?! Cinta sama gue?! Jadi...jadi selama ini dia itu bukan cuma bercanda toh?!'
Tanpa menunggu balasan Minato, Junpei menyerang leher Minato. Ia mencium leher itu dan menggigitnys pelan hingga berbekas.
"Eng...Engga mau! Lepasin gue, Junpei!!", tetapi Junpei tidak mau mendengarkan. Ia terus saja melakukan serangan2nya. Air mata mulai menetes jatuh dari mata abu2 Minato. Sosok Ryoji muncul sekelebat dalam pikirannya.
"Tolong gue...Ryoji!!"
To Be Continued... (Huahahahahaha)
A/N : Yak, seperti yang uda saiia janjikan, ratingnya bakal naek...Hehe...Apakah kira2 Junpei bakal berhasil ngerebut keperawanan Minato? Gimana jadinya kelanjutan hubungan Minato & Ryoji? Saiia ga bakal banyak omong...Cukup REVIEW!! Jangan cuma numpang lewat & baca aja!
