Chapter 8
By Schia Kepanasan yang suka ngadem di ruangan berAC
Disclaimer : tuh kan...musti nulis ginian lagi...capek tau lama2...
Warning : Smua yg terlahir dari tangan Schia adalah Shonen-ai!!M!! M!! M!!
A/N : Walah...banyak yg protes soal JunpeixMinato yah? Hwahaha...tenang sadja saiia tidak akan berbuat terlalu kejam pada Minato...dakara, anshin shite kudasaiiii...hehehe
--
"Tolong gue... Ryoji!"
Secara ga sadar, nama Ryoji keluar dari mulut Minato. Junpei terpaku begitu mendengar Minato mengucapkan nama Ryoji, bukan namanya.
"Ryoji?", cengkeraman tangan Junpei mengendor. Dan saat itulah Minato mengambil kesempatan untuk melepaskan diri dari Junpei dan...
DUG!!
Minato memberi bogem gratis ke pipi Junpei. Junpei pun mental sampe ke tembok. Huahahahahaha...Ga disangka2 Minato uke2 begitu tenaganya gede juga...hehe
"Adaoowwww...", Junpei mengelus2 pipinya. Tampaknya tonjokan dari Minato tadi sudah membuat Junpei 'sadar' dan 'bangun'.
Sementara Junpei masih beradaow2 ria di samping tembok, Minato bergegas memakai bajunya dan keluar dari ruangan itu.
"Minato...gue minta maaf. Gue khilaf...", kata Junpei pada Minato sebelum cowok itu keluar dari kamar mandi,"Gue janji gue ga bakal ngulangin hal ini lagi..."
Minato berhenti sejenak. Dalam hatinya ia merasa marah. Tapi, melihat permintaan maaf Junpei yang tampaknya tulus itu, Minato pun merasa tergerak hatinya.
Junpei berdiri dan melihat lurus ke mata Minato, "Tapi, Minato. Pernyataan cinta gue tadi bener2 tulus dari hati gue yang terdalam. Gue udah sejak lama cinta sama lo."
Minato terdiam dan merenung. 'Junpei...suka sama gue...', ia memejamkan mata, 'Tapi gue jelas2 ga suka sama dia dan...', Minato teringat bahwa tadi ia menyebutkan nama Ryoji. Akhirnya, ia menyadari perasaannya sendiri.
"Sori Junpei...", kata Minato pelan, "Gue...Gue cinta sama Ryoji."
Akhirnya Minato menyadarinya. Selama ini, ia memang mencintai Ryoji.
Mendengar penolakan tegas Minato itu, Junpei shock. Ia memang tidak pernah mengharapkan cintanya terbalas, tapi ditolak dengan tegas tanpa basa basi gitu agaknya bikin dia shock juga. Iapun menghela nafas. "Gitu ya...Ryoji ya...", ia memaksakan tersenyum riang, "Ryoji beruntung banget ya bisa dapet cinta dari lo."
"Junpei...", Minato bisa merasakan bahwa sebenarnya Junpei sedang bersedih. Tetapi ia belajar dari pengalaman dan segera keluar dari kamar mandi. Dia ga mau lama2 berduaan sama Junpei.
Dan tanpa Minato ketahui, air mata perlahan2 menitik dari mata Junpei...
(A/N : Tuh kan?! Apa gue bilangggg...!! gue ga bakal setega itu ama Minato! Kalo ama Junpei mah gue tega...huahahaha)
--
Dormitory...
Ruang tamu saat itu begitu sepi. Hanya ada Ryoji di sana. Para cewek2 & Ken lagi bawa Koromaru jalan2. Sedangkan Shinji & Aki lagi pacaran entah di mana... Ryoji pun akhirnya makin kushyuk memikirkan gimana dia bakal ngomong sama Minato nanti.
"Minato...", ucapnya lirih.
Dan tiba2, jengjengjeng...pintu asrama terbuka & terlihat Minato masuk dengan muka sedih. Panjang umur sekaliiii
Merasa kalau inilah kesempatan yang baik, Ryoji bangkit berdiri dari sofa dan mendekati Minato.
"Minato-kun...ada yang mau gue omongin sama lo."
Begitu melihat Ryoji mendekat, Minato teringat kata2nya tadi, "Gue cinta sama Ryoji...", dan seketika mukanya mateng lagi...
"A...Ada apaan yah?"
Ryoji menarik nafas panjang dan memperhatikan wajah Minato. Tapi, pandangannya jatuh ke bekas kemerahan di leher Minato. Ryoji kaget. 'Bekas apaan tuh? Gigitan serangga ga kaya gitu...Jangan2...'
"Minato-kun, itu leher lo kenapa ya?", tanya Ryoji sambil mengenggam lengan Minato. Ekspresi Minato berubah terluka. Ia memalingkan wajah.
"Sebenarnya..."
--
"APA?! JUNPEI BERANI2NYA BERBUAT KAYA GITU SAMA LO??", teriak Ryoji. Dia ngamuk begitu tahu kalo Junpei barusan aja melakukan sekuhara (sexual harassment-red) ke Minatonya tercinta.
Minato mengangguk. Ia tidak berani menatap wajah Ryoji yang marah.
Ryoji menyingsingkan lengan bajunya dan melihat sekeliling, "Sekarang mana anaknya?! Berani2nya dia! Biar gue hajar!"
Minato parno sendiri ngeliat Ryoji yang kalap begitu. Kalo dibiarin, bisa2 koran Gekkoukan besok pagi bakal ada headline 'Siswa Kelas 2 SMU Membunuh Temannya Sendiri Karena Diduga Melakukan Pelecehan Seksual Terhadap Sahabatnya.'. Wah...kan gawat tuh...
Dengan sigap, Minato menarik lengan Ryoji dan berkata menenangkan Ryoji, "Tenang dulu, Ryoji-kun...Junpei udah minta maaf. Dan kalo soal tonjok menonjok...Dia udah gue tonjok koq."
Amarah Ryoji mereda sedikit mendengarnya, "Elo?Nonjok Junpei?", tanyanya tak percaya. Minto mengangguk dan Ryoji ketawa kecil, "Hahaha...Bagus! Orang kayak gitu emang pantes digituin! Tapi...yakin lo gapapa?"
"Gue ga papa koq...Dia kan udah tulus minta maaf. Lagian dia udah ngebantu gue menyadari perasaan gue yang sesungguhnya.", sayang, kalimat terakhir diucapkan dengan suara pelaaaaaannnn sekali sehingga Ryoji ga bisa denger, "Lagian kenapa jadi elo yang marah?", tanya Minato polos.
Teng! Muka Ryoji merah. 'Aduh, ni anak bolot apa polos sih?? Bukannya udah jelas kenapa gue marah...?'. Ryoji memegang kedua bahu Minato dan berkata mantab, "Minato-kun..."
Minato nelen ludah. Deg2an juga dia ngeliat muka Ryoji close-up begitu, "I...Iya?"
"Gue...", ucap Ryoji perlahan, "Gue cinta sama lo!", 'Huwaaaaa...!! keucap jugaaaa...!!'
Minato bengong. Kaget. Satu detik. Dua detik. Tiga detik.
"EEEEEEEHHHHH??", Minato menjerit dengan muka merah mateng. Jantungnya berdegup kencang sekali, "E-elo...a-ama gue...ci-ci-ci-cintaaa??"
Ryoji mengangguk manteb, "Makanya gue nyium lo waktu di bioskop. Lo mau jadi pacar gue?", Ryoji tau pengakuannya ini beresiko. Bisa aja ternyata Minato itu alergi homo & malah jadi jijik sama dia. Tapi sebodo amad dah! Ryoji merasa udah ga bisa mendam perasaannya lagi.
'Serius?Sumpah?Ryoji cinta sama gue??', blushingnya Minato makin ga keruan aja. Dia melihat ke lantai dan menelan ludah. Dengan tatapan malu2 khas uke, Minato pun berkata pelan...
"Gu...Gue juga cinta sama lo..."
Sayangnya, suara Minato lagi2 terlaluuuuu pelan sehingga Ryoji ga bisa mendengarnya.
"Sori, Minato-kun? Bisa diulang."
Minato menatap Ryoji mantab dan berteriak, "Gue juga cinta sama lo!"
Angin surga serasa bertiup. Bunga2 (entah dari mana author juga bingung) bermekaran di sekeliling mereka. Ryoji tersenyum lebaaaaaaaaarrrr sekali. Akhirnya, pujaan hatinya membalas cintanya!!
Ga kuasa membendung rasa bahagia, Ryoji memeluk Minato erat. "Minato-kun! Gue janji gue pasti ngebahagiain elo!"
Minato ikutan tersenyum. Perasaannya begitu lega. Akhirnya kabut tebal yang menyelimuti hatinya selama 1 minggu itu sirna sudah.
Ryoji melepaskan pelukannya. Pandangan mereka bertemu. Ryojipun mendekatkan wajahnya ke wajah Minato. Dan mencium bibir Minato lembut. Penuh rasa cinta.
"Ryoji..."
Ryoji tersenyum dan mendorong Minato ke arah tangga, "Ayo, ganti baju dulu sana. Pasti ga enak kan, pake baju ini terus dari tadi pagi..."
--
(A/N : Ehem! Warning!! Dari sini bakal ada LEMON!! Kalo belom siap mental buat bacanya, di skip aja!! Yang udah siap mental mah dipelototin ampe tua juga gapapa...hehehe)
Kamar Minato...
"Mmmpph..."
Suara desahan Minato terdengar menggema di kamar itu. Ciumannya dengan Ryoji berubah menjadi semakin panas. Lidah mereka bertarung menentukan siapa yang lebih dominan. Tetapi, tentu saja Ryoji yang menang. Minato pun menyerah dan membiarkan Ryoji bermain2 dengan mulutnya.
Sementara bibirnya sibuk menciumi Minato, tangan Ryoji mulai masuk ke balik kemeja Minato dan meraba2. Erangan dan desahan Minato tertahan di tenggorokannya. Tangannya menggenggam lengan Ryoji erat. Ryojipun dengan segera melepas kemeja Minato dan menjatuhkannya di lantai. Mereka terus berciuman sampai akhirnya butuh bernafas.
"Minato...", tatapan Ryoji begitu panas. Ia terbakar nafsu begitu melihat tubuh mungil Minato. Ia pun menggiring Minato ke atas kasur dan membaringkannya. Setelah kemeja Minato, celana dan pakaian dalam Minato pun ikut Ryoji lucuti. Hingga tidak ada lagi yang menutupi tubuh putih itu.
"Ry-Ryoji..", Minato merasa gugup saat merasakan udara bebas menyentuh sekujur tubuhnya. Ryoji memandangi leher Minato dan menemukan kiss mark yang tadi dibuat Junpei.
"Ga akan gue biarkan bekas cowok itu berada lama2 di atas tubuh lo.", Dengan segera, Ryoji menyerang leher Minato dengan ciuman, jilatan, dan gigitan. Ia mencoba menutupi tanda dari Junpei dengan tandanya.
"Nnggh...Ah! Ryo-Ryoji-kun!!", Minato menjerit ketika Ryoji menggigit lehernya keras. Wajahnya memerah dan pandangannya sayu. Nafasnya pun terengah2.
Mendengar suara2 Minato, Ryoji makin tidak bisa menahan dorongan dalam dirinya lagi. Ia pun menyerang bagian2 tubuh Minato lainnya. Sekujur tubuh Minato basah karena jilatannya dan banyak bekas2 kemerahan di tubuh Minato.
"Minato...Lo yakin ga apa2?", tanya Ryoji sesaat sebelum bersatu dengan Minato.
Minato yang tak sanggup lagi berbicara karena nafasnya yang terengah2 hanya mengangguk.
Ryoji memejamkan mata dan memasang posisi yang pas, "Oke kalau begitu."
Mata Minato terbelalak ketika Ryoji memasuki dirinya. "Aaaahhh!! Ryojiiii...kun...nghhh...AH!!", ia berteriak begitu keras ketika merasakan rasa sakit yang tiba2 di bagian bawah tubuhnya. Ryoji mulai bergerak perlahan, tetapi akhirnya ia memasang tempo yang cepat. Minato pun tak kuasa lagi membendung segala jeritannya. Mungkin saja ada orang yang mendengar jeritannya dari luar kamar. Ryoji menatap mata Minato dengan penuh cinta. Nafasnya juga terengah2.
"I love you, Minato..."
--
Keduanya kini terbaring tanpa pakaian di kasur. Mereka terlalu lelah untuk bergerak. Ryoji memperhatikan wajah cantik Minato yang berada di dalam pelukannya. Mata abu2 itu kini terpejam. Ia terlalu lelah dan kini sedang tertidur.
'Gue ga nyangka...Kalo cinta gue ke Minato bakal berjalan semulus ini...'
Ryoji kembali mengingat2 pertemuannya dengan Minato dan segala kenangan mereka (baik yang diceritain di ffic maupun yg engga.hehe). Ia teringat pada malam ketika ia mencuri ciuman Minato diam2.
'Hm...Apa sebaiknya gue cerita aja kali ya ke Minato?', batin Ryoji. Tetapi, ia menggeleng dan tersenyum, 'enggak usah deh. Biar ini jadi rahasia gue seorang. Toh enggak diceritain juga bagi Minato gue tetep first kissnya dia.'
Ryojipun mencium dahi Minato lembut dan bergabung dengan Minato di alam mimpi...
To Be Continued...?
A/N : Yezzz...!! Huwahahaha! Akhirnya ini ffic kelar juga! Hip hip huraaaayyyy!! (Schia nangis terharu). Pada akhirnya, Ryoji tetep ga inget sama masa lalunya...Huhuhu... Thx atas smua support & review kalian smua! Tanpa itu semua, ffic ini ga bakal berjalan ampe 8 chapter!! (peluk & cium dari author XD). Tapi tenang aja...Spanjang Jalan Kenangannya emang selesai di chapter ini. Tapi author udah nyiapin 1 chapter extra koq... (so it means, kalian masih bisa liad RyoMina fluff & ShinAki 1 chapter lagi...). Banzaaiii!! Hip hip hurrayyy...!
