"Aku titip Yunho Min, dan aku pinjam Kyumu dan halo Su-ie.. Lama tak jumpa" JaeJoong berjalan ke arah pintu sambil menarik lengan Kyuhyun dan mengusap lembut bahu Junsu.
"Ahh…"
Gubrak..
Belum sempat ia membuka pintu, suara seseorang membuatnya menoleh.
"Urggh.."
Yunho tergeletak di lantai dan memegang perutnya, mengerang.
...
...
Enno KimLee Presents
"Come back to me, Jae"
Main Cast : YunJae
Slight : YooSu, MinKyu, TOPJaeGD
Rate : T+
Warn : BoyxBoy, romance, angst (?), gaje, alur berantakan, typo (s)
Don't Like.. Don't Read..
No CoPas.. Okeh..
YunJae saling memiliki..
YunJae saling melengkapi..
YunJae punya orang tua, saudara-saudara mereka, cassie, serta shipper..
Dan cerita ini, murni milik saya!
"Urggh.."
Yunho tergeletak di lantai dan memegang perutnya, mengerang.
"Yunho…" JeJoong berseru dan melepas tangan Kyuhyun dan tergesa menghampiri lelaki yang masih sangat dicintainya itu.
"Bodoh.. Apa yang kau lakukan hah?" ucap JaeJoong kesal melihat tingkah Yunho. Keras kepala dan sedikit kekanakan.
Ia membantu Yunho naik ke kasur dan memencet bel, memanggil suster untuk memasang kembali jarum infus yang terlepas. Ia meringis melihat darah yang mengucur dari tangan Yunho akibat jarum infus terlepas.
"Uhh.. Jangan pergi Jae. Kumohon.. Jangan tinggalkan aku lagi. Uhh.." ucap Yunho sambil sesekali meringis memegang perutnya yang nyeri akibat terjatuh tadi.
"Nee.. Aku tak akan pergi sekarang. Aku akan pergi nanti setelah kau sembuh. Oke" jelas JaeJoong yang akhirnya mengalah melihat kelakuan Yunho.
"Tidak.. Aku tak mau sembuh jika begitu. Biarkan aku tetap sakit" ujar Yunho membalikkan badan, membelakangi JaeJoong dan 3 orang yang menatapnya bingung.
Ceklek..
Pintu kamar terbuka dan suster langsung membersihkan serta memasang jarum infus kembali setelah JaeJoong memberitahu alasan memncet bel. Suter pun langsung keluar setelah sebelumnya menyapa Changmin.
"Ehm.. Jae hyung.. Sebenarnya ada apa? Kenapa dengan kalian?" Changmin memberanikan diri bertanya.
"Tidak ada apa-apa Min, hanya hyungmu yang sedikit berulah, aku hanya mengembalikan card key apartementnya, lalu aku menelfon Kyu untuk meminta bantuan, tapi sepertinya ia salah mengerti" ucap JaeJoong menjelaskan.
"Salah mengerti bagaimana Jae? Kau bilang ingin pulangkan. Itu berarti kau akan kembali ke Jepang. Dan meninggalkanku kembali" Yunho langsung mendudukkan dirinya dengan sedikit meringis setelah mendengar penjelasan JaeJoong ke Changmin.
"Lihat.. Kau masih meringis kesakitan, tapi mengapa mau pulang saja dan tak mau dirawat disini eoh?" JaeJoong bersedekap, melipat kedua tangannya didepan dada.
"Kalau kau ingin pulang, lebih baik aku juga pulang kan. Benar kan Min, Kyu, Su?" tanya JaeJoong pada ketiga lelaki yang sudah duduk di sofa.
Ketiganya terdiam.. Tak ada yang berani menjawab..
Jika mereka menjawab "Ya" maka entah apa yang Yunho lakukan.
Jika mereka menjawab "Tidak" sudah dipastikan JaeJoong akan mendiamkan mereka bertiga seperti waktu dulu.
JaeJoong berdecak sebal..
Ia melangkahkan kakinya kearah tempat tidur Yunho.
Menarik kursi dan duduk disana.
Ceklek
Junsu menolehkan kepala saat didengarnya pintu kamar terbuka. Ia tersenyum ketika melihat sosok orang yang masuk dan duduk disampingnya.
Yoochun..
Kekasihnya sejak 2 tahun yang lalu.
Yoochun mengecup bibirnya lembut. Tetapi semakin lama berubah jadi semakin menuntut.
"Hyung.. Kau tak tau tempat eoh? Lihat.. Ada Baby Kyu.." ucap Changmin membuat Yoochun melepaskan tautan bibirnya pada Junsu.
"Biarkan saja Minnie, kau juga suka seperti itu padaku kan" ucap Kyuhyun membuat Yoochun menyeringai pada Changmin.
"Tapi aku kan melakukannya saat hanya berdua dengan mu baby, tidak seperti mereka" sanggah Changmin sambil menunjuk kearah Yoochun dan Junsu.
"Sudahlah Minnie, kalian berdua sama saja" akhirnya JaeJoong bersuara dan menghentikan perdebatan ketiga dongsaengnya itu.
Sedangkan Junsu? Ohh dy masih menundukkan wajahnya yang merona, malu.
Yoochun mendekati tempat tidur Yunho dan menautkan kedua alisnya ketika melihat cara tidur Yunho.
Yunho tidur masih menghadap kearah jendela, membelakangi orang-orang yang ada disana. Menarik selimut hingga sebatas lehernya.
"Dia merajuk chun.. Sejak kapan dia bisa merajuk seperti itu?" ucap JaeJoong menjelaskan ketika melihat raut kebingungan dari wajah Yoochun.
BooJae..
Boo..
JaeJoong terdiam.. Ia menolehkan kepalanya ke arah Yunho yang bergerak-gerak dalam tidurnya. Ia menggenggam tangan Yunho memberitahukan bahwa ia ada disini. Tangan Yunho dingin, serta peluh menghiasi kening nya..
ku mohon..
jangan lagi..
jangan pergi lagi..
Mereka yang duduk di sofa segera mendekat ke arah Yunho. Mereka tak menyangka jika Yunho akan seperti itu.
Yoochun segera keluar, disusul Junsu..
Changmin dan Kyuhyun masih berdiri disisi seberang, berlainan arah dengan JaeJoong.
"Aku disini Yunho.. Aku masih disini" ucap JaeJoong menenangkan.
Ia menghapus peluh dikening Yunho dan mengelus lembut pipinya.
'Ternyata tak ada yang cukup kuat diantara kita ketika kita terpisah?' ucap JaeJoong dalam hati.
JaeJoong merapihkan barang-barang Yunho dan memasukkannya ke tas. Ia menghampiri Yunho yang berdiri di balkon kamarnya dan memandang taman rumah sakit.
Setelah seminggu dirawat, akhirnya Yunho di perbolehkan pulang oleh dokter sekaligus pamannya. Ia akhirnya mau dirawat di rumah sakit setelah JaeJoong menyatakan akan menemaninya.
Dan disini lah mereka.. di balkon kamar rumah sakit.
JaeJoong mendekap Yunho..
Melingkarkan kedua lengannya pada perut Yunho dan menyandarkan kepalanya pada punggung lebar Yunho.
'hangat..' pikir JaeJoong.
Yunho meletakkan tangannya di atas tangan JaeJoong dan menautkan jari-jarinya.
"Kapan kau kembali ke Jepang? Lalu kapan kau kembali untuk bersamaku lagi?" tanya Yunho langsung.
Mereka setuju..
Setuju memulai semua dari awal.
Setelah mereka berbicara berdua beberapa hari yang lalu, Yunho setuju memberikan waktu untuk JaeJoong agar memikirkan kembali permintaan kembali bersamanya.
"Setelah aku menemui Appa dan Umma dan menginap dirumah beberapa hari, aku akan kembali ke Jepang. Dan kapan aku kembali kesini, aku tak tau Yunho-ah.. Aku harus menyelesaikan sesuatu disana"
"Kau masih ragu padaku Jae?" tanya Yunho setelah membalikkan tubuhnya menghadap JaeJoong.
"Aku butuh waktu Yun" JaeJoong menengadahkan kepalanya ke arah Yunho.
"Baiklah.. Aku mengerti" ujar Yunho pada akhirnya dan memeluk erat jaeJoong serta mengecup lembut surai coklat itu.
Musim dingin sudah tiba dan menyelimuti kota Tokyo. Angin bertiup agak kencang pagi ini. Kim JaeJoong melangkah keluar dari apartementnya dan menarik napas dalam-dalam.
Ia berjalan menuju halte bus dekat apartementnya. Ia mulai bergegas dan merapatkan sweter serta jaket nya ketika dingin mulai menyergap.
JaeJoong duduk dihalte menunggu bus yang datang setiap 15 menit sekali. Ia mengeluarkan iPod dan memasang earphone ke telinga, memejamkan mata sejenak ketika lagu Blue dari Big Bang mengalun indah.
Ia membuka matanya ketika mendengar bunyi decitan ban yang mendekat. Bus yang ditunggu nya telah tiba.
JaeJoong mendudukkan dirinya dikursi paling belakang, pojok sebelah kiri. Baru beberapa saat duduk, ia merasakan getaran kecil dari saku celananya.
"Ada apa Choi..?" tanyanya langsung ketika mengangkat telfon nya.
"….."
"Ya, aku tau. Sekarang aku sedang dalam perjalanan. Mungkin 30 menit lagi aku sampai"
"….."
"Tsk~ tentu saja aku ingat. Tapi mobilku sedang dibengkel. Jadi saat ini aku naik bus. Kau tau?"
"Hey.. Jangan mentertawakanku, Tabi" ucap JaeJoong ketika mendengar kekehan dari seberang telfon. Dan memutuskan sambungan nya.
"Hyung!"
JaeJoong melompat kaget dan berputar cepat. Matanya terbelalak menatap lelaki bertubuh kurus, berambut dicat pirang, bergaya cool. Kwon Ji Young atau lebih akrab dikenal GD.
Begitu mengenali lelaki yang mengagetkan nya. Ia menghembuskan napas lega.
"Hey Ji.. Kau membuat jantungku hampir melompat" ucap JaeJoong seraya memukul pelan bahu GD.
Kenapa JaeJoong memanggilnya Ji, bukan GD? Ohh.. Itu karna ia lebih suka Ji, dari pada GD.
GD memberikan senyum permintaan maafnya dan merangkulkan lengan kanan nya ke bahu JaeJoong. Berjalan bersama memasuki gedung TOP Entertainment.
Kalian bingung kenapa JaeJoong dan GD masuk gedung itu? Hemm karna gedung itu tempat agency musik dimana mereka bekerja.
Choi Seung Hyun sebagai Presiden Direkturnya adalah sahabat JaeJoong serta kekasih GD.
KKN eoh?
Tentu tidak..
JaeJoong dan GD adalah orang yang berkapabilitas dalam urusan musik. JaeJoong lulusan Universitas Inha jurusan musik. Serta GD lulusan Universitas Seoul jurusan musik pula.
JaeJoong dan GD bekerja sebagai komposer dan pencipta lagu. Sedangkan Choi Seung Hyun atau TOP, selain menjadi Pres Dir, ia juga sebagai rapper.
Tok.. Tok..
Pintu ruangan TOP terbuka dan mereka masuk. Mereka berjalan melewati meja kerja TOP dan masuk ke ruangan istirahat. JaeJoong langsung duduk di sofa single, sedangkan GD duduk di sofa panjang.
TOP yang sedang memeriksa laporan kerja bulanan, hanya mengangkat wajahnya sekilas dan tersenyum.
JaeJoong menyandarkan kepalanya pada sandaran sofa. Memejamkan matanya dan memijat pelan keningnya.
GD yang sedang membaca majalah fashion langsung menoleh dan menautkan alisnya. Heran..
"Hyung.. Kau kenapa? Apakah kau lelah? Klo begitu istirahatlah di ruangan pribadi Hyunie" ucap GD memandang JaeJoong.
"Tidak Ji.. Aku tidak lelah. Hanya sedang memikirkannya" ucap JaeJoong.
"Dia kenapa lagi hyung? Tidur dengan wanita lain lagi? Atau mabuk-mabukkan lagi? Atau kali ini ia benar-benar menghamili wanita eoh?" cecar GD hanya melirik ke arah JaeJoong.
"Kasar sekali kau Ji.. Tega sekali kau mengatakan itu pada orang yang berarti untukku. Sudah ku bilang.. Kemarin hanya salah paham" JaeJoong mendesah pelan.
"Ya.. Salah paham yang membuatmu melarikan diri dan sempat depresi. Untung kau bertemu kami hyung" ucap TOP yang tiba-tiba masuk ke ruang istirahat dan duduk di sebelah GD.
TOP mengelus lembut pipi GD dan mengecup bibirnya..
Kecupan yang semula ringan, semakin lama semakin menuntut kala GD mendesah pelan.
Puk..
JaeJoong memukulkan koran yang ia lipat ke kepala TOP dan berdiri disampingnya. GD tersenyum malu, kemudian melanjutkan membaca majalahnya.
"Ya! Jae hyung.. Hobi sekali memukul kepala ku sih? Jika kau ingin dicium juga, bilang saja. Sini.." ucap TOP seraya mengerlingkan matanya pada JaeJoong dan menarik lengannya hingga duduk di lengan sofa.
"Lakukan saja Tabi.. Sudah lama aku tak merasakan kecupan lembutmu" ucap JaeJoong menggoda karna mengerti kerlingan mata TOP.
"Lakukan saja Tabi.." ucap GD meniru ucapan JaeJoong. "..dan jangan dekat-dekat denganku" lanjut GD dan beranjak dari duduknya.
Hup..
TOP menarik lengan GD dan mendudukkannya di pangkuannya. JaeJoong tersenyum geli melihat tingkah pasangan itu. TOP selalu menggoda GD bersamanya.
'seperti ketika aku dan Yunho 4 tahun yang lalu' pikir JaeJoong.
"Lepaskan Choi.." ucapan GD membuyarkan lamunan JaeJoong.
"Tidak mau.. Biarkan saja begini Youngie. Aku merindukan saat seperti ini" ucap TOP semakin mempererat pelukannya pada GD.
"Sudah lah Ji.. Kau tau bahwa Tabi tak akan melakukan itu padaku kan. Jangan seperti remaja yang cemburu" JaeJoong berjalan ke ruang pribadi TOP.
"Choi Tabi.. Aku pinjam ruanganmu nee. Sepertinya aku ingin memejamkan mata sebentar. Ahh dan tolong pesankan segelas coklat hangat dan sepotong cheese cake, aku belum sarapan" ucap JaeJoong sebelum menutup pintu ruang pribadi TOP.
"Youngie.. Seharusnya kau tak berkata seperti itu tadi. Lihat Jae hyung sekarang, dia jadi murung lagi. Jangan membuatnya kembali mengingat hal itu" TOP mengingatkan hal yang sensitif bagi JaeJoong.
"Tapi itu bener kan hyungie.. Jae hyung tak bisa melupakan itu walau hanya salah paham. Dia harus kuat untuk berada di sisinya. Dengan Yunho hyung yang terkenal dan digilai oleh banyak wanita, Jae hyung harus siap dengan keadaan yang buruk sekalipun" GD menenggelamkan kepalanya di dada TOP.
"Dan itu yang terjadi pada kita 4 tahun lalu" ucap TOP lirih.
To Be Continued…?
Saya mau menjelaskan untuk keisyayunjae :
ChangKyu yang pertama mau masuk tapi ga jadi tuh karna Min liat YunJae yang lagi pelukan (Jae nangis itu loh, tp Min ga tau klo Jae nangis). Trus yang ChangKyu masuk bareng Yoochun tuh mereka liat YunJae tidur sambil pelukan (Yunho menenangkan Jae yang nangis sampe ketiduran).
Jae blushing itu karna malu kalau ternyata Dokter Shim, selaku Appa Min liat YunJae tidur berpelukan.
Semoga penjelasan itu bisa mengurangi kebingunganmu dan pembaca yang lainnya, kalau masih bingung.. Ya lempar saya dengan Yesung ^^ akan saya terima dengan senang hati.
Thanks to :
Keisyayunjae :: Angelwin :: Youleeta :: xxruuxx :: Jihee46 :: Suju aja :: Guest :: meirah.1111 :: imelia :: lucifer84 :: Kyuminjoong :: Dongdonghae :: kiki :: Booboopipi :: redKrystal :: Ryani :: KishiZhera :: Aoi Ko Mamoru
Terima kasih juga untuk yang udah nge-Follow dan nge-Fav cerita ini, gamsahae~
Gimme Your Review...?
