Dibalik pintu yang bertuliskan "Privat Room" terlihat sebuah ruangan yang dindingnya didominasi warna coklat muda. Ruangan itu terdapat sebuah tempat tidur berukuran king size di sudut kiri. Sedangkan disudut kanan terdapat sebuah mini studio. Ada sebuah kulkas kecil dan meja makan dengan 2 kursi berada diruang kosong antara tempat tidur dan studio. Disebelah mini studio terdapat kamar mandi.
Sedangkan dihadapan tempat tidur terdapat sofa panjang beralas karpet berwarna pink, warna favorit TOP. Lalu ada TV 21 in diatas meja nakas yang berisi majalah fashion, dan musik.
Terlihat berlebihan untuk sebuah ruangan pribadi?
Tentu saja tidak..
Itu dirancang TOP, karna ia lebih sering menghabiskan waktunya di kantor dari pada di apartement miliknya. Ia sering lembur dan pulang menjelang pagi, maka dari itu dirancanglah ruang sedemikian rupa agar terasa nyaman walau tak seluas apartementnya.
Kalian bertanya tentang pakaiannya?
Ohh tak usah khawatir..
Diruang istirahat yang terdapat sebuah sofa single, 2 buah sofa panjang dengan 1 meja, sebuah kulkas mini, dan sebuah lukisan bertema laut, ia membuat lemari tersembunyi. Jika kalian menekan tombol di balik lukisan, maka tembok itu akan bergeser dan terbuka. Menampilkan beberapa gantung kaos, kemeja, jas, celana bahan, dasi, sepatu, serta parfum.
Lengkap sekali bukan ruangan kerja seorang Choi Seun Hyun?
Enno KimLee Presents
"Come back to me, Jae"
Main Cast : YunJae
Slight : YooSu, MinKyu, TOPJaeGD
Rate : T+
Warn : BoyxBoy, romance, angst (?), gaje, alur berantakan, typo (s)
Don't Like.. Don't Read..
No CoPas.. Okeh..
YunJae saling memiliki..
YunJae saling melengkapi..
YunJae punya orang tua, saudara-saudara mereka, cassie, serta shipper..
Dan cerita ini, murni milik saya!
JaeJoong mengeluarkan iPod dan memasang earphonenya -lagi- lalu merebahkan tubuhnya di tempat tidur milik TOP. Memejamkan mata sambil mendengarkan lagu Don't cry my lover dari TVXQ.
Ia teringat pembicaraan 2 bulan yang lalu dengan Yunho waktu di rumah sakit.
…flash back…
Yunho terduduk di pinggir tempat tidur. Memandang JaeJoong yang sedang membereskan peralatan makannya ke dalam sebuah plastik untuk dibawanya pulang nanti.
Bingung kenapa JaeJoong membawa makanan dari rumah? Itu karna permintaan seorang Jung Yunho yang lagi-lagi diperbolehkan oleh sang dokter sekaligus pamannya.
Yunho tak mau makan bubur buatan rumah sakit. Ia rindu dengan bubur buatan JaeJoong ketika dahulu ia sakit.
Sangat manja bukan seorang Presiden Direktur Jung's Corp yang terkenal itu?
Benar-benar membuat JaeJoong menggelengkan kepalanya dengan sikap Yunho yang tidak berubah. Manja ketika sakit.. Dan sedikit kekanakan.
"JaeJoongie.. Kapan kau akan kembali ke Jepang? Lalu, kapan kau akan kembali ke Seoul dan bersamaku lagi?" tanya Yunho to the point.
"Entahlah Yunho-ah.. Aku akan bertemu Appa, Umma dan dongsaengku dulu. Lalu menyelesaikan sesuatu di Jepang dan baru setelah itu kembali kesini. Yang jelas tidak dalam waktu singkat" ucap JaeJoong bersandar di wastafel yang berjarak 2 meter dari tempat tidur.
JaeJoong memasukkan kedua tangan kesaku celananya. Ia memandang Yunho lembut. Tatapan yang sangat disukai Yunho.
"Tapi kau akan segera kembali setelah urusanmu selesaikan? Aku harap secepatnya kau kembali bersamaku" jawab Yunho.
"Kapan aku bilang mau kembali bersamamu? Aku hanya bilang kembali kesini, ke Korea" ucap JaeJoong memandang Yunho.
JaeJoong melipat kedua tangannya di depan dada.
Terdiam.. Menunggu reaksi dari Yunho.
Yunho pun terdiam.. Ia sedang memikirkan dengan cara apa supaya JaeJoongNya kembali padanya.
JaeJoong tersenyum -menyeringai-.
Ia perlahan membalikkan badannya masuk ke kamar mandi, membuka keran air dan menampungnya di tangan, kemudian membasuh wajahnya. Merapihkan tatanan rambutnya yang mulai berantakan karna hari sudah beranjak malam dan mengganti pakaiannya.
Lalu berbalik dan menampilkan senyum menggodanya.
"Baiklah Yunho.. aku akan keluar sebentar, mencari udara segar. Kau baik-baik disini nee" ucap JaeJoong merapikan pakaiannya.
Suara JaeJoong yang terdengar ceria membuyarkan lamunan Yunho. Ia terperangah melihat penampilan JaeJoong sekarang. 'Kenapa ia berganti pakaian?' pikir Yunho.
"Kau mau kemana Jae? Kenapa rapi seperti itu? Seperti mau kencan saja" ucap Yunho akhirnya.
JaeJoong berdehem..
"Aku mau ke taman Yunho-ah.. Mau melihat bintang, dan siapa tau bertemu teman untuk ngobrol dibawah langit malam" ucap JaeJoong dengan nada menggoda.
Yunho yang mendengar ucapan JaeJoong sedikit kaget.. Sejak kapan JaeJoong membutuhkan teman saat melihat bintang? Dahulu, ia akan betah jika hanya melihat bintang sendirian.
"Kau.. Terdengar seperti ingin mencari kekasih Jae. Lihat penampilanmu" ujar Yunho.
Padahal JaeJoong hanya mengenakan kaos berleher v berwarna coklat muda dan agak longgar. Lalu di balut jaket kulit berwarna coklat tua.. Celana jeans skinny, sepatu kets warna biru. Tampilan casual ala JaeJoong..
Tapi sedikit menggoda.. Sexy..
JaeJoong memutar kedua matanya saat melihat Yunho yang tak berkedip memandangnya. Tatapan penuh hasrat.. Tatapan yang dahulu sering membuatnya merona. Tapi kini ia tetap santai.. Walau jantungnya berdetak tak karuan.
"Kenapa eoh? Kau tak suka dengan penampilanku? Padahal di Jepang aku dan Tabi serta Ji sangat terbiasa dengan penampilan seperti ini, malah bisa lebih" ucap JaeJoong sambil tertawa.
"Lebih bagaimana maksudmu Jae?" ucap Yunho penuh keingintahuan.
"Lebih sexy dan menggoda.. Sudah lah, aku keluar dulu nee" ucap jaeJoong seraya berjalan ke arah pintu.
Yunho yang kaget dengan ucapan JaeJoong, langsung melompat turun dari tempat tidur. Ia bergegas menghampiri JaeJoong dan memelukknya erat.
"Lepaskan Yunho.. Aku mau keluar" ucap JaeJoong sambil meronta.
"Tidak akan. Aku tak akan membiarkan kau melangkah keluar. Kau akan tetap disini bersamaku" jawab Yunho.
"Lepas Yunho.. Aku tak suka kau seperti ini" ujar JaeJoong lirih.
Perlahan..
Yunho melepaskan pelukannya. Menangkupkan tangan besarnya pada wajah JaeJoong. Menyatukan kening mereka..
"Kembalilah padaku Jae, jangan seperti ini. Jangan membuatku tersiksa dengan kelakuanmu. Lebih baik kau pukul aku, hajar aku, sampai matipun aku rela. Asal kau kembali padaku" ucap Yunho lirih.
"Sampai kau mati? Lalu untuk apa kau memintaku kembali padamu huh? ucap JaeJoong menjauhkan kening mereka.
"Setelah kau kembali padaku, kau boleh membunuhku. Setidaknya, kembalilah padaku dulu Jae" ucap Yunho kembali menyatukan kening mereka.
"Bodoh.. Sejak kapan kau jadi bodoh seperti ini? Mabuk-mabukkan, sering melewatkan waktu makanmu, atau kau juga sering meniduri wanita / lelaki saat mabuk huh?" ucap JaeJoong menumpahkan kekesalannya.
Yunho kembali memeluk JaeJoong..
"Aku bodoh tanpamu Jae" jawab Yunho seraya meletakkan kepalanya di perpotongan leher dan bahu JaeJoong. Menghirup aroma vanila yang begitu di rindukannya. Menempelkan bibir nya pada leher JaeJoong, mengecup lembut dan menghisapnya perlahan.
Kebiasaan Yunho saat ia merasa lelah dengan tugas kampusnya dulu, saat ia merindukan JaeJoong. Yunho akan memeluk dan menghirup aroma tubuh JaeJoong yang membuatnya tenang dan menggoda.
"Yunho.. Uhh lepas" JaeJoong berbicara sambil menjauhkan lehernya dari Yunho.
"Aniya~ Aku sungguh merindukanmu Jae" lagi.. Yunho mengecup bekas hisapannya yang sedikit memerah.
"Lepas atau aku tak akan pernah kembali ke Korea, terutama padamu" ucap JaeJoong tegas.
Ucapan JaeJoong membuat Yunho langsung melepas pelukannya. Menatap ke dalam mata bulat JaeJoong, mencari kesungguhan dari ucapannya.
"Benarkah kau akan kembali padaku Jae?" tanya Yunho senang.
"Jika kau mau menungguku, aku akan kembali padamu. Bagaimana?" ucap JaeJoong menantang.
"Baik.. Aku akan menunggumu. Tapi kau akan benar-benar kembali padaku kan sayang?"
"Aku belum kembali padamu, jangan memanggilku dengan sayang" ujar JaeJoong sinis.
Grep..
Yunho memeluknya lagi.
"Terima kasih Jae.. Terima kasih kau mau memberiku kesempatan"
…flash back end…
TOP berjalan melewati loby. Ia baru tiba setelah menghadiri rapat dengan artis yang akan mulai debut. Ia bergegas ke meja resepsionis ketika melihat seorang lelaki asing sedang berdebat dengan karyawannya.
"Ada apa ini Dara, Bom noona? Kenapa ribut sekali?" tanya TOP pada resepsionis yang diketahui bernama Dara dan Bom.
"Ahh Pres Dir.. Tuan Jung Yunho ini mencari orang yang bernama Kim JaeJoong, tapi setelah di periksa, tak ada 1 pun yang bernama itu" jawab Dara sambil menunjuk Yunho.
Yunho dan TOP saling berpandangan. Menatap satu sama lain.
'Diakah Pres Dir yang bernama TOP itu?' pikir Yunho.
'inikah Jung Yunho yang menyebabkan Jae hyung kabur kesini?' pikir TOP.
Keduanya saling sibuk dengan pikiran masing-masing ketika lagu Fantastic Baby dari Big Bang membuyarkan lamunan TOP.
"Nee Youngie.."
"…"
"Aku baru sampai. Baiklah.. Sebentar lagi aku naik dan kita makan siang bersama hyungie" jawab TOP dan memasukkan kembali handphonenya ke saku Jas.
TOP berdehem.. Lalu memulai pembicaraan.
"Jung Yunho-ssi dari Jung's Corp di Seoul. Kau kah itu?" tanya TOP to the point.
Yunho menautkan alisnya, bingung.. Mengapa orang di depannya ini tau klo dialah orang itu.
"Apakah kau TOP Pres Dir agency musik ini?" tanya Yunho balik.
TOP mengulurkan tangannya, mengajak berjabat tangan dan merekapun saling memperkenalkan diri.
Diliriknya jam tangan bermerk yang melingkar di tangan kirinya. Pukul 12.45 kst..
TOP mengajak Yunho ke ruangannya. Mempersilahkannya duduk di ruang istirahat dan menyerahkan minuman isotonik.
"Ji.. Akh.. Pelan-pelan bodoh, sakit" suara lembut JaeJoong menghentikan gerakan Yunho yang sedang minum.
'Boo.. Benarkah itu suaramu?' Yunho berpikir.
"Ji.. Akh.. Stop. Aku tak mau melanjutkannya. Turun dari tubuhku sekarang" lagi.. Itu memang benar suara JaeJoongNya. Tapi apa yang sedang dilakukan di dalam ruangan bertulis Privat Room itu? Yunho mengepalkan tangan kanannya.
"Tidak, aku tidak mau.. Aku suka melakukan ini padamu Jae hyung. Kau tadi sudah membuat bokong ku sakit. Sekarang aku akan membalasmu" suara seseorang membuat Yunho beranjak ke ruangan tersebut.
Sedangkan TOP? Ohh ia sedang menerima telfon di meja kerjanya.
"Akh.. Ji, stop. Sakit, berhenti" JaeJoong mengerang.
"Sebentar lagi hyung.. Tahan sebentar, tinggal-
Ceklek..
Ucapan GD terpotong oleh suara pintu ruang pribadi TOP yang tiba-tiba terbuka lebar.
GD yang posisinya menghadap arah pintu langsung menutupi tubuh mereka dengan selimut. JaeJoong yang merasa aneh dengan sikap GD, menolehkan kepalanya, melihat apa yang terjadi.
Ia membelalakkan matanya ketika melihat orang yang ada di depan pintu. Ia tadi tak mendengar pintu terbuka, oh atau karna ocehan nya bersama GD yang menyamarkan suara pintu?
JaeJoong menepuk punggung GD perlahan, dan menyadarkan GD dari kekagetannya. Ia pikir itu TOP, tapi ternyata orang asing.
"Ji.. Lepaskan tanganmu dari tanganku. Dan cepat turun dari punggungku.." ujar JaeJoong.
Penasaran dengan yang dilihat Yunho?
GD sedang menduduki kedua kaki JaeJoong yang terlipat ke bokong, serta menarik kedua tangannya ke belakang. Posisi JaeJoong tengkurap dan mereka berdua hanya memakai singlet dan boxer. Melakukan kegiatan yang baru-baru ini membuat mereka meluapkan kepenatannya.
GD perlahan melepaskan pitingannya (?) ditubuh JaeJoong dan terduduk di ranjang. Perlahan JaeJoong berdiri dan memakai kembali kemeja biru laut dan celana jeansnya.
Melihat GD yang masih diam di atas kasur, JaeJoong melemparkan pakaian GD dan menyuruhnya ke kamar mandi. Tentu saja GD langsung beranjak, masih dengan melilitkan selimut pastinya.
Yunho berjalan menghampiri JaeJoong yang sedang merapihkan rambutnya.
"Apa yang baru saja kau lakukan Jae? Mengapa berpakaian seperti itu huh?" Yunho memerangkap JaeJoong dengan kedua tangannya.
"Apa yang kulakukan? Menurutmu apa yang sedang kulakukan?" JaeJoong kembali bertanya dengan nada sedikit aneh, bukan menjawab.
Emosi.. Yunho emosi dengan sikap JaeJoong. Belum pernah selama 4 tahun mereka berhubungan. JaeJoong berbicara dengan nada seperti ini. Selalu tenang dan lembut kala melihat Yunho emosi. Tapi tidak kali ini.
"Menurutku kau akan bercumbu, melihat keadaan kalian seperti itu" jawab Yunho sambil tersenyum kecut.
"Benar.. Aku memang akan bercumbu jika saja kau tak datang dan menghentikan kegiatan kami. Kau datang di saat tak tepat, Yunho, kau- "
Belum sempat JaeJoong menyelesaikan ucapannya, mulutnya telah dibungkan oleh Yunho. Yunho menciumnya dengan kasar.
"Lepaskan Yunho!" JaeJoong meronta dan sedikit berteriak.
GD yang baru saja selesai memakai pakaian nya terdiam. Dia kaget mendengar teriakan JaeJoong. Ia mengintip melihat keadaan JaeJoong.
Ia terbelakak.. JaeJoong sedang meronta ketika dicium paksa. Dengan cepat ditekan nya nomor TOP.
"Kau milikku Jae, pipimu, bibirmu, tubuhmu, jiwamu, semuanya milikku" ucap Yunho disela ciumannya.
"Tidak.. Aku bukan milikmu" JaeJoong masih meronta dan dengan sekuat tenaga, ia berhasil melepaskan ciuman Yunho.
Plak..
JaeJoong menampar Yunho.
Merasa JaeJoong menolaknya, Yunho yang sedang terselimuti marah, kecewa, emosi, ia melayangkan pukulan ke wajah JaeJoong.
Bugh..
JaeJoong meringis.
Untuk pertama kalinya, Yunho memukulnya. Memperlakukannya dengan kasar.
GD yang tak tahan melihat mereka, segera keluar dari kamar mandi dan menghampiri JaeJoong.
"Hyung.. Ayo kita keluar hyung. Ish, kemana Tabi itu, kenapa lama sekali" ucap GD menarik lengan JaeJoong.
"Mau kemana kau Jae? Tak cukup waktu kalian yang tadi huh?" Yunho menarik lengan JaeJoong yang satunya.
"Lepaskan hyungku" GD menampik tangan Yunho.
"Kau, jangan ikut campur"
"Apa? Kau pergi sana. Atau kupanggil satpam "
Bugh..
"Jae hyung..!"
GD berteriak.. Ternyata saat Yunho mau memukul GD, JaeJoong telah berdiri di depannya, menggantikannya mendapat pukulan Yunho
JaeJoong meringis -lagi-..
Brak..
TOP masuk ruangan pribadi dengan tergesa setelah mendengar GD meneriakkan nama JaeJoong. Ia terbelalak melihat JaeJoong berdiri di depan GDnya dengan wajah sedikit lebam dan sudut bibirnya terluka.
Dengan cepat, ia melangkah memisahkan Yunho dengan JaeJoong yang saling menatap tajam.
"Awas TOP" kilah JaeJoong saat TOP memundurkan tubuhnya.
Untuk kedua kalinya ia menerima pukulan dari orang yang di rindukan itu. Sedangkan Yunho hanya diam, tak menyangka jika pukulan nya akan mengenai JaeJoong -lagi-.
"Hyungie.. Kau terluka" ucap GD seraya mengusapkan ibu jarinya pada sudut bibir JaeJoong.
"Aku tak apa Ji, tak apa. Hanya luka kecil" jawab JaeJoong menurunkan jari GD.
"Kau.. Apa yang kau lakukan pada Jae hyung huh?, Ji.. Bawa Jae hyung keluar" ujar TOP ketika Yunho masih tak bergeming.
Yunho yang mendengar ucapan TOP, langsung tersadar dan beranjak menghampiri JaeJoong dan GD. Tapi dengan cepat, TOP menangkap bahu Yunho dan menahannya. Tapi dengan cepat pula, Yunho menghempaskannya.
Tak mau kalah, TOP menarik tangan Yunho, mencengkramnya erat.
"Lepaskan Choi.." Yunho berteriak, membuat GD berbalik untuk melihat apa yang terjadi.
JaeJoong yang sedang melamun dan berjalan di belakang GD juga menoleh mendengar teriakan Yunho. JaeJoong yang melihat raut wajah Yunho yang memerah, dengan segera melepas tangan GD.
Yunho yang tak bisa lagi mengendalikan emosinya, tiba-tiba mengepalkan tangan. Ia tak bisa menerima bahwa dirinya dijauhkan dari JaeJoong.
Bugh..
"Jae hyung.. / hyungie.." ucap GD dan TOP bersamaan.
Lagi.. JaeJoong menggantikan TOP menerima pukulan Yunho.
Setelah JaeJoong menerima pukulan itu, ia menggenggam tangan Yunho. Ia mengusap punggung tangannya itu dan perlahan membuka kepalan tangannya.
Hal yang dulu biasa dilakukan JaeJoong ketika Yunho menahan emosi dengan mengepalkan tangannya. Lalu dengan lembut mengusapnya dan mengecupnya. Tapi kini ia hanya mengusap, tidak mengecup.
"Jae.." akhirnya Yunho mengeluarkan suara setelah merasakan dingin dari genggaman tangan JaeJoong.
JaeJoong merasa pandangannya mengabur ketika mengangkat wajahnya untuk menatap Yunho. Ia melihat tatapan menyesal dan terluka dari Yunho. Ia mengangkat tangannya untuk mengelus pipi Yunho.
"Aku tak apa, tak usah khawatir" ujar JaeJoong lirih dan setelah itu, seketika pandangannya mengabur..
Lalu gelap..
To Be Continued…?
Ryani :: UmPa pasti kembali bersama koq, ditunggu saja waktunya.
Jihee46 :: Yosh.. ini udah lanjut yaa.
lucifer84 :: Yunho ngambeknya lucu? Sekali-kali bikin chara Daddy gitu, gapapa ya.
EvilmagnaeMin :: Nih udah banyak belum GTOP nya?
Guest :: Nih udah lanjut.
Nara-chan :: Gumawoo dah begadang demi baca ff author abal ini. Umma pasti kembali, tapi.. Ditunggu aja yaa.
irengiovanny :: flashback yang papi tidur bareng Ara kan udah ada tuh dichap 1, tapi nanti ada yang lebih jelasnya.
Youleeta :: Aku usahakan lebih seru. Chap ini udah seru belum?
meirah.1111 :: Yuph.. Aku ambil dari real life nya YunJae. Kamu sedih? Aku juga #kasih tissue
kiki :: YunJae kalo bersama pasti saling melindungi dan menguatkan. Kalau pisah, ya gini deh.. Sakit si daddy jadinya. Review lagi?
Julie YunJae :: Ini udah lanjut yaa. Masih penasaran ga?
Aoi Ko Mamoru :: Jaemma tuh lagi ngegalau, sama ma aku #ehh dan TOPGD itu, nanti ada saatnya.
imelia :: heyoo imel.. Tenang saja.. Akan kulakukan yang terbaik untuk kalian, MomDad #digetokMommy.
Terima kasih juga untuk yang udah nge-Follow dan nge-Fav cerita ini, gamsahae~
Gimme Your Review...?
