Last chap :

Setelah JaeJoong menerima pukulan itu, ia menggenggam tangan Yunho. Ia mengusap punggung tangannya itu dan perlahan membuka kepalan tangannya.

Hal yang dulu biasa dilakukan JaeJoong ketika Yunho menahan emosi dengan mengepalkan tangannya. Lalu dengan lembut mengusapnya dan mengecupnya. Tapi kini ia hanya mengusap, tidak mengecup.

"Jae.." akhirnya Yunho mengeluarkan suara setelah merasakan dingin dari genggaman tangan JaeJoong.

JaeJoong merasa pandangannya mengabur ketika mengangkat wajahnya untuk menatap Yunho. Ia melihat tatapan menyesal dan terluka dari Yunho. Ia mengangkat tangannya untuk mengelus pipi Yunho.

"Aku tak apa, tak usah khawatir" ujar JaeJoong lirih dan setelah itu, seketika pandangannya mengabur..

Lalu gelap..

...

...

Enno KimLee Presents

"Come back to me, Jae"

Main Cast : YunJae

Rate : T+

Warn : BoyxBoy, romance, alur berantakan dan ngebut, typo (s)

Don't Like.. Don't Read..

No CoPas.. Okeh..


YunJae saling memiliki..

YunJae saling melengkapi..

YunJae punya orang tua, saudara-saudara mereka, cassie, serta shipper..

Dan cerita ini, murni milik saya!


JaeJoong pingsan..

Yunho menahannya ketika tubuh JaeJoong mulai lunglai. Mendekapnya erat.

Dengan sigap ia membawanya ala bridal style. Dengan TOP dan GD yang berjalan di belakangnya. Membawa JaeJoong ke rumah sakit untuk memeriksa keadaannya.

Selama perjalanan menuju rumah sakit, ia tak berhenti mengelus wajah pucat JaeJoong yang terbaring di pahanya. GD yang melihat dari kursi penumpang hanya menggelengkan kepalanya. Sedangkan TOP melajukan mobil dengan cepat agar segera tiba dirumah sakit sambil bercerita tentang JaeJoong selama di Jepang.

Tak butuh waktu lama, akhirnya mereka tiba dirumah sakit terdekat. Segera JaeJoong di bawa kekamar pemeriksaan oleh Yunho setelah siberitahu suster.


Yunho mengerang frustasi..

Ia menjambak surai brunettenya dan menyandarkan tubuhnya pada kursi di samping tempat tidur JaeJoong.

Sudah 1 jam berlalu tapi JaeJoong belum juga sadar. Ia tersenyum miris mengingat pembicaraanya dengan TOP dan GD ketika perjalanan menuju rumah sakit.

Betapa rapuhnya JaeJoong..

Seberapa kuat usahanya untuk memulai kehidupan di Jepang.

Betapa bahagianya ia ketika karya nya di akui dan di sebarluaskan.

Betapa kecewanya, marahnya, tapi JaeJoong tetap tak bisa melupakan Yunho.

Seberapa rindunya JaeJoong tapi memilih tetap bertahan.

Yunho memejamkan mata ketika ia mengingat bahwa JaeJoong tak pernah melupakannya. Ia senang, sungguh..

Perlahahn ia mengulurkan tangannya untuk menyingkirkan helaian rambut yang menutupi kening JaeJoong. Mengusap pipinya, dan mengusap sudut bibirnya yang membiru, sedikit bengkak.

Lalu menciumnya lembut..

"Mianhae boo~ mianhae" ucap Yunho untuk kesekian kalinya.


JaeJoong mengerjapkan matanya menyesuaikan dengan pemandangan sekelilingnya. Ia menolehkan kepalanya saat dirasa tangannya berada dalam genggaman tangan hangat.

Yunho..

Yuph.. Ternyata Yunho yang menggenggam tangannya dan menemaninya disini hingga tertidur.

Ia termenung..

'Rumah sakit hmm..' gumamnya.

Perlahan ia melepaskan tangannya dari genggaman Yunho. Memegang rahangnya yang terasa ngilu saat bergumam tadi.

Merasa tangannya kosong, Yunho yang tertidur dengan kepala tergolek (?) di pinggir kasur, menggeliatkan tubuhnya. Mengangkat kepalanya, lalu menegakkan tubuhnya.

Ia kembali mengulurkan tangannya, menyentuh luka JaeJoong "Maafkan kebodohanku Jae.. Sungguh, aku tak bermaksud melukaimu" ucap Yunho.

"Tapi nyatanya kau melukaiku, Yunho" jawab JaeJoong tepat menghujam jantung Yunho.

"Kau boleh memukulku semaumu.. Jika itu bisa membuatmu memafkanku Jae" ujar Yunho.

JaeJoong tersenyum -menyeringai- dan entah sejak kapan, ia senang mengeluarkan seringaian yang tentu tak diketahui Yunho.

Ia berdeham..

"Aku akan memafkanmu jika bisa menghilangkan sakit dan perihnya Yunho" ucap JaeJoong sambil menyentuh sudut bibirnya.

Yunho beranjak dari duduknya..

"Mau kemana kau?" tanya JaeJoong ketika melihat Yunho hendak melangkahkan kakinya, meninggalkannya.

"Aku mau memanggil dokter, biar ia bisa memberi obat penghilang nyeri untuk lukamu itu, Jae" jawab Yunho.

JaeJoong mendudukkan dirinya di kasur.. Memijat pelipisnya yang sedikit berdenyut.

"Kau kenapa Jae? Dokter bilang tubuhmu lemah, istirahatlah" ujar Yunho khawatir.

"Tak apa.. Hanya sedikit pusing" jawab JaeJoong jujur.

"Tunggulah sebentar.. Akan ku panggilkan dokter untuk memeriksa keadaanmu" ucap Yunho hendak melangkahkan kakinya.

"Disini ada bel Yunho, kenapa mesti memanggil langsung?" jawab JaeJoong.

"Aish.. bodohnya aku" aku Yunho sambil tersenyum kikuk.

"Memang kau bodoh. Berpikirlah dengan tenang, Yunho" ujar JaeJoong.

"Nee.. Aku jadi bodoh tanpa mu, Jae" jawab Yunho mendudukkan dirinya di samping JaeJoong. "Sakit sekali kah sayang? Maafkan aku nee?" tanya Yunho seraya mengucap maaf lagi dan mengelus luka JaeJoong dengan ibu jarinya.

JaeJoong menganggukkan kepalanya tanda memang lukanya sakit, tapi tak sesakit ketika baru dipukul.

"Jadi apa yang harus kulakukan jika kau tak mau di panggilkan dokter?" tanya Yunho lirih.

"Kiss Me..?" ucap JaeJoong cepat dengan nada menggoda.

Yunho terdiam.. Menatap JaeJoong.

Benarkah yang di dengarnya.. JaeJoong meminta menciumnya?

JaeJoong pun tak mengerti mengapa ia meminta Yunho menciumnya. Yang jelas, ia sedang merindukan Yunho beberapa hari ini. Seakan perasaannya terhubung, tepat sekali jika hari ini Yunho dating menemuinya. Ya walaupun berakhir dengan rumah sakit.

"Baiklah jika tak mau.. Aku tak memaksamu.. Berarti kau tak mau di maafkan, dan berarti aku tak akan kem- umphhht.." ucapan JaeJoong terputus saat Yunho keluar dari lamunannya dan langsung mengecup bibirnya ke bibir JaeJoong. Hanya mengecup.


Kecupan penuh kasih..

Setelah Yunho melepas kecupannya, JaeJoong tertawa..

Yunho menautkan alisnya, bingung..

"Kenapa kau malah tertawa?" tanya Yunho.

"Anni~ responmu lambat sekali Yunnie~ tak seperti dulu" jawab JaeJoong.

"Mwo.. Yun.. Yunnie? Kau memanggilku dengan sebutan itu lagi Jae. Apa artinya kau mau kembali padaku lagi sayang?" tanya Yunho dengan mata berbinar.

JaeJoong hanya menganggukan kepalanya.. "Tapi mengapa hanya mengecup? Aku bilang kan Kiss" ujar JaeJoong.

"Aku tak mau menyakitimu sayang~ bagaimana jika nanti aku lepas kendali dan malah menambah luka di bibir manismu ini hum?" jawab Yunho seraya menyentuh bibir yang jadi candunya itu.

"Aku terima semua luka yang kau berikan.." jawab JaeJoong menantang dan mengelus dada bidang Yunho yang tertutup kaos berwarna abu-abu di balut jaket hitam, tampan.

Dan tanpa menyia-nyiakan waktu.. Yunho dengan senang hati menuruti permintaan JaeJoong. Ia sungguh-sungguh merindukan sensasi saat mereka berciuman.


JaeJoong melajukan mobilnya dengan santai di sepanjang jalan raya yang cukup ramai. Langit sudah gelap ketika ia tiba di loby apartementnya. Segera memberi kunci pada petugas vallet dan bergegas menaiki lift.

Ia baru akan memencet kode kunci ketika pintu apartementnya terbuka tiba-tiba. Ia terkesiap kaget dan mendesah pelan ketika mengetahui orang itu telah sampai lebih dulu.

Yunho terkekeh..

Ia bersandar pada tiang pintu dengan kedua tangan dimasukkan ke saku celana pendeknya. Ia sungguh merindukan berbagai ekspresi yang ditimbulkan JaeJoong.

"Kau bilang akan sampai pukul 8 malam.." JaeJoong melihat jam yang melingkari tangannya "..dan sekarang masih pukul 7" lanjutnya.

JaeJoong berjalan melewati Yunho dan melepaskan sepatu kemudian menggantinya dengan sandal. Ia berjalan ke dapur, membuka kulkas dan menuang air ke gelas, meminumnya perlahan.

Yunho duduk di kursi meja makan yang terletak antara dapur dan ruang tv, hanya di batasi oleh rak yang di isi foto dan beberapa koleksi wine JaeJoong.

"Kemarilah Boo~" panggil Yunho sambil menepuk pahanya, menandakan jika ia ingin JaeJoong duduk di pangkuannya.

JaeJoong berdecih.. Tapi melakukan ucapan Yunho.

Ia duduk menyamping.. Dengan tangan kanan di kalungkan pada leher Yunho. Sedang tangan kiri ia gunakan untuk menusuk semangka dengan garpu.

"Kau sudah menyelesaikan urusanmu Boo? Ini sudah lewat waktu yang kau minta. 2 bulan lebih.. Aku-"

"Tak apa jika kau lelah menungguku, kau bisa kembali besok" ujar JaeJoong memotong ucapan Yunho.

"Kau tau jika bukan itu yang ku maksud. Umma sudah tidak sabar ingin bertemu denganmu, sayang~ setiap akhir pekan, ia datang ke apartementku bertanya dan mendesak segera membawamu pulang" jelas Yunho sambil mengusap lembut pipi JaeJoong yang mulai tampak seperti dulu, chubby.

"Kalau begitu, ummamu saja yang mengunjungiku disini. Aku harus menyelesaikan 1 lagu lagi untuk sebuah iklan Yunho-ah.. Mereka meminta lagu cadangan sementara aku akan berlibur" jawab JaeJoong dan menautkan jemari kirinya dengan jemari kananYunho.

"Apa umma bilang Yun, Joongie pasti membolehkan umma datang mengunjunginya. Joongie kan menyayangiku, tidak seperti kau. Benarkan Joongie?" seorang wanita paruh baya keluar dari kamar tamu dan menghampiri mereka di dapur.

Ternyata sejak tadi, ia menunggu di kamar hingga waktu tepat untuk keluar. Menemui calon menantu kesayangannya.

Calon menantu?

Ohh tentu saja~ Yunho telah melamarnya 1 bulan setelah JaeJoong memutuskan kembali padanya.

Dan karna JaeJoong memang sangat mencintainya dan tak mau kehilangannya lagi. Maka dengan senang hati ia menerima lamaran itu.


JaeJoong segera menurunkan dirinya dari pangkuan Yunho ketika suara yang masih diingatnya menggema di apartementnya.

"Um.. Umma.. Kenapa umma bisa ada di sini?" tanya JaeJoong setelah ia berdiri di samping Yunho yang masih duduk.

Umma Jung menghampiri JaeJoong dan memeluknya. Menyalurkan kerinduannya pada lelaki yang seharusnya dari dulu sudah menjadi menantunya.

Umma Jung sangat marah ketika saat itu ia tau jika JaeJoong memutuskan hubungan dengan anaknya. Kejadian yang membuat umma Jung tak mau berbicara dengan Yunho sampai semua kebenaran terungkap.

Walau ia marah, tapi tetap bersama Yunho dan merangkulnya ketika anaknya terpuruk dan meratapi kebodohannya. Ia memberikan Yunho kekuatan agar tetap mencari JaeJoong.

Dan ketika ia diberi kabar oleh iparnya, Dr. Shim jika Yunho masuk rumah sakit dan di rawat, ia kaget tapi tersenyum lega setelah tau bahwa Kim JaeJoong telah kembali. Ia yang saat itu berada di New York bersama suaminya, memutuskan memberi waktu bagi mereka menyelesaikan masalahnya.

Dan ia sampai histeris ketika Yunho mengabarinya ketika ia melamar JaeJoong dan diterima. Demi dewa-dewi Yunani, ia bersyukur saat akhirnya anaknya telah mendapatkan kembali lelaki yang di harapkan itu.

Dan dengan bahagia, ia memutuskan akan menetap di Seoul sampai Yunho dan JaeJoong menikah, meninggalkan Tuan Jung di New York yang masih harus menyelesaikan urusan bisnisnya.

Tapi keberuntungan tidak selalu berpihak bukan?

Selama 1 bulan di Seoul, calon menantu yang di harapkan tak kunjung datang. Dan dengan pemaksaan dan rayuan mautnya, ia berhasil meyakinkan Yunho datang ke Jepang untuk menemui JaeJoongnya.

JaeJoongnya?

Yaa~ ibu dan anak yang begitu posesive. Mengaku-ngaku JaeJoong miliknya. Padahal JaeJoong milik Mr. and Mrs. Kim. (dan author #kaburr)


"Umma merindukanmu sayang.. Sangat merindukanmu. Mengapa kau baru kembali? Padahal kami telah mencari mu di Jepang, Cina, Thailand, Paris, Belanda. Tapi tidak menemukan jejakmu. Lalu.. Mengapa kau ada di Jepang? Apa kau tidak menyayangiku Jae?" umma Jung menjawab dan berbicara panjang lebar.

Yunho memutar kedua bola matanya. Ia mendesah pelan..

"Umma lepaskan Jaeku, ia terlihat tak nyaman dengan pelukanmu itu" ujar Yunho dengan nada iri.

"Cemburu eoh?" sahut umma Jung melepaskan pelukannya dan mencium kening JaeJoong.

JaeJoong tersenyum..

Ia tau betul jika umma dan anak itu selalu meributkan hal-hal yang berhubungan dengannya.

"Aku dari awal berada di Jepang umma. Dan bersyukur kalian tidak menemukanku. Aku juga merindukanmu.. Aku menyayangimu, kau tau pasti itu. Dan aku kembali saat merasa waktu ku bersedih sudah cukup" jawab JaeJoong.

"Dan aku bukan tidak nyaman kau peluk umma.. Tapi lihat, aku baru pulang dan belum membersihkan diri. Aku tak mau jika bau tubuhku menempel di tubuhmu umma" tambah JaeJoong sekaligus menampik ucapan Yunho tadi.

Yunho beranjak dari kursi..

Ia langsung memeluk JaeJoong dari belakang. Menempelkan hidungnya pada bahu dan menjalar ke leher JaeJoong. Menghirup bau tubuhnya.

"Yunho~ ungh.. Geli, Yunho" ucap JaeJoong sambil berusaha melepaskan pelukannya.

Umma Jung yang melihat kelakuan anaknya hanya menggelengkan kepalanya.

"Tubuhmu masih wangi Boo~ dan tak berubah. Masih sama seperti dulu, memabukkanku" jawab Yunho lalu melepaskan pelukannya.

Sedangkan umma Jung berjalan ke dapur, meninggalkan pasangan yang berlovey dovey. Ia membuka kulkas, melihat bahan masakan yang ada. Akhirnya ia memutuskan memasak makan malam. Membiarkan JaeJoong sedikit rileks.


"Mandilah.. Biar terlihat segar" ujar Yunho setelah sang umma pergi .

"Nanti saja, kau temani umma dulu. Aku ingin merebahkan tubuh sebentar" jawab JaeJoong.

"Kau ingin aku pijat sayang? Setelah itu kita bisa mandi bersama" goda Yunho sambil mengerlingkan matanya.

"Boleh.. Ide bagus. Awas saja jika pijatanmu tak enak, akan langsung kupesankan tiket pulang besok" jawab JaeJoong.

"Benarkah Boo? Kau mau aku pijat dan mandi bersama?" tanya Yunho tak percaya.

"Tentu.. Asal kau bisa menangkapku" dan setelah berbicara, JaeJoong berlari dan tertawa meninggalkan Yunho.

Dan dengan kecepatan penuh, Yunho langsung mengejar JaeJoong.

Kapan lagi JaeJoong menawarkan seperti itu?

Dulu saja, ia harus merayu, menampilkan raut memohon untuk mandi bersama. Walau lebih banyak di tolak dari pada disetujui. Dan sekarang, JaeJoong menawarkannya tiba-tiba.

Mana mau ia melewatkan kesempatan emas itu?


"Yunho~ sudah. Kita terlalu lama meninggalkan umma" ucap JaeJoong ketika Yunho masih menciumi butterfly kiss di bahunya -yang dibuatnya ketika mandi bersama tadi- saat JaeJoong memakai bajunya.

"Aku hanya membuatnya lebih berwarna Jae, indah sekali" jawab Yunho enteng lalu segera memutar tubuh JaeJoong dan mencium bibir merahnya.

"Yunho!, cepat bawa JaeJoong keluar. Atau kau umma suruh menginap di hotel" teriakan umma Jung membuat Yunho melepas tautan bibirnya.

"Kajja~" Yunho menarik tangan JaeJoong menuju meja makan ketika teriakan umma Jung menggema.

Tinggal di hotel sementara ia bisa bersama JaeJoong?

Tentu TIDAK..

Dan karna ia tau jika ucapan ummanya bisa jadi kenyataan. Dengan senang hati ia membawa JaeJoong keluar.

JaeJoong terkekeh melihat Yunho mengerucutkan bibirnya ketika tangan umma Jung mendarat di kupingnya, menariknya setiba mereka sampai dimeja makan.

"Anak nakal" seru umma Jung.

"Nee umma, anakmu memang sangat~ nakal" ujar JaeJoong.

Suasana makan jadi ramai saat umma Jung menggodanya ketika melihat butterfly kiss di bahu JaeJoong akibat kaos di bagian bahu terekspos. Membuat JaeJoong tersipu malu.

Dari dulu, semenjak JaeJoong berpacaran dengan Yunho, entah mengapa umma Jung sangat suka menggodanya. Sedangkan Yunho sangat suka dengan wajah tersipunya.

'Sungguh menggemaskan' pikir Yunho.


"Umma, maaf membiarkanmu yang memasak makan malam" ucap JaeJoong saat selesai mencuci piring dan menghampiri umma Jung yang terduduk dikursi dapur.

"Tidak apa-apa sayang. Umma memang sengaja masak untuk mu. Ya walau masakanmu lebih enak dari umma" jawab umma Jung.

Umma Jung beranjak dari duduknya, menarik JaeJoong menuju Yunho di ruang tv. Ia mendudukkan diri di sofa single dan meluruskan kakinya ke bawah meja di depannya dan menonton tv. Sedangkan JaeJoong duduk di sofa panjang bersama Yunho tapi berjauhan, menyandarkan tangannya di lengan sofa.

Yunho menolehkan kepalanya ke JaeJoong.. "Kemarilah Jae~ duduk di sampingku" ujar Yunho.

"Anni.. Aku disini saja" jawab JaeJoong sambil melirik umma Jung yang fokus nonton tv.

Yunho yang tau maksud dari lirikannya, kemudian menggeser duduknya kesamping JaeJoong. Ia tak peduli jika ada ummanya. Berjauhan saat bisa bersama JaeJoong?. Tidak akan!

Dengan santai, ia melingkarkan lengan kirinya di pinggang ramping JaeJoong dan menyandarkan kepalanya dibahu kiri tunangannya itu. Ia sungguh merindukannya, sudah 2 bulan lebih tak bertemu.


Umma Jung melepaskan pelukannya pada JaeJoong. Ia merapihkan helaian rambut di keningnya dan mengecupnya lembut.

JaeJoong tersenyum.. Ia mengusap lengan umma Jung dan menautkan jarinya. Lalu membawa ke bibirnya, mengecup punggung tangannya.

"Umma baik-baik nee.. Secepatnya aku akan menyelesaikan pekerjaan disini dan pulang ke Korea" ucap JaeJoong setelah melepas tautan jari mereka.

Yunho menarik kopernya dan menghampiri mereka. Baru 3 hari mengunjungi JaeJoong, Yunho tadi pagi mendapat telfon yang membuatnya harus kembali untuk menghadiri pertemuan dadakan yang diminta rekan bisnisnya pada siang besok.

JaeJoong yang tak setuju jika Yunho mengalihkan tanggung jawabnya dan sedikit mengancam, membuat Yunho segera memesan tiket untuk penerbangan malam hari. Umma Jung pun ikut pulang, membiarkan JaeJoong fokus pada pekerjaannya. Agar pekerjaannya cepat selesai dan segera pulang ke Korea.

JaeJoong melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang. Ia malam ini harus menghadiri pembukaan cafe salah satu teman nya. Seorang teman yang mewarnai hari-hari JaeJoong selama di Jepang. Teman merangkap rekan bisnisnya.

Alunan musik Jazz menggema ketika JaeJoong memasuki cafe tersebut. Ia mengedarkan pandangannya mencari sang tuan rumah. Ia terlebih dahulu menyapa orang-orang yang ada disana -yang dikenalnya- sebelum menemukan sang tuan rumah.

Ia berbincang dan tetap mencari keberadaan orang itu.

'Ahh itu dia, tetap cantik.. seperti biasa' pikir JaeJoong.

Ia melambaikan tangannya pada wanita itu dan menghampirinya.

To Be Continued…?


Thanks To :

JaeChaa :: Youleeta :: Guest :: Nina317Elf :: Nara-chan :: meirah.1111 :: Aoi Ko Mamoru :: EvilmagnaeMin :: Haiiro-Sora :: blue minra :: imelia :: riska0122 :: okoyunjae :: irengiovanny

Gimme Your Review...?