Chapter 1.
Kibum semakin panik. Ternyata namja tampan yang bernama Siwon itu belum pulang sejak kejadian malam itu. apa yang terjadi? Pikirannya kembali berkecamuk. Dia segera meninggaklkan warung itu sebelum ada orang yang menyadari kepanikannya. Dia tak tau harus melakukan apa dan harus pergi kemana. jadi dia memutuskan untuk mengunjungi makam ummanya.
Dia berjalan diantara makam-makam yang tak terawat. Begitu juga makam ummanya. Sudah bertahun-tahun dia tak berkunjung kemari. Dia membersihkan makam itu dengan tangan, sebersih yang dia bisa. Setelah itu dia duduk di pinggir makam ummanya, dia memandangi nisan ummanya yang sudah mulai memudar. Dalam hati dia menjerit dan menceritakan semua kesedihannya. Air mata pun ikut menemaninya dalam hening. Dia mulai terisak sambil menghapus air matanya.
"Bummie nggakk tau harus ngelakuin apa, Umma." ucapnya lirih. "Bantu Bummie umma. Bummie nggakk bisa menghadapi ini sendiri." Dia mulai terisak lagi, "Maafin Kibum karena nggak bisa jadi anak yang bisa ngebanggakin mama. Kibum takut." dia tenggelam dalam tamgis beberapa saat, "Apa yang harus Kibum lakuin ma?"
"Kamu harus menolongku." Ucap sebuah suara di sisi lain makam umma Kibum.
_o0o_
Tittle: Another Love Story.
Author: Hannaevani.
Editor: Bluedevil9293.
Disclaimer: This story belong to Hannaevani.
Main Cast:
SiBum.
Other Cast:
HyunMin as Ortu Kibum.
GDTOP as Ortu Siwon.
Kim Jaejoong.
Kim Heechul.
Park Jungso.
Chap: 2 of 4.
Genre: Romance, Drama, Little Hurt, Dead Chara, Ghost, Family.
Rated: T.
Warning: Yaoi, Shounen-ai, Boys Love, Boy x Boy.
Please, Don't Like Don't Read. No bashing and flame, Like and comment if you like this fanfic.
Note: No bashing, no flame, no copas, no re-publis, no plagiat, yes to like and comment.
Summary: Kibum seorang namja berumur 17 tahun yang kabur dari rumah dan tinggal sendiri bertemu dengan seorang namja tampan di sebuah toko CD yang membawanya ke dalam sebuah kejadian-kejadian tak terduga.
_o0o_
Chapter 2.
Author Pov…
"Kamu harus menolongku." Ucap sebuah suara di sisi lain makam umma Kibum.
Kibum memandang orang yang mempunyai suara itu, dan betapa terkejutnya dia melihat Siwon duduk di hadapannya. Dia terlonjak kebelakang dan hampir terjerembab jika tangannya tidak dengan sigap menahan tubuhnya. Matanya melotot memandang namja tampan yang baru saja dia lihat berita hilangnya di TV. "K-kamu?!"
Siwon pun tampak terkejut, dia segera melihat tangan dan tubuhnya. Lalu kembali memandang Kibum, "Kamu bisa ngeliat aku?"
"Kamu masih hidup?" Ucap Kibum terbata-bata.
Siwon berdiri dan hendak menghampiri Kibum yang masih terlihat shock, "Kamu bisa ngeliat aku?!" ulangnya.
Kibum berdiri dan segera menjaga jarak dengan Siwon, "Jangan mendekat!" serunya.
Langkah Siwon terhenti, dia memandang Kibum yang masih ketakutan dan bingung. "Aku tau kamu pasti kaget ngeliat aku, tapi please! Kamu harus nolongin aku!" pintanya.
Nafas Kibum terasa sesak, "Kamu masih hidup? Kenapa kamu nggak pulang ketempat keluarga kamu? Mereka semua nyariin kamu."
"Iya, aku tau." Siwon melangkah mendekati Kibum.
"Stop! Jangan deketin aku!" Kibum segera mundur, tangan kanannya terulur kedepan isyarat menalarang Siwon untuk maju.
"Oke! Aku nggak akan ngedekatin kamu!" Ucap Siwon, "Aku Cuma mau minta pertolongan kamu!"
"Pertolongan aku? Buat apa? Kamu tinggakl pulang aja kan kerumah kamu, semua orang pasti nggak akan ribut." Ucap Kibum.
"Aku udah pulang kerumah aku! Aku udah pergi kekampus! Aku udah pergi kemana pun tempat dimana orang selalu mondar-mandir. Tapi nggak ada satu pun dari mereka yang ngeliat aku! Dengar suara aku! Atau pun ngerasain sentuhan aku!" Jelas Siwon frustasi.
Kibum terkejut mendengar ucapan Siwon, "Apa?!"
"Iya, aku kaget banget kamu bisa ngeliat dan denger suara aku tadi! Please! Aku mohon bantu aku! Udah dua hari keluarga aku khawatir nyariin aku! Tapi mereka nggak tau keberadaan aku! Please! Aku mohon." suara Siwon terdengar memelas.
Kibum masih tak mengerti dengan apa yang sedang terjadi, "Jadi maksud kamu, kamu udah meninggal?"
Siwon menunduk, lalu mamandang Kibum lemah. Dia mengangguk pelan, "Aku rasa."
Kibum semakin tak mengerti dengan apa yang terjadi, "Tunggu, berarti kamu ini hantu?!"
"Itu nggak penting! Aku butuh bantuan kamu untuk nemuin badan aku! Please! Umma aku khawatir banget, dia nggak bisa melakukan apapun kecuali nangis karena aku belum ditemuin." Ucap Siwon lagi. Kibum berusaha mencerna kejadian itu dengan pikiran jernih, tapi begitu banyak kejutan hari ini yang membuatnya panik.
"Aku mohon! Cuma kamu harapan aku. walaupun Umma aku nggak ngeliat aku pulang dengan selamat, tapi paling nggak dia bisa ngeliat badan aku. Dia nggak akan sedih mikirin aku yang menghilang." ucap Siwon meyakinkan Kibum.
Kibum memandang Siwon dengan wajah menyesal, "Sorry, aku nggak bisa ngebantuin kamu. Kamu datang sama orang yang salah." dia memperbaiki sandangan tasnya, lalu berjalan pergi.
"Heiii! Jangan pergi!" Siwon mengikuti Kibum. "Please tolong aku! Cuma kamu yang bisa ngebantuin aku!" Kibum terus berjalan tanpa menggubris ucapan-ucapan Siwon, meskipun hatinya sangat menyesal. Sepanjang jalan namja tampan itu tak henti-hentinya memohon agar dia mau manolongnya. Tapi dia hanya diam. Dan ternyata memang tak ada satu orang pun yang mendengar ucapan Siwon kecuali dirinya.
"Please! Andai kamu jadi aku, apa kamu bakal biarin Umma kamu sedih setiap hari karena mengira kamu menghilang?" Ucap Siwon dengan nada memelas. Kibum tergugah karena ucapan Siwon barusan, dia berhenti melangkah dan memikirkannya.
"Itu Umma aku!" Ucap Siwon sambil menunjuk layar TV yang terdapat pada sebuah warung dengan tatapan matanya. Kibum memandang layar TV. Tampak seorang wanita paruh baya yang masih cantik terawat menangis didepan semua media yang meliput.
"Saya tidak butuh apapun kecuali putra saya, Siwon! Tolong kembalikan dia!" ucap umma Siwon dengan linangan air matanya. Kibum terdiam, tak tau apa yang harus dia lakukan. Dia terkejut melihat Siwon tiba-tiba berlutut dihadapannya. Dia melihat kanan kiri, tapi tak ada yang melihat apa yang sedang dilakukan namja tampan itu. "Heii." ucapnya pelan, berharap tak ada yang mendengarnya.
Siwon berdiri dengan satu lututnya dihadapan Kibum, kepalanya tertunduk. "Aku mohon!" Hati Kibum luluh melihat keteguhan Siwon. Dia teringat almarhum ummanya, dia juga pasti tak tega jika melihat umma yang dicintainya menangis cemas seperti itu. Siwon mengangkat wajahnya memandang Kibum, "Apa aku perlu nyium kaki kamu?"
Kibum menggeleng pelan, "Oke, aku bantu kamu." Wajah Siwon langsung berseri, dia segera berdiri dan hampir memeluk Kibum. Tapi dia sadar kalau tubuhnya sudah tak sepadat dulu hingga bisa memeluk seseorang. Dia tak tau harus bagaimana mengungkapkan rasa terima kasihnya, "Gomawo." Kibum mengangguk sambil tersenyum tipis, dalam hati dia bertanya-tanya apakah dia bisa membantu Siwon.
"Hmm. nama kamu siapa?" Tanya Siwon setelah cukup lama hening ketika dia dan Kibum duduk disebuah taman permainan anak-anak yang sudah lama tidak digunakan. Kibum yang duduk sambil memeluk lututnya dibawah sebuah jembatan gantung memandang Siwon, "Kibum dan nama kamu Choi Siwon kan?" Siwon tersenyum tipis, dia tak terkejut Kibum mengetahui namanya. Karena sejak tadi pagi fotonya sudah tersebar dilayar TV, "Ya, kamu cukup panggil aku Siwon." Kibum mengangguk, lalu keadaan hening lagi.
Akhirnya Siwon, memulai pembicaraan yang serius. "Apa kamu takut ada didekat aku?"
Kibum memandang Siwon serius, "Tadinya iya."
"Sekarang?" Tanya Siwon sedikit penasaran.
Kibum menggeleng, "Nggak lagi. Karena kamu nggak kayak hantu yang ada dicerita fiksi. Kamu nggak berdarah, nggak ketawa yang nyeremin." dia tertawa kecil saat mengatakan itu.
Siwon tersenyum, "Ya, aku emang nggak kayak gitu."
"Oh iya, malam itu. orang-orang itu bawa kamu kemana?" Tanya Kibum.
Siwon mencoba mengingat, "Yang jelas, tempatnya pengap. Disekeliling tempat itu ada air. sekitar 5 menit dari jalan tempat kita ketemu. Aku nggak bisa ngeliat jelas karena waktu itu gelap banget!"
"Kamu diapain sama mereka?" Tanya Kibum hati-hati.
Siwon menatap kedua mata Kibum, terlihat kepedihan dimatanya. "Seinget aku, begitu samapai disana mereka langsung nutup mata aku pake kain. Dan aku diseret lagi nggak tau kemana. Aku udah berusaha untuk ngebuka penutup mata itu, tapi tanganku nggak bisa digerakin. Dua orang megangin tanganku kenceng banget! Nggak lama kemudian mereka mendorong aku dan aku jatoh. Setelah itu aku nggak tau apa-apa lagi. Waktu aku sadar, aku ada di kamarku. Tapi nggak ada seorang pun yang menyadari kehadiranku." Jelasnya.
"Dan jatuh itu yang menyebabkan kamu meninggal?" Tanya Kibum memperjelas.
"Aku rasa." Ucap Siwon.
"Apa kamu kenal siapa mereka?" Tanya Kibum lagi.
"Sama sekali nggak. Tiba-tiba aja mereka muncul waktu aku sedang dalam perjalan pulang dari tempat kursus musik, mereka langsung nyeret aku masuk ke mobil." Jelas Siwon lagi. Kibum memikirkan semua informasi dari Siwon, mencoba menemukan petunjuk dari informasi-informasi itu. tiba-tiba dia teringat sesuatu, "tempat yang disekitarnya air?" gumamnya sambil mengingat. Siwon memperhatikan Kibum.
"Apa tempat yang kamu maksud itu kayak gedung tua yang disekitarnya danau?" Tanya Kibum.
Siwon mencoba mengingat, "Aku gak tau pasti apa disekitarnya danau atau kolam, atau apapun itu. tapi gedungnya emang keliatan tua banget!"
"Kayaknya aku tau tempat yang kamu maksud! Ayo!" Kibum segera berdiri dan melangkah cepat menuju tempat yang dimaksud Siwon itu. Siwon segera mengikuti Kibum. Dia benar-benar berharap pada bantuan namja cantik berambut panjang itu.
_o0o_
Kibum mengendap-endap dibalik pohon besar sambil memperhatikan sebuah gedung tua yang lumayan jauh dari tempatnya berdiri, Siwon tak perlu repot-repot bersembunyi seperti dirinya.
"Apa gedung itu yang kamu maksud?" Tanya Kibum setengah berbisik. Siwon memperhatikan gedung itu, disekitarnya memang terdapat danau.
"Iya, aku yakin ini gedungnya." Angin lembut meniup rambut Kibum yang dibiarkan lepas, bekas perban dikepalanya masih terlihat bersih.
"Aku harus masuk untuk ngeliat apa ada petunjuk tentang tubuh kamu."
"Maksud kamu, kita?" Siwon menjelaskan maksudnya. Kibum memandang Siwon sesaat.
"Oke, kita harus masuk untuk ngeliat apa ada petunjuk tentang tubuh kamu." ulangnya. Siwon tersenyum tipis.
"Oke, kita masuk sekarang." Kibum melangkah keluar dari balik pohon dan melangkah pelan kearah gedung. Dia berusaha terlihat biasa saja agar tidak ada yang curiga, walaupun tak ada satu orang pun yang terlihat berada disekitarnya. Siwon berjalan disisinya dengan harapan yang membumbung tinggi. Gedung itu sama sekali tak ada yang menjaga atau tanda-tanda ada orang yang pernah kesana. Hampir disetiap permukaan dinding bagian luar penuh dengan coretan cat pilox dan arang. Kondisi gedung itu juga tak memungkinkan jika ada yang tinggal disana. Mereka berhenti didepan gedung sambil melihat situasi.
"Sepi banget! Kayaknya nggak ada orang." Ucap Kibum.
"Jangan terlalu cepat menyimpulkan. kita belum tau apa yang tersembunyi didalamnya." Ucap Siwon mengingatkan. Kibum mengangguk, dia membetulkan posisi tas dan melangkah perlahan memasuki gedung yang pintunya sudah tidak jelas seperti apa bentuknya. Tanpa mengeluarkan suara dia melewati pintu. Lantai didalam gedung dipenuhi dedaunan kering yang terbawa angin dari depan gedung. Suasana didalam gedung terasa sedikit mencekam. Kondisi diruang pertama dan kedua sama, tak ada tanda-tanda ada orang disana.
"Diruangan ini mata aku ditutup dan diseret nggak tau kearah mana." Ucap Siwon ketika mereka masuk ke ruang ketiga. Kibum berhenti sejenak memperhatikan sekitar. Ruangan itu terlihat biasa saja, masih dengan sampah dedaunan kering yang berserakan dilantai. Tapi tidak sebanyak di ruangan sebelumnya. Matanya melihat sesuatu yang terselip diantara dedaunan. Hati-hati dia menyibakkan dedaunan itu dan menemukan sebuah handphone berwarna hitam dengan sedikit gores dipinggirnya.
"Handphoneku!" seru Siwon.
"Handphone kamu mati." Ucap Kibum, lalu memandang Siwon.
"Emang selalu aku matiin waktu kursus. aku belum sempat ngaktifin lagi karena mereka keburu dateng. Mungkin handphone-nya jatoh waktu mereka ngedorong aku disini." Jelas Siwon.
"Hei!" seru seseorang di belakang Kibum. Kibum terkejut dan langsung memandang kebelakang, dia terkejut melihat seorang namja bertubuh besar berdiri di pintu masuk.
"Lari!" Teriak Siwon panik. Kibum segera berlari kedalam gedung untuk menghindari orang tadi.
"HEI! Jangan lari kamu!" namja tadi segera mengejar Kibum. Kibum berlari sekencang mungkin, masuk ke ruangan satu dan lainnya. Dalam hati dia berharap tidak ada namja besar lainnya didalam gedung. Dia sangat panik.
"Kibum! Di balik kardus-kardus itu!" Seru Siwon sambil menunjuk tumpukan kardus disudut ruangan. Kibum tak sanggup berlari lagi, dia mengikuti saran Siwon dan segera bersembunyi dibalik kardus itu. nafasnya terengah-engah. Dia duduk dibelakang tumpukan kardus itu sambil mengatur nafas dan memasang pendengarannya dengan baik.
"Dia kesini! Jangan bersuara!" Ucap Siwon dari pintu masuk ruangan itu. Kibum langsung menahan dirinya agar tidak mengeluarkan suara sedikit pun. Tak lama terdengar suara langkah berat memasuki ruangan itu. jantung Kibum berdegup kencang, dia benar-benar panik. Dia menutup mulut dan memejamkan matanya. Suasana hening sejenak, lalu terdengar langkah berat itu mendekati tempatnya bersembunyi. Tiba-tiba terdengar suara musik yang ternyata berasal dari handphone namja itu, dia hampir saja berteriak karena kaget.
Namja itu segera mengangkat panggilan di handphone-nya, "Hallo bos." dia diam sejenak, "Tenang bos, nggak ada yang tau tentang anak itu. tenang bos, anak itu masih berada di dalam lubang itu. Iya, bos. Besok akan segera saya pindahkan ke tebing didekat gedung ini. Lapor bos, ada penyusup ke gedung ini. Tapi akan segera saya bereskan! Baik." dan pembiacaraan itu selesai. Terdengar langkah berat itu menjauh pergi.
"Dia udah pergi." Ucap Siwon tak lama kemudian. Kibum menghela nafas lega sambil mengurut dadanya. Dia bangkit perlahan sambil memperhatikan sekitar, memang sudah tidak ada namja tadi.
"Kita harus segera pergi dari sini!" ucapnya pelan. Siwon mengangguk.
"Ayo!" Ketika hendak melangkah keluar dari belakang tumpukan kardus itu, tangannya tak sengaja menyenggol sebuah kardus yang menyebabkan tutupnya terbuka. Dia terkejut melihat sebuah senjata api laras pendek tergeletak di dalam kardus diatas daun-daun kering.
"Ini. ganja." Ucap Siwon mengenali daun itu.
"Hah?" Kibum memandang Siwon tak percaya. Dia sekarang sedang berhadapan dengan pengedar ganja yang sejak beberapa bulan lalu mulai dibicarakan oleh tetangga dan orang-orang disekitar rumahnya. "Ayo pergi!" dia melangkah menuju pintu.
"Tunggu! kamu pasti butuh ini." Siwon menunjuk senjata api tadi. Kibum memandang Siwon tak mengerti.
"Pistol? Buat apa?"
"Kibum! Salah satu dari mereka udah ngeliat kamu ada ditempat mereka, nggak mungkin mereka ngebiarin kamu gitu aja. Kamu butuh perlindungan diri." Ucap Siwon mengingatkan. Kibum mengerti maksud Siwon dan setuju akan hal itu, dia segera mengambil senjata api itu dan memasukkannya kedalam tas. "Kita pergi sekarang!"
"Ayo, lewat jendela! Kamu nggak mungkin keluar lewat depan lagi." Ucap Siwon sambil menunjuk jendela yang tepat berada dihadapan pintu tempat mereka berdiri. Kibum mengangguk, dia segera melangkah kejendela, lalu membuka jendela perlahan. Untung jendela itu tidak macet atau sebagainya, namun jendela itu tidak bisa terbuka lebar. Dia menjulurkan kakinya keluar dan berusaha menyelipkan tubuhnya secepat mungkin. Tiba-tiba dia medengar langkah berat tadi mendekat.
"Cepat! Dia balik lagi!" seru Siwon. Ucapan Siwon membuat Kibum semakin tegang, dia berusaha sekuat tenaga mendorong tubuhnya keluar melalui jendela. Akhirnya dia berhasil keluar dan segera berlari tepat ketika namja besar tadi melihatnya berada keluar dari jendela.
"Woooi! Berhenti KAMU!" seru namja tadi.
"Ayo Kibum! Jangan berhenti! Jangan liat kebelakang!" Ucap Siwon. Kibum terus berlari. Terdengar suara tembakan dari gedung tadi. Beruntung peluru-peluru itu tidak mengenainya, hanya sempat nyaris melukai tubuhnya jika dia tidak terpeleset dan terjatuh sesaat hingga peluru itu mengenai pohon besar di sebelahnya. Dia tak membuangkan waktu untuk berlari lagi.
Tanpa disadari dia sudah berlari sampai ke jalan dimana dia melihat Siwon diseret oleh orang bertubuh besar itu, yang berarti dekat dengan rumah kontrakannya. Dia berhenti sejenak untuk menghela nafas sambil memandang kebelakang, namja bertubuh besar tadi tak terlihat lagi.
"Kibum! Kibum!" Panggil seseorang dari arah belakang Kibum. Kibum memandang kearah belakang, matanya membesar melihat seorang namja yang tadi pagi membuatnya lari dari kontrakan.
"Itu siapa?" Tanya Siwon heran.
"Appa-ku!" Ucap Kibum pelan, lalu langsung berlari melarikan diri lagi.
"Lho, kenapa kamu kabur?" Siwon mengikuti Kibum.
_o0o_ To Be Continue _o0o_
