Warning: GAJE, OOC, TYPO bertebaran, AU, GenderSwitch. Etc.

Flame jangan tapi kalau concrit sangat boleh^^

Disclaimer: SMEntertaiment dan diri mereka sendiri.

Rated: M

Pairing: Siwon Kibum

Genre: Romance. Mystery. Suspense.

.

Chapter2.

.

Kibum mengusap matanya yang berair kala seorang Lee So Man seonsaengnim yang dicap sebagai salah satu dari jejeran guru killer Seoul Internasional High School menerangkan barisan rumus aljabar yang sanggup membuat kepala menjadi keriting. Gadis itu sudah bersiap menjatuhkan kepalanya ke atas meja saat Lee So Man justru malah memanggil namanya untuk maju ke depan mengerjakan soal.

Dengan sangat terpaksa Kibum menunda niatnya untuk mengistiratkan otaknya yang sudah seharian ini dicekoki oleh banyaknya rumus matematika dan melangkah ke depan kelas dengan wajah ogah-ogahan. Beberapa menit kemudian Kibum kembali lagi ke bangkunya dengan wajah yang lebih masam dari sebelumnya dan langsung menjatuhkan kembali kepalanya ke atas meja, bersiap untuk menyeberang ke alam mimpi. Bukan masalah gadis itu tidak bisa mengerjakan soal itu dengan baik, justru gadis itu mengerjakannya dengan sangat sempurna dan lebih mengejutkan lagi, menggunakan rumus yang bahkan belum pernah dipelajari sebelumnya. Yang menjadi masalah adalah moodnya yang keburu menjadi jelek, dia sangat tidak senang di interupsi.

Suasana yang sunyi senyap mempermudah Kibum untuk lebih bekonsentrasi mengistirahatkan otaknya yang sudah kelewat lelah dengan aktivitas sepagian ini. Seorang guru masuk ke dalam kelas dengan ketukan singkat di pintu. Ibu Victorya melangkah masuk ke dalam ruangan dengan langkah-langkah anggun, bentuk tubuh dan kakinya yang bak bulir padi membuat para anak lelaki tidak sanggup mengalihkan perhatian mereka. Maklumlah, guru muda cantik yang masih berstatuskan single ini adalah salah satu dari jejeran guru-guru yang sanggup membuat otak menjadi fresh kembali.

Para murid sibuk berbisik-bisik dengan teman sebangku mereka saat seorang Victorya mempersilahkan seorang pemuda berpostur tinggi tegap melangkah masuk ke dalam ruangan yang sunyi senyap melebihi kuburan. Seketika mereka semua menahan nafas. Dan tidak berapa lama wajah anak perempuan dipenuhi oleh semburat merah.

"Baiklah Siwon-Ssi, kau boleh memperkenalkan dirimu."

Mata onyx pemuda itu menjelajah keseluruh kelas dengan tatapan dingin dan datar. "Salam kenal, aku Choi Siwon. Mohon bantuannya!" pemuda onyx itu membungkukkan kepalanya ke arah penghuni kelas. Gumaman dan desisan kagum para anak perempuan segera mendominasi keadaan kelas.

"Sudah diam. Kalau kalian ingin berkenalan, sebaiknya di saat istirahat!" Suara tegas seorang Lee So Man segera membungkam seluruh murid.

Guru berusia paruh baya itu menoleh kembali ke arah Siwon. "Kau bisa duduk dengan Kim Kibum!"

Siwon mengangguk sekilas.

"Kim, angkat tanganmu!" teriak Lee So Man.

Semua kepala kontan menoleh ke arah tempat duduk Kibum yang berada di pojok kelas dekat jendela sementara Kibum sedang asyik menjelejah ke alam mimpi. Ryeowook dan Sungmin bertatapan, kedua gadis itu meringis sesaat. Tangan Sungmin dengan sigap melempar kepala Kibum dengan menggunakan benda apa-pun yang bisa dia gunakan untuk membangunkan gadis itu sebelum seorang Lee So Man mendapati seorang muridnya tidak disiplin. Sepertinya ini akan menjadi malapetaka yang jauh lebih buruk ketimbang terjebak di dalam badai maha dahsyat.

"Ssstt….Kibum! bangun!" panggil Ryeowook dengan suara sepelan mungkin. Saat mendapati mata nyalang sorang Lee So Man menangkap kegiatan yang sedang mereka lakukan, kedua gadis itu menjadi ciut seketika.

Kibum melenguh pelan dalam tidurnya saat merasakan ada tangan yang mengganggu aktivitas menjelajah mimpinya. Tangan gadis itu mengibas-ngibas di udara untuk menyingkirkan siapa pun yang telah dengan lancang menginterupsi tidur indahnya. "Apa ming? Aku sedang tidak ingin diganggu. Pergi sana!"

"Kau berani mengusir gurumu rupanya, Kim Kibum?"

Mata Kibum membelakak terbuka saat mendengar suara yang bukan milik Ryeowook atau pun Sungmin sedang berdiri di samping tempat duduknya. Dan semakin lebar lagi saat mendapati siapa yang ada di hadapannya. Wajah gadis itu seketika berubah menjadi pucat dengan ringisan yang tidak lebih besar dari ringisan kuda. Ryeowook dan Sungmin yang melihatnya antara geli dan kasihan.

Akibatnya sekarang Kibum harus berdiri di bawah terik matahari pagi selama dua jam pelajaran penuh dengan kedua tangan disilangkan dan memegang kedua telinganya dan satu kaki diangkat ke atas. kibum memutar boal matanya bosan, seperti anak SD saja. Pikirnya. Sementara Ryeowook dan Sungmin mengawasi teman mereka dari pinggir lapangan.

.

.

.

"Sudahlah Bummie! Jangan merengut seperti itu, kau jadi semakin jelek," dengus Ryeowook.

Mereka sekarang sedang berada di Cafetaria dan Kibum bahkan masih belum mau membuka mulutnya semenjak insiden di lapangan tadi pagi, bukan apa-apa. Masalahnya, gadis itu malu sekali karena harus menjadi tontonan satu sekolah hanya karena tertangkap basah sedang tertidur di tengah jam pelajaran, seakan-akan dirinya adalah orang yang telah melakukan tindakan kriminal sekelas teroris.

Mata Sungmin sekilas memperhatikan berita seputar banyaknya kasus ternak yang mati secara mendadak dalam beberapa minggu terakhir. Sejumlah orang yang meliput tentang kejadian itu mengatakan kalau sebagian besar karena adanya serangan virus yang merebak secara tiba-tiba dan membunuh ternak dalam jumlah yang sangat besar hingga mengakibatkan kerugian materil bagi para petani.

Berita lain lagi. Kali ini semua stasiun televisi serentak memberitakan tentang banyaknya laporan para orang tua yang mencari anak gadis mereka yang hilang secara mendadak dan belum ditemukan sampai sekarang. Sebagian mengatakan kalau hal itu dikarenakan oleh merebaknya kegemaran akan jejaring sosial.

"Coba kalau kau ada di posisiku?" ucap gadis itu penuh kekesalan.

"Itu 'kan salahmu sendiri. Kami sudah memperingatkan!" seru Sungmin sambil menelan makanannya. Gadis itu kembali memusatkan perhatiannya pada acara televisi yang sedang ditayangkan.

Kibum hanya bisa mendengus kesal. Dibahas pun percuma. Sudah terjadi ini! Gadis itu memutar kedua bola matanya bosan. Lagi-lagi hanya bisa menggerutu dalam hati. Belum lagi satu masalah terselesaikan, muncul lagi satu masalah. Mereka sengaja duduk di pojok cafetaria untuk menghindari adanya suara-suara yang tidak mereka inginkan, terutama dengan mood Kibum yang sedang tidak baik, dan musnah sudah harapan Kibum untuk mendapatkan masa istirahat yang tenang dengan masuknya Choi Siwon.

Pemuda itu, dengan diiringi para gadis —mereka yang bersedia dijadikan selir— berjalan santai di tengah cafetaria—yang seketika menjadi senyap—bersama dengan teman-temannya. Sebut saja, Cho Kyuhyun, Lee Donghae, dan jangan lupa, ada Kim Jong Woon.

"Aku tidak tahu kalau Yesung dan gerombolannya berteman dengan Siwon?" tanya Sungmin pada Ryeowook.

"Aku juga tidak tahu." jawab Ryeowook seadanya, sementara Kibum memilih tidak berkomentar. Toh, dia juga tidak terlalu mengenal mereka. Kecuali mungkin Yesung, tapi itu juga tidak bisa masuk hitungan hanya karena pemuda berjulukan Art of Voice itu menyandang status sebagai kekasih sahabat mungilnya. Mereka hanya pernah sekali secara tidak sengaja terjebak bersama-sama.

"Bagaimana kalau kita bergabung saja bersama mereka?" usul Ryeowook seenaknya.

"Aku tidak mau," cetus Kibum lantang. "Aku tidak menyukai pemuda bernama Choi Siwon itu."

Kening Sungmin dan Ryeowook berkerut heran. "Kenapa?" kali ini Ryeowook yang menyuarakan apa yang ada didalam benak Sungmin.

Kibum hanya mengangkat bahunya. "Entahlah. menurutku auranya tidak menyenangkan!" gadis itu menolehkan kepalanya ke arah Siwon. Mata mereka saling bersirobok dan Kibum langsung mendengus membuang muka.

Sekarang mood Kibum benar-benar berubah menjadi semakin jelek saja hingga membuat dia kehilangan nafsu makan. Entah kenapa hanya dengan melihat Siwon berada satu ruangan dengannya membuat gadis itu menjadi sangat jengah dan jengkel. Kibum melayangkan tatapan penuh dendam kesumat ke arah Siwon sesaat sebelum gadis itu memutuskan angkat kaki dari Cafetaria, sedangkan Siwon hanya membalas tatapan itu dengan seulas senyuman mengejek. Membuat Kibum harus mati-matian menahan keinginannya untuk tidak mencakar wajah angkuh itu.

"Kau mau ke mana?" tanya Ryeowook.

"UKS. Aku muak berada di sini. Terutama kalau ada dia!" jemari Kibum menunjuk lurus-lurus ke arah Siwon yang hanya menatap dengan tatapan jahil.

Ryeowook menatap Sungmin yang juga sama tidak mengertinya. Kedua gadis itu hanya bisa menatap punggung Kibum yang berlalu semakin menjauh dengan tanda tanya besar di dalam benak mereka. Ada apa dengan gadis itu sebenarnya.

"Mungkin Kibum pernah mempunyai hubungan dengan Siwon. Dan kemudian dicampakkan!" ucap Ryeowook sembarangan.

"Haha….!" Sungmin memasang wajah lucu. "Itu tidak mungkin Wookie. Apa kau tidak dengar kalau Siwon baru pindah dari Amerika?" temannya satu ini terkadang kerja otaknya memang sangat lamban.

Gadis itu hanya mengangguk-angguk tanda mengerti. Kedua gadis itu menoleh ke arah gerombolan Siwon saat mendengar suara Lee Donghae memanggil ke arah mereka.

"Bagaimana kalau bergabung dengan kami?" ajak pemuda tampan yang memiliki iris sebening madu itu.

"Kibum kenapa pergi?" Donghae menyuarakan pertanyaan saat kedua gadis itu sudah bergabung di meja mereka.

Ryeowook mengangkat bahu, sementara Sungmin sibuk memperhatikan segerombolan gadis yang sedang menatap mereka dengan kilatan berbahaya karena telah berani mendekati pemuda-pemuda incaran mereka. Bukan berarti Sungmin akan merasa takut. Kyuhyun menyadari hal itu dan membisikan sesuatu di telinga gadis yang rambutnya hari ini dicepol dua itu.

"Abaikan saja mereka! Mereka memang seperti itu." ucap Kyuhyun.

"Kau pernah bermasalah dengan Bummie ya? Sepertinya dia benci sekali padamu." kali ini pertanyaan Donghae diarahkan pada Siwon yang semenjak tadi hanya diam saja.

"Aku tidak tahu apa masalahnya!" suara Siwon terdengar tidak perduli dan terkesan datar.

"Sebenarnya aku juga ingin menanyakan hal itu pada kalian! Mungkin Siwon pernah terlibat masalah dengan Kibum." Sungmin ikut-ikutan memberondong Siwon dengan pertanyaan.

.

.

.

Kibum menghempaskan tubuhnya dengan sedikit kasar ke atas kasur UKS yang agak keras, memang tidak senyaman tempat tidurnya yang ada di rumah tapi paling tidak dia bisa melanjutkan tidurnya yang sempat tertunda tanpa adanya gangguan dari siapa-pun.

Gadis itu kembali memikirkan semua yang telah dilaluinya belakangan ini. Semenjak keluar dari rumah sakit seminggu yang lalu, mood Kibum tidak kunjung membaik. Dia lebih sering merasa lemas dan tidak bertenaga, seperti ada sesuatu yang berusaha menyerap energi di dalam tubuhnya, perasaan gelisah yang tidak kunjung diketahui sebabnya dan juga lebih sering merasa paranoid oleh sesuatu yang tidak kasat mata. Dan sekarang kegelisahan itu kian menjadi nyata semenjak Kibum bertemu dengan Siwon.

Choi Siwon. Seorang pemuda berperawakan tinggi gagah dengan postur tubuh yang sanggup meruntuhkan iman para kaum Hawa, wajah tampan dan tatapan mata onyx yang begitu memikat. Pemuda itu mampu membuat para gadis bertekuk lutut di bawah kakinya semudah membalikkan telapk tangan. Seperti itulah yang dilihat oleh mata kasat para gadis, tapi kalau lebih jeli, maka kau akan menemukan beberapa kejanggalan dari dalam diri pemuda itu. Dengan ketampanan yang melebihi manusia pada umumnya dan juga Kibum merasa kalau pemuda itu selalu mengeluarkan sejenis aura menyeramkan yang membuat instingnya menjerit ingin melarikan diri sejauh mungkin.

Kalau dipikirkan secara logika, Siwon sama sekali tidak ada hubungannya dengan semua yang telah menimpanya. Dia bahkan baru bertemu dengan pemuda itu tadi pagi, dan sudah dengan secara sangat sengaja menimpakan semua kekesalan tidak beralasannya pada pemuda itu. Mungkin aku sudah mulai gila. Pikir Kibum.

Ingatannya kembali melayang ke kejadian saat gadis itu terjebak di dalam rumah sakit yang mengalami goncangan gempa dahsyat. Yang membuat bulu kuduk merinding adalah kenyataan kalau hanya dirinya seorang yang selamat dari kejadian itu tanpa adanya luka yang terlalu berarti. Sedangkan korban Tewas akibat tertimbun reruntuhan gedung atau pun terinjak-injak saat berusaha menyelematkan diri, tidak dapat diperkirakan secara akurat. Belum lagi adanya fakta kalau Badan BMG setempat mengatakan kalau gempa hanya terjadi di satu titik saja, yaitu di sekitar kawasan rumah sakit. Satu keanehan lagi yang tidak dapat dicerna pemikiran manusia.

Tangan Kibum bergerak untuk menyeka tetesan air yang mengenai wajahnya dan terasa sangat mengganggu. Gadis itu membuka mata untuk melihat dari mana tetesan itu berasal dan terkejut saat mendapati seorang gadis yang memakai seragam yang sama dengannya sedang menempel di permukaan langit-langit tepat di atas tempat tidurnya. Wajah gadis itu terlihat bengis. Kibum beringsut untuk menghindar dari tempat tidur sementara gadis itu malah menatapnya dengan pandangan ingin membunuh.

Bulu romanya berdiri seketika saat mendengar gadis itu mendesis ke arah nya dengan leher yang bergerak tidak singkron. Matanya berwarna merah menyala sementara mulutnya berlumuran darah seseorang, dan rupanya darah itulah yang telah menetes hingga mengenai wajahnya. Kibum merasakan seluruh kerja otaknya menjadi lumpuh seketika saat menyadari gadis itu melayang turun dengan mempertontonkan tangan melengkung yang dipenuhi cakar dan kuku-kuku se tajam silet yang siap digunakan untuk menembus lapisan kulitnya.

Matanya membelalak terbuka dengan sendirinya. Tubuhnya dipenuhi peluh dan keringat dingin yang membanjir hingga Kibum merasa seragam sekolahnya basah kuyup. Gadis itu menyeka keringat dingin yang menetes di pelipis dan wajahnya. Lagi-lagi dia bermimpi buruk. Kibum menarik napas untuk menenangkan diri, semua itu hanya mimpi dan bukan apa-apa. Mata hazel gadis itu mengedarkan pandangannya ke sekitar, tidak ada siapa pun di dalam ruangan putih ini. Dia hanya sendirian. Benar-benar sendirian. Lagi-lagi Kibum merasakan adanya sejenis angin dingin yang menerpa kulit tengkuknya, refleks tangan gadis itu meraba lehernya sendiri. Rupanya berada sendirian di tempat sepi seperti ini sukses membuat Kibum menjadi paranoid.

Gadis berambut panjang sepinggang itu buru-buru keluar dari dalam UKS hingga membuatnya tidak sempat lagi memperhatikan jalan yang ada di depan matanya dan sukses menabrak seseorang hingga membuatnya jatuh terjengkang. Kibum menatap si pelaku dengan tatapan penuh dendam kesumat dan mendapati Siwon juga sedang menatapnya dengan pandangan dingin yang menusuk.

"Seharusnya kalau jalan itu pakai mata!" bentak Kibum sengit.

Siwon mendengus meremehkan sambil memasukkan tangannya ke dalam saku celana. "Kau yang telah menabrak ku."

"Sudah bersalah masih menuduh pula," ganti Kibum yang menjadi semakin berang. "Harusnya kau minta maaf padaku!"

Siwon menundukkan wajahnya hingga sejejer dengan wajah Kibum yang dipenuhi urat-urat kekesalan. Hidung mereka bersentuhan, dan kurang dari beberapa centi lagi bibir mereka akan bertemu. "Coba saja kau paksa aku."

Setelahnya Siwon berlalu begitu saja dari hadapan Kibum, membuat urat-urat kekesalan di kepala Kibum seperti ingin putus seketika. Mata gadis itu melotot ke arah punggung Siwon yang semakin menjauh ditelan jarak.

.

.

.

Kibum melemparkan asal ranselnya dan semua atribut yang menempel di tubuhnya, mulai dari kaus kaki, sepatu, ikat pinggang, dasi, hingga seragam yang melekat di tubuhnya dan kemudian berjalan ke arah kamar mandi dengan keadaan hampir topless. Merendam tubuhnya yang terasa sangat kelah di dalam bak mandi dan mulai menikmati sensasi aroma therapy yang menguar di udara, membiarkan segala yang membebani pikirannya terlupakan meski untuk sesaat. Tiba-tiba lampu hias yang digantung di dalam kamar mandi pribadinya mati. Kibum menyibak tirai bak mandi dan menemukan adanya pecah kaca yang jatuh berhamburan di lantai, rupanya salah satu bohlam lampu hias itu terjatuh ke lantai.

Mata Kibum berkeliling ke seluruh ruangan besar yang didominasi oleh warna baby blue dan plum yang diatur sedemikian rupa sehingga layaknya menyerupai kamar mandi seorang putri raja. Gadis itu tidak menemukan adanya keanehan apa pun, dan kenapa dia tidak mendengar saat bohlam lampu itu jatuh membentur lantai? Mengabaikan segala kejanggalan itu, Kibum melangkahkan kakinya ke dalam shower dan mulai membasuh dirinya di bawah guyuran air.

Kibum refleks membalikkan tubuhnya saat mata gadis itu menangkap adanya bayangan seseorang yang sedang berdiri sangat dengan dengan tubuh telanjangnya melalui pantulan lantai marmer. Tidak ada siapa-pun. Mungkin dia masih mengalami serangan panik akibat kejadian di sekolah tadi. Tidak terasa jantungnya berdetak menjadi dua kali lebih cepat dari sebelumnya, Kibum masih menempelkan tubuhnya di dinding dan matanya menatap nanar ke seluruh penjuru ruangan.

Buru-buru diambilnya handuk dan kemudian dililitkannya menutupi bagian tubuhnya. Dan kemudian memakai piyama hitam kesukaannya yang terbuat dari sutra kualitas terbaik. Bersiap untuk mengistiratkan tubuhnya yang sudah terasa amat lelah.

Jendela yang dibiarkan terbuka membuat angin malam yang dingin leluasa memasuki kamarnya yang berwarna pink pucat, membuat gadis itu semakin terbuai. Padahal kakaknya yang sekarang kuliah di luar negeri selalu memperingatkan agar Kibum menutup jendela kamarnya sebelum pergi tidur, takutnya kalau ada maling yang menerobos masuk atau gadis itu bisa sakit karena membiarkan tubuhnya terkena angin malam.

Kibum melihatnya.

Seorang pemuda yang sedang melangkahkan kakinya mendekat ke arah tempat tidur Kibum dan kemudian duduk di sisi tempat tidur. Gadis itu tidak mengerti apa yang sedang dia lakukan saat menatap sepasang mata berwarna merah yang sedang menatapnya dengan pandangan penuh hasrat. Sebaliknya, dia merasa seperti sangat haus dan merindukan sentuhan pemuda itu. Tangan pucat pemuda itu bergerak pelan untuk membelai sisi rahang Kibum dengan sangat lembut dan membiarkan gadis itu terbuai akan sentuhan nya yang terasa memabukkan. Pikiran Kibum terasa kosong sementara jantung nya berdetak kian cepat.

Maski pun sebagian dari dirinya ingin memberontak tetapi tidak dapat di pungkiri semua ini terasa seperti candu yang membuatnya menjadi ketagihan. Tubuhnya juga terasa menjadi semakin melemas dan karenanya Kibum membiarkan saja semua perasaan menyenangkan itu menguasai tubuh dan juga hatinya.

Tbc.

R

E

V

I

E

W

If you don't mind.

makin banyak review yang masuk. makin cepat update.

Special thanks.

Tachibana himawari. SnowieBummie. Aoi. Cho Mikkirou. Jung Hana Cassie. Gray Lucifer. Miya Miya Rei males logini. Rararabstain. Aegyo Lov3. JiYoo861015. My Black Fairy. Iruma-chan. Viivii-ken. Dewiikibum. Choi Harin. SujuSHINeeForever. Park Hyo Ra lagi ogal login. Choi Cheonsa. Ncanote. OktavluvJejeTooMuch. Iruma-chan. Lee HyoJoon. Deean Imnida. Dan juga untul semua silent reader.

Tanpa dukungan kalian semua fic ini tidak mungkin bisa bisa diupdate.

Author mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya bagi yang sudah bersedia meluangkan waktu untuk membaca fic yang tidak bermutu ini.

p.s : Maaf kalau ada kesalahan dalam penulisan nama dan sebagainya.