ROOMMATE
Disclaimer : Belong to SM, God, and theirselves :D This story is mine.
Author : Lee Rae Ra / Iqlima
Genre : General, Romance
Rate : T
Length : Sequel
Summary : Kehidupan Jung Siwon, seorang pemuda yang tegas namun berhati lembut, di sekolah asramanya, dengan teman sekamarnya yang baru Kim Kibum yang sangat polos. RnR?
ROOMMATE
Kesal, Siwon bergegas meninggalkan kamarnya dan menuju ke kamar Donghae. Tapi alangkah terkejutnya dia begitu melihat Donghae asyik bercengkrama dengan seorang pemuda yang.. manis.
"Kau siapa?" tanya Siwon langsung.
Donghae dan pemuda itu menoleh ke arah Siwon. Begitu melihat Siwon, spontan Donghae langsung berdiri dan merangkul Siwon.
"Hy, mate! Kenalkan, ini teman sekamarku yang baru, Hyukjae!" kata Donghae semangat.
Pemuda bernama Hyukjae itu berdiri dan mengulurkan tangannya ke arah Siwon. Siwon pun membalas uluran tangannya.
"Namaku Lee Hyukjae, tapi teman-temanku biasa memanggilku Eunhyuk." Kata Eunhyuk, tersenyum menampakkan gummy smile nya.
"Aku Jung Siwon. Panggil Siwon saja. Kamarku tepat di sebelah. Kamar 525." Kata Siwon.
"Hey, mana teman sekamarmu yang baru?" tanya Donghae pada Siwon.
Siwon mendengus. "Teman sekamarku yang baru sungguh gila. Coba saja, aku sedang tidur dan saat aku membuka mataku, wajahnya ada tepat di atas wajahku!" seru Siwon kesal.
"Kibum tidak gila." Sahut Eunhyuk.
Siwon dan Donghae menoleh keheranan pada Eunhyuk.
"Bagaimana kau tahu kalau teman sekamarku namanya Kibum? Sepertinya aku tidak bilang apa-apa." tanya Siwon.
"Dia sepupuku." Jawab Eunhyuk pendek.
Siwon dan Donghae sama-sama menunjukkan raut wajah keheranan.
"Tapi, tadi kata Siwon waktu kami baru sampai, namanya Kim Kibum. Marganya Kim, sedangkan kau Lee." Kata Donghae heran.
Eunhyuk tersenyum tipis. "Ibunya itu adik Ayahku. Wajar saja kalau nama Kibum mengikuti marga Ayahnya. Tapi tetap saja dia itu sepupuku." Jelas Eunhyuk.
"Yah, tapi tetap saja dia itu gila. Masa' katanya dia melihatku dari dekat hanya untuk melihat jerawatku!" seru Siwon.
Eunhyuk kembali tersenyum tipis. "Sini aku jelaskan pada kalian biar kalian mengerti. Kibum itu orangnya sangat polos. Walaupun umur kami hampir sama, aku lebih tua empat bulan dari dia, tapi dia benar-benar seperti anak kecil. Setelah melahirkan Kibum, Ibunya menderita suatu penyakit. Aku lupa nama penyakitnya apa, tapi untuk menyembuhkan penyakit itu, rahimnya harus diangkat. Bibi sangat sedih sekali begitu mengetahui dia tidak akan bisa mempunyai anak lagi. Maka dari itu dia sangat protective pada Kibum. Sedari kecil, Kibum bersekolah di rumah karena Bibi tidak mau berada jauh dari Kibum. Bibi merasa, anaknya hanya ada satu dan dia harus menjaganya agar dia tidak kehilangan anaknya." Jelas Eunhyuk.
"Jika Bibimu tidak mau berada jauh dari Kibum, lalu mengapa Kibum bersekolah disini? Ini kan sekolah asrama." tanya Siwon.
"Paman sadar bahwa perilaku dan mental Kibum tak ubahnya seperti anak kecil. Cara berpikirnya pun seperti anak kecil. Dia terlalu dimanja dan dia sama sekali tidak punya teman. Padahal umurnya saja sudah hampir tujuh belas tahun. Akhirnya, Paman membujuk Bibi agar Bibi mau membiarkan Kibum bersekolah di sekolah biasa. Tapi Paman menginginkan agar Kibum bersekolah di asrama, agar dia lebih bisa bersosialisasi dalam kehidupan sehari-harinya. Awalnya Bibi menentang, tapi ternyata malah Kibum ingin sekali merasakan kehidupan sekolah biasa, apalagi sekolah asrama. Bibi tentu saja tidak kuasa menolak keinginan anak yang sangat dicintainya, maka dari itu Bibi menyetujui Kibum bersekolah di sekolah asrama. Tapi Bibi punya satu syarat, yaitu aku harus bersekolah di tempat yang sama dengan Kibum agar aku bisa menjaga Kibum." Kata Eunhyuk menyudahi penjelasannya.
Siwon dan Donghae mengangguk-angguk mengerti.
"Lalu, murid baru yang satu lagi itu siapa? Sepupumu juga?" tanya Donghae.
Eunhyuk mengangguk. "Ne, namanya Jonghyun. Lee Jonghyun. Begitu mendengar bahwa aku dan Kibum akan bersekolah disini, dia meminta pada Ayahnya agar dia bisa bersekolah disini. Sebelumnya dia bersekolah di sekolah yang sama denganku. Dan begitu Ibu Kibum tahu Jonghyun juga akan bersekolah disini, dia langsung meminta pada Jonghyun untuk menjaga Kibum dan aku. Padahal sebelumnya aku juga disuruh menjaga Kibum."
"Tua siapa?" tanya Siwon.
"Jonghyun hyung, aku, baru Kibum. Maka dari itu dia diberi tanggung jawab yang lebih besar."
"Kalian dari sekolah mana?" tanya Donghae.
"Kalau Kibum kan sekolah di rumah, orang tuanya menggunakan jasa Seoul Private Homeschooling, sedangkan aku dan Jonghyun dulunya di Sapphire High School."
"Sapphire High School? Tunggu sebentar, Jonghyun yang kau maksud itu, apakah dia ikut lomba menyanyi se SMA Korea Selatan?" tanya Siwon.
Eunhyuk menganggukkan kepalanya. "Ne, waeyo?"
"Dan dia masuk final?" tanya Siwon lagi.
Sekali lagi Eunhyuk menganggukkan kepalanya. "Ne. Dia dapat juara tiga, juara dua namanya Kim Yesung. Juara pertama namanya Jung Kyuhyun."
"Kyuhyun adikku." Kata Siwon pendek.
Mata Eunhyuk membulat. "Kyuhyun adikmu? Tapi dia mewakili SMA mana? Sekolah ini kan diwakili Yesung."
"Adikku tidak bersekolah disini, dia tidak mau. Dia bersekolah di Blue High School." Jawab Siwon.
"Sungguh! Aku sangat ingin bertemu dengan Kyuhyun! Suaranya bagus sekali! Aku sangat mengidolakannya!" seru Eunhyuk bersemangat.
Siwon tertawa. "Kau mengidolakan Kyuhyun? Kyuhyun?"
Eunhyuk mengangguk semangat. "Tentu saja! Apa kau tidak pernah dengan suaranya? Suaranya bagus sekali! Suara Kim Yesung juga bagus, tapi aku sudah bertemu dengannya tadi. Dia kesini bersama seorang yang bernama Kim Ryeowook."
"Kyuhyun, anak itu akan besar kepala begitu mengetahui bahwa dia punya fans. Dia pasti akan kegirangan." Kata Siwon geli.
"Bukan hanya aku! Para uke di sekolahku dulu sangat memuja Kyuhyun. Berkali-kali para uke di sekolahku pergi ke Blue High School hanya untuk melihat Kyuhyun. Apalagi Kyuhyun itu orangnya sangat ramah. Dia mau menerima semua hadiah dari para uke Sapphire High School." Seru Eunhyuk bersemangat.
Siwon sangat tertarik dengan informasi ini. "Jinjja? Pantas saja di kamarnya banyak sekali tumpukan hadiah."
"Ne! Aku juga sering memberi hadiah pada Kyuhyun. Dulu sih aku menganggap bahwa suara Jonghyun adalah yang terbagus, tapi aku salah. Banyak sekali suara-suara yang menyamai suara Jonghyun. Walaupun suara laki-laki yang bisa menyamai suara tinggi Jonghyun hanya beberapa saja, tapi tetap saja hebat." Kata Eunhyuk semangat.
Siwon mengangkat kedua bahunya. "Yah, Kyuhyun salah satunya. Dia suka sekali menyanyi sampai rasanya kepalaku hanya dipenuhi suara Kyuhyun. Sudahlah, aku mau kembali dulu ke kamarku. Doakan semoga aku bisa tahan dengan makhluk polos itu."
Eunhyuk mencengkeram lengan Siwon.
"Ada apa?" tanya Siwon heran.
"Tolong, aku sangat membutuhkan pertolonganmu. Kau kan teman sekamarnya Kibum, tolong bantulah dia bersosialisasi. Bantulah agar dia punya banyak teman. Bantulah agar sikapnya menjadi lebih dewasa. Donghae, kau mau bantu juga kan?" kata Eunhyuk penuh harap.
Donghae mengangguk semangat. "Tentu saja, kau juga mau kan Siwon?"
Mau tak mau Siwon mengangguk. Senyuman lebar muncul di wajah Eunhyuk.
"Kamsahamnida.." katanya.
"Tak usah begitu formal, aku pergi dulu ya.." kata Siwon sambil keluar dari kamar Donghae dan Eunhyuk.
Siwon pun kembali ke kamarnya. Kamarnya kosong, tetapi ada suara gebyuran air dari kamar mandi. Pastilah Kibum sedang mandi.
Tiba-tiba terdengar suara ketukan di pintu. Malas-malasan, Siwon beranjak ke pintu dan membukanya. Seorang pemuda berdiri di depan pintu sambil tersenyum lebar.
"Apakah Kibum ada?" tanya pemuda itu.
Dengan dagunya, Siwon menunjuk ke arah kamar mandi.
"Dia sedang mandi ya? Bolehkah aku masuk dan menunggunya?" tanya pemuda itu.
Siwon menyingkir dari depan pintu, memberi pemuda itu jalan masuk ke kamarnya. Pemuda itu masuk.
"Aku Kim Jonghyun, tapi panggil saja Jonghyun." Kata pemuda itu memperkenalkan dirinya.
Swon mengangguk-anggukkan kepalanya. Jadi ini yang namanya Jonghyun, begitu batinnya.
"Namamu siapa?" tanya Jonghyun.
"Aku Siwon. Jung Siwon." Kata Siwon memperkenalkan dirinya.
"Oh, kau kakaknya Kyuhyun ya?" tanya Jonghyun antusias.
Siwon menaikkan kedua bahunya. "Awalnya kau tidak tahu namaku, tapi begitu tahu namaku kenapa kau langsung tahu bahwa aku ini kakaknya Kyuhyun?"
"Sewaktu karantina, Kyuhyun memberitahuku bahwa dia punya kakak namanya Siwon yang bersekolah di SM International High School." Jawab Jonghyun.
"Kau akrab dengan Kyuhyun?" tanya Siwon.
"Cukup akrab. Kami sering jalan-jalan keluar, bersama teman-teman karantina yang lain." Jawab Jonghyun.
Pintu kamar mandi terbuka dan keluarlah Kibum, telanjang dada dan hanya menggunakan handuk saja. Kulitnya putih sekali, walaupun dada dan perutnya datar, tidak ada abs sama sekali.
Siwon sampai terpana melihatnya. Cute, batinnya.
"Bummie, pakailah bajumu dulu. Nanti kau sakit." Kata Jonghyun datar, seperti sudah biasa melihat pemandangan seperti ini.
Kibum menggeleng. "Shireo." Katanya polos.
Jonghyun berdecak. "Pakai bajumu atau kalau tidak aku akan mengirimmu kembali ke rumah." Kata Jonghyun.
Ucapan Jonghyun terbukti sangat efektif. Kibum langsung berlari ke atas dan memakai baju secepat yang dia bisa.
"Kibum sudah pakai baju nih!" seru Kibum.
Jonghyun tersenyum. "Anak pintar. Oh iya, tadi Ibumu meneleponku, katanya dia menghubungi ponselmu tapi tidak bisa. Apa ponselmu kau matikan?"
"Ne. Tadi di mobil kehabisan baterai." Jawab Kibum santai.
"Cepat charge ponselmu. Bibi khawatir sekali. Apa kalu lupa pesannya, bahwa ponselmu harus selalu aktif 24 jam?"
"Nanti saja. Kibum sedang Kibum mau ke danau, mau berenang." Kata Kibum cuek.
"Kalau mau berenang itu di kolam renang, bukan di danau. Di danau hanya ada ikan dan angsa. Kau mau berenang dikelilingi ikan dan angsa?" tukas Siwon.
Kibum menggeleng. "Tentu saja tidak. Kibum kan bukan hewan. Tapi, jika tidak di danau, apakah disini ada kolam renang?"
"Tentu saja ada! Di gymnasium kan ada kolam renang." Kata Siwon.
"Kolam renang di dalam ruangan? Memangnya ada?" tanya Kibum lagi.
"Kau ini bodoh atau apa? Kolam renang di dalam ruangan itu namanya kolam renang indoor." Kata Siwon kesal.
Kibum mengangguk-anggukkan kepalanya tanda mengerti. "Baiklah, Kibum akan berenang di kolam renang indoor."
"Tidak boleh!" kata Jonghyun tegas.
Siwon menoleh keheranan pada Jonghyun.
"Hei, dia hanya ingin berenang. Apakah dia tidak boleh berenang?" tanya Siwon heran.
"Bukan begitu, sehabis mandi Kibum tidak boleh berenang. Dia gampang sakit kalau terkena air terlalu lama. Dia mandi saja dua puluh menit, apalagi ditambah berenang. Dia akan langsung demam." Jelas Jonghyun.
Kibum mengerucutkan bibirnya. "Ah! Tapi Kibum ingin berenang!" seru Kibum.
"Berenang besok, atau aku akan menelepon Bibi agar mengambilmu dari sini dan kau kembali bersekolah di rumah." Ancam Jonghyun.
"Ah! Jonghyun hyung jahat!" seru Kibum kesal.
"Di antara aku, kau, dan Eunhyuk, aku yang tertua! Aku yang diberi tanggung jawab oleh orang tua kalian untuk menjaga kalian. Apa yang akan dikatakan Paman dan Bibi juga Kakek dan Nenek, kalau aku gagal menjaga kalian?!" seru Jonghyun keras.
Siwon terperangah. Dia memang tahu suara Jonghyun itu tinggi, tapi di saat dia berteriak-teriak seperti ini, sungguh sangat menyakitkan telinga.
Sementara Kibum, seumur hidupnya dia tidak pernah dibentak. Dia sangat shock begitu mendengar suara Jonghyun yang keras karena memarahinya. Air mata mulai merebak di mata Kibum.
"Hyung, jahat sekali.." lirih Kibum.
"Bukan maksudku untuk jahat. Kau harus mengerti bahwa aku memikul tanggung jawab yang besar. Bukan hanya sekedar menjagamu saja, tapi Eunhyuk juga. Maafkan aku tadi membentakmu." Kata Jonghyun sambil mengelus rambut Kibum.
"Kibum tahu."
"Lalu jika kau tahu, kenapa kau masih ngotot? Kau tahu sendiri kan, tubuhmu itu tidak bisa terkena air terlalu lama."
"Tapi.. Kibum ingin berenang." Kata Kibum ngotot.
"Kau boleh berenang, tapi jangan sekarang."
"Aku mau berenang besok asal Jonghyun hyung atau Eunhyuk hyung menemaniku besok." Kata Kibum memberi syarat.
Jonghyun menggeleng. "Tidak bisa, Bummie. Besok aku akan mendaftar klub musik. Eunhyuk juga akan mendaftar klub dance besok."
Kibum mengerucutkan bibirnya. "Lalu, Kibum berenang sama siapa besok? Kibum tidak suka berenang sendirian."
Jonghyun menunjuk Siwon. "Dia."
"Eh? Aku?"
To Be Continued...
NB : Jonghyun ceritanya paling tua di antara Kibum dan Eunhyuk, padahal aslinya paling muda ._.
