ROOMMATE
Disclaimer : Belong to SM, God, and theirselves :D This story is mine.
Author : Lee Rae Ra / Iqlima
Genre : General, Romance
Rate : T
Length : Sequel
Summary : Kehidupan Jung Siwon, seorang pemuda yang tegas namun berhati lembut, di sekolah asramanya, dengan teman sekamarnya yang baru Kim Kibum yang sangat polos. RnR?
A/N : Author kaget begitu ngeliat ada yang review "Changmin mana?". Apa dia bisa baca pikiran author ya? Dari awal author udah ngerancang fanfic ini, dan Changmin bakal keluar jadi salah satu tokoh penting...
ROOMMATE
"Eh? Aku?"
Jonghyun mengangguk. "Kau kan teman sekamarnya. Kalau bukan kau ya siapa lagi. Dia tidak kenal siapa-siapa." Kata Jonghyun datar.
Siwon menggeleng. "Shireo, shireo. Aku sedang malas berenang. Biar Kibum berenang sendiri saja." Tolak Siwon.
Jonghyun menarik nafas panjang. Tunggu saja, batin Jonghyun.
"Huweeeeeee..!" tiba-tiba saja Kibum menangis keras, membuat Siwon kelimpungan, sedangkan Jonghyun hanya diam saja, seakan hal ini sudah biasa terjadi.
Siwon panik, dia menatap Jonghyun meminta pertolongan, tapi Jonghyun malah memutar matanya, bersikap cuek. Terpaksa Siwon harus turun tangan.
"Ish, kau diam ya? Diam, jangan menangis, diamlah, aku akan menemanimu berenang besok." Kata Siwon pasrah.
Kibum langsung berhenti menangis. Dengan kedua punggung tangannya, dia menghapus air mata di wajahnya.
"Jinjja? Siwon-ssi mau menemani Kibum berenang?" tanya Kibum senang.
"Panggil Siwon saja. Ne, aku akan menemanimu berenang." Jawab Siwon.
Kibum tersenyum lebar lalu memeluk Siwon. "Gomawooo.." seru Kibum senang.
Jonghyun tersenyum kecil melihat adegan itu. "Ya sudah, aku kembali ke kamarku dulu ya." Pamitnya.
"Eh, kau di kamar mana?" tanya Siwon, berusaha melepaskan pelukan Kibum dari tubuhnya.
"224. Jika ada apa-apa dengan Kibum hubungi saja aku atau Eunhyuk." Jawab Jonghyun lalu keluar dari kamar Siwon dan Kibum.
Siwon beralih pada Kibum. "Lepaskan aku sekarang, atau aku tidak akan menemanimu besok." Ancam Siwon, belajar dari Jonghyun.
Kibum langsung melepaskan pelukannya. "Ne, ne! Kibum lepas! Tapi Wonnie harus menemaniku berenang besok."
"Wonnie?"
Kibum mengangguk dengan ekpresi lucu. "Nama Siwon itu jelek, mending Wonnie. Enak diucapkan dan enak didengar. Ya sudah, Kibum mau tidur dulu ya, Kibum ngantuk." Kata Kibum polos sambil naik ke lantai dua.
Siwon menggeleng-gelengkan kepalanya. "Apakah aku harus sekamar dengan orang ini? Bisa gila aku."
: ROOMMATE :
Jam setengah delapan pagi, Siwon sudah bangun dari tidurnya. Rutinitas harian. Bangun, membereskan tempat tidur, kemudian mandi.
Ketika Siwon keluar dari kamar mandi, betapa terkejutnya dia begitu melihat Kibum yang masih tertidur pulas.
"Aish, anak itu kenapa belum bangun? Jam berapa ini? Sudah jam delapan kurang lima belas menit. Apa anak itu mau kehabisan sarapan?" gerutu Siwon kesal.
Siwon naik ke lantai dua.
"Hei, Kibum. Bangun." Kata Siwon sambil menggoyang-goyangkan tubuh Kibum.
"Shireo.. Kibum mau tidur lagi." Kata Kibum sambil menarik selimut menutupi kepalanya.
"Ya! Jika kau masih tidur, aku tidak akan menemanimu berenang nanti!" seru Siwon.
Kibum langsung melompat dari tempat tidurnya dengan kecepatan mengangumkan, lalu turun ke bawah dan segera masuk ke kamar mandi. Siwon melongo.
"Apakah anak itu memang benar-benar takut akan ancaman?" tanya Siwon heran.
Siwon turun ke bawah. Mulai bersiap-siap untuk sekolah. Di saat Siwon sedang akan memakai kemejanya, ponselnya berbunyi tanda pesan masuk.
From : Jung Kyuhyun
Hyung! Hari pertama masuk sekolah hyung harus semangat ya! Aku mendukungmu! Hwaiting!
Mau tak mau Siwon tersenyum membaca pesan dari adiknya itu. Jari-jarinya menari di atas layar ponselnya mengetik balasan untuk Kyuhyun.
To : Jung Kyuhyun
Gomawo Kyu ^^ Kau juga semangat sekolah ya. Jangan nakal, jangan buat Ibu susah.
Tepat saat Siwon memencet tombol 'send', pintu kamar mandi terbuka. Dan tampillah Kibum, seperti biasa, bertelanjang dada dan hanya memakai handuk. Tapi yang membuat Siwon heran, Kibum memandanginya dengan tatapan mata yang... aneh.
"Hei, kenapa kau memandangiku seperti itu?" tanya Siwon.
"Itu.. Dada dan perutmu bagus sekali!" seru Kibum girang.
Siwon menunduk memandang abs kebanggaannya. "Tentu saja dong! Aku sudah bekerja keras untuk ini!" kata Siwon bangga.
"Lebih bagus daripada punya Jonghyun hyung dan Eunhyuk hyung. Kibum suka sekali melihat dada dan perut mereka. Katanya, itu namanya abs." Kata Kibum polos.
"Kalau kau suka, kenapa kau tidak membuat abs saja?" tanya Siwon.
Kibum menggelengkan kepalanya. "Jonghyun hyung tidak memperbolehkanku. Katanya aku ini uke, jadi aku tidak boleh punya abs. Aku tidak tahu uke itu apa, tapi setahuku Eunhyuk hyung juga uke, tapi kenapa dia punya abs ya?" kata Kibum.
Siwon terperangah. "Eunhyuk uke?"
Kibum mengangguk. "Ne. Jonghyun hyung bilang begitu. Memangnya uke itu apa sih? Kibum tidak mengerti."
Siwon tidak menjawab. Dia bergegas memakai kemejanya.
"Hei, aku keluar sebentar. Begitu aku kembali kesini, kau harus sudah siap. Jika kau belum siap, kau kutinggal." Kata Siwon sambil bergegas keluar dari kamarnya.
Siwon menuju kamar 526. Dia langsung membuka pintunya dan menemukan pemandangan ganjil. Donghae sedang berciuman dengan Eunhyuk.
"Ya! Apa yang kalian lakukan?!" seru Siwon.
Spontan Donghae dan Eunhyuk langsung melepaskan tautan bibir mereka. Donghae tersenyum lebar sedangkan Eunhyuk tersenyum malu-malu.
"Baru sehari semalam dan kalian bahkan sudah berciuman? Sungguh sangat tidak etis." tuntut Siwon.
Donghae tertawa. "Yah, semalam aku jujur pada Eunhyuk bahwa aku butuh uke. Dan ternyata dia juga sedang butuh seme. Karena kita saling tertarik, ya sudah kita jalani saja dulu." Jelas Donghae.
Siwon menggeleng-gelengkan kepalanya. "Sial, aku terlambat. Aku baru saja tahu dari Kibum bahwa Eunhyuk itu uke. Aku kesini tadi mau memperingatkannya agar tidak jatuh kepadamu. Tapi, aku kalau cepat dengan kau!" seru Siwon kesal.
"Kau harus menerima kenyataan, mate. Aku dan Eunhyuk ini sudah ditakdirkan bersama. Maka dari itu dari dulu aku tak kunjung punya uke, karena Tuhan sudah menjodohkanku dengan Eunhyuk. Sudah, keluar sana. Aku dan Eunhyuk mau turun sarapan. Kutunggu di meja biasa." Kata Donghae sambil meraih tasnya.
Tanpa disuruh lagi, Siwon langsung keluar dari kamar Donghae dan menuju kamarnya sendiri.
"Kau sudah siap?" tanya Siwon pada Kibum.
Kibum menganggukkan kepalanya. "Ayo makan. Kibum sudah lapar." Rengek Kibum manja.
Siwon meraih tasnya. "Ya ayo cepat."
Siwon dan Kibum keluar dari kamar mereka. Bersama-sama dengan siswa yang lain, mereka menyusuri koridor menuju lift. Lift memang ada dua, tapi seperti biasa mereka harus antri.
"Ih, lama sekali." Celetuk Kibum.
"Ini namanya antri, Kibum. Kita memang harus antri, tidak boleh berebutan."
Kata Siwon.
"Yah, tapi Kibum lapar sekali! Kibum ingin makan!"
Pintu lift terbuka. Siwon melangkah masuk, tapi Kibum masih berdiri di depan lift. Siwon gemas, maka dia menarik tangan Kibum agar Kibum masuk ke dalam lift.
"Katanya lapar, tapi kenapa kau tidak masuk ke dalam lift?" tanya Siwon kesal.
Kibum menggelengkan kepalanya. "Gwenchana. Hanya saja Kibum ingin berdiri di situ lebih lama."
Kekesalan Siwon memuncak, tapi dia berusaha menahannya. Katanya lapar, mengeluh karena kelamaan antri, tapi waktu sudah waktunya masuk ke dalam lift, malah ingin berdiri lebih lama.
Akhirnya lift berhenti juga di lantai satu. Siwon dan Kibum bergegas keluar.
"Dimana ruang makannya, Wonnie?" tanya Kibum.
"Ikut aku." Kata Siwon sambil berjalan pergi.
Kibum mengikuti langkah kaki Siwon sampai akhirnya mereka sampai di ruang makan. Seperti biasa, ruang makan sudah ramai dan penuh sesak. Siwon menjulurkan kepalanya mencari Donghae. Kemudian dilihatnya Donghae melambai ke arahnya dari tempat mereka biasa duduk.
"Yuk, kita kesana." Ajak Siwon pada Kibum.
Berpuluh-puluh pasang mata para seme menatap lapar pada Kibum. Tapi yang ditatap malah cuek. Siwon jadi gemas sendiri. Akhirnya Siwon menggandeng tangan Kibum agar Kibum berjalan lebih cepat.
"Ya! Jangan ditarik-tarik! Sakit!" seru Kibum sambil memukul tangan Siwon.
"Diam saja. Cepat jalan."
Akhirnya mereka berdua sampai juga di meja makan. Siwon bergegas duduk. Kibum duduk di samping Jonghyun.
"Ini, aku sudah mengambilkanmu makanan." Kata Jonghyun.
"Gomawo hyung." Kata Kibum sambil tersenyum.
"Hae, kau tidak mengambilkanku makanan ya?" tanya Siwon pada Donghae.
Donghae menggeleng. "Aniya. Tadi aku mengambilkan Eunhyuk."
Siwon mencibir, kemudian berdiri dan menuju konter makanan untuk mengambil sarapannya.
"Hei, Siwon." Sapa seseorang ketika Siwon sedang mengantri di konter.
Siwon menoleh ke sebelah kanan. "Apa 'Min?" balasnya.
Pemuda itu, Tan Changmin, tersenyum lebar. "Yang baru saja berjalan bersamamu itu siapa?" tanya Changmin.
"Oh, dia. Dia teman sekamarku yang baru. Kim Kibum." Jawab Siwon, kemudian menyebutkan menu yang diinginkannya pada petugas.
"Dia kelas berapa?"
Siwon menaikkan kedua bahunya. "Molla. Tanya saja pada saudaranya, Jonghyun dan Eunhyuk." Jawab Siwon.
"Siapa mereka? Anak baru juga?"
Siwon mengangguk sambil meraih nampannya. "Dan mereka bersaudara dengan Kibum. Jadi, kalau kau mau tanya tentang Kibum, tanya pada mereka." Kata Siwon sambil bergegas pergi.
Siwon kembali ke meja mereka. Kini penghuni meja mereka sudah bertambah dua, Yesung dan Ryeowook.
"Annyeong, Yesung, Ryeowook!" seru Siwon senang.
"Annyeong, Siwon!" balas Yesung dan Ryeowook bersamaan.
"Jadi, kalian pindah ke kamar mana?" tanya Siwon sambil duduk.
"Aku dan Ryeowook jadi sekamar. Kami di lantai tiga sekarang. Kamar 235." Jawab Yesung.
"Bagaimana kabar Ddangko Brothers?" tanya Siwon sambil nyengir.
"Mereka baik-baik saja kok." Jawab Yesung.
Siwon menoleh ke arah Jonghyun. "Hei, Jonghyun. Kibum masuk ke kelas berapa?" tanya Siwon.
"Kibum dan aku ada di kelas 2D. Eunhyuk ada di 2A."
"Eunhyuk bersamaku dan Donghae kalau begitu. Dan kalian bersama Yesung dan Ryeowook." Kata Siwon.
Jonghyun mengangguk. "Baguslah kalau begitu. Aku tetap bisa mengawasi Kibum."
: ROOMMATE :
"Hei, jadi namamu Kibum ya?"
Kibum menoleh ke arah kiri. Dia baru saja duduk setelah memperkenalkan dirinya dan Jonghyun di depan kelas.
"Ne. Apa kau tidak dengar tadi? Aku kan sudah mengatakan namaku dengan keras." Kata Kibum polos.
Changmin nyengir kuda. "Aku Tan Changmin. Panggil saja Changmin." Kata Changmin memperkenalkan dirinya.
Kibum mengangguk. "Oke. Sekarang kau diamlah, aku mau memperhatikan pelajaran. Mengerti?!"
Changmin mendengus kesal. Sialan, kenapa dia mengacuhkanku. Kenapa juga aku harus tertarik dengannya, batin Changmin merana.
: ROOMMATE :
Bel tanda pulang sekolah pun berdering. Tak terasa Kibum sudah melalui hari pertamanya dengan baik, walaupun ada sedikit gangguan dari Changmin.
"Hyung, Kibum ke kelas Wonnie dulu ya. Kibum mau berenang." Pamit Kibum pada Jonghyun.
Jonghyun yang sedang memasukkan buku-bukunya ke dalam tas pun mengangguk.
"Ne. Ingat, jangan berenang lebih dari satu jam. Maksimal satu jam." Kata Jonghyun mengingatkan.
Kibum mengangguk mengerti. "Ne, Kibum ingat kok. Ya sudah, Kibum ke kelas Wonnie dulu ya."
Baru saja Kibum akan melangkahkan kakinya, sebuah tangan mencengkeram bahunya. Kibum menoleh.
"Ada apa?" katanya kesal.
Changmin tersenyum lebar. "Mau kemana? Ke asrama kan? Mau bareng?" tawar Changmin.
Kibum menggeleng. "Ani. Aku tidak mau ke asrama. Aku mau ke kelas Wonnie."
"Wonnie?" tanya Changmin heran. "Siapa dia?"
"Siwon. Sudah, aku mau ke kelas Wonnie. Nanti dia kelamaan menungguku." Kata Kibum sambil bergegas pergi meninggalkan Changmin.
Dengan langkah riang Kibum menuju ke kelas Siwon yang hanya berjarak dua kelas dari kelasnya.
"Wonnie!" seru Kibum riang begitu melihat Siwon yang sedang duduk sambil memainkan ponselnya.
Siwon terlonjak kaget. Ponselnya sampai terlepas dari genggamannya.
"Hei! Kau mengagetkanku saja!"
Kibum nyengir. "Mianhae Wonnie. Ayo berenang, Kibum sudah tidak sabar ingin berenang nih!" seru Kibum senang.
Siwon memasukkan ponsel ke dalam tasnya. "Yuk."
Siwon dan Kibum pun berjalan menuju ke gymnasium. Sepanjang perjalanan Kibum tak hentinya mengomentari apa saja yang dilihatnya. Siwon hanya mengangguk-angguk saja sambil mendengarkan.
Akhirnya mereka sampai juga di gymnasium. Menaiki tangga, mereka menuju ke lantai dua, tempat kolam renang berada.
"Wah, sepi ya Wonnie!" seru Kibum begitu melihat kolam renang yang sangat sepi.
"Ya iyalah. Jam pulang sekolah itu, anak-anak biasanya main sepakbola atau basket. Jarang sekali ada yang mau berenang. Kami hanya berenang waktu pelajaran olahraga saja." Kata Siwon sambil meletakkan tasnya di atas kursi.
"Kalau begitu, Kibum mau ganti baju dulu ya!" seru Kibum sambil berlari menuju ke ruang ganti.
Siwon menggeleng-gelengkan kepalanya. Sebenarnya ganti disini saja juga tidak apa-apa, kan kolam renangnya sedang sepi. Siwon melepaskan kemeja dan celana panjangnya, lalu memakai celana renangnya.
Siwon sedang pemanasan ketika Kibum keluar dari ruang ganti, hanya memakai celana renangnya. Seperti kemarin dan tadi, Siwon memandangi tubuh Kibum yang putih mulus tanpa abs itu.
"Masih cute." Kata Siwon pelan.
"Wonnie! Ayo berenang!" seru Kibum girang.
Kibum melompat ke kolam renang. Sedangkan Siwon masih terus melakukan pemanasan. Siwon pernah kram saat berenang, dan dia hampir tenggelam. Karena itulah, Siwon selalu pemanasan sebelum berenang agar dia tidak kram.
"Ukh! Ukh! Ukh!" seru Kibum.
Siwon menoleh ke arah Kibum. Dilihatnya kepala Kibum naik turun di kolam renang, tangannya menggapai-gapai. Kibum tenggelam.
"Kibum!"
.
.
.
To Be Continued...
.
.
.
