ROOMMATE

Disclaimer : Belong to SM, God, and theirselves :D This story is mine.

Author : Lee Rae Ra / Iqlima

Genre : General, Romance

Rate : T

Length : Sequel

Summary : Kehidupan Jung Siwon, seorang pemuda yang tegas namun berhati lembut, di sekolah asramanya, dengan teman sekamarnya yang baru Kim Kibum yang sangat polos. RnR?

ROOMMATE

"Kibum!"

Siwon segera berlari dan menyeburkan dirinya ke kolam. Dia berenang secepat yang dia bisa sampai akhirnya dia berhasil meraih Kibum. Kibum sudah tak sadarkan diri.

"Hei, bertahanlah!" seru Siwon panik.

Siwon membawa Kibum keluar dari kolam renang dan membaringkan Kibum di pinggir kolam renang.

"Hei, Kibum! Kibum! Bangunlah!" seru Siwon panik.

Siwon memencet-mencet perut Kibum dengan kuat, berharap air yang ditelan Kibum akan keluar. Tapi usahanya itu tak membuahkan hasil.

"Apakah aku harus merelakan ciuman pertamaku hanya untuk ini? Huh, benar-benar merepotkan."

Siwon menarik nafas panjang, kemudian dia membuka mulut Kibum dan menempelkan bibirnya pada bibir Kibum, memberinya nafas buatan. Tangan Siwon pun masih aktif memencet-mencet perut Kibum. Usaha Siwon berhasil, Kibum terbatuk-batuk dan air berhamburan keluar dari mulutnya.

Siwon menghela nafas lega. "Syukurlah.."

"Wonnie.." panggil Kibum.

"Ne?"

"Maafkan Kibum.. Karena Kibum, Wonnie jadi susah. Maafkan Kibum ya Wonnie.." kata Kibum dengan ekpresi muka yang menyiratkan penyesalan.

Siwon tersenyum lalu menggeleng. "Gwenchana. Tapi, kau bisa berenang atau tidak? Kenapa kau tenggelam?"

"Kibum bisa berenang, hanya Kibum lupa tidak pemanasan. Kibum gampang kram, jadi tadi langsung tenggelam deh."

Siwon menggeleng-gelengkan kepalanya. "Ah, kau ini. Makanya, lain kali pemanasan dulu ya..."

Kibum mengangguk-angguk. "Ne, gomawo. Wonnie sudah menyelamatkan Kibum. Kibum tidak tahu bagaimana harus membalas kebaikan Wonnie. Wonnie sudah menyelamatkan nyawa Kibum."

Siwon tersenyum. "Apakah aku menolongmu hanya agar aku bisa mendapatkan

balasannya? Tentu saja tidak."

"Tapi.. Tapi kalau tidak ada Wonnie, mungkin Kibum sudah di surga sekarang!" kata Kibum polos.

"Ah, sudahlah. Jangan dipikirkan lagi. Sekarang pakai bajumu dan kita kembali ke kamar ya? Kau butuh istirahat.."

Kibum menggeleng kuat. "Aniya! Kibum mau berenang! Kibum belum berenang!" seru Kibum ngotot.

"Kibum, kau sudah kram. Kau tidak boleh berenang lagi, kau harus istirahat. Tidak ada Jonghyun atau Eunhyuk yang akan menjagamu disini. Hanya ada aku dan kau harus menurutiku. Aku tidak mau kau sakit. Mengerti?" kata Siwon tegas.

Kibum diam saja.

"Dengar, aku akan menjagamu. Aku akan selalu ada untukmu. Aku tidak akan pernah membiarkanmu dalam kesulitan. Aku sudah berjanji pada Jonghyun dan Eunhyuk. Dan sekarang aku berjanji padamu, aku akan selalu ada untukkmu."

Kibum mengangguk mengerti. "Ne, Kibum akan nurut Wonnie. Wonnie benar, tidak ada Jonghyun hyung atau Eunhyuk hyung yang menjaga Kibum. Sebentar ya, Kibum pakai baju dulu.."

Siwon mengawasi Kibum yang berjalan menuju ruang ganti. Sedikit rasa lega terselip dalam hatinya, mendapati Kibum baik-baik saja.

: ROOMMATE :

Sekali lagi Siwon menatap wajah Kibum yang kelihatan damai sekali dalam tidurnya. Baru sekarang Siwon menyadari bahwa wajah Kibum sangatlah cute, seperti anak kecil. Ternyata bukan hanya sikapnya, wajahnya pun masih seperti anak kecil.

Lima menit yang lalu mereka sampai di kamar, dan Kibum langsung tertidur lelap. Siwon sangat bersyukur, di dalam perjalanan mereka menuju kamar, mereka tidak bertemu Jonghyun atau Eunhyuk. Jika mereka melihat keadaan Kibum, tentu saja mereka akan khawatir dan langsung marah besar pada Siwon.

Siwon meraih ponselnya dan mengetikkan pesan untuk kakaknya, Sungmin. Siwon sangat dekat dengan Sungmin, tapi karena Sungmin sudah kuliah, maka dia jarang bertemu kakaknya karena Sungmin memilih tinggal di apartemen yang dekat dengan universitasnya.

To : Sungmin noona

Noona, i lost my first kiss...

Siwon menyentuh bibirnya perlahan. Ciuman pertama, yang disimpannya untuk seseorang yang akan menjadi pendamping hidupnya, kini sudah hilang. Tapi Siwon tidak menyesal, karena dia menggunakannya untuk menyelamatkan hidup seseorang. Jika Kibum meninggal, penyesalannya akan lebih dalam bukan?

Ponsel Siwon bergetar. Siwon segera membaca pesan dari kakaknya.

From : Sungmin noona

You're joking.

To : Sungmin noona

No. I'm serious. I have a new roommate. He was swimming and then he sank. I helped him and i gave him artificial respiration.

From : Sungmin noona

OMG. Are u sure, Siwon? Is he cute? Please, u can have him as your boyfriend! U're gay, remember?

To : Sungmin noona

U don't have to remind me about that. I know.

From : Sungmin noona

So, what are u waiting for? I'm sure u like him.

To : Sungmin noona

Yes, i like him. He's cute but.. I'll tell you later. Let's meet! I need to talk w/ u, noona. I need someone to share.

From : Sungmin noona

This Saturday, 3 pm at Rainbow Cafe. Deal?

To : Sungmin noona

Deal. Miss you so much, noona. Can't wait to see u.

Siwon meletakkan ponselnya di atas meja. Kemudian dia naik ke lantai dua, hanya untuk melihat wajah Kibum sekali lagi.

"Kau tahu, Kibum? Kau sangatlah manis.." desah Siwon sambil mengelus wajah Kibum pelan.

: ROOMMATE :

Keesokan harinya, pada jam istirahat, Kibum tidak pergi ke kafetaria. Dia tidak lapar karena tadi pagi dia makan banyak. Kibum pergi ke perpustakaan.

Kibum masuk ke perpustakaan yang sepi. Setelah menyapa penjaga perpustakaan, Kibum menyusuri perpustakaan untuk mencari tempat duduk yang enak. Di perpustastakaan yang sangat sepi itu, dia hanya menemukan satu orang, yang sedang sibuk memainkan iPadnya.

"Annyeong!" sapa Kibum.

Orang itu menoleh. "Eh, annyeong!" balasnya sambil tersenyum lebar.

"Boleh aku duduk disini?" tanya Kibum.

"Ne, tentu saja." Balas orang itu, matanya berbinar-binar.

Kibum duduk di samping orang itu. Kibum mengeluarkan iPadnya sendiri dan mulai memainkannya.

"Namaku Kim Kibum, kau siapa?" tanya Kibum.

"Namaku juga Kim Kibum."

"Eh? Jinjja?" tanya Kibum kaget.

"Ne. Tapi aku tidak suka dipanggil Kibum. Keluargaku memanggilku Key. Dan kau cukup memanggilku Key saja." Jelas Key.

Kibum tersenyum. "Baiklah, annyeong Key!" kata Kibum riang.

"Kau dari kelas mana?"

"Kibum dari 2D. Kalau kau?"

"Aku 2C. Eh, ngomong-ngomong, kenapa kau tidak ke kafetaria?"

Kibum menggelengkan kepalanya. "Aniya.. Tadi pagi Kibum makan banyak sekali, jadinya Kibum masih kenyang deh. Kalau kau?"

"Aku tidak pernah makan siang."

"Ha? Jinjja?" tanya Kibum terkejut. "Apa kau tidak kelaparan? Hanya makan dua kali dalam sehari. Kibum saja tiga kali masih kurang kok."

Key tersenyum sambil menggeleng. "Aku sudah terbiasa. Alat pencernaanku mengalami gangguan sehingga aku hanya bisa makan dua kali sehari."

"Memang ada gangguan apa?" tanya Kibum penasaran.

"Alat pencernaanku bekerja lambat. Mereka tidak bisa mencerna makanan dalam jumlah banyak dan lambat dalam mencerna makanan. Maka dari itu, aku hanya makan dua kali sehari, itu pun dalam jumlah yang sedikit. Jika terlalu banyak, aku akan sakit dan harus masuk rumah sakit. Alat pencernaanku tidak kuat. Dan intinya, aku ini lemah." Jelas Key, nampak raut sedih pada wajahnya.

Kibum ikut sedih melihat raut wajah Key. "Key tidak boleh sedih ya? Kibum akan menemani Key, jadi Key jangan sedih ya?"

Mau tak mau Key tersenyum. "Kau baik sekali, Kibum. Sebelum ini, aku tak pernah punya teman."

Sekali lagi Kibum terkejut. "Jinjja?"

Key mengangguk. "Aku tidak pandai dalam berteman. Aku selalu menarik diri dari pergaulan sehingga aku menjadi terkucilkan. Aku tidak punya teman, aku selalu sendirian. Kadang aku senang jika ada seseorang yang mendekatiku, tapi mereka hanya punya maksud tertentu. Maka dari itu aku kaget sekaligus senang sekali ketika kau datang dan menyapaku." Kata Key sedih.

Mendengar penurutan Key, Kibum pun mulai menangis. Key yang tidak menyangka ceritanya akan membuat Kibum menangis langsung panik.

"Sssh.. Kibum, gwenchana. Kau tidak perlu kasihan padaku, aku sudah terbiasa.. Aku sudah biasa sendirian.. Gwenchana.." kata Key.

Kibum masih sesenggukan. "Kibum akan jadi teman Key. Jadi Key tidak sendirian lagi. Kibum boleh kan jadi teman Key?"

Key tersenyum dan menganguk. "Kau adalah teman pertamaku, dan selamanya akan begitu." Kata Key sambil memeluk Kibum hangat, merasakan perasaan yang sangat bahagia karena kini dia telah mempunyai seorang teman.

: ROOMMATE :

Sepulang sekolah, Kibum langsung kembali ke kamarnya. Dia sendirian, karena Jonghyun masih ada seleksi untuk klub musik dan Eunhyuk juga seleksi untuk klub dance. Sedangkan Siwon sibuk dengan klub dramanya.

Kibum keluar dari lift dan mulai berjalan menyusuri koridor lantai satu sekolahnya. Ketika dia melewati koridor yang sepi, seseorang menariknya masuk ke dalam gudang.

Kibum yang alergi debu pun segera terbatuk-batuk hebat. Apalagi keadaan gudang yang gelap gulita, yang sangat tidak memungkinkannya untuk melihat wajah orang yang menariknya ke dalam gudang.

"Hei, kau siapa? Huk huk huk!" tanya Kibum pada orang yang telah menariknya ke dalam gudang.

Orang itu menyeringai. "Kau kira kau siapa? Anak baru dan kau sudah berani mendekati Key?"

Kibum masih terbatuk-batuk. "Yaa! Huk huk! Aku hanya berteman dengannya saja! Huk huk! Dia kasihan! Dia tidak punya seorang teman pun! Huk huk!"

"TIDAK PUNYA TEMAN KATAMU?!" bentak orang itu.

Kibum terkejut. Seumur hidupnya dia baru sekali dibentak, itu pun oleh Jonghyun. Dan sekarang, dia dibentak lagi, bahkan lebih hebat. Kibum mulai menangis lagi.

"Kau ini laki-laki atau bukan hah? Dibentak begitu saja kau menangis?! PENGECUT!"

"AKU BUKAN PENGECUT!" Kibum balas berteriak, wajahnya kini dipenuhi kemarahan.

Orang itu tertawa. "Sudah berani bersuara ya sekarang? Pengecut." Ejeknya.

"DIAM KAU, DIAM! JANGAN PERNAH SEBUT AKU PENGECUT! DASAR ORANG JAHAT!" seru Kibum keras.

Orang itu tertawa lagi. "Hei, aku hanya peringatkan kau. Key masih punya aku, orang yang peduli terhadapnya. Jadi, jangan dekati dia."

"Key bilang sendiri dia tidak punya teman! Jadi apa hakmu melarangku? Siapa kau berani-beraninya melarangku?! Bahkan Key pun tidak menganggapmu ada!"

"SIALAN KAU!" Orang itu melayangkan tinjunya dan tepat mengenai wajah Kibum sebelah kiri.

Kibum jatuh tersungkur. Bibirnya berdarah karena sobek. Air mata merebak di matanya. Seumur hidup belum pernah dia diperlakukan seperti ini. Oleh keluarganya pun dia tidak pernah diperlakukan seperti ini, dan malah dia ditonjok oleh orang yang bahkan tidak dikenalnya.

"Segitu saja kemampuanmu? Segitu saja?! Dengan kemampuan seperti itu, kau tidak akan pernah bisa mendekati Key!" teriak orang itu.

"Sungguh, kau sungguh JAHAT!" seru Kibum.

Orang itu tertawa. "Hahahaha! Mau minta tolong sama siapa? Teriaklah, tidak akan ada yang mendengarmu sekarang! Sekolah sudah sepi!"

Hati Kibum mencelos. Dia sangat sedih, wajahnya pun terasa sakit sekali. Dia tahu tidak akan ada yang datang menolongnya, tapi dia tetap berusaha meminta tolong.

"Toloooong!" seru Kibum parau.

Orang itu menendang badan Kibum, Kibum menjerit lagi.

"Tidak akan ada yang menolongmu. Kau sendirian! Hahaha!"

Hati Kibum semakin perih. Badannya pun terasa sangat sakit. Air mata membanjiri wajahnya lebih deras. Dia sudah tidak punya harapan. Tapi dia tahu, dia tidak pernah sendirian.

"Siapapun.. Tolong aku.." lirih Kibum pelan.

Pintu gudang yang tidak terkunci pun terbuka. Siwon masuk dan langsung menerjang ke arah orang itu.

"Jangan-pernah-kau-ganggu-Kibum-lagi! Dasar bajingan! " seru Siwon marah sambil memukuli wajah orang itu.

Hati Kibum menjadi lega. Dia lega karena Siwon datang menolongnya. Kibum selalu tahu, bahwa Siwon akan selalu ada untuknya. Karena Siwon telah berjanji padanya. Dan Kibum selalu tahu, bahwa Siwon akan selalu menepati janjinya.

Siwon masih beradu hebat dengan orang itu. Kadang Siwon berhasil memukul orang itu, tapi tak jarang juga Siwon juga terkena pukulan.

"Sialan kau!" seru Siwon marah sambil melayangkan tinjunya.

Orang itu jatuh terduduk, kemudian segera bangkit berdiri dan langsung keluar dari gudang. Siwon duduk, hanya bertumpu pada lututnya, dan langsung memeluk Kibum.

"Maafkan aku, maafkan aku.. Aku terlambat.." kata Siwon penuh penyesalan.

Kibum memaksakan diri tersenyum, walaupun sangat sakit dengan keadaan bibirnya yang sobek itu.

"Kibum tahu, Wonnie akan selalu ada untuk Kibum.. Kibum sayang Wonnie.."

.

.

.

To Be Continued...

.

.

Yappa yappa! Di chapter ini sengaja aku langsung bikin Siwon nyelametin Kibum, karena kalo di chapter depan, rasanya gak bakal cocok.

So, keep reading and review please ^^

.

.