ROOMMATE

Disclaimer : Belong to SM, God, and theirselves :D This story is mine.

Author : Lee Rae Ra / Iqlima

Genre : General, Romance

Rate : T

Length : Sequel

Summary : Kehidupan Jung Siwon, seorang pemuda yang tegas namun berhati lembut, di sekolah asramanya, dengan teman sekamarnya yang baru Kim Kibum yang sangat polos. RnR?

A/N : Sangat kecewa ketika tahu fanfic ini dihapus FFn. Kehilangan semua review, kehilangan semua favorite, kehilangan semua following.. Ya sudahlah, author hanya bisa repost..

ROOMMATE

"Itu tadi Onew kenapa?" tanya Kibum setelah Onew pergi.

"Kau dengar sendiri kan, tadi dia bicara apa. Dia sedang bicara dengan Ayahnya. Dan dari perkataannya tadi, kutebak Ayahnya sudah bilang kalau Onew akan dipukuli lagi.." kata Key sedih, air mata jatuh dari wajahnya. Dia jatuh terduduk di lantai.

"Key, uljima.." Kibum menghapus air mata dari wajah Key dengan jari-jari tangannya.

"Aku.. aku tidak bisa melihat Onew tersiksa lagi Kibum.. Sudah berkali-kali aku melihatnya babak belur. Bahkan dia kerap dipukuli walau karena hanya masalah sepele.. Aku tidak bisa melihat Onew terluka lagi, aku tidak bisa.." kata Key parau.

Kibum menarik Key dalam pelukannya. Kibum mengelus-elus punggung Key, menenangkan Key yang masih menangis.

Pintu kamar terbuka dan Jonghyun masuk. Jonghyun kelihatan terkejut melihat Key sedang menangis dan dipeluk oleh Kibum.

"Key.. Key kau kenapa?" tanya Jonghyun khawatir.

"Aku tidak bisa.. Aku tidak bisa melihatnya terluka lagi.. Aku tidak bisa.. Aku tidak rela..." tangis Key.

"Ssst.. Uljima.. Kita akan bantu Onew agar Ayahnya tidak memukulnya lagi. Kita akan bantu Onew.." kata Kibum.

Jonghyun masih kebingungan. "Kalian membicarakan Onew? Memang ada apa dengan dia?"

Kibum memukul pelan kepala Jonghyung. "Hyung pabo. Sudah, diam saja! Aku mau telepon Siwon dulu!"

: ROOMMATE :

"Sudah datang hyung!" seru Kyuhyun.

Siwon menggeleng-gelengkan kepalanya melihat kelakuan adiknya. Kyuhyun berlari keluar dari kamar Siwon. Kemudian dia kembali lagi, mendorong sebuah kursi roda baru dan membawa sepucuk surat.

"Surat apa, Kyu?" tanya Sungmin, mendongakkan kepala dari buku yang sedang dibacanya.

"Baru saja ada yang mengantarkan. Dari sekolah hyung. Nih." Kata Kyuhyun sambil memberikan surat itu pada Siwon.

Siwon yang penasaran segera membuka amplop itu dan mulai membaca isinya.

"Aku diminta hadir dalam sidang besok. Onew akan disidang karena perlakuannya padaku." Kata Siwon.

"Onew?" tanya Sungmin.

Siwon mengangguk. "Ne, yang memukulku itu namanya Onew."

"Apakah nama aslinya Lee Jinki?" tanya Sungmin lagi.

"Kok noona tahu?" tanya Siwon heran.

"Ya, tentu saja aku tahu dia. Dia kan adiknya temanku." Jawab Sungmin.

"Nugu?" tanya Siwon lagi.

"Sunny? Tahu dia kan?"

Siwon mengerutkan keningnya. "Sunny noona? Bukankah dia yang rambutnya pendek itu? Yang Ayahnya pemilik Sparkle kan?"

Sungmin menjentikkan jarinya. "Tepat! Kau mau tahu sesuatu tentang Onew? Tapi ini rahasia.."

"Apa?" tanya Siwon dan Kyuhyun bersamaan.

Siwon menjitak kepala Kyuhyun. "Ya! Kenapa kau mau tahu? Kau bahkan belum pernah bertemu dengan Onew!"

"Yaaa! Lalu kenapa?! Aku kan juga ingin tahu! Aku juga ingin tahu bagaimana profil orang yang memukuli kakakku!" seru Kyuhyun tak mau kalah.

"Kalian berdua diamlah. Mau dengar tidak?"

"Ne!" seru Siwon dan Kyuhyun.

Sungmin menutup buku yang dibacanya. "Onew adalah anak laki-laki satu-satunya dalam keluarganya. Tiga kakaknya perempuan semua. Maka dari itu sejak lahir dia ditekankan bahwa dia harus mewarisi Sparkle."

"Tapi kan Sparkle majalah wanita!" sela Kyuhyun.

"Diam! Jangan memotongku!" seru Sungmin sambil menatap Kyuhyun tajam.

Kyuhyun pun diam.

"Ibunya dan ketiga kakaknya sudah berusaha membujuk Ayahnya agar tidak terlalu keras pada Onew, tapi dasar Ayahnya itu kepala batu, ya tidak bergeming. Memang tidak masuk akal. Ayahnya punya tiga anak perempuan yang sama-sama berbakat dalam bidang majalahnya itu, tapi dia malah menekankan bahwa Onew yang harus meneruskan Sparkle, padahal Onew sama sekali tidak tertarik pada yang seperti itu. Onew suka bernyanyi. Kalian harus dengar suaranya, bagus sekali." Sungmin menghela nafas.

"Kurasa suaraku lebih bagus." Potong Kyuhyun.

"Kau bisa diam tidak?!" seru Sungmin kesal.

Siwon nyengir dan Kyuhyun cemberut.

"Karena itulah, Ayahnya memastikan pendidikan Onew sesuai dengan apa yang diinginkannya sendiri. Ayahnya selalu mengawasi Onew. Dan jika Onew melakukan kesalahan, Ayahnya akan memukulinya."

"MWO?" seru Siwon dan Kyuhyun.

"Sudah berkali-kali aku melihat Onew babak belur. Berkali-kali pula Sunny curhat sambil menangis padaku. Dia tidak tega melihat adiknya diperlakukan seperti itu. Dia selalu bilang, bahwa kedua kakaknya Taeyeon dan Jessica juga dia bisa meneruskan Sparkle. Tapi Ayahnya tidak pernah mau dengar dan malah menyuruh mereka sekolah dengan benar." Sungmin menghela nafas panjang lagi.

"Pernah suatu hari, saat aku sedang berjalan-jalan bersama Sunny dan kedua kakaknya – aku juga akrab dengan kedua kakaknya karena mereka sering membantuku di tugas kuliahku – kami melihat Onew duduk sendirian di sebuah kafe, berusaha mengobati lukanya sendirian. Spontan Jessica unnie menjerit, padahal suaranya tinggi sekali. Jessica langsung berlari masuk ke dalam kafe. Sedangkan Taeyeon unnie dan Sunny berdiri dengan pandangan hampa. Akhirnya aku menuntun mereka dan kami masuk ke dalam kafe. Jessica unnie menangis sambil memeluk Onew. Aku duduk di salah satu meja, sedangkan Taeyeon unnie dan Sunny menghampiri Onew dan Jessica, dan mereka malah sibuk bertangis-tangisan. Sedangkan Onew, dia memeluk mereka bertiga satu per satu dan meyakinkan mereka bahwa dia akan baik-baik saja. Aku menangis menyaksikannya, aku tidak tega." Kata Sungmin mengakhiri ceritanya.

"Ayahnya jahat sekali.." kata Kyuhyun prihatin.

"Tapi kata noona, jika dia melakukan kesalahan sedikit saja, dia akan dipukuli Ayahnya. Di surat ini disebutkan harus hadir dengan orang tua. Jadi Onew.."

"Akan dipukuli Ayahnya lagi." Lanjut Sungmin.

"ANDWAE!" seru Siwon keras.

Sungmin dan Kyuhyun terkejut mendengar teriakan Siwon.

"Walaupun dia telah memukuliku dan Kibum, aku tahu alasannya dan aku bisa mengerti. Jika kita mencintai seseorang tapi orang itu tidak menganggap kita ada, rasanya sakit sekali. Dan wajar jika Onew cemburu pada Kibum. Kuakui dia terlalu berlebihan dengan memukuli Kibum, tapi itu adalah refleks yang wajar untuk melindungi orang yang dicintainya. Aku tidak akan membiarkan Onew dipukuli Ayahnya lagi! Aku akan membelanya! Kyu, ambilkan ponselku! Aku harus memberitahu Kibum!" seru Siwon berapi-api.

Kyuhyun mengambil ponsel Siwon. "Lah, ini ada telepon dari Kibum hyung." Kata Kyuhyun, menatap layar ponsel Siwon yang bertuliskan "Kibum calling".

Siwon segera merebut ponselnya dari tangan Kyuhyun dan mengangkat telepon dari Kibum.

"Kibum!" seru Siwon langsung.

"Wonnie! Gawat, besok pokoknya kita harus membela Onew ya! Jangan sampai dia dipukuli Ayahnya! Kan kasihan dia.."

"Hei, kau sudah tahu?"

"Tentu saja! Key memberitahuku. Kau juga sudah tahu?"

"Tentu saja! Sungmin noona memberitahuku. Pokoknya besok, kita bela Onew. Aku tidak mau dia dipukuli Ayahnya lagi. Cerita Sungmin noona membuatku miris."

"Baiklah Wonnie! Bagaimana operasimu? Maaf kemarin belum sempat tanya, aku sibuk dengan Key dan Jonghyun hyung.."

"Baik. Aku akan datang ke sidang besok. Sudah dulu ya, perawatnya sudah datang mau memeriksa kondisiku. Bye."

Siwon mematikan teleponnya. "Kibum sudah tahu. Dan tugas kami besok hanyalah membela Onew.."

: ROOMMATE :

Pagi-pagi, Ibu Siwon sudah datang ke rumah sakit. Mereka berdua akan menghadiri sidang. Sebenarnya Kyuhyun ingin ikut, tapi dia sudah tidak masuk sekolah dua hari dan dia harus masuk sekolah hari ini. Sungmin ikut, karena Sunny dan kedua kakaknya juga akan ikut menghadiri sidang.

Sungmin membantu Siwon duduk di atas kursi roda. Tentu saja sangat susah karena kaki kanan Siwon habis dioperasi dan rasanya menyakitkan.

"Aw, noona.. Appo.." kata Siwon.

"Oh, mianhae, mianhae!" seru Sungmin panik.

"Kau ini malah membuatnya semakin sakit saja, Sungmin. Katanya calon dokter, tapi cuma membantu adikmu naik ke kursi roda saja kau tidak bisa?" kata Ibunya, kesal melihat Siwon yang sepertinya sangat kesakitan dibantu oleh Sungmin.

Sungmin menggaruk kepalanya yang sebenarnya tidak gatal.

"Hehehe.. Mianhae Ibu."

Ibunya menggeleng-gelengkan kepalanya. "Jangan minta maaf padaku, minta maaf pada adikmu. Sudah, ayo cepat berangkat. Pak Shin sudah menunggu di luar."

Sungmin mendorong kursi roda Siwon keluar. Mereka bertiga menyusuri lorong-lorong rumah sakit yang sudah ramai.

"Bagaimana dengan kakak-kakak Onew, noona?" tanya Siwon.

"Aku tadi telepon Sunny, Ayahnya sudah marah-marah di rumah. Dan seperti biasa, Jessica menangis." Jelas Sungmin.

Siwon menghembuskan nafas panjang. "Semoga saja kita bisa membantu Onew ya noona.. Aku tidak ingin melihatnya dipukuli lagi."

"Semoga."

: ROOMMATE :

Suara teriakan yang seru sekali terdengar dari kamar nomor 525. Rupanya Kibum dan Key sedang sibuk bertanding PlayStation. Mereka berdua sudah rapi, tentu saja karena mereka akan menghadiri sidang.

Pintu kamar diketuk dan Key bangkit untuk membuka pintu.

"Annyeonghaseyo." Sapa Key yang langsung membungkukkan badannya karena melihat orang tua Kibum berdiri di depan pintu.

"Annyeong." Balas kedua orang tua Kibum.

"Ibu!" seru Kibum.

Kibum langsung melompat berdiri dan memeluk Ibu serta Ayahnya bergantian.

"Duduk, Bu, Yah.." kata Kibum.

Ibu dan Ayah Kibum langsung duduk di dua buah kursi yang ada di depan meja.

"Bagaimana kabarmu, nak?" tanya Ayahnya.

Kibum menoleh menatap Key. "Aku baik dan aku sangat gembira ada disini. Key selalu menemaniku."

Ibu Kibum menatap Key. "Benarkah? Annyeong, Key.."

"Annyeong, Bibi.." balas Key sopan.

"Kau tinggal dimana nak?" tanya Ayah Kibum.

"Saya tinggal di Incheon." Jawab Key.

"Incheon? Aku punya beberapa rekan bisnis yang rumahnya di Incheon. Siapa nama orang tuamu nak?" tanya Ayah Kibum.

Key tersenyum. "Saya yakin Anda tidak akan mengenal orang tua saya. Orang tua saya bekerja di bidang yang berbeda dengan pekerjaan Anda."

Ibu dan Ayah Kibum tersenyum.

"Siapa tahu aku kenal." Kata Ibu Kibum.

"Ayah saya bernama Kim Yoochun."

"Kim Yoochun? Pemilik pabrik tekstil yang tersebar di seantero Korea Selatan?" seru Ibu Kibum semangat.

Key tersenyum. "Anda tahu Ayah saya?"

"Tentu saja! Aku kenal Ibumu! Dia kan pemilik butik Key's! Aku suka sekali belanja di Key's! Oh, iya! Namamu Key ya? Aduuh kenapa aku bisa lupa! Junsu pernah bilang padaku anaknya bernama sama dengan anakku!" kata Ibu Kibum, histeris sendiri.

"Dia memang seperti itu.." bisik Ayah Kibum pada Key, Key hanya tersenyum geli.

Ibu Kibum mengedarkan pandangannya ke sekeliling kamar nomor 525 itu.

"Siwon masih di rumah sakit ya?" tanyanya.

Kibum mengangguk. "Siwon kan operasi. Tapi hari ini dia datang kok. Bersama Ibunya juga kakaknya katanya."

"Aku tak tahu harus membalas kebaikan Siwon dengan apa. Demi menyelamatkanmu saja dia rela kakinya retak.." kata Ibu Kibum.

Kibum tersenyum miris. Ibu, andai saja Ibu tahu.. Bukan sekali ini saja Siwon menyelamatkanku, batin Kibum.

"Hey honey, katamu kau mengenal Ayah anak yang memukuli Kibum." Kata Ibu Kibum.

Ayah Kibum mengangguk. "Yah, dan dia keras sekali."

"Aku tahu Ayah, maka dari itu aku dan Siwon sudah berencana akan membantu Onew agar tidak dipukuli Ayahnya lagi." Kata Kibum.

Ayah Kibum mengusap rambut anaknya dengan penuh sayang.

"Anak baik.."

Tiba-tiba pintu menjeblak terbuka dengan keras. Changmin masuk.

"Ah, Kibum! Bagaimana keadaanmu?! Aku baru saja tahu! Aku baru saja pulang dari lomba menyanyi!" seru Changmin keras.

Kibum menggeleng-gelengkan kepalanya. "Ah, kau lagi, dasar tiang listrik." Kata Kibum kesal.

"Katanya kau dan Siwon dipukuli Onew ya?! Ah dasar anak itu, aku akan menghukumnya di klub vokal kami." Kata Changmin kesal.

"Dia ikut dalam klub vokal?" tanya Kibum heran.

Changmin mengangguk heran. "Kau tidak tahu ya? Tentu saja dia ada di klub vokal. Aku kan ketuanya, jadi nanti biar kuhukum dia."

Kibum dan Key menggelengkan kepala mereka cepat-cepat.

"ANDWAE!" seru Kibum dan Key bersamaan.

"Wae? Dia sudah berbuat kesalahan dengan memukulmu dan Siwon. Aku harus menghukumnya."

"Bertindak sebagai apa kau menghukumnya?" tanya Key.

"Sebagai ketua klub vokal, tentu saja." Kata Changmin.

"Kau tidak bisa menghukumnya! Kesalahan yang dia lakukan ada di luar kewenangan klub vokal. Kau tidak bisa menghukumnya!" kata Key tegas.

Kibum melihat badan Key bergetar menahan tangis. Kibum mendekati Key dan merangkulnya.

"Key.. Uljima.. Onew akan baik-baik saja.." hibur Kibum.

Ayah dan Ibu Kibum menatap Key prihatin. Mereka berdua tahu betapa kerasnya sahabat Ayah Kibum itu. Dan dari pembelaan Key terhadap Onew, mereka tahu bahwa Key mencintai Onew.

Ibu Kibum bangkit berdiri dan menghampiri Key.

"Kau mencintai dia, nak?" tanya Ibu Kibum lembut.

Key menggeleng. "Aku.. Aku tidak mencintainya.. Aku hanya sayang sekali padanya. Dan aku tidak tega melihatnya dipukuli lagi..." isak Key.

Ibu Kibum memeluk Key dengan lembut. "Tenang nak, Onew akan baik. Tenang, jangan menangis.." katanya lembut.

Tiba-tiba dari luar terdengar suara yang keras dan berisik.

"Nah! Disini sudah sepi! Sekarang kau akan rasakan hukuman dari Ayah karena kau telah mempermalukan Ayah!" seru suara seorang laki-laki.

"Ayah, kumohon jangan!" seru seorang perempuan.

"Kalian bertiga diamlah! Ini urusan antar lelaki!" seru laki-laki itu.

Kibum berpandangan dengan Key. Air mata di wajah Key semakin deras. Key melepaskan pelukan Kibum dan Ibu Kibum, dia beranjak ke pintu, tapi ditahan oleh Ayah Kibum.

"Paman, tolong! Aku ingin melindungi Onew!" seru Key parau.

Dari luar terdengar suara lagi. Kali ini adalah suara yang sangat Kibum kenal. Suara Siwon.

"Paman! Tolong jangan pukuli Onew lagi!"

.

.

To Be Continued...

.

.