ROOMMATE
Disclaimer : Belong to SM, God, and theirselves :D This story is mine.
Author : Lee Rae Ra / Iqlima
Genre : General, Romance
Rate : T
Length : Sequel
Summary : Kehidupan Jung Siwon, seorang pemuda yang tegas namun berhati lembut, di sekolah asramanya, dengan teman sekamarnya yang baru Kim Kibum yang sangat polos. RnR?
A/N : Sangat kecewa ketika tahu fanfic ini dihapus FFn. Kehilangan semua review, kehilangan semua favorite, kehilangan semua following.. Ya sudahlah, author hanya bisa repost.. Chap 8 update..
ROOMMATE
Tak kuasa menahan rasa sakit di hatinya, Key langsung berlari keluar. Kibum dan keluarganya beserta Changmin mengekor di belakangnya.
Key langsung berlari ke arah Onew dan memeluknya erat. Onew terperangah karena Key memeluknya. Sedangkan keluarga Onew terlihat terkejut karena ada banyak orang. Muka Ayah Onew merah padam.
Kibum langsung menghampiri Siwon, Ibu Kibum berdiri di samping Ibu Siwon, dan Ayah Kibum menghampiri Ayah Onew. Sedangkan Changmin hanya berdiri diam saja di dekat Sungmin, tak tahu harus berbuat apa.
"Jungmo, kau masih begitu pada anakmu?" tanya Ayah Kibum sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.
Ayah Onew terlihat malu. "Bukan begitu, Kangin.."
"Oh ayolah Jungmo, ini hanya masalah sepele. Kau kan juga pernah muda, kenapa kau tak mengerti sih?" tanya Ayah Kibum gemas.
"Anak ini belum cerita padaku mengapa dia memukuli anakmu. Aku marah sekali padanya karena dia memukul anak teman-temanku!" kata Ayah Onew geram.
"Jungmo, aku tidak apa-apa.. Aku yakin Yunho juga akan mengerti.." kata Ibu Siwon.
"Kau tidak akan mengerti Jaejoong! Jinki, aku persiapkan dia untuk menjadi pewaris Sparkle, makanya aku mendidiknya dengan keras agar dia juga tahu betapa kerasnya dunia bisnis!" seru Ayah Onew ngotot sambil menunjuk-nunjuk Onew yang menunduk.
"Kau persiapkan dia sebagai pewaris Sparkle, itu artinya kau menganggap dia anakmu kan?" tanya Ayah Kibum datar.
Ayah Onew menatap sahabatnya dengan pandangan aneh. "Tentu saja dia anakku! Kalau dia bukan anakku, untuk apa aku repot-repot mempersiapkannya untuk menjadi pewaris Sparkle?"
"Lalu apakah kau tahu makanan kesukaannya? Apakah kau tahu hobinya apa? Apakah kau tahu apa yang disukainya? Apakah kau tahu apa yang tidak disukainya? Apa kau tahu, Jungmo?! Di luar usahamu mendidiknya dengan keras, kau sama sekali tidak tahu apa-apa tentang anakmu. Kau bahkan selalu menyiksanya. Apakah kau tidak mengerti, kekerasan itu tidak akan membuahkan apa-apa, Jungmo!" seru Ayah Kibum emosi, hatinya sakit karena sikap sahabatnya.
Ayah Onew terkejut sekali dibentak oleh Ayah Kibum seperti itu. Dia terperangah, tak mampu berkata-kata, bahkan tak mampu lagi berdiri. Taeyeon yang melihat Ayahnya hampir jatuh segera menghampiri Ayahnya dan membantu Ayahnya berdiri.
"Well, sidang dimulai sepuluh menit lagi. Sebaiknya kita bergegas agar tidak terlambat." Kata Siwon memecah keheningan suasana.
: ROOMMATE :
Sidang dari sekolah tidak berlangsung lama, hanya setengah jam. Setelah Onew mengungkapkan alasannya, malah komite sekolah hanya tertawa. Dan karena Kibum serta Siwon sudah memaafkan Onew, maka dari itu Onew hanya diberi hukuman di skors selama seminggu.
Ayah Onew, selama sidang berlangsung, dia hanya diam. Merenungi apa yang telah dikatakan sahabatnya tadi. Dia merasa menjadi Ayah yang gagal bagi anak-anaknya.
Seusai sidang, Ayah Onew langsung menghilang. Key berusaha mencarinya, dan akhirnya menemukan Presiden Direktur Sparkle itu sedang duduk sendirian di pinggir danau.
"Paman, bolehkah aku duduk disini?" tanya Key sopan.
Ayah Onew terkejut dengan kedatangan Key, tapi toh dia tetap mengangukkan kepalanya.
"Makanan kesukaan Onew adalah ayam. Dia suka sekali makan ayam. Ayam goreng, ayam bakar.. Pokoknya semua yang ayam. Katanya, jika sehari saja tidak makan ayam, dia akan sekarat. Bahkan dia pernah berkata kalau semua ayam di dunia harus dimakan. Dia sangat suka bernyanyi, itu hobinya. Bahkan dia pernah mengikuti berbagai perlombaan dan selalu meraih gelar juara. Dia tidak suka jika ada sesuatu yang menganggu wajahnya ketika dia sedang makan." jelas Key panjang lebar.
Air mata Ayah Onew mengalir seiring dia mendengar cerita Key. Benar, dia tak tahu apa-apa tentang anaknya. Bahkan pemuda itu tahu segalanya tentang anaknya, meskipun dia hanya temannya.
"Onew pernah bilang padaku, dia tidak ingin menjadi pewaris Sparkle. Onew ingin menjadi penyanyi. Onew selalu bilang, bahwa Taeyeon noona lah yang seharusnya mewarisi Sparkle. Katanya, Taeyeon noona hebat sekali dalam masalah Sparkle." Kata Key lagi.
"Onew juga pernah bilang, dia merindukan keluarganya. Dia ingin sekali keluarganya kembali seperti saat dia masih SD dulu. Berenam, bersama. Aku sering memergokinya menangis diam-diam sambil menatap foto lama keluarga Anda. Pada suatu hari aku tanya alasannya mengapa, katanya keluarganya sekarang sibuk. Dia bilang dia memang masih bisa berkumpul dengan ketiga kakaknya, tapi untuk berkumpul lengkap dengan keluarganya, itu sangat susah.."
"Paman, ketahuilah, Onew sangat menyayangi Paman. Onew tidak ingin menjadi pewaris Sparkle, karena dia tahu dia tidak akan bisa menjalankan Sparkle. Dia tidak ingin membuat Sparkle bangkrut di bawah pimpinannya. Dia begitu menyayangi Sparkle, makanya dia tidak mau melihat Sparkle bangkrut.."
Air mata Ayah Onew semakin deras. Bahkan kini dia sudah menangis terisak-isak. Key yang melihat itu segera menngelus-elus punggung Ayah Onew.
"Paman, tolong mengertilah.. Jangan pukuli Onew lagi. Tidak baik menghukum dengan kekerasan. Kasihan Onew.. Tiap dia habis dipukuli, dia selalu datang padaku dan aku selalu mengobatinya, Paman. Aku benar-benar tidak ingin melihat Onew tersakiti lagi.." kali ini Key yang menangis.
"Nak.. Meskipun aku tidak mengenal siapa kau, tapi terima kasih nak. Kau mau menjadi tempat curhat Onew, kau mau menjaganya. Hal yang bahkan tidak bisa aku lakukan walaupun aku adalah anaknya. Terima kasih, nak.. Dan kuharap kau bisa terus bersamanya, menjaganya untukku.."
: ROOMMATE :
Kibum membuka pintu kamar Jonghyun yang tidak terkunci. Kibum heran karena kamar Jonghyun sangat sepi. Biasanya terdengar suara Jonghyun yang bernyanyi. Tapi sekarang, Kibum malah menemukan Jonghyun yang duduk termenung di tepi tempat tidurnya.
"Hyung.. Ada apa?" tanya Kibum.
"Aku sakit.." jawab Jonghyun.
"HAH?! SAKIT APA? SAKIT DIMANANYA HYUNG?!" tanya Kibum histeris, menempelkan telapak tangannya di dahi Jonghyun.
Jonghyun menggelengkan kepalanya. "Patah hati itu, sakit ya.. Sakit sekali, Bummie.." kata Jonghyun sambil memegangi dadanya.
Kibum masih tidak mengerti. "Hati hyung? Hyung sakit liver ya?"
Jonghyun kembali menggeleng. "Kau tahu tidak, Kibum? Di saat kita mencintai seseorang, tapi malah orang itu tidak mencintai kita.."
Perlahan Kibum mulai mengerti. "Hyung.. Siapa?"
Jonghyun menggeleng. "Kau harusnya tahu, Bummie.. Dia begitu manis dan baik. Aku sudah jatuh hati padanya sejak aku mengenalnya. Tapi, malah dia menyukai orang lain.."
"Maksud hyung, Key?" tanya Kibum hati-hati.
"Aku mencintainya, sangat mencintainya Bummie.. Tapi kau bisa lihat sendiri, walaupun dia berulang kali menyangkalnya, tapi kita semua bisa melihat kalau dia mencintai Onew."
"Hyung..Yang sabar ya hyung.. Tapi semoga saja Key tidak menyukai Onew, semoga dia menyukai hyung." Kata Kibum berusaha mgnhibur.
"Maldo andwae. Itu tidak mungkin, Kibum." Kata Jonhgyun putus asa.
"Atau begini hyung, ajaklah Key kencan! Aku tidak tahu sih kencan itu apa, tapi tadi Eunhyuk hyung bilang padaku dia dan Donghae akan berkencan akhir pekan besok." Usul Kibum bersemangat.
Raut wajah Jonghyun berubah begitu mendengar usul Kibum. Wajahnya berseri-seri.
"Usul bagus, Bummie! Gomawooo!" seru Jonghyun senang.
Kibum hanya menggeleng-gelengkan kepalanya melihat kelakuan sepupunya, tidak ingat bahwa dulu kelakuannya juga seperti itu.
: ROOMMATE :
"Hei Siwon, yang namanya Kibum, manis juga.." goda Sungmin pada Siwon saat dia sedang menunggui Siwon di rumah sakit.
Siwon melotot. "Yaaa! Kenapa noona bilang begitu?!"
Sungmin tertawa. "Umm.. Mau noona jadikan daun muda."
Siwon menyemburkan nasi yang sedang dimakannya. "Hah! Noona mesum! Dasar tante girang! Noona katanya masih straight!" seru Siwon kesal.
Sungmin kembali tertawa. "Heh anak jelek, lihat! Makananmu jadi berantakan kan, gara-gara kau sembur begitu!"
"Ah, habisnya noona sih!"
"Yah, kalau kau lembek begitu, dia akan diambil orang!"
"Maksud noona apa?" tanya Siwon tidak mengerti.
Sungmin berdecak. "Begitu saja kau tidak mengerti? Paboya.. Kau tidak lihat tatapan dan perlakuan anak bernama Changmin kemarin ke Kibum?"
Siwon mengernyitkan keningnya. "Ya... Memangnya kenapa noona?"
"Kau benar-benar bodoh ya! Dari tatapan matanya dan dari tingkah lakunya, kelihatan sekali kalau Changmin menyukai Kibum!"
"Andwaeee!" seru Siwon keras.
Sungmin menutup kedua telinganya. "Hei Siwon! Bisa tidak kau kecilkan sedikit volume suaramu?! Sangat menganggu!"
Siwon hanya cemberut. "Ah, pokoknya Changmin tidak boleh merebut Kibum dariku. Akan aku perjuangkan cintaku ya!"
"Naaaah! Ketahuan kan kalau kau naksir Kibum!" seru Sungmin senang.
"Sejak Ayah bertanya padaku bukankah sudah ketahuan? Ah, noona basi." Kata Siwon datar.
Gantian Sungmin yang cemberut. "Ah, dasar kau adik durhaka."
Tba-tiba dari pintu terdengar suara gaduh. Sudah bisa ditebak, tentulah itu sang magnae dalam keluarga Jung.
"Annyeong noona! Hyung!" seru Kyuhyun ceria, dia membawa sebuah bungkusan besar dan bahkan dia masih memakai seragam sekolah dan membawa tas sekolahnya.
"Bawa apa Kyu?" tanya Sungmin.
Kyuhyun mengangkat bungkusan besar yang dibawanya.
"Aku habis memborong Dunkin Donuts." Kata Kyuhyun sambil nyengir.
"DUNKIN? BERIKAN PADAKUUU!" seru Siwon dan Sungmin bersamaan.
Kyuhyun hanya tertawa melihat reaksi kedua kakaknya.
"Tenang saja, aku beli banyak sekali kok. Dua kotak besar. Yuk dimakan." Ajak Kyuhyun.
Ketiga anak keluarga Jung punya banyak kesamaan, dan salah satunya adalah mereka bertiga sangat suka makan produk dari Dunkin Donuts.
"Bagaimana hyung, hyung sudah boleh pulang kapan?" tanya Kyuhyun sembari mengunyah Black Choco Almond nya.
"Belum tahu. Lagipula aku belum latihan jalan pakai kruk kan?"
"Pakai kursi roda saja kan bisa hyung. Lebih praktis." Kata Kyuhyun.
"Tidak, tidak bisa. Kata dokter harus pakai kruk. Cuma retak kok, paling hanya sebentar aku pakai kruknya, setelah itu kan bisa jalan normal lagi." Kata Siwon.
Kyuhyun menyeruput Ice Vanilla Latte nya dengan berisik, membuat Sungmin terganggu.
"Kalau makan atau minum, jangan keluar bunyi! Jorok!" seru Sungmin.
Pintu kamar diketuk. Kyuhyun yang paling dekat dengan pintu bangkit berdiri.
"Um.. Nuguseyo?" tanya Kyuhyun karena tidak mengenal orang-orang yang berdiri di depan pintu.
"Kami keluarganya Onew, ingin menjenguk Siwon." Kata laki-laki yang berdiri di depannya.
Kyuhyun segera menyingkir memberi jalan masuk. "Silahkan masuk." Katanya mempersilahkan.
Begitu keluarga Lee memasuki ruangan Siwon, Sungmin segera memekik.
"Sunny!" seru Sungmin sambil memeluk Sunny.
"Hai, unnie!" kata Sungmin sambil memeluk Taeyeon dan Jessica bergantian.
Sunny meletakkan bingkisan yang dia bawa di atas meja. Ayah dan Ibu Onew memandang Siwon hangat.
"Bagaimana keadaanmu, Siwon?" tanya Ibu Onew.
"Baik-baik saja, Bibi. Bagaimana Onew?" tanya Siwon.
"Onew ikut menjengukmu kok. Hanya saja dia sedang mampir di kafetaria, membeli makanan." Jelas Ibu Onew.
"Bagaimana kakimu" tanya Ayah Onew.
Siwon menatap kakinya yang terbalut selimut. "Kakiku sudah agak baikan, tapi aku belum belajar bagaimana caranya berjalan memakai kruk." Kata Siwon.
Terdengar ketukan di pintu kamar. Kyuhyun kembali membuka pintu dan kali ini dia membawa Onew masuk ke dalam kamar.
Onew membawa sebuah plastik yang pastilah isinya makanan. Onew meletakkan plastik itu di meja.
"Siwon, walaupun keluargaku sudah membawa bingkisan bagimu, tapi aku juga ingin memberimu sesuatu. Jadi, terima ya?" kata Onew.
Siwon tertawa. "Tidak usah memberiku apa-apa, Onew."
"Jangan begitu, aku sudah memukulimu. Aku sudah menyebabkan kakimu retak dan wajahmu jadi babak belur.." kata Onew penuh penyesalan.
Siwon menggelengkan kepalanya. "Sudah kulupakan Onew. Lagipula aku sudah tahu alasanmu. Dan itu konyol sekali."
Ledakan tawa terdengar di kamar tempat Siwon dirawat. Sedangkan Onew menunduk, mukanya sudah merah karena malu.
"Aku benar-benar tidak menyangka alasanmu hanya karena kau menyukai Key. Benar-benar konyol.." kata Siwon geli.
Onew memukul pelan bahu Siwon. "Diamlah. Aku jadi malu karena kini semua orang tahu aku menyukai Key. Aku jadi tidak enak pada Key."
"Anak bodoh, Key menyukaimu, tahu!" celetuk Ayah Onew.
Onew berpaling pada Ayahnya. "Kenapa Ayah mengatakan seperti itu?"
"Cih, dasar kau ini bodoh sekali ya. Ayah sudah salah memilihmu sebagai pewaris Sparkle."
"Ya karena Ayah sadar aku bodoh makanya Sparkle diberikan pada Taeyeon noona kan?" tanya Onew enteng.
"Seusai sidang, Key menghampiriku dan menceritakan segalanya tentangmu. Itulah yang membuat sifatku berubah dan aku memberikan Sparkle pada Taeyeon." Kata Ayah Onew.
Onew terperangah. "Benarkah itu, Ayah?"
Ayah Onew mengangguk yakin. "Dia memberitahuku segalanya. Anak itu benar-benar tahu segalanya tentang kau."
Siwon menyenggol lengan Onew. "Cieeee! Cepat nyatakan cinta padanya sebelum dia diambil orang, Onew!" seru Siwon semangat.
"Yeee! Kau sendiri lakukan dong! Lakukan sebelum Kibum diambil orang!" balas Onew.
Siwon terdiam. "Sialan kau!"
: ROOMMATE :
Kibum berdiri di balkon sambil menatap langit yang bertaburan bintang. Walaupun ada Key, Donghae, Jonghyun, dan Eunhyuk, dia tetap saja merasa kesepian karena tidak ada Siwon.
Kibum sudah sangat bergantung pada Siwon. Dia benar-benar tidak bisa jauh dari Siwon. Dia sangat merindukan Siwon.
"Siwon.. Aku merindukanmu.. Cepatlah kembali dan kita akan jadi teman sekamar lagi.." katanya lirih.
.
.
To Be Continued...
.
.
Makasih banget para readers masih mau respond buat FF ini.. Walaupun masih sedih karena kehilangan 139 review yang berharga T.T
