ROOMMATE
Disclaimer : Belong to SM, God, and theirselves :D This story is mine.
Author : Lee Rae Ra / Iqlima
Genre : General, Romance
Rate : T
Length : Sequel
Summary : Kehidupan Jung Siwon, seorang pemuda yang tegas namun berhati lembut, di sekolah asramanya, dengan teman sekamarnya yang baru Kim Kibum yang sangat polos. RnR?
A/N : Yak semua review berserta kritik dan saran sudah author tampung semua. Di chap ini author akan coba perbaiki semuanya. Terus berikan kritik dan saran yeah ?!
ROOMMATE
Hari Kamis adalah hari yang sibuk bagi Kibum. Setelah jam pelajaran usai, dia masih ada klub teater. Dan hari ini adalah pemilihan peran untuk teater terbaru yang akan mereka mainkan untuk mengikuti Festival Seni Pelajar Seoul 2012. Kibum terpilih menjadi peran utama, maka dari itu dia sudah sibuk sekali mempelajari perannya.
Seusai klub teater, Kibum langsung masuk ke kamar. Setelah mandi, Kibum mendengar pintu kamarnya diketuk. Kibum bergegas memakai pakaiannya dan segera membuka pintu kamarnya.
"Ah, Jonghyun ada?" tanya seorang pemuda yang berdiri di depan pintu kamarnya.
Kibum menunjuk ke kanan dengan jari telunjuknya.
"Maaf, aku tanya dimana Jonghyun." Kata pemuda itu.
Kibum mengerucutkan bibirnya. "Aku tahu, makanya aku tunjuk ke kanan. Kamar Jonghyun hyung ada di sebelah kanan. 524." Jelas Kibum.
"Oh, jhwesonghamnida.." kata pemuda itu.
Kibum menggeleng. "Gwenchanayo."
"Terima kasih sudah memberitahuku."
Pemuda itu pergi dari hadapan Kibum dan mengetuk pintu kamar 524. Kibum menutup pintu kamarnya.
Kibum menatap tempat tidur Siwon dengan tatapan rindu. Sudah hampir seminggu dia tidur sendirian, tanpa Siwon. Dan selama itu pula, dia merasa ada ruang kosong di hatinya. Yang seharusnya diisi oleh Siwon..
"Siwon.. Aku sangat merindukanmu.." bisiknya pelan.
: ROOMMATE :
Siwon sedang melamun sendirian ketika dia melihat ada sebuah garis hitam jatuh melayang di depan matanya. Siwon menunduk dan tepat di atas selimut putihnya, dia melihat sebuah bulu mata. Pastilah itu bulu matanya yang jatuh tadi.
Siwon tersenyum menatap bulu matanya yang jatuh. Pastilah seseorang sedang merindukannya. Tapi siapa?
Pintu kamar Siwon terbuka. Masuklah Ibu Siwon.
"Halo sayang, bagaimana keadaanmu?" tanya Ibu Siwon hangat.
"Baik, Ibu. Hanya saja kakiku masih agak sakit." Kata Siwon.
Ibu Siwon mengelus rambut anaknya dengan penuh sayang. Siwon baru saja selesai latihan jalan dengan kruk. Tadi dia ditemani Sungmin, tapi karena Sungmin harus kuliah siang maka Ibunya gantian menemani Siwon.
"Aku ingin sekolah, Ibu.." kata Siwon penuh harap. "Klub teaterku hari ini sudah mengadakan pemilihan peran. Dan tadi Minho sudah mengirim SMS padaku bahwa semua peran sudah terisi penuh. Aku ingin bermain, Ibu. Kami akan ikut lomba.."
Ibu Siwon menatap anaknya dengan pandangan iba. "Maafkan Ibu, sayang.. Segera setelah kau bisa jalan dengan kruk, kau bisa sekolah lagi."
"Tapi aku tidak bisa ikut lomba..."
"Kau akan ikut lomba di lain waktu, Sayang. Bukan lomba yang ini. Sekali-kali tidak main juga tidak apa-apa kan.. Selama ini kau selalu main, sekarang, berilah kesempatan pada temanmu untuk ikut main teater. Mengalahlah, Siwon.." kata Ibunya memberi nasihat.
Siwon mengangguk pelan. "Ibu.. Tadi bulu mataku jatuh satu. Menurut Ibu, siapa yang sedang merindukanku?" tanya Siwon.
Ibu Siwon memeluk anaknya. "Sayang, tidak biasanya kau membicarakan hal begini dengan Ibu. Biasanya dengan kakakmu.."
"Ibu.."
"Kalau Ibu tebak, anak manis bernama Kibum yang kau selamatkan itu." Kata Ibu Siwon sambil duduk di samping tempat tidur Siwon.
"Ah, kenapa Ibu menebaknya?"
"Ibu juga pernah muda, Sayang.. Ibu sangat mengerti akan hal itu.."
"Ibu, apa menurut Ibu, aku mencintai Kibum?" tanya Siwon hati-hati.
Ibu Siwon tersenyum. "Cinta itu relatif, Sayang. Tergantung hatimu. Hatimu bilang apa, maka turutilah.."
"Tapi Ibu.. Changmin juga menyukai Kibum.."
"Lalu perjuangkanlah cintamu."
Detik itu juga, Siwon langsung memeluk Ibunya erat. Malaikat yang telah membawanya ke dunia, malaikat yang telah mengasuhnya sampai dia sebesar ini, dan juga malaikat yang mampu membuat hatinya tenang.
"Saranghaeyo.." kata Siwon penuh sayang.
: ROOMMATE :
"Kibum!" seru Jonghyun.
Kibum yang sedang melamun pun kaget dengan teriakan Jonghyun.
"Ah hyung, mengagetkanku saja!" kata Kibum.
"Yah, makanya jangan melamun. Ada apa sih?" tanya Jonghyun.
"Seharusnya aku yang tanya pada hyung. Kenapa hyung teriak-teriak seperti itu. Aku tahu suara hyung tinggi, tapi ya tidak usah pakai teriak-teriak.." kata Kibum kesal.
Jonghyun tertawa melihat ekspresi wajah Kibum. "Tadi Jino memberitahuku, aku terpilih untuk mewakili Festival Seni Pelajar Seoul 2012!"
"Bukankah itu kelompok?" tanya Kibum heran.
"Tentu saja. Aku, Jino, Yesung, Ryeowook, dan Changmin. Kami berlima akan mewakili sekolah!" Kata Jonghyun senang.
"Onew tidak ikut?"
"Yaa! Onew kan masih di skors! Tentu saja dia tidak boleh ikut." Kata Jonghyun, mencubit lengan Kibum gemas. "Lalu bagaimana klub teater mu?" tanya Jonghyun pada Kibum.
"Kami juga akan ikut Festival Seni Pelajar. Dan aku terpilih menjadi peran utama."
"Waaah! Selamaaaat!" seru Jonghyun senang sambil memeluk Kibum.
Pintu kamar Kibum menjeblak terbuka dan masuklah Eunhyuk yang langsung menjerit kegirangan.
"Gyaaaa! Coba tebak! Setelah lomba kemarin kami menang, kami akan ikut Festival Seni Pelajar Seoul 2012!" seru Eunhyuk senang.
"Kami juga!" seru Jonghyun dan Kibum bersamaan.
Dan tiga bersaudara itu pun berpelukan sambil berteriak-teriak senang.
: ROOMMATE :
From : Minho
Klub vokal dan klub dance sudah fix. Klub vokal ada Jonghyun, Jino, Yesung, Ryeowook, dan Changmin. Klub dance ada Donghae, Eunhyuk, Taemin, Kai, Sehun, Lay, dan Xiumin.
Siwon menghela nafas begitu membaca pesan dari Minho. Dia sangat sedih karena tidak bisa ikut berpartisipasi dalam Festival Seni Pelajar Seoul 2012. Sejak SD, dia selalu ikut dalam Festival Seni Pelajar Seoul, tidak pernah sekali pun absen. Dan sekarang dia harus absen. Kenyataan itu sangat menyakitkan hatinya.
Ponsel Siwon bergetar lagi. Kali ini pesan dari adiknya, Kyuhyun.
From : Kyuhyun
Hyuuung! Aku ikut Festival Seni Pelajar Seoul! Aku akan ikut di Vokal!
Jari tangan Siwon dengan lincah mengetik pesan balasan untuk adiknya.
To : Kyuhyun
Sudah tahu. Sejak SMP kan kau selalu ikut di Vokal.
From : Kyuhyun
Yaa! Aku akan mewakili sekolah bersama Kyungsoo, Baekhyun, Luhan, dan Chen. Kami berlima adalah kombinasi yang sangat bagus, sekolahmu pasti bisa kami kalahkan!
To : Kyuhyun
Kau bercanda, Kyu? Sekolahku mengirim Jonghyun, Jino, Yesung, Ryeowook, dan Changmin. Kau sudah pernah merasakan bertanding dengan Jonghyun, Yesung, dan Ryeowook kan? Tunggu saja, dengan Jino dan Changmin, mereka tak terkalahkan.
From : Kyuhyun
Tapi kan tahun lalu aku juara pertama mengalahkan Jonghyun hyung dan Yesung hyung. Padahal aku masih SMP waktu itu. Ryeowook hyung juga dulu aku kalahkan.
To : Kyuhyun
Itu kan perseorangan, sekarang kan kelompok. Sekolahmu akan dibantai. Sudah ya, suster baru datang membawakanku makanan. Aku mau makan dulu.
Siwon tersenyum pada suster yang membawakannya nampan makanan. Siwon menatap menunya malam itu. Bulgogi.
"Ayo dimakan, nanti dingin." Kata Ibunya.
Siwon mengangguk dan mulai memakan Bulgogi nya.
"Adikmu tadi bilang kalau dia akan ikut Festival Seni Pelajar Seoul."
Siwon melenguh pelan. "Ibu, tolong jangan bahas Festival Seni Pelajar Seoul." Kata Siwon pelan.
Ibu Siwon menyadari kesalahannya. "Ah, maafkan Ibu. Maaf ya, Sayang.."
Siwon menggeleng. "Tidak, Ibu. Ibu tidak bersalah. Hanya saja aku sedang tidak ingin membahas Festival Seni Pelajar Seoul."
"Maafkan Ibu, Sayang. Tapi, kau tentu masih bisa berpartisipasi dalam Festival Seni Pelajar Seoul. Kita nanti lihat bersama-sama ya Sayang? Dengan Ayah dan kakak juga, bagaimana?" tawar Ibu Siwon.
Siwon tersenyum dan mengangguk. "Tentu saja, Ibu. Tapi setiap hari kita harus lihat ya.."
"Tentu saja, Sayang.."
: ROOMMATE :
"Kibum, ayo cepatlah! Jika kita terlambat maka makan malam akan habis! Cepat!" seru Key di depan pintu kamar Kibum.
Tak lama kemudian Kibum keluar.
"Maafkan aku Key. Ayo, cepat ke ruang makan!" kata Kibum.
Dua orang Kim Kibum itu pun berjalan menuju ruang makan yang ada di lantai satu. Karena hampir semua penghuni asrama sudah turun, maka lift pun sepi dan mereka tidak perlu mengantri.
Dengan menggunakan lift, mereka pun turun ke ruang makan. Dan benar saja, karena mereka terlambat, makanan sudah habis.
"Yaah.. Maafkan aku Key, gara-gara aku kelamaan jadi kita kehabisan makanan." Sesal Kibum.
Key menggeleng. "Tidak apa, kita kan masih bisa delivery makanan. Kita bisa pesta makanan, Kibum!"
Kibum tersenyum lebar. "Ah, benar juga! Mari kita delivery yang banyak! Aku saja yang bayar. Kita pesta di kamarku ya? Kau menginap saja di kamarku hari ini!" seru Kibum senang.
"Ya sudah, aku ambil seragam dan buku untuk besok dulu ya. Mau ikut?"
Kibum mengangguk semangat. "Ikut!"
Mereka berdua naik lagi, kali ini ke lantai lima, lantai tempat kamar Key berada. Begitu mereka sampai di kamar Key, Kibum langsung membantu Key mengemasi barangnya. Setelah selesai, mereka naik ke lantai enam, menuju kamar Kibum.
Sesampainya di kamar Kibum, Kibum langsung memesan makanan melalui telepon. Sembari menunggu makanan, mereka berdua bertanding PlayStation.
"Kapan Siwon kembali ke sekolah, Kibum?" tanya Key.
"Aku tadi pagi sudah telepon Siwon. Katanya dia masih latihan jalan pakai kruk. Mungkin besok Senin dia masuk katanya." Jawab Kibum, masih sibuk menekuni PlayStationnya.
"Jadi dia tidak ikut Festival Seni Pelajar Seoul?" tanya Key lagi.
Kibum menggeleng. "Ibunya tadi mengirimiku SMS katanya Siwon sedih sekali karena tidak bisa ikut."
"Sayang sekali ya.. Padahal dia aktor yang hebat." komentar Key.
"Bagaimana dengan klub fashion? Ikut Festival?" tanya Kibum.
Key tertawa. "Hey, kau ini lucu sekali! Di Festival Seni Pelajar Seoul tidak ada lomba untuk fashion. Untuk fashion ada lombanya sendiri. Tapi kami tetap sibuk kok, untuk merancang kostum semua klub yang ikut Festival."
"Bagaimana dengan kostumku?" tanya Kibum.
"Klub teater belum memberi kami rincian kostum, jadi belum kami kerjakan. Baru klub dance yang sudah kami kerjakan."
"Nanti untuk kostumku, kau yang kerjakan ya?" pinta Kibum.
Key mengangguk. "Tentu saja, nanti khusus kostummu akan kukerjakan secara spesial." Kata Key.
Mereka berdua tertawa, lalu melanjutkan bertanding PlayStation sampai akhirnya makanan yang mereka pesan datang.
: ROOMMATE :
Siwon memainkan sebuah apel merah yang sedang dipegangnya. Sungmin yang sedang sibuk mengerjakan tugas sampai risih melihatnya.
"Siwon, jika tidak dimakan, jangan dimainkan seperti itu." Tegur Sungmin.
"Aku bosan, noona.."
"Kau sudah ada ponsel, sudah ada laptop, sudah ada iPad, kenapa masih bosan?" tanya Sungmin gemas. "Kyuhyun saja jika sudah ada PSP maka dia akan diam." Tambahnya.
"Aku bosan karena tidak ada Kibum."
Jawaban Siwon membuat Sungmin berhenti mengetik seketika.
"Singkatnya, kau merindukannya?"
Siwon mengangguk. "Sudah terlalu lama aku berpisah darinya, noona. Dan selama itu pula, aku merasa sepi. Rasanya hidupku tak lengkap jika tak ada Kibum."
"Aku tahu, Siwon."
"Dia sendirian tanpa aku, bagaimana ya?"
"Dia tidak sendirian, Siwon. Dia punya banyak teman disana. Waktu sidang itu, dia selalu bersama anak laki-laki yang manis itu kan?"
Siwon melempar kakaknya dengan bantal. "Tiap ada yang manis, noona pasti langsung semangat! Playgirl!"
Sungmin tertawa. "Tapi kan benar dia manis, namanya siapa?" tanya Sungmin sambil kembali mengetik tugas.
"Namanya Key."
"Key? Apakah dia yang punya Butik Key's?"
"Ya. Benar sekali."
Sungmin langsung mendongak dari laptopnya. "Benarkah itu Siwon? Aaah aku sangat suka belanja di Key's! Baju yang kupakai sekarang ini, ini keluaran Key's! Bisakah kau tanyakan pada dia, apakah aku bisa mendapat diskon?"
Siwon mencibir. "Tanya saja sendiri, dia orangnya asyik kok. Yang penting aku rindu Kibum, titik."
Siwon menatap ke luar jendela. Hujan turun dengan derasnya. Siwon tersenyum pada bulan, berharap semoga bulan menghantarkan rasa rindunya pada Kibum.
.
.
To Be Continued..
.
.
Apakah chap ini cukup memuaskan? T.T
