ROOMMATE
Disclaimer : Belong to SM, God, and theirselves :D This story is mine.
Author : Lee Rae Ra / Iqlima
Genre : General, Romance
Rate : T
Length : Sequel
Summary : Kehidupan Jung Siwon, seorang pemuda yang tegas namun berhati lembut, di sekolah asramanya, dengan teman sekamarnya yang baru Kim Kibum yang sangat polos. RnR?
ROOMMATE
Hari Sabtu yang cerah, hari yang indah bagi para siswa SM High School. Hari Sabtu dan Minggu adalah hari bebas, dimana mereka bebas berjalan-jalan sesuka hati mereka, tapi harus kembali sebelum petang datang.
Maka dari itu, Kibum sudah sibuk bersiap-siap di kamarnya, hari ini karena tidak ada Key, maka dia memutuskan untuk menjenguk Siwon di rumah sakit.
"Kibuuumm!" terdengar suara Key dari luar.
Kibum berdiri dan membuka pintu.
"Ada apa, Key?" tanya Kibum.
"Kau jadi menjenguk Siwon?"
Kibum mengangguk. "Tentu saja. Aku sudah siapkan semua. Nanti di jalan aku mau beli buah untuk Siwon. Kalau kau, jadi jalan dengan Jonghyun hyung?"
"Iya, ini aku mau ke bawah. Sebenarnya aku mau ke kamarnya eh tapi dia sudah menungguku di gerbang. Mau turun bersama ke bawah?" tawar Key.
Kibum menggeleng. "Aku masih harus ada yang dipersiapkan. Kau duluan saja ya, nikmati jalan-jalanmu!"
Key mengacungkan jempolnya lalu pergi meninggalkan Kibum. Kibum menutup pintu kamarnya dan melihat ponselnya bergetar ada telepon masuk.
"Yeoboseyo.."
"Sayang, Ibu sudah dekat sekolahmu. Mungkin sebentar lagi sampai. Cepat keluar ya. Jadi kita bisa langsung berangkat."
"Iya Bu, aku turun sebentar lagi."
Kibum menutup teleponnya dan meraih tas ranselnya. Dia keluar dari kamar dan mengunci pintu kamarnya. Setelah itu, dia ikut bergabung dalam kerumunan siswa yang akan keluar. Baru saja Kibum akan masuk ke lift, terdengar seseorang memanggilnya.
"Kibum!" seru seseorang.
Kibum menoleh. Dilihatnya Changmin sedang berlari ke arahnya.
"Ada apa?" tanya Kibum jutek, karena dia ketinggalan lift.
"Mau kemana? Jalan bersamaku yuk!" ajak Changmin.
Kibum menggeleng. "Tidak bisa, aku ada acara sendiri."
Wajah Changmin berubah kecewa. "Ada acara apa? Batalkan saja.."
"Enak saja bilang batalkan batalkan! Aku sudah janji dengan Ibuku! Aku sudah rindu sekali dengan Ibuku, malah kau menyuruhku membatalkannya!" seru Kibum kesal.
"Yaah.. Tapi besok kau ada acara?" tanya Changmin masih mencoba berusaha.
"Ada. Aku mau jalan dengan Key." Jawab Kibum datar.
"Jalan denganku saja, kumohon.." pinta Changmin.
Kibum menggeleng cepat. "Aku sudah janji dengan Key. Aku tidak mau Key membenciku karena aku mengingkari janji."
"Aku bisa bicara pada Key." Kata Changmin.
"Kenal saja tidak! Hih, kau sudah membuatku terlambat bertemu Ibuku. Sudah,
jangan ganggu aku!" seru Kibum kesal, langsung masuk ke dalam lift dan langsung menutup lift.
Kibum menggerutu di dalam lift. Kenapa manusia jangkung setinggi tiang listrik itu hobi sekali menganggunya. Andai saja ada Siwon, pasti hidupnya akan tenang.
Kibum keluar dari lift. Segera saja dia mempercepat langkah kakinya menuju gerbang sekolah. Benar saja, Ibunya sudah berdiri di samping mobil Audi putihnya.
"Ibu!" seru Kibum sambil berlari memeluk Ibunya.
"Halo Sayang, bagaimana, jadi menjenguk Siwon?" tanya Ibunya.
Kibum mengangguk semangat. "Tentu saja, aku sudah merindukannya! Nanti beli oleh-oleh dulu ya Bu!"
"Baiklah Sayang, ayo berangkat.."
: ROOMMATE :
Jugeodo mot bonae
Naega eotteohke neol bonae
Kyuhyun menyanyikan lagu ballad dari 2AM sambil menari-nari sendiri di kamar pasien Siwon. Tidak nyambung memang, menyanyikan lagu ballad tapi menari-nari dengan ceria. Sungmin yang sedang sibuk mengerjakan tugas tampak tidak terganggu karena suara sang adik memang bagus, tapi Siwon sebaliknya, dia nampak tidak nyaman.
"Kyu.. Bisakah kau diam?" pinta Siwon.
Kyuhyun langsung berhenti bernyanyi. "Ada apa hyung? Apakah suaraku fals?" tanya Kyuhyun khawatir.
"Tidak, Kyu.. Suaramu baik-baik saja, masih bagus seperti biasanya." Jawab Siwon lemah.
"Lalu, ada apa?"
"Aku butuh ketenangan. Kepalaku pusing, tolong jangan bernyanyi dulu." Pinta Siwon.
"Eh.. Maafkan aku, hyung.." sesal Kyuhyun.
Kyuhyun mengeluarkan PSP nya dan mulai asyik memainkannya. Suasana jadi sepi kembali. Hanya terdengar suara keyboard laptop Sungmin dan suara PSP Kyuhyun.
Tapi suasana sepi itu ternodai oleh sebuah teriakan..
"WONNIEEEE!"
Diikuti oleh sebuah teriakan lainnya..
"Kibum! Jangan teriak-teriak!"
Siwon tahu siapa pemilik suara itu. Dan tiba-tiba saja pintu kamar menjeblak terbuka. Kibum masuk sambil tersenyum lebar.
"Wonniiieee!" seru Kibum sambil langsung memeluk Siwon dengan erat.
Siwon yang tak menyangka akan dipeluk sedemikian erat oleh Kibum hanya bisa membalas pelukan Kibum sekadarnya karena dia sulit bernafas.
"Khii.. Buum.. Leepaas.." pinta Siwon.
Kkibum sepertinya tidak menyadari kalau Siwon kesulitan bernafas karena pelukannya yang sangat erat. Malah dia semakin mengeratkan pelukannnya. Akhirnya Ibu Kibum menarik Kibum dari Siwon.
"Lepaskan, Siwon sulit bernafas!" seru Ibu Kibum.
Siwon menarik nafas lega. Sungmin dan Kyuhyun menatapnya prihatin.
"Wonnie bagaimana keadaanmu? Sudah bisa jalan?" tanya Kibum semangat.
Siwon tersenyum. "Aku sudah bisa jalan pakai kruk, besok aku pulang dan hari Senin aku sudah masuk sekolah lagi.."
Kibum tersenyum lebar. "Benarkah? Asyik sekali! Selama ini aku hanya ditemani Key karena Jonghyun hyung dan Eunhyuk hyung sibuk sekali dan meninggalkanku, aku jadi agak kesepian. Aku senang Wonnie akan kembali!" kata Kibum ceria.
Siwon tersenyum. Ibu Kibum maju dan menaruh sekeranjang buah-buahan segar di meja.
"Bibi, tidak usah repot-repot.." kata Siwon tak enak hati.
"Bukan aku yang belikan, itu Kibum sendiri yang beli. Katanya, oleh-oleh untuk Siwon yang baik." Kata Ibu Kibum.
Siwon berpaling menatap Kibum.
"Terima kasih atas buahnya, Kibum. Dan Bibi, silahkan duduk." Kata Siwon mempersilahkan.
Ibu Kibum duduk di samping Sungmin.
"Bagaimana dengan teater?" tanya Siwon.
"Kami akan memainkan Pagi Bening!" seru Kibum ceria.
Siwon terperangah. Minho belum memberitahunya drama apa yang akan mereka mainkan. Dan ternyata Pagi Bening. Drama satu babak dari tanah Spanyol itu sudah sangat ingin Siwon mainkan sejak SMP.
"Empat orang kan? Yang jadi Laura dan Gonzalo siapa?" tanya Siwon cepat.
"Aku jadi Laura dan Kris yang jadi Gonzalo. Kenapa juga aku harus jadi perempuan..." kata Kibum lesu.
"Kris? Dia terlalu tampan untuk berperan jadi kakek-kakek.." kata Siwon hampa, berharap peran itu jatuh padanya, tidak sadar bahwa dia juga terlalu tampan untuk berperan sebagai kakek-kakek.
"Sebenarnya Kris menolak, tapi tidak ada orang lain yang mau. Padahal Kris juga akan ikut Festival Seni Pelajar Seoul di bidang rap." Jelas Kibum.
"Aku... Aku ingin jadi Gonzalo.." kata Siwon penuh harap.
"Tapi kan kakimu.."
"Apa kau belum membaca naskahnya?" sela Siwon. "Drama itu hanya satu babak. Laura dan Gonzalo hanya duduk di taman. Aku hanya perlu berjalan tak lebih dari sepuluh kali. Dan karena Gonzalo adalah kakek-kakek, maka dia berjalan pakai tongkat kan? Aku bisa memerankan Gonzalo lebih baik dari Kris!" seru Siwon.
Sungmin dan Kyuhyun terperangah. Ibu Kibum ikut terkejut mendengar nada suara Siwon yang keras.
"Tapi.. Tapi kaki Wonnie kan masih sakit.."
"Kibum.. Kan sudah kubilang drama itu gampang. Sembilan puluh persen semuanya dilakukan dengan duduk, DUDUK."
"Aku tidak keberatan Wonnie jadi Gonzalo.. Tapi Minho.." kata Kibum sedikit takut.
"Minho akan ikut rap juga kan?"
Kibum mengangguk.
"Walaupun dia ketua teater, tapi dia masih ikut rap juga kan. Pasti dia sibuk. Aku pasti bisa membujuknya. Aku akan mencoba membujuknya agar mengijinkanku main di Pagi Bening." Kata Siwon bersemangat.
Kibum duduk di samping Ibunya.
"Wonnie.. Ayo jalan-jalan." Ajak Kibum.
"Jalan-jalan? Kemana?" tanya Siwon.
"Kibum, Siwon masih sakit kenapa diajak jalan-jalan?" kata Ibu Kibum.
"Aku hanya ingin mengajak Wonnie jalan-jalan di taman rumah sakit. Kan Wonnie bisa pakai kursi roda, aku bisa kok mendorong kursi roda Wonnie."
Siwon tersenyum. "Baiklah, ayo."
: ROOMMATE :
"Di sini saja ya Wonnie? Pemandangannya indah sekali." Kata Kibum, berhenti di depan sebuah kursi yang ada di taman belakang rumah sakit.
Siwon mengangguk. "Kau duduklah."
Kibum duduk di kursi taman sedangkan Siwon masih duduk di kursi rodanya. Kibum menarik nafas panjang, menikmati kesegaran udara pagi.
"Bagaimana sekolah tanpa aku?" tanya Siwon membuka percakapan.
"Sepi. Tidak seru tanpa Wonnie. Aku hanya ditemani Key saja. Jonghyun hyung dan Eunhyuk hyung sudah sibuk, mereka melupakanku." kata Kibum lesu.
"Jadi, akan lebih seru bila ada aku?"
Kibum mengangguk semangat. "Tentu saja! Akan sangat seru jika ada Wonnie! Makanya Wonnie cepat sembuh dan kembali ke sekolah!
Siwon tersenyum kecil. "Hari Senin aku sudah kembali sekolah, Kibum.."
"Masih lama.."
"Ada kejadian menarik selama aku pergi?" tanya Siwon.
"Changmin si tiang listrik itu terus saja mengangguku! Tiap aku makan dia selalu mengangguku, saat aku ada di perpustakaan dia juga mengangguku! Pokoknya dia itu penganggu nomor satu!" seru Kibum kesal.
Siwon menaikkan satu alisnya. "Tan Changmin?"
"Tentu saja! Memang ada Changmin yang lain?!"
Siwon tertawa kecil.
"Aku mau tanya sesuatu, Kibum.."
"Tanya apa?"
"Saat kita habis dipukuli itu.. Setelah aku minta maaf padamu, kau mengatakan sesuatu. Apakah yang kau bilang itu benar?" tanya Siwon.
Kibum terdiam. Berusaha mengingat-ngingat apa yang dikatakannya.
"Kibum tahu, Wonnie akan selalu ada untuk Kibum.. Kibum sayang Wonnie.."
Kibum tersentak.
"Jadi?" tanya Siwon lagi.
"Yah.. Aku sayang Wonnie, karena Wonnie sudah baik sekali padaku. Sudah dua kali Wonnie menyelamatkanku. Wonnie juga yang mengajariku banyak hal. Aku sangat berterima kasih pada Wonnie." Kata Kibum.
Siwon tersenyum. "Begitu?"
"Tentu saja. Wonnie sudah baik sekali padaku. Aku.. Aku sayang Wonnie.."
: ROOMMATE :
Sepulang dari menjenguk Siwon di rumah sakit, Kibum pergi jalan-jalan dengan Ibunya dan baru kembali menjelang petang.
"Gyaaa! Kau kemana saja?!" suara tinggi milik Jonghyun langsung menyambut Kibum begitu dia sampai di lantai enam.
Kibum tidak memperdulikan Jonghyun. Dia langsung berjalan meninggalkan Jonghyun.
"Yaaa! Aku tanya padamu!" seru Jonghyun, berusaha mengejar Kibum.
"Hyung.. Aku lelah, aku mau tidur." Kata Kibum lelah.
"Yaaa! Aku tanya dari mana saja kau?! Aku dan Eunhyuk sampai kelimpungan mencarimu!"
Kibum berhenti. "Kalian berdua mencariku?! Oh, kalian masih peduli padaku?!"
"Apa maksudmu? Tentu saja kami peduli padamu!"
"Lalu meninggalkanku sendirian?! Kalian sibuk dengan urusan kalian masing-masing dan sampai lupa dengan tugas kalian sebenarnya di sekolah ini! Kalau kalian tidak bisa menjagaku ya sudah bilang saja! Aku bisa menjaga diriku sendiri! Aku sudah tidak seperti dulu lagi! Satu lagi, aku punya Wonnie dan Key yang masih peduli padaku!" seru Kibum marah.
Jonghyun terhenyak, tak menyangkan bahwa Kibum akan berani membentak seperti itu.
"Sudah! Hyung urusi saja klub vokal hyung! Mau tanding di Festival Seni Pelajar Seoul kan?! Silahkan, sana pergi saja! Jangan urusi aku lagi!" seru Kibum, lalu berlari meninggalkan Jonghyun sendiri.
: ROOMMATE :
Kibum sedang duduk melamun di tepi tempat tidur Siwon ketika pintu kamarnya yang tidak terkunci terbuka.
"Oh, kau." Kata Kibum datar.
Key menutup pintu kamar Kibum dan duduk di samping Kibum.
"Ada apa? Jonghyun bercerita padaku soal tadi."
"Jadi dia mengadu padamu?" tanya Kibum kesal.
"Tidak seharusnya kau berkata begitu, Kibum.."
"Memang itulah kenyataannya."
"Jonhyun dan Eunhyuk tidak bermaksud begitu. Aku tahu tugas awal mereka di sini adalah menjagamu, tapi apa salah jika mereka ingin mengembangkan bakat mereka?"
Kibum menghela nafas. "Aku tahu. Aku hanya kecewa pada mereka. Mereka saudaraku, tapi mereka seakan sudah tidak peduli padaku."
"Mereka peduli padamu, Kibum. Tadi saat aku jalan dengan Jonghyun, aku sama sekali tidak bilang kau pergi menjenguk Siwon. Saat kami kembali dan menadapati kamarmu terkunci, Jonghyun langsung panik. Dia langsung mencarimu ke seluruh penjuru sekolah bersama Eunhyuk. Kau harusnya tahu, mereka sangat peduli padamu, Kibum.." kata Key lembut.
Kibum terdiam. Tak tahu harus menjawab apa.
"Mereka sayang padamu, Kibum." Kata Key lagi.
Pintu kamar Kibum diketuk. Key bangkit untuk membuka pintu. Ketik apintu sudah terbuka, tampaklah Jino di depan pintu kamar Kibum.
"Ada apa, Jino?" tanya Key, heran karena kamar Jino ada di lantai empat dan tidak biasanya Jino naik ke lantai enam.
"Aku mencari Jonghyun." Kata Jino.
Key mengerutkan keningnya. "Kamar Jonghyun bukan di sini, kamar Jonghyun ada di sebelah." Kata Key, menunjuk kamar nomor 524.
"Aku tahu, aku sudah kesana tapi teman sekamarnya bilang Jonghyun tidak ada. Jadi aku kemari mau tanya, siapa tahu kalian tahu dimana Jonghyun."
Key menggelengkan kepalanya. "Maaf, kami tidak tahu. Memang ada apa kau mencari Jonghyun? Jika kau ingin mengatakan sesuatu, kau bisa mengatakannya padaku dan aku akan menyampaikannya pada Jonghyun."
Jino mengamati Key dengan seksama. Matanya meneliti Key dari ujung kepala sampai ujung kaki.
"Ada apa? Apa ada sesuatu yang salah?" tanya Key, risih karena dipandangi Jino seperti itu.
"Kau, apakah kau anak klub fashion?" tanya Jino.
Key mengangguk. "Ya.. Memangnya ada apa?"
Jino tersenyum lebar. "Kebetulan sekali! Aku mencari Jonghyun hanya mau memintanya menemui anak fashion untuk mengatur kostumnya untuk Festival! Bisakah kau mengatur kostum Jonghyun?"
Key mengangguk. "Tentu saja, aku akan berbicara dengan Jonghyun nanti."
"Baguslah kalau begitu."
Jino menjulurkan kepalanya dan melihat Kibum yang masih duduk di tepi tempat tidur Siwon.
"Kibum kenapa?" tanya Jino.
"Dia sedang ngambek pada Jonghyun dan Eunhyuk." Jawab Key.
"Hey, bujuklah dia. Lihat mukanya seperti baju lecek tak disetrika. Sudah, aku pergi dulu ya. Terima kasih!"
Key menutup pintu kamar dan kembali duduk di samping Kibum.
"Jino itu, dia naksir Jonghyun hyung kan?" kata Kibum.
Key mengangkat kedua bahunya. "Aku tidak tahu. Memangnya ada apa?"
"Apa kau tidak lihat tadi? Saat dia mendengar bahwa kau tidak tahu dimana Jonghyun hyung, mukanya terlihat sangat kecewa."
Key tersenyum. "Muka kecewa bukan berarti suka, Kibum. Ada banyak artinya." Kata Key.
"Tapi aku bisa melihatnya kalau dia itu suka Jonghyun hyung!" seru Kibum ngotot.
Key tertawa. Hanya karena soal ini saja sikapnya sudah kembali seperti semula.
"Ya sudah, terserah kau deh."
"Pokoknya Jino suka Jonghyun hyung!"
.
.
To Be Continued...
.
.
