ROOMMATE
Disclaimer : Belong to SM, God, and theirselves :D This story is mine.
Author : Lee Rae Ra / Iqlima
Genre : General, Romance
Rate : T
Length : Sequel
Summary : Kehidupan Jung Siwon, seorang pemuda yang tegas namun berhati lembut, di sekolah asramanya, dengan teman sekamarnya yang baru Kim Kibum yang sangat polos. RnR?
ROOMMATE
Siwon menyentuh bibirnya perlahan. Dia tidak percaya yang baru saja terjadi. Kibum menciumnya, tepat di bibir.
Siwon menatap Kibum yang tersipu malu.
"Aku harap, Wonnie suka. Aku tidak tahu harus membalas kebaikan Wonnie dengan apa, jadi aku cium Wonnie saja ya? Nanti kalau Wonnie minta cium lagi pasti aku kasih kok." Kata Kibum sungguh-sungguh.
Siwon tertawa mendengar penuturan Kibum. Rasanya agak aneh saat Kibum menciumnya tadi. Ini memang bukan ciuman pertamanya dengan Kibum, tapi tetap saja, rasanya aneh. Mungkin karena ciuman pertamanya dengan Kibum sangat tidak lazim.
"Kau tidak menengok Ibumu?"
Kibum memekik pelan. "Ah! Aku lupa! Tapi Wonnie tidak apa-apa sendirian?" tanya Kibum khawatir.
Siwon mengangguk. "Tapi kalau kau sudah sampai di sana, bilang pada Kyuhyun aku menunggunya di sini. Bilang padanya, tolong belikan suplemen penambah darah. Kau mengerti?"
"Tentu! Sekali lagi terima kasih ya, Wonnie!" Kibum melambaikan tangannya sambil berjalan keluar dari Unit Gawat Darurat.
Sepeninggal Kibum, Siwon masih berbaring di tempat tidurnya. Badannya lemas, sangat malah. Karena Ibu Kibum kehilangan banyak sekali darah, maka Siwon pun mendonorkan banyak darahnya. Mungkin sekarang Siwon yang kekurangan darah.
Siwon memejamkan kedua matanya. Dia butuh istirahat. Dia memutuskan akan tidur sebentar sembari menunggu adiknya datang.
: ROMMATE :
Kibum membuka pintu kamar VIP 3. Ibunya masih tak sadarkan diri. Kibum menepuk bahu Ayahnya pelan.
"Dari mana saja kau?" tanya Ayah Kibum.
"Aku hanya menengok Wonnie saja."
Ibu Siwon memekik pelan. "Ya ampun, aku sampai lupa dengan anak itu. Kangin, aku pergi menjenguknya dulu ya."
Kangin mengangguk. "Sampaikan ucapan terima kasihku padanya."
"Kyuhyun, tadi Wonnie bilang, tolong kau belikan suplemen penambah darah." Tambah Kibum.
"Ya, terima kasih hyung!"
Kyuhyun dan Ibunya keluar dari ruang perawatan Ibu Kibum. Sepasang ibu dan anak itu menyempatkan mampir di apotik untuk membeli suplemen penambah darah.
"Yaa, hyung!" seru Kyuhyun begitu dia membuka pintu Unit Gawat Darurat.
Siwon menoleh. "Hei kau, setan berwajah malaikat."
Kyuhyun berlari-lari kecil menghampiri Siwon.
"Hyung hebat sekali, ksatria. Aku saja takut dengan jarum suntik, tapi malah hyung sudah mendonorkan darah." Puji Kyuhyun.
Ibu Siwon mengelus kepala anaknya. "Hai Sayang, bagaimana keadaanmu? Masih lemas?"
Siwon mengangguk pelan. "Bagaimana dengan Bibi Leeteuk? Apakah dia baik-baik saja? Apakah dia sudah sadar?"
"Tentu saja. Tapi dia belum sadarkan diri. Kondisinya baik, berkat darahmu. Kau baik sekali, Sayang.."
Siwon menggeleng. "Ah, darahku sama sekali bukan apa-apa. Ini semua karunia Tuhan." Kata Siwon merendah.
Kyuhyun mengulurkan plastik yang dibawanya. "Hyung, ini suplemen penambah darahmu. Memangnya tadi darah yang diambil banyak yah?"
"Banyak, karena memang Bibi Leeteuk butuh banyak darah. Badanku sampai lemas sekali." Kata Siwon memaksakan diri tersenyum.
Ibu Siwon tersenyum. "Ya sudah, kalau begitu kita pulang saja. Kau istirahat saja di rumah."
"Ibu, tidak bisa. Aku hanya minta izin keluar malam ini."
"Nanti Ibu teleponkan sekolahmu. Besok kan Sabtu, habiskan saja akhir pekanmu di rumah bersama Kyuhyun."
"Ya sudah, 'Bu. Ayo kita pulang."
: ROOMMATE :
Pukul setengah dua belas malam, Siwon keluar dari kamarnya dan menuju balkon kamarnya. Langit malam ini berbintang. Padahal kemarin-kemarin langit selalu mendung. Siwon berdiri menyandar pada balkon kamarnya.
"Kenapa bintang malam ini begitu banyak.." desah Siwon.
Siwon memang tidak suka memandang langit lama-lama, tapi itu dahulu. Ketika umurnya enam tahun, Sungmin mengajaknya melihat langit menggunakan teropong. Semenjak itu pula Siwon jadi suka memandangi langit.
Tiba-tiba saja mata Siwon menangkap siluet wajah manis Kibum di langit malam. Kontan saja Siwon langsung tertawa.
"Kenapa wajah anak itu yang muncul di langit? Langit sungguhlah lucu." Kata Siwon geli.
Siwon jadi teringat pertemuan pertamanya dengan Kibum. Saat itu dia tidur, dan kemudian bangun dengan penuh rasa kaget karena wajah Kibum menunduk tepat di atas wajahnya. Dia ingat dia bangun sambil menjerit kemudian lari ke kamar Donghae.
Siwon jadi senyum-senyum sendiri mengingat pertemuan yang aneh itu. Awalnya dia merasa dia tidak akan menyukai Kibum, tapi malah sekarang rasanya dia sudah terlalu terikat pada anak itu.
"Tuhan.. Apakah aku jatuh cinta padanya? Rasa ini sungguh tak wajar.." lirih Siwon.
Siwon mendengar pintu kamarnya dibuka. Dia menoleh ke belakang dan menemukan Kyuhyun yang sedang berjalan ke arahnya dengan mata terpejam.
"Yaa! Kau tidur sambil jalan?"
Kyuhyun menggeleng sambil menguap lebar. "Hyung, aku tidak bisa tidur." Keluh Kyuhyun.
"Kau tidak bisa tidur? Biasanya kau sangat suka tidur!" seru Siwon tak percaya.
"Aku tidak bisa tidur. Kau tahu kan aku tidak bisa tidur dalam keadaan lapar. Aku lapar tapi di dapur sama sekali tidak ada makanan. Kulkas kosong. Ternyata pelayan kita belum belanja. Aku lapaaaar.." rengek Kyuhyun.
Siwon menggeleng-gelengkan kepalanya. "Ya sudah, kita pergi makan di luar saja. Ke restoran 24 jam. Ayo cepat, ganti piyamamu. Aku tunggu di bawah sepuluh menit lagi."
"Aku malas kembali ke kamar. Aku pinjam baju hyung saja ya." Kata Kyuhyun sambil berjalan ke arah lemari pakaian Siwon, kemudian mengambil sebuah jeans panjang dan sebuah kaos.
Siwon tak repot mengganti bajunya karena dia sudah memakai training hitam panjang dan juga kaos.
"Hyung, tidak ganti celana? Dingin loh." Kata Kyuhyun sambil memasukkan tangan kanannya ke dalam lengan jaket yang diambilnya dari lemari Siwon.
Siwon menggeleng. "Nanti kita kan naik mobil, jadi gampang lah. Sudah cepat, ayo turun." Siwon menyambar kunci mobil, dompet, dan ponselnya.
Siwon dan Kyuhyun turun ke bawah. Siwon mengeluarkan mobilnya dari garasi dan kemudian mereka berdua pergi meninggalkan rumah.
"Mau kemana?" tanya Siwon.
"Restoran cepat saji saja. Bagaimana kalau Seoul Fried Chicken?" usul Kyuhyun.
Siwon mengangguk dan menjalankan mobilnya menuju ke Seoul Fried Chicken. Perjalanan lima belas menit terasa cepat, Siwon dan Kyuhyun bergegas masuk ke dalam SFC yang buka 24 jam itu.
Begitu memasuki SFC, mata Siwon menangkap sosok orang yang dikenalnya sedang duduk sendirian di pojok. Dia menepuk bahu Kyuhyun.
"Kau pesan makanan ya, aku terserah saja. Ku tunggu di meja pojok sana. Yang ada orang memakai topi itu. Dia temanku."
Kyuhyun mengangguk, kemudian Siwon pergi menghampiri orang itu.
"Key?" tanya Siwon begitu sampai di hadapan orang itu.
Orang itu mendongak, dan benar saja, itu Key. Wajahnya menyiratkan keterkejutan begitu melihat Siwon.
"Siwon? Kenapa.. Kenapa kau ada di sini?" tanya Key panik.
Siwon menarik kursi dan duduk di depan Key.
"Seharusnya aku yang bertanya. Apa yang kau lakukan tengah malam begini di luar sekolah? Kau kabur?" selidik Siwon.
Key menggeleng. "Aku bosan sekali di sekolah. Tidak ada Kibum, aku jadi tidak punya teman."
"Itu namanya kabur. Bukankah Onew sudah kembali? Kan kau bisa bersama dia. Dia kan menyukaimu."
"Aku sudah berusaha. Tapi begitu dia kembali dia langsung sibuk berlatih. Untuk Festival Seni Pelajar Seoul, kau tahu." Kata Key sedih.
Kyuhyun datang dan meletakkan nampan makanan di meja. Key tersenyum tipis pada Kyuhyun.
"Ini Key hyung kan?" tanya Kyuhyun.
Key mengangguk. "Darimana kau tahu namaku?"
"Oh, Jonghyun hyung pernah bercerita padaku. Kau tahu, kami berteman. Dia mengatakan dia menyukai sahabat Kibum hyung yang memiliki nama sama dengan Kibum hyung. Itu pasti Key hyung kan? Nama asli Key hyung kan Kim Kibum."
Key terperanjat. "Jonghyun? Menyukaiku?"
Kyuhyun mengangguk penuh keyakinan. "Dia curhat padaku. Tapi katanya kau menyukai Onew hyung, jadi dia menyerah. Dia berkata dia tidak mungkin bisa mendapatkan hatimu."
"Ahh.. Maldo andwae. Orang sekeren Jonghyun tidak akan menyukaiku. Lucu sekali." Komentar Key.
"Key hyung! Ini kenyataan! Jonghyun hyung sendiri yang cerita, bahkan dia juga membuatkan lagu tentang kisah cintanya yang bertepuk sebelah tangan."
Key semakin terperanjat. "Benarkah?" bisiknya pelan.
Kyuhyun mengangguk. "Ya, tapi aku pribadi juga berpikir Key hyung lebih cocok dengan Onew hyung."
"Yaa.. Kenapa kau malah membahas tentang Jonghyun dan Onew?" Siwon menjitak kepala Kyuhyun.
Kyuhyun merutuki kakaknya lalu mulai memakan ayamnya.
Siwon kembali menatap Key. "Bagaimana caranya kau kabur dari asrama?" tanya Siwon.
"Mudah saja. Satpam sekolah sedang ngantuk hebat dan pintu pagar belum dikunci. Jadi aku keluar saja deh."
"Lalu besok kau kembali ke sekolah?" tanya Siwon.
Key menggeleng. "Sekalian saja hari Minggu sore aku kembali. Lagipula besok kita kan bebas."
"Malam ini tidur dimana? Pulang ke rumah?"
Key menggeleng lagi. "Kalau aku pulang ke rumah sekarang, Ibuku akan membunuhku. Besok pagi saja aku pulang ke rumah."
"Lalu hyung akan tidur dimana?" tanya Kyuhyun.
"Hotel." Jawab Key singkat sambil mengaduk-aduk minumannya.
"Sayang sekali, menginap di hotel hanya untuk beberapa jam saja. Menginap di rumahku saja, gratis kok." Kata Kyuhyun.
Siwon mengangguk setuju. "Kau bisa tidur di kamar tamu. Atau kalau kau tidak biasa tidur sendiri, kau bisa tidur denganku atau dengan Kyuhyun."
"Bolehkah?"
Kyuhyun dan Siwon mengangguk.
"Lagipula, Ibu akan sangat senang melihatmu. Dia pasti akan meminta komentarmu tentang baju yang dipakainya, atau apalah yang berhubungan dengan fashion." Timpal Kyuhyun.
Key tertawa kecil. "Baiklah, daripada aku buang-buang uang untuk tidur di hotel."
"Ya sudah, aku makan dulu, setelah itu nanti kita pulang."
: ROOMMATE :
Pagi-pagi, ruang makan keluarga Jung sudah ramai. Tidak berempat seperti biasanya, kini ada Key. Yang paling heboh tentu saja Ibu Siwon karena dia terus menerus meminta saran tentang fashion kepada Key. Siwon, Kyuhyun, dan Ayah Siwon heran mengapa Key bisa tahan ditanyai terus menerus begitu.
"Ibu, sudahlah. Biarkan Key makan dulu, kasihan. Jangan ditanyai dulu." Kata Siwon jengkel.
Ibu Siwon merengut. "Kapan lagi Ibu bisa konsultasi dengan Key? Junsu sibuk sekali sampai aku tidak bisa konsultasi dengannya. Mumpung ada anaknya yang mewarisi bakat Ibunya, ya Ibu tanya saja sekalian!"
"Tanya ya tanya, tapi nanti. Biarkan Key menyelesaikan sarapannya dulu." Tegur Ayah Siwon.
"Iya-iya. Aku diam deh."
Suasana pun kembali sepi. Hanya terdengar denting sendok yang beradu dengan piring.
"Key, hari ini rencana mau kemana?" tanya Siwon.
"Aku mau Key's saja. Mau melihat butik. Sekalian ingin bertemu Ibu juga. Aku sudah kangen." Jawab Key.
"Gyaaa! Kau bersamaku saja, Key! Hari ini aku juga mau ke Key's!" seru Ibu Siwon bersemangat.
Siwon dan Kyuhyun mendengus kesal.
"Ibu, kenapa sih kau selalu mengganggu Key? Kasihan dia." Kata Siwon.
"Key saja tidak merasa terganggu, kenapa kau yang ribut sih." Balas Ibu Siwon.
Siwon menggeleng-gelengkan kepalanya. Dia menatap Key dengan tatapan yang berarti Key-maaf-telah-membawamu-ke-rumahku-kalau-jadinya-seperti-ini. Key tersenyum maklum.
"Aku sudah selesai makan. Aku mau ke kamar dulu ya." Kata Kyuhyun sambil bangkit.
Siwon mencengkeram pergelangan tangan adiknya dengan keras.
"Sopan sedikit, tunggu sampai Ayah pergi. Apakah kelakuanmu sekarang tidak sopan begini? Meninggalkan meja saat semua belum selesai makan." Kata Siwon tegas.
Kyuhyun manyun lalu kembali duduk. "Maaf, hyung." Katanya pendek.
Siwon tersenyum puas."Begitu lebih baik."
: ROOMMATE :
Sambil menunggui Ibunya, Kibum membaca buku yang dibelikan Ayahnya tadi pagi. Ayahnya tidak bisa menemani karena harus bekerja, jadilah Kibum yang menemani Ibunya.
"Bummie.." panggil Ibu Kibum.
Kibum mendongak dari buku yang sedang dibacanya dan menatap Ibunya dengan penuh sayang.
"Ya, Ibu?"
"Siwon dimana? Ibu ingin bertemu dengannya.." tanya Ibu Kibum yang sudah diberitahu kalau Siwon menyumbangkan banyak darah untuknya.
Kibum menghela nafas. "Siwon kemarin sudah pulang, belum tahu dia akan kesini atau tidak. Mungkin dia akan kesini untuk menjenguk Ibu."
"Ibu ingin bertemu dengannya, Kibum. Ibu ingin berterima kasih padanya. Kalau tidak ada dia, mungkin Ibu sudah tidak ada lagi.."
Kibum mengenggam kedua tangan Ibunya. "Ibu, entah dengan apa kita harus membalas kebaikan Siwon pada keluarga kita. Dia sudah dua kali menyelamatkan aku, dan sekarang dia menyelamatkan Ibu.."
Ibu Kibum mengernyitkan keningnya. "Dua kali?"
Kibum mengangguk. "Dulu aku pernah kram dan tenggelam saat berenang, dan Siwon menyelamatkanku.."
Ibu Kibum terperangah. "Oh Tuhan.. Baik sekali anak itu. Ibu.. Ibu semakin tidak tahu harus membalasnya dengan apa.."
Kibum memeluk Ibunya. "Ibu, apalagi aku.. Tapi kemarin aku sudah menciumnya kok, itu sebagai ucapan terima kasihku.. Dan aku bilang kalau Siwon mau lagi, aku akan menciumnya." Kata Kibum sungguh-sungguh.
Ibu Kibum hanya bisa melongo.
.
.
To Be Continued...
.
.
