ROOMMATE

Disclaimer : Belong to SM, God, and theirselves :D This story is mine.

Author : Lee Rae Ra / Iqlima

Genre : General, Romance

Rate : T

Length : Sequel

Summary : Kehidupan Jung Siwon, seorang pemuda yang tegas namun berhati lembut, di sekolah asramanya, dengan teman sekamarnya yang baru Kim Kibum yang sangat polos. RnR?

ROOMMATE

Hari Senin, saatnya Kibum kembali ke sekolah. Saat dia menginjakkan kakinya di rumput halaman sekolah, dia baru sadar dia sangat merindukan tempat ini. Tempat inilah yang pertama bagi Kibum. Tempat inilah yang membuat Kibum menjadi lebih dewasa. Tempat inilah yang membuat Kibum mempunyai banyak teman. Dan yang terpenting, tempat inilah dimana Kibum mengenal Siwon untuk pertama kalinya.

Dengan hati bahagia Kibum langsung menuju ke kamarnya. Dia sudah sarapan tadi sebelum berangkat, tapi tas berserta peralatan sekolahnya masih ada di kamar. Jadi dia memutuskan untuk mengambilnya dulu baru turun ke kelas.

"Yaa! Kibum!" seru seseorang.

Kibum menoleh ke belakang. Dilihatnya seorang pemuda jangkung berlari-lari ke arahnya.

"Yak! Akhirnya kau kembali juga!" seru Minho senang.

Kibum tersenyum. "Aku tidak bisa meninggalkan tugasku sebagai Laura Liorento, kan?"

Minho tertawa. "Siwon menderita sekali karena harus latihan sendiri. Nanti pulang sekolah latihan ya! Di tempat biasa! Ini sudah H-7! Aku ke ruang makan dulu ya!"

Setelah kepergian Minho, Kibum tercengang. Dia tidak sadar bahwa ini sudah H-7 dan dia bahkan belum menguasai cara membaca puisi.

"Harus minta tolong Wonnie!" tekadnya, lalu kembali berjalan menuju ke kamarnya.

Sesampainya Kibum di lantai enam, suasana sepi senyap. Tentu saja, karena pasti semua orang sedang berada di ruang makan. Sambil bersiul ria, Kibum berjalan menuju ke kamarnya.

"Kibum!"

Kibum menoleh ke belakang dan lagi-lagi menemukan seorang pemuda jangkung yang sedang berlari-lari ke arahnya. Kali ini bukan Choi Minho, tapi Tan Changmin.

"Ada apa?" tanya Kibum jutek.

"Aku ingin mengatakan sesuatu padamu." Kata Changmin sambil tersenyum lebar.

Kibum mendekapkan kedua tangannya di depan dada dan menatap Changmin tajam.

"Katakan sekarang." Katanya tegas.

Changmin tak menjawab dan malah menarik tangan Kibum menuju lift.

"Yaa! Kau mau membawaku ke mana?!" seru Kibum ketika mereka memasuki lift.

Changmin masih tak menjawab. Kibum mendengus kesal. Lift terbuka dan Changmin kembali menarik tangan Kibum. Akhirnya mereka berdua berhenti di depan ruang pertemuan. Ruang yang biasa digunakan para siswa untuk bersantai dan juga ruangan tempat para siswa bertemu dengan keluarga mereka jika dikunjungi.

"Duduk disini." Changmin mendudukkan Kibum di salah satu kursi.

Kibum menurut. Changmin maju dan menyalakan LCD Proyektor. Changmin memencet tombol "play" di laptopnya dan memudian musik mulai mengalun.

Lagu When I See You Smile milik Bad English pun mengalun. Kibum tertegun saat melihat wajahnya muncul di proyektor, lengkap dengan sebuah kalimat. Rupanya di setiap foto, Changmin menyelipkan sebuah kalimat.

Namanya Kim Kibum – foto formal Kibum yang ada di kartu pelajarnya.

Aku tahu, saat aku pertama melihatnya, aku telah jatuh hati padanya – foto Kibum yang sedang melintasi halaman sekolah.

Lihatlah dia, dia begitu manis bukan? – foto Kibum yang sedang ber-aegyo di depan teman-temannya.

Lihatlah senyumannya, aku bisa meleleh karena melihatnya – foto Kibum yang sedang tersenyum.

Lihatlah tawanya, aku bahagia jika melihatnya tertawa – foto Kibum yang sedang tertawa.

Dia atraktif, kan? – foto Kibum yang sedang bergelantungan di pohon.

Dia juga sangat cantik – foto Kibum ketika sedang memakai gaun pink-putih buatan Key.

Tuhan, dia begitu sempurna di mataku – foto Kibum ketika Kibum tersenyum sambil memakai gaun pink-putih buatan Key.

Jauh di dalam hatiku, aku benar-benar mencintainya – foto editan Changmin dan Kibum sedang berhadapan.

Tuhan, kuingin dia menjadi milikku – foto editan Changmin membawa bunga mawar untuk diberikan pada Kibum.

Kuingin dia jadi milikku, selamanya – foto editan Changmin dan Kibum ada di dalam bentuk hati.

Video di layar LCD proyektor itu pun berhenti, hanya menampilan foto editan Changmin dan Kibum yang ada di dalam bentuk hati. Changmin berdiri di depan foto itu dan merentangkan kedua tangannya.

"Kibum, aku mencintaimu. Apakah kau mau menjadi pacarku?"

Kibum tertegun. Dia tidak tahu harus menjawab apa. Kemarin Ibunya sudah mengajarkan cara bagaimana dia harus bersikap jika seseorang menyatakan cinta padanya. Tapi kemarin dia hanya belajar cara jika Siwon yang menyatakan cinta padanya, bukan Changmin.

"A-aku.. Aku.." Kibum tergagap.

Changmin mendekati Kibum kemudian mengenggam kedua tangan Kibum dan meletakkan tangan Kibum di dadanya.

"Dengarkan detak jantungku, Kibum. Ini adalah bukti bahwa aku benar-benar mencintaimu." Kata Changmin sungguh-sungguh.

Belum sempat Kibum mengatakan apapun, Changmin telah mencium bibirnya.

PRANG!

Kibum menoleh dan itu membuat Changmin tidak bisa menciumnya lagi. Kibum melihat sebuah vas bunga jatuh berantakan, dan kemudian melihat Siwon yang berdiri di depan pintu dengan wajah marah.

: ROOMMATE :

Kibum bergegas mencari Jonghyun. Dia menemukan Jonghyun, tapi Jonghyun sedang bermesraan berdua dengan Jino, jadi dia tidak mau menganggu. Dia senang karena akhirnya Jonghyun bisa melupakan Key. Kemudian Kibum melihat Donghae dan Eunhyuk, dan dia meminta pada mereka untuk membantunya mencari Siwon.

: ROOMMATE :

Siwon yang kecewa dan marah pun pergi ke gymnasium. Dia mengambil sarung tinju dan kemudian mulai memukuli wajahnya sendiri.

Pukulan pertama.. "Tan Changmin brengsek!"

Pukulan kedua.. "Dia mencium Kibum!"

Pukulan ketiga.. "Tapi mengapa Kibum tidak menolak!"

Pukulan keempat.. "Kupikir Kibum menyukaiKU!"

Pukulan kelima.. "Tapi ternyata aku salah!"

Pukulan keenam.. "Tapi aku mencintaiNYA!"

Pukulan ketujuh.. "Apakah dia tidak tahu seberapa besar cintaku padanya?!"

Pukulan kedelapan.. "Dia harusnya tahu!"

Pukulan kesembilan.. "Dia harusnya bisa merasakan cintaku padanya!"

Siwon kembali melayangkan tinjunya, tapi gagal. Tangannya dipegangi dengan kuat oleh seseorang. Tepatnya dua orang.

"MAU APA KALIAN?!" raung Siwon marah.

Donghae dan Eunhyuk masih memegangi tangan Siwon.

"Jangan menyiksa dirimu sendiri, Siwon! LIHAT WAJAHMU! BABAK BELUR BEGITU!" seru Donghae keras.

"APA AKU SALAH? APA AKU SALAH JIKA TUBUHKU JUGA MERASAKAN SAKIT YANG DIRASAKAN HATIKU?!" seru Siwon keras.

"Wonnie.."

Siwon menoleh dan melihat Kibum yang berdiri menatapnya dengan pandangan berkaca-kaca, meneteskan air mata.

"Untuk apa kau ada di sini? Bukankah seharusnya kau bersama Changmin? PACARMU ITU!" seru Siwon.

Tangisan Kibum semakin keras. "Wonnie.. Bukan begitu.."

Siwon melepaskan dirinya dari cengkeraman Donghae dan Eunhyuk, lalu berjalan mendekati Kibum.

"Aku mencintaimu, kau tahu!" seru Siwon sambil menuding Kibum dengan jari telunjuknya.

"Tapi kau malah BERCIUMAN DENGAN CHANGMIN!" seru Siwon lagi.

Tangisan Kibum semakin keras. Hati Siwon sangat sakit melihat Kibum menangis, tapi kecemburuannya mengalahkan rasa sakit di hatinya.

"Bukan begitu.. Aku bisa jelaskan.."

Siwon tidak mau mendengar apapun lagi. Dia menuju ke cermin dan kemudian melepaskan sarung tangan di tangan kanannya. Dia meninju cermin dengan sangat kuat. Tangannya berdarah dan cermin itu retak.

Kibum memekik keras. Donghae dan Eunhyuk bergegas maju dan membelot badan Siwon lagi.

"Jangan lakukan itu lagi! Ayo cepat ke Ruang Kesehatan!" seru Donghae.

Siwon tidak memberontak. Dia menurut saja dibawa oleh Donghae dan Eunhyuk. Dia menatap Kibum sinis, lalu meninggalkan Kibum.

: ROOMMATE :

Begitu menerima pesan dari Kibum, Key bergegas menemuinya di pinggir danau. Key melihat Kibum duduk di pinggir danau sambil menunduk.

"Kibum, ada apa?" tanya Key.

Kibum langsung memeluk Key, kemudian menangis hebat. Key yang tidak tahu apa-apa hanya bisa balas memeluk Kibum.

"Ada apa?" tanya Key lembut.

"Wonnie.. Wonniee.. Aku menyakitinya.."

Key melepaskan pelukan Kibum dan memegang kedua bahu Kibum.

"Ada apa, Kibum? Ceritakan padaku." Kata Key tegas.

"Tadi pagi Changmin menyatakan cintanya padaku. Kemudian dia menciumku, tidak lama. Hanya sedetik, tapi ternyata Siwon melihatnya. Aku mencari Jonghyun hyung tapi dia sedang sibuk berduaan dengan Jino, jadi aku tidak menganggunya. Aku melihat Donghae hyung dan Eunhyuk hyung. Kami mencari Siwon dan ternyata dia ada gymnasium, memukuli wajahnya sendiri sampai berdarah-darah dan lebam. Kemudian.. Kemudian dia memukul cermin dan tangannya berdarah.." dan kemudian, Kibum menangis lagi.

Key terkejut mendengar cerita Kibum. Dia juga tidak tahan melihat Kibum yang menangis dengan hebatnya. Kemudian dia melihat Onew lewat.

"ONEW! ONEW KEMARI CEPAT!" panggil Key.

"Kenapa kau panggil Onew?" tanya Kibum yang masih menangis.

"Aku jelas tidak akan bisa menangani kau sendiri!"

Onew berlari ke arah mereka.

"Ada apa, Key?"

"Kau bisa bantu aku membawa Kibum ke kamarnya? Dia sedang depresi!"

Onew mengangguk dan kemudian mengalungkan lengan kanan Kibum ke bahunya, sedangkan Key mengalungkan lengan kiri Kibum ke bahunya.

"Ada apa? Mengapa kau menangis seperti ini?" tanya Onew.

Kibum tak menjawab. Dia masih saja menangis. Onew menatap Key, meminta penjelasan.

"Changmin menyatakan cinta padanya, kemudian menciumya. Siwon melihatnya dan dia memukuli dirinya sendiri karena cemburu." Jelas Key singkat.

"Ah, anak itu benar-benar bodoh!" komentar Onew.

"Dia menyakiti dirinya sendiri, sangat bodoh!" balas Key.

"Wonnie tidak bodoh.." lirih Kibum pelan.

"Lalu apa namanya itu? Menyakiti diri sendiri hanya karena cemburu?! Itu tindakan yang bodoh, Kibum!" seru Onew.

Kibum menggelengkan kepalanya kuat-kuat. "Aku tahu Wonnie tidak bodoh.."

: ROOMMATE :

Sementara itu di Ruang Kesehatan, dokter sekolah sedang meletakkan tangan Siwon di bawah keran agar pecahan cermin yang ada di tangan kanan Siwon mengalir keluar. Siwon hanya diam saja. Donghae dan Eunhyuk menatapnya khawatir.

Tiba-tiba pintu terbuka, Jonghyun dan Jino masuk.

"Ada apa?" tanya Jonghyun pada Eunhyuk.

Eunhyuk menceritakan semuanya pada Jonghyn. Begitu mendengar ceritanya, Jonghyun memekik pelan, begitu pula Jino.

"Lalu dimana Kibum sekarang?" tanya Jino.

Seakan baru tersadar, Donghae dan Eunhyuk menepuk kening mereka.

"Aku tidak tahu! Kami tadi meninggalkannya di gymnasium!" seru Eunhyuk.

Jonghyun mengeluarkan ponselnya. "Tanya Key, dia pasti tahu."

Jonghyun mencari kontak Key dan kemudian meneleponnya. Saat itu, dokter sekolah sedang mengobati luka-luka di wajah dan tangan Siwon.

"Key, apa kau tahu dimana Kibum? Dia kamarnya? Kau sendirian bersamanya? Oh, ada Onew juga? Apakah dia baik-baik saja? Nanti aku kesana, sesegera mungkin!"

"Bagaimana?" tanya Eunhyuk langsung.

Jonghyun melenguh pelan. "Kibum ada di kamar. Dia ditemani Key dan Onew. Kata Key, dia tidak berhenti menangis. Katanya malah sampai matanya merah dan membengkak." Jelas Jonghyun.

Jino yang sedari tadi memperhatikan Siwon, memperhatikan perubahan ekpresi wajah Siwon begitu mendengar kalau Kibum tidak berhenti menangis. Hanya Jino yang tahu, karena Donghae, Eunhyuk, dan Jonghyun sedang sibuk sendiri.

"Siwon.. Kau tega padanya?" Jino angkat suara.

Donghae, Eunhyuk, dan Jonghyun berhenti berbicara begitu mendengar suara Jino. Jino tidak begitu mengenal Siwon, tapi sekarang dia berbicara pada Siwon tentang masalah pribadi Siwon.

"Dia anak yang begitu lembut, begitu halus. Kau tega menyakitinya? Dia sudah hancur, Siwon. Jangan buat dia tambah hancur."

"Aku sakit hati." Kata Siwon pendek.

"Jika kau sakit hati kau tidak perlu menyakiti dirimu dan orang lain, Siwon! Kau tahu, dengan menyakiti Kibum kau telah menyakiti banyak orang! Siwon, kumohon. Seharusnya kau mendengarkan penjelasan Kibum, jangan membuat kesimpulan sendiri. Kau tidak tahu yang sebenarnya."

"Aku melihat Changmin menciumnya dan dia tidak menolak." Kata Siwon geram.

"Ayolah Siwon! Changmin yang mencium Kibum! Itu pasti terjadi secara tiba-tiba kan? Kibum tidak sempat menghindar!"

"Aku masih tetap sakit hati. Sakit yang kurasakan ini tidaklah sebanding dengan sakit hati yang kurasakan! Sakit sekali.."

Semua orang yang ada di Ruang Kesehatan menatap Siwon prihatin, begitu pula dengan dokter sekolah.

"Apakah sakit, nak? Jika sakit bilang ya.." kata dokter sekolah yang sedang mengobati luka di tangan Siwon.

"Dokter, sakit." Kata Siwon.

"Di mana yang sakit? Apakah kau perlu morfin untuk menahan rasa sakitmu? Ini akan menjadi sangat sakit, nak. Kau menyiksa dirimu dengan sangat hebat.."

Siwon menggeleng kuat. "Dokter... Apakah ada obat untuk mengobati ini?" Siwon memukuli dadanya dengan tangan kirinya. "Apakah ada obat untuk mengobati sakit hatiku? Apakah ada? Jika ada.. Aku minta.. Aku minta.." isak Siwon.

Donghae, Eunhyuk, Jonghyun, dan Jino menatap Siwon tak percaya. Seorang Jung Siwon menangis.. Sungguh mustahil. Tapi itulah yang terjadi sekarang.

Jino maju dan memukul kepala Siwon. Semua yang ada memekik.

"Yaa! Jangan pukul dia, nak!" seru dokter sekolah.

"Jino! Jangan nakal!" seru Jonghyun.

Jino diam dengan tangan masih terkepal. Dia menatap Siwon dengan pandangan marah.

"BANGUNLAH, SIWON! TIDAK SEHARUSNYA KAU TERPURUK SEPERTI INI! KAU INI LELAKI ATAU BUKAN? KAU PENGECUT KARENA KAU TELAH MENYAKITI HATI BANYAK ORANG, BAHKAN SEBELUM KAU MENGETAHUI KENYATAANNYA! TEMUI KIBUM DAN DENGARKAN PENJELASANNYA!" seru Jino marah.

Donghae, Eunhyuk, dan Jonghyun tertegun. Sepanjang mereka mengenal Jino, Jino adalah anak yang lembut dan tidak pernah marah-marah. Tapi sekarang, Jino meledak marah.

"Kau harus menemuinya! Dengarkan dia! Kumohon, jangan siksa dirimu sendiri. Kasihan kau, Kibum juga kasihan.." pinta Jino.

Siwon terdiam. Tidak menjawab apa-apa. Ekspresi wajahnya pun datar. Seakan tidak peduli akan apa yang telah dikatakan Jino.

"Terserah kau saja! Pikirkan kata-kataku! Dasar bodoh!" seru Jino sambil meninggalkan Ruang Kesehatan.

Dan Ruang Kesehatan menjadi sunyi. Tanpa bisa mendengar suara hati Siwon yang menangis.

.

.

To Be Continued..

.

.

Ini konflik apaan ya? Tauk dah yang penting aku nangis pas bikinnya, hahaha :p

Chapter depan sudah END ya.. Siap-siap berpisah dengan FF gaje ini..