ROOMMATE
Disclaimer : Belong to SM, God, and theirselves :D This story is mine.
Author : Lee Rae Ra / Iqlima
Genre : General, Romance
Rate : T
Length : Sequel
Summary : Kehidupan Jung Siwon, seorang pemuda yang tegas namun berhati lembut, di sekolah asramanya, dengan teman sekamarnya yang baru Kim Kibum yang sangat polos. RnR?
AN : Maafkan baru bisa apdet T.T Sibuk sekali dengan urusan sekolah yang seakan tiada habisnya. Sudah END!
ROOMMATE
Kibum berdiri di ambang pintu, menatap Siwon yang sedang duduk melamun di pinggir jendela. Semenjak kejadian empat hari lalu, dia mengungsi ke kamar Key. Dia belum berani mendekat kepada Siwon.
Kibum merasakan sebuah tangan menyentuh bahunya. Dia menoleh dan melihat Minho.
"Ayo, kalian harus latihan." Ajak Minho.
Kibum diam saja. Minho menghela nafas.
"Ayolah Kibum, kau harus profesional. Jangan bawa masalah pribadi ke masalah pekerjaan. Besok sudah lomba dan selama empat hari ini kalian belum latihan.."
"Aku mau saja latihan, tapi Wonnie? Dia masih marah. Lihat saja, selama ini dia diam terus." Keluh Kibum.
"Aku akan membujuknya, kau tunggu sebentar di sini." Kata Minho.
Minho meninggalkan Kibum dan berbicara dengan Siwon. Kibum yang memperhatikan dari pintu bisa melihat bahwa usaha Minho sia-sia. Siwon tetap tak bergeming sampai akhirnya Siwon bangkit dan meninggalkan Minho.
Minho menatap Kibum dan mengangkat kedua bahunya. Kibum menghela nafas panjang. Dia tahu dia harus bertindak, tapi dia tidak bisa melakukan apa-apa. Dia mengeluarkan ponsel dan mengirim pesan pada Siwon.
To : Wonnie
Wonnie, aku benar-benar minta maaf. Love, Kibum.
: ROOMMATE :
Siwon berjalan keluar dari auditorium dengan santai. Kemudian dia merasakan ponselnya bergetar. Siwon mengambil ponselnya dan membaca nama pengirimnya, Kibum. Siwon langsung merasa ada yang menusuk hatinya dengan pedang berkarat. Menguatkan hatinya, Siwon memencet tombol "open".
From : Kibum
Wonnie, aku benar-benar minta maaf. Love, Kibum.
Siwon mengangkat garis mulutnya sedikit, sedikit sekali. Berusaha tersenyum, tapi tidak bisa. Sejujurnya, dalam hatinya dia merasa tersiksa karena sudah berhari-hari tidak berbicara pada Kibum. Dia tersiksa karena telah membuat Kibum sedih.
"'Bum, maafkan aku.."
: ROOMMATE :
Kibum duduk di taman ditemani Key, Jonghyun, serta Jino. Key, Jonghyun, dan Jino menatap Kibum khawatir. Mereka tahu Kibum mengkhawatirkan Festival Seni Pelajar Seoul 2012. Mereka tahu ini pengalaman pertama Kibum di dunia teater, dan kini bahkan kehancurannya sudah di depan mata.
"Kibum, ayo semangatlah.." kata Key memberi semangat.
Kibum menggeleng hampa. "Percuma kalau aku semangat latihan, kalau Wonnie tidak ada."
"Ayolah, Siwon bisa dibujuk." Tambah Jonghyun.
"Sudah empat hari kan. Lusa kita sudah lomba. Sudah tidak ada waktu lagi. Aku sudah hancur bahkan sebelum karirku dimulai." Kata Kibum lesu.
Tiba-tiba saja Jino yang dari tadi diam langsung melompat berdiri.
"Siwon memang benar-benar bodoh! Kemarin dulu aku sudah susah-susah menasihatinya tapi tidak ada gunanya! Bodoh bodoh bodoh!" seru Jino marah.
Jonghyun memegang tangan Jino. "Jino, kau mau apa? Jangan nakal! Aku kan sudah bilang berkali-kali!"
Jino menepis tangan Jonghyun. "Sudah, kalian diam saja! Jika kalian tidak bisa melakukan apa-apa, kini saatnya aku yang bertindak!"
Begitu mengatakan itu, Jino langsung pergi. Jonghyun bergegas menyusul Jino. Key menarik tangan Kibum.
Jino mencari Siwon bak orang kesetanan. Jonghyun berusaha menenangkannya tetapi percuma karena Jino sudah seperti banteng marah.
"Aku harus temukan Siwon bodoh itu!" seru Jino.
"Tapi kau tidak begitu mengenal Siwon, jangan begitu!" Jonghyun masih berusaha mencegah.
"Kenal atau tidak, aku harus menyadarkannya! Apa dia mau menghancurkan nama sekolah kita di Festival Pelajar Seoul? Sejak pertama kali Festival Pelajar Seoul diadakan, sekolah kita selalu meraih gelar Juara Umum dan Teater selalu meraih juara pertama! Dan apakah hanya karena roman picisan begini dia akan menghancurkan nama baik sekolah kita? Lagipula Changmin sialan itu kan yang menciummu duluan, tidak seharusnya Siwon marah! Sepertinya aku harus memukul kepalanya lebih keras agar dia sadar!" seru Jino.
Belum sempat Jonghyun membalas, Jino sudah berteriak duluan. Setelah itu, Jino langsung berlari dan ternyata dia melihat Siwon.
"Duh, gawat!" seru Jonghyun sambil bergegas berlari menyusul Siwon.
Key bersiap untuk lari, tapi dia mengurungkan niatnya begitu melihat Kibum yang malah berdiri diam.
"Kibum, ayo!" kata Key.
Kibum menggelengkan kepalanya. "Tidak, Key. Aku.. Aku tidak bisa."
Key yang tidak sabar langsung menarik tangan Kibum. Cengkeraman tangan Key sangat kuat sehingga Kibum tidak bisa melepaskan dirinya.
Sesampainya mereka di tempat Siwon berada, mereka melihat Siwon sedang dimarahi habis-habisan oleh Jino. Key mendekat.
"Aku kan sudah bilang padamu, Kibum tidak tahu kalau Changmin akan menciumnya! Kau seharusnya marah pada Changmin sialan itu! Bukan pada Kibum! Kau ini bodoh bodoh bodoh!" kata Jino, memukul lengan Siwon.
Dimarahi habis-habisan oleh Jino, Siwon hanya diam saja. Tapi satu yang Kibum tahu, manik mata Siwon terus terpancang padanya. Perlahan tapi pasti, Kibum berjalan mendekat ke Siwon.
Jino berhenti memarahi Siwon begitu melihat Kibum mendekat. Jonghyun dan Key juga diam.
Kibum meraih kedua tangan Siwon dan mengenggamnya. Siwon mengalihkan pandangannya dari Kibum, berusaha cuek.
"Wonnie, aku tahu aku salah. Tapi kumohon, maafkan aku. Aku benar-benar tidak bermaksud menyakitimu. Aku tidak menyukai Changmin, aku tidak menerima cintanya. Wonnie kumohon, jangan marah. Sudah, kita harus kembali seperti semula. Demi aku, demi kau, demi teater, dan demi sekolah. Wonnie, kau seharusnya tahu, yang selalu aku cintai itu kau.."
Dengan cepat Siwon menoleh ke arah Kibum. Siwon melihat air mata menggenang di pelupuk mata Kibum, lalu perlahan turun membentuk sungai bening di wajah Kibum. Siwon melepaskan genggaman tangan Kibum. Kibum tersentak, dikiranya Siwon akan pergi. Tapi ternyata tidak, Siwon malah menghapus air mata Kibum dengan kedua tangannya.
"Jangan menangis, kumohon.. Melihat air matamu itu, aku tidak tahan.. Hatiku sakit.." kata Siwon.
"Wonnie yang membuatku menangis.."
Siwon menggeleng kuat. "Aku minta maaf, Kibum. Aku memang terlalu bodoh. Kau boleh memarahiku, Jino juga boleh memarahiku lagi. Kalian boleh memukulku kalau kalian mau. Aku bodoh.."
Dan tiba-tiba saja, Siwon meraih Kibum dalam pelukannya. Jino, Jonghyun, dan Key tersentak, begitu pula Kibum.
"Kibum, aku mencintaimu.."
Cup ~
: ROOMMATE:
Semua siswa SM International High School yang hadir di Festival Seni Pelajar Seoul 2012 bergegas menuju ke lapangan begitu mendengar dari pengeras suara bahwa Teater SM International High School akan mulai bermain.
Lapangan sudah ramai sekali. Tentu saja, karena acara ini terbuka untuk umum. Di bangku deretan paling depan sudah ada keluarga Kibum dan Siwon yang khusus datang untuk melihat keduanya.
"Dan marilah kita sambut, juara bertahan sejak Festival Seni Pelajar Seoul diadakan, SM International High School!" seru Pembawa Acara.
Gemuruh tepuk tangan mengiringi ketika tirai terbuka. Kibum yang mengenakan wig putih serta gaun pink-putih rancangan Key masuk bersama Suho, yang menjadi Petra, pelayan Donna Laura.
Semua penonton hanyut dalam drama sampai akhirnya Siwon masuk. Suasana menjadi semakin panas. Semua orang geregetan karena drama yang mereka mainkan. Dan sekarang tibalah pada akhir drama.
"Si tukang kebun memberikan bunga-bunga ini kepada Seniora." Kata Suho, memberikan beberapa kuntum bunga pada Kibum.
"Alangkah bagusnya. Terima kasih. Sedap benar baunya!" Kibum sengaja menjatuhkan beberapa tangkai bunga.
Siwon memperhatikan Kibum sambil tersenyum.
"Ini semua sungguh menyenangkan, Senora!" kata Siwon.
Kibum tersenyum. "Demikian juga saya, Senior!"
"Sampai besok, nyonya!" Siwon melambaikan tangannya pada Kibum.
"Sampai besok, tuan!" Kibum balas melambai pada Siwon.
"Agak panas hari ini!" kata Siwon sambil tersenyum.
"Pagi yang cerah. Tuan besok pergi ke bangku tuan?" tanya Kibum penasaran.
Siwon tersenyum lebar. "Tidak, saya akan kemari saja. Itu kalau nyonya tidak
berkeberatan."
Kibum menggeleng gembira. "Bangku ini selalu menanti tuan! Akan saya bawa remah-remah roti!"
"Besok pagi, jadilah!"
"Besok pagi." Laura pergi ke kanan.
Siwon membungkuk susah payah untuk mengambil beberapa tangkai bunga yang
Kibum jatuhkan tadi. Tanpa sengaja, Kibum menoleh ke arahnya. Siwon salah tingkah dan langsung menjatuhkan bunga itu.
"Apa yang tuan kerjakan?" tanya Kibum.
Siwon buru-buru menggeleng. "Juanito, tunggu!" seru Siwon seraya menyusul Juanito.
Sementara itu, Kibum tersenyum di sudut kanan. "Tak salah, dialah Gonzalo!"
Di sudut kiri, Siwon juga tersenyum. "Tak salah, dialah Laura!"
Mereka berdua saling melambaikan tangan sambil tersenyum. Kemudian tirai tertutup.
Gemuruh tepuk tangan langsung terdengar begitu tirai tertutup. Hampir semua orang memberikan standing applause karena begitu hebatnya penampilan mereka. Ibu Siwon dan Kibum bahkan hampir meneteskan air mata karena melihat penampilan anak mereka yang hebat.
Pembawa Acara muncul di panggung. "Dengan berakhirnya drama ini, Festival Seni Pelajar Seoul yang sudah berlangsung selama seminggu dinyatakan selesai. Dan kini, saatnya pembacaan pemenang!"
Di belakang panggung, Siwon mengenggam tangan Kibum dengan erat.
"Kau gugup?" tanya Siwon.
Kibum mengangguk. "Sangat. Aku khawatir kita akan mengecewakan sekolah."
Siwon menggeleng. "Tidak, kita pasti akan menang."
Siwon merasakan sebuah tangan menyentuh bahunya. Siwon menoleh dan melihat adiknya berdiri di sampingnya. Tangan kiri Siwon mengenggam tangan Kyuhyun. Siwon tahu Kyuhyun gugup.
"Dan untuk kategori Vokal SMA, juara ketiga diraih oleh Sapphire High School!" seru Pembawa Acara.
Siwon bisa merasakan genggaman tangan Kyuhyun menguat.
"Juara kedua diraih oleh Blue High School!"
Genggaman tangan Kyuhyun mengendor. Siwon melepaskan gengamannya dari Kibum dan memeluk Kyuhyun.
"Juara dua, bagus Kyu!"
Kyuhyun menggeleng. "Aku.. Kalah hyung.."
"Kita lihat kau kalah dari siapa. Kau tidak mau maju?"
Kyuhyun menggeleng. "Biar Baekhyun atau Kyungsoo saja."
Suara Pembawa Acara kembali terdengar. "Juara pertama tahun ini, kembali diraih oleh SM International High School!"
Kibum menjerit girang. Dia berlari menghampiri tim vokal dan memeluk mereka. Jonghyun maju sebagai perwakilan.
"Hebat sekali sekolahmu, hyung. Kalian menang di semua kategori, tinggal teater saja yang belum." Kata Kyuhyun.
Siwon memasang telinga baik-baik. Pembawa Acara mulai membacakan pemenang kategori teater. Juara ketiga diraih oleh Blue High School, juara kedua diraih oleh Pearl High School dan juara pertama, lagi-lagi SM International High School.
Kibum menjerit girang dan langsung memeluk Siwon.
"Wonnie, Wonnie kita menang!" seru Kibum senang.
"Tentu saja! Aku tahu kita akan menang!"
Tak sengaja, ekor mata Kibum dan Siwon menangkap Kyuhyun yang sedang berbalas senyum dengan Changmin.
"Changmin menyukai adikku, eh?"
Kibum tertawa. "Syukurlah, dia punya tambatan hati baru."
"Dia harus berlaku baik pada adikku, katau kalau tidak. Aku akan menghajarnya." Kata Siwon.
Kibum menatap Siwon, dan kemudian..
Cup ~
EPILOG
Kibum menyandarkan kepalanya di bahu Siwon. Mereka berdua memandang cakrawala yang mulai berwarna kemerahan. Suasana senja yang hangat ikut menghangatkan hati mereka berdua.
"Aku selalu tahu kalau aku mencintai Wonnie." Kata Kibum.
"Aku juga."
Mereka berdua bertatapan, dan kemudian berciuman dengan latar belakang matahari terbenam yang sangat indah.
: ROOMMATE :
Di tempat lain, tepatnya di pinggir Sungai Han, Onew dan Key juga sedang berdiri memandang cakrawala.
"Aku sangat mencintaimu, Key." Kata Onew. "Kau yang membuatku mengerti apa itu arti dari cinta."
Key menatap Onew dan tersenyum. "Dulu aku selalu menyangkal perasaanku, tapi kini aku yakin bahwa perasaanku itu benar adanya."
Onew mendekatkan wajahnya pada Key, dan..
Cup ~
: ROOMMATE :
Di tempat lain, Jino sibuk berlarian sedangkan Jonghyun sudah kewalahan mengejarnya.
"Jino, sudahlah! Aku capek!" kata Jonghyun, berhenti untuk beristirahat.
Jino tertawa sambil berlari-lari. "Faktor umur, sudah tua sih!"
Jonghyun geregetan dan mulai menambah tenaganya untuk berlari. Akhirnya dia berhasil menangkap Jino dan memerangkapnya pada pelukannya.
"Aku mencintaimu, Jino yang nakal."
"Aku juga mencintaimu, Jonghyun yang tua!"
"Kyaa! Jino nakal!"
: ROOMMATE :
Beda lagi dengan pasangan yang satu ini. Karena dasarnya mereka berdua sama-sama dancing machine, maka mereka pun menghabiskan waktu menunggu matahari terbenam sambil menari.
"Aku mencintai dance, tapi aku juga sangat mencintaimu, Eunhyuk!" seru Donghae keras.
Eunhyuk tertawa. "Yah, aku juga mencintaimu, Donghae!"
: ROOMMATE :
Dari sekian banyak pasangan, sepertinya pasangan ini yang paling berbahagia. Jika pasangan lain menghabiskan waktu senja mereka dengan romantisme yang bahagia, lain dengan pasangan yang ini.
"Itu keripik kentangku! Jangan dihabiskan!" seru Kyuhyun.
Sambil tetap memainkan stik PS nya, Changmin tertawa memasukkan segenggam keripik kentang ke dalam mulutnya.
"Biar! Kalah, kalah! Kau pasti kalah!" seru Changmin.
"AAAHH! Gara-gara kau aku jadi kalah! Sebagai balasannya, kau harus mentraktirku makan selama sebulan!"
"TIDAK MAUUUUU!"
.
.
.
END.
.
.
Akhirnya FF gaje ini selesai juga .. Terima kasih untuk semua yang setia membaca FF ini, baik yang silent reader atau yang aktif review. Terima kasih *bow*.
Nantikan FF-FF ku yang selanjutnya. Sedang proses membuat FF Yunjae dan Yewook juga Kyumin.
Chapter 5 Hard Life and Love sedang diketik.
Tunggu aku kembali dengan FF baruku, ya?
.
.
BIG THANKS TO ALL OF ROOMMATE'S REVIEWERS
Guest (1) , Shofiy Nurlatief, Wanda aka Fanta , bumhanyuk, desi2121 , zakurafreeze , meyy – chaan , thepaendeo , cloudyeye , anin arlunerz , is0live89, choi ryo , WonnieBum as1004 , SiwonWife , desroschan , Cho97 , blackwhite28 , iruma-chan , Choi Kyo Joon , MyLovelySibum , Beakren , lytaimoet812 , EvilmagnaeMin , lee minji elf , Kimimaki , sha , kimkimiwookie , paprikapumpkin , Guest (2) , zae – kim , yolyol , Song Hye Hoon , desroschan , Guest (3) , Guest (4) , Guest (5) , Guest (6) , JennyChan , aurelpangelf , R407 , Guest (7) , miana , Guest (8) , Yuki Yeosin , gaemwon407 , Guest (9) , YeWookBaby aka SMD , Mochibum , HarunoZuka
.
.
Love
Iqlima
