Cherry Love
Disclaimer :ceritanya punya saya!
Main Cast : SiBum
Summary : Dia teman masa kecilku. sampai sekarang dia yang selalu bisa menjagaku, merawatku dan selalu ada saat aku butuhkan. Hanya dia... ya benar, hanya dia.
Chapter : 2
Genre : Romance, Hurt/comfort
Warning : Yaoi / sounen-ai, typo(s) dimana-mana #pasti =A=, OOC!
Rated : T
Chapter 2!
Di salah satu ruang kelas sekolah S.M. Gakuen, terlihat seorang namja imut yang mirip dengan panda. Kedua bola mata yang sedang terkatup rapat dengan tangan yang ia silangkan di meja untuk menopang kepalanya. Intinya namja imut itu sedang tertidur. Tidak ada yang salahkan kalau tidur saat istirahat?
Tak lama kemudian, datanglah namja tinggi dengan tampang yang bisa membuat semua Yeoja dan para uke pingsan seketika. Ia menyusuri satu demi satu meja yang ada di dalam kelas yang bisa di bilang sepi itu. Kelas itu hanya berisikan namja imut yang sedang tertidur pulas dengan cantiknya.
Kris-namja tadi- memutar arah kursi yang berada di depan meja Tao si namja imut, ia memutar kursi itu sehingga menghadap langsung ke arah Tao. Di elusnya surai hitam legam milik Tao dengan sangat perlahan dan penuh kasih sayang. Bibirnya menyunggingkan seulas senyuman, pertanda ia benar-benar mengagumi pemandangan di hadapannya ini. Perlahan-lahan ia mendekatkan jarinya ke bibir mungil milik Tao yang hanya dialah yang boleh mencicipinya, Kris belai bibir namja yang ia cintai itu dengan sangat hati-hati takut jikalau mengganggu bidadarinya yang sedang tertidur pulas. Tapi lama kelamaan posisi jari itu digantikan oleh bibir Kris yang mengecup bibir Tao pelan, hanya sekilas. Kris benar-benar tak mau mengganggu kekasihnya. Tao menggeliat tak nyaman dari posisi -yang menurutnya- nyaman sebagai tempat tidur sementara itu. Perlahan-langan, kelopak matanya terbuka, menampilkan mata onyx yang sangat indah, dan sangat dipuja oleh namja yang berada di hadapannya itu -Kris-.
"Hmm..." Gumam Tao sambil merenggangkan badanya yang pegal akibat posisi tidurnya itu.
"Ge-gege?" Tanyanya setelah menyadari bahwa sang namjachingu berada di hadapannya.
"Tao... apa kau terganggu? kalau masih capek tidurlah lagi, gege akan menjagamu di sini." Ujar Kris dengan penuh perhatian dan tentu saja tak lepas dari senyumannya yang ia khususkan hanya pada Tao dan hal itu lagi-lagi entah untuk yang keberapa kalinya berhasil membuat Tao bersemu merah.
"Tao tidak capek kok ge. Tao tadi ketiduran karena bosan, tidak ada yang bisa di ajak bicara. Kukira tadi gege tidak datang ke kelasku, makanya aku tidur."
"Dui bu qi, Tao. Gege tadi sedang mengumpulkan tugas." Ujar Kris sambil mengelus pipi tembam Tao.
"Tidak apa-apa kok." Ujar Tao sambil tersenyum manis.
"Tao?"
"Ne?" Kris tak menjawab, tapi ntah mengapa Tao bingung dengan reaksi Kris. Kris hanya memajukan wajahnya ke wajah Tao.
CUP
Terjadilah ciuman yang tak diduga sama sekali oleh Tao. Tak ada yang bisa ia perbuat,ia hanya mengikuti apa yang Kris lakukan. Lagi pula ia sama sekali tak keberatan. Tao pun menutup matanya, menikmati waktunya bersama Kris. Dan kita sebaiknya memberikan privasi bagi kedua insan yang sedang bermesraan tersebut.
.
.
"Oppa..? kenapa melamun? Jawab pertanyaanku oppa... saranghae..." Ujar yeoja itu, sedangkan Kibum hanya berharap-harap cemas akan jawaban dari Siwon. Ia takut jikalau Siwon menerima cinta yeoja itu, ia tak mau nantinya Siwon jarang bersamanya.
"Maaf Ahra-ssi, saya tak bisa membalasnya. Jeongmal mianhaeyo."
"T-tapi kenapa oppa? apa oppa menyukai seseorang? siapa Yeoja itu oppa? apa dia lebih baik dariku?" Ucap yeoja itu.
"Ya, aku menyukai orang lain, tapi aku tak bisa memberi tahumu tentang orang itu." Balas Siwon karena ia merasa itu bagian dari privasinya, hanya ia yang boleh mengetahuinya.
"Ne, tak apa oppa. Selama orang itu yang terbaik, aku akan berusaha mengapus perasaan ini. Gamsahamida ne oppa." Ujar Ahra sambil tersenyum manis berusaha mengapus rasa sakitnya dan Siwon tau itu hanya senyum palsu, Siwon tau pasti hati yeoja di depannya ini sangat sakit. Siwon sebenarnya mau membalas perasaan yeoja itu, tapi ia sudah terlanjur jatuh hati pada seseorang. Apa mau dikata? cinta itu tak bisa dipaksakan dengan apapun kan?
"Terima kasih karena mau mengerti Ahra-ssi." Ujar Siwon sambil tersenyum lembut.
"Ne! Tak apa kok oppa! semoga bahagia dengan orang yang oppa pilih." Kata ahra sambil tersenyum. Ia tak apa kalau perasaannya tak dibalas, karena ia tahu ini adalah konsekuensinya karena menyatakan cinta pada Siwon, ia harus berani ditolak.
"Oppa aku pergi dulu ya.. jaa!" Pamit Ahra sambil melambaikan tangannya disertai senyumman dan Siwon hanya tersenyum.
Setelah punggung Ahra tak terlihat, entah mengapa Siwon membuat smirk di bibirnya. Sepertinya ia sudah menyadari sesuatu.
"Haahhhhh! Kenapa ada orang bodoh yang mengintipku!" Ujar Siwon setengah berteriak, bermaksud menyindir seseorang.
"YA! AKU BUKAN ORANG BODOH!" Jackpot! Kibum kau berhasil membuat dirimu benar-benar tertangkap basah sekarang.
"Huhh? aku tak bilang kau bodoh kok. Aku kan cuma bilang 'ada orang bodoh yang mengintipku'. Kalau kau merasa, berarti kau benar-benar bodoh Kibum-ah." Ejek Siwon sambil berjalan mendekati Kibum, sedangkan Kibum hanya memasang tampang memerah karena marah, dan malu, tapi sebenarnya ia senang juga karena Siwon menolak yeoja itu. Tapi, ia masih tak tahu siapa orang yang disukai oleh Siwon, itu masih sebuah misteri.
"Huhh dasar! Oh ya... siapa orang yang kau sukai itu?"
"Ituu... RAHASIA!" Ujar Siwon sambil menjulurkan lidahnya.
"Ish! Dasar pelit!"
"Biarin... hahahahaha" Ucap Siwon sambil tertawa karena reaksi Kibum yang menurutnya sangat imut itu.
"Apa yang lucu? nggak ada yang lucu tuh! Dasar sinting!" Kesal KIbum sambil mengerucutkan bibirnya.
"Ada kok."
"Apa?"
"Mau tau?" Tanya Siwon yang dibalas anggukan Kibum.
"Baiklah. yang lucu itu orang yang pangkal namanya K belakangnya M bermarga Kim." Ujar Siwon dan langsung pergi begitu saja, meninggalkan Kibum yang sedang bingung.
"Huh? apa maksudnya? Siapa? K..." Pikir Kibum. Tiba-tiba matanya membesar seperti menyadari sesuatu.
HANA
DUL
SE-
"MATI KAU CHOI SIWON!"
.
.
Sekarang Tao dan Kris sedang dalam perjalanan pulang ke rumah Kris. Kris meminta Tao untuk menginap di rumahnya untuk tiga hari karena kedua orang tuanya sedang berangkat ke Paris. Tentu saja Kris sudah meminta izin pada kedua orang tua Tao.
Tak terasa, mereka sudah sampai di rumah Kris. Rumah besar berlantai tiga dengan taman yang luas.(tau rumah yang di secret garden kan? anggap aja itu rumahnya). Kris pun turun untuk membukakan pintu Tao. dengan cengiran lebutnya yang lagi-lagi hanya khusus untuk Tao.
"Kajja, kita masuk Tao." Ucap Kris sambil menarik tangan Tao lembut.
"Ne, Kris ge." Setelah jawaban dari Tao, Mereka pun memasuki rumah Kris.
"Kris ge?"
"Ne Tao?" Tanya Kris yang masih setia menggandeng tangan Tao.
"Kamarku yang mana?" Tanya Tao polos. Dan kalian tahu? pertanyaan itu membuat smirk muncul di bibir Kris.
"Di kamarku." Jawab Kris singkat, padat,dan jelas.
"Ohhh..." Dan sepertinya jawaban Tao melambangkan kalau sebenarnya namja panda ini belum mencerna semua perkataan Kris. Tiba-tiba matanya melebar
"Shenme?!"
"Ya, kita tidur di kamarku. Memang mau di mana?"
"Memangnya tidak ada kamar tamu?"
"Tentu saja ada, tapi kunci kamarnya dibawa mama ku BabyTao."
"Tapi kan kita belum menikah ge."
"Memangnya kenapa? Cepat atau lambat kau juga akan menjadi Nyonya Wu" Kata Kris dengan amat sangat cuek.
"Buyao Chiaoxiao wo, Kris gege."(jangan menggodaku, Kris gege) Kata Tao dengan semburat merah di kedua belah pipinya.
"Shui Shi tiaoqing ma? zhe shi yige shishi, Tao" (Siapa yang menggoda? itu kenyataan, Tao.)
.
.
Sekarang KiBum dan SiWon sedang berbaring di kasur milik Kibum. Karena besok hari minggu, SiWon berencana menginap di rumah KiBum, karena Siwon memang selalu menginap dirumah Kibum kalau akhir pekan. Posisi mereka sekarang dengan Siwon yang menaruh kepalanya di pangkuan Kibum yang sedang duduk membaca majalah. Walau pun terlihat intim begini mereka berdua sudah sangat terbiasa dan mereka nyaman melakukannya. Seperti ada ketenangan tersendiri saat jantung mereka berdebar-debar dua kali lebih cepat dari biasanya.
"Kibum?"
"Hmm?" Jawab Kibum.
"Siapa orang yang kau sukai?"
"H-ha? a-apa maksudmu? bukankah aku yang seharusnya menanyakan itu setelah apa yang terjadi tadi siang di sekolah?"
"Apa hubungannya?" Tanya Siwon
"Tentu saja ada babo! Kau membuatku penasaran."
"Bagaimana kalau orang itu kau?" Tanya Siwon setengah bercanda setengah serius. Bercanda karena ia ingin melihat reaksi Kibum dan serius karena itulah yang di rasakannya pada Kibum.
"A-apa?" Kata Kibum dengan raut wajah terkejut dan dihiasi semburat merah muda di pipinya.
"HAHAHAHA...Aku hanya bercanda Bummie." Ucap Siwon sambil mencubit pipi Kibum gemas dan langsung mengonsentrasikan pandangannya ke telepon genggam miliknya lagi. Sedangkan Kibum ia memancarkan luka di matanya.
'Hanya bercanda ya? Tak bisakah itu sungguhan?' Batin Kibum.
"Bummie?"
"Ha?"
"Mau beli es krim tidak? aku yang traktir."
"Baiklah." Ujar Kibum. Merekapun pergi menggunakan mobil Siwon untuk menuju salah satu toko yang menjual es krim.
.
.
Kibum dan Siwon memasuki toko yang menjual es krim. Orang-orang yang berada di dalam toko itu hanya memandang Siwon tanpa berkedip dan itu semua membuat Kibum ingin sekali bunuh diri sangking kesalnya.
"Bummie mau pesan apa? Biar aku pesan kau duduk saja di situ." Kata Siwon sambil menunjuk tempat duduk yang berada di sudut.
"Aku pesan cornflakes, tiramisu ice cream dan milk shake."
"Ne, arraseo. Tunggu ne."
"Ne." Kibum pun segera berjalan menuju tempat duduk paling ujung.
Setelah menunggu selama beberapa menit Siwon pun datang dengan nampan yang berisi makanan pesanan mereka. Siwon mendudukan diri di depan Kibum sesekali ia melirik Kibum dan tertawa kecil karena cara makan Kibum yang lucu-menurutnya-
"Kenapa tertawa?" Tanya Kibum heran.
"Tidak ada, hanya saja caramu makan seperti anak-anak."
"Jangan sembarangan! siapa yang seperti anak-anak?"
"Kau." Jawab Siwon enteng.
"Dasar Kuda."
"Biarin. Yang penting aku makan es krim nggak celemotan sepertimu Bummie." Sindir Siwon.
"Huh?" Kibum meraba-raba daerah sekitar mulutnya tapi, Siwon memegang tangannya. Tanpa Kibum prediksi Siwon memajukan tubuhnya dan mengecup kilat bibirnya.
"Nah, sudah bersih." Kata Siwon sambil tersenyum.
Kibum hanya terdiam dengan apa yang baru saja terjadi. Matanya memandang kosong ke depan. "Itu first kiss ku Choi.." Lirih Kibum.
"A-apa?" Tanya Siwon yang sudah merubah raut wajahnya menjadi terkejut.
"Apa kau tidak dengar! itu first kiss ku Babo!"
PLAKKKK!
Tiba-tiba Kibum menampar Siwon dan perbuatannya itu berhasil mengundang banyak pasang mata melihat ke arah mereka berdua dengan bermacam-macam pandangan. Kibum segera keluar dari toko itu dan menghentikan taksi yang kebetulan lewat di sana. Setelah duduk di dalam taksi ia termenung dan menatap kosong ke luar jendela. Untuk apa Siwon menciumnya? Apa hanya untuk main-main? Ia tak mau first kiss-nya diambil dengan cara seperti itu, walaupun sebenarnya ia ingin lebih dari apa yang ia dapatkan bersama Siwon tadi. Ia benar-benar tak mau kalau akhirnya ia dipermainkan. Kibum sebenarnya menyesali karena telah menampar Siwon tadi. Tapi menurutnya Siwon sudah keterlaluan.
Sedangkan Siwon dia hanya memandang lurus ke depan. Ia seakan tak percaya dengan apa yang terjadi barusan. Ia takut kalau Kibum nantinya malah akan membencinya. Ia benar-benar tak mau. Semua orang yang berada di dalam toko itu hanya memandangnya dengan berbagai macam pandangan. Ada yang memandang jijik, aneh, kesal, dan bahkan tatapan prihatin.
'kejar dia babo!'
'Kenapa diam? Cepat kejar!'
'Dasar namja brengsek tak tau malu! Kejar dia!'
Itulah batin pengunjung di sekitar Siwon. Tanpa aba-aba Siwon langsung keluar dari toko itu sambil mengucapkan kata 'mianhae' dari bibirnya. Siwon memasuki mobilnya dengan terburu-buru dan langsung menancap gas menuju ke rumah Kibum.
.
.
Semakin lama waktu memakan lingkaran jam, seakan ingin waktu cepat berganti. Hujan pun ikut turun membasahi bumi bagian selatan. Sama halnya dengan perasaan namja yang sedang kalut akan pikirannya. Ia menerawang jauh ke luar jendela kamarnya. Kibum -namja tadi- masih setia memandang kosong ke arah rintikan-rintikan hujan yang membasahi bumi dan pelengkap suasana hatinya yang sedang gundah. Kejadian beberapa waktu lalu terulang kembali diingatanya, Siwon, telah mencuri first kiss-nya. Kibum senang tapi bukan begini, ia tak mau hanya untuk dipermainkan. Ia menatap nanar sebuah mobil yang menerobos celah-celah hujan dan berhenti tepat didepan pagar rumahnya. Siwon-pengemudi mobil tadi- turun dari mobil itu dan mengetuk pagar rumah Kibum yang terkunci.
"Mau apa lagi dia?" Lirih Kibum.
TOK TOK
"Masuk" Ucap Kibum karena pintu kamarnya diketok seseorang. Keluarlah yeoja paruh baya dari pintu itu. Pakaian yeoja itu melambangkan kalau dia merupakan maid di rumah Kibum.
"Ada apa ahjumma?" Tanya Kibum sopan.
"Ada orang yang menggedur pagar, Tuan muda. Apa saya harus membukanya?" Tanya ahjumma itu.
"Jangan dibuka, biarkan saja." Lirih Kibum. Sebenarnya ia tak tega melihat Siwon yang kehujanan diluar sana. Tapi dia terlanjur marah pada Siwon karena perbuatan namja itu.
"Baiklah, saya permisi dulu." Pamit Ahjumma itu yang dibalas anggukan Kibum.
Kibum kembali menatap Siwon yang terus menggedur pagar rumahnya. Ia tak bisa berbuat apa-apa, ia terlanjur marah pada Siwon.
'Dia pasti akan pergi sebentar lagi. Tak mungkin kan Siwon mau hujan-hujanan begitu?' Batin Kibum. Kibum pun beranjak tidur di kasurnya.
Do you ever think when you're all alone
All that we could be, where this thing could go?
Am I crazy or falling in love?
Is it really just another crush?
Do you catch a breath when I look at you?
Are you holding back like the way I do?
'Cause I've tried and tried to walk away
But I know this crush ain't going away
.
.
Kibum berusaha menutup matanya dan terpejam tetapi tetap saja tak bisa. Banyak pikiran berkecamuk di otaknya, bagaimana sekarang Siwon? apa Siwon masih di luar dan hujan hujanan? Tak tahan lagi, Kibum pun segera berdiri mengintip dibalik jendela. Astaga! Siwon masih setia berada di depan pagar rumahnya dan lebih parah lagi dalam kondisi yang tak bisa di bilang baik ditambah jarum jam yang sekarang menunjukkan angka sebelas malam.
"Apa yang kau lakukan Siwon-ah?"
You're breathing, you're living, in my heart
My heart is crying, you're walking, in my heart
From the day you were beside me, you're always in my thoughts, calling me
~tbc~
a/n: maaf lama update, gomen ne? makasih juga yang udah setia review di FF ku :3 minggu depan aku bakal publish'glasses boys lovers' jadi tunggu ne?
Oh ya ada titipan dari sepupuku-fedinnand leonardo- katanya ia nggak sempet buka akun FFn karena tugas kuliah yang menumpuk jadi belum sempat update FF 'Oh!My Designer!' Aku jadi malah kesel sendiri - -" harusnya tuh FF di pub di Akunku aja ya? soalnya aku ama ferdinnand udah buat tuh FF smpe chap 5 dan itupun masih ada lanjutanya lagi - -" Yah, intinya tunggu aja ne? :D
akhirkata
RnR?
Pai-pai! ^^
