Yaa minna! Aku kembali! Terima kasih banyak yang sudah mau membaca dan mereview

Yang log-in udah di bales lewat PM yaa, sekarang aku mau bales buat yang nggak log-in… etto.. namanya sih Agon, review nya seperti ini minna :

"Penting banget ulang tahun lu?

SAMPAH"

Heee? Itu review? arigatou gozaimasu! terima kasih banyak sudah bilang ulang tahun saya SAMPAH, saya harap anda juga bisa intropeksi diri anda sendiri Agon-san :D. saya membutuhkan review tentang Saikyoudai no Matsuri, bukan tentang SAMPAH ya :D saya harap review anda berikutnya bukan tentang SAMPAH ya? Hahahaha

oh iya minna, ini review dia beneran loh seperti itu, saya bukan merekayasa ya. Sumpah demi tuhan.

Okee daripada kebanyakan basa-basi, kita lanjut chapter 2!

Ini dia, selamat membaca!

CHAPTER 2 - SAIKYOUDAI NO MATSURI

"eh.. apa kau memikirkan hal yang sama dengan ku?"

"iya, kupikir begitu. Jangan-jangan mereka berdua itu saudara, tapi sepertinya kepribadian mereka berdua berbeda ya" kata perempuan satunya

"Oooh, jadi ini tempatnya You-chan kuliah" kata laki-laki itu

"You-niichan?" kata anak kecil itu dengan pose imut-imutnya

"iya, sayang, di sini kita bisa bertemu dengan You-chan"

SAIKYOUDAI NO MATSURI

"mungkin kita harus bertemu You-chan ya.. ah permisi nona" kata laki-laki misterius itu

"ya? Ada yang bisa ku bantu?" sahut perempuan itu

"apa kami dibolehkan untuk masuk?"

"oh ya, silakan, memangnya ada perlu apa?"

"aku mau bertemu seseorang, apa kau tahu orang ini?"

Laki-laki misterius itu menunjukkan foto Hiruma Youichi semasa kecilnya, waktu itu dia berumur 10 tahun dan berambut hitam, bukan pirang

"hm.. rasanya aku tidak pernah bertemu dengan laki-laki berambut hitam ini, tapi ada seseorang mirip seperti dia memiliki telinga elf berambut pirang" jelas perempuan ini

"oh ya? Bisa kah kau mengantarkan aku padanya?" kata laki-laki itu antusias

"baiklah"

Kemudian perempuan itu mengantarkan laki-laki dan anak perempuan misterius itu menuju lapangan Amefuto. Diperjalanannya mereka bertemu dengan Yamato dan Taka.

"ano.. Yamato-kun, kau mau kemana?"

"ah, hai Karin, aku dan Taka mau ke club house, ada apa?" kata Yamato dengan senyum absolute nya

sedangkan Taka terus berjalan tanpa menyadari Yamato yang berhenti berbicara dengan Karin dan orang tak di kenal

"orang ini sepertinya ingin bertemu dengan Hiruma-san. Bisa kah kau antarkan mereka padanya?"

"kau serius Karin? Kau tahu kan bagaimana Hiruma, dia orang yang tidak suka diganggu gugat apalagi dengan orang yang mungkin dia tidak kenal, dan-" belum selesai Yamato bicara, sudah di sela oleh laki-laki itu

"tenang saja, kami dan Hiruma saling kenal kok" kata laki-laki ini dengan senyum yang tak kalah absolute-nya dengan Yamato

"baiklah, akan ku antar kalian. Karin, kau mau ikut?" kata Yamato

"ah sepertinya tidak, aku mau langsung ke kelas saja." kata Karin sambil melihat jam tangannya

"okelah kalau begitu, eh, Taka? Mana dia?"

Taka yang dicari-cari Yamato ternyata tidak menyadari kalau Yamato sedang berbicara dengan Karin, dia terus menuju ruang club tanpa menghentikan langkahnya

"yah sudahlah biarkan saja, nanti juga ketemu di club house. ayo kalian ikut aku, kita ke lapangan Amefuto" kata Yamato

"baik, hm, nona rambut kepang, terima kasih ya sudah mau mengantar kami" kata laki-laki ini sambil menundukkan badannya

"Yukino, ayo ucapkan terima kasih pada kakak ini" kata laki-laki itu

Anak kecil ini melepaskan gandengan tangannya pada laki-laki itu, kemudian menundukkan badan nya

"terima kasih banyak kak" kata anak bernama Yukino itu dengan senyum manis nya

"wah lucunya, sama-sama adik kecil" balas Karin sambil tersenyum

Lapangan Amefuto...

"Manajer Sialan!"

"apa sih Hiruma-kun? Kau ini marah-marah terus, lagipula aku ini punya nama tahu!" kata Mamori kesal

"ambilkan aku permen karet!"

"mou, kau biasanya menyimpannya di kantong celana mu kan?" Gerutu Mamori

"sudah habis. cepat, ambilkan saja di tas ku!"

"mou, iya iya aku ambilkan! Tidak usah marah-marah!" kata Mamori sambil pergi menuju bench sembari menggelembungkan pipinya

"kekekeke"

"di mana sih dia menyimpan permen karetnya" kata Mamori berbicara sendiri sambil megaduk-aduk isi tas Hiruma

Tiba-tiba selembar kertas di dompet Hiruma terlihat keluar dari tempatnya. Ketika Mamori mengambilnya itu adalah

"eh kertas apa ini? Tulisannya Hiruma.."

Karena penasaran, Mamori membalikkan kertas itu yang ternyata adalah foto keluarga Hiruma

Mamori tersenyum-senyum sendiri melihat foto keluarga Hiruma sambil mengarah-arahkan tangannya ke masing-masing gambar yang ada di foto itu

"hihihi, dasar Youichi, dia bilang dia tidak menyukai keluarganya, tapi dia masih menyimpan foto mereka, dasar orang yang tidak jujur. Pria ini pasti ayahnya, kemudian ini ibunya, wah, ini Youichi, dia itu kenapa tidak ada senyum-senyumnya sih, pantas saja sekarang ini mukanya galak (-_-). Eh, lalu anak laki-laki yang lebih tinggi dari Youichi ini siapa? Ah! Kedua anak yang ada di depan Youichi ini lucu, siapa ya mereka?"

"hoo, mantan anggota komite kedisplinan membuka-buka dompet orang lain, ku rasa ini dapat memenuhi buku ancaman ku, kekeke" kata Hiruma yang berada di belakang Mamori sambil menulis-nuliskan sesuatu di buku ancamannya itu

"eh? Hi-Hiruma-kun, aku tidak buka-buka dompetmu tahu! Foto ini keluar dari dompetmu, karena aku penasaran aku lihat saja. Nee Hiruma-kun mereka ini-" belum selesai Mamori bicara, Hiruma sudah menyela duluan

"Shut up damn manager. Aku tahu apa yang mau kau bicarakan, taruh foto itu kembali, aku tidak mau membahasnya" kemudian Hiruma pergi ke lapangan lagi setelah mendapatkan permen karet yang tidak jadi di ambil Mamori

"Hiruma-kun, kenapa sih dia? Aku kan hanya mau bertanya, dasar dia itu. Sudah lah, aku mau ke club house saja. Aku kan belum bersih-bersih"

Mamori pergi menuju club house untuk bersih-bersih

Tampak kedua pria tampan sedang berjalan menelusuri koridor menuju club house

"hei , kita belum berkenalan, namaku Yamato Takeru, siapa namamu?" kata Yamato dengan senyum absolute-nya

"oh ya, salam kenal Yamato-kun, nama ku Hiruma Yoshi" kata Yoshi dengan senyumnya

Senyum kedua pria ini pun membuat anak-anak perempuan disekitarnya terpaku, mungkin lebih tepatnya terpesona

"Ooh, Hiruma Yoshi. sepertinya usiamu masih muda ya? Apa itu anakmu?" kata Yamato

"ah ya begitulah, aku sekarang ini 20 tahun. Beda satu tahun dengan Youichi. Dan anak ini bukan anakku tapi adik ku dan Youichi" kata Hiruma Yoshi

"hm begitu rupanya, jadi kalian ini kakak dan adik nya Hiruma ya.." kata Yamato, sambil memberikan senyuman gratis kepada fans-fansnya yang menyapa dia

"iya. Fans mu banyak juga ya"

"hahaha tidak juga"

Kemudian Yamato menghentikan langkahnya, berbalik mengarah Hiruma Yoshi

"APA?! Hiruma? Kau Hiruma? Kau keluarga Hiruma?" kata Yamato terkejut

Orang-orang sekitarnya pun ikut terkejut mendengar Yamato berteriak laki-laki itu bernama Hiruma Yoshi, seakan-akan nama 'Hiruma' itu nama pembawa sial, ada yang lari ketakutan, ada yang wajahnya tiba-tiba pucat

"ahahaha kenapa kau terkejut? Apakah aneh kalau aku ini anggota keluarga Hiruma? Aku adalah kakaknya Hiruma Youichi. Perkenalkan namaku Hiruma Yoshi" kata Hiruma Yoshi memperkenalkan dirinya lagi untuk kedua kalinya, sambil tersenyum dan menjulurkan tangannya

"eh? Ah iya maaf sudah berteriak, kau tahu, aku terkejut. kemudian anak perempuan ini?" kata Yamato kemudian menjabat tangan Hiruma Yoshi

"ahaha tidak apa-apa, aku juga sudah terbiasa. Dia ini Hiruma Yukino. Adik Hiruma juga, kelihatannya seperti anak
umur 6 tahun bukan? Tapi sebenarnya dia ini 10 tahun" jelas Hiruma Yoshi

"oh ya, hai adik kecil, perkenalkan namaku Yamato Takeru" kata Yamato sambil menjulurkan tangannya

"aku Hiruma Yukino" kata gadis kecil ini sambil menjabat tangan Yamato

"oh ya, kalau kalian ini keluarga Hiruma, kenapa penampilan kalian ini berbeda?" Tanya Yamato

"ooh, penampilan ku? Aku lebih menyukai gaya rambut yang seperti ini daripada seperti Youichi. Atau maksudmu telinga ini? Kami ini bukan saudara kandung, tapi- eh apa ini yang kau maksud dengan club house?" kata Hiruma Yoshi kepada Yamato

Ternyata sepanjang jalan mereka mengobrol tidak terasa kalau sudah sampai depan pintu club house. Lalu Yamato mempersilakan Hiruma bersaudara itu untuk masuk ke club house

GREEEK

Tampak Mamori sedang bersih-bersih di dalam, dia sedang membersihkan lemari dengan kemocengnya membelakangi pintu masuk. Ketika dia mendengar suara pintu terbuka, segera dia menoleh ke arah suara

"hm? Ada apa Yamato-kun?" kata Mamori sambil membalikkan badannya serta menghentikan kegiatannya

"ah, hai Anezaki-san, ini ada orang yang mau bertemu Hiruma"

"Hiruma-kun?"

"iya"

Kemudian Yamato bergeser dari tempat dia berdiri sehingga tampaklah seorang laki-laki dan anak perempuan di belakang Yamato

Anak kecil perempuan ini badannya kecil, tingginya sepinggang laki-laki disampingnya yang dia gandeng, rambutnya lurus sepunggung di ikat kuncir kuda, berwarna hitam kecoklatan, matanya berwarna hijau pekat. Ia mengenakan dress selutut berwarna putih berenda biru, berlengan panjang serta sepatu boots putih. Pakaiannya menambahkan aksen lucu pada anak kecil ini

Kemudian, seorang laki-laki di samping anak kecil itu memiliki badan yang ramping seperti Hiruma, kakinya panjang, badannya tegap, tingginya terbilang agak lebih tinggi dari Hiruma, rambutnya berwarna hitam pekat, pendek, agak menutupi telinganya, berponi samping ke kiri, dan agak berantakan, berantakan ini bukan maksud dia tidak pernah menyisir, tapi memang style nya begitu, jadi menambahkan kesan cool pada diri laki-laki ini. Matanya berwarna hijau emerald, sayangnya mata emerald yang terkesan indah itu tertutupi oleh kacamata berbingkai hitam yang ia gunakan tetapi itu semakin menambahkan point cool pada dirinya. Mamori berpikir kalau dia... em.. tampan

"eh? Kalian kan? Orang yang ada di foto tadi? Tapi yang laki-laki tidak memakai kacamata"

Tanya Mamori terkejut karena orang-orang ini adalah orang yang ada di foto Hiruma tadi

"eh kau mengenal kami? Apa Youichi mengenalkan kami padamu Anezaki-chan?" tanya Hiruma Yoshi, tampaknya dia juga sediikit terkejut oleh perkataan Mamori tadi

"eh, Youichi? Hah? Apa? Anezaki? Bagaimana kau tahu namaku?" kata Mamori semakin terkejut karena orang yang tidak dia tahu namanya ternyata mengenal dia

Laki-laki itu menyeringai

"eh?" Mamori dan Yamato merasakan aura tidak enak disekelilingnya

"tentu saja aku tahu" kemudian laki-laki itu tersenyum setelah menyeringai pada Mamori

"hahaha kalau begitu ada perlu apa kemari?" tanya Mamori mengalihkan permbicaraan

"kami ingin bertemu Youichi" wajah laki-laki ini menjadi serius

"kalau aku boleh tahu, kalian ini siapa?" tanya Mamori ragu-ragu

"ah Anezaki-san, mereka ini-" Yamato ingin berbicara tapi laki-laki ini menghentikan aksi Yamato

"biar aku saja Yamato-san" kata Yoshi dengan senyumnya

"perkenalkan kami nona Anezaki Mamori, namaku Hiruma Yoshi, kakak laki-laki Hiruma Youichi" Hiruma Yoshi membungkukkan badannya sebagai tanda hormat

"dan ini adik kami, Hiruma Yukino. Yukino, beri salam pada kakak Mamori ini"

"halo, namaku Hiruma Yukino." Kata Yukino sambil membungkukan badannya

"hai adik kecil, namaku Anezaki Mamori. ooh, kalian rupanya kakak dan adik nya Hiruma-kun ya?" Kata Mamori sambil tersenyum malaikatnya

Kemudian Mamori tiba-tiba terdiam. Suasana club house pun ikut sunyi.. Yamato diam karena dia sudah tau siapa kedua orang itu. Untuk Mamori sepertinya dia terkejut oleh keberadaan dua 'makhluk Hiruma' di depannya

"hee?..." Mamori mengerjap-ngerjapkan matanya, tanda tidak percaya oleh keberadaan dan perkataan kedua orang itu

"apa?" kata Yoshi sambil tersenyum polos. Yukino yang ada di sampingnya hanya diam saja

"kalian saudaranya Hiruma-kun? Serius? Aku tidak mimpi kan?" kata Mamori tidak percaya

"memang benar rambut asli Hiruma-kun berwarna hitam, tapi kalau kalian memang saudara, kenapa telinga kalian tidak mirip?"

"eh, jadi rambut asli Hiruma itu hitam, Anezaki?" Tanya Yamato juga terkejut

"iya, dia pernah bercerita padaku" kata Mamori pada Yamato

"hoo, begitu rupanya, sepertinya Youichi sudah banyak merepotkanmu ya nona. Oh ya, aku belum menjawab pertanyaan kalian berdua. Kami ini memang saudara Youichi, tapi kami berbeda ibu, makanya telinga kami bertiga ini berbeda" jelas pada Yamato dan Mamori

"hm begitu rupanya, jadi hanya kalian berdua yang berbeda ibu?" Tanya Yamato

"sebenarnya kami bertiga. Ah lebih baik kuceritakan saja pada kalian. Jadi waktu ibu nya Youichi mengandung dia, ayahnya yang sebenarnya sekarang ini ayah kami juga menikah dengan ibuku, waktu itu usia ku baru 1 tahun, itu karena orangtua kami bercerai, kemudian ayah Youichi menikah dengan ibuku. Jadi aku ini anak tirinya ayah Youichi, tapi adik-adik ku ini anak kandung dari ayah Youichi, hee, kenapa aku bingung menjelaskannya? Pokoknya begitu. Kami dan Youichi tidak memiliki hubungan darah" jelas panjang lebar

Tampak diagram balon tanda Yoshi sedang menjelaskan silsilah keluarga mereka

Kemudian, tampak Akaba, Ikkyu, Taka, Jumonji dan Banba masuk ke club house

"hei Yamato, kenapa kau ada di sini? Aku mencari-cari mu tahu" kata Taka ke Yamato yang berdiri dekat dengan Mamori

"kau saja yang daritadi tidak lepas dari buku (baca:pacar) mu itu" kata Yamato menunjuk buku-buku yang ada ditangan Taka

"Fuu, kelihatannya irama di sini agak complicated" kata Akaba

"kau ngomong apa sih Akaba" kata Jumonji

"hei, siapa kalian? Kenapa ada di sini? Ini bukan tempat umum kau tahu?" kata Banba (Banba-san, kau jahat, kenapa mengusir mereka)

"eh, kalian, sudah selesai latihannya?"

"iya sudah, ini kami mau ganti baju, habis ini pulang. Mamori-san mau tidak pulang sama aku?" kata Ikkyu malu-malu

"haha maaf Ikkyu-san, aku masih ada banyak pekerjaan" tolak Mamori dengan halus

(hahaha Ikkyu-san kasian ya kamu, hari ini udah di tolak 2x sama Mamori-san, hahhaha. Ikkyu: diam kau!)

"aah, baiklah, aku mau mandi ah" kata Ikkyu sambil jalan ke loker

Kemudian Mamori teringat akan kedua Hiruma bersaudara yang belum memperkenalkan diri mereka

"oh iya, kalian kan belum tahu siapa mereka, perkenalkan, mereka berdua ini adalah-"

GREEK

Terdengar suara pintu yang dibuka dengan kasar dan argumen-argumen dari kapten dan salah seorang anggota nya

"berisik kau Dread Sialan! Aku kan sudah bilang kalau Dragonfly itu akan digunakan terakhir pertandingan!"

"apa kau bilang sampah?! Pokoknya aku tidak mau tahu, Dragonfly itu akan kita gunakan di awal pertandingan!"

Kalian tahukan siapa kedua orang ini? Masih saja membahas Dragonfly

Kemudian Mamori berjalan menuju Hiruma Youichi dan Agon yang tengah berdebat

"mou, kalian ini! Sudah berhenti! Kalian ini tidak ada habis-habisnya berkelahi, lagipula pertandingan kan masih 2 minggu lagi! kau bisa kan santai sedikit?"

"berisik kau Manajer Sialan! Minggir! Aku mau ganti baju!"

"mou, Hiruma-kun! Aku sedang berbicara! At least dengarkan sampai selesai!"

"suaramu itu memekakkan telingaku tahu! Sudah, minggir sana! cepat beres-beres! Kita pulang!"

"hee? Rupanya ada toh yang tidak takut dengan Youichi" kata Yoshi

Lalu langkah dan argumen Hiruma Youichi berhenti ketika dia melihat kedua orang yang sepertinya dia kenal

"Youichi-niichan!"

anak perempuan bernama Yukino itu berlari mengarah Hiruma Youichi dan melompat menggantung-gantung di leher Hiruma Youichi. Kelihatannya anak kecil itu senang akan keberadaan Hiruma.

"Youichi-niichan! Yukino, Yukio-kun, Yoshi-niichan, tou-san, dan kaa-san kami semua merindukan kakak!" kata anak kecil itu dengan senyum super manisnya pada Hiruma Youichi

Hiruma Youichi, memposisikan dirinya berjongkok supaya anak itu bisa turun, kemudian dia tersenyum sambil mengelus kepala anak kecil itu

Anggota Wizards yang melihat tercengang akan pemandangan itu, begitu juga dengan Mamori yang selama ini selalu bersama Hiruma Youichi, ia tidak pernah melihat senyum tulus kekasihnya yang seperti itu

"hei, kalian lihat.." kata Yamato

"Hiruma Youichi yang itu.." di lanjut Taka

"tersenyum…" kemudian di lanjut lagi oleh Ikkyu

Mereka bertiga mengucapkan kalimat itu dengan gaya yang sama seperti Jumonji, Kuroki, dan Togano

"aku sih pernah melihat dia tersenyum seperti itu dua kali, pertama waktu festival olahraga Deimon, kedua waktu dia dapat hukuman festival olahraga itu

(bagi yang belum tahu hukumannya seperti apa, silakan baca fic saya juga yang judulnya "Deimon High School Field Day no Batsu Game" terima kasih :D)

Kemudian Hiruma Youichi berdiri menghadap Hiruma Yoshi

"mau apa kau kemari ?"

"it's privacy You-chan, kita bicarakan nanti" kata Hiruma Yoshi menyeringai

"apa kau bilang?! Jangan panggil aku dengan sebutan itu! Kakak Sialan!" teriak Hiruma Youichi yang marah karena di panggil You-chan lalu menembak-nembaki Hiruma Yoshi dengan AK-47 yang entah sejak kapan dia pegang

Tapi Hiruma Yoshi sepertinya sudah tahu dengan kebiasaan adiknya ini, jadi dia mengangkat meja panjang di dekat dia sebagai tameng dari peluru-peluru karet itu

"tch" Hiruma Youichi hanya berdecak

"You-chan, kau tidak berubah ya, selalu saja dengan senjata mainan mu itu" kata Hiruma Yoshi sambil meletakkan kembali meja yang dia angkat

"ah maaf ya nona Mamori, ruang club ini jadi berantakan lagi gara-gara Youichi" kata Yoshi sambil tersenyum ke Mamori

"hei kau! Jangan goda dia!" teriak Hiruma Youichi mempersiapkan AK-47 nya kembali

"hm? Memangnya kenapa You-chan? Kau tidak suka hah? Kau cemburu eh?" kata Yoshi dengan seringai mengejek

Orang-orang disana juga agak terkejut melihat dan mendengar apa yang mereka saksikan dan dengarkan

"sekali lagi kau panggil aku begitu, timah panas ini benar-benar akan menembus otakmu" kata Hiruma Youichi sambil mengokang AK-47 yang sudah berganti menjadi Handgun

"kyaaa! tidak aku takut! Hahaha! apa kau tega menembak kakak mu sendiri You?" kata Hiruma Yoshi dengan nada meledek kemudian berlindung di belakang Mamori sambil memeluk Mamori

"apaa?! Kakak!" kali ini semua anggota Wizards terkejut

"hei! Lepaskan Mamori-san dari mu!" kata Ikkyu heboh

"eh? Apa yang kau lakukan?" kata Mamori tersontak kaget karena tiba-tiba dipeluk dari belakang oleh kakaknya Hiruma

"lepaskan dia dasar kau Monster mesum Sialan!"

"oke oke aku lepaskan" kata Yoshi sambil melepaskan pelukannya pada Mamori

"hei lihat, dia cemburu padaku" kata Yoshi riang pada Mamori

"i-itu ti-tidak mungkin!" kata Mamori, wajah nya memerah..

"ku tanya sekali lagi, mau apa kau kemari kakak sialan?"

"akan ku jelaskan nanti"

"sekarang"

"nanti"

"sekarang. ikut aku"

Kemudian Hiruma Youichi menunggu Yoshi keluar ruangan di depan pintu untuk membicarakan maksud kakak tertua Hiruma datang kemari. Lalu Yoshi berhenti di pintu dan berbicara dengan Yukino

"Yukino-chan kau tunggu disini ya dengan Mamori-chan aku mau berbicara dengan You-niichan" kata Yoshi pada adiknya

"baik kak" kemudian anak kecil itu berjalan menuju Mamori

"kak, maaf ya, Yoshi-niichan memang agak mesum" kata Yukino sambil menggandeng tangan Mamori dan tersenyum

"ah iya, tidak apa-apa, aku juga mengerti kok maksud Yoshi-niichan-mu" kata Mamori tertawa garing

"hei, sebenarnya apa yang kita lihat disini?" kata Jumonji

"Fuu, irama yang kurang akur antar adik-kakak" kata Akaba

"jadi mereka itu adalah saudara nya Hiruma, tapi kenapa tidak mirip?" kata Jumonji

"apanya?" Tanya Mamori dan Yamato kompak

"telinganya" kata semua anggota Wizards kompak kecuali Mamori dan Yamato

Mamori dan Yamato sweatdrop akan kekompakkan anggota Wizards

"biar aku jelaskan kakak-kakak" Yukino pun angkat bicara

Kemudian Yukino menjelaskan semuanya, bahwa dia dan kakaknya itu adalah saudara tiri Hiruma Youichi

"Fuu, begitu rupanya, ya sudahlah, kita sudah tahu siapa mereka, ayo semuanya kita bersiap-siap pulang" kata Akaba sambil menggenjreng gitarnya

"eh mana Agon-san? Kok dia tidak ada? Bukankah tadi dia datang kemari bersama Hiruma-san?" kata Ikkyu

"dia sudah jalan duluan tadi waktu Mamori-san sedang memarahi Hiruma" jelas Jumonji

Di luar club house

"sekarang jelaskan!" kata Hiruma Youichi

"baik Youichi tidak perlu marah-marah begitu, lagipula aku kan hanya bercanda tadi, lagipula pacarmu itu diam-diam saja aku peluk tadi" kata Yoshi dengan seringai iblisnya

"sekali lagi kau berbuat begitu akan kutembak kepala sialan mu! Siapa yang bilang kalau dia itu pacarku!" kata Hiruma Youichi mengarahkan AK-47 nya ke kepala Yoshi

"oh benar rupanya? Kekeke buktinya kau cemburu?" kata Yoshi sambil terkekeh

"Cepat jelaskan! Tidak perlu basa-basi"

"aku, Yukino, Yukio, serta ayah dan ibu akan pergi ke Amerika"

"lalu?" Tanya Hiruma Youichi ketus

Yoshi melipat kedua tangannya di depan dadanya, serta bersandar pada dinding yang ada di belakangnya. Kali ini wajah Yoshi menjadi serius

"ayah menyuruhku kemari untuk memaksamu ikut pindah ke Amerika. Tidak ada penolakan Youichi. Kau harus ikut kami pergi"

Yaa, cukup sampai di sini chapter dua nya, tolong review nya ya minna :D

REVIEW REVIEW REVIEW harus Revieeew! :D

Jaa mata ne, sampai ketemu next-chapter