Yaa minna, kembali lagi dengan Hiruma Yuuzu, waa, aku kebingungan ngetik chapter ini gara-gara 4 Hiruma bersaudara itu, yang ini ku sebut Hiruma, kadang Hiruma Youichi, yang itu Yoshi, kadang-kadang Hiruma Yoshi, haaah pusing -_-
Terima kasih untuk LalaNurrafa GemasangkalaOke, Luchia Hiruma, RaraNaura LoveCookies, echo andalice, Hideyasu Kumori. Kalian masih tetap setia mereview dan mengikuti fic aku :D begitu juga dengan para readers yang lain ohohohoho.Review kalian semua sudah di balas lewat PM yaa
Sebelumnya ada readers yang kebingungan dengan silsilah keluarga Hiruma, ini aku punya penjelasannya
Yuuya Hiruma menikah sama Istri pertamanya, terus punya anak namanya Hiruma Youichi
Terus Hiruma Yuuya menikah lagi sama istri keduanya, terus punya anak namanya Hiruma Yukino sama Hiruma Yukio
Terus.. Hiruma Yoshi ini bukan anak dari Hiruma Yuuya sama istri keduanya
Jadi. Yoshi itu bukan anak kandungnya Hiruma Yuuya
Apa readers sudah paham?
Yaaaa, kita mulai saja ceritanya
.
CHAPTER 3
.
SAIKYOUDAI NO MATSURI
.
Hiruma Youichi P.O.V
.
Sial! gara-gara Monster Sialan itu aku tidak bisa tidur semalaman! lagipula kenapa aku harus gelisah, tch. Aku bisa menolak permintaan Orang Tua Sialan dan Monster Sialan itu
.
"ayah menyuruhku kemari untuk memaksamu ikut pindah ke Amerika. Tidak ada penolakan Youichi. Kau harus ikut kami pergi"
"dan , kita tidak akan kembali ke Jepang lagi"
"apa kau bilang? Kau pikir aku mau menuruti kata-kata kalian?! Pergi sana! Aku muak melihat kalian!"
.
PLAK
.
Sebuah tamparan keras melayang dari tangan Yoshi ke atas pipi Hiruma Youichi
.
"Youichi! Tidak bisa kah kau sopan pada kakak mu sendiri? Kau tahu aku baik-baik datang kesini, tapi kau sendiri seperti itu"
"tch" Hiruma Youichi mengalihkan pandangannya dari tatapan tajam Yoshi
"bagaimanapun juga, kau tetap harus ikut ke Amerika, lebih baik kau cepat-cepat ucapkan selamat tinggal pada teman-teman mu, karena kita tidak akan kembali ke Jepang lagi.. untuk selama-lamanya. cukup untuk hari ini, aku dan Yukino akan pulang, hari sudah mulai gelap, sebaiknya kau antar pulang pacarmu itu" kata Yoshi sambil menuju club house menjemput Yukino
.
Hiruma Youichi masih tidak bergeming dari tempatnya berdiri sampai kedua saudara Hiruma berpamitan untuk pulang
.
SAIKYOUDAI NO MATSURI
.
"Youichi-kun, Ayo bangun"
.
Malas sekali rasanya untuk membuka mata, kudengar suara Manajer Sialan ini membangunkanku sambil menggoyang-goyangkan badan ku yang enggan meninggalkan kasur
.
"aah berisik Manajer Sialan! Aku masih mau tidur"
.
Kalian pasti bingung kan, bagaimana Manajer Sialan itu bisa ada di apartemenku? Memang aku sengaja memberikan duplikat kunci apartemen ku padanya, apa salahnya? Toh dia sudah jadi milikku, kekeke
.
"Mou, Youichi-kun, aku sudah membuatkan mu sarapan, ayo cepat sana mandi! Lagipula hari ini ada latihan kan?"
"Tch berisik! Iya iya aku bangun!" kulirik jam weker yang ada di dekat lampu tidur di samping kasur
"Kau ini! ini kan baru pukul 6 pagi, latihan itu baru mulai pukul 10 pagi tahu! Sudah pergi sana! aku mau tidur lagi!" tampak lambang pertigaan di dahi Hiruma, tanda dia sedang marah
"eh benarkah? Ah iya, hahaha maaf Youichi, jam tanganku menunjukkan pukul 9.30, rupanya jam tangan ku mati hahaha"
.
Dasar Manajer Sialan ini! Jam tangan saja dia bisa tidak sadar. Biarlah, aku mau tidur saja!
.
"Youichi-kun! Kenapa tidur lagi? Ayo sarapannya dimakan dulu, aku sudah buatkan makanan kesukaan mu, tidak enak kalau sudah dingin"
.
Manajer Sialan ini terus menggoyang-goyangkan tubuhku supaya aku bangun, tch, ya sudahlah aku bangun saja
.
"iya iya! Aku bangun!"
"ehehe"
.
Manajer Sialam ini tersenyum lebar penuh kemenangan karena berhasil membangunkanku. Wajahnya… manis. Sial, dia manis sekali!
.
ah kekeke aku punya ide!
...
...
...
CUP
...
...
"Selamat pagi, Mamori"
.
Ku kecup pipi kirinya, kekeke! Lihat! Wajahnya seperti ikan kakap! Merah! Kekeke!
.
"You-Youichi-kun, apa yang kau lakukan?" kekeke lihat! Wajahnya shock, dia memegang kedua pipinya, wajahnya juga makin merah! Kekeke!
"kekeke! Lihat wajahmu! Seperti orang idiot! Kekeke!"
"Mou, Hiruma-kun, kau jahat!" kemudian dia pergi dari kamarku sambil menghentak-hentakkan kakinya, kekeke dasar Manajer Sialan. Itu akibatnya kalau berani menggangguku
.
.
Normal P.O.V
.
Terlihat Mamori yang sedang membersih-bersihkan ruang tamu apartemen Hiruma sambil menunggu Hiruma yang sedang mandi untuk sarapan bersama
(ih, kayak suami istri aja :D)
Kemudian Hiruma keluar dari kamarnya, sepertinya Mamori tidak sadar akan keberadaan Hiruma, dia masih saja sibuk dengan peralatan bersih-bersihnya. Hiruma bersandar di dekat pintu dengan kedua tangannya dilipat di depan dada sambil memandanginya dari belakang.
.
"bagaimanapun juga, kau tetap harus ikut ke Amerika, lebih baik kau cepat-cepat ucapkan selamat tinggal pada teman-teman mu karena kita tidak akan kembali ke Jepang lagi untuk selama-lamanya"
.
Kalimat itu masih terngiang-ngiang di telinga Hiruma Youichi. Kelihatannya dia bingung apa yang harus dia lakukan, kalau dia harus meninggalkan Jepang, itu berarti dia harus meninggalkan teman-temannya... juga... Mamori...
'tch, kenapa aku harus menuruti kata orang itu dan kenapa aku merasa kalau aku harus pergi ke Amerika' Hiruma membatin
.
"Youichi-kun?"
"ah, iya" mungkin terlalu terbawa dalam lamunannya, Hiruma refleks menjawab panggilan Mamori
.
Tiba-tiba Mamori menghampiri Hiruma yang tidak bergeming dari tempatnya berdiri tadi. Wajahnya menandakan kalau ia khawatir pada Hiruma
Mamori mendongakkan kepalanya, karena Hiruma lebih tinggi darinya, menatap mata emeraldnya dalam-dalam, mencari tahu sumber dari kesedihan kekasihnya
.
"kenapa melamun? Apa ada masalah?" kata Mamori sambil tersenyum, berharap bahwa senyumnya itu dapat menenangkan Hiruma
Matanya mengatakan kalau dia khawatir akan Hiruma yang menampakkan wajah sedih yang tidak pernah dilihat siapapun, tapi kali ini Mamori melihatnya dengan jelas.
"tidak" kata Hiruma cepat
"aku tahu kau bohong You"
.
Hiruma juga tahu kalau dia tidak bisa berbohong di depan pacarnya ini, tapi menurutnya ini bukan saat yang tepat untuk menjelaskan semuanya pada Mamori. Lalu dia mencoba bersikap seperti biasa, untuk menghilangkan rasa khawatir pacarnya itu
"berisik! kekekeke" kata Hiruma dengan kekehannya
"Eh?"
"kekeke, lihat! Ini akibat kau terlalu banyak memakan makanan manis sialan itu! Kekeke bisa-bisa kau gendut seperti Gendut Sialan itu! kekeke"
Hiruma berkata itu pada Mamori dan kedua tangannya menarik-narik pipi Mamori ke arah yang berlawanan
"sa-sakit tahu!" kata Mamori sambil melepaskan tangan Hiruma dari kedua pipinya
"biar saja, aku suka sama makanan itu tahu! Lagipula, aku tidak akan gendut cuma karena cream puff, You!" kata Mamori kesal karena di ejek Hiruma
"Ayo cepat makan. Aku sudah lapar" kata Hiruma sambil menuju meja makan
"baik, baik" Mamori pun ikut menyusul Hiruma ke meja makan
.
-SAIKYOUDAI NO MATSURI-
.
Kediaman Hiruma…
.
Di ruang tamu kediaman Hiruma, ada Hiruma Yuuya dan Hiruma Yoshi sedang membicarakan tentang kepindahannya ke Amerika
.
"bagaimana Yoshi?"
"sepertinya dia tidak mau ikut kita ke Amerika, lagipula kenapa tidak kita biarkan dia saja di sini? Toh dia nyaman dengan lingkungannya sendiri." Kata Yoshi sambil bermain dengan laptop DELL miliknya
"tidak bisa Yoshi, dia harus ikut"
"apa alasannya? Cuma urusan pekerjaan tou-san?"
"dia itu tidak bisa ditinggal sendiri"
"Tou-san, Youichi itu sudah besar, aku yakin kok dia bisa tinggal sendiri. Buktinya dia mulai tinggal terpisah dari kita sejak SMP bukan?"
"Yoshi, bagaimanapun, Youichi adalah bagian dari keluarga kita, jadi tou-san mau keluarga kita lengkap tanpa ada yang kurang satupun. Pokoknya kau harus paksa Youichi pindah ke Amerika"
"haah.. baiklah tou-san, akan ku coba" Yoshi menghela nafas panjang dan berpikir 'ini pasti akan jadi tugas yang menyulitkan.. memaksa Youichi. Yang ada aku di paksa habis-habisan sama dia' kemudian kembali bermain dengan laptop DELL nya itu
.
-SAIKYOUDAI NO MATSURI-
.
Lapangan Amefuto Saikyoudai...
.
Waktu menunjukkan pukul 1 siang. Anggota Wizards sudah mengadakan latihan sejak pukul 10 pagi
.
"semuanya, kita istirahat dulu!" teriak Sang kapten pada anggotanya
.
Mamori segera memberikan handuk dan sport drink pada anggota Wizards, pada saat itu juga datang Suzuna menghampiri Mamori dan anggota Wizards
.
"Ya! Mamo-nee! Biar aku bantu!"
"ah, hei Suzuna-chan, apa yang kau lakukan disini?" kata Mamori yang agak terkejut akan kedatangan mendadak kouhai nya ini
"aku, Sena, dan Monmon hanya iseng-iseng saja main ke sini, boleh kan Mamo-nee?" kata Suzuna dengan nada riang
"ah iya, boleh kok, mana Sena dan Monta?"
"itu di belakang ku" kata Suzuna sambil menunjuk kebelakang tanpa melihat. Kemudian mengambil nampan berisi handuk dari Mamori
.
Tampak Sena dan Monta yang sedang berjalan santai menuju lapangan Amefuto Saikyoudai. Sena mengenakan jaket berwarna biru tua dan putih dengan jeans abu-abu, Monta mengenakan jaket berwana hijau tua dengan jeans hitam. Sementara Suzuna memakai blouse berwarna biru muda berlengan pendek serta celana jeans selutut, tidak lupa dengan in-like skate juga, sedang meluncur dengan in-line skate nya dan menyapa anggota Wizards sambil memberikan handuk pada mereka
.
"Mukya! Mamori-san, semakin cantik saja" kata Monta, matanya berbentuk hati waktu memuji Mamori
"ahaha, hai Mamori-neechan" kata Sena
"ah, hai kalian berdua, memangnya kalian tidak berlibur? Sayang hari minggu seperti ini kalau tidak jalan-jalan.." kata Mamori sambil menghampiri Sena dan Monta
"tidak, kak, kami tiba-tiba ingin bertemu Mamori-neechan juga Hiruma-san, yang lainnya juga" kata Sena
"oh ya, mana yang lain? Tidak ikut?" Tanya Mamori sambil melihat sekeliling
"Kurita-san nanti dia akan menyusul, katanya dia sedang membantu ayahnya membersihkan kuil, kalau Musashi-san, Kuroki, dan Toganou bilang ada pekerjaan di proyek, Yukimitsu-san sedang membantu ibunya. Kalau Taki-san, Suzuna tidak mengizinkan ikut, katanya akan merepotkan" jelas Monta
"hahaha begitu... Kalian bergabunglah dengan yang lainnya, aku akan membagikan minuman pada mereka" kata Mamori sweatdrop begitu mendengar alas an Taki Natsuhiko tidak ikut
"baik kak" jawab Sena dan Monta serempak lalu menyapa-nyapa orang yang mereka kenal sambil cipika-cipiki *hee?
"Hiruma-kun, ini minumannya" kata Mamori menyodorkan sebotol sport drink kepada Hiruma
"hn"
Hiruma-pun mengambil minumannya dan Mamori duduk disampingnya
"ehm"
.
Mamori dan Hiruma Youichi menoleh ke arah dehaman itu
.
"yoo, lama tidak bertemu Mamori-chan!" kata Hiruma Yoshi merangkul Mamori dan Hiruma Youichi dengan nada riang yang tiba-tiba duduk berada di tengah-tengah mereka berdua
Hari ini Yoshi memakai kemeja panjang berwarna hitam serta celana panjang hitam yang membuat dia terlihat makin tampan, serta kacamata berbingkai hitamnya itu ia tenggerkan di atas kepalanya
Lalu Ikkyu berteriak pada Yoshi
"hei, seenaknya kau panggil dia Ma-Ma-Mamori, pakai –chan pula!" kata Ikkyu gagap waktu menyebut nama kecil Mamori
"hm? Kenapa tuan biksu? Kau cemburu eh?" kata Yoshi dengan seringainya
"HII" tiba-tiba Ikkyu merasakan hawa jahat keluar dari Hiruma Yoshi
"Kalau begitu, berarti kau harus siap berhadapan dengan adik kecil ku ini, benar kan You-chan?" kata Yoshi pada Ikkyu, lalu menoleh ke Hiruma Youichi yang ada disebelah kanannya. Kemudian pandangannya mengarah pada Sena, Suzuna, dan Monta yang sedang berbincang-bincang dengan anggota Wizards lainnya
"berhenti memanggilku begitu, atau akan kubunuh kau. Mau apa kau kemari? Lepaskan rangkulan sialan mu darinya!" kata Hiruma Youichi ketus sambil menyiapkan Shotgun nya
"ooh! How scary is Youichi-ojousama! Ahahaha!" Yoshi tertawa terbahak-bahak akan ejekannya sendiri lalu kabur dari Hiruma Youichi
"Monster Sialan! Awas kau! Jangan lari!" teriak Hiruma Youichi sambil menenteng Shotgun miliknya dan mengejar Yoshi yang kabur setelah memanggil Hiruma Youichi dengan panggilan 'ojousama'
.
[note: ojousama = tuan putri]
.
Sena, Suzuna, dan Monta menoleh kearah suara keributan tersebut. Ada Hiruma Youichi sedang mengejar-ngejar seorang pria berambut hitam pendek dan memakai kacamata yang mereka tidak kenal. Orang-orang di sana sweatdrop dan berpikir kalau 'orang ini benar-benar tidak sayang nyawa' Hiruma, walaupun itu keluarganya sendiri, dia tidak segan-segan menembakkan peluru-pelurunya. Anggota Wizards yang melihat kejadian itu tidak ada yang berani ikut campur
.
"Ya! Mamo-nee, siapa orang tampan yang ada disana? Dan kenapa dia dikejar-kejar You-nii? Tapi tertawa-tawa, haha" kata Suzuna sweatdrop
"aku pikir, itu Hiruma-san yang tertawa terbahak-bahak, habis, suaranya mirip sekali" kata Sena sweatdrop
"iya, kau benar Sena, aku kira itu Hiruma-san" kata Monta
"ah iya, benar, aku baru sadar kalau suara kakaknya Hiruma-kun itu mirip, tapi suara kakaknya ini tidak terlalu parau seperti Hiruma-kun" kata Mamori
"ooh, itu kakaknya You-nii/Hiruma-san" kata Suzuna, Sena, dan Monta kompak
.
...
"HIEE!"
"Mukya!"
"APA?!"
.
Suzuna, Sena, dan Monta berteriak kompak
.
"dia, dia, dia kakaknya You-nii/Hiruma-san?!" kata mereka bertiga kompak sambil menunjuk Hiruma Yoshi yang sedang kabur-kaburan di kejar mantan kapten Deimon Devil Bats
"tapi..kelihatannya dia tidak mirip dengan Hiruma-san ya?" kata Sena
.
Saking senangnya menggoda Hiruma Youichi, Yoshi tidak sengaja menabrak Agon yang sedang lewat
.
"Haah? Kau cari mati ya, sampah!"
"hahahaha"
.
Tapi Yoshi tidak mendengar akan kata-kata Agon, dia terus berlari dari kejaran adiknya seakan tidak terjadi sesuatu dan itu membuat Agon semakin marah. Sampai akhirnya Agon berteriak pada Yoshi yang tempatnya tidak jauh dari Agon
.
"hei kacamata sampah!"
.
Yoshi yang tadi sedang menjalankan pelariannya dari Sang adik, tiba-tiba menghentikan langkahnya dan tawa nya. Lalu memasukkan kedua tangannya ke dalam kantong celananya
.
"Haah? Kau bicara dengan siapa?" kata Yoshi yang menengokkan kepalanya kepada Agon yang tidak jauh di belakangnya. Tampak muka jengkel yang muncul dari wajah Yoshi
.
"dengan mu sampah!"
.
"coba kau katakan itu sekali lagi, Dread Sialan?" kata Yoshi sambil mengepalkan tangannya dan berjalan mengarah Agon
.
Dialog itu diucapkan oleh Yoshi, bukan Hiruma Youichi. Oh ya, satu hal.. apakah readers tahu kenapa Hiruma Youichi memberikan Yoshi panggilan 'Monster Sialan'?
.
"kukuku, sampah" Agon tertawa setelah mengatakan Yoshi sampah,
"ah, hei kalian berdua, jangan berkelahi" kali ini Mamori mencoba menengahi Agon dan Yoshi yang akan memulai perkelahian
.
GREB
.
Tiba-tiba langkah Mamori berhenti karena tangan seseorang yang melingkar dipinggang kecil Mamori menahannya, tangan ini mengatakan bahwa 'jangan dekat-dekat ke sana atau kau akan mati'. Ternyata tangan itu adalah milik Hiruma Youichi, dia melarang Mamori untuk melerai Agon dan Yoshi
.
"Hiruma-kun, aku harus menghentikan mereka, bisa-bisa Hiruma-san terluka" kata Mamori mulai khawatir
"Kau tidak perlu menghentikan Monster Sialan itu" kata Hiruma datar
"kalau begitu, kau pergi lah hentikan mereka berdua!" kata Mamori yang mulai kesal
"tidak perlu" Hiruma Youichi hanya menjawab santai sambil membuat balon dari permen karet miliknya
"Lalu, siapa yang akan menghentikan mereka? Kau lihat kan yang lain tidak ada yang berani mendekati mereka berdua? Bahkan Ikkyu sekalipun yang teman dekat dengan Agon lari ketakutan begitu!"
.
Mamori sudah kehabisan kesabarannya karena Hiruma tetap tidak mengizinkannya untuk segera menghentikan perkelahian yang belum dimulai itu. Di sana tak ada seorangpun yang berani mendekati kakak dari Hiruma Youichi dan Kongo Agon yang terkenal akan kesadisannya itu
.
"Monster Sialan itu bisa mengatasinya, kekeke. Ini akan jadi tontonan yang menarik" kemudian Hiruma menyeringai setelah mengatakan kalimat tersebut
"eh, apa maksudmu?" Tanya Mamori heran
.
"kau bilang aku apa tadi?" tanya Yoshi yang sekarang sudah berada di depan Agon
"aku bilang kalau kau hanya sampah tidak berguna, kukuku, keluarga sampah"
"minta maaf"
"haa?"
"ku bilang minta maaf. Minta maaf padaku dan Youichi sebelum aku menghajarmu"
"kukuku, rupanya kakak-adik sama saja, sama-sama bisa menggertak! Kukuku sampah! kukuku"
"Grrr!"
.
Lalu Yoshi memukul wajah bagian kiri Agon sampai Agon terjatuh, dilanjutkan serangan balik dari Agon yang dapat dihindari Yoshi., dan begitu seterusnya, mereka saling melayangkan tinju mereka satu sama lain, tapi hanya Yoshi yang berhasil mengenai sasaran, sedangkan serangan Agon terus meleset karena tubuh Yoshi yang lihai dalam menghindari serangan
.
"HIEE"
"MUKYA!"
"WUAA"
"mereka berkelahi!" teriak Sena, Monta, dan Suzuna
"Hah?!" seru Jumonji
"Haah?!" Kuroki
"Haaah?!" juga Toganou
"hei sejak kapan kalian ada disini?" Tanya Jumonji pada kedua rekannya itu yang tiba-tiba ada di sampingnya
"baru saja, hei lihat itu! Agon yang itu! Bisa dihajar oleh orang sekecil itu! Siapa dia? Hebat! Ayo hajar dia lagi! Ya! Bagus! Begitu! Kanan! Kiri! Awas!" kata Kuroki dan Toganou kompak tanpa menoleh pada Jumonji yang bertanya. Pandangan mereka berdua terpaku pada perkelahian yang ada di depan mereka
"dia itu kakaknya Hiruma" kata Jumonji pada 2 rekannya itu
"oh.." kata Toganou
"jadi.." kata Kuroki
"itu kakaknya Hiruma" kata Kuroki dan Toganou kompak
"iya! Terus! Ke kanan! Awas belakangmu!"
…
"APA! Kakaknya Hiruma?" kali ini pandangan Kuroki dan Toganou tidak terpaku pada pertandingan yang berlangsung, karena terkejut oleh kata-kata Jumonji
"hei siapapun, hentikan mereka! Mana Banba? BANBA!" kata Yamato panik
"Fuu, Banba sedang tidak ada di tempat Yamato, hari ini dia izin tidak ikut latihan" kata Akaba
"Tidak perlu, kekeke, kalau kau masuk dalam teritori Monster Sialan itu, namanya kau mau menjual nyawamu padanya, kekeke" kata Hiruma dengan kekehan setannya
"Bagaimana kau tahu, Hiruma?" kata Jumonji
"Aku pernah mengalaminya sekali, kekeke"
.
Orang-orang di sana terkejut mendengar pengakuan Hiruma Youichi yang pernah dihajar oleh kakaknya sendiri, Hiruma Yoshi
.
"Hiruma-kun, apa kau tidak bisa menghentikan mereka?" Tanya Mamori yang mulai khawatir
"Tidak" kata Hiruma Youichi menyeringai
"Jangan bohong Hiruma-kun!" kata Mamori sambil memelototi Hiruma Youichi
"Aku malas menghentikannya, lagipula ini tontonan yang sangat jarang terjadi, kekeke. Lihat, dua saudara itu saja menikmatinya, kekeke" kata Hiruma yang menunjuk pada Kuroki dan Toganou bersemangat akan perkelahian Yoshi dan Agon
Lalu, Yoshi mengangkat lampu jalan setinggi 8 meter yang ada disampingnya
(Hee? Sejak kapan ada lampu jalan disitu?)
.
"Heyaaaa!" teriak Yoshi yang berlari menuju Agon dan siap men-smash Agon dengan lampu jalan itu
"Heyaaa!" begitu juga dengan Agon yang sudah siap melayangkan tinjunya pada Yoshi
"HIEE! lihat! Dia bisa mengangkat lampu jalan itu!" kata Sena ketakutan
"Hah!"
"Haah!"
"Haaah!"
"MONSTER!" teriak Ha-ha bersaudara kompak
"kekeke, julukan Monster Sialan itu memang cocok untuk dia" kata Hiruma Youichi tertawa setan
.
Sementara mantan anggota DDB histeris-histeris ria, di lain sisi anggota Wizards tercengang akan kekuatan kakak tertua dari Hiruma Youichi. Mereka tidak bisa berbuat apa-apa, hanya memandangi perkelahian itu
.
"Hiruma-kun-" Mamori mau memprotes Hiruma kembali tapi Hiruma sudah menyela kata-kata Mamori
"mau bertaruh?" kata Hiruma Youichi menyeringai a la setannya dan melihat Mamori
"Ber-bertaruh?"
"Kalau Dread Sialan itu kalah kau harus menuruti kata-kataku. Kalau Monster Sialan itu menang, kau harus menuruti kata-kataku"
"Baiklah.." kata Mamori
"Eh? Itu bukan taruhan namanya Hiruma-kun!" lanjut Mamori karena taruhan Hiruma yang sebelumnya tidak dapat dijadikan taruhan. Iya lah, karena kedua pilihan itu sama-sama menguntungkan bagi Hiruma Youichi
"kekeke, dasar lemot!"
.
.
Kembali ke Yoshi dan Agon..
Lampu jalan yang di angkat oleh Yoshi itu berhasil mengenai Agon, sehingga Agon terlempar jauh.
(ano.. sebenarnya, seluas apa sih Amefuto field ini? -_-a kelihatannya mereka berdua berkelahi di tempat yang tidak jauh dari anggota Wizards dan mantan anggota DDB deh?)
.
"Waa! Agon-san!" teriak Ikkyu
"hei, Hiruma! Hentikan dia!" kata Yamato
"kekeke, sebentar lagi juga selesai" kata Hiruma tanpa mengalihkan pandangannya pada Yoshi
"jadi.. kau masih mau bilang kalau aku ini sampah hah?" kata Yoshi melihat Agon yang terduduk karena pukulannya tadi
"tch, sekali sampah tetap sampah" kata Agon
"kekeke, bahkan sampah dapat menghajarmu habis-habisan" kata Hiruma Youichi yang masih setia berdiri di samping Mamori
"You-chan, jangan ikut campur" kata Yoshi tanpa mengalihkan pandangannya dari Agon
.
Lalu Agon menackle kaki Yoshi dengan kakinya sehingga Yoshi terjatuh, lalu bersiap memukul Yoshi yang berada di bawahnya. Dengan sigap Yoshi menahan pukulan itu, kemudian Yoshi mengangkat tinggi-tinggi badan Agon yang besar dengan kedua tangannya
.
Orang-orang di sana terkejut karena kekuatan Yoshi yang dapat mengangkat Agon dengan mudahnya
"HIE! Lihat! Dia bisa mengangkat Agon-san!" teriak Sena kaget
"Hi-Hiruma-kun.." Mamori melihat Hiruma dengan pandangan tolong-hentikan-sebelum-ada-pertumpahan-darah
.
Hiruma Youichi hanya melihat pandangan Mamori sebentar, lalu berjalan menuju Yoshi yang bersiap melempar Agon dari kedua tangannya, kemudian mengatakan sesuatu sebelum sampai tempat Yoshi
.
"Hoi, Monster Sialan, sudah cu-"
.
.
BRAK
.
.
Terlambat..
.
Sebelum Hiruma Youichi sampai ke tempat di mana Yoshi dan Agon berkelahi serta menyelesaikan kalimatnya, Yoshi sudah melempar Agon dari End Zone satu sampai End Zone lainnya di lapangan Amefuto itu. Yoshi sendiri terengah-engah karena lelah berkelahi dengan Agon. Di lain sisi, Agon tidak berkutik
.
Hiruma Youichi.. sang Adik dari 'monster' itu terhenti dari perjalanannya yang ingin menghampiri Yoshi, lalu hanya terpaku melihat kejadian barusan. Tampak wajah terkejut sekilas, tapi dia dapat menutupi dengan poker face andalannya
.
"Hah?!"
"Haah?!"
"Haaah?!"
.
Huh-huh bersaudara hanya mengatakan 'HAA?!' sebagai tanda keterkejutan mereka
.
"Agon-san yang itu.."
"..pingsan.."
"..oleh orang bertubuh sekecil itu"
.
Kata Sena, Monta, dan Suzuna berurutan. Wajah mereka pucat begitu Yoshi melihat mereka bertiga
.
Orang-orang yang menyaksikan mengerjap-ngerjapkan mata mereka, tanda tidak percaya bahwa orang yang di kenal menakutkan itu, pingsan karena lemparan orang yang ternyata ada yang lebih menakutkan lagi
Lalu sang korban cepat-cepat di bawa menuju rumah sakit dengan ambulans
.
"Hiruma-kun! Ku bilang apa! Kenapa tidak kau hentikan daritadi sebelum ini terjadi!" omel Mamori yang sedang berlari menuju Hiruma Youichi
"dia tidak apa-apa, tidak perlu khawatir" kata Hiruma Youichi datar tanpa melihat Mamori
"apanya tidak apa-apa, Agon-san pingsan, Youichi!"
"kalau kubilang tidak apa-apa ya tidak apa-apa!" bentak Hiruma Youichi sambil melihat Mamori dengan wajah kesalnya
Mamori terkejut ketika Hiruma membentaknya lalu Mamori pergi meninggalkan Hiruma Youichi untuk membantu Ikkyu mengangkat Agon dengan tandu
.
"horaa, sepertinya ada yang cemburu di sini" kata Musashi yang baru tiba di lokasi
"berisik kau Orang Tua Sialan" kata Hiruma Youichi tanpa mengalihkan pandangannya dari Mamori yang sedang membantu Ikkyu
"eh ada ramai-ramai apa ini Hiruma?" tanya Kurita yang juga baru datang bersama Musashi
"Ya! Kuritan dan Musashan! Kalian berdua lama sekali" kata Suzuna yang menghampiri trio pendiri Devil Bats itu
"Hai Suzuna-chan!.. Waai Yoshi-san!" teriak Kurita senang melihat Yoshi
.
Lalu Kurita berlari menuju Yoshi yang masih terengah-engah karena perkelahian itu
.
"Mukya! Kurita-san! Jangan dekat-dekat! Bisa-bisa kau dilempar seperti Agon!" teriak Monta
.
Tapi Kurita tidak mendengarkan Monta lalu memeluk Yoshi erat-erat
.
"Yoshi-san! Lama tidak bertemu! Kapan kau datang ke Jepang?"
"Ugh!Ryou-chan! Sesak! Aku tidak bisa bernafas!" kata Yoshi yang ada di dalam pelukan Kurita
"eh maaf, apa kau baik-baik saja?" kata Kurita melepaskan pelukannya
"Haah, akhirnya aku bisa bernafas.. aku sudah lama tinggal di sini Ryou.. apa kau lupa?" kata Yoshi sambil membetulkan kemejanya dan membersihkan celananya yangkotor akibat perkelahian tadi
"bukankah kau dapat beasiswa S-1 ke Amerika selama 2 tahun?" Tanya Kurita
"iya tapi aku sudah pulang, aku menyelesaikan kuliahku dalam waktu 6 bulan" kata Yoshi tersenyum lebar
"Hah?!"
"Haah?!"
"Haaah?!"
"apa? Menyelesaikan S-1 dalam waktu 6 bulan?" kata Yamato
"sejenius apa otak orang ini?" sahut Jumonji
"nee, Yoshi-san, mana Yukio-kun dan Yukino-chan?" Tanya Kurita pada Yoshi
"Yuo-chan dan Yuno-chan? Ah mereka-"
"jangan sebut namaku dengan kata-kata 'chan' kakak sialan!" terdengar suara seorang anak laki-laki dari tempat yang tidak jauh dari mereka mengobrol
"Yukio-kun! Kau tidak boleh kasar dengan Yoshi-niichan!" kata anak perempuan itu menackle perut anak laki-laki di sebelahnya
"dasar bodoh! Sakit tahu!" kata anak laki-laki itu memegangi perutnya
"biar saja! Itu akibatnya kau mengatakan kata-kata buruk pada Yoshi-niichan!"
"eh?"
.
Semua orang yang ada di lokasi menoleh mendengar argumen dua orang tersebut. Seorang anak laki-laki dan anak perempuan.
"hoo, ini dia.." kata Musashi
"..twin Hiruma"
"APAA?!"
Anggota Wizards dan mantan anggota DDB terkejut melihat kehadiran kedua orang yang di sebut-sebut "Twin Hiruma"
.
.
Yaa! Selesai chapter ini! Terima kasih yang masih mengikuti fic ini, maaf sebelumnya untuk penggemar Agon, karena Agonnya aku buat pingsan, hehe ^.^v
Mohon review nya minna :D
.
SPOILER: Hiruma Youichi dan Hiruma Yoshi akan bertanding dalam segala permainan yang ada dalam matsuri, siapakah pemenangnya?
Adik kembar Hiruma Yoshi dan Hiruma Youichi akan merepotkan mantan anggota DDB, apa yang mereka lakukan ya? kekeke
Sugi wa, OMAKE
.
Kediaman Hiruma…
.
"tou-san! Bagaimana ini?!" kata seorang wanita berambut hitam yang memiliki mata berwarna hijau emerald. Suaranya terdengar bergetar seperti ingin menangis. Wanita ini adalah ibu dari Hiruma Youichi dan Hiruma Yoshi
Sedangkan pria berambut coklat yang di ajak berbicara diam saja tidak dapat mengatakan apa-apa, terlihat sedang berpikir
"Tou-san! Kenapa kau tidak menjaga Yoshi dan Youichi! Mereka pasti ketakutan di luar sana, mereka cuma anak berusia 6 tahun dan 5 tahun! Sekarang lihat, mereka diculik oleh saingan mu! Bagaimana kalau Yoshi dan Youichi.."
Lalu wanita itu menutup mulutnya dan mata emeraldnya mulai mengeluarkan air mata, air mata kesedihan.. tak sanggup untuk melanjutkan kata-katanya
"Tenang dulu kaa-san, kita tidak bisa menyelesaikan masalah begini kalau pikiran kita tidak jernih" kata pria bernama Hiruma Yuuya itu sambil memeluk istrinya
.
Di sebuah gedung tua
.
"Boss, apa kau yakin bocah-bocah ini akan berguna untuk mengulur Yuuya keluar?"
"tentu saja bodoh! Mereka ini kan anak dia" kata Boss itu sembari menempeleng kepala anak buahnya yang bertanya
"Niichan.. Aku lapar, kau sedang apa?" kata Youichi sambil memegangi perutnya
"Kau lapar? Aku sedang membuat rencana untuk kabur dari sini, tunggu sebentar You" kata Yoshi yang sedang menuliskan sesuatu di lantai, wajahnya serius. Dia bisa di bilang jenius untuk anak berusia 6 tahun, buktinya dia menulis-nuliskan banyak strategi untuk kabur dari tempat itu
"Niichan, aku..hiks… mau.. pulang.. hiks" kata Youichi sambil terisak-isak
"You-chan, jangan menangis, aku berjanji kita akan pulang, ya? Jangan menangis, kalau kau menangis tidak akan keberikan permen karet lagi, nah sekarang tersenyum!" kata Yoshi sambil mengusap air mata yang keluar dari Youichi kecil ini lalu menopang sebelah tangannya dipinggangnyak. emudian tersenyum pada Youichi
"iya, aku tidak akan menangis lagi" kata Youichi tersenyum lebar
"nah. Begitu bagus, anak pintar!" kata Yoshi sambil mengusap kepala Youichi
"You, ayo kita pergi dari sini!"
"hm!" kata Youichi kecil itu mengangguk
.
Kedua anak kecil ini menelusuri jalan untuk melarikan diri secara lihai seakan mereka sudah sering mengunjungi tempat itu dan hafal akan lokasinya. Mereka berhasil meloloskan diri mereka dari para bodyguard yang berkeliling di sekitar gedung itu. Kemudian..
.
BRUG
.
Youichi kecil itu terjatuh karena tersadung papan kayu yang ada di depannya dan suara itu menarik perhatian para penculiknya, padahal jarak mereka dengan pintu keluar sudah di depan mata
.
"hei! Kedua anak itu kabur! Cepat cari mereka!"
"Niichan, Mereka tahu kalau kita kabur!" Youichi ketakutan karena pelarian mereka berdua sudah diketahui oleh pihak penculik
.
Kemudian datanglah lima orang penculik menuju Yoshi dan Youichi
.
"hei mereka ada di sini!" kata salah seorang penculik
"tangkap dia!" kata orang yang lainnya
"bagaimana kalau kita pukul saja dia sampai pingsan?" kata penculik lainnya
"dasar bodoh! Mereka itu anak kecil! Kita hanya perlu menyandera mereka! Bukan membunuh mereka!" kata penculik lainnya lagi
"kalian ini terlalu banyak bicara! Tangkap saja!" kata boss mereka
.
Kemudian salah seorang penculik itu segera berlari mengarah Youichi. Dia tidak dapat berkutik karena takut oleh penculik itu. Lalu Yoshi segera memukul penculik itu dengan balok kayu yang ada didekatnya
.
"kalau kau berani melayangkan tangan sialan mu pada adikku, akan ku bunuh kau" kata Yoshi dengan pandangan membunuh
"hahahaha! Bocah sepertimu bisa membunuh kami? Jangan bercanda! Hahaha"
.
Kelima penculik itu tertawa terbahak-bahak, karena ucapan Yoshi
Lalu Yoshi mnyeringai karena ide yang dia punya. 4 orang penculik memcoba menangkap Yoshi terlebih dahulu dan dalam hitungan menit, keempat orang itu terkapar sekarat di hajar habis-habisan oleh Yoshi, tapi masih ada satu orang penculik. Yoshi juga tampak sudah kehabisan tenaga
'masih tersisa satu.. ini bukan apa-apa' kata Yoshi dalam hati
.
"ka-kau! Akan ku bunuh kau!" kata seorang penculik itu berlari menuju Yoshi
.
Tapi Hiruma Youichi mencoba menengahi mereka berdua
.
"Niichan! Sudah cukup! Hentikan!" teriak Youichi menghadap Yoshi sambil merentangkan kedua tangannya
.
Sayangnya langkah dan pukulan kayu Yoshi tidak bisa berhenti sehingga mengenai Youichi
.
DUAK
.
Perlahan tubuh Hiruma Youichi kecil itu terjatuh akibat pukulan yang mengenai kepalanya. Yoshi menjatuhkan kayu yang ia gunakan untuk memukul penculik itu
.
"Yo..You..Youi..chi?"
.
Darah segar mengalir dari kepala Youichi, anak itu terbaring tidak berdaya. Yoshi terpaku melihat adiknya bersimbah darah karena pukulannya tadi. Mata emerald Yoshi menampakkan ketakutan yang luar biasa. Lalu dia melihat penculik itu, matanya kini berapi-api menjelaskan kalau dia marah besar
.
"kau.. akan ku bunuh kau!"
.
Setelah Yoshi berhasil menghajar penculik terakhir itu datanglah polisi serta kedua orangtua Hiruma Yoshi dan Youichi
.
"Ya Tuhan! Youichi!" seorang wanita berambut hitam itu terkejut melihat salah satu putranya bersimbah darah dari kepalanya
"ambulans! Cepat panggil ambulans!" teriak salah seorang polisi
"Yoshi, apa kau tidak apa-apa?" kata wanita itu segera menghampiri dan memeluk anaknya
.
Setelah itu Yoshi menangis hebat ketika sang ibu memeluknya dan melihat adiknya yang tidak sadarkan diri di bawa oleh petugas ambulans.
.
"HUAAA! Aku cuma mau menolong Youichi! Aku tidak sengaja memukul Youichi! Aku mau memukul penculik itu! HUAAA! Tou-san, Kaa-san, maafkan aku! HUAAA" Yoshi menangis sekeras-kerasnya di pelukan ibunya
"iya sayang, tidak apa-apa.. Youichi akan baik-baik saja" kata seorang pria yang diketahui Yuuya
.
.
"kalian tahu? Waktu itu You-chan memanggilku dengan panggilan 'niichan' ooh lucunya! Lalu waktu dia menangis karena lapar juga! Buahahaha, lalu dia menangis ingin pulang seperti ini 'Niichan, aku..hiks… mau.. pulang.. hiks' huahahaha" cerita Yoshi ketika selesai menceritakan tragedi penculikan mereka berdua serta tragedi ketidaksengajaan Yoshi memukul adiknya. Yoshi menceritakan kejadian itu sambil meniru-nirukan gaya Hiruma Youichi kecil dulu.
Anggota wizards dan mantan anggota Deimon sweatdrop melihat tingkah kakak dari kapten mereka ini
.
"hahaha!"
.
Orang-orang yang mendengarkan cerita ini menoleh pada suara perempuan yang tertawa terbahak-bahak ini. Mereka pikir 'siapa orang yang berani tertawa tentang masa lalu Hiruma Youichi yang 'lucu' ini?'
Ternyata itu adalah Mamori. Dia tertawa memegangi perutnya serta air matanya keluar karena terlalu senang dengan cerita Yoshi
.
"heh! Monster Sialan! Apa yang kau ceritakan hah! Dan kau Mamo- Manajer Sialan! Apa yang kau tertawakan hah?!"
"haah? Hanya masa lalu mu You-chan, pfft.. puhahahaha" kata Yoshi dengan pandangan mengejek lalu tertawa terbahak-bahak dan kabur dari tempat dia bercerita
"Hiruma-kun.." panggil Mamori yang sudah selesai tertawa
"apa?" Tanya Hiruma Youichi yang sedang bersiap menembaki Yoshi
"Niichan eh?" kata Mamori dengan pandangan mengejek
"Sialan kau! Ini pasti ulah mu Monster Sialan! Awas kau jangan kabur!" teriak Hiruma Youichi sambil melanjutkan kegiatan utama mereka,.. kejar-kejaran yang tertunda karena insiden Agon
