Yaa! Minna! Gomenasaaai! Internet nya habiiis dan baru saja di isi, jadi baru bisa update :D
Apa kalian menikmati fic aku yang sebelumnya? Sebelumnya terima kasih untuk para readers yang masih mengikuti "Saikyoudai no Matsuri" ini, semoga ceritanya makin kedepannya makin bagus yaa XD
Ini dia! Chapter 4
.
SAIKYOUDAI NO MATSURI
.
Hiruma yang lain lagi? Satu Hiruma Youichi saja sudah cukup, kemudian bertambah lagi satu, Hiruma Yoshi, sang kakak tertua dan datang lagi.. dua Hiruma.. Hiruma Yukio dan Hiruma Yukino, anak kembar laki-laki dan perempuan, adik dari Hiruma Youichi dan Hiruma Yoshi
.
SAIKYOUDAI NO MATSURI
.
Pagi ini Mamori sedang buru-buru menuju apartemen Hiruma Youichi, pukul 6 pagi, Mamori sudah mendapat panggilan darurat dari Hiruma, dia mengirim e-mail Mamori mengatakan kalau ada sesuatu yang sangat gawat. Begitu sampai depan pintu apartemen Hiruma, segera dia mencari-cari kunci apartemen kamar Hiruma dalam tas kecilnya
.
"mana sih, kuncinya?" kata Mamori sambil mengaduk-aduk isi tasnya
.
"ah ini dia"
.
Setelah Mamori berhasil membuka pintu, dia langsung menghambur ke dalam tanpa mengenai jebakan-jebakan yang sudah dipasang Hiruma. Lampu kamar apartemen Hiruma tidak ada yang menyala satupun, pencahayaannya hanya bergantung dari sinar matahari yang menembus tirai yang masih tertutup di dalam apartemen itu. Begitu Mamori melewati ruang tamu yang gelap, kemudian Mamori menemukan Hiruma terbaring di sofa ruang tamu dengan seluruh tubuh yang tertutupi oleh selimut dari ujung kepala hingga kaki
Karena panik, Mamori langsung menuju Hiruma yang sedang terbaring itu, lalu menggoyang-goyangkan tubuh Hiruma
.
"Hiruma-kun!"
.
Mamori terus-terusan menggoyang-goyangkan tubuh Hiruma berharap mendapatkan respon dari tubuh orang itu meskipun hanya sekedar gerakan kecil sembari memanggilnya. Wajah Mamori memucat karena semakin panik tidak ada gerakan dari Hiruma
.
"Youichi-kun, ayo bangun, kenapa kau menelponku pagi-pagi? Apa kau sakit? Kau demam? Tapi kau tidak panas" suara Mamori bergetar karena tidak mendapat jawaban dari Hiruma
Hiruma menurunkan selimut yang menutupi kepalanya dan menjawab sambil mengerjap-ngerjapkan matanya lalu melihat Mamori
.
"Ohayou Mamori!" sapa Hiruma yang masih berbaring dengan riang dan senyum manisnya. Kemudian wajah Mamori menampakkan keterkejutan di banding kekhawatiran
.
Ternyata sosok Hiruma itu bukan Hiruma Youichi, tapi Hiruma Yoshi yang tidur di sofa ruang tamu Hiruma Youichi. Karena ruangan gelap jadi Mamori tidak dapat melihat rambut Yoshi yang berbeda warna dari Hiruma Youichi
Tiba-tiba Yoshi menarik Mamori yang masih terpaku dengan keberadaan Yoshi di apartemen Hiruma, sehingga Mamori hilang keseimbangan dan jatuh kepelukan Yoshi yang masih berbaring di sofa
.
"Yaa, Mamori-chan, ada perlu apa pagi-pagi begini?" kata Yoshi dengan riang tidak lupa dengan senyumnya
"Eh? Hi-Hi-Hiruma-san, a-aku mau bertemu Hiruma-kun"
.
Wajah Mamori memerah karena dipeluk Yoshi dan Yoshi tidak melepaskan pelukannya
(A/N: maksudnya Mamori, Hiruma-san = Yoshi | Hiruma-kun =Youichi)
.
"Ooh You-chan ya? Sepertinya dia belum bangun" kata Yoshi sambil masih memeluk Mamori dan memasang wajah berpikir, matanya melirik ke arah pintu kamar adiknya
"Hi-Hiruma-san, tolong lepaskan a-aku" kata Mamori, wajahnya semakin merah karena Yoshi tidak kunjung melepaskan pelukannya
.
Kemudian terdengar suara pintu kamar Hiruma Youichi terbuka dan lampu ruang tamu itu menyala. Tampaklah Hiruma Youichi dengan kaos putih polos serta celana berwarna hitam selutut, tangan kanannya masih memegang kenob pintu kamarnya, sedangkan tangan kirinya mengusap-usap mata kirinya, terlihat kalau ia sedang tidur kemudian tidurnya terganggu..
Lalu Hiruma Youichi terdiam melihat kejadian di depan matanya, adegan Yoshi yang memeluk Mamori. Mereka bertiga sama-sama tidak mengeluarkan suara begitu Hiruma Youichi keluar dari kamarnya. Mereka saling memandang satu sama lain
.
"…"
"…"
"…"
.
BLAM!
.
"Hi-Hiruma-kun! Tunggu, aku bisa menjelaskan semuanya!" teriak Mamori pada Hiruma yang kembali menutup pintu kamarnya sambil berusaha melepaskan dirinya dari pelukan Yoshi
"Hahaha" Yoshi tertawa puas melihat reaksi adiknya
"Hi-Hiruma-san tolong lepaskan aku!" Mamori meronta-ronta karena Yoshi tetap memeluknya
"hahaha jangan panggil aku dengan margaku Mamori-chan, panggil saja Yoshi-chaaan" kata Yoshi dengan nada riangnya dan menekankan kata 'chan'
"eh?" Mamori pun berhenti meronta karena shock mendengar ucapan dari kakak Hiruma Youichi
"kalau tidak bisa –chan, bagaimana dengan –kun?" kata Yoshi lagi dengan senyum manis dan nada riangnya
"tolong lepaskan aku Yo-Yo-Yo-Yoshi-k-k-kun" wajah Mamori semakin merah begitu mencoba memangil Hiruma Yoshi dengan nama kecilnya
.
BRAK!
.
Hiruma Youichi keluar dari kamarnya dengan AK-47 di tangannya bersiap memuntahkan pelurunya
.
"Apa yang kau lakukan Monster Sialan! Ku bunuh kau!" kata Hiruma sambil menembak-nembakkan pelurunya ke arah Yoshi
"Wow, Youichi-ojouchan mengamuk! Kowai!" kata Yoshi sambil mengangkat meja di ruang tamu itu untuk melindungi dirinya dan Mamori yang menjadi sasaran dari peluru-peluru karet AK-47 milik adiknya. Mamori yang juga menjadi sasaran pun berjongkok untuk melindungi dirinya, Yoshi pun ikut berjongkok
"maaf ya Mamo-chan, kebiasaan adik ku yang satu ini memang agak merepotkan" kata Yoshi masih dengan nada riangnya
.
Ketika peluru-peluru Hiruma berhenti, Yoshi bangun dari posisinya untuk melihat keadaan
.
"hah? Mana Youichi?" kata Yoshi bertanya pada dirinya sendiri, adiknya tidak berada di depan pintu tempat di mana dia memulai peperangan
.
CKREK
.
"kau cari apa Monster Sialan?" kata Hiruma Youichi yang sudah berada di belakang Yoshi sambil mengokang AK-47 nya
"wow, sejak kapan kau ada di sini You?" tanya Yoshi membalikkan badannya menghadap adiknya
.
DOR
.
Kali ini sasaran Hiruma Youichi benar-benar mengarah pada kepala Yoshi, dia tidak main-main dengan peluru-peluru karetnya itu. Tapi berhasil dihindari oleh Yoshi
.
"wow, You-chan, biasanya kau sengaja mengarahkan pelurumu itu ke sembarang arah? Sepertinya sekarang kau benar-benar ingin membunuh ku eh?" kata Yoshi dengan seringai jahilnya
"apa itu karena... kau cemburu yaaa?" kata Yoshi dengan nada riang dan menyeringai
"diam kau Monster Sialan!" bentak Hiruma Youichi karena kesal dengan Yoshi
.
Lalu Hiruma berjalan ke arah Mamori dan menarik tangan Mamori untuk keluar dari apartemennya
.
"Hiruma-kun, kita mau ke mana?" Tanya Mamori
.
Hiruma tidak menjawab pertanyaan Mamori dan tetap membawa (baca:menyeret) keluar dari apartemen nya
.
"Mou, tunggu Hiruma-kun, kita mau ke mana? Kenapa kau mengirimkan e-mail pagi-pagi dan bilang ada yang gawat?"
"haah? Sejak kapan aku mengirimi mu e-mail dan mengatakan penting? Aku saja tadi baru bangun" Hiruma menghentikan langkahnya dan bertanya dengan sebelah alis yang di angkat tinggi- tinggi menandakan bahwa ia heran
"ini! Aku ada buktinya!" Mamori mengeluarkan handphone nya dan menunjukkan e-mail dari Hiruma Youichi
.
From: Hiruma-kun
Subject: Warning!
Mamori, cepat datang ke sini! Penting!
.
"Sejak kapan aku memanggilmu Mamori?" Tanya Hiruma
"eh?"
.
Lalu Mamori dan Hiruma membalikkan badannya menghadap Yoshi yang sedang membenarkan meja yang dia angkat untuk melindungi dirinya tadi, mereka berdua menatap Yoshi dengan tatapan tajam sampai Yoshi merasakan ada yang memperhatikannya dan kemudian menoleh
.
"eh? Ada apa?" Yoshi bertanya dengan wajah innocent nya, wajahnya itu benar-benar mengatakan kalau dia tidak bersalah sama sekali
"Mou, Yo-Yo-Yoshi-kun! Kenapa kau mengirim e-mail dengan nama Hiruma-kun?" kata Mamori sambil menggelembungkan pipinya
.
Yoshi mengerjap-ngerjapkan matanya lalu menatap mata biru Mamori kemudian bertanya pada nya
.
"Atas nama Youichi? Coba kau lihat baik-baik Mamori-chan" kata Yoshi
.
Lalu Mamori kembali melihat e-mail dari Hiruma
.
From: Hiruma-kun
Subject: Warning!
Cepat datang ke sini! Penting!
.
.
.
Yoo Mamori-chaaan! I miss youuu \^.^\ /^3^/ come here fast! 3. Yoshi-chan ;)
.
Wajah Mamori shock melihat kalimat terakhir dari e-mail itu. Sedangkan di dahi Hiruma muncul perempatan dan aura hitam yang membunuh yang menandakan kalau ia sangat kesal dengan perbuatan kakaknya itu
.
"kau! Benar-benar akan kubunuh!"
.
DRT DRT DRT DRT
.
Dan di mulai lah pertengkaran antar saudara di pagi hari itu
.
-SAIKYOUDAI NO MATSURI-
.
"mau hari ini ada matsuri atau tidak, kalian tetap latihan!" Kata Hiruma meneriaki anggota wizard yang baru datang sambil menembak-nembakkan pelurunya ke langit-langit
.
Sekarang mereka semua berada di lapangan amefuto di dekat club house. Di sekitar mereka banyak orang yang berlalu-lalang mempersiapkan berbagai macam peralatan matsuri untuk sore itu. Matsuri dilaksanakan di sebelah lapangan amefuto, di sana ada lapangan yang luasnya sama, bahkan lebih luas dari lapangan amefuto ini
.
"Fuu, kapten kita ini benar-benar terlalu bersemangat, padahal sore ini matsuri akan segera di mulai" kata Akaba sambil bermain dengan gitarnya
"Hiruma.. di buku ini tertulis 'ada baiknya kita bersenang-senang sedikit, menikmati acara yang ada, misalnya festival-festival untuk menghilangkan rasa stress, tertekan, dan hal negatif lainnya, apalagi kalau kita jalan-jalan menikmati acara itu dengan orang special'.." jelas Taka sambil terus membaca buku itu
"itu benar Hiruma! Ayolah, beri kami sehari saja waktu untuk bermain" kata Jumonji sambil melihat-lihat sekitarnya
"Tch, baiklah, latihan hanya sampai pukul 2 siang! Sekarang cepat ganti baju!" kata Hiruma sambil menembak-nembakkan pelurunya ke langit
.
'dasar Hiruma, hanya sampai pukul 2, aku kan mau bersiap-siap untuk jalan-jalan sama Mamori' kata Ikkyu dalam hati yang mendumel
"jangan harap kau bisa pulang untuk berdandan Biksu Sialan!" kata Hiruma ketus seakan dia membaca pikiran Ikkyu
"Heeh? Ti-ti-tidak! Siapa yang mau berdandan, itu hanya pekerjaan tidak penting" kata Ikkyu menyangkal perkataan Hiruma tadi sambil menyilangkan kedua tangannya di depan dada
"Hiruma-kun, kau ini benar-benar tidak ada baik-baik nya" kata Mamori yang sedang lewat di depan Hiruma
"Mana ada setan baik" sahut Hiruma dan tidak dihiraukan oleh Mamori, sedangkan anggota Wizards lainnya mengobrol tentang matsuri yang akan diadakan hari itu
.
"oh iya, nee Hiruma-kun, Kurita-kun dan yang lainnya bilang kalau mereka akan datang kemari sebentar lagi, mereka mau melihat latihan kita sambil menunggu matsuri di mulai, tidak apa-apa kan?" Tanya Mamori
"terserah" jawab Hiruma singkat
.
"hoooi, minnaaaa" tampak Kurita dan mantan anggota DDB lainnya berjalan beriringan
"oh itu mereka" kata Mamori
.
Ada Sena, Monta, Yukimitsu, Suzuna, Musashi, Kurita, Kuroki, Toganou, Komusubi, serta Taki, mereka mengenakan baju santai. Mereka semua saling menyapa satu sama lain dengan anggota Wizards, begitu pula dengan ha-ha bersaudara yang sudah lama tidak bertemu
.
"Hoi Kazu-chan!" teriak Kuroki pada Jumonji
"ah hai kalian berdua, sudah lama ya" jawab Jumonji
"oi Jumonji bagaimana kuliah mu? Ayo kita jalan-jalan seperti waktu di SMA dulu" kata Toganou
"baik-baik saja.. kau tahu, akuma itu tetap saja memberi kita latihan.. yah tak apalah dia juga memberikan korting sampai sebelum matsuri di mulai" kata Jumonji berbisik pada dua sahabatnya itu, sedangkan dua sahabatnya hanya menganggukkan kepala tanda mereka mengerti
.
"matsuri nya belum di mulai, lihat, orang-orang masih mempersiapkan semuanya" kata Jumonji menunjuk pada kumpulan orang yang berlalu-lalang membawa berbagai macam perlengkapan
.
Ketika Hiruma beranjak ingin ke club house untuk ganti baju, tapi langkahnya terhenti ketika ada yang memanggilnya
.
"Hei, sampah" kata Agon
.
Semua anggota Wizards dan mantan anggota DDB termasuk Hiruma dan Mamori menoleh ke arah suara itu, di sana ada Agon yang berdiri tidak jauh dari Mamori
.
"Agon-san! Kau sudah keluar dari rumah sakit?" Tanya Ikkyu yang sedang berlari menuju Agon
"Mana sampah itu?" Tanya Agon pada Hiruma sambil merangkul Mamori
"Eh? A-Agon-san?" Mamori terkejut karena Agon merangkulnya
.
Mamori mencoba melepaskan rangkulan Agon, tetapi rangkulan itu semakin erat
.
"A-Agon-san, tolong lepaskan" kata Mamori gagap karena takut oleh aura hitam yang keluar dari Agon sendiri
"Aku tidak tahu, lepaskan tangan kotor mu pada Manajer Sialan itu Dread Sialan" kata Hiruma yang kemudian mengokang senjata AK-47 nya
"Hoo? Kau mau menembakku? Beri tahu aku di mana sampah itu baru akan kulepaskan nona ini.. atau..." kata Agon sambil memegang dagu Mamori
.
Tampak ketakutan dari wajah Mamori
Gigi Hiruma bergemeletuk karena kesal dengan tingkah Agon, tampak aura hitam menguar dari diri Hiruma, lalu dia bersiap untuk menembak Agon dengan AK-47 miliknya. Anggota Wizards and mantan anggota DDB lagi-lagi tidak bisa berkutik karena perselisihan kedua iblis dan setan ini
.
"Musashi-kun, sebenarnya ada apa ya ini?" bisik Yukimitsu di sebelah Musashi
"aku juga tidak tahu, hei Kurita, kenapa lagi dengan dua orang itu?" tanya Musashi pada Kurita
.
Kemudian Kurita menceritakan semua kejadian hari itu, hari di mana Agon habis di hajar oleh kakak dari Hiruma Youichi
.
"Hee? Jadi Hiruma-san punya kakak?" kata Yukimitsu terkejut
.
Musashi yang sudah mengetahui identitas orang itu, diam saja karena paham dengan kejadian itu
Kemudian dari jauh terdengar suara orang yang sedang berlari mengarah kumpulan anggota Wizards dan berteriak seperti memanggil nama seseorang
.
.
"Maaamooooriiii-chaaaan!"
.
DUAG
.
Orang yang berteriak dan berlari ini tiba-tiba melompat dan menendang Agon yang sedang merangkul Mamori sehingga rangkulan itu terlepas dan Agon yang di tendang itu jatuh tersungkur
Seluruh angota Wizards terkejut melihat kejadian barusan, begitu pula dengan orang-orang yang sedang berlalu-lalang untuk mempersiapkan matsuri, 'siapa yang berani-berani nya menendang Agon itu? Setan kedua setelah Hiruma Youichi' batin mereka
.
"Yo-Yoshi-san?" kata Mamori terkejut
"Ohayou Mamori-chaaan XD" kata Yoshi sambil memeluk Mamori dari belakang dengan riangnya seakan-akan dia tidak melakukan tendangan barusan
"HIEEE! Hiruma-san!" teriak Sena yang terkejut dengan kehadiran tiba-tiba kakak dari Hiruma Youichi
"Hm? Ada apa? Kau memanggilku?" kata Yoshi pada Sena
"E-eh? Ah ya, eh ti-tidak" kata Sena gagap karena takut oleh Yoshi juga
"Hei, tidak perlu takut. Aku ini orang baik kok" kata Yoshi dengan senyum manisnya, disekitarnya muncul kilauan yang menambahkan aksen manis pada wajahnya
"AARGH kenapa kau tendang?! Kenapa tidak kau lempar saja seperti waktu itu!" teriak Kuroki di depan Yoshi
"Iya benar Hiruma! Lemparan mu waktu itu benar-benar hebat! Ajarkan kami!" kata Toganou juga yang ada di samping Kuroki
"hahaha baiklah, tapi kalian semua jangan panggil aku dengan nama margaku, aku bingung sebenarnya siapa yang kalian panggil. Jadi panggil aku Yoshi saja ya" kata Yoshi
.
(A/N : Yaa minna, mulai saat ini aku tidak akan panjang-panjang memanggil Hiruma Youichi dengan nama lengkapnya karena bingung ada banyak Hiruma di lokasi. Jadi untuk Hiruma Youichi aku ketik Hiruma [karena aku jadi aneh sendiri rasanya kalau ketik Youichi]. Hiruma Yoshi = Yoshi, Hiruma Yukino = Yukino, dan Hiruma Yukio = Yukio. Selamat membaca kembaliii :D)
.
"Ano.. maaf, Yoshi-san, tolong lepaskan aku" kata Mamori yang wajahnya sudah memerah karena masih dipeluk Yoshi
"Niichan! Lepaskan Mamo-neechan!" kata seorang anak perempuan yang tiba-tiba ada di belakang Yoshi
"hm? Memangnya kenapa Yuno-chan?" kata Yoshi dengan polosnya lalu membalikkan badan dan melepaskan Mamori
"Mamo-neechan itu cuma milik Youichi-niichan tahu!" kata anak perempuan yang di panggil Yuno ini sambil berkacak pinggang
Wajah Mamori semakin memerah mendengar perkataan anak kecil itu
"Mukyaa! Anak itu bilang Mamori-san milik Hiruma-san!"
"berisik kau monyet!" teriak ha-ha bersaudara kompak
"Mukya! aku bukan monyet!"
"dasar, aniki mesum" kata seorang anak laki-laki yang memiliki wajah sama dengan anak bernama Yuno itu
"eh? Hidoi! (jahat!) aku hanya senang menjahili Youichi kok!" kata Yoshi
"Ah, hai kakak-kakak semuanya, lama tidak berjumpa. Ah hai kakak tampan! (*melihat Yamato) Eh ada kakak yang waktu itu tidak ada (*melihat Yukimitsu dan lainnya yang waktu itu tidak ada di lokasi kejadian) perkenalkan lagi, namaku Hiruma Yukino. Ini saudara kembarku Hiruma Yukio" kata Yukino dengan sopan pada anggota Wizards dan ex-DDB tanpa memerdulikan kakaknya itu
"Ahaha, hai nona kecil" kata Yamato tertawa ringan karena ada anak kecil yang memuji dia tampan
"Sampah... beraninya kau menendangku" kata Agon sambil berdiri dari tempatnya tadi
"hee? Jadi tadi aku menendang sesuatu ya?" tanya Yoshi kembali pada topik awal pada Kuroki dan Toganou, tidak menghiraukan kata-kata Agon
"kau! Tck sudahlah, aku mau pergi saja dari sini. Lihat nanti, aku akan balas dendam padamu sampah, kukuku" kata Agon kemudian berbalik badan keluar dari lapangan itu
"Agon-san, bagaimana dengan latihannya?" teriak Ikkyu
"aku tidak peduli" kata Agon. Kemudian dia menghilang pergi entah kemana
"Waahahaha aku menang" kata Yoshi.
"waaah! Yukino! Yukio! Akhirnya kalian datang jugaaa! Ayoo kita bermain" kata Kurita dengan senangnya
"bermain? Wah, pasti menyenangkan! Baik, aku dan Yukio mau bermain dengan kakak!" kata Yukino yang senang di ajak bermain dengan Kurita
"kak, bagaimana kalau kita main dorong-dorongan seperti yang kakak lakukan waktu bermain ame..ame apa ya namanya… amefuto!" kata Yukino
"dorong-dorongan? Apa maksudmu Lineman? Baiklah, akan ku ajarkan" kata Kurita
"waai, kakak-kakak semua! Lihat! Aku mau bermain dorong-dorongan dengan Ryou-san!" kata Yukino senang
.
"hei! Lapangan ini bukan untuk bermain! Akan ku pakai untuk latihan!" teriak Hiruma pada Yukino
"jadi..aku tidak boleh ma-main? Hiks.." kata Yukino sesenggukan di bentak oleh kakaknya
"Hiruma-kun! Kau tidak boleh membentak Yukino-chan! Dia hanya mau bermain" kata Mamori sambil memeluk Yukino yang mulai menangis
"Tch, baiklah, cepat mainnya! sebentar lagi akan ku pakai lapangannya" kata Hiruma menyerah
"baiiik" kata Yukino yang sudah tidak menangis lagi
"ayo Ryou-san kita main!" kata Yukino menarik-narik pergelangan tangan Kurita
.
Dalam waktu yang tidak lama mereka berdua sudah berada di tengah lapangan. Kurita pun mulai mengajarkan Yukino cara menjadi lineman
.
"nah, sekarang kau coba dorong aku Yukino-chan" kata Kurita
"hei Kuroki, ayo bertaruh" kata Toganou
"hah? bertaruh apa?" Tanya Kuroki
"kau traktir aku makan kalau anak itu berhasil menjatuhkan Kurita"
"Hah?" ujar Kuroki
"Haah?" lanjut Jumonji
"Haaah?" lanjut Komusubi
"itu tidak masuk akal!" teriak mereka bertiga bersamaan
"mana mungkin anak sekecil itu bisa mendorong dan menjatuhkan Kurita seberat 155 Kilogram?" kata Kuroki
"Yaah, siapa tahu ini seperti di manga atau anime, anak kecil dapat menjatuhkan seorang raksasa" jelas Toganou
.
Yang lainnya hanya sweatdrop mendengar penjelasan Toganou, lalu Yukino sudah bersiap mengambil ancang-ancang untuk mendorong Kurita
.
"haaaaa"
.
ZREEET
.
Kurita tergeser beberapa centimeter karena dorongan Yukino
.
BRUG
.
"Horeee! Aku menaaaang" kata Yukino lompat-lompat
"haha..ha kau hebat Yukino-chan" Kurita hanya tertawa ringan sembari bangun dari posisi terjatuhnya
.
Kemudian suasana menjadi sunyi seketika
.
"hahahahaha"
.
Seluruh orang yang mengamati hanya tertawa melihat kejadian itu
.
"hebaaat! Itu baru namanya adik ku!" kata Yoshi sambil memeluk Yukino
"Kurita-kun memang pintar bermain dengan anak kecil ya, dia mengalah pada Yukino-chan" kata Mamori
"hei lihat! Kurita hanya berpura-pura supaya anak kecil itu senang, lagipula mana mungkin anak sekecil itu menjatuhkan Kurita, kita bertiga saja tidak bisa menjatuhkan dia. Itu artinya kau yang harus mentraktir aku makan! hahahaha" kata Kuroki pada Toganou
"tck, baiklah, padahal aku menaruh harapan besar pada anak kecil itu" kata Toganou yang kalah dengan taruhannya sendiri
"tapi Kurita tidak terlihat sedang bermain-main tadi" Ujar Banba
"itu tidak mungkin Banba, Kurita itu menghadapi anak kecil, dia tidak mungkin mengeluarkan kekuatannya seperti melawan Gaou" ujar Musashi
"Fuu, tapi irama gadis kecil dan Yoshi itu tidak jauh berbeda, bahkan iramanya lebih kuat dari Yoshi" kata Akaba
"ini tidak ada hubungannya dengan irama mu!" teriak Monta
"ahaha~ Mademoiselle Yunoi kau hebaat" kata Taki sambil berputar-putar dan mengedipkan matanya
"kakak bodoh! Namanya itu Yukino! Bukan Yunoi!" Omel Suzuna yang memukul kakaknya
"aaa mai shizutaaa sakit!" kata Taki yang mulai menangis
"hahaha" sedangkan Sena yang melihat hanya tertawa ringan
"kekeke, aku kira anak itu memang benar-benar menjatuhkan Gendut Sialan itu" kata Hiruma.
Kemudian ia teringat akan latihannya yang tertunda dan mulai memaki-maki kedatangan Yoshi serta adik-adiknya karena latihan mereka hari itu berhasil digagalkan, dan tidak disadari hari sudah mendekati malam, matsuri akan segera dimulai
.
Akhirnya Hiruma menyuruh teman-temannya untuk bubar karena mereka menrengek-rengek untuk menghadiri matsuri, setelah Hiruma mengizinkan mereka untuk pergi, anggota Saikyoudai Wizards mulai bertebaran kemana-mana, mantan anggota DDB berkumpul untuk jalan-jalan mengelilingi matsuri bersama, lain hal juga karena ada kembar Hiruma yang mengikuti mereka. Sedangkan Mamori dan Hiruma sedang berada di dalam club house untuk mengambil barang-barang mereka yang ada di sana
.
"Hiruma-kun.. ayo, pintunya akan segera ku kunci" kata Mamori yang sudah berada di depan pintu
"Hn" sahut Hiruma yang menuju pintu keluar
"nee, Hiruma-kun, bajumu yang tadi kan masih bersih, kenapa ganti baju lagi?" Tanya Mamori sambil berjalan menuju lapangan
"You're one to talk, damn manager"
"Mou, Hiruma-kun, kalau aku kan tadi pakai kaus dan celana training, makanya sekarang aku ganti baju, tidak mungkin kan aku jalan-jalan di matsuri memakai kaus dan celana training?"
.
Hiruma yang di protes itu tidak menghiraukan ucapan Mamori. Hiruma memakai kemeja hitam yang tidak dimasukkan kedalam celana panjang hitamnya, blazer non-formal yang kancing-kancing nya dibiarkan terlepas berwarna putih, sepatu hitam. Hiruma memang pintar dalam memadukan fashion, dengan begitu dia terlihat lebih tampan
Begitu pula dengan Mamori, ia memakai tanktop berwarna pink tua yang dipadu dengan cardigan putih yang panjang lengannya sampai sikut, lalu rok berwarna pink muda yang panjangnya selutut serta sepatu heels berwarna hitam yang tingginya hanya 3 centimeter
Kemudian mereka berdua berjalan menuju matsuri itu
.
"Nee, Hiruma-kun.."
"apa?" kata Hiruma, dia melihat Mamori yang berjalan disampingnya, pandangan Mamori hanya tertuju kedepan sampai dia menengokkan kepalanya menghadap Hiruma
"hari ini kita jalan-jalan berdua ya?" kata Mamori sambil tersenyum riang
"hn" Hiruma hanya menjawab seadanya
.
Lalu suasana menjadi hening karena tidak ada yang mengeluarkan suara di antara mereka
.
"Nee, Hiruma-kun.." panggil Mamori lagi
"apa lagi sih? Kau itu berisik tahu!" bentak Hiruma yang kesal karena di panggil terus-terusan oleh Mamori
.
Mamori tidak menanggapi bentakkan Hiruma dan menghentikan langkahnya, Hiruma pun yang sudah berada beberapa langkah didepannya ikut berhenti dan membalikkan badannya. Mata Mamori menampakkan keseriusan
"Nee, apa ada yang bisa ku bantu?" kata Mamori sambil tersenyum
"bantu apa? Kau sudah cukup banyak membantu Manajer Sialan sudahlah ayo ce-"
"tidak.. ini berbeda Youichi-kun, aku tahu kau sedang ada masalah, kenapa tidak kau ceritakan padaku?" kata Mamori kini tatapan matanya mulai melembut
"tidak ada yang perlu di ceritakan, ayo cepat atau matsurinya akan berakhir" kata Hiruma yang mulai membalikkan badannya
"Apa aku tidak bisa menjadi orang yang di percaya bagimu, Youichi?" kata Mamori yang kini wajahnya menampakkan wajah sedih
.
Hiruma kembali membalikkan badannya menghadap Mamori dan menatap mata biru Mamori lagi untuk beberapa detik, lalu dia berjalan menuju tempat Mamori berdiri dan berhenti dihadapan Mamori
"kekeke jangan sok tahu Mamori Sialan"
"Mou, jangan panggil aku dengan sebutan 'sialan' You! Kau itu bersikap aneh akhir-akhir ini makanya aku-"
Tiba-tiba Hiruma memeluk Mamori dan berkata
"Menurutmu, apa yang akan kau lakukan kalau kau tahu yang sebenarnya?"
.
"Eh? Tentu saja aku akan membantumu semampuku"
"ayo" kata Hiruma sambil melepaskan pelukannya dan menarik tangan Mamori untuk segera pergi ke matsuri itu
'sebenarnya ada apa? Kenapa dia menyembunyikannya dariku?' kata Mamori dalam hati. Tapi ia ingin menjauhkan pertanyaan itu dari pikirannya dan akan menanyakannya nanti serta membiarkan kekasihnya itu menikmati matsuri bersamanya
.
-SAIKYOUDAI NO MATSURI-
.
Waktu menunjukkan pukul 6 sore, sudah banyak stand yang di buka di matsuri yang diadakan di Saikyoudai, baik itu stand makanan maupun permainan. Terlihat Hiruma dan Mamori sedang berjalan berdampingan mengelilingi matsuri
.
"Nee, Hiruma-kun, apa kakak dan adik kembarmu tidak apa-apa dibiarkan begitu saja?"
"biar saja, nanti mereka juga menemukan sesuatu untuk bermain, lagipula aku sedang malas dengan mereka"
"apa mereka ada hubungannya dengan-"
"Mamori-chaaan!"
.
Tiba-tiba datang Yoshi dan dua adik kembarnya
.
"Mamo-neesan, ayo kita bermaiiin" kata Yukino yang menarik-narik tangan Mamori
"Bermain? Main apa?" tanya Mamori
"bagaimana kalau main-"
"Yuno-chan, Yuo-chan, bisakah kalian meninggalkan kami bertiga dulu? Ada yang ingin kubicarakan dengan Youichi-niichan dan Mamori-neechan" kata Yoshi dengan lembut pada kedua adik kembarnya itu
"baiklah.. kalau begitu kami pergi ke mana?" kata Yukino kecewa
.
Di saat itu datanglah mantan anggota DDB ke tempat mereka berlima berdiri
.
"Ya! Mamo-nee, sedang di perebutkan oleh dua pria tampan, kekeke" kata Suzuna sambil menirukan gaya tertawa Hiruma
"Su-Suzuna! Jangan begitu, Hiruma-san bisa marah" bisik Sena memperingati Suzuna
"kalian bisa bermain sementara dengan Ryou-niichan, Musashi-niichan, dan temannya yang lain kan?" kata Yoshi kepada dua adik kembarnya itu
"Musashi-niichan tidak bisa di bilang 'kakak' "
"hm, apa maksud mu Yuo-chan?"
.
"wajahnya sama sekali tidak cocok untuk orang seumuran kakak-kakak"
"…"
"…"
"…"
"…"
"HAHAHAHA" Ha-ha bersaudara tertawa terbahak-bahak mendengar pengakuan Hiruma Yukio
"bahkan anak kecil seperti dia.."
"..mulutnya sama tajamnya dengan kakaknya"
.
Musashi yang mendengarnya hanya memasang wajah asam karena anak kecil itu berhasil menurunkan mood nya secara drastic
Orang-orang lain hanya sweatdrop mendengar perkataan anak kecil itu
.
"HAHAHAHA"
"Kekekeke"
"Hahahaha"
"Yukio-kun! Kau tidak boleh begitu pada Musa-niichan!" kata Yukino kemudian menyikut badan saudara kembarnya
"aduh! sakit bodoh!" kata Yukio memegangi tulangnya yang disikut
"aku tidak bodoh!" kata Yukino sambil berkacak pinggang
"kau bodoh! Jelek! Tidak pintar!"
"kalau aku jelek, berarti kau juga jelek! Wajah kita kan sama!" kata Yukino menunjuk-nunjuk Yukio
"tidak! Aku tidak jelek! Kau yang jelek! Weee bodoh! Booodooh! Adik bodooh!" kata Yukio sambil menjulurkan lidahnya
"mm.. Huaaa Yo-niichan, Yukio-kun jahat! Huaaaa!" tiba-tiba Yukino mulai menangis
"hei hei Yuo-chan, kau tidak boleh begitu pada adikmu sendiri, ayo minta maaf" kata Yoshi memeluk Yukino
"naah ayo Yuno-chan, kau juga harus minta maaf pada kakak kembarmu" kata Yoshi membalikkan badan Yukino menghadap Yukio
"aku.. maafkan aku Yukio-kun" kata Yukino sambil membungkukkan badannya
"bagus.. anak pintar" kata Yoshi mengusap-usap kepala Yukino
"nah, sekarang giliranmu Yuo-chan"
"tidak akan. Aku tidak sudi minta maaf" kata Yukio sambil membuang muka dan melipat kedua tangannya di depan dada
"hei..
"..anak itu"
"mirip seseorang ya" ujar Ha-ha bersaudara sambil melirik Hiruma Youichi
"apa kalian lihat-lihat?!" kata Hiruma
"apa? Kau bllang apa Yuoo-chaaan?" kata Yoshi sambil meregangkan badannya, terlihat ia kesal dan mulai mengangkat tiang spanduk yang ada di dekatnya
.
Orang-orang di sana mulai ketakutan dengan amarah Hiruma Yoshi yang dapat menjadi monster kalau berurusan dengan benda di sekitarnya
.
"maafkan aku Yukino" kata Yukio sambil membungkukkan badannya dalam-dalam
"rupanya anak itu bisa takut juga" kata Monta yang baru lepas dari rasa stress karena perlakuan Yoshi sebelumnya
"siapa yang tidak takut dengan kekuatan seperti itu, dasar Monmon" kata Suzuna
"naah, kalau begitu kita berpisah di sini ya nona-nona dan tuan-tuan, sayounaraaa" kata Yoshi
.
Yoshi merangkul Hiruma dan Mamori yang ada di samping kanan-kiri nya meninggalkan adik kembarnya bersama mantan anggota DDB
.
"nee, Yukio-kun" panggil Yukino pada kakaknya
"apa?" jawab Yukio ketus
"bagaimana kalau kita membuat suatu permainan?"
"mainan apa?"
.
JIIIIT
.
Yukino menatap mantan anggota DDB dan otaknya mulai bekerja kemudian ia tersenyum
.
"Hihihi, bagaimana kalau kakak-kakak ini kita ajak bermain juga?" kata Yukino, tapi senyumannya ini sekilas seperti menyeringai
"baiklah kalau begitu, sepertinya pikiran kita sama ya, Yukino?" kata Yukio yang juga ikut menatap mantan anggota DDB
'aku merasakan firasat yang amat sangat buruk' kata seluruh mantan anggota DDB dalam hati
-SAIKYOUDAI NO MATSURI-
.
"Monster Sialan! Kau itu selalu saja mengganggu kami!" kata Hiruma yang kesal pada kakaknya itu
"hahaha, jadi kau merasa waktu dengan pacarmu ini jadi berkurang yaa karena ada aku?" kata Yoshi dengan senyum jahilnya
"kalau iya kenapa, Monster Sialan?"
"Mou, Hiruma-kun, kau ini marah-marah terus" kata Mamori, wajahnya memerah karena Hiruma bilang waktu berduaannya di ganggu oleh Yoshi
"berisik Manajer Sialan!"
"Mamori-chaan, bolehkah aku minta tolong?" tanya Yoshi sambil tersenyum
"hm? Ada apa Yoshi-san?"
"belikan aku balon warna pink itu?" kata Yoshi masih dengan senyum manisnya
"hee? Untuk.. apa?" Tanya Mamori heran, tentu saja, seorang pria berusia 20 tahun minta dibelikan balon, berwarna pink pula..
.
"tentu saja untuk adikku tercinta ini" kata Yoshi sambil merangkul Hiruma
"Monster Sialan! Kau pikir aku senang dengan mainan sialan itu! Ku bunuh kau!" kata Hiruma yang sudah menggenggam Handgun yang ada di kantong blazer putihnya
"ahaha.." Mamori hanya tertawa ringan melihat kelakuan kakak kekasihnya itu
"eh, kalian berdua tunggu ya, aku mau beli Takoyaki dulu, kau mau apa Hiruma-kun, Yoshi-san?" kata Mamori menunjuk stand Takoyaki yang ada di seberang mereka
"terserah"
"aku mau Ringo Ame (Permen Apel) !" katya Yoshi dengan riangnya
"baiklah, kalian tunggu ya" kata Mamori sambil berlari-lari kecil menuju stand Takoyaki
.
Kemudian tidak ada yang saling berbicara, mereka berdua sibuk dengan pikirannya masing-masing sampai akhirnya Yoshi memulai pembicaraan
.
"Youichi" Yoshi memanggil Hiruma dengan nada serius sambil melihat-lihat stand yang berada di dekatnya
"Hn"
.
Kemudian datang Mamori dengan 2 bungkus Takoyaki dan 1 Ringo Ame di kedua tangannya, sebelum dia memanggil Hiruma dan Yoshi, dia bingung kenapa kedua orang ini sangat tenang dan dia memutuskan untuk menguping pembicaraan kedua saudara itu
.
"Youichi.. kita akan berangkat ke Amerika 2 hari lagi"
.
Lalu Hiruma menundukkan kepalanya untuk menutupi wajahnya
.
"… Ya... Amerika"
.
.
"Ame...rika?" kata Mamori shock
.
.
Gomen yaa, kan rencananya di chapter ini adik kembar Hiruma mau punya 'permainan' khusus yang membuat anggota DDB kewalahan, Hiruma sama Yoshi mau battle game yang ada di matsuri, jadinya aku tunda di chapter depan.. maaf minnaaa
Nee, Nee, berhubung sebentar lagi UAS (Tidaaaaak!) saya mau hiatus dulu, huee sediih
Sampai bertemu next chapter!
Review ya Minnaa! Arigatou Gozaimasu! (^^)
