SAIKYOUDAI NO MATSURI

CHAPTER 5


Hai, Minna-san~ kembali lagi dengan saya. Akhirnya setelah satu bulan lamanya UAS saya selesai juga, banzai~ Saya balas dendam jadi buat chapternya sampe 5,268 kata, ohohoho~ dan saya tidak sabar untuk publish, kekeke

selamat menikmati cerita ya

sebelumnya saya mau balas review nya Enryou, kalau yang lain sudah di balas lewat PM yaa

Enryou-san, terima kasih sudah mengikuti dan mereview fic saya, ini chapter 5 nya, selamat membaca yaa ^O^


SAIKYOUDAI NO MATSURI

"Hei! Tunggu! Kalian berdua belum membayar makanannya!"

"HIEE Maaf pak, maaf!" kata Sena sambil membungkukkan badannya dalam-dalam

"Ini saya yang membayar! Ah! Hiruma-kun, eh maksudku Yukio-kun, Yukino-chan! Tunggu!" kata Sena sambil menyodorkan sejumlah uang kepada penjaga stand

"Hei, jaga adikmu baik-baik!"

"HIEE iya! Maaf, maaf, maaf, maafkan kami" kata Sena sambil membungkukkan badannya

"Mukya! HIruma bersaudara itu kabur ke sana! Sena kau memotong lewat jalan itu! aku akan mengejar mereka dari sini!" kata Monta yang baru saja tiba di tempat Sena berdiri

.

Sena, Monta, sedang sibuk mengejar dua kembar Hiruma itu karena mereka berdua membeli suatu dari stand kemudian kabur begitu saja. Begitu juga dengan anggota ex-DDB lainnya, mereka semua kewalahan dengan sikap kembar Hiruma itu

.

"Hahaha, Yuo-kun, ayo kita ke sana, kita beli Ringo Ame yuk! Dango yang aku beli(?) tadi sudah habis"

"Tunggu, Yuno! Kau itu lari nya cepat sekali, kau tahu kan aku ini lemah dalam olahraga!" kata Yukio yang terengah-engah

"Ayo Yuoo, cepaaat!" kata Yukino sambil menarik-narik lengan Yukio

.

Mamori P.O.V

Youichi.. Amerika.. apa maksudnya ini?

.

"Manajer Sialan"

.

Siapa yang akan pergi ke Amerika?

.

"Manajer Sialan"

.

Apa itu Youichi? Berapa lama dia akan pergi? Kapan dia kembali? Atau jangan-jangan..

.

"Manajer Sialan!"

"Kyaa!" aku terkejut karena teriakan iblis satu ini hingga aku menutupi wajahku dengan kedua tanganku

"Mou, Hiruma-kun! Aku kira ada hantu! Bisakah kau tidak berteriak di telingaku? Kau membuatku terkejut!"

"mana ada hantu di tempat seperti ini? Kau itu kenapa melamun?"

"ah? Ahaha iya benar juga ya, malahan hantu itu pasti takut padamu.. eh, tidak a-ada apa-apa kok, ahahahaha" kataku tertawa ringan, sambil melambaikan tangan di depan wajahku pelan

"Mana Yoshi-san?" kata Mamori mengalihkan topik

"Mamori-chaaan, You-chaaan, sini sini!"

.

Yoshi-san melambai-lambaikan tangan kirinya tinggi-tinggi pada aku dan Youichi dengan ekspresi riangnya, sejak kapan dia berada di stand tembak itu? Mungkin ini karena aku terlalu sering melamun jadi tidak sadar kalau dia sudah menghambur kemana-mana. Haaah, Sifatnya itu sangat jauh berbeda dari Youichi

.

Normal P.O.V

"Yoshi-san, sedang apa di stand ini?" tanya Mamori sambil melihat-lihat orang yang sedang bermain tembak-menembak

"bermain" kata Yoshi dengan wajah senangnya

"You-chan, ayo kita tanding. Aku tantang kau sekarang juga" kata Yoshi lagi pada Hiruma

"Tch, malas" kata Hiruma sambil melihat-lihat ke sekitar nya, siapa tahu dia akan mendapat bahan ancaman baru.

"Hoo, jadi kau menyerah sebelum bertanding, You-chan, ohohoho, baiklah, kalau begitu aku yang menang" kata Yoshi sambil menaikkan sebelah alisnya dan tersenyum licik

"Nah, MAMORI-CHAN, kau bisa memilih mana yang kau suka, aku akan ambilkan sebanyak yang kau mau" kata Yoshi sambil merangkul Mamori di sebelah kirinya dengan senyum manis

"eh? Aku?"

"Singkirkan tanganmu itu Monster Sialan!" kata Hiruma

"Bagaimana dengan boneka beruang warna cream itu? Wah lucunya, boneka itu memegang hati dengan tulisan 'LOVE'. Waah, sasaran empuk" kata Yoshi tanpa memerdulikan kata-kata adiknya tadi dan mulai mengokang senjata yang baru saja didapatkannya dari penjaga stand tadi

"eh? Tidak usah, Yoshi-san. Nanti merepotkan mu"

"tidak apa-apa, aku dengan senang hati akan memberikan itu untukmu, anggap saja itu hadiah dari ku, lagipula belum ada kan orang yang memberikan boneka seperti itu? Bahkan pacarmu pun sepertinya tidak peduli" kata Yoshi dengan senyuman yang semakin manis dan melirik Hiruma Youichi sekilas

.

"Monster Sialan! Aku terima tantanganmu! Hei kau orang sialan! Berikan senjata nya! Akan ku bantai stand mu"

"ba-baik! Ini silahkan!" kata penjaga stand itu ketakutan serta menyerahkan sebuah senjata pada Hiruma

"Manajer Sialan! Pegang senjata ku ini"

.

Hiruma menyodorkan senjata mainan itu pada Mamori dan membuka blazer putihnya lalu menyerahkannya pada Mamori. Kemudian ia mulai melipat kedua lengan kemeja panjangnya sampai sikut

.

"Lebih baik kau bersiap-siap untuk menangis karena kekalahan mu Monster Sialan! Kekeke"

.

SAIKYOUDAI NO MATSURI

.

"Kena kau!"

"Mou, Se-niichan! Lepaskan akuuu" kata Yukino memberontak karena Sena tiba-tiba menghentikan pelarian Yukino

"Ya~ Yukino-chan, kau tidak boleh lari-lari begitu, bagaimana kalau kalian tersesat?" kata Suzuna pada kembar Hiruma itu

"kami tidak akan tersesat Suzu-neechan. Ada Yuo-kun, dia pintar menghafal jalan" kata Yukino sambil menepuk-nepuk kepala Yukio

"Kau itu tidak sopan! Aku ini kakak mu tahu!" kata Yukio sambil menepis tangan Yukino dari kepalanya

"Nee, Yuo-kun, ayo kita buat permainan!"

"Hayo kalian berdua mau main apa?" kata Suzuna curiga

"Hm..." kedua Hiruma itu sedang berpikir tentang permainan yang akan mereka mainkan

"Ah, Yuo-kun, kau bawa 'itu' kan?"

"itu?" kata anak-anak ex-DDB serempak

.

Yukio membuka bagian kiri rompi coklatnya

"ooh, ini maksud mu?"

"iya iya ayo kita maaaain"

.

Anggota ex-DDB pucat melihat anak panah yang biasa digunakan untuk bermain 'Dart', terpampang rapih di balik rompinya. Jumlahnya tidak hanya satu, tapi jumlahnya itu sangat banyak hingga menutupi seluruh bagian dalam rompi tersebut

.

"dia bilang..main?" kata Yukimitsu yang tersenyum miris

"Mukya! Alat apa itu? Banyak sekali! Mana mungkin bisa di buat mainan!" Monta berteriak histeris karena alat yang akan digunakan adalah dart

"tapi..Yuno-chan, apa yang akan menjadi sasarannya?" kata Yukio sambil melihat sekitarnya. Tanpa memerdulikan komentar para 'penjaga' nya

"ini, aku punya apel, oji-san dari stand ringo ame [permen apel] itu memberikannya padaku tadi" katanya sambil tersenyum

.

Entah sejak kapan di tangan Yukino tiba-tiba terdapat satu bungkus plastik berisi apel yang berjumlah banyak

.

"anak ini mirip dengan Hiruma" kata Toganou

.

Kemudian mereka semua mencari tempat yang agak sepi dari keramaian karena ditempat mereka berdiri tadi banyak orang berlalu-lalang. Di sana tempatnya lumayan sepi karena sedikit lebih jauh dari sana tapi masih berada dalam jangkauan festival

Kemudian Yukino meletakkan dua apel di meja yang dia pinjam dari stand sebelah dengan alasan ingin membuat suatu permainan menarik.

.

"Nah, bagaimana kalau kakak-kakak sekalian mencobanya?" kata Yukio sambil menjulurkan sebuah dart ke Sena

"Eh? Aku tidak bisa, aku tidak pernah main ini sebelumnya" kata Sena

"berikan padaku, aku pasti bisa mengenai apel itu, hal mudah!" kata Kuroki bersemangat

"baiklah, ini silakan" kata Yukio sambil memberikan dart nya pada Kuroki

"Yosh, 1..2..3!"

.

TAP

.

Sebuah dart itu berhasil menancap di tengah-tengah apel. Kemudian Kuroki bersorak riang atas keberhasilannya

"Yeah! Jangan remehkan aku kalau bersangkutan dengan permainan!" kata Kuroki

"Wah, kau hebat Kuroki!" ujar Jumonji

"FUGO!"

"Tck, tck, tck.. itu hanya keberuntungan" kata Monta dengan angkuhnya

"apa kau bilang monyet?"

"Mukya! Aku bukan monyet dasar kalian bersaudara!"

"Hei, bukan kami yang bilang kalau kau monyet!" kata Jumonji dan Toganou

"dan.. kami bukan saudara!" kata Jumonji, Kuroki, dan Toganou bersamaan

Kemudian keempat manusia itu berkelahi hanya karena hal sepele

"mou, kakak! Tidak usah berkelahi! Ayo kita lanjutkan mainnya!" bentak Yukino

"kalian harus lihat ini" kata Yukio sambil mengambil ancang-ancang

.

TAP

.

Dalam waktu kurang dari 2 detik, dart itu sudah menancap..tidak..menembus apel yang terletak di meja yang jaraknya 7 meter itu. Monta, Kuroki, Toganou, dan Jumonji yang baru menyelesaikan perkelahiannya terdiam melihat kejadian itu

.

"seperti Kid dari Seibu saja"

"Wooa! Keren! Lihat! Dart itu menembus apelnya!" kata Kurita senang

"FUGO!"

"anak ini.. benar-benar adiknya You-nii dan Yoshi-nii" kata Suzuna pucat

"Nee, Yuo-kun.. aku bosan, ganti permainannya" kata Yukino menarik-narik kemeja putih berompi coklat milik Yukio

"kamu ini cepat sekali bosan ya, bagaimana kalau kita jalan-jalan ke festivalnya lagi?" kata Suzuna sambil tersenyum pada Yukino

"tidak mau.. aku maunya main.."

"memangnya kamu mau main apalagi?" kata Yukimitsu

"ah, aku punya ide" kata Yukino

.

Kemudian Yukino mengeluarkan sebuah kain persegi panjang berwarna hitam dari saku rok merah muda nya. Itu membuat anggota ex-DDB bingung, apa yang akan dia lakukan dengan kain hitam itu

.

"anoo.. itu penutup mata kan?" Tanya Sena

"Yup, benar!" kata Yukino dengan senyum girangnya

"untuk apa?" Tanya Monta

"untuk apa?" Yukino mengulang pertanyaan tadi dengan wajah bingung

"tentu saja untuk main dart dengan mata tertutup" kata Yukino

"tertutup?" kata Yukimitsu

"Yup, kali ini biar Yuo-kun saja yang main" kata Yukino sembari berjalan menuju tempat Yukio berdiri

"kenapa begitu?" kata Kurita

"kenapa begitu?" Yukino menghentikan langkahnya dan kembali mengulang pertanyaan tadi dengan wajah yang sama

"karena ini akan benar-benar menyenangkan" kata Yukino dengan senyum polosnya yang lebar

"menyenangkan..?" kata Suzuna

"hm! Yuoo-kun ayo pakai"

.

Kemudian Yukino memasangkan kain hitam itu di mata Yukio dan menginstruksikan Yukio untuk berjalan

.

"coba kau berjalan.." kata Yukino setelah menyelesaikan ikatannnya itu

"oke..hmm..Yuno..apa kau masih disana.. Yuno.."

.

Tiba-tiba kepala Yukio terbentur pohon ketika dia berjalan

"Huahahahaha!"

.

Monta dan tiga bersaudara itu tertawa lepas melihat Yukio membentur pohon. Sedangkan anggota ex-DDB yang lain hanya sweatdrop

.

"oke, berarti penutup mata itu benar-benar tidak ada celah untuk mengintip kan, kau berdiri di sini nanti aku instruksikan sasaranmu.." kata Yukino sambil memposisikan Yukio berdiri menghadap sasaran apel pertama tadi

".. nah sekarang.." Yukino tidak melanjutkan kalimatnya, tapi kemudian dia memandang Monta yang masih tertawa terbahak-bahak karena adegan tadi, lalu Yukino tersenyum.. bukan senyum biasa.. kemudian berjalan menuju Monta

"Moooontaa-niichaaaan~" panggil Yukino dengan senyum manisnya

"eh?" kata Monta yang tiba-tiba menghentikan tawa nya dan terkejut karena dengan cara Yukino memanggil namanya, dia merasakan ada yang aneh

"aaayo kiiita bermaaaiiiin~"

"ma-main? Main apa? A-aku kan tidak bisa bermain dart Yukino-chan" kata Monta yang agak gugup ketika Yukino menggandeng (baca: menyeret) nya menuju meja tempat sasaran apel itu

"Mou, aku tidak menyuruh kakak bermain dart" kata Yukino, memposisikan Monta berdiri membelakangi pohon

'kenapa perasaan ku tidak enak?' ujar semua anggota ex-DDB termasuk Monta

"tapi kakak akan menjadi sasarannyaaa" kata Yukino tersenyum penuh kesenangan dan tiba-tiba mengikat Monta di pohon besar itu

"Mukyaaa! Apa yang kau lakukan Yukino-chan!"

"Hah?!" ucap Jumonji

"Haah?!" disambung Kuroki

"Haaah?!" dilanjut Toganou

"Anak ini sudah gila!" kata Ha-ha bersaudara bersamaan

"Mou, Monta-niichan jangan bergerak-gerak! Apelnya kan jadi jatuh" kata Yukino, dia mengambil dan menaruh apel yang jatuh tadi ke atas kepala Monta

"Yuno! Apa aku sudah boleh melemparkan dart nya?!" teriak Yukio dari kejauhan

"eh tidak! Jangan dulu Yuo-kun! Kau mau membunuhku? Aku sedang meletakkan apelnya di atas kepala Monta-niichan!"

"HIEE! Bagaimana ini!" teriak Sena

"Yuki-chan! Ayo berpikir! Apa yang harus kita lakukan!" teriak Suzuna pada Yukimitsu

"Mukyaa! Justru kau yang mau membunuhku! Tolong! Tolooong! Sena tolong aku! Yukimitsu-senpai! Suzuna! Komusubi! Jumonji! Kuroki! Toganou! Kurita-senpai! Musashi-senpai!"

.

Sementara yang lain sedang panik, sibuk memikirkan cara untuk menghentikan kedua anak itu, Musashi hanya diam pasrah karena ia tahu bahwa percuma menghentikan kedua anak ini tanpa kakak-kakaknya

.

"Mon-niichan! Jangan bergerak-gerak terus! Kau mau kalau anak panah itu menembus otak mu?" kata Yukino sambil mengeratkan ikatan tali pada pohon itu

…..

Tiba-tiba suasana menjadi hening akibat kalimat yang dilontarkan anak berusia 10 tahun itu

"Kurita-san! Tolong hentikan Yukino sekarang!" teriak Yukimitsu kepada Kurita

"ba-baik!"

.

Yukino sudah kembali ke sisi Yukio untuk menginstruksikan arah sasarannya, sementara Monta yang diikat itu sudah 'tidak bernyawa' lagi karena stress. Di lain sisi Kurita sedang berlari menuju tempat Monta diikat di pohon itu, tapi Yukino menahan Kurita supaya tidak mengganggu permainan

.

"Mou, Ryou-niichan, kau tidak boleh melepaskan Monmon-niichan! Yuo-kun belum melempar dartnya!" kata Yukino, dia merentangkan kedua tangannya di depan Kurita yang sedang berlari menuju Monta

"ta-tapi Yukino-chan.."

"Mukyaaa! Anak itu akan segera melempar dartnya! Kurita-senpai, toloooong!" teriak Monta histeris melihat Yukio yang matanya ditutup oleh penutup mata sedang mengambil ancang-ancang untuk melemparkan dartnya

.

TAP

.

Semua anggota ex-DDB terdiam melihat Yukio yang sudah melempar dart, waktu terasa berhenti melihat dart itu yang jaraknya hanya 3 centi dari telinga kanan Monta

.

"Waah, Yuo-kun, kau gagal, dart nya hampir mengenai telinga kanan Monmon-niichan" kata Yukino

"Apa? Gagal? Tentu saja, itu karena ini pertama kalinya aku melempar dart dengan penutup mata" kata Yukio sambil mengintip dari penutup matanya itu

.

Sekali lagi, seluruh mantan anggota DDB tak berkutik akan kata-kata anak laki-laki ini

.

"baiklah, akan kucoba lagi" kata Yukio kembali memasang penutup mata itu dan mengambil sebuah dart dari balik rompi cokelat nya

"HIEE! Monta! Dia bisa mati!" teriak Sena yang mulai panik

"Kurita, cepat hentikan dia!" kata Musashi

"i-iya"

.

Ketika Kurita ingin melanjutkan pertolongannya, Yukino kembali menghadangnya. Kali ini Yukino menahan tubuh Kurita yang berat dan besar itu layaknya para lineman yang sedang bertanding

.

BRUG

.

"Kurita! Ini bukan waktunya untuk bermain-main" teriak Ha-ha bersaudara bersamaan yang kesal melihat Kurita yang mengalah pada anak kecil, melihat Kurita yang jatuh dalam waktu singkat

"Kurita-san, Monta dalam keadaan bahaya, kau harus segera hentikan anak itu!" kata Yukimitsu

"ti-tidak!" teriak Kurita yang sedang mencoba berdiri

"apa maksudmu?"

"aku tidak bermain-main. Aku sudah menggunakan seluruh tenagaku pada Yukino-chan"

.

-SAIKYOUDAI NO MATSURI-

.

"kekeke, aku menang"

.

Hiruma tertawa puas karena berhasil mengalahkan Yoshi di stand tembak-menembak

.

"Haah, baiklah, ku akui aku kalah" kata Yoshi menghela napas

"kau curang Hiruma-kun" kata Mamori

"apa kau bilang? Aku tidak curang"

"iya, kau curang, kau menggunakan senjata milikmu sendiri untuk menghabisi semua yang ada disini. Peraturannya sebenarnya kan memakai senjata mainan itu Hiruma-kun!"

"senjata itu tidak enak, lebih baik pakai punyaku saja, lebih praktis. Senjata milikku juga senjata mainan"

"Haah, baiklah, terserah kau saja" kata Mamori yang menyerah

"Oi, Manajer Sialan"

"aku punya nama Hiruma-kun!"

"ini ambil" kata Hiruma sambil melempar sebuah boneka kelinci berwarna putih yang berukuran kecil. Bentuk dan warnanya sangat mirip dengan kostum kelinci yang Hiruma pakai di Festival Olahraga Deimon (silakan lihat Anime Ep. 65 dan Manga Chap. 129 bagi yang belum lihat)

"waah, lucunya, terima kasih Hiruma-kun" kata Mamori tersenyum riang dan memeluk boneka kelinci itu dengan kedua tangannya

"Apa kau tidak memberikannya ke Yukino-chan?" Tanya Mamori. Belum sempat Hiruma menjawab, Yoshi sudah menyela terlebih dahulu

"Ma-mo-ri-chaaan~ lihat teddy bear ini, lucu kan?" kata Yoshi mengeja nama Mamori dan memperlihatkan sebuah boneka teddy bear berukuran besar berwarna cream yang di bungkus dengan plastik bening yang tingginya kira-kira sepinggang Mamori

"wah, iya lucu, besar sekali, apa ini untuk Yukino-chan?"

"tidak, aku membelinya untuk mu" kata Yoshi sambil memberikan boneka teddy bear itu, dan itu membuat Hiruma kesal karena hadiah yang ia berikan pada Mamori dengan yang diberikan Yoshi, perbedaannya terlalu jauh

"untuk..ku? tapi.." kata Mamori, lalu pandangannya beralih ke Hiruma yang sedang menahan rasa kesalnya tapi raut wajah itu tidak dapat terbaca jelas karena ia ahli dalam menggunakan poker face

"apa? Ambil saja, boneka itu juga tidak akan membunuhmu kan" kata Hiruma seolah-olah dia tidak peduli

"ambil lah, aku akan sedih kalau kau tidak mau menerima boneka ini" kata Yoshi dengan senyum manisnya sambil menyodorkan plastik berisi boneka beruang itu

"ah, iya, baik.. terima kasih Yoshi-san" kata Mamori sambil tersenyum

.

Lalu Yoshi melirik adiknya dengan pandangan mengejek, mata itu seperti mengatakan bahwa 'keh, hanya itu yang bisa kau berikan pada pacarmu?'. Hiruma Youichi pun terkejut melihat tingkah kakaknya itu dan tidak dapat menahan emosinya. Tapi ia tetap bersabar untuk tidak termakan oleh amarahnya sendiri dan mereka pergi meninggalkan stand tembak-menembak itu

.

Kemudian Yoshi dan Hiruma melanjutkan pertarungannya dengan bergabung pada permainan lain, seperti memancing yoyo air, Kingyo Sukui, memancing ikan mas dengan jaring kertas, mengambil bola yang sedang mengapung di dalam air dengan menggunakan sendok, dan semua permainan itu berhasil dimenangkan oleh Hiruma... dengan cara sesuka dia tentunya

.

"Hm... main apa lagi ya, pokoknya aku harus memenangkan permainan selanjutnya" kata Yoshi sambil melihat-lihat sekitar

"kekeke, kau tidak akan bisa mengalahkanku Monster Sialan" kata Hiruma

"tentu saja kau menang terus! Kau curang You!"

"curang apanya? aku menggunakan jaring kertas"

"tapi sebelumnya kau menembaki ikan-ikan yang ada di kolam itu sampai mengapung dulu!"

"berisik Monster Sialan! Yang penting aku menang, kekeke"

"sudah.. kalian berdua ini tidak ada hentinya berdebat" sela Mamori

.

Kemudian seorang perempuan berusia sekitar 30 tahun menyapa Mamori dengan wajah khawatir

.

"permisi nona.."

"iya, ada apa bu?"

"apa anda melihat anak ini di sekitar sini?" ujar ibu tersebut sambil menjulurkan selembar foto, foto itu menggambarkan seorang anak laki-laki berkisar usia 5 tahun

"hm.. tidak, memangnya ada apa bu?"

"tadi saya baru saja melihat-lihat barang diskon di sana dengan anak saya tapi tiba-tiba anak saya hilang entah ke mana, saya khawatir kalau terjadi apa-apa dengan dia"

"biar aku bantu mencarinya-"

"tidak usah Mamori-chan" kata Yoshi sambil tersenyum

"tapi kita harus membantu ibu i-"

"biar aku dan You yang mencarinya" sela Yoshi

"You, kalau aku menang kau harus berjanji satu hal"

"Baiklah, kalau aku menang kau harus jadi budak sialan ku, kekeke. Apa taruhan mu?"

"Biarkan aku dan Mamori jadi sepasang kekasih untuk hari ini" kata Yoshi dengan polosnya, Mamori yang mendengarnya pun shock

"He-hei, ini bukan ajang permainan!" teriak Mamori, wajahnya pun berubah merah

"Seenaknya saja kau bicara Monster Sialan!"

"hei, kau pun juga seenaknya saja!"

"Tch! Baiklah, tapi awas kalau kau macam-macam, kalau kau kalah, kau akan jadi budak ku seumur hidupmu"

"Roger, boss!" kata Yoshi sambil hormat

"permisi ibu, boleh kami lihat foto anak ibu tadi?" kata Mamori

"ini silakan" kata ibu tadi sambil menjulurkan selembar foto

"hm, baiklah.. Ayo kita berpencar, Mamori-chan kau mau ikut?"

"Iya, aku juga akan mencari anak itu dengan ibu ini"

"Nona, tuan, saya mohon bantuan anda"

.

Kemudian mereka bertiga berpencar ke arah yang berbeda-beda

.

Yoshi P.O.V

Lebih baik aku cepat-cepat menemukan anak itu, aku tidak mau jadi budak Youichi. Lihat saja You, aku akan menang! Tapi, sulit juga untuk mencari anak kecil di keramaian seperti ini, mungkin aku tanya saja pada orang-orang di sini

.

"Permisi Nona"

"Ah iya ada a…pa?"

.

Kenapa dengan perempuan ini? Kenapa wajahnya shock seperti itu, atau sepertinya dia terpesona dengan senyumku, hahaha

.

"apa anda pernah melihat anak ini?" kataku sambil memberikannya selembar foto

"Hm… sepertinya aku pernah melihatnya.."

"Benarkah?! Di mana?"

"Eh?! di sana, di dekat danau itu kan ada stand makanan, mungkin dia masih di sana kalau tidak salah" kata perempuan ini, menjawabnya malu-malu sekali, seperti Yuno saja

"hm, baiklah, terima kasih ya"

.

Hiruma P.O.V

Tch, susah juga mencari anak kecil sialan itu di tempat ramai seperti ini, mungkin aku harus mengaktifkan senjata ku ini supaya orang-orang sialan ini menyingkir, kekeke

Tapi tidak akan berguna juga kalau anak kecil sialan itu juga ikut kabur. Aku melihat sebuah bangku taman panjang di stand dekat danau, biar ku cari lewat laptop ku saja sambil duduk di sana

Setelah aku duduk di bangku itu, ku buka laptop untuk melihat CCTV yang aku pasang di seluruh Saikyoudai ini dan akhirnya aku menemukan anak kecil sialan itu berada di dekat danau, kekeke mudah sekali

.

Mamori P.O.V

"Bagaimana ibu bisa terpisah tadi?"

"iya, saya sedang melihat-lihat barang diskon di sana, saking ramainya saya tidak sadar kalau anak saya sudah menghilang, kasihan anak itu, dia tidak tahan kalau tidak ada saya disampingnya"

"tenang saja bu, kalau kita mencarinya bersama-sama pasti akan ketemu, apalagi anak laki-laki itu, mereka pasti dapat menemukannya" kata ku sambil tersenyum manis

"iya, terima kasih nak. Anak laki-laki itu, mereka itu bersaudara ya?" tanya ibu itu

"iya bu, hahaha maaf kalau sikap mereka seperti itu"

"tidak apa-apa, saudara memang begitu kan? Selalu saja bertengkar, tapi nanti juga akan baikkan sendiri"

.

Aku hanya tersenyum begitu ibu itu selesai bicara

.

"mereka itu orang baik ya, apa anak berkacamata itu pacar mu?"

"eh? Bu-bukan, dia bukan pacarku" aaaaa aku yakin wajahku ini pasti memerah

"hm? Kenapa? Dia cukup tampan, sepertinya dia juga akan menjadi suami yang baik untuk mu" goda ibu itu

"ti-tidak, aku saja baru bertemu dengan dia" aku kebingungan mencari alasan yang tepat untuk ibu ini

"hm… berarti anak berambut pirang itu pacarmu ya? Aku rasa dia juga akan menjadi suami yang baik"

"iya, tapi kami kan masih kuliah bu… ah kenapa tidak kita tanya orang sekitar sini bu?" kataku mengubah topik, aku malu kalau membicarakan Youichi sebagai pacarku

"permisi… apa anda pernah melihat anak ini?"

.

Normal P.O.V

Di dekat danau yang ada di festival itu, terlihat seorang anak laki-laki yang sedang duduk di pinggir danau sambil terisak-isak

.

"ibu… ibu ada di mana.."

.

Anak kecil itu terlihat begitu ketakutan ketika tiba-tiba ada seekor ular yang menghampirinya

"Tolong! Ada ular! Ibu! Huaaaa"

.

DOR

.

Tiba-tiba terdengar suara tembakan di sana, ular yang hampir menggigit anak kecil itu mati seketika karena peluru karet milik senjata itu

.

"Huaaaa ibuu! Aku takut! Huaaa"

.

Anak kecil itu menangis sekencang-kencangnya karena kemunculan Hiruma dan Yoshi dengan pandangan saling membunuh satu sama lain

.

"Kekeke, aku menang, Monster Sialan"

"tidak You, aku yang duluan ada di sini. Lihat, aku melemparkan batu pada ular itu" kata Yoshi sambil menunjuk batu yang ada di dekat ular itu

"Tapi ular sialan itu mati karena peluru ku!"

"Tujuan kita untuk menemukan anak itu, jadi aku yang datang duluan sebelum kau dan aku menang, ohohoho~"

"tidak! Aku yang duluan ada di sini! Kemenangan ini jadi milikku!"

"Hiruma-kun, Yoshi-san, hentikan kalian berdua!"

.

Perdebatan kedua anak laki-laki ini berhenti ketika ada suara seorang perempuan yang membuat mereka diam

.

"kalian ini kenapa membuat anak itu menangis?"

"dia yang mulai duluan! Aku sudah menemukan anak sialan itu sebelum dia, tapi tidak mengaku"

"enak saja! Aku yang menemukan anak kecil ini!"

"sudah hentikan kalian berdua, kali ini tidak ada yang menang ataupun kalah, kalian berdua seri" omel Mamori

"baiklah" kata Hiruma dan Yoshi bersamaan

.

"Rei-chan! Ya ampun dari mana saja kau? Ibu mencarimu tahu" kata Ibu itu sembari berlari dan kemudian memeluk anaknya

"huaaa ibu aku takut, kakak itu akan membunuhku, huaaa"

"tidak Rei, kakak itu justru membantu ibu mencarimu"

"benarkah?"

"Iya, kami membantu ibu mu untuk mencarimu. Maaf ya kalau kakak ini menakutimu" kata Mamori sambil tersenyum

"terima kasih ya kak"

"Nona, tuan, sekali lagi terima kasih ya nak sudah membantu saya, kami permisi"

"Iya, sama-sama bu, daaah" Kata Mamori sambil melambaikan tangannya pada anak dan ibu itu, kemudian kembali menghadap Hiruma dan Yoshi yang ada di belakangnya

"sekarang kalian berbaikan" kata Mamori berkacak pinggang

"berbaikan? Tidak mau!" kata Hiruma

"Youichi!" bentak Mamori

"Tch"

"jabat tangan"

.

Kemudian Hiruma menjulurkan tangan kirinya untuk menjabat tangan Yoshi, Yoshi pun membalas jabatan tangan itu

.

"Nah, kalau begini kan rasanya damai, bisa kan kalian berdua berhenti berdebat" kata Mamori sambil berjalan kembali ke festival itu

"Ayo, You, mau sampai kapan kau diam di sana? Kau mau aku ambil Mamori?" kata Yoshi sambil menyeringai

.

-SAIKYOUDAI NO MATSURI-

.

"Mou, kalian berdua, tunggu aku! Boneka-boneka ini menghalangi pandanganku"

.

Mamori sedang berlari-lari kecil menyusul Hiruma Youichi dan Yoshi. Karena Mamori tidak dapat melihat kedepan tiba-tiba ia tersandung batu dan kehilangan keseimbangan hingga terjatuh. Tapi sebelum dia menyentuh tanah, Mamori merasakan tangan seseorang yang melingkar dipinggangnya. Rupanya Yoshi sudah menolong Mamori terlebih dahulu. Lalu setelah dia membantu Mamori berdiri, ia melihat adiknya yang masih tidak berkutik ditempatnya tadi. Kemudian Yoshi memberikan pandangan 'kau saja tidak dapat melindungi pacarmu sendiri'. Hal itu pun membuat Hiruma Youichi semakin tidak dapat menahan rasa kesalnya

.

"Hiruma-kun" panggil Mamori

"apa?"

"kau baik-baik saja?"

"justru aku yang harus bertanya seperti itu"

"tenang, aku baik-baik saja" kata Mamori dengan senyum malaikatnya

"Tch"

"Hiruma-kun, bawakan boneka ku ini"

"tidak mau"

"ayolaah"

"tidak, mana ada anak laki-laki membawa boneka!"

"sini, biar kubawakan boneka kelincinya, Mamori-chan" kata Yoshi kemudian ia mengambil boneka kelinci yang ada di pelukan Mamori

"ah, terima kasih banyak Yoshi-san" kata Mamori tersenyum

"bukan masalah, hanya boneka" kata Yoshi membalas senyum Mamori. Lalu melirik Hiruma dengan pandangan 'memenuhi permintaan mudah saja, tidak bisa' dan menyeringai

.

Sudah tiga kali Hiruma Yoshi, kakaknya membuat dia terganggu, sangat terganggu dengan pandangan mengejek kakaknya. Lalu dia merebut boneka beruang yang ada di tangan Mamori

.

"Hiruma-kun! Apa yang kau lakukan?"

"kau menyuruhku untuk membawanya, bukan?"

"tapi tadi kau bilang tidak mau"

"cerewet"

.

Mamori menggembungkan pipinya tanda ia kesal pada Hiruma yang memanggilnya dengan sebutan cerewet

.

"sudahlah Mamori-chan, biar Youichi saja yang bawa boneka itu" kata Yoshi tersenyum dan membawa boneka kelinci itu dengan kedua tangannya

.

Selama perjalanan orang-orang terkejut melihat sang iblis Saikyoudai itu menggendong sebuah boneka beruang berukuran besar dan pandangan orang-orang itu membuat Hiruma tidak nyaman dan memberikan boneka itu pada Mamori kemudian ia mengokang senjatanya dan bersiap menembak siapapun yang memandang dirinya membawa boneka beruang

.

"apa kalian lihat-lihat orang sialan!" teriak Hiruma pada orang-orang yang memandanginya tadi

.

Orang-orang di sana ada beberapa yang lari ketakutan dan menundukkan kepalanya ketika Hiruma mulai meneriaki mereka

.

"Hiruma-kun, kau itu apa-apaan sih?" kata Mamori mulai menahan Hiruma supaya tidak mengamuk

"Hahahaha! You, You, kau itu kenapa? Malu eh dilihat banyak orang? Sebenarnya kau sangat menyukai boneka beruang sejak kecil kan?"

"diam kau Monster Sialan! Sejak kapan aku menyukai boneka sialan itu!"

"Hiruma-kun, sudah hentikan, ayo kita jalan saja"

"Tch"

.

Kemudian Hiruma berjalan lebih dahulu dan meninggalkan Mamori dan Yoshi. Yoshi mengajak Mamori untuk menyusul Hiruma

.

"Maaf ya Anezaki, dia memang selalu merepotkan"

"Ane-zaki?"

"kenapa? Kau lebih suka aku memanggilmu dengan Mamori?"

"eh, yah, itu terserah padamu"

"aku hanya senang menggoda dia, kau jarang-jarang kan melihat dia cemburu, hahaha"

.

Lalu Mamori teringat dengan pembicaraan Hiruma dan Yoshi tentang Amerika tadi dan menanyakannya pada Yoshi

.

"hm.. Yoshi-san"

"apa?" kata Yoshi sambil melirik Mamori di ujung matanya

"…a…rika.."

"Haah? Ucapkan lebih keras, aku tidak bisa mendengar" kata Yoshi

"apa.. Youichi akan pergi ke Amerika?" kata Mamori, matanya menatap mata emerald Yoshi

.

Yoshi terkejut dengan pertanyaan itu, bagaimana Mamori bisa tahu tentang pembicaraan Amerika itu. Lalu Yoshi hanya tersenyum menatap Mamori dan mendorong Mamori untuk jalan menyusul Hiruma

.

"pergilah.. nikmati festival ini bersama pacarmu itu, aku tidak akan menganggu kalian" kata Yoshi dengan senyum tulusnya, dia tidak menjawab pertanyaan Mamori

.

Mamori memutar arah badannya yang tadi membelakangi Hiruma sekarang menghadap Hiruma yang mulai menjauh. Kemudian kembali memutar badannya untuk berbicara pada Yoshi

.

"bagaimana dengan...

"... Yoshi-san?"

"apa.. dia.. hilang? Boneka kelinci dan beruang itu juga hilang…" Mamori sweatdrop begitu dia membalikkan badannya, Yoshi sudah tidak berada dibelakangnya dan sudah beranjak entah kemana. Kemudian Mamori berlari-lari kecil menyusul Hiruma yang semakin menjauh

"Hiruma-kun! Tunggu aku" kata Mamori sambil berlari mengejar Hiruma

"hm.. mana Monster Sialan itu?" Tanya Hiruma, ia heran kenapa aniki sialannya itu sudah tidak menganggu lagi

"tidak tahu, tadi dia menyuruhku untuk menyusulmu tiba-tiba dia menghilang"

"Boneka sialan itu mana?"

"tidak tahu, aku rasa dia membawa boneka kelinci dan boneka beruang itu juga"

.

Selama Mamori dan Hiruma melihat-lihat festival itu, tiba-tiba terdengar suara dari speaker di sekitar area festival

.

"Konbawa minna-san, apa kabar semuanya? Saya Koharu Hikari akan menemani anda untuk beberapa waktu kedepan. Bagaimana festival kalian? Menyenangkan bukan? Kalian pasti bingung, aneh ya, padahal ini adalah festival, tapi di sini seperti siaran radio saja, hehe.. supaya festival ini tidak terlalu sepi, bagaimana kalau kita memutar lagu? Umm.. yang pertama adalah Complication dari Rookie is Punk'd. Selamat menikmati semuanya. Untuk readers silakan mendengarkan lagu ini juga"

.

Nakidashisou na kao de ureu hikui sora (meratapi langit dengan wajah seakan ingin menangis)

Suru koto mo naku toki o kezuru (tanpa melakukan apapun, terasa teriris sesaat)

Hakidashu ba no nai omoi o nomikonde (menelan pikiran itu tanpa ada tempat untuk diluapkan)

Iradachi majiri no tsuba o haku (aku meludahkan semua itu bercampur dengan kejengkelan hati)

.

Nanimokamo ga kowaresou na fuan daite asu ni obie (menakuti hari esok di mana aku memeluk kegelisahan yang akan
hilang)

Asatte bakka miteta tte kotae wa denai koto datte wakatteru (dan hanya melihat hari lusa yang tidak akan memberikanku jawaban. Aku tahu itu)

.

Kagirinaku hirogaru masshiro na ashita ni nani o egaku? (Hari esok seperti kanvas kosong yang meluas tidak terhingga, apa yang harus aku gambar didalamnya?)

Genjitsu ga someyuku makkura na ashita ni nani o egaku? ( realita mulai menodai kanvas hitam, apa yang harus aku gambar di atasnya?)

Baik Hiruma maupun Mamori sama-sama tenggelam dalam pikirannya sendiri mendengar lagu tersebut

.

Mamori P.O.V

Youichi... kenapa dia tidak memberitahu ku tentang kepergiannya ke Amerika? Apa dia tidak memikirkan perasaanku kalau dia meninggalkan aku serta teman-temannya di sini?

.

"Manajer Sialan"

.

Apa dia akan benar-benar pergi ke Amerika? Tanpa memberitahu teman-temannya?

.

"Manajer Sialan"

.

Aku tidak mau kalau dia pergi, tapi apa dia akan berubah pikiran?

.

"Mamori"

.

Tapi- eh- kudengar ada yang memanggilku, siapa itu?

.

"Hiruma-kun, apa kau memanggilku?"

"iya, memangnya kenapa?"

"tidak… tidak kenapa-kenapa" kata ku sambil mengeluarkan senyum termanis ku

"kau itu aneh sekali, kau baik-baik saja?"

.

Eh apa dia menanyakan keadaanku? Apa dia baru saja mengkhawatirkan aku?

.

"siapa yang khawatir pada mu"

"eh, khawatir? Kau, kau membaca pikiranku?!"

"siapa yang membaca pikiran mu dasar monster sus, wajahmu itu jelek sekali tahu! Kekeke, tanpa membaca pikiranmu juga aku tahu dari ekspresi terkejut wajah bodoh mu, kekeke"

"Mou, Hiruma-kun, kau ja-"

Tiba-tiba kurasakan tangan kanan ku di genggam oleh tangan Hiruma, dan ini membuat wajahku memanas

"Ayo, kau kan belum melihat-lihat isi festival ini, daritadi hanya mengikuti aku dan Monster Sialan itu"

"i-iya"

.

Normal P.O.V

Hiruma dan Mamori kembali menyusuri festival itu, mereka sama-sama menikmati festival itu, sampai akhirnya memutuskan untuk bertemu dengan teman-temannya yang lain

.

"Hiruma-kun, ayo kita cari yang lain" kata Mamori sambil menarik tangan Hiruma yang masih menggenggam tangannya

"Hn"

.

Kemudian mereka sampai di stand Ringo Ame dan menemukan suara keributan di dekat sana

.

"Hiruma-kun, ada apa di sana?"

"Ma-mo-ri-chan~, apa kabar?" tiba-tiba Yoshi datang di belakang mereka dengan boneka beruang dan boneka kelinci di kedua tangannya

"Yoshi-san, darimana saja? Kau menghilang begitu cepat tadi"

"ahaha, maaf Mamori-chan, tadi aku ada urusan"

"Mukyaaa! Tolong aku!"

"eh itu suara Monta, kenapa minta tolong?"

.

Kemudian mereka bertiga berjalan menuju suara teriakan Monta. Begitu sampai di lokasi terlihat Monta yang di ikat di pohon dengan apel di atas kepalanya, Yukino yang sedang menahan Kurita kembali, dan Yukio yang bersiap melemparkan dart

.

"oh tidak, aku harus hentikan sekarang juga" kata Mamori mulai berlari tapi langkahnya berhenti ketika mendengar teriakan Yoshi

"Yuo! Yuno!" teriak Yoshi, lalu aksi kedua anak itu berhenti mendengar teriakan kakaknya

"eh ada Yoshi-niichan! Hai Niichan, bagaimana jalan-jalan mu?" kata Yukino dengan senyum manisnya

"Ma-mamori-neechan, tolong hentikan mereka berdua, Monta bisa terluka" kata Sena

"kenapa tidak kalian hentikan?" kata Mamori

"Itu, kekuatan Kurita-san tidak cukup untuk menghentikannya, tenaganya terlalu hebat untuk ukuran anak sekecil itu" jelas Yukimitsu

"apa maksudmu?"

.

Tiba-tiba terdengar suara dentuman keras yang menyebabkan tanah di sekitar situ bergoyang

.

"Mamo-nee lihat saja itu! Kuri-pon jatuh akibat dorongan Yukino-chan" kata Suzuna

.

Mamori shock melihat anak sekecil itu dapat melayangkan Kurita bertubuh seberat 155 kilogram. Kemudian Yoshi turun tangan untuk menghentikan anak-anak itu. Sementara Hiruma hanya terkekeh geli melihat Monta yang hampir pingsan

.

"Hei anak sialan! Berikan dart itu padaku" kata Hiruma menghampiri Yukio

"eh? Youichi-nii mau mencoba?"

"kekeke, lihat, aku akan mengenai apel itu"

"Mukyaa! Hiruma-san! Jangan!" teriak Monta memohon-mohon

"Hiruma-kun, jangan! Kasihan Monta" kata Mamori sambil menghentikan tangan Hiruma yang hampir melempar dart itu

"Tch, padahal baru saja mau mulai" kata Hiruma menurunkan dart itu kembali

"Yuo, Yuno, hentikan sekarang juga" kata Yoshi serius

"Mou, niichan, kenapa?"

"kau mau kejadian beberapa bulan yang lalu terjadi lagi? Kalian mau berurusan dengan polisi lagi?"


Yaa minna, akhirnya selesai juga chap 5. Terima kasih untuk teman-teman yang masih mengikuti fic saya ini. Dan sepertinya chap 6 itu last chapter, hiks... Di sana kita akan tahu apa Hiruma akan pergi ke Amerika atau tidak, kekeke

dan untuk translate lirik lagu itu, kalau readers kurang paham, readers bisa tanya sama Prof. Dr. Mbah Google ya, soalnya saya aja setengah mati translatenya T-T tapi saya paham sama maksud lagunya.. lagunya sedih T-T

Jaa mata nee sampai ketemu di chapter 6