SAIKYOUDAI NO MATSURI

CHAPTER 6

Nyaa Shinnen Omedetou minna *telat. Akhirnya last chapter update juga, horeeee.. \^0^\ /^0^/ Huaa. Sedih juga ya ini last chapter T-T. Habisnya saya juga bingung mau Dipanjang-panjangin ceritanya tapi nggak punya ide. Oh ya, sebenernya bukan last chapter sih.. yang benar-benar last ya ada di next chapter.

Saya mau balas review untuk yang tidak login. Kalau yang lain sudah di balas lewat PM ya

Guest: hehe makasih ya pujiannya, ini chapter 6 nya, selamat membaca :D


"Yuno, Yuo, ayo cepat minta maaf dengan teman-teman You-chan dan Mamo-chan, terutama Monta-kun" kata Yoshi dengan wajah serius dan kedua tangan di lipat di depan dadanya

"Maafkan kami" kata Yukino dan Yukio sambil membungkukkan badannya, tentu saja di paksa Yoshi

"Mukya! Kalian berdua hampir membunuh ku kau tahu?!"

"Monta! Tenanglah" kata Sena yang menahan-nahan Monta supaya tidak mengamuk lebih jauh setelah ikatan di pohon itu di lepas oleh Musashi

"Sudah Monta, maafkan saja mereka ya?" bujuk Mamori

"Ahem, karena ini permintaan Mamori-san, jadi kalian berdua aku maafkan" kata Monta sambil melipat kedua tangannya di depan dada seperti Yoshi

"Hm, Yoshi-san, tadi kau bilang berurusan dengan polisi, apa itu hanya sekedar gertakan untuk mereka?" tanya Yukimitsu

"Apa? Tentu saja tidak, mereka berdua ini benar-benar berurusan dengan polisi Amerika, sampai-sampai aku kerepotan mengurusi masalah mereka karena
orang tua kami sedang pergi keluar negeri dan aku juga tidak mau skripsi ku terganggu oleh masalah-masalah apapun, jadi waktu itu aku minta tolong Youichi untuk mengatasi masalah itu" jelas Yoshi

"Memangnya masalah apa yang mereka buat?" Tanya Kuroki dan Togano

"Hm.. Dulu kan kami tinggal di Amerika, waktu itu mereka berdua melukai anak-anak seumuran mereka, yah bisa di bilang teman sekolah mereka, sampai tulang tangannya retak parah, lalu anak itu pindah sekolah keesokan harinya"

"Maka dari itu aku segera menghentikan permainan mereka berdua ini, kalau tidak satu nyawa bisa melayang, apalagi dart itu lebih tajam dari yang kalian bayangkan" kata Yoshi dengan nada riang, senyum polos tergambar di wajahnya dan jari telunjuknya menunjuk ke atas, tanda dia mengucapkan angka satu

'monster.. keluarga monster..' batin anggota ex-DDB

"Itu kan gara-gara anak nakal itu mengejek Youichi-niichan dan Yoshi-niichan, mereka bilang Youichi-niichan dan Yoshi-niichan itu orang yang sangat jahat, bahkan sampai pernah membunuh orang.." kata Yukino, matanya berkaca-kaca ketika menceritakan kakaknya di fitnah anak-anak seumuran mereka

"Membunuh..?" kata Sena sweatdrop

"Tapi kau tahu kan kalau anak-anak itu tidak benar Yuno, mereka kan hanya bercanda" kata Yoshi sambil mengelus-elus puncak kepala Yukino

"Niichan kan orang baik, apalagi Youichi-niichan, dia selalu menemani aku tidur dulu kalau aku takut dan Yoshi-niichan tidak ada di rumah atau sibuk, membacakan aku cerita sebelum tidur, merawat aku kalau sakit, juga dia selalu menemani aku bermain permainan yang kami buat.." Yukino terus menceritakan kebaikan Hiruma Youichi semasa kecilnya. Ketika Yukino menceritakan kejadian-kejadian baik Hiruma, mereka ikut membayangkan perlakuan Hiruma membacakan cerita untuk anak kecil, merawat anak kecil waktu sakit. Mereka juga membayangkan jenis 'permainan' apa yang sewaktu kecil mereka lakukan, mereka membayangkan Hiruma mengajarkan Yukino dan Yukio bermain dart pisau dengan bayangan Hiruma tertawa setan.

Kemudian pandangan tidak percaya mereka semua menuju Hiruma Youichi yang berdiri tidak jauh dari mereka dengan Mamori disampingnya. Mata mereka semua mengatakan 'itu tidak mungkin!'

"Apa kalian lihat-lihat?" kata Hiruma ketus

"Hihihi, kau itu lucu ya Hiruma-kun" kata Mamori

"Sepertinya kau akan menjadi ayah yang baik kelak" Goda Mamori dan tersenyum di akhir kalimat

"Eh, apa aku salah bicara?" tanya Mamori karena tiba-tiba suasana menjadi hening

"Mamo-nee~ seperti nya kau menginginkan You-nii jadi suami mu yaaa~"

"Apa? Benarkah? Mamo-neechan akan jadi kakak ipar ku? Horeee" teriak Yukino senang

"Yuo-kun, apa kau dengar? Kita akan segera punya kakak ipar" kata Yukino sambil menarik-narik baju saudara kembarnya

"Heeh? Secepat itu kah?" kata Yukio heran

"Nee, Yoshi-niichan, untuk merayakan pernikahan Mamo-neechan dan You-niichan ayo kita beli hanabi!" kata Yukino sambil menarik-narik lengan kemeja Yoshi

Mamori shock, Hiruma diam, Suzuna senang yang lainnya hanya tertawa ringan kecuali Monta yang pundung di dekat pohon

"Waa, Hanabi! Yukino-chan, Yukio-kun, ayo kita lihat hanabi! Ayo Komusubi" kata Kurita

"FUGO"

"Hanabi? Ah ya benar juga, ayo semuanya, kita ke lapangan sepak bola untuk melihat pesta hanabi" ajak Yoshi, kemudian mereka semua berjalan beramai-ramai menuju lapangan sepak bola Saikyoudai yang memang sengaja digunakan untuk merayakan pesta kembang api di akhir acara oleh panitia festival layaknya konvoi geng motor

"Yoshi-nii"

"Hm? Ada apa Suzuna?"

"kenapa kau membawa boneka?" katanya sambil menunjuk boneka beruang dan kelinci yang ada pada Yoshi, antena di kepalanya mulai bergerak-gerak tidak jelas

"Ini milik Mamori-chan, yang kelinci dari Youichi lalu yang beruang ini dari ku" kata Yoshi sambil mengangkat kedua boneka itu

"Hoo, You-nii romantis juga rupanya" kata Suzuna

"Hah?"

"Haah?"

"Haaah?"

"Apa kalian Hah-hah?" kata Hiruma ketus

"eh.. tidak" ujar Ha-ha bersaudara kompak

"Mukyaa! Lihat saja, aku akan dapatkan boneka yang lebih besar dari itu!" kata Monta, Sena pun hanya tertawa ringan mendengarkan temannya satu ini

"Waah, yang kelinci itu mirip dengan kostum kelinci milik Hiruma waktu festival olahraga" kata Kurita

"Beruangnya besaaar, Yoshi-niichan, untuk ku mana?" kata Yukino

"Maaf aku tidak beli, kita beli kembang api saja ya?" kata Yoshi

"Baiiik"

"Ah, maaf Yoshi-san, aku lupa, biar aku bawa bonekanya" kata Mamori

"Tidak usah Mamo-chan, biar aku saja, atau kita titipkan saja pada paman penjual Takoyaki itu?" kata Yoshi sambil berjalan ke stand Takoyaki dan menitipkan kedua boneka itu

"Dia itu menyarankan tapi memutuskan sendiri" kata Jumonji heran

"Yoshi-niichan! Lihat! Itu kembang api nya ada banyak! Kita beli semuanya ya? Ya? Ya?" kata Yukino antusias

"Aku tidak punya cukup uang untuk membeli semuanya Yuno-chan, kita beli secukupnya saja" kata Yoshi sweatdrop

"Kekeke serahkan saja padaku" kata Hiruma sambil mengeluarkan buku ancamannya

"Hiruma-kun! Tidak ada ancaman untuk hari ini!" bentak Mamori

"Tch, dasar merepotkan" kata Hiruma sambil menyimpan buku ancamannya di saku kemejanya, kemudian mendapatkan death-glare dari Mamori

"Yukino-chan, kita beli secukupnya saja ya, tidak perlu banyak-banyak" kata Mamori sambil mengeluarkan senyum malaikatnya

"Hm.. baiklah, tapi beli yang besar ya?"

Kemudian mereka semua memilih-milih kembang api di stand kembang api yang ada untuk diluncurkan di lapangan sepak bola Saikyoudai. Ada jenis kembang api firecrackers/petasan, fountains, pinwheels, repeaters, rocket, roman candles and tubes, shells, dan sparkles. Setelah selesai memilih-milih mereka semua menuju lapangan sepak bola

"Wah, yang besar itu aku mau niichan" kata Yukino, dia membujuk Yoshi untuk membelikan kembang api jenis roman candles and tubes, kembang api jenis ini bentuknya besar, serta tingginya yang melebihi tinggi manusia pada umumnya, cara bermainnya diletakkan di tanah dan diluncurkan seperti kembang api yang lainnya. Hanya saja suaranya pasti seperti bom ketika diluncurkan

"Jangan, itu bahaya, yang rocket saja ya?"

"Waah, ramai sekali di sini, Yuo Yuo, lihat! Kakak-kakak itu punya banyak kembang api!" Kata Yukino sambil menggenggam kembang api jenis rocket di tangannya dan menunjuk para panitia festival yang sedang mempersiapkan berbagai macam kembang api

"Keren! Seperti tahun baru saja!" teriak Yukio kegirangan dengan kembang api jenis firecrackers di tangannya

"Biar semengerikan apapun mereka berdua, mereka hanya anak kecil" kata Monta sambil mengusap-usap hidungnya dengan jari telunjuknya

"Ya, kau benar Monta" kata Sena kemudian tersenyum dan melambaikan tangannya pada Yukino yang baru saja tersenyum ke arah Sena

"Apa itu kebijakan monyet lagi?" kata Ha-ha bersaudara kompak

"Mukya! Aku bukan monyet! Dasar Ha-ha bersaudara!"

"Kalau kau kena ikat lagi sama bocah itu baru tahu rasa, hahaha" kata Kuroki

"Diam kau Ha-ha bersaudara!"

"KAMI BUKAN SAUDARA!"

"Ya, Sena, kau itu lucu sekali kalau berurusan dengan anak kecil" kata Suzuna tiba-tiba ada di sampingnya dan kemudian hanya di balas senyuman dan tawa ringan oleh Sena, meskipun di sekitar pipinya terlihat agak kemerahan karena Suzuna bilang ia lucu

"Mungkin kita harus cari tempat yang agak sepi ya, kalau kita luncurkan kembang api nya di sini, aku khawatir dapat melukai orang-orang" kata Yukimitsu. Kemudian semua anggota ex-DDB membayangkan Yukino dan Yukio yang kembali berulah dengan kembang api milik mereka, di lemparkan pada anggota ex-DDB serta pengunjung tidak bersalah lainnya

Lalu mereka semua menjawab dengan anggukan cepat tanda menyetujui saran Yukimitsu dan segera mencari tempat yang agak sepi di dekat perkumpulan panitia pesta kembang api. Setelah menemukan letak yang pas untuk meluncurkan kembang api, Yukino, Yukio segera mempersiapkan kembang api rocket milik Yukino dengan bantuan Yoshi serta anggota ex-DDB lainnya yang juga membeli kembang api, mereka posisikan di tempat yang nyaman dan aman

"Yuo, aku bosan, ayo kita cari permainan sebelum dimulai"

"Hm? Permainan apa?"

"Hm.. Permainan apa ya.." Yukino melemparkan pandangannya ke sekitar, mencari-cari 'bahan' permainan yang akan dia-mereka gunakan untuk menghilangkan kebosanan, sampai akhirnya, matanya berhenti pada kembang api firecrackers yang ada di tangan Yukio

Ketika ia sedang berpikir apa yang akan dia lakukan dengan firecrackers tersebut, muncul sebuah ide yang membuat ia tersenyum lebar dan membisikkannya ke telinga Yukio. Aksi itu pun hanya diketahui oleh Yoshi dan Youichi, sementara yang lainnya sedang sibuk mempersiapkan kembang api mereka masing-masing

Setelah Yoshi dan Hiruma mengambil satu langkah mundur..

DUAR

Ada lima firecrackers yang dilempar oleh Yukio pada kumpulan Ha-ha bersaudara. Aksi itu pun membuat mereka bertiga shock setengah mati

Lalu kembang api jenis gangsing di lemparkan oleh Yukino pada Taki, yang sedang berputar-putar

"Ahaha~ lihat kemampuan ku sama dengan kembang api ini. Ahaha~" Kemudian dilanjutkan sebuah kembang api jenis tikus yang diluncurkan pada Sena, Monta, sehingga mereka lari terbirit-birit karena kembang api jenis itu adalah tipe kembang api yang diluncurkan di tanah dan di rancang untuk mengejar-ngejar ke arah yang tidak tentu

"HIEE!"

"MUKYA!"

"Tolong kami!" kata mereka kompak

Mamori dan Suzuna yang sedang melihat-lihat kembang api milik panitia pun menoleh mendengar suara teriakan Sena dan Monta. Suzuna dengan cepat pergi menuju Sena dan Monta untuk menolong mereka, tetapi ketika Mamori ingin ikut Suzuna, tiba-tiba tangannya ditarik oleh seseorang

"Suzuna! Tunggu a- Hiruma-kun?"

"Ayo"

"Ke mana? Tapi Sena dalam bahaya"

"Cebol Sialan itu lari nya cepat, tidak perlu khawatir"

"Tapi-"

"Monster Sialan itu bisa mengatasi Kembar Sialan itu" kata Hiruma berjalan semakin menjauhi keributan itu

Akhirnya Hiruma dan Mamori memisahkan diri mereka dari tragedi kembang api itu menuju lokasi lain untuk melihat kembang api tanpa gangguan saudara serta teman-temannya.

Sampailah mereka di danau tempat mereka menemukan anak kecil yang tersesat itu yang letaknya tak jauh dari lapangan sepak bola yang juga menjadi lokasi peluncuran kembang api

Mereka berdua duduk bersebelahan di rerumputan pinggir danau

"Hiruma-kun, kenapa kita memisahkan diri dari mereka?"

"Mereka itu berisik, sama sepertimu, kekeke"

"Mou, kalau begitu kenapa kau membawa ku kemari?"

"Menurutmu?"

"Menurutku? Aku tidak tahu"

Kemudian suasana menjadi hening karena Hiruma juga tidak melanjutkan pembicaraan dan Mamori tidak bertanya lagi

"Aku mau lihat kembang api itu berdua denganmu saja"

Mamori yang mendengarnya terkejut dan menoleh pada Hiruma

"Hiruma.."

"Tapi BOHONG, kekekeke"

"Mou! Hiruma-kun! Kau jahat!" kata Mamori sambil menggembungkan pipinya

"Sejak kapan aku jadi OOC seperti ini, kekeke menggelikan, kekeke"

"Kalau begitu apa gunanya aku di sini"

Mamori yang merasa dikerjai pun menjadi kesal dan berdiri hendak meninggalkan Hiruma yang sedang duduk di sampingnya masih tertawa terpingkal-pingkal

"Mau ke mana kau?"

"Bukan urusanmu aku mau pergi ke mana, daripada aku di sini hanya jadi bahan tertawaanmu, lebih baik aku pergi dengan Yoshi-san saja"

"Kau bilang apa tadi?"

Mamori yang mendengar nada jengkel dari Hiruma, membalikkan badannya untuk melihat reaksi Hiruma. Dan menjawabnya kembali dengan nada yang tidak kalah kesalnya

"Aku yakin telinga super sensitif mu itu tidak tuli, Hiruma. Dan aku bilang 'lebih baik pergi dengan Yoshi-san 'HIRUMA YOSHI" kata Mamori sambil menekankan nama Hiruma Yoshi

"Tidak boleh"

"Memangnya kenapa? Bukan urusanmu" kata Mamori dingin

"Aku bilang tidak boleh ya tidak boleh" kata Hiruma semakin ngotot

"Memangnya kau siapaku? Ayahku? Kakakku? Saudaraku? Bukan kan?" kata Mamori yang semakin jengkel

"Pacarmu"

"E-eh, kalau pacar me-memangnya kenapa" kata Mamori, wajahnya memerah mendengar ucapan Hiruma itu dan mulai salah tingkah

"Tentu saja kau tidak boleh pergi dengan siapapun selain dan tanpa izin ku"

"Mou, memangnya kau itu suamiku! Harus minta izin"

"Hoo, jadi kau mau menikah dengan ku, Ma-mo-ri~" kata Hiruma berdiri dari duduknya dan berjalan menuju tempat Mamori dan mendekatkan wajahnya pada gadis itu. Mamori pun menjadi semakin salah tingkah, otak jeniusnya tidak dapat berpikir keras mencari cara untuk menjauhkan Hiruma

"Kekekeke, wajahmu bodoh sekali, seperti orang bodoh, kekeke" kata Hiruma sambil kembali tertawa dan duduk di dekat Mamori berdiri. Mamori yang merasa kembali dipermainkan hendak pergi lagi, tapi Hiruma menarik tangannya supaya Mamori tidak pergi

"Hm, sebenarnya mau mu apa Hiruma-kun?" kata Mamori dingin

"Kemarilah.. kau itu begitu saja marah" kata Hiruma menarik Mamori untuk duduk disampingnya dan merangkul bahu kiri Mamori

"Habisnya kau itu senang sekali mempermainkanku" kata Mamori sambil memajukan bibirnya

"Kekeke, aku tidak mempermainkanmu, hanya hidup ku tidak tenang kalau tidak jahil, kekeke"

-SAIKYOUDAI NO MATSURI-

"Ahahaha, Yeeey, semuanya sudah kena! Hahaha" kata Yukino

"Aaaah, kau curang Yuno, aku hanya melempar firecrackers ku pada kakak Ha-ha bersaudara itu. Kau mengatasi semua kakak-kakak yang lainnya"

"Hahaha salah mu sendiri hanya punya firecrackers, kalau aku kan sudah punya banyak cadangan. Tapi lemparan mu tadi akurat sekali Yuo, sepertinya kau bisa menjadi penerus Youichi-niichan"

"Hei hei, bukan kah kalian pikir anak-anak ini sudah kelewatan?" kata Monta

"Hei, kau beruntung hanya di kejar-kejar kembang api tikus itu. Kau tidak lihat kami yang di lempar firecracker?" kata Jumonji

"Lihat, rambutku terbakar!" kata Kuroki

"Ya, kau beruntung, lihat, komikku jadi rusak gara-gara petasan itu" kata Toganou

"Tapi, ada beberapa yang tidak di serang. Kenapa ya?" kata Monta melirik Kurita, Yukimitsu, dan Musashi yang ada di samping Yoshi yang tangan kirinya sedang berkacak pinggang

"Ah ya curang! Kenapa mereka berempat tidak di serang!" teriak Kuroki

"Ya benar!" kata Toganou

"Hahahaha, kalian semua lucu sekali, hahaha" Yoshi tertawa puas melihat anggota ex-DDB yang menjadi korban kembang api

"Anak-anak itu tidak akan berani melukai atau pun mengerjai aku, kalau sampai mereka punya tekad untuk melakukan hal itu..." Aura hitam keluar dari diri Yoshi, ia sengaja menggantungkan kalimatnya. Lalu ia mengambil sebuah kaleng soda yang jatuh di dekat kakinya.

"...mereka akan menyesal seumur hidup mereka" kata Yoshi menyeringai dan meremukkan sampah kaleng soda yang tadinya utuh, menjadi lempengan tipis

'Seram MAX!' batin Monta

"Kalau mereka bertiga ini sih aku tidak tahu kenapa tidak di serang. Mungkin karena mereka bertiga ini ada di dekat ku" kata Yoshi sambil menunjuk Kurita, Yukimitsu, dan Musashi dengan jempolnya

"Semuanya, apa kalian tidak apa-apa?" kata Kurita khawatir

"Tidak apa-apa, hahaha" kata Sena sambil tertawa ringan

"Yoshi-san, boleh aku bertanya?" kata Yukimitsu

"Hm, ya silahkan"

"Sewaktu permainan dart tadi berlangsung, kau tiba-tiba menghentikan aksi mereka berdua, tapi ketika mereka bermain dengan kembang api itu, kenapa tidak kau hentikan?"

"Yaa, Yuki-chan benar Yoshi-nii, kenapa tidak di hentikan?" kata Suzuna

Kemudian Yoshi membalas tatapan mereka semua dengan wajah bingung

"Hm... kalian bilang kenapa ya... Itu kan hanya kejadian kecil, selama itu tidak membahayakan nyawa ya tidak apa-apa" jawab Yoshi polos

'kejadian kecil katanya?'

"Oh ya, mana Mamori-neechan dan Hiruma-san?" kata Sena

"Bukankah tadi mereka ada di sini?"

"Sepertinya mereka tahu kalau anak-anak ini akan berbuat aneh-aneh dan kabur" kata Toganou

"Untuk apa kabur?" kata Kuroki

"Ya untuk berduaan lah, mau apa lagi memang?"

"Mukyaa! Mamori-san pergi dengan Hiruma-san!"

"Biarkan saja mereka" kata Yoshi. Anggota ex-DDB menoleh pada Yoshi dengan pandangan bingung, karena Yoshi mengucapkannya dengan nada agak serius

"Yoshi-nii, ada apa?" kata Suzuna

"Biar saja anak itu.." kemudian Yoshi sengaja menggantungkan kalimatnya dan sebuah kembang api meluncur di udara

DUAR

..menikmati saat-saat terakhirnya di sini" kata Yoshi sambil tersenyum dan menatap langit yang sekarang dihiasi oleh berbagai macam kembang api. Semua yang sedang memperhatikan Yoshi mengucapkan lanjutan kalimat itu hanya diam menebak-nebak apa yang dikatakan Yoshi sebelumnya, suara kembang api yang di tunggu-tunggu itu mengganggu pendengaran mereka yang sedang fokus pada kalimat terakhir yang diucapkan Yoshi

"Kau bilang apa tadi?" kata Jumonji

"Tidak, bukan apa-apa, hahaha, ayo kita nyalakan kembang apinya" kata Yoshi mengalihkan topik dan mereka semua bermain dengan kembang api milik mereka sampai puas

"Yoshi-niichan, kita kan tidak punya korek api.." kata Yukino

"Hm.. mungkin kita bisa gunakan ini?" kata Yoshi sambil mengangkat flame thrower milik adiknya

...

"Waaah, indah nya, Hiruma-kun, lihat! Kembang apinya indah"

"…"

"Hiruma-kun.. ?" Mamori melihat Hiruma sedang melamun, meskipun pandangannya ke langit menatap kembang api itu, tapi Mamori tahu kalau pikiran kekasihnya itu sedang melayang-layang entah ke mana. Hiruma juga tidak memberikan respon ketika Mamori memanggilnya berulang kali

"…"

"Youichi.." Mamori menggerakkan tangan Hiruma yang masih bertengger di bahu kiri nya.

"Apa?" kata Hiruma menatap mata Mamori

"Kenapa kau melamun?"

"Tidak"

"Tidak?"

"Kenapa memang? Kau mau aku berteriak-teriak senang melihat kembang api sialan itu seperti suara perempuan sialan seperti 'ah indahnya' dengan mata berbinar-binar, Haah?" kata Hiruma sambil mengikuti suara perempuan

"Hmph, Aahahahaha"

"Kenapa kau ini?"

"Kau itu hahaha lucu sekali hahaha, hihihi, ahahaha" Mamori tertawa terbahak-bahak mengingat Hiruma menirukan suara perempuan

"Dasar aneh"

"Youichi-kun, kau itu kenapa melamun?" kata Mamori sambil menyandarkan kepalanya di bahu Hiruma dan kembali melihat kembang api

"Tidak apa"

"Jangan bohong You, aku tahu pasti ada apa-apa" kata Mamori kembali menatap mata Hiruma

"Cerewet"

"You, boleh aku bertanya?"

"Apa?"

"Hm… Apa... kau" Mamori bertanya dengan gugup, sebenarnya dia tidak sanggup mendengar jawaban yang akan diberikan Hiruma dan tidak berani menatap mata nya. Tetapi kalau dia tidak bertanya untuk memastikan kepergian Hiruma ke Amerika, perasaan ingin tahu nya itu akan terus menghantui dia

"Apa?"

"Apa benar.. kau akan pergi ke Amerika?" Mamori menatap mata Hiruma lurus-lurus. Meskipun dia takut akan jawaban yang akan diberikan Hiruma mengecewakan

Hiruma sendiri terlihat terkejut dengan pertanyaan Mamori, ketika ia mulai membuka mulutnya untuk menjawab, jantung Mamori terus memompa lebih cepat sampai terasa berhenti

"..itu.."

DUAR

Suara kembang api yang memekakkan telinga itu mengalahkan suara Hiruma. Mata Mamori membulat karena apa yang dikatakan Hiruma. Meskipun Mamori tidak dapat mendengar apa yang diucapkan nya karena suara kembang api itu, tapi dia dapat mengetahui apa yang diucapkan Hiruma dari gerak bibir nya. Dan jawabannya adalah..

Ya..

Mamori menundukkan wajahnya setelah Hiruma tidak berkata apa-apa lagi, sepertinya Hiruma memang berencana untuk pergi diam-diam tanpa memberitahu Mamori dan yang lainnya. Hiruma juga kembali melihat langit yang masih dihiasi kembang api dengan wajah tenang

"Kapan.. keberangkatannya?" Mamori mencoba berbicara dengan Hiruma lagi, ia berterima kasih pada suara-suara kembang api ini karena Hiruma tidak akan bisa mendengar suaranya yang bergetar dan air matanya yang hampir tumpah. Pandangan Hiruma pun tak juga lepas dari langit

"Besok"


Yaa.. Gomen na minna-san.. saya potong sampai sini ya, karena panjaaaaaaaaang sekali :D

See you next chapter!

Review please