Halooo minnaaa, ini benar-benar chapter terakhirnyaaa

Selamat membaca yaaa :D semoga kalian puas dengan chapter terakhir ini.


Kediaman Anezaki 6.30 am

Tidak biasanya Mamori bangun agak siang, meskipun minggu, ia akan tetap bangun pagi. Ini karena ia tidak dapat tidur karena terlalu memikirkan tentang kepergian Hiruma hari ini. Meskipun ini adalah minggu pagi yang cerah, tapi perasaan Mamori tidaklah secerah keadaan di luar. Pikirannya kembali melayang pada hari kemarin, saat ia dan Hiruma membicarakan kepergian Hiruma ke Amerika.

"Jadi.. besok ya.."

"Hn"

"Pukul.. berapa?"

"Entahlah, aku tidak tahu, mungkin pagi"

Setelah Hiruma memberitahu kapan kepergiannya, ia tidak membahas itu lagi, begitu juga dengan Mamori, ia merasa pembicaraan itu cukup

Ketika Mamori tersadar dari lamunannya, ia melihat handphone nya yang ada di dekat jam weker yang berkedap-kedip tanda ada pesan masuk. Hiruma Youichi. Nama itu terpampang di layar handphone nya dan segera membuka pesan itu

To : Manajer Sialan

From : Hiruma Youichi

Subject : (no subject)

Mamori, apa kau tidak mau mengantarku sampai bandara? Aku akan berangkat dalam satu setengah jam lagi

E-mail dari Hiruma Youichi itu mengejutkan Mamori yang baru bangun dari tidurnya, 'kenapa ia pergi secepat ini? Tidak bisa kah Hiruma menolak untuk tinggal di Amerika?' batin Mamori. Segera ia menghubungi teman-temannya yang lain untuk menyusul ke bandara

-SAIKYOUDAI NO MATSURI-

Bandara Narita, 7.00 am

Terlihat seorang pemuda berambut spike pirang yang memakai T-shirt hitam yang di padu dengan jaket hitam serta celana jins hitamnya yang di ketahui Hiruma Youichi baru memasuki bandara sedang menarik-narik koper besar yang ada di tangan kirinya, mulutnya tidak berhenti membuat balon dari permen karet mint nya. Wajahnya terlihat sangat kesal. Orang-orang sekitar yang mungkin mengenali Hiruma atau lebih tepatnya budak nya merasa aneh melihat Hiruma membawa koper besar

"Hei, itu Hiruma kan?" kata seorang laki-laki pada temannya

"Mana?"

"Itu, dia bawa koper bersama seorang laki-laki disebelahnya, juga anak-anak kecil itu"

"Oh ya, mau ke mana ya dia?"

Orang yang mengenali Hiruma atau budak nya berbisik-bisik tentang Hiruma saat itu. Tentu saja Hiruma mendengar bisikkan orang-orang itu, tapi ia tidak menghiraukan

"You-chan, apa kau yakin soal ini?" kata pemuda bernama Yoshi

"Ya, aku sangat yakin. Dan berhenti memanggilku dengan sebutan –chan sialan itu!"

"Hm... Baiklah, pastikan kau tidak menyesal- ah Yuno! Hati-hati! Yuo, jaga adikmu"

"Mana pak tua sialan itu?"

"Siapa? Tou-san? Oh, dia kan sudah pergi ke Amerika duluan bersama Kaa-san"

"Kenapa di tinggal?"

Mereka berempat duduk di bangku kosong yang disediakan pihak bandara sambil menunggu keberangkatannya satu jam lagi

"Itu kan gara-gara kami menunggu jawabanmu atau lebih tepatnya memaksamu untuk ikut ke Amerika" kata Yoshi sambil memaju-majukan bibirnya dengan wajah seperti anak kecil

"Apa-apaan wajah jelekmu itu" kata Hiruma memandang Yoshi jijik

"Aaah.. aku pasti akan merindukan Mamori-chan, kenapa dia tidak mengantar kita ke sini ya? Apa dia tidak merindukanku?" kata Yoshi sambil merenggangkan badannya yang pegal-pegal

Ia berniat memancing amarah Hiruma, tapi tidak ada respon dari Hiruma sendiri. Ia melirik adiknya itu dengan wajah jengkel karena umpan nya tidak berhasil

"Tumben" gumam Yoshi

"Apa?"

"Tumben kau tidak marah"

"Berisik kau Monster Sialan"

.

.

Bandara Narita, 7.50

"Mamo-nee!"

"Ah, Suzuna-chan, Sena, Taki-kun, Monta, kalian sudah di sini rupanya"

"Mamori-san, apa benar Hiruma-san mau pergi ke Amerika?"

"Iya, benar" kata Mamori lesu

"Mamori-neechan.. Apa kau yakin?"

"Iya, dia yang bilang sendiri padaku kemarin waktu festival. Aku juga menerima E-mail dari dia pagi ini, makanya aku langsung menghubungi kalian" kata Mamori memasang senyum palsu

"You-nii curang! Kenapa tidak memberi tahu kita semua?"

"Ahaha~ pasti dia punya alasan tertentu my sister"

"Anezaki-chaaan, Sena-kun, Suzuna-chan, Monta-kun, Taki-kun"

"Itu, Kuri-tan, Musa-shan, dan Yuki-chan" kata Suzuna

"Suzuna, kau itu senang sekali mengubah nama orang.."

"Mana Hiruma?" Tanya Musashi

"Aku tidak tahu, kami belum mencarinya" kata Mamori

"Setan itu, kenapa tidak memberitahu kita"

Lalu Mamori menjelaskan hal yang sama pada Kurita, Musashi, dan Yukimitsu yang baru datang itu seperti pada Suzuna, Monta, dan Sena

"Apa kau yakin Anezaki?" kata Musashi. Ia juga heran kenapa Hiruma tidak memberitahu sahabatnya

"Iya"

"Apa kau yakin membiarkan Hiruma pergi begitu saja?"

"..Ah sebentar lagi pukul delapan, setidaknya kita bisa mengucapkan selamat tinggal, ayo kita cari dia, ayo Suzuna-chan" kata Mamori dengan senyum palsunya

"Aku yakin dia sangat sedih" kata Kurita

"Bagaimana kalau kita bujuk Hiruma-san supaya tetap di sini?" kata Sena

"Ide bagus Sena, tapi apakah berhasil?" sahut Monta

"Selama masih ada kesempatan dan itu belum mencapai 0% kita harus terus tetap mencoba"

"Anak ini mirip Hiruma"

"Hoooi!"

Terdengar suara Ha-ha bersaudara dari kejauhan, anggota ex-DDB pun menoleh, mereka berlari-lari seperti di kejar Cerberus. Oh ya, apa Cerberus ikut ke Amerika? Mereka semua pasti akan merindukan Cerberus

"Kami melihat Hiruma di sana!" kata Jumonji

.

.

Pesawat B001 tujuan Amerika akan segera lepas landas dalam 10 menit, bagi para penumpang yang masih berada di luar pesawat, kami persilahkan untuk masuk

Kemudian mereka berempat segera berjalan menuju pesawat yang di pimpin oleh Yukio, Yukino, Yoshi, dan terakhir Youichi di belakang

"Yosh! Pesawatnya sudah ada, ayo kita naik" kata Yukio

"Benarkah itu pesawat kita? Cepat sekali.. Nee, Yoshi-niichan, apa Mamo-neechan dan yang lainnya tidak ingin mengucapkan selamat tinggal pada kita?" kata Yukino sedih, tapi Yoshi tidak menjawab

"Youichi-niichan, kenapa Mamo-neechan tidak ikut ke Amerika bersama kita?"

"Kenapa Manajer Sialan itu harus i-"

"Hiruma-kun.."

Datang Mamori serta anggota ex-DDB di belakang Mamori. Mereka memasang wajah sedih melihat mantan kapten Devil Bats itu memegang koper besar

"Ah, itu Mamo-neechan!" kata Yukino senang melihat Mamori serta teman-teman lainnya datang

"Woow, ramai sekali, ada apa ini?" kata Yoshi

"Yoshi-san, jadi benar kalau kalian akan pergi?" kata Sena

"Seperti yang kalian lihat" kata Yoshi sambil tersenyum

"Hiruma, jelaskan pada kami" kata Musashi tegas

"Apa yang harus aku jelaskan?" kata Hiruma datar

"Jangan pura-pura bodoh Hiruma" kata Jumonji

"Hiruma-kun, tidak kah sebaiknya mengucapkan salam perpisahan?" kata Mamori tersenyum

"..."

"You-nii, kenapa kau tidak bilang pada kami kalau kau akan pergi ke Amerika?"

"Suzuna! Kenapa kau bertanya lagi!" kata Monta

"Aku mau mendengarnya dari You-nii langsung, aku mau memastikan lagi dia pergi atau tidak" kata Suzuna serius

"Jadi You-nii, kenapa kau pergi ke Amerika tanpa memikirkan teman-temanmu di sini? juga.. Perasaan Mamo-nee kalau kau tinggal begitu saja?" kata Suzuna serius kemudian pandangannya berubah sedih ketika menyebut perasaan Mamori

Hiruma tidak menjawab pertanyaan Suzuna, lalu ia membalikkan badannya membelakangi anggota ex-DDB dan menundukkan kepalanya, saat itu tidak ada yang mengeluarkan suara di antara mereka, hanya suara orang berlalu-lalang dan speaker bandara itu

Pesawat B001 tujuan Amerika akan segera lepas landas dalam 5 menit, bagi para penumpang yang masih berada di luar pesawat, kami persilahkan untuk masuk

"Ah, itu pesawat kita" kata Yukio

Kemudian mata mereka semua menangkap bahu Hiruma terlihat bergetar, "Hiruma.." gumam Kurita. Dengan cepat Mamori segera menghampiri Hiruma, tapi, langkahnya tidak akan berhenti sebelum..

.

.

"KEKEKEKEKE!"

"AHAHAHAHAHA!"

Suasana hening itu tiba-tiba menjadi suara tawa lepas dari Hiruma dan Yoshi. Orang sekitar yang menyaksikan Hiruma dan Yoshi yang tertawa terbahak-bahak pun heran, begitu juga dengan anggota ex-DDB

"Eh, ada apa ini sebenarnya?" Tanya Yukimitsu

"Youichi, apa-apaan ini? Hahahaha!" kata Yoshi di tengah tawa nya

"Kekeke, mana aku tahu! Kekeke!"

"Ahahaha, sungguh dramatis, hahaha, seperti opera sabun saja, hahahaha!" kata Yoshi lagi

Mereka berdua tertawa terbahak-bahak sampai mengeluarkan air mata dan perut mereka sakit, "Ahahaha aduh.. perut ku.. ahahaha.. sakit," kata Yoshi

"Anou.. bisa tolong jelaskan yang aku lihat ini? Baru saja suasana terasa tegang, kenapa tiba-tiba begini?" kata Sena

"Nee, Sena-niichan" panggil Yukino yang tiba-tiba ada di depan Sena dan anggota ex-DDB lainnya

"Youichi-niichan itu tidak pergi ke Amerika" kata Yukino sambil tersenyum masam

"Eh? Tapi waktu itu aku dengar Hiruma-kun bilang 'ya' waktu aku tanya ia pergi ke Amerika atau tidak"

"Dasar pecinta creampuff sialan! Aku tidak bilang 'ya', tapi aku bilang 'tidak' ! kekekekeke"

"Tapi!... eh.. ya, sepertinya kau benar Hiruma-kun, aku tidak mendengar suaramu karena suara kembang api itu, jadi waktu aku hanya menyimpulkan dari melihat gerak bibir mu itu, kau bilang 'tidak'.."

"Kekekeke dasar! Pokoknya waktu itu aku bilang 'tidak' ! Kekeke wajah kalian bodoh sekali tadi, kekeke. Mati-matian aku menahan tertawa! Kekekekeke"

"Lalu kenapa tidak kau perjelas Hiruma-kun!" kata Mamori mulai kesal

"Oya? 1. Kau sudah tahu. 2. Kau tidak minta aku untuk memperjelasnya, kekeke"

"Apa? Kalau begitu, E-mail itu, siapa?" kata Mamori

"E-mail apa?" kata Hiruma. Kemudian mata mereka semua melirik tajam Yoshi yang masih tertawa terbahak-bahak

"Ahahaha, eh kenapa aku jadi merinding" kata Yoshi sambil memegang leher belakangnya

"Yooo-shii-san, apa ini ulahmu lagi?" kata Mamori sambil menunjukkan layar handphonenya dengan aura hitam dibelakangnya, dia berjalan menuju Yoshi yang masih tertawa

"Mukyaa! Dark Mamori!"

"Eh, ulah apa?"

"E-mail mu, Yoshi-nii" kata Suzuna dengan wajah masam

"Coba ku lihat" kata Yoshi sambil mengambil handphone Mamori

.

To : Manajer Sialan

From : Hiruma Youichi

Subject : (no subject)

Mamori, apa kau tidak mau mengantarku sampai bandara? Aku akan berangkat dalam satu setengah jam lagi

.

"Yare yare.. sepertinya aku lupa mencantumkan nama pada akhir kalimat" kata Yoshi polos dan menyerahkan handphonenya pada Mamori

"Mou! Kalian berdua! Aku.. Aku pikir kau akan benar-benar pergi You" kata Mamori dengan mata berkaca-kaca

"Mamo-nee.." Suzuna ingin menghampiri Mamori tapi di tahan oleh Sena

"Suzuna" kata Sena sambil tersenyum mengisyaratkan

"Dasar Manajer Sialan bodoh, aku tidak akan ke mana-mana" kata Hiruma sambil memeluk Mamori

"Ah! Sena lepaskan aku!" kata Suzuna kemudian ia mencari-cari sesuatu di dalam tas kecilnya

CKREK CKREK CKREK

"Su-Suzuna! Apa yang kau lakukan!?" kata Sena

"Tentu saja memfoto mereka berdua, kekeke. Aku akan mencetaknya dan memajangnya di ruang klub Saikyoudai, kekeke" kata Suzuna dengan logat Hiruma

"Coba aku lihat Suzuna!" kata Kuroki dan Toganou

"Wah keren juga, ayo foto lagi!"

"Roger boss!" kata Suzuna kemudian mempotret lagi

"Suzuna-chan! Apa yang kau lakukan?!" kata Mamori yang baru tersadar kalau itu tempat umum dan melepas pelukannya

"Memotret mu dan You-nii. Memangnya kenapa? Tidak apa kan You-nii?"

"Kekeke, bagus Cheer Sialan"

"Hiruma-kun!" kata Mamori menyikut perut Hiruma. Mereka yang melihat pun tertawa melihat aksi Mamori itu, Yoshi yang menyaksikan pun juga ikut tersenyum melihat betapa bahagianya adiknya itu bersama teman-temannya

"Youichi"

Lalu perhatian mereka semua yang sedang tertawa-tawa itu menuju Yoshi yang memanggil Hiruma

"Apa?"

"Kalau begitu kami pamit ya" kata Yoshi mengeluarkan senyum malaikatnya, dan mengundang perhatian beberapa perempuan yang sedang berlalu-lalang didekatnya

"Baiklah, hati-hati Yukio, Yukino, Yoshi-niichan.." gumam Hiruma sambil tersenyum

"Eh?"

"Yoshi.." kata Sena

"..niichan.." lanjut Suzuna

"..katanya?" lanjut Monta

"Wah, posisi kita tergantikan" kata Ha-ha bersaudara bersamaan

"Aku baru pertama kali dengar dia memanggil nama orang dengan benar, ia juga tersenyum" kata Yukimitsu

"..sialan" lanjut Hiruma

"Mulutnya itu.. tidak jauh dari kata 'sialan'" kata Sena sweatdrop

"Nah, Yuo, Yuno, ayo kalian pamit dengan kakak-kakak ini" kata Yoshi sambil mendorong-dorong Yukino dan Yukio

Yukino dan Yukio berhenti dihadapan Sena dan Suzuna dan memeluk mereka, "Sena-niichan, Suzuna-neechan, terima kasih sudah mau menjaga kami sebelumnya"

"Iya, sama-sama" kata Sena matanya melembut ketika berhadapan dengan anak kembar ini

"Jaga diri kalian baik-baik ya?" kata Suzuna

"Baiiik" kata kembar itu kompak

Kemudian mereka berhenti di depan Monta dan tersenyum, "Monta-niichan, terima kasih atas bantuan mu selama ini, menemani kami bermain, maafkan kami ya untuk dart nya?"

"Ah, ya tidak apa-apa kok, hehe.. sama-sama" kata Monta sambil mengacak-acak rambut anak kembar itu

"Kakak Ha-ha bersaudara.."

"KAMI BUKAN SAUDARA!"

"Eh, iya, maksudku Jumonji-niichan, Kuroki-niichan, Toganou-niichan.." kata Yukino takut. "Terima kasih sudah mau bermain dengan kami, maaf sudah merepotkan, maaf juga untuk firecrackers itu" kata Yukio

"Ah, ya, itu tidak apa-apa" kata mereka bertiga sambil menggaruk-garukkan belakang kepala mereka yang tidak gatal

"Hei, chibi, kapan-kapan main kemari, biar aku ajarkan menjadi lineman" kata Jumonji dengan senyumnya pada Yukio

"Ya, kalian berdua nanti akan ku ajak melihat membangun bangunan! Ya kan boss?!" kata Kuroki dan Toganou pada Musashi

"Iya" lalu ia tersenyum pada kembar itu

"Ryou-niichan, Dai-niichan kami pergi ya? Terima kasih banyak untuk selama ini" kata Yukino dan Yukio sambil memeluk Kurita dan Komusubi

"FUGO!"

"Huaaa Yukino-chan, Yukio-kun, kenapa kalian harus pergi, huaaa" kata Kurita sambil menangis

"Sudah, Kurita-san, mereka kalau punya waktu pasti akan main ke Jepang, benar kan?" kata Yukimitsu

"Iya benar, nanti kami akan bawa oleh-oleh yang banyaaaak sekali untuk kalian" kata Yukino

"Salut! Mademoiselle Yukino et Monsieur Yukio. Jaga diri kalian baik-baik ya!" 'Hai! Nona Yukino dan Tuan Yukio' kata Taki dengan bahasa Perancis nya itu dan mengedipkan matanya pada si kembar Hiruma

"Dia itu kan bodoh, tapi dia dapat menyebut nama kedua kembar itu dengan benar" kata Jumonji

"Ya benar, tapi dia berbahasa Perancis dengan lancar" kata Kuroki

"Aku setuju dengan mu Jumonji, tapi sikap ia juga berbeda tadi" kata Toganou

"Hai, Mamo-neechan" sapa Yukino dan Yukio kompak

"Hai kalian berdua, jaga diri kalian baik-baik ya? Jangan lupa makan, tidur yang cukup, juga jangan nakal dengan Tou-san dan Kaa-san ya? Yoshi-san juga?" kata Mamori sambil berlutut dan memeluk mereka berdua

"Hei, memangnya kau itu ibu mereka" cetus Hiruma sambil melipat kedua tangannya di depan dadanya

"Baiiiik Mamo-kaa-san"

CUP

Tiba-tiba Yukino dan Yukio mencium pipi kiri kanan Mamori, wajahnya pun berubah memerah, "Eh..?"

"Itu tandanya mereka sangat menyukaimu Mamori-chan" kata Yoshi yang baru saja selesai berpamitan dengan anggota ex-DDB yang lain

"Biar ku bantu" Kemudian Yoshi tersenyum serta mengulurkan tangannya untuk membantu Mamori untuk bangun yang masih berlutut di sana. Mamori pun juga mengulurkan tangannya meraih tangan Yoshi, ketika tangannya sudah menggenggam tangan Yoshi, tiba-tiba senyum malaikat nya itu berubah menjadi seringai jahil, ia menarik Mamori lebih kuat sehingga Mamori sekarang berada dipelukan nya, lalu memegang kedua pipi Mamori dan mencium pipi kiri Mamori

Hiruma dan anggota ex-DDB lainnya pun terkejut melihat aksi Yoshi yang mencium pipi Mamori, tapi sepertinya mereka salah lihat kalau Yoshi tidak mencium pipi Mamori, tapi bibirnya

"Monster Sialan! Apa yang kau lakukan Hah!" kata Hiruma mulai mengeluarkan bazooka nya

"Mukyaa! Orang ini sudah kelewataan MAX!"

"Hah?!"

"Haah?!"

"Haaah?!"

"Yoshi-nii.. dia berani sekali.. mencium bibir Mamo-nee" kata Suzuna sambil menutup mulutnya dengan tangan kanannya

"Etto.. sepertinya kau salah lihat Suzuna, ia mencium pipi kiri Mamori-neechan"

"Dasar kakak yang satu itu, tidak ada habisnya" kata Musashi

Kurita dan Komusubi yang melihat itu menutupi bibir mereka masing-masing dengan tangan mereka. Sedangkan Yukimitsu tidak dapat berkata apa-apa

"Hm? Aku mencium Mamori-chan, memangnya kenapa? Itu kan hal biasa di Amerika" kata Yoshi dengan santai nya dan memeluk Mamori semakin erat, yang dipeluk pun masih shock dengan aksi Yoshi tadi. Wajah Yoshi saat itu sangat menjengkelkan bagi Hiruma, sehingga Hiruma sendiri semakin kesal

"Ku bunuh kau sekarang juga! Aku saja belum pernah mencium dia, sekali nya itu pun pipi sialan nya! A-!" tersadar dari kata-katanya barusan, Hiruma segera menghentikan amukannya dan menutupi mulutnya dengan punggung tangan kirinya, sementara tangan kanan nya menggenggam bazooka, wajahnya terlihat agak merah

"..."

"..."

"EEEH?" anggota ex-DDB yang ada di sana pun terkejut lagi untuk yang kedua kalinya

"You-nii! Kau frontal sekali" kata Suzuna sambil menutup mulutnya

"Hiruma-kun! Yoshi-san tidak mencium bibir ku, tapi dia mencium pipi ku!" kata Mamori dengan wajah memerah dan pergi dari pelukan Yoshi dan menuju Hiruma. Sebelum Mamori pergi, Yoshi membisikkan sesuatu di telinga Mamori

"Mou, Yoshi-san! Apa-apaan sih kau ini, berhenti membuatku malu.." kata Mamori sambil menutup wajahnya yang semakin memerah dengan kedua telapak tangannya

"Apa yang kau lakukan Monster Sialan!" kata Hiruma menghampiri Yoshi, dan segera menarik Mamori dari Yoshi

"Ahahaha, kalian berdua ini lucu sekali. Jadi, sampai jumpa lagi ya semuanya!" kata Yoshi sambil melambaikan tangan pada mereka semua yang masih terpaku dengan kejadian itu

"Daaah" kata Yukino dan Yukio pada mereka

Kemudian mereka berempat menghilang di kerumunan orang..

"Jadi.. You-nii, sepertinya kau cemburu hebat ya?" kata Suzuna dengan pandangan meledek

"Kalau iya kenapa Cheers Sialan?"

"Ahaha~ aku sudah tahu itu semua!" kata Taki sambil berputar-putar

"Berisik! Dasar kakak bodoh!" kata Suzuna memukul kakaknya dan anggota ex-DDB lainnya hanya tertawa menanggapi tingkah dua saudara ini

"Baiklah Devil Bats! Ayo kita pergi ke restoran Yakiniku hari ini! Ya-Ha!" kata Hiruma sambil merangkul Mamori

"HOREEE MAKAAAN!"

Akhirnya ternyata kepergian Hiruma ke Amerika itu hanyalah salah paham dari pihak keduanya. Tapi apa alasan Hiruma untuk tidak tinggal di Amerika?

Mereka semua mulai duduk di restoran Yakiniku tempat dulu makan-makan bersama dengan Ojou White Knight. Mereka duduk melingkari meja itu Mamori duduk di sebelah kiri Hiruma, Kurita duduk di sebelah kanan Hiruma, di sebelah Kurita ada Komusubi, di sebelah Komusubi ada Jumonji, Kuroki, Toganou, lalu Yukimitsu, Musashi, Sena, Suzuna, dan Monta di sebelah kiri Mamori.

"Kenapa pagi-pagi begini makan Yakiniku?" tanya Yukimitsu

"Entahlah.. suka-suka yang mentraktir" kata Musashi

"You-nii, aku mau tanya" kata Suzuna yang duduk di sebelah Sena

"Tanya apa?"

"Kenapa kau tidak ikut ke Amerika? Padahal kehidupan di sana pasti lebih memadai daripada di Jepang"

"Sena! Tutup mulut gadis itu sebelum Hiruma mengamuk lagi!" kata Kuroki menunjuk-nunjuk Suzuna dengan sumpit

"HIEE Su-Suzuna!"

"Sepertinya kau ingin sekali aku pergi dari Jepang ya, Cheer Sialan" kata Hiruma dengan wajah datar

"Tidak You-nii, bukan seperti itu, hanya ingin tahu saja" kata Suzuna sambil menyingkirkan tangan Sena dari mulutnya

Kemudian semua pandangan menuju Hiruma, menanti jawaban Hiruma tentang pertanyaan Suzuna tadi. Suzuna ada benarnya juga, di Amerika hidupnya bisa di bilang lebih memadai, juga saudara-saudaranya ada di sana, kenapa ia tak memilih tinggal di sana? Lalu Hiruma memandang teman-temannya untuk menjawab pertanyaan itu

"1. Aku lebih menyukai hidup sendiri di banding dengan keluarga sialan ku"

'keluarganya sendiri dia bilang sialan?'

"2. Mau itu di Jepang, Amerika, atau neraka sekali pun aku bisa hidup dengan fasilitas memadai, kekeke"

'neraka?...'

"3. Aku malas kalau beradaptasi lagi di sana. Aku lebih nyaman di sini"

"Hiruma…" gumam Kurita yang matanya mulai berkaca-kaca

"Sepertinya itu cara dia mengucapkan 'aku lebih senang bersama teman-temanku di sini'" kata Musashi

"4. Ada orang penting yang tidak bisa aku tinggalkan di sini" kata Hiruma sambil mengalihkan pandangannya dari teman-temannya

"Nah, kalau yang itu maksudnya 'Aku tidak mau jauh-jauh dari Mamori'" celetuk Musashi

"Kau itu, seorang translater ya?" kata Jumonji

"Youichi...kun... kau itu bisa saja" awalnya Mamori terkejut dengan kata-kata Hiruma, tapi karena ia menahan malu, ia menyikut-nyikut Hiruma yang ada di sampingnya

"Aduh! Sakit tahu!"

"You-nii… aku sangat terharu pada percintaan kalian ini.. hiks" kata Suzuna

Sena hanya tertawa ringan mendengar kata-kata Suzuna, tapi sejujurnya ia juga senang

"5."

"eh masih ada lagi?" kata Suzuna

"Jaringan informasi budak-budak ku lebih banyak di sini daripada di Amerika, kekeke"

Semuanya sweatdrop mendengar ucapan Hiruma barusan dan mereka melanjutkan acara makan-makan mereka. Kemudian Suzuna teringat akan sesuatu

"Mamo-nee.."

"Hm, apa Suzuna-chan?"

"Tadi Yoshi-nii bisik-bisik apa ke Mamo-nee?"

"Eh.. um… itu"

"Hayooo, semuanya! Dengar! Mamo-nee akan menceritakan acara bisik-bisik Yoshi-nii tadi!"

"Suzuna-chan!"

"Hehe, kau terlambat Mamo-nee, ayo cepat katakan"

"Dia bilang…."

"Kalau nanti kalian menikah dan memerlukan apa-apa biar aku yang mengurusinya. Untuk saat ini tolong jaga dia ya"

"Keh, dasar Monster Sialan bodoh!"

.

.

Mamori P.O.V

Saikyoudai University, 7.00am

Satu minggu setelah kepergian Yoshi-san, Yukino-chan, dan Yukio-kun ke Amerika, kehidupan di tempat ini kembali seperti biasa, seakan-akan mereka tidak pernah berada di sini, aku ingat betul bagaimana pertemuan aku dengan mereka semua, mulai dari tempat sekarang aku berdiri, Club House Amefuto Saikyoudai, aku ingat sedang membersihkan perabotan seperti ini tiba-tiba Yamato-kun bilang padaku ada seseorang yang mau bertemu Youichi. Awalnya ku pikir orang ini sudah gila mau bertemu dengan Youichi secara langsung, mau jual nyawa atau menyerahkan nyawa dengan sukarela? tapi tidak di sangka juga dia adalah kakak tiri dari Youichi. Meskipun kakak tiri, terlihat dia sangat sayang dengan Youichi.

Kedua adiknya itu sepertinya juga sayang dengan dia, buktinya waktu itu Yukino menceritakan kebaikan Youichi dulu hahaha, Dia, Yoshi-san, Yukino-chan, dan Yukio-kun, orang yang sangat sangat jahil, aku masih ingat perbuatannya waktu di bandara itu

"Anezaki... wajahmu merah, apa kau sakit?" kata Yamato sambil menutup pintu club house

Oh tidak...

"Ah, tidak aku tidak apa-apa, hahaha Yamato-kun, Taka-kun, apa latihannya sudah selesai?" kata ku pada Yamato-kun dan Taka-kun yang baru saja masuk club house ini

"Hmm… sepertinya begitu, habisnya kapten kita itu tidak ada hentinya berdebat dengan Agon, jadi aku kemari saja"

"Begitu... ini silahkan minuman dan handuk kalian"

Kalau mengingat Agon-san, aku juga ingat betul bagaimana Yoshi-san melempar Agon-san yang di takutkan itu dengan mudahnya sampai pingsan juga mengangkat sign-post dari besi, itu kan berat... Ku rasa aku benar-benar tidak boleh membuat Yoshi-san marah. Apa Agon-san akan merindukan Yoshi-san untuk berkelahi ya? Ahaha tidak mungkin.

Hmm… mungkin aku akan merindukan keluarga Hiruma itu

Tidak lama lagi, club house ini sudah dipenuhi oleh anggota Wizards lainnya, Jumonji-kun, Banba-san, Ikkyu-kun, Akaba-kun, dan aku memberikan handuk dan minuman pada mereka semua, dan sepertinya sang satan dan sang iblis tidak akan datang kalau perdebatannya tidak dihentikan, mungkin aku harus memanggil mereka berdua untuk mengistirahatkan perdebatannya itu

Tetapi sebelum aku beranjak keluar club house terdengar suara ribut-ribut dari luar…

"HEH Sampah! Aku kan sudah bilang kalau teknik Dragonfly ini lebih baik digunakan di awal pertandingan saja!"

"JANGAN! Dasar Dread Sialan! Aku tidak mau kalau teknik ini langsung kita gunakan untuk musuh-musuh seperti mereka! Apalagi ada Cebol Sialan itu! Kau kan juga tahu dia itu semakin lama semakin kuat! Belum lagi ada 'kakak' nya Cebol Sialan itu yang larinya juga cepat! Kita harus gunakan teknik ini sebaik mungkin! Jangan langsung kau gunakan awal pertandingan! Dasar Dread Sialan bodoh! Kemana otak sialan jenius mu itu hah!"

"Kau bilang apa SAMPAH?!"

Aku masih berdiri di dekat pintu, terkejut dengan perdebatan kedua orang ini. Sepertinya aku pernah mendengar percakapan ini, ya mereka membahas itu lagi.. Dragonfly, pertandingan melawan Enma akan di adakan sekitar dua hari lagi dan mereka masih membahas teknik yang sama? Dasar laki-laki ini

Lalu aku mendengar suara pintu club house terbuka, siapa lagi? Aku kira semua anggota sudah berkumpul di sini

.

Normal P.O.V

"Ohayou.."

Semua mata kecuali Hiruma dan Agon yang masih berdebat tertuju pada sumber suara itu, laki-laki berambut hitam serta kacamata berbingkai hitam yang menghiasi wajah tampannya, ya tidak salah lagi dia adalah..

Hiruma Yoshi

"Mamori-chan~ Youichi-chan~ Asobou yo~ let's play together!" kata Yoshi sambil memeluk Mamori

"Yo-Yoshi-san? Apa yang kau lakukan di sini?"

"Hm? Aku berkunjung ke Jepang dengan Yukino dan Yukio, kami punya banyak waktu luang sebelum melanjutkan sekolah kami, jadi kami memutuskan untuk berkunjung kemari" kata Yoshi masih memeluk Mamori

"Yoshi-san, tolong lepaskan aku…" kata Mamori, wajahnya semakin merah karena pelukan Yoshi itu makin erat

"Tidak mau, kau tahu Mamori, aku sangat merindukanmu siang dan malam, aku tidak nafsu makan, tidak bisa tidur, terus-terusan memikirkanmu, kapan aku bisa ke sini" kata Yoshi dengan wajah sedih lalu melirik Hiruma Youichi, adiknya... dengan wajah paling menjengkelkannya dan memeluk Mamori semakin erat

"Lepaskan pelukanmu itu Monster Sialan! Dia itu milikku!" kata Hiruma yang baru saja menghentikan perdebatannya dengan Agon

"Fuu, Hiruma... kau itu jujur sekali" kata Akaba sambil membenarkan posisi kacamatanya

"Berisik kau Mata Merah Sialan"

"Kukuku, ku kira kau sudah mati, sampah"

"Kau bilang apa tadi?" kata Yoshi menatap Agon dengan pandangan sinis

"Agon-san, jangan mulai lagi, bagaimana kalau nanti kau..."

"Diam Ikkyu! Aku sudah bertambah kuat, aku yakin dapat meremukkan tulang orang ini, kukuku"

"Aduh.. bagaimana ini?" kata Ikkyu pada Jumonji

"Entahlah.. yang bisa kita lakukan hanya menjauh dari mereka berdua" kata Jumonji sambil mengangkat bahu nya

"Ayo sampah, kita selesaikan urusan kita kemarin itu kukuku" kata Agon sambil keluar club house

"Tarik ucapanmu atau aku akan mengulangi kejadian waktu itu" kata Yoshi sambil melakukan pemanasan dan mengikuti Agon

"Yeaah! Ayo Yoshi! Hajar dia lagi seperti waktu itu!"

"Ya benar Yoshi! Angkat papan itu lagi!" kata Kuroki dan Toganou yang tiba-tiba ada di Saikyoudai

"Hei, sejak kapan dan kenapa kalian ada di sini?" kata Jumonji

"Hah? Baru saja. Ayo Yoshi serang dia!" kata Kuroki

"Haah? Kami hanya ingin melihat perkelahian antar iblis dan monster. Ya Yoshi hajar dia!" kata Toganou

"Hiruma-kun, bagaimana ini?" tanya Mamori khawatir

"Kekeke, biarkan saja mereka"

"Heaaaa!"

Tiba-tiba sebuah tomat melayang ke wajah Yoshi dan mengotori seluruh wajahnya, "Aaaa! Yuo! Kau itu bagaimana sih? Kan sasaran kita bukan Yoshi-niichan!" kata Yukino panik dengan satu keranjang buah berisi tomat di tangan kirinya

"Eh? Yoshi-nii, hahaha" kata Yukio

"Kukuku rasakan itu sampah!" kata Agon

"Kalian berdua.." aura hitam keluar dari punggung Yoshi

"Maafkan aku Yoshi-nii! Aku tidak sengaja! Sebenarnya aku mau melemparkan ini ke kakak gimbal itu!" kata Yukio sambil bersujud-sujud di depan Yoshi

"Huaaa! Itu bukan salahku Yoshi-niichan! Tapi Yuo-kun yang melempar! Target kami adalah kakak gimbal itu!" Kata Yukino yang juga ikut bersujud

"Hei, Sena, Monmon, lihat keributan itu.." kata Suzuna sambil menunjuk-nunjuk keramaian yang ada di lapangan amefuto Saikyoudai

"kenapa? Ada apa di Saikyoudai?" kata Sena

"Woah, itu Yoshi-san dan kembar itu, ayo kita ke sana" kata Monta. Lalu mereka bertiga menuju lapangan amefuto Saikyoudai untuk bergabung dengan yang lainnya

"Hoooi Yoshi-sa-Mukyaaa! Lihat! Wajahnya penuh dengan darah!

"Bukan bodoh! Itu tomat!" kata Suzuna sambil menunjuk keranjang berisi tomat

Dimulai lah pertarungan antar Yoshi dan Agon kembali dengan Kuroki dan Toganou sebagai supporter. Yukino dan Yukio bersembunyi di balik Mamori untuk berlindung dari Yoshi dan mereka berdua mendapat bentakan dari Hiruma karena berlindung pada Mamori.


OWARI

Yattaaaa.. akhirnya selesai jugaaa, bagaimana ceritanya? Seru kah? Membosankan kah? Kekeke

Terima kasih untuk pada readers yang tetap setia mengikuti fic saya ini, terutama echo andalice, saya harap kalian semua tidak keberatan dengan OC yang saya buat itu, Yoshi, Yukino, dan Yukio, hihihi. Oh ya saya juga baru sadar kalau Yukio itu nama karakter saudara kembar Okumura Rin, Okumura Yukio di Anime/Manga "Ao no Exorcist" Gomen yaa, tidak bermaksud untuk mengambil nama itu.. saya pilih nama Yukio, Yukino, dan Yoshi itu dari internet, hehe

Reviewnya ya minna! Terima kasih sudah mau membaca fic ini. Jaa nee, sampai ketemu di fic lainnya!