Titled: Gambare, kaa-chan…

Rated: T menjurus ke M

Pair: Uchiha sasuke x Uzumaki naruto

Disclaimer: Naruto sejak dari janin udah punya babe Kishimoto

Genre: romance, hurt/comfort, angst, a little bit humor

Warning: pastinya YAOI donkzzzz…. Xexexxe xp…narUKE- saSEME…fuufuufufuufufuuu…. #plak ga penting….

Cast:

Uzumaki Naruto : 30 tahun

Uchiha Sasuke ; 31 tahun

Uzumaki tatsu (Tat-chan): 12 tahun

Danzo sai: 31 tahun

Haruno sakura: 29 tahun

Sabaku no gaara: 30 tahun

Hyuuga neji: 31 tahun

Inuzuka kiba:30 tahun

Nara shikamaru: 31 tahun

Lee: 31 tahun

Akamichi chouji: 31 tahun

Umino iruka: 40 tahun

Hatake kakashi: 42 tahun

Uchiha fugaku: 57 tahun

Tarou : 12 tahun

Sisanya sudah berusia lebih dari setengah abad…..

PERHATIAN: mungkin akan terjadi penambahan tokoh di tengah-tengah cerita tolong dipermaklumi ya…. (authornya sarappp…)

Summary:

"selama bertahun-tahun aku sangat-sangat merindukan aroma citrus yang sangat kusukai dari dirinya,"

"kaachan, ada seseorang yang saat ini sangat aku benci, bahkan kebencianku pada orang itu sudah terlalu dalam hingga tak berdasar"

"apakah saat ini kau masih menyukainya?"

"hei, mungkinkah suatu saat nanti kita akan tetap bersama seperti sekarang?"

"rasa itu selamanya tak kan pernah aku lupakan, ne sasuke…"

#second chapter

'ngiingggg…. nggiingggg' suara seruan serangga yang saling beradu mewarnai suasana panas di kota konoha. Saat ini, kota itu tengah mengalami musim panas yang terasa sangat panas, (ya ialah masak musim panas ada salju.. = ='). Walaupun matahari tengah bersinar dengan teriknya, padahal saat ini masih pukul 08.00 pagi, tapi terasa seperti sudah pukul 11.00 siang, terlihat seorang laki-laki yang tengah menekuni kegiatan paginya seperti biasa, dia adalah Naruto yang kini tengah asyik menjemur pakaian dihalaman belakang rumahnya. Namun, ada sedikit yang aneh pada lelaki berambut pirang ini, walaupun tangan-tangan dengan lincah bergerak mengibas-ibaskan pakain yang akan dijemur, tidak dengan pikirannya. Kini wajah tan yang manis itu tengah memancarkan ekspresi muram, masih memikirkan perbincangan sang anak dengan dirinya beberapa hari yang lalu, masih terjerat dipikiran si pirang mengenai keinginan putranya itu.

"haaahhh…." Helaan nafas panjang si lelaki berambut pirang.

"apa yang harus aku katakana pada anak itu, harus mulai dari mana aku menceritakan semuanya? 5 hari….. tinggal 5 hari lagi waktu untuk mengatakannya… ck... terlalu cepat, ini terlalu CEPAATTTT!" teriak sang lelaki tiba-tiba.

"kaachan? Kaachan kenapa?" Tanya tatsu yang keluar tiba-tiba dari dalam rumah menghampiri sang "ibu", karena kaget mendengar teriakan ekspresive sang "ibu".

"oh… tatchan,, hehe, tak ada apa-apa sayang… maaf suara kaachan terlalu keras hehhehe" ucapnya mengelak dari jawaban sang putra.

"hmm… nee, kaachan…. Hari ini aku ingin main lagi dengan takun boleh ya? hehehehe"

"ck, dasar, sehari saja kamu tak bermain dengan takun apa tak bisa?"

"yah… hanya takun yang mau main denganku kaachan…" jawab tatsu lemah

Tersentak mendengar jawaban sang putra, narutopun menghentikan acara mengibas-ibaskan jemurannya, kemudian mendekati sang putra, meneglus pelan rambut pirang sang putra.

"nee, kaachan tahu… maafkan kaachan ya…. Ya sudah,, mainlah sampai puas dengan takun, tapi ingat pulangnya jangan kemalaman ya, sebelum jam makan malam tatchan sudah harus pulang, nanti kaachan masakan sup tomat kesukaan tatchan, ok?"

"yaaaiiyy… makasi kaachan… tatchan sangat sayang sama kaachan.. kaachan satu-satunya yang paling berharga di dunia ini buat tatchan, hhehee" jawabnya diiringi senyum termanis yang sama dengan Naruto.

"ya, kaachan juga sayang sekali sama tatchan…. Sudah sana, ingat jangan sampai kaachan sampai mencarimu, kalau tidak ucapan kaachan kemarin masih berlaku lho…"

"yaaahhh…. Kaachan… hembbb" ambek si anak pada naruto, sedikit kesal dengan ucapan kaachannya yang terakhir tadi. (wah, dikiranya lupa tuh ama tatsu ucapannya naru yang kemarin hehehe)

"hahahaha, ya sudah sana berangkat… pasti sudah ditunggu takun, ayoo sana…"

"un, jaa nee kaachan…. Ittekimasu…"

"itterashai… tatchan…"

"…."

"fyuhhh, hari ini masih aman tapi besok…..?" ucap naruto manatap kepergian sang putra dengan perasaan kalut.

+++++ DI TAMAN+++++

"taaakkkuuuuunnnnnnnn….." teriak seorang bocah berambut pirang sambil melambaikan tangannya.

"ck, lama…" ucap seorang bocah berambut silver.

"hhhaa..hhh..hhaa… hehhee… gomen telat… he"

"kalau kau tak telat dunia pasti sudah kiamat…"

"humbb… takun tega, jahat sekali omonganmu pada sahabatmu ini… "

"haaa…. Sahabat apanya, 'orang yang selalu dimanfaatkan' itu baru benar"

"ck… sudah, kenapa jadi meributkan hal sepele seperti itu sih? heran"

Kau yang mulai duluan…."

"ya, ya.. kalau begitu maaf deh maaf"

"ada perlu apa denganku pagi-pagi begini, kau mengganggu liburan musim panasku tau, seharusnya aku sekarang lagi tiduran dirumah bersama saki…."

"yak,, kan tadi aku sudah minta maaf takun… chee… hmm… begini, aku butuh sedikit bantuanmu hehehhe" ucap tatsu yang kini menggaruk-garuk belakang kepalanya yang sedikit gatal (?) mungkin.

"tuh kan, dugaanku benar pasti ada sesuatu yang kau inginkan dariku.."

"hehhee,, begini… belakangan ini kaachan terlihat muram terus sejak aku tanyakan tentang janji yang sempat kaachan ucapkan padaku… aku khawatir takun" suaranya melemah mengingat kejadian yang terjadi belakangan ini pada 'ibu'nya itu. Walaupun usianya masih bocah namun kepintaran yang dia miliki layaknya seperti oarng dewasa, mungkin karena pengaruh sang 'ayah' dalam gennya itu.

"memang apa yang dijanjikan narujisan padamu bocah?"

"hei, kau juga bocah takun… che… ummm…dulu kaachan pernah berjanji jika aku sudah berumur 12 tahun kaachan akan memberitahuku soal ayah…. Tapi.."

"tapi karena ucapan keingintahuanmu yang besar itu narujisan akhirnya berjanji padamu saat itu.. iya kan"

"waahhhh takun hebat, kau memang sahabat sejatiku… huweeee…" ucap tatsu lebay yang ingin bermain peluk-cium dengan takun saat itu juga. Tapi dihalangi oleh sebuah tangan mungil sang korban.

"che… aku tau apa yang orang sepertimu pikirkan…. Lalu sekarang apa yang ingin kau lakukan?"

"hmmm.. aku hanya ingin kaachan agar tidak murung lagi… tapi aku sangat ingin mendengar tentang touchan dari mulut kaachan langsung… aku bingung takun.."

"biarkan saja, mungkin narujisan hanya ingin memantapkan hati untuk memberitahumu tentang tousanmu. Kau tahu sendiri jika seseorang yang tak ditemani oleh orang yang dicintai selama itu pastinya jika ingin mengatakannya pada orang lain pastilah butuh waktu juga kan? Begitupula dengan narujisan"

"aku tahu, aku tahu takun.. tapi masih ada lagi, aku rasa kaachan menyembunyikan sesuatu yang sangat penting dariku sehingga sikapnya jadi seperti itu…."

"lalu, apakah kau akan mendesak narujisan untuk mengatakannya padamu saat ini juga agar kau tak resah seperti ini lagi?"

"yaa… bukan begitu juga takun…. Hhaaaa…. AKU PUSINGGGGGG….." serunya diiringi teriakan bak loudspeaker…..

'plaakk'

"chee… berisik" ucap tarou sambil menempeleng kepala sahabatnya itu.

"awww….. sakit tau…." Ucapnya meringis menahan benjol yang mungkin bersarang di kepala pirangnya itu.

"biarkan saja seperti itu, tunggulah sampai saatnya narujisan mengatakannya padamu bodoh… "

"mm.. aku rasa juga harus begitu, aku tak ingin menambah beban kaachan lagi.. hehehe"

"ya sudah,, aku pulang."

"lho..lho..lhoooooo… kok gitu…. Kita kan belum maen takuuuuuunn?" serunya sambil berjalan disebelah sang sahabat tarou.

"ck… maen di tempat seperti ini memang lebih cocok untukmu bocah"

"hhiiieeee… kau juga BOCAH takunnnnn!" teriaknya lagi kali ini lebih dekat dengan telinga sang korban…

"kusoo….. urusaiiii na" ucap tarou yang dibarengi dengan gerakan tangan yang cepat menggeplak kepala pirang itu lagi.

'plaakkkk'

'plaaaakk'

'duessshh'

'plaakkkk'

Dan akhirnya….

"kkhhh… hhauuuuu hheheehaalluaannn haahhhunnn… hhaahhhihhhh hhaahhhuuu… hhaaahhhaahhhnnnn haahsshhiii hhaaahhaaaa haahahhuuuu hhhuuuuhuueeeee" (kau keterlaluan takuunnn… kaachan pasti marah padaku huweeee) ucap tatsu yang tak jelas setelah dipukuli atau lebih tepatnya digeplak oleh sang sahabat dan meninggalkan bengkak disekitar bibir dan mata seperti tersengat lebah…

"salahmu sendiri,, memangnya kupingku ini mimbar untuk suaramu yang menggelegar itu apa… che…" ucap tarou membela diri dan berjalan meninggalkan tatsu dibelakangnya.

"hhhhiiiiiiiieeeeee" teriaknya lagi walau muluntnya masih penuh bengkak yang kini berlari kecil guna mengimbangi langkah sang sahabat….

"sai sama selamat datang"

"dimana dia?"

"tuan besar sedang berada di ruang kerjanya sai sama, mari saya antar."

"hn…." Sai pun berjalan mengikuti sang buttler berambut hitam itu menuju ke sebuah ruangan di dalam sebuah mansion keluarga Uchiha itu.

'tok..tok..tok..'

Suara ketukan pintu dari arah luar.

"permisi tuan besar sai sama sudah datang" seru sang butler dari arah luar ruangan dengan pintu bercat coklat dengan ornament-ornamen khas berbentuk abstrak di sekeliling pintu tersebut,.

"masuk" ucap sebuah suara dari dalam ruangan itu. Mempersilahkan yang berada diluar untuk memasuki ruangan kerja itu.

"silahkan sai sama, tuan besar ada didalam, beliau sudah menunggu anda" ucap sang butler pada sai.

"…" berjalan memasuki ruangan yang telah dibukakan oleh sang butler pada sai. Berjalan dengan perlahan sambil menatap orang tua yang kini duduk disebuah kursi, menatap balik sai dengan ekspresi datar.

"ada apa kau memanggilku fugaku jisan?" Tanya sai yang kini tengah menduduki sebuah kursi tepat didepan sang tuan besar uchiha itu.

"hm, masih sama, senyum palsumu itu masih tetap bertengger disana…"

"che… langsung saja, tidak biasanya kau berbasa basi denganku jisan?" ucapnya msih mempertahankan senyum palsu itu diwajah putihnya.

"ya, ya… aku ingin kau membantuku sai. Aku tahu kemampuanmu dalam perusahaan yang dipimpin ayahmu, danzo. Aku menginginkan tenagamu untuk membantuku mengembangkan perusahaan yang baru saja aku dirikan. Saat ini kondisi perusahaan itu masih rentan. Dan kedua putraku juga masih sibuk mengurusi perusahaan mereka. Jadi satu-satunya yang bisa aku andalkan kini hanya kau. Untuk itulah aku memanggilmu datang kesini." Ucapnya menjelaskan tujuan memanggil sang keponakan datang ke konoha ini.

"akan aku pikirkan."

"aku harap kau mau menerimanya, mengingat kau adalah orang yang cukup berdedikasi tinggi. Jangan kecewakan aku dan juga ayahmu sai."

"seminggu lagi, akan aku berikan jawabannya padmu jisan."

"hn, baiklah."

"kalu tidak ada lagi yang ingin dibicarakan, aku pergi." Ucapnya sembari berdiri dari duduknya didepan sang paman.

"hn, tidakkah kau ingin menginap dirumah ini? Mungkin bibimu akan senang melihat keponakannya yang saat ini sudah besar, dan kau juga dapat menemui sepupu-sepupumu

"tidak usah paman, aku masih ada perlu, kalau ada dia, aku tak ingin tinggal lebih lama disini. Akan pergi"

"hn, tidak bisakah kalian menyudahi permusuhan itu, hanya karena seorang bocah seperti dia kalian jadi seperti ini. ck" ucap fugaku yang kini menopang dagu dengan kedua tangannya menatap sang keponakan.

"tidak. Tidak akan pernah. Hal itu tak akan pernah terjadi jisan." Kata sai menatap fugaku tajam

"aku pergi, titipkan salamku pada bibi mikoto" ucapnya kemudian berlalu dari hadapan sang paman.

'tidak akan pernah ya…. sulit…' bisik fugaku setelah kepergian sang keponakannya itu.

Tsuzuku….

Yeiiiiiiyyy update chapter lagi…

Bingung ama ini cerita sebenarnya hehehe

Cuma mau bilang….

Terimakasih untuk reviewnya ya…. maaf belum sempat saya balas mungkin nanti… (entah kapan itu)hehehhe ^^

Terimakasih kritik, saran dan juga kunjungannya pada fic saya ini….

Terimakasih minna, terimakasih…..

Maaf mungkin banyak kesalahan dalam pengetikannya, karena tangan saya tergelincir.. xexexxe

Untuk lemonnya mungkin nanti di chapter 4 atau 5 ya…. dan flashbacknya di chapter depan… hehhehe

Akhirkata sayounara…. Hheehh upss salah…. Maksudnya Jaa neee….. hehhhe