Titled: Gambare, kaa-chan…

Rated: T menjurus ke M

Pair: Uchiha sasuke x Uzumaki naruto

Disclaimer: Naruto sejak dari janin udah punya babe Kishimoto

Genre: romance, hurt/comfort, angst, a little bit humor

Warning: pastinya YAOI donkzzzz…. Xexexxe xp…narUKE- saSEME…fuufuufufuufufuuu…. #plak ga penting….

Cast in this chapter:

Uzumaki Naruto : 30 tahun

Uzumaki tatsu (Tat-chan): 12 tahun

Umino iruka: 40 tahun

Tarou : 12 tahun

PERHATIAN: mungkin akan terjadi penambahan tokoh di tengah-tengah cerita tolong dipermaklumi ya…. (authornya sarappp…) dan juga nanti di setiap chapter cast tokoh yang maen bakal berubah ya….. maafbaru ngasi tau hehehhe #ditimpuk batu sama readers

Summary:

"selama bertahun-tahun aku sangat-sangat merindukan aroma citrus yang sangat kusukai dari dirinya,"

"kaachan, ada seseorang yang saat ini sangat aku benci, bahkan kebencianku pada orang itu sudah terlalu dalam hingga tak berdasar"

"apakah saat ini kau masih menyukainya?"

"hei, mungkinkah suatu saat nanti kita akan tetap bersama seperti sekarang?"

"rasa itu selamanya tak kan pernah aku lupakan, ne sasuke…"

#third chapter

'tek…tek… tek…' suara pisau yang memotong kini tengah memotong daging, pisau yang tengah beradu dengan alas untuk memotong bahan makanan itu tiba-tiba berhenti setelah mendengar sebuah seruan yang datang dari dalam kamar mandi.

"kaachan… sikat gigi tatchan kok ngga ada?"

"eh, bukannya ada di tempat biasa? Coba lihat lagi yang benar."

"tapi…. Tatchan lihat ngga ada kaachan…"

"are? Coba lihat lagi mungkin terjatuh,, kaachan lagi sibuk sayang."

'haaa,, dasar sikat gigi sialan,, tak tahu apa aku harus cepat-cepat? che' batin tatsu yang kini masih sibuk mencari si sikat gigi sialan itu.

'cheee….. kuso.. dimana sih sikatgigi itu ck.' Batinnya kesal karena tak jua menemukan keberadaan sang sikat gigi sialan itu. Dibalikkan badannya sejenak, memandang kearah closet, karena disana terdapat sebuah benda yang menyembul dan memiliki bulu-bulu halus berwarna biru muda yang terjepit dibelakang closet itu. Yang diyakini benda tersebut adalah sikat gigi sialan yang tengah dicari oleh sang bocah.

"Aaahhhhhhh!" suara teriakan sang bocah yang kini mendapati sikat gigi yang dicarinya dalam keadaan 'mengenaskan' dengan bulu-bulunya yang terlalu mekar dan adan beberapa yang rontok, dengan gagang yang kini terdapat banyak gigitan-gigitan kecil, dan tentunya sedikit kotoran menempel di bagian kepala sikat.

"ada apa tatchan?" teriak naruto dari dalam dapur setelah mendengar teriakan najis sang putra.

"umm,, tak ada apa-apa kaachan, hehe.. hanya sedikit masalah kecil…"serunya masih dari dalam kamar mandi.

"oh, ya sudah, cepatlah mandi, sebentar lagi kita sarapan"

"haaaiiiiii…."

"kuso,,, tikus-tikus sialan…. Kali ini sudah yang keempat kali kalian mengahabiskan sikat gigiku… ckk.. sial, sial… lain kali akan aku habisi kalian semuaaa,, tikus brengsekkk" serunya dengan suara kecil agar tak didengar oleh sang ibu kepada binatang-binatang kecil yang dengan seenaknya menyiksa sang sikat yang sangat disayanginya itu. (alah si tatsu lebay masak Cuma sikat gigi doank ck = =')

-skip time beberapa menit kemudian-

"kaachan… hari ini aku mau keluar lagi dengan takun, boleh ya?" ucap sang anak di tengah-tengah kegiatan sarapan mereka.

"mau kemana sepagi ini dengan takun? Bukankah sekolah masih libur? Tak biasanya tatchan pergi pagi-pagi begini?"jawab naruto yang kini tengah menggigit sepotong daging ayam yang ada diatas piringnya itu.

"hehe, rahasia ne.. kaachan belum boleh tahu dulu hehe"

"oh, sekarang mau main rahasia-rahasiaan lagi pada kaachan?"

"nanti juga kaachan tau, hehhee"

"hmm,, ya sudah…. Sekarang cepat habiskan makanmu"

"yaa….." ucap tatsu yang kini dengan lahap memakan makanan yang telah dimasakkan oleh naruto.

'ting….tong….' suara bel mengagetkan acara sarapan mereka.

"mmmm,,, nnee innu asti naakun, (nee, itu pasti takun)" ucap tatsu denga mulut penuh.

"habiskan dulu makanmu, biar kaachan yang bukakan pintunya" ucap naruto seraya bangkit dari duduknya dan berjalan menuju kearah pintu.

"ya, tunggu sebentar" ucapnya dari dalam rumah.

"ohayou, jisan… tatsu ada?" ucap seorang bocah berambut silver mengenakan kaos berwana coklat dengan gambaran doraemon didepannya.

"ara, takun.. tatchan ada didalam masih sarapan, ayo masuk." Ucap naruto sambil mempersilahkan tarou memasuki rumahnya.

"um, arigato jisan" seraya memasuki kediaman naruto.

"aah… cepat sekali kau datang takun, aku baru saja tadi berencana menjemputmu kerumah, eh kau datang duluan kesini. he" ucap tatsu yang kini sudah selesai dengan sarapannya, tengah membersihkan piring-piring yang tadi digunakannya untuk sarapan.

"kalau kau yang menjemputku, aku yakin kita perginya bukan hari ini tapi besok." Ucap tarou membalas ucapan sang sahabat.

"hhaaa… pagi-pagi kau ingin menyulut amarah ku ha?" serunya pada sang sahabat yang tadi ia rasa mengucapkan sindiran untuknya.

"bodoh." Balas sang sahabt yang kini duduk di kursi di ruang tamu yang terbilang cukup kecil itu.

"sudah… pagi-pagi tak baik bertengkar lho." Ucap naruto menengahi

"takun duluan kaachan…" ucap tatsu yang tak mau disalahkan.

"dasar temperamental" ujar sang sahabat

"kaaa-"

'pletak'

Belum sempat sang bocah mengakhiri kalimatnya, dengan sangat tidak elite sang bocah mendapat pukulan manis dari naruto.

"hhieee,, kaachan jahaat… huhuhu" tangisnya lebay sambil mojok di sudut dapur.

"bagaimana acara kalian hari ini?" ucap naruto yang kini berkutat dengan pakaian-pakaian yang ada di pangkuannya.

"aa… oh.. ya.. aku pergi dulu kaachan, takun ayoo.. nanti kita kesiangan…" serunya sedikit kaget karena hampir lupa akan acara pagi harinya dengan sang sahabat.

"ya, ya.. jisan kami pergi dulu…" seru tarou yang sudah ditarik oleh sang sahabat meninggalkan rumah itu.

"hati-hati ya…." teriak naruto sambil tersenyum melihat kepergian putranya yang sedikit tergesa-gesa itu, bingung dengan apa yang putranya sedang rencanakan bersama sang sahabat.

++++ SKIP TIME SORE HARI ++++

'ting..tong… ' terdengar suara bel berdentang dari depan rumah, sedikit mengagetkan penghuni rumah yang sedan duduk sambil menonton acara di salah satu stasiun televisi.

'tumben ada yang datang jam segini? Apa mungkin tatchan?' batin sang penghuni rumah yang heran tumben mendapat tamu di jam yang bisa dibilang waktu untuk bersantai sang penghuni rumah. (yeiy… suka-suka yang jadi tamu dong nar.. gimana sih? Ck = =").

"ya, sebentar…"seru seorang dari dalam rumah.

"siapa sih yang berta….." ucapannya terpotong setelah melihat siapa tamu yang datang mengunjunginya saat ini,

"mu…"

"naru!" teriak seorang lelaki manis berambut coklat yang diikat satu dibelakang dan memiliki bekas luka melintang di wajahnya.

"ah… iruka jisan?" ucap naru yang dikagetkan dengan pelukan tiba-tiba dari tamu didepannya itu, yang adalah salah satu dari kerabat jauhnya, ya dia adalah paman naruto, yang bernama Umino Iruka.

"kemana saja kau selama ini ha? Paman sudah kerepotan mencarimu, dan ternyata sekarang kau ada di kota ini." Ucap iruka dalam satu kali tarikan nafas.

"he.. maafkan naru jisan, tapi naru punya alasan… oh ya ayo masuk dulu jisan, jisan pasti lelah kan.. hehehehe" ucap naruto sambil mengamit lengan iruka diarahkan menuju kedalam rumah.

"ck, kau tetap saja seperti dulu, suka seenaknya…" ucap iruka sambil mengikuti naruto dibelakang menuju kearah ruang tamu.

"he… tak ada yang berubah dengan pribadiku jisan, aku masih sama seperti dulu, tapi…. Diriku yang dulu sekarang sudah berbeda jisan, ada orang yang harus aku lindungi…. " ujar naruto lemah sambil menuju dapur untuk membuatkan minuman untuk sang tamu.

"…" hening tak ada jawaban balasan yang dilontarkan oleh iruka, yang kini menatap sendu kearah keponakan tersayangnya itu.

"nee,, jisan mau minum apa? Naru cuma punya jus jeruk dan tomat saja." Serunya memecah keheningan dalam ruang tamu itu.

"apa saja boleh naru" ucap iruka kemudian sambil meletakkan tas yang dibawanya sejak tadi dikursi disebelahnya…

'tuk.. tuk…' suara langkah kaki naruto menghampiri iruka dari arah dapur sambil membawa dua buah jus jeruk diatas nampan.

"ini jisan, minumlah jisan pasti haus." Ucap naruto pada iruka. Sambil mengambil tempat duduk di depan sang paman yang sangat dirindukannya selama 12 tahun ini.

"anoo, darimana jisan tau aku tinggal disini?" Tanya naruto to the point.

"beberapa bulan yang lalu, jisan mendapat kabar kalau kemungkinan kau berada di kota ini, kota yang telah kau tinggalkan selama 12 tahun lalu. Aku kira berita itu hanya bohong belaka namun, 5 hari yang lalu salah seorang temanku mengatakan pernah melihatmu berada di salah satu pusat perbelanjaan, dia agak ragu karena dia hanya melihatmu sepintas saat itu, dan hatiku mengatakan kalau yang dilihatnya itu benar-benar dirimu, untuk itulah aku berusaha keras mencarimu didaerah yang dikatakan oleh temanku, dan akhirnya akupun berakhir disini… akhirnya aku menemukanmu naru, hiks..hiks.. " jelas iruka yang diakhiri dengan isak tangis karena akhirnya pencariannya untuk menemukan sang keponakan membuahkan hasil.

"aku hanya ingin memulai hidup yang baru jisan, walaupun saat itu aku meninggalkan semuanya, itu adalah satu-satunya hal yang bisa aku lakukan saat itu…" jawab naruto lemah sambil memainkan jari-jarinya sepertinya hal itulah yang menjadi hal yang sangat menarik saat ini.

"kenapa kau tak mencariku, pamanmu saat itu naru? Ketika aku pulang, aku terkejut menemukan kamarmu bersih, aku kalut, cemas, khawatir dan takut. Takut kau diculik dan dibunuh, seminggu aku menyakanmu pada teman-temanmu dan keluargamu, tapi apa yang aku dapatkan tak seorang pun tahu akan keberadaanmu.." ujar sang paman yang berusaha menahan perasaannya pada sang keponakan. Iruka tahu pasti ada sebabnya keponakannya itu meninggalkannya tanpa pemberitahuan lebih dulu saat itu, dan sekarang setelah ditemukannya sang keponakan hanya itu yang keluar dari mulut keponakannya itu, jawaban yang tak diharapkanlah yang keluar.

"aku tahu jisan, tapi saat itu sungguh sangat sulit bagiku untuk tetap berada disana dan juga memberitahumu apa yang terjadi padaku, bukan karena aku segan, tapi aku tak sanggup jisan… benar-benar tak sanggup.. huuhuhuhu.." jawab naruto yang kini diiringi dengan isakan kecil yang keluar dari bibirnya, air mata yang menggenangi kedua pelupuk matanya itupun kini menetes perlahan.

"bisakah kau menceritakannya padaku naru? Bukankah aku pamanmu? Bukankah kau sangat menyayangiku? Bisakah setidaknya kau membagi sedikit saja hal yang telah membuatmu meninggalkan kami padaku? Aku disini naru, aku akan selalu bersamamu, karena aku sangat, sangat menyayangimu, kau sudah ku anggap seperti anakku sendiri naru…" ujar iruka masih dengan tatapan sendu memandang naruto. Mengamit kedua tangan kecil berwarna tan dari keponakannya tersayang.

'brakkk… drapp.. drap…' terdengar suara gebrakan pintu dan juga langkah kaki memasuki ruangan dimana saat ini terdapat dua orang yaitu paman dan keponakan yang kini sedikit tersentak karena acara melepas rindu mereka terganggu….

Tsuzuku….

Hollaaaa….

Maaf aku balas reviewnya disini ya…

Kkhukhukhukhudattebayo: hehehe…. Wah kalu ku jawab nanti jalan ceritanya ketebak dong hehehe…. Hmmm… kalau kemunculannya sasuke… mungkin di chap depan atau di 2 chap berikutnya.. heheh ya lumayan lama..biar alurnya jalan… maksi ya udah direview… ditunggu aja chap selanjutnya.. hehhehe

gue kece: hmm.. hehe… maaf soalny aku ga tau mesti nulisnya gimana lagi… hehehe yang tertera dalam otakku saat itu bahasanya y seperti itu, he… tapi makasi sarannya,, mungkin lain kali akan aku perbaiki,, hehehe

nasusay: heheheeee salah tebak ya... ditunggu aja ya chapter berikutnya... biar tambah penasaran xexexe

:ya, hee... nanti tak usahain lebih jelas ya.. makasi sarannya... ^ ^

sekali terimakasih udah berkunjung kesini and ngebaca fic aneh ku ini hehehe….

Silahkan bagi yang mau review, nagsih saran, kritik atau dll…. Aku terima dengan senang hati… dan kalaupun Cuma mau membaca (kayak saya dulu yang Cuma mampir buat baca fic doing hehhehe ups ketahuan) silahkan…..

Akhir kata….

Jaa, nee…