Titled: Gambare, kaa-chan…

Rated: T menjurus ke M

Pair: Uchiha sasuke x Uzumaki naruto

Disclaimer: Naruto sejak dari janin udah punya babe Kishimoto

Genre: romance, hurt/comfort, angst, a little bit humor

Warning: pastinya YAOI donkzzzz…. Xexexxe xp…narUKE- saSEME…fuufuufufuufufuuu…. #plak ga penting….

Cast in this chapter:

Uzumaki Naruto : 30 tahun

Uzumaki tatsu (Tat-chan): 12 tahun

Umino iruka: 40 tahun

Tarou : 12 tahun

Danzo sai: 31 tahun

PERHATIAN: mungkin akan terjadi penambahan tokoh di tengah-tengah cerita tolong dipermaklumi ya…. (authornya sarappp…) dan juga nanti di setiap chapter cast tokoh yang maen bakal berubah ya….. maafbaru ngasi tau hehehhe #ditimpuk batu sama readers

Summary:

"selama bertahun-tahun aku sangat-sangat merindukan aroma citrus yang sangat kusukai dari dirinya,"

"kaachan, ada seseorang yang saat ini sangat aku benci, bahkan kebencianku pada orang itu sudah terlalu dalam hingga tak berdasar"

"apakah saat ini kau masih menyukainya?"

"hei, mungkinkah suatu saat nanti kita akan tetap bersama seperti sekarang?"

"rasa itu selamanya tak kan pernah aku lupakan, ne sasuke…"

#preview the third chapter

'brakkk… drapp.. drap…' terdengar suara gebrakan pintu dan juga langkah kaki memasuki ruangan dimana saat ini terdapat dua orang yaitu paman dan keponakan yang kini sedikit tersentak karena acara melepas rindu mereka terganggu….

#fourth chapter

"siapa itu?" ucap naruto yang kaget mendengar suara pintu rumahnya terbuka. Dengan perlahan berjalan menuju arah pintu rumahnya tersebut.

"narujisan…. Hiks… hiks…" suara seorang bocah yang ternyata adalah pelaku dari pendobrakan sang pintu.

"takun? Ada apa? Kenapa kau menangis? Mana tatchan?" serunya kemudian dengan cepat menghampiri sang bocah yang masih menangis sambil menundukan kepalanya tak berani menatap wajah sang paman, sedangkan iruka….

"naru ada apa? Siapa anak ini?" Tanya iruka yang juga berada disamping keponakan, menatap heran sang keponakan.

"dia teman anakku iruka jisan." Ucap naru datar, yang tentunya ucapannya itu membuat sang paman kaget. Anak? Tadi kalau tidak salah iruka mendengar kata 'anak' keluar dari mulut sang keponakan. Sejak kapan naruto menikah? Dan jikapun dia sudah menikah tapi di mana sang istri? Selama beberapa saat berada dirumah itu iruka tak melihat satu pun bukti-bukti yang menampakkan adanya kehadiran sang istri, apa istrinya sudah meninggal? Begitulah kira-kira sekelebat pertanyaan yang kini menghantui benak iruka, merasa aneh dengan pilihan kata yang diucapkan naruto.

"jawab jisan takun, dimana tatchan sekarang?" sontak lontaran kata-kata yang dikeluarkan naruto membuat iruka kembali dari acara melamunkan kebingungannya dan juga tak urung membuat bocah yang kini tengah menangis itu mengusap air mata yang mengalir di kedua belah pipinya yang sedikit chubby.

"hiks.. tat.. hiks.. tatchan.. maaf.. hiks… aku.. salah.. hiks" ucap sang bocah yang kurang jelas apa maksud dari kata-katanya itu.

"bicaralah yang jelas tarou!, jisan tak mengerti apa yang kau ucapkan" seru naruto tiba-tiba, merasakan adanya hal buruk yang terjadi pada putranya.

"tenangkan dirimu, jangan membentaknya, itu membuatnya takut." Ucap iruka berusaha menenangkan naruto yang terlihat kalut.

"nak, katakana pada paman, apa yang terjadi pada anak yang kau sebut tatchan itu?" ucap iruka pelan supaya sang bocah yang kini tengah menangis bisa menceritakan apa yang tengah terjadi pada putra naruto itu.

"tadi, kami berencana pergi ke toko yang ada didekat sekolah, sebenarnya tatchan ingin memberikan hadiah pada narujisan karena hari ini katanya adalah ulang tahun narujisan, tapi tadi saat kami hendak pulang, tiba-tiba dijalan kami di hadang oleh preman, mereka meminta uang sisa belanjaan yang kami bawa, tapi tatchan tak mau menyerahkan uang itu pada mereka, kemudian mereka murka, salah satu dari mereka ingin menyerangku, tapi… hiks… hiks… tapi… maaf jisan, ini salahku,,, aku lengah.. hiks.. maaf.. maafkan aku jisan.. huhuhuhu" papar sang bocah yang kini kembali mengeluarkan air mata.

"tapi apa! Apa yang terjadi pada tatchan! Katakan tarou, katakan!" bentak naruto yang tak sabaran mendengar penggalan cerita sang bocah, perasaannya kini bertambah kalut, pikiran negative terus saja menghantui dirinya, takut kalau, kalau dia akan kehilangan sang putra.

"maaf jisan,, tatchan.. dia.. tadi terluka karena dipukuli mereka, dan sekarang.. hiks.. dia masih ada di taman jisan, takut kalau jisan marah padanya.. hiks" ucap tarou diselingi isak tangisan yang masih dikeluarkan olehnya.

"chk…"

'Drap..Drap.. BRAKKK' terdengar suara langkah kaki yang tergesa-gesa dan juga pintu yang tertutup secara kasar, dan sudah dapat diduga bahwa pelakunya pasti lelaki berambut pirang yang kini tengah berlari menuju taman dengan tampang yang sangat kalut dan juga wajah yang sedikit merah menahan agar tangisnya tak pecah sat itu juga, karena dia sudah bernjanji tak akan jadi cengeng lagi.

"tatchan… tatchan… tatchan…. Tatchan.." racau naruto ditengah kegiatannya berlari secepat mungkin menuju tempat dimana sang putra berada. Satu hal yang saat ini menjadi pikirannya adalah bagaimana caranya agar dapat tiba di tempat sang putra dalam detik ini juga, namun dia bukanlah seorang ninja yang dapat berlari secepat kilat, sayangnya disini ia hanya seorang manusia biasa yang tak mungkin memiliki kemampuan berlari secepat ninja itu. Jarak yang lumayan jauh dari rumahnya kini dirutukinya membuat nafasnya semakin terengah-engah, dan hatinya semakin kalut karena sejauh ini tak jua dilihatnya ujung jalan dimana ada sebuah persimpangan yang menuju ke arah taman.

'tatchan, semoga kamu baik-baik saja, kaachan mohon tunggu kaachan,, sebentar lagi… sebentar lagi kaachan sampai..' batinnya berharap apa yang ditakutkan terjadi pada sang putra. Orang-orang yang berlalu lalang di jalanpun ditabraknya satupersatu, tak memikirkan umpatan-umpatan yang dikeluarkan oleh dirinya. Bagaimana tidak, orang lain yang melihatnya saat ini pastinya berdecak kesal karena melihat seorang pemuda berlari kesetanan di tengah-tengah kerumunan orang- orang.

'Dukk…' suara benturan bahu diantara dua orang pemuda.

"maaf, maafkan saya, permisi" ucap sang lelaki berambut pirang tersebut pada orang yang tadi ditabraknya.

"oh,,, tidak apa-apa aku yang sa…." Ucapannya terpotong begitu mengetahui siapa yang menabraknya tadi, namun mungkin takdir belum memberi kesempatan untuknya bertemu dengan sang penabrak tadi.

"lah….." terdiam sejenak, masih menatap punggung lelaki berambut kuning yang kini sudah jauh dari jarak keberadaannya.

'tadi itu naruto… naruto… narutoku….' Hanya kata-kata itulah yang terbersit dalam benaknya saat ini belum sempat merespon kejadian yang membuatnya terdiam seperti patung.

"chee… sialan… kenapa aku diam saja. Aku harus mengejarnya. Harus." Serunya tiba-tiba, yang telah bangkit dari kegiatan menjadi patungnya tadi. Tapi Karena terlalu lama terdiam lelaki ini akhirnya kehilangan jejak si pirang.

"sialan…. Aku kehilangan dirinya lagi.. chk.. rupanya dewa masih tak berpihak padaku… sialan" umpatnya di tengah-tengah usaha pengejaran si pirang yang selama 13 tahun ini dirindukannya.

'bodoh kau sai…. Kau bodoh.. bis bisanya kau lengah saat itu ck…' umpatnya dalam hati masih menyesali kebodohannya. Ya benar lelaki yang telah ditabrak oleh naruto tadi adalah sai. Lelaki pertama yang mengubah haluan orientasi seksnya itu, dan juga lelaki pertama yang membuatnya mengenal orang itu.

Beralih ketempat naruto berada yang kini telah sampai di tempat tujuannya yaitu taman bermain….

"TATCHAAANNN… DIMANA KAU?" teriaknya walaupun kini nafasnya masih terengah-engah karena usaha berlari sekuat tenaga tadi, hanya untuk segera melihat kondisi sang putra saat ini.

Namun semaikin ia memasuki taman bermain iapun dikejutkan oleh sesuatu…

"TARAAAAAAA…. TETTT.. TEETTTT…" seruan seorang anak yang kini tengah berjalan kearahnya sambil membawa kue ulang tahun bertuliskan 'happy birthday kaachan from tatsu' disertai cengiran lebar sang putra yang beberapa menit lalu sempat di membuat jantungnya hampir copot….

"hhaa… haaa.. hhh… hhaaaa….." desah nafas naruto yang masih dalam keadaan tersenggal-senggal, tengah menatap sang putra yang berdiri di depannya tanpa kekurangan sesuatu apapun, dengan tatapan yang masih bingung.

"…." Hening….

"nee, kaachan kenapa diam? Kaachan kaget ya? pasti kaget kan? Hehehe horee,, aku berhasil mengagetkan kaachan hehehe" seru sang bocah dengan nada yang sangat girang karena telah berhasil menipu sang 'ibu'.

Dan kita lihat kondisi naruto saat ini, kaos berwarna orange yang tadinya bersih kini lusuh terendam oleh keringat ditubuhnya dan juga ada beberapa noda kotor karena terjatuh dalam perjalanannya menuju tempat ini, rambut pirang yang berantakan kini semakin berantakan, dan wajah yang sejak tadi ditahannya agar tak mengeluarkan air mata kini bobol, air mata yang sejak tadi ditahannya kini jatuh dengan derasnya mengalir di kedua belah pipinya, pertahanannya jebol melihat sang putra, ada rasa lega yang kini merayap di relung hatinya, rasa khawatir, cemas, takut kini hilang begitu saja…

Melihat sang 'ibu' yang tiba-tiba menangis didepannya membuat sang putra cemas,.

"kaachan? Kaachan kenapa nangis?" ucapnya yang saat ini berjalan menghampiri naruto semakin dekat masih dengan membawa kue di kedua tangannya.

"dasar anak nakal, kau membuat kaachan hampir mati, kaachan takut kehilangan lagi tatchan, hiks.. hiks… kau benar-benar nakal…. Kau.. hiks.. membuat jantung kacang hampir berhenti… huhuhu" ucap naruto diiringi isak tangisnya yang kini semakin deras, masih menatap kearah sang putra yang kini telah berada didepannya. Kemudian dengan hitungan detik direngkuhnya tubuh sang putra yang hanya sebatas dadanya itu, direngkuhnya hingga sang bocah merasa sesak nafas karena pelukan naruto.

"ma..maaf.. kaachan… maafkan tatsu… hiks.. hiks.. kaachan jangan nangis lagi… tatsu sedih liat kaachan seperti ini.. hiks.. hiks.. huweeee… " capnya ditengah pelukan naruto….

"jangan pergi sayang… jangan tinggalkan kaachan… jangan berbuat seperti ini lagi sayang… kaachan tak sanggup jika melihatmu benar-benar mengalami peristiwa yang diucapkan takun tadi,, benar-benar tak sanggup,, hiks.. lebih baik kaachan saja yang mengalaminya… hiks… berjnjilah.. berjanjilah pada kaachan tatsu" ucapnya pada sang putra yang kini tengah ditatapnya mengaharapkan jawaban yang dapat menenangkan hatinya saat itu juga.

"hiks..hiks.. ya kaachan.. tatsu janji.. tatsu tidak akan pernah meninggalkan kaachan… janji.. hiks.." ucap tatsu yang kini menatap mata naruto penuh kasih sayang.

" arigatou tatchan…" bisik naru yang kembali memeluk putranya itu.

"jaa,, sebaiknya kita pulang…. Sepertinya tadi kaachan meninggalkan tamu penting dirumah kita.. ayou" ajak naruto pada tatsu….

Sementara itu ditempat iruka jisan….

'hei, kenapa naruto lama sekali ya? apakah terjadi sesuatu padanya? Semoga saja tidak, duh perasaanku tak enak…. Lagi pula bocah ini aneh,, barusaja dia datang dengan menangis tersedu-sedu namun kini tingkahnya seperti tak terjadi apa-apa… benar benar anaeh…' batin iruka sambil menatap intens pada sang bocah yang kini tengah berada di ruang tamu keluarga naruto sambil meminum jus jeruk yang sebenarnya jus itu adalah milik naruto.

"ada apa paman? Ada yang aneh denganku?" ucapnya tiba-tiba mengagetkan iruka…

"eh.. ah.. ummmm tidak… tak ada apa-apa.. silahkan dilanjutkan….. hmm.. ngomong-ngomong naruto lama ya" ucap iruka yang kini mengambil tempat duduk di kursi seberang bocah itu.

"tenang saja paman nanti juga mereka datang"

"kenapa kau tau?"

"karena ini bagian rencana'nya' untuk naru jisan"

"eh? maksudnya"

"rencana kejutan dari sang putra…." Ucap tarou mengakhiri percakapannya dengan iruka, karena tiba-tiba terdengar suara dari arah pintu, dan ternyata benar itu adalah kedatangan dari kedua orang yang saat ini dicemaskan oleh iruka..

"naruto… dan.. anak itu?"

"hehe… hallo paman…" ucapnya menyapa iruka.

Tsuzuku….

Balas review dulu ya hehhee lets go…

izanami kayo: maaf ya… janji flashbacknya ga di chap ini, tapi di chap depan kok.. hehehhee.. wah tebakannya salah tuh.. hee bukan kakashi tapi tarou… makasi y a dah review

devilojoshi: hehe konflik yang sebenernya belum di chap ini… bingung mau bikin di chap yang mana,, tapi chap depan mungkin aka nada sedikit konfliknya hehhehe. Dan untuk tokohnya memang Cuma seputar ini dulu, nanti di chap flashbacknya baru semua mau tak datengin hehehe… sabar ya… hehehehe makasi

kkhukhukhukhudattebayo: kalau tak salah gambare kaachan itu artinya berjuanglah, ibu…. Hehe tenang chapter depan ada sasukenya kok yah walaupun Cuma pertemuan pertama.. hehehhe ya ditunggu aja…. Makasi reviewnya…

yoshhhhhh… semua sudah aku balas…

maaf apabila chapter lalu saya menjanjikan akan memflashback masa lalu naruto di chap ini namun hal itu tak terjadi…. Mohon maafkan aku ya ga nepatin janji, tapi chapter depan janji kok.. hehehhe

#kalau ga ditepatin lagi bakar aja tu author.. XD

sekali terimakasih udah berkunjung kesini and ngebaca fic aneh ku ini hehehe….

Silahkan bagi yang mau review, nagsih saran, kritik atau dll…. Aku terima dengan senang hati… dan kalaupun Cuma mau membaca (kayak saya dulu yang Cuma mampir buat baca fic doing hehhehe ups ketahuan) silahkan…..

Akhir kata

Sangkyuu….

Jaa, neee