Titled: Gambare, kaa-chan…

Rated: T menjurus ke M

Pair: Uchiha sasuke x Uzumaki naruto

Disclaimer: Naruto sejak dari janin udah punya babe Kishimoto

Genre: romance, hurt/comfort, angst, a little bit humor

Warning: pastinya YAOI donkzzzz…. Xexexxe xp…narUKE- saSEME…fuufuufufuufufuuu…. #plak ga penting….

Cast in this chapter:

Uzumaki Naruto : 30 tahun/ 16 tahun

Uzumaki tatsu (Tat-chan): 12 tahun

Umino iruka: 40 tahun

Tarou : 12 tahun

Danzo sai: 31 tahun/ 17 tahun

Uchiha Itachi: 18 tahun

Uchiha sasuke: 17 tahun

PERHATIAN: mungkin akan terjadi penambahan tokoh di tengah-tengah cerita tolong dipermaklumi ya…. (authornya sarappp…) dan juga nanti di setiap chapter cast tokoh yang maen bakal berubah ya….. maafbaru ngasi tau hehehhe #ditimpuk batu sama readers

Summary:

"selama bertahun-tahun aku sangat-sangat merindukan aroma citrus yang sangat kusukai dari dirinya,"

"kaachan, ada seseorang yang saat ini sangat aku benci, bahkan kebencianku pada orang itu sudah terlalu dalam hingga tak berdasar"

"apakah saat ini kau masih menyukainya?"

"hei, mungkinkah suatu saat nanti kita akan tetap bersama seperti sekarang?"

"rasa itu selamanya tak kan pernah aku lupakan, ne sasuke…"

#preview the fourth chapter

"rencana kejutan dari sang putra…." Ucap tarou mengakhiri percakapannya dengan iruka, karena tiba-tiba terdengar suara dari arah pintu, dan ternyata benar itu adalah kedatangan dari kedua orang yang saat ini dicemaskan oleh iruka..

"naruto… dan.. anak itu?"

"hehe… hallo paman…" ucapnya menyapa iruka.

#fifth chapter

"bisakah kau jelaskan tentang ini dan semuanya padaku naru?" Tanya iruka yang masih bingung dengan kejadian yang barusan terjadi dan juga tentang si bocah yang perawakannya mirip sekali dengan naruto, berbeda hanya pada warna mata sang anak yang berwarna hitam bukannya biru seperti naruto.

"aku akan mengatakan semuanya jisan, tidak saat ini, tidak saat ada 'anakku' disini, bolehkah?" Tanya naruto balik pada iruka yang masih menatap heran kearahnya.

"kalau begitu kita bicarakan saja nanti malam, sebaiknya sekarang kau mandi kurasa kondisimu saat ini terlihat sangat kacau, begitu juga dengan putramu itu." Ucap iruka sambil mangambil langkah menuju kearah dapur, guna membuatkan makan malam untuk sang penghuni rumah.

"nee, jisan. Jisan lupa ya padaku?" ujar sebuah suara yang berada tak jauh dari tempat naruto berdiri.

"ara… takun? Astaga..jisan kira kau tadi langsung pulang" ucap naruto mengalihkan perhatiannya pada tarou.

"bagaimana bisa aku pulang narujisan, kalau paman itu (menunjuk iruka) yang menahanku disini."

"nee, takun, sebaiknya jangan pulang saja, tmenginaplah disini ya? kita tidur dikamarku saja hehhehe"

"lebih baik aku tidur di kandang anjingku dari pada harus tidur dengan makhluk seperti dirimu"

"tchh… TAKKUUNNNN…. SIALANNN…" teriaknya kemudian berlari menuju kekamarnya.

"tch,, dasar bocah itu, ya sudah, jisan minta maaf ya sudah banyak merepotkanmu hari ini, dan terima kasih sudah menemani tatchan, ne takun" ucap naruto yang kini mengelus lembut pipi tarou.

"tak usah sungkan padaku jisan, dia anak yang cukup menarik, jadi aku tak bosan bermain dengannya"

"hehehe…Ne takun sekarang sudah jam 7 malam, bagaimana kalau kau menginap saja?"

"tak usah jisan, aku masih ada pr musim panas yang harus dikerjakan. Aku pulang saja jisan"

"hmm.. apa perlu jisan antar? Sekarang kan sudah malam, jisan takut ada apa-apa denganmu"

"uun, tak usah jisan, aku bisa jaga diri. Jaa, aku pulang dulu jisan."

"un, hati-hati tarou, kalau sudah sampai dirumah kabari jisan ya?"

"ya." dengan itu kini rumah kecil yang di tempati naruto hanya terdapat 3 orang penghuni, iruka, naruto dan tatsu.

-SKIP TIME-

Menjelang pukul 11.20 malam di rumah kecil naruto.

"apa putramu sudah tidur?"

"aku rasa sudah iruka jisan, dia tak bisa tidur kalau lewat dari jam 10, kebiasaannya dari tk"

"naru… bisakah kau ceritakan semuanya? Saat ini? Jisan ingin tahu semua yang telah terjadi padamu naru, aku khawatir naru" tanya iruka to the point

"akan aku ceritakan,tapi, aku harap dengan aku menceritakannya saat ini jisan bisa mengerti keputusanku saat itu."

"akan aku coba… karena kau sudah kuanggap sebagai putraku,…" ucap iruka yang kini menatap naruto penuh harap, agar sang pemuda berambut pirang mau menceritakan semua beban yang ia tanggung selama ini.

"aku akan mulai menceritakannya dari saat pertama kali aku dipertemukan dengannya..."

"saat itu..."

*flashback on*

"sai, untuk apa kita kesini?"

"tenang naruchan, aku hanya ingin memperkenalkan seseorang padamu, aku rasa kau tak usah tegang seperti ini dong" ujar pemuda bernama Danzo Sai dengan lembut pada sang kekasih yang berada disampingnya,

"tapi, pemberitahuanmu itu mendadak tau, tch" geram seorang pemuda berambut pirang, Namikaze Naruto.

"kalau kau seperti ini aku rasa aku ingin 'menyerangmu' sekarang juga. ." ucap sai yang kini masih memakai satu stel pakaian sekolah ditubuhnya.

"tch.. hentikan itu, mesum!" ujar naruto disebelahnya yang juga masih mengenakan satu stel pakaian sekolah. Menampik lengan sang kekasih yang kini merayap disekitar pinggangnya menuju kearah bawah.

''kau yang mulai menggodaku naruchan.. khukhu'' ujar sang kekasih yang kini semakin mendekatkan badannya pada sang pemuda berambut kuning itu, dilihatnya sang kekasih yang memalingkan mukanya dan terlihat pula semburat merah disekitar pipinya yang chubby itu.

"hentikan! Berapa lama lagi kita menunggu disini, sedangkan orang yang kau maksud belum datang juga." Ujar si pirang berusaha mengalihkan perhatian, masih dengan semburat merah yang kini perlahan memudar dipipinya.

"haaa… entahlah,, tumben dia datang telat." Ucap sai melepas rangkuannya dan kemudian mengambil hp dari kantong sweaternya untuk menghubungi orang yang tengah ditunggunya kini di sebuah café bernuansa ala negeri china itu.

"sebentar biar aku hubungi du…." Ucapan pemuda itu terpotong setelah dilihatnya orang yang ditunggunya sejak tadi sudah memasuki café, dan orang itupun tengah mencari seseorang.

"ahh… itu dia… hoi! Ita-nii, sasuke.. disini!" serunya mengagetkan sang pemuda pirang dengan tiba-tiba berdiri dang memanggil seseorang yang telah ditunggunya sejak tadi.

"ahh.. maaf membuat kalian menunggu, agak sedikit susah menemukan café ini. Maklumlah kami kan orang baru dikota ini. hehhee" ucap seorang pemuda berambut hitam panjang dengan sedikit guratan di bagian bawah mata yang berwarna hitam tersebut sambil memberikan senyuman pada dua orang pemuda yang sejak tadi menunggu kedatangannya, Uchiha Itachi itulah nama pemuda yang sedng berbicara dengan Sai itu.

"taka apa ita-nii, kami juga baru 15 menit yang lalu datang, aa.. ayo duduk dulu. Hei, sasuke lama tak jumpa.." ujarnya sambil mempersilahkan dua orang pemuda itu untuk duduk.

"hn" ucap sang pemuda yang perawakannya mirip dengan Itachi namun dengan tatanan rambut yang berbeda, jika itachi memiliki rambut panjang, sedangkan pemuda ini berambut pendek dengan style emonya (biasa dikatain rambut pantat Ayam, ravenlah, spike lah terserah xexexe).

"haa… seperti dulu, kau tetap saja irit kata sasuke.''

"oh.. ya apakah pemuda ini yang ingin kau perkenalkan pada kami sai?" ucap itachi yang kini tengah menatap kearah pemuda berambut pirang disamping sai itu.

"aa.. ya hampir lupa.. perkenalkan dia Namikaze Naruto'' ucapnya sambil menepuk pelan bahu naruto.

"perkenalkan saya Namikaze Naruto" ucap naruto disertai dengan membungkukkan badan pada kedua pemuda berambut hitam didepannya.

"aku Uchiha Itachi, dan ini adikku Uchiha Sasuke, Sai itu adalah saudara sepupuku" ucap itachi memperkenalkan dirinya dan juga sasuke.

"dan Naruto saat ini berstatus sebagai PACAR dari Danzo Sai hhehe" ujar sai tiba-tiba dengan memberikan penekanan pada kata 'pacar', dan lihat reaksi sang Uchiha bersaudara, kaget, shock beracampur jadi satu mendengar penuturan sang sepupu. Mengejutkan memang, karena tak ada yang akan menyangka sang sepupu berubah haluan dari straight jadi gay.

"benarkah?"

"tentu, dan kami sudah menjalani ini selama hampir 2 setengah tahun lho.."

"wah…wah… kau membuatku cukup terkejut"

"hehe…. "

"bodoh."ucap sasuke yang kini tengah menatap kearah sang pemuda pirang yang sejak tadi menundukkan kepalanya, mungkin ada sesuatu dibawah sana yang lebih menarik dari hanya sekedar bebrbincang-bincang dengan sepupumu.

"tch,, siapa yang kau bilang bodoh hah sasuke?" ujar sai yang kini merangkul pundak sang kekasih.

"hn"

"oh… ya… sejak tadi aku rasa kami belum melihat wajahmu, naru, bolehkan kalau kupanggil betigu hmm?" ujar itachi dengan menopangkan dagunya pada salah tangan kirinya tak lupa dengan sebuah senyum yang masih bertengger di wajahnya.

"an..anoo… hmmm…" ucap si pirang yang saat ini sedikit gelisah menanggapi pertanyaan yang diajukan oleh kakak sepupu kekasihnya itu, masih dengan wajah yang ditundukkan.

'gawat… apa yang harus aku lakukan? Tch sialan kenapa aku mesti gugup begini sih? Seperti bukan kau saja naruto, ayo tunjukkan wajahmu, jangan malu.'serunya dalam hati yang kini agak sedikit gugup.(yaelah baru Cuma ketemu saudara sepupunya doing dah kayak gini apalagi kalau ketemu sang calon mertua, bisa langsung ko-it kau nar xexexe xp)

"ada apa naru chan? Mukamu merah kau sakit?" Tanya sai yang kini memegangi dahi si pirang

"aa… hm.. aku tak apa-apa tenang saja, sai" ucap naruto sambil memalingkan mukanya yang agak memerah

"ahh.. aku ingin ke toilet sebentar.."ucap naruto tiba-tiba beranjak dari tempatnya duduk dan tanpa sengaja karena kecerobohannya sendiri tak sengaja menabrak salah satu pelayan yang sedang mengantarkan minuman ke meja tempat dimana mereka duduk.

"Achk…" teriak sang pelayan dan naruto bersamaan.

'Prang… cuuuurrrrr' suara gelas terjatuh menghantam keramik lantai dan air yang mengucur dari gelas yang masih ada di nampan sang pelayan café.

"Ahkkk… maaf.. maafkan aku… aku tak sengaja"

"… tak apa tuan, biar saya saja yang membersihkannya, tuan silahkan duduk kembali…." Ucap sang pelayan yang kini tengah memunguti pecahan gelas yang berserakan dilantai.

Sejenak pemandangan yang baru saja terjadi sedikit mengalihkan perhatian sang pemuda berambut raven pada sesosok makhluk berambut pirang yang kini masih sedikit kaget karena kejadian tadi. Tercekat, itulah yang dirasakan pemuda berambut ranven ini, akhirnya wajah yang sedari tadi hanya menatap kebawah kini sedang menatap pelayan yang memunguti pecahan gelas yang berada disebelahnya itu. Baru pertamakalinya ia melihat seorang dengan warna mata sebiru langit diimbangi dengan wajah yang sangat manis untuk ukuran laki-laki.''tch, pantas saja si wajah hantu orientasi seksualnya berubah haluan, bagaimana tidak pemuda ini cukup manis juga…. Manis? Tch aku rasa hari ini otakku sedang tak baik, sampai-sampai mengatakan pemuda ini manis, lebih pantas dikatakan bodoh dari pada manis' batin sasuke yang masih menatap lekat pemuda didepannya itu.

"ahh… sudah naruchan, biarkan pelayan itu yang mengurusnya" interupsi sang kekasih ketika masih melihat si pirang bengong memandangi sang pelayan.

"ta..tapi.. sai"

"tch… sudahlah tak apa. Oke. Tenang saja"

"benar kata sai, naru, tak apa sudah ada yang membersihkannya, hm"

"chk, baka dobe"

'twicth….'

"apa kau bilang?"

"dobe"

Twitch… twitch… muncul 2 buah persimpangan di sudut dahi naruto atas ucapan pemuda raven yang kini menatapnya.

"TEMEE!" dan terdengarlah teriakan menggelegar dari dalam café bernuansa china tersebut.

Hal baru yang didapat dari pemuda pirang didepannya saat ini, mengatakan hal seperti "dobe" atau "baka" sebaiknya jangan pernah diucapkan kalau kau tak mau telingamu rusak mendapat serangan dari suara MerDu si pirang.

Itulah akhir dari pertemuan si pirang dengan seseorang yang akan membuat kehidupannya berubah 180 derajad.

Tsuzuku….

Yeiyyy…. Update kilat lagi.. hehehehe

Semoga bisa memuaskan hati para readers sekalian…

Maaf jika masih ada banyak salah ketik di cerita ini, tapi itu bukan kesengajaaan melainkan kecerobohan saya….

Terimakasih jika readers sekalian mau mereview, memberikan saran tau kritik. Silahkan saya sangat senang….

Satu janji sudah saya penuhi untuk memflashback kehidupan naru sebelumnya, maaf jika flashbacknya rada aneh bagi readers sekalian….

Pssttttt… chap depan ada lemon dikit tapi ga hot.. hehheeh mangap yah….

Akhir kata…

Jaa, neee.. ^^