Titled: Gambare, kaa-chan…

Rated: T menjurus ke M

Pair: Uchiha sasuke x Uzumaki naruto

Disclaimer: Naruto sejak dari janin udah punya babe Kishimoto

Genre: romance, hurt/comfort, angst, a little bit humor

Warning: pastinya YAOI donkzzzz…. Xexexxe xp…narUKE- saSEME…fuufuufufuufufuuu…. #plak ga penting….

Cast in this chapter:

Uzumaki Naruto : 30 tahun/ 16 tahun

Danzo sai: 31 tahun/ 17 tahun

Uchiha sasuke: 31 tahun/ 17 tahun

Uchiha itachi: 18 tahun

Yamanaka ino: 17 tahun

PERHATIAN: mungkin akan terjadi penambahan tokoh di tengah-tengah cerita tolong dipermaklumi ya…. (authornya sarappp…) dan juga nanti di setiap chapter cast tokoh yang maen bakal berubah ya….. maafbaru ngasi tau hehehhe #ditimpuk batu sama readers

Summary:

"selama bertahun-tahun aku sangat-sangat merindukan aroma citrus yang sangat kusukai dari dirinya,"

"kaachan, ada seseorang yang saat ini sangat aku benci, bahkan kebencianku pada orang itu sudah terlalu dalam hingga tak berdasar"

"apakah saat ini kau masih menyukainya?"

"hei, mungkinkah suatu saat nanti kita akan tetap bersama seperti sekarang?"

"rasa itu selamanya tak kan pernah aku lupakan, ne sasuke…"

#preview the fifth chapter

Hal baru yang didapat dari pemuda pirang didepannya saat ini, mengatakan hal seperti "dobe" atau "baka" sebaiknya jangan pernah diucapkan kalau kau tak mau telingamu rusak mendapat serangan dari suara MerDu si pirang.

Itulah akhir dari pertemuan si pirang dengan seseorang yang akan membuat kehidupannya berubah 180 derajad.

#sixth chapter

Beberapa hari setelah pertemuannya dengan pemuda raven itu, entah mengapa secara tidak sengaja ataukah sengaja si pirang pasti akan bertemu dengannya, dimanapun.. entah itu di toko buku, di stasiun, di mall, di supermarket, ia pasti akan bertemu dengan si raven, entah itu seminggu sekali, tiga kali, atau bahkan pernah hampir selama seminggu ia selalu melihat pemuda ini. Tapi si pirang tak merasa aneh dengan kejadian ini justru anehnya jika ia tak melihat si raven sama sekali, hal itulah yang membuatnya menjadi resah, rasanya ada yang kurang jika tak bertemu si raven. 'tapi apa?' itulah yang sering dibatinkan si pemuda berambut pirang ini.

Suatu hari datanglah kejadian itu, kejadian dimana pemuda pirang ini mengalami luka pertama yang ditorehkan di hatinya yang masih murni….

"ap…apa.. yang kau lakukan sai!" teriak seorang pemuda berambut pirang pada dua orang yang kini tengah bergumul di sebuah kamar yang disinyalir adalah kamar yang dimiliki sang pemuda berambut hitam.

"na.. naru.." ucapnya yang kini merasa dikagetkan oleh suara dari orang yang sangat dicintainya.

"kau… kau… kau benar-benar lelaki brengsekk!" seru pemuda pirang itu yang kini diliputi amarah, bisa terlihat dari pandangan matanya dan juga kepalan erat ditangannya yang kini memutih karena terlalu erat ia genggam.

"naru.. ini.. ini bukan seperti yang kau lihat.. aku bisa jelaskan" ujar sai yang kini bangkit dari atas wanita berambut pirang panjang di bawahnya, menghampiri kekasihnya yang kini tengah emosi itu.

"cukup! Jangan kemari! Hal ini sudah cukup bagiku. Mulai sekarang, aku tak mau mengenalmu lagi, kau.. kau lelaki BRENGSEKK!" teriaknya marah kemudian berlari menjauh dari apartement sang kekasih, tak dihiraukannya kue yang tadi dibelinya sebelum menuju ke apartement sang kekasih, hanya untuk merayakan hari jadi mereka bersama, namun yang dilihatnya justru membuat hal yang seharusnya menjadi moment-moment berharga hancur berkeping-keping, sepeti hatinya saat ini.

"NARUTOOOO!" teriak sang mantan kekasih dari apartementnya, berusaha memanggil sang tambatan hati. Namun hal itu tak ditanggapi oleh sang pemuda berambut pirang, yang kini terus berlari berusaha menjauhi apartement itu.

"hiks.. hiks,… hiks… sakit.. kenapa kau tega padaku sai… kau yang pertama kali mengatakan cinta padaku, kau yang tiap hari mengatakan kata kata sayangmu padaku, tapi.. tapi kini kau hancurkan begitu saja… kau hancurkan perasaan ini… kau lelaki brengsek yang pernah kukenal.. sial… sial.. sial.. sial…. SIALANNN KAU DANZO SAIIII!" teriaknya kini di tengah-tengah guyuran hujan yang tiba-tiba membasahi bumi, seakan tahu apa yang tengah dirasakan oleh pemuda berambut pirang ini. Cinta yang dipupuknya selama 3 tahun kini kandas dalam satu malam karena pengkhianatan cinta sang kekasih, orang yang pertama kali mengatakan cinta, dan juga orang yang pertama kali mengubah haluan orientasi seksualnya itulah yang mengkhianatinya. Segala macam umpatan yang ada ia keluarkan, berharap dapat mengurangi rasa sakit dihatinya itu. Namun tetap saja rasa sakit itu masih bersarang disana.

"apa yang kau lakukan disini dobe?" ujar sebuah suara baritone yang kini berada tepat dibelakang naruto sambil memegangi sebuah paying berwarna hitam.

"tch… bukan urusanmu teme!"

"itu akan jadi urusanku jika kau kini berada tepat di depan rumahku dobe."

'shit… sejak kapan aku bisa ada di depan rumah si teme, dan kenapa juga kakiku melangkah menuju kesini, tch.. sialan' batinnya yang kini merasa heran karena tengah berada di depan rumah pemuda yang baru dikenalnya dua bulan lalu itu. Kenapa naruto bisa tau rumah sasuke? Itu karena setengah bulan yang lalu ia diajak berkunjung kesana oleh sai, katanya untuk memperlihatkan koleksi komik yang mereka punya, tentu saja naruto langsung menyetujuinya, bagaimana tidak, komik adalah salah satu hal kesukaannya.

"aku kesasar. Bukan maksudku datang kesini. Aku pergi"

"tch, masuklah. Kau basah"

"tidak lebih baik kalau aku pulang"

"dasar keras kepala, kubilang masuk. Kau bisa kedinginan disini dobe!"

"tidak. ! tidak bisakah kau membiarkan aku sendiri, terserah aku mau mati atau tidak, itu bukan urusanmu, dan kau tak berhak mencampuri urusanku teme!" teriaknya kini diliputi amarah yang kembali memuncak. Menatap tajam kearah pemuda bersweater biru gelap itu, seakan jika ia menatapnya lebih lama hal itu bisa membakar pemuda yang kini berdiri tegak dihadapannya.

'sretttt…. pluk' suara tarikan dan juga payung yang tadi dipegang pemuda berambut hitam itu kini jatuh menghantam tanah yang dipijaknya.

"mmmnnhhh….." terkejut dengan pergerakan yang sangat tiba-tiba dari si pemuda raven yang kini tengah menciumnya di tengah guyuran hujan. Hanya bisa membelalakkan mata selebar mungkin berusaha mencerna apa yang tengah terjadi saat ini pada dirinya itu.

Sedangkan si raven kini tengah melingkarkan salah satu lengannya pada pemuda pirang dalam pelukannya, tangan yang satunya lagi menangkup wajah manis si pirang, agar lebih memudahkannya dalam mengeksplor bibir si pirang.

"mmmnhhhh… hee.. pass….aann"ronta si pirang ditengah ciumannya dengan pemuda berambut hitam. Berusaha sekuat tenaga agar lepas dari sang raven, namun perebedaan kekuatan cukup jelas terlihat dari ukuran tubuh yang kecil dan badan yang sedikit lemas karena berlari dengan sangat kencang di tengah hujan yang sedang mengguyur mereka saat ini.

'plak….' Suara tamparan yang ternyata tengah dilayangkan oleh naruto pada sasuke.

"apa maumu hah? Seenaknya saja kau menciumku, siapa kau? hhaa.. hhaa.." jeritnya yang saat ini telah terlepas dari ciuman di tengah guyuran hujan itu.

"diamlah! Kau benar benar berisik dobe!" bentak sasuke yang kini mulai merasa emosi akan tingkah yang ia anggap mengesalkan dari pemuda pirang didepannya ini.

"kau sama saja dengan dia, kau brengsek teme!" teriaknya frustasi didepan sasuke.

"masuk!" bentak sasuke yang kini sambil menyeret paksa si pemuda pirang untuk masuk kedalam rumah, ditemani hujan yang semakin deras mengguyur bumi.

"lepaskan tanganku brengsek, aku tak butuh belas kasihanmu, sial.. sial.. sial…!" serunya yang masih berusaha melepaskan cengkraman tangan sasuke pada dirinya. Namun usaha yang ia lakukan tetap saja adalah usaha yang sia- sia, see? Kekuatan mereka berdua sangat jauh berbeda.

"…." Hening tak ada jawaban yang keluar dari mulut sasuke, namun semakin cepaat ia melangkahkan kakinya sembari menyeret sang pemuda berambut pirang memasuki rumahnya dikarenakan cuaca yang semakin dingin karena hujan.

Kita tinggalkan sebentar pasangan sasunaru, beralih ke kondisi sai saat ini…

"apa yang kau masukkan diminumanku ha?"

"chk.. aku tak tau obat apa itu, aku hanya melakukan apa yang ia suruh, itu saja…."

"siapa. Siapa yang menyuruhmu HAH! JAWAB AKU WANITA JALANG!" teriaknya yang kini mencengkram kedua lengan gadis berambut pirang yang masih telanjang itu.

"ss… sakit.. sai.. lepas…."

"aku tak akan melepaskannya sampai kau beritahu siapa yang menyuruhmu!"

"Tanya saja pada sepupu kesayanganmu itu, semuanya. Aku yakin dia akan menjawab semua pertanyaanmu."

"…. Ita nii? Apa itachi yang menyuruhmu? Tapi untuk apa?"

"entahlah aku juga tak tau siapa orang itu, wajahnyapun aku tak tahu."

"ita nii? Apa mungkin? Tapi untuk apa? Untuk apa ia melakukan ini padaku? Shit….!"

"hei,, bagaimana kalau kita selesaikan saja acara yang sempat tertunda tadi, aku rasa saat ini kau masih sedikit 'horny' s-a-i-s-a-n…" bisik sang gadis yang bernama Yamanaka Ino ito tepat ditelinga sai, berusaha untuk membangkitkan kembali hasrat sang pria, yang masih tertinggal sedikit karena tadi tak sempat melepaskan hasratnya.

"cukup. Tinggalkan aku. Sekarang." Ucap sai yang tak menanggapi gelayutan manja Ino di lengannya.

"ohh.. ayolah sayang… aku masih ingin merasakan'punyamu' di dalamku s-a-i s-a-m-a…. fuuuuhhh" bisiknya lagi yang kali ini disertai tiupan lembut ditelinga sai.

"tinggalkan. Aku. Sekarang. Juga. Wanita. Jalang.!" Kali ini desertai bentakan sai yang cukup membuat ino terdiam.

"pergi dari apartementku sekarang juga atau…" ucapnya menggantungkan kalimat, yang pastinya ino tahu apa konsekuensinya jika ia tak pergi dari tempat itu sekarang juga.

"baik, baik aku pergi, lain kali kalau kau membutuhkan aku panggil saja aku pasti akan datang." Ucapnya centil walau masih ada perasaan takut melihat mata sang pemuda yang kini menatapnya penuh amarah.

Setelah ino meninggalkan tempat itu, terdengar bunyi barang-barang yang tengah dibanting oleh sang pemilik menandakan emosi yang sejak tadi berusaha ditahannya kini menguap, dan cara satu-satunya saat ini adalah dengan melampiaskannya pada barang barang yang berada disekitarnya…

Sementara itu di kediaman keluarga uchiha, tepatnya di sebuah kamar dilantai dua, kini terlihat dua orang pemuda yang tengah bergumul diatas ranjang berseprei biru muda itu. Dimana salah seorang pemuda tengah mengeluarkan desahan-desahan yang keluar dengan terpaksa dari bibirnya akibat dari perlakuan sang pemuda satunya.

"hhaa… ngghh… henn.. ti…aann.. saa..suuke.." desah naruto yang kini sudah dalam kondisi yang menggoda, dengan wajah memerah menahan nafsu serta amarah yang tengah bercampur aduk, terdapat benang-benang saliva yang menggantung dan saling menghubungkan kedua bibir dari dua orang, pandangan mata yang tajam namun menyiratkan rasa lelah yang cukup. Dada yang terekspose menampakkan dua buah gundukan kecil berupa putting susu yang kini mengeras setelah dihisap digigit dan dijilat oleh sang tersangka yang mengakibatkan kedua putting itu kini membengkak dan berwarna merah. Celana yang sejak tadi masih menggantung dengan apik di kakinya kini telah teronggok dilantai kamar itu. Menampakkan sebuah kejantanan yang kini tengah di mainkan oleh sang pemuda yang masih menindih tubuhnya itu.

"ak..uu.. nnghhh.. moh..onn.. sa..suk..ee.. ngghhhhaa.. ahhh.. ahhhh… ahh" ucapnya dengan suara serak, karena sejak tadi ia sudah berteriak-teriak agar sang pemuda mau melepaskan dirinya dan membiarkannya pergi, namun nihil. Tak ada sepatah katapun yang dikeluarkan oleh sasuke.. yang kini tengah asik mempermainkan kejantanan naruto.

"ACCHHKKKK…!"

"SAKITTT… LEPAS… HIKS… LEPASKAN… HIKS"

"Kenapa? Kenapa kau lakukan ini padaku? Apa salahku padamu? Hiks….." ujar naruto yang kini membiarkan air mata yang sejak tadi dibendungnya lepas begitu saja.

"…" hening tak jua ada jawaban dari si pemuda. Hanya sunggingan sebuah seringai saja yang ia perlihatkan pada naruto tanpa sepatah katapun yang dikeluarkan.

"lep…as…ahh…sakk…it… sasu… ke….akk.. .. hiks…"

"sakk..it.. hiks…"

"AHHKKKKKKKKK…..!" jeritnya semakin keras saat dirasakannya ada sebuah benda yang dengan perlahan menerobos liang rektumnya itu. Benda yang diyakini itu adalah 'benda' milik sasuke.

"ja.. jangan.. jang..ann lakukan.. hentikan.. hentikan sasuke… tidak.. TIDAAKKKKKKK" jerit disertai rontaan naruto saat sasuke yang tengah menggesek-gesekkan kepunyaannya di depan pintu masuk rectum naruto. Perlahan namun pasti kejantanan sang uchiha muda ini memasuki rectum yang kini telah terbuka sedikit lebar dari ukuran yang seharusnya.

"ssshh..ahhhh…" desah sang uchiha muda yang merasakan dinding-dinding rectum naruto menjepitnya dengan keras.

"hiks.. jangan… jangan.. jangan.. hentikan sasuke.. aku mohon.. hiks… sakit… sakk..it" rintih naruto dengan ekspresi yang menyiratkan rasa luka yang dalam, ibarat pepatah sudah jatuh tertimpa tangga pula, itulah yang dapat melambangkan nasib yang di jalani pemuda pirang itu saat ini, bagaimana tidak setelah melihat sang kekasih berselingkuh, dan kini berakhir bergumul diranjang dengan seorang pemuda sepupu dari kekasihnya sendiri.

"ahh..ahhhh.. nghh… kit.. ahh.. sssaa… nghh.. kit.. ahh"

"anghh,… cuk…up.. nghh… ahh,… HYAAAHHH…"

"sshh,… ngggg.. ohhh…."

Hanya desahan-desahan itulah yang terdengar dari dalam kamar di dalam kediaman uchiha itu…

"ssshhh… ahh…"

"jan..gann… ahh.. ahhh. Ahh.. di.. da..lam… jangan… ke..luar..kan… di..da..lammmm… ngg… ahhh..ahh.. ahhh… kuu.. mhooonnn.. nngghh aahhhhhhhhh" racau naruto yang akan segera mencapai puncaknya untuk yang ke dua kalinya, berusaha untuk memperingatkan sang uchiha muda agar tak mengeluarkan hasratnya didalam tubuh naruto.

"ssshhh.. nggg.. OHHHHH"

'croottt….crootttt' sang uchiha mudapun mengeluarkan hasratnya, tak mengindahkan permintaan pemuda pirang itu iapun mengeluarkannya didalam tubuh keturunan namikaze itu.

"JANGAANNNNN!" teriak naruto dengan sisa-sisa tenaga terakhirnya berusaha berontak agar cairan itu tak masuk terlalu dalam kedalam tubuhnya, namun sayang pergerakannya ditahan oleh sasuke, sehingga cairan itupun memasuki liang naruto semakin dalam.

Setelah menyemprotkan hasratnya sasukepun kini berbaring di sebelah naruto, berusaha mengatur nafas yang kini masih memburu, masih terlalu lelah akibat aktivitas yang benar-benar panas dan menguras tenaga sang uchiha muda.

"apa….apa.. salahku… kenapa hari ini nasibku sial.." ujar naruto pelan berusaha memulihkan pikirannya yang sempat terbang melayang setelah hasratnya dilepaskan, masih sama dengan sasuke berusaha mengatur nafasnya yang masih memburu..

Perlahan iapun berusaha bangun dari ranjang itu dan memunguti pakaiannya yang berserakan satu persatu kemudian memakainya, hanya satu hal yang saat ini sangat dan harus ia lakukan, yaitu pergi, pergi secepatnya dari tempat laknat ini.

'sret.. sret.. sret…'suara pakaian yang kini tengah terpasang ditubuh mungilnya itu sebelum sebuah suara menginterupsi kegiatannya.

"hujan masih turun . tinggallah sebentar lagi." Ucap sasuke yang kini memandangi punggung naruto…

"tidak."jawabnya cepat kemudian berjalan tertatih tatih menuju keluar ruangan itu.

"…" tak ada tanggapan dari sasuke… hanya sebuah tatapan mata yang tak bisa diartikan yang mengiringi kepergian sang pemuda berambut pirang itu.

Dibalik sebuah pintu dikamar itu terdapat tatapan mata seseorang yang tengah mengintip kegiatan dari dua pemuda yang sejak tadi mereka lakukan diatas ranjang itu…

'dasar bodoh kau sasuke….' Ucap orang itu, kemudian perlahan menutup kembali pintu yang menghubungkan kamar itu dengan kamar disebelahnya.

Tsuzuku….

Yeeiiiii…. Update kilat lagi xexxexe…

Maaf kalau masih banyak salah penulisan di chap ini, dan juga maaf buat readers lemonnya kurang hot.. xexexe maklumin ya ane masih amatir urusan yang kayak gini xexexe

Terimakasih udah berkunjung kesini yakkk salam sayang dari ane…..

Buat yang review makasi yah xexexexe

Bakas review dulu ya..

Kao-chan: yoshh.. makasi… xexexe sengaja tak buat agar readers bingung mau nebak ni cerita jadinya gmana wkwkkwkw…. … ok ditunggu aja kelanjutannya ya…. makasi dah review….

Yakkkk….

Akhir kata…

Jaa.. nee.. ^^