Chapter 2~ Gomen ^^ Janjinya mau update kemarin, hihi, tapi karena kesibukan didunia nyata *sok* jadinya baru bisa diupdate hari ini XD

Enjoy~ XD

DON'T LIKE, DON'T READ

Title : Satu. Dua.. Tiga...

Disclamer : Masashi Kishimoto

Warnings : OOC, AU, Typo (s) dll

Maaf kalau jelek :)

Story by: Bii Akari

.

.


NORMAL POV

Hari baru, kisah baru. Sebuah awal yang cukup manis membuat takdir tergoda untuk mempertemukan kedua manusia beda gender tersebut kembali. Siang telah berlalu, dan kini sang senja tengah menanti-nanti malam datang menghampirinya—menggantikan tugasnya yang hanya berlangsung selama kurang lebih dua jam saja. Ya, dua jam. Singkat, bukan? Hal itulah yang membuat gadis beriris emerald itu terlihat terburu-buru menapaki tangga-tangga yang berjejeran di hadapannya. Jadwal kegiatan club Sakura yang padat membuatnya nyaris menyia-nyiakan sore yang indah ini berlalu begitu saja. Padahal sangat jarang Sakura memiliki waktu luang untuk membaca di rumah. Karena itulah, satu-satunya pilihan yang tersisa adalah pada sore hari, saat matahari perlahan sirna dari belahan bumi tempatnya menetap.

CKLIK

Sakura mendorong pintu itu dengan perlahan. Ya, sangat perlahan. Karena Sakura tahu, sang penjaga perpustakaan kini—pasti—sedang tertidur. Dan Sakura, sama sekali tidak ingin mengusiknya.

Dengan perlahan, Sakura berjalan menuju tempat favourite-nya—di pojok ruangan. Ya, itu merupakan tempat kesukaan Sakura. Sebab, selain karena pojok itu sangat jarang dihuni oleh siswa lain, Sakura juga sangat suka dengan suasana yang riuh dari bawah sana—lapangan basket. Terkadang, jika club basket sedang menjalani latihan mereka, Sakura dapat menangkap suara-suara bising dari arah lapangan. Contohnya saja seperti, 'Ya, di sini!' atau 'Aku kosong!' terkadang pula 'Shoot!' dan yang paling terdengar heboh, 'Yeah, Sasuke-kun keren~'

Ehm, Sakura sering sekali mendengar nama 'itu' diteriakkan dengah heboh, oleh segerombolan gadis yang ikut menonton pertandingan basket itu—meski Sakura sama sekali belum pernah menyaksikannya secara langsung dengan mata kepalanya sendiri. Sayangnya, tak pernah terbesit secuil niat pun untuk 'tahu' atau sekedar 'melihat' siapa pemuda bernama Sasuke yang selalu dipuja-puji itu. Hmm, Sakura terlalu malas menoleh ke bawah. Ingat? Sakura hanya suka mendengar suara-suara bising dari bawah—karena meski hobi membaca, Sakura tidak suka dengan keheningan. Soal siapa dan apa yang mereka 'hebohkan' di bawah, itu sama sekali bukan urusan Sakura. Jadi, jangan menyalahkan Sakura karena sikap cueknya itu.

Sambil memilih-milih buku yang akan dibacanya, Sakura melihat jam dinding yang tergantung di atas pintu ruangan perpustakaan. Ya, waktunya hanya sampai jam enam kurang lima belas menit—karena sekolah akan tutup tepat jam enam sore. Dan kini, waktunya hanya tinggal empat puluh lima menit lagi.

Usai merogoh sebuah buku yang cukup tebal—yang ingin dibacanya—Sakura segera membuka jendela, duduk di bangku yang selalu ditempatinya, memakai kacamata bacanya, dan mulai melaksanakan hobi abadinya. Hmm, dan sinar mentari yang hangat itu, tetap menemaninya hari ini—seperti biasa.

.

"Shoot, Sasuke-kun~"

Teriakan yang membahana itu memecah keheningan sesaat di sisi lapangan. Para gadis yang sejak tadi dibuat terlena oleh aksi-aksi Sasuke yang mengagumkan kembali berseru girang, saat bola basket berwarna hitam itu masuk ke dalam ring—setelah sebelumnya sempat berputar-putar labil di sekeliling ring.

Sasuke—sang idola—kini tanpa sadar mengepalkan tangan kananya dengan sedikit tinggi dan kembali berlalu menuju posisinya yang semula. Ya, dia puas, karena berhasil mencetak gol—untuk yang kesekian kalinya lagi—sore ini.

PRIIIIIIP

Bunyi peluit yang nyaring itu mengakhiri latihan basket sore ini. Malas meladeni para fans-nya, Sasuke pun sengera kabur dengan cepat, begitu melihat ada celah kecil di antara teman-teman basketnya itu. Ya, Sasuke berlari. Dan, entah angin apa yang mampu merayu kaki-kaki lincahnya itu hingga akhirnya kembali berhenti di depan sebuah ruangan yang terletak di lantai tiga. Ruangan, yang kemarin sempat membuatnya takjub.

Pintu ruangan yang besar itu terlihat kokoh dan kuat, membuat nyali Sasuke sedikit tertantang. Masuk?

CKLIK

Sasuke memutar knop pintu itu dengan santai, dan lalu melenggang masuk dengan jauh lebih santai lagi—setelah sebelumnya sempat mengernyit heran melihat tingkah sang petugas perpustakaan yang sedang tertidur lelap.

TAP TAP TAP

Langkah kaki Sasuke berderap ringan, membuat konsentrasi Sakura sedikit terusik. Namun meski demikian, gadis itu dapat segera kembali ke alam khayalnya, dan lalu mencerna baik-baik kalimat-kalimat yang tertera di dalam buku bersampul merahnya.

Sasuke terus berjalan dengan derap langkah yang berirama. Ya, targetnya tinggal sedikit lagi. Dan begitu sampai di sisi meja kayu yang panjang itu, langkah kaki Sasuke tehenti seketika. Hm, figur gadis berkacamata itu kini tampak lebih 'nyata' dari dekat.

Sasuke terus mengamati Sakura dalam diam, rambut pink-nya yang diikat asal-asalan ke belakang membuat image gadis itu sedikit berbeda dari sebelumnya—namun tak membuat Sasuke kecewa sedikit pun. Kulit cerahnya yang terjamah imbas mentari senja terlihat berkilau-kilau, memperindah sosoknya. Jemari-jemarinya yang lentik, terlihat sibuk membolak-balik lembaran-lembaran buku itu. Serta sepasang manik emerald-nya yang asyik berlenggak-lengggok kesana-kemari, menari mengikuti deretan huruf-huruf yang tersusun rapih itu. Ya, sketsa sang gadis yang terpantul di kilatan onyx Sasuke terlihat benar-benar menawan—indah.

TAP

Sasuke berjalan dengan perlahan, tak berniat mengusik konsentrasi gadis itu sedikitpun. Katakanlah Sasuke egois, tapi kali ini, dia hanya ingin mengamati gadis itu dari jarak yang lebih dekat lagi.

Tanpa seizin sang gadis, Sasuke langsung saja duduk di kursi kosong—yang terletak tepat di hadapan gadis bersurai pink itu. Dan mujurnya, sang gadis sama sekali tidak menyadarinya—tidak memperdulikannya.

Ah, bohong jika Sakura bilang dia tidak tahu akan keberadaan makhluk asing di sekitarnya. Ya, Sakura tahu. Ada seseorang yang sedang mengamatinya dengan lekat, memandangnya tanpa jenuh. Tapi uniknya, gadis itu tetap diam dan keukuh memusatkan perhatiannya pada buku di hadapannya. Toh, dia juga tidak merasa terganggu oleh perlakuan 'orang' yang duduk di hadapannya itu.

'Dia tidak menyadari kehadiranku?'

.

Lima menit berlalu dengan kekosongan. Sakura masih tetap sibuk memenuhi hasratnya—membaca buku. Sementara Sasuke juga tengah asyik-asyiknya memanjakan sang onyx yang semakin haus akan sosok gadis asing itu. Ya, mereka tidak saling mengenal. Tidak, walaupun—mungkin—mereka pernah berpapasan sebelumnya. Mereka tidak pernah mengenal sosok masing-masing. Padahal mereka duduk di bangku yang sama—kelas 2 SMA. Aneh? Bukan, lebih tepatnya unik.

Sasuke masih duduk tenang di tempatnya, terus mengamati figur gadis yang saat ini terlihat sangat menarik di matanya. Hmm, hidungnya yang mancung, kulitnya yang sehat, bulu matanya dan lentik, bibir ranumnya yang mungil, alisnya yang tegas, dan irisnya yang indah—meski terbingkai kacamata. Ya, semakin kecil detail yang Sasuke amati, semakin menariklah gadis itu di matanya. Unik, ya gadis itu terlihat unik dan menarik.

.

Detik terus berbunyi, bagaikan melodi merdu yang tersaji untuk kedua insan yang sama-sama menyibukkan diri itu. Keduanya tetap membisu, meski waktu semakin membatasi kebersamaan—secara tidak langsung—mereka.

Mentari semakin menjauh, langit pun semakin kelam. Sasuke melirik jam dinding di sisi tembok, dan sedetik kemudian kedua alis pemuda tampan itu mengernyit. Ya, waktu memang sudah nyaris memasuki malam. Tinggal tiga puluh menit lagi tepat pukul enam sore. Tapi, gadis itu masih terlihat berkonsentrasi membaca? Sasuke tersenyum tipis, satu lagi keunikan gadis itu..

SRET

Dengan sekali gerakan, Sasuke bangkit dari duduknya. Sejenak, diamatinya lagi figur Sakura sedalam mungkin, berusaha memuaskan onyx-nya untuk yang terakhir kalinya.

Karena tak mendapat respon apapun dari Sakura, Sasuke pun segera berlalu pergi. Ya, pergi dengan senyum 'signifikan' yang jarang—belum pernah—diperlihatkannya pada satu orang pun.

.

Bulan mulai tampak samar di atas sana, bergantung lemah pada langit yang begitu luas. Dentingan bunyi yang ditimbulkan oleh bola basket Sasuke, bergema di seluruh lapangan. Ya, Sasuke memang berlalu dari perpustakaan sesaat tadi, namun pemuda itu belum pulang—belum ingin pulang. Hmm, jangan salahkan Sasuke karena tidak tega melepas gadis itu pulang sendirian begitu saja. Karena jujur, rasanya akan sangat tidak gantle jika Sasuke membairkan seorang gadis—ehm-cantik-ehm—pulang larut malam—pukul 6.45—sendirian.

DUK DUK DUK

Sasuke men-dribble ringan bola basket hitamnya dengan tangan kiri, lalu beralih ke tangan kanannya, melompat ke kirinya lagi, lalu ke kanannya, begitu seterusnya, hingga sesaat kemudian, Sasuke melepar sang bola basket menuju ring.

PUUUSH

Masuk. Ya, tak perlu diragukan lagi.

Dengan cepat, dipungutnya kembali sang bola yang sudah dipermainkan beberapa menit olehnya. Sepertihalnya tadi, Sasuke kembali memantulkan bola basketnya kesana-kemari.

Namun, tak berapa lama kemudian, Sasuke mulai merasa bosan. Untungnya, sosok gadis yang sejak tadi dia tunggu akhirnya berjalan keluar juga. Yaya, inilah alasan Sasuke menghabiskan waktu dengan bermain basket sendirian di tengah lapangan tadi. Ingat, Sasuke bukan ingin menguntit—sama sekali tidak. Sasuke hanya ingin 'mengantar' secara 'diam-diam' gadis 'tak dikenalnya' itu menuju 'tempat tinggalnya'. Yang jika dilihat dari sudut yang berbeda bisa bermakna 'negatif' dan menjadi sesuatu hal yang 'tidak patut ditiru'. Namun, demi apapun itu, Sasuke tetap ingin memastikan gadis itu pulang dengan selamat. Hanya itu prioritas utamanya, tak peduli pada pandangan orang lain yang melihatnya.

.

.

TBC


Gimana gimana? Makin gaje? Argh, disini malahan nggak ada dialog sama sekali O.o Jangan tanya mengapa *jleb* karena semuanya akan jelas saat chapter 3 nanti *melenceng* Yosh, chapter depan finish~ masih adakah yang sudi menunggunya kelar?

REVIEW? Sudah pasti saya akan sangat menantikannya :) Tolong partisipasinya, cukup mengetik satu-dua kata di kotak review di bawah ini :)

REVIEW yaa~ ^^

Arigatou :)