Posted on 9 Juni 2012
Warning : Yaoi! Garing! OOC! AU! REAL PERSON! TYPO! Plot ngawur. Hati-hati dengan kata yang kasar. Lime
Disclaimer : Them self.
Rate : M (berubah menjadi M menurut saran readers karena ada beberapa adegan Lime)
.
.
Last chap:
"Angh~ Aaah! Yun-Yunho. A-aku mau… NGGH!" Jaejoong menjerit tertahan saat Yunho malah menjauhkan tangannya dari kejantanan Jaejoong saat dirinya hampir mencapai klimaks.
"Fuck Yunho… Ah! A-aku mau datang! Kenapa berhenti?" Jaejoong mengumpat kesal ke arah Yunho yang sedang menyeringai dan menatap kejantanannya yang menegang hebat.
"Peraturan kita di mulai sekarang! Jadi yang tadi adalah ciuman terakhir kita sebelum kau berprilaku baik." Yunho mengecup ujung hidung Jaejoong dan segera beranjak kabur menuju mobilnya yang terparkir di depan rumah Jaejoong.
Sedangkan Jaejoong yang gairahnya sudah meletup-letup hanya bisa mencengkram ujung ranjangnya menaham perih kejantanannya yang ditinggal begitu saja dengan Yunho, "YUNHO BERENGSEEEK!"
.
.
CHANGE!
-Z-
.
YunJae Fanfiction
.
Jaejoong's plan
.
Jaejoong menatap horror Yunho yang sudah berlari. Selang beberapa detik suara deru mobil Yunho berjalan menjauhi rumah Jaejoong terdengar jelas. Tokoh utama kita perlahan menatap selangkangannya yang terkangkang. Ia menatap miris kejantanannya yang sudah menegang dan tampak mengembung di balik celana. Yunho berengsek.
Dengan sedikit tertatih-tatih menahan nyeri kejantanannya Jaejoong berjalan ke kamar mandi untuk menyelesaikan ekresinya terlebih dahulu. Ugh…
Segera Jaejoong menyalakan shower agar suara benturan air dengan lantai menggema di kamar mandinya dan membuat desahannya terendam. Jaejoong segera menurunkan celananya sampai pertengahan pahanya. Dia mengelus kejantanannya dengan sayang sambil duduk di pinggiran bathtub.
Ugh, Jaejoong benci bermasturbasi. Dia lebih suka Yunho memuaskan dirinya. Tidak seperti ini! Pandangan Jaejoong sering kali bertemu dengan kaca besar yang berada di depan bathtub-nya. Disana ter-refleksi Jaejoong yang sedang memuaskan dirinya sendiri dengan tangan kanan sedangkan tangan kirinya bergerak memlintir nipple-nya dari luar baju. Matanya tampak sayu dan poninya yang basah mulai lengket dan menempel di dahinya.
Bibir Jaejoong terus terbuka dan mengeluarkan desahan-desahan yang semakin lama semakin keras meningat Jaejoong mau mencapai klimaksnya.
"Engh~" lenguhan Jaejoong tampak menggema di kamar mandi itu. Setidaknya kejantanannya sudah tidak setegang tadi. Jaejoong bergerak untuk mencuci tangannya yang basah karena spermanya sendiri di bawah shower yang sedari tadi menyala. Ugh, biasanya Yunho akan menggulum jari-jarinya jika cairan Jaejoong mengotori tangannya sendiri. Betapa Jaejoong ingin menikmati tubuh Yunho sekarang. Tetapi semua berubah karena peraturan berengsek yang Yunho keluarkan.
"ARGH! JUNG YUNHO! Kau membuatku frustasi!" Jaejoong mengacak rambutnya dengan tangan kiri. Bagaimana bisa Yunho setega ini terhadap dirinya!
Setelah jari-jarinya bersih, Jaejoong menaikan celananya dan menyemprotkan air dari shower ke atas lantai yang juga terkena cipratan spermanya. Jaejoong menatap spermanya yang bercampur dengan air dan masuk ke saluran pembuangan.
Satu hari melakukan hal-hal baik dan tidak merugikan orang lain Jaejoong baru diberi ciuman. Cih, peraturan gila mengingat Jaejoong selalu marah-marah dan menyuruh-nyuruh orang. Ugh, bagaimana Jaejoong bisa bertahan tanpa ciuman Yunho yang sehari biasa dia dapatkan pagi, siang, sore, malam dan sebelum tidur?
Jaejoong tampak berfikir sejenak. Yunho tidak pernah bermain-main dengan apa yang telah dia katakan. Segera Jaejoong masuk kembali ke kamarnya. Berarti besok dia harus berusaha menjadi anak baik, eh?
.
.
05.59 AM
Namja cantik bernama lengkap Kim Jaejoong kini sedang bergelung di atas kasurnya. Tubuhnya terlilit oleh selimut putih yang membuat dirinya seperti kepompong, tidak lupa dengan kepalanya saja yang menyumbul dan membuat kesan imut. Rambut hitamnya tampak berantakkan begitu juga dengan keadaan kasurnya. Jaejoong tidur tanpa bantal ataupun guling mengingat kedua benda itu sudah tergeletak manis di atas lantai karena polah Jaejoong saat tidur.
Hump, mengingat kamar Jaejoong mengarah ke barat—posisi tempat matahari terbit—maka kamar Jaejoong tampak mulai terang.
06.00AM
KRIIING
Alarm yang berada di meja nakas mulai mengeluarkan suaranya dan membuat pria cantik itu mengerang kesal. Detik berikutnya Jaejoong tampak menggeliyat di bawah selimut dan tangannya keluar dari keluar dari selimut yang menggulung Jaejoong.
Detik selanjutnya adalah akhir dari nyawa sang alarm karena dengan tidak berkepri-alarm-an Jaejoong mendorong alarm itu hingga membentur lantai.
Merasa tidurnya sudah tidak terganggu lagi, Jaejoong kembali mencari posisi enak di atas kasurnya.
Bibirnya yang tadi mengecurut sebal kembali tersenyum damai karena bisa melanjutkan tidurnya, hingga…
'Pip' 'Pip' Pip'
Awalnya Jaejoong hanya diam saat ponselnya berbunyi—ada panggilan masuk. Tetapi karena rasa mengantuknya lebih mendominasi, Jaejoong memilih mendiamkan poselnya, toh hanya tinggal menunggu 30 detik sampai bunyi itu berhentikan?
Saat bunyi 'Pip' tidak terdengar lagi. Jaejoong bisa bernafas lega. Tetapi detik berikutnya Jaejoong kembali menggerutu karena orang yang menelfonnya meninggalkan pesan suara. Dan tada~
"CHAGIYA~ Aku akan sampai di rumahmu dalam waktu dua puluh menit. Jika kau belum bersiap untuk kuliah, tidak ada ciuman!"
'Pik'
Jaejoong terdiam sejenak untuk mencerna apa yang dia dengarkan. Itu suara Yunho kan? Hump, 20 menit lagi akan sampai dan mereka akan pergi kuliah. Hah…
Dengan malas Jaejoong kembali memejamkan mata dan berusaha untuk tertidur. Biasanya juga seperti ini, nanti Yunho datang akan membangunkannya. Tidak perlu pesan suara seperti itu, Jaejoong tidak akan bangun.
Tunggu…
TIDAK ADA CIUMAN?
Segera Jaejoong melompat dari kasurnya. Secepatnya Jaejoong melarikan tubuhnya yang hanya terbalut celana kaus panjang ke kamar mandi. ARGH! Waktunya hanya 15 menit bersiap karena 5 menit sebelumnya dia gunakan untuk berfikir.
'ARGH… Ciuman! Ciumanku!' tidak perduli dengan celana yang masih dia gunakan, kini Jaejoong telah berada di bawah shower dengan tubuh yang sudah basah kuyup. Tapi sedetik kemudian, Jaejoong segera melepas celananya dan melemparnya hingga jatuh tepat di samping keranjang cucian.
Perduli amat sama baju yang tidak masuk ke sana. Yang penting ciumannya terselamatkan! Sangking terburu-burunya Jaejoong hanya mencuci wajahnya agar terlihat lebih segar. Jadi apa gunannya kau berbasah-basahan di bawah shower,pabbo?
Saat Jaejoong hendak berlari ke luar kamar mandi dalam keadaan telanjang. Dirinya teringat dengan hal suci yang sering dia lupakan. GOSOK GIGI! Dengan sangat terpaksa Jaejoong menggosok giginya seperti orang kesetanan. Jika bisa berbicara mungkin sikat gigi yang Jaejoong gunakan sekarang akan mengamuk dan menampar majikannya karena diperlakukan dengan tidak berkepri-sikat gigian.
Sebenarnya Jaejoong bisa saja melewatkan acara menyikat gigi ini. Tapi mungkin saja dia akan berhasil hari ini dan dapat mengecup Yunho. Mana mau dia saat mereka berciuman Yunho terganggu dengan bau mulutnya.
Setelah berkumur, Jaejoong meninggalkan sikat giginya begitu saja di atas wastafel. Waktunya tinggal 8 menit lagi! Dia belum berpakaian ataupun sarapan. Soal peralatan kuliah, perduli amat Jaejoong dengan hal seperti itu.
Dengan delapan menit yang tersisa Jaejoong menerobos dan memasuki kamarnya dalam keadaan telanjang bulat. Rambut serta tubuhnya masih basah mengingat dia belum mengkeringkan tubuhnya dengan handuk.
Dan saat Jaejoong memasuki kamarnya, dia hanya bisa menatap horor pria yang sedang membereskan ranjangnya. YUNHO disana!
Sebenarnya Yunho baru datang satu menit yang lalu. Keadaan jalan tampak kosong tidak seperti biasanya, macet. Maka dari itu dia bisa datang lebih cepat. Dan ta-da~ saat dia memasuki kamar Jaejoong, entah kenapa ranjang kekasihnya berantakan. Maka dari itu Yunho berinisiatif untuk membereskannya. Dan belum terlalu lama dia membereskan ranjang calon istrinya, dia mendengar suara gaduh yang berasal dari kamar mandi. Dan detik itu juga Yunho menolehkan wajahnya ke arah kamar mandi.
Bibir Yunho melengkungkan senyum dan mulai terkekeh pelan saat melihat Jaejoong dalam keadaan telanjang menatap dirinya dengan pandangan kaget dan syok. Apa Jaejoong tidak mengeringkan tubuhnya? Yunho hanya berdecak melihat tetesan air mengalir dari tubuh Jaejoong dan membasahi lantai.
Melihat Jaejoong tetap diam dengan posisi terkejutnya—yaitu mulut terbuka dan mata membulat—Yunho mulai angkat suara, "Pakai bajumu. Sampai kapan kau mau bertelanjang di depanku?"
Sadar dengan ucapan Yunho, Jaejoong segera menutupi kemaluannya dengan tangannya. Secepat mungkin Jaejoong berlari ke arah ruangan yang berisi semua pakaiannya, tepat berada di samping kamar mandinya. (seperti di COO Jaejoong. Ruang pakaian dia terpisah)
'Blam'
Yunho hanya terkekeh pelan dan kembali membereskan kasur Jaejoong. Contoh kekasih yang baik.
.
Sekarang ini Jaejoong sedang membereskan kamar mandinya yang berantakan. Tentu saja semua ini atas perintah Yunho. Dengan rela hati Yunho akan memeluk Jaejoong jika pria itu mau membereskan kamar mandinya yang seperti medan perang dunia kedua.
Sebenarnya semua ini bermulai saat Jaejoong selesai berpakaian. Dia keluar dan mendapati Yunho sedang membereskan tas untuk kuliahnya. Saat Jaejoong berjalan mendekati Yunho, tiba-tiba pria itu tampak seperti harus menjemput panggilan alamnya. Maka detik selanjutnya, Yunho berjalan ke arah kamar mandi Jaejoong.
Belum ada 20 detik Yunho berada di kamar mandi, pria itu segera berjalan keluar kamar mandi. Setelah itu senyuman innocent terpampang di wajah Yunho dan detik selanjutnya pria itu menarik Jaejoong ke kamar mandinya sendiri. Yunho menyuruh Jaejoong membereskan kamar mandi yang berantakan dan refleks Jaejoong membentak Yunho karena tidak mau. Kebiasaan buruk teryata susah dihilangkan. Yunho awalnya kaget dengan bentakan Jaejoong. Tapi detik berikutnya bibir Yunho memancarkan senyum.
'Karena kau membentakku, maka hari ini tidak ada ciuman. Sebagai gantinya aku akan memelukmu jika kau memberskan kekacauan ini.'
Ugh, jadi sekarang pelukan juga di atur? Bisa gila Jaejoong kalo begini caranya.
Dengan malas Jaejoong melap lantai yang basah karena polahnya. Yunho yang sedari tadi berdiri di ambang pintu kamar mandi hanya tersenyum senang. Setidaknya Jaejoong menurut kepadanya walau perlu di beri ancaman terlebih dahulu.
Jaejoong menatap miris celana panjang yang dia gunakan. Bagian bawah celana itu sudah basah karena terkena air selama dia membereskan kamar mandi. Padahal hari ini Jaejoong sudah memilih pakaian terbaiknya. Yunho kejam!
Setelah kamar mandinya bersih, Jaejoong segera berdiri. Dia memutar tubuhnya ke arah Yunho dan segera menubruk pria berbadan tegap itu.
Jaejoong membenamkan wajahnya di dada Yunho dengan kedua tangannya memeluk erat punggung Yunho. Sedangkan Yunho hanya terkekeh senang dan membalas pelukan Jaejoong.
Ugh, Jaejoong ingin mencium Yunho sekarang.
.
.
Jaejoong memainkan kakinya rambutnya yang telah basah. Sore ini Jaejoong memutuskan untuk berendam di kamar mandi. Tubuhnya terendam di air hangat yang telah bercampur dengan aroma therapy. Hari ini dirinya cukup stress karena tidak bisa memeluk Yunho lagi ataupun mencium kekasihnya. Bahkan saat mengantarnya pulang, Yunho hanya mengusap kepalanya. Ugh, Jaejoong berharap CIUMAN bukan ELUSAN! Memangnya dia kucing peliharaan?
Tangan Jaejoong bergerak memainkan air dan sesekali mengusap wajahnya dengan air itu. Ah, Yunho pasti berharap Jaejoong berubah. Kalau tidak mana mungkin Yunho melakukan ini terhadap dirinya yang unyu-unyu ini.
Jaejoong terdiam sejenak memikirkan hal ini, sampai akhirnya bibirnya menyunggingkan senyum evil.
Segera Jaejoong turun dari atas bathtub dan membuka saluran airnya. Detik berikutnya, Jaejoong meraih handuk dan mengeringkan tubuhnya.
Jangan pernah Yunho berfikir bahwa Jaejoong mudah di kendalikan. Jaejoong tidak suka!
Bibir Jaejoong tampak menyeringai. Tangannya bergerak untuk menggunakan baju sedangkan otaknya masih fokus dengan idenya.
Dengan sangat percaya diri Jaejoong yakin bahwa Yunho tidak tahan untuk menyentuh Jaejoong. Bagaimana jika Jaejoong mengabaikan peraturan Yunho dan tetap menjadi dirinya? Toh pada akhirnya Yunho akan menyentuhnya juga.
'Lihat saja nanti Jung Yunho. Kau pasti akan tergoda dengan tubuhku dan menyentuhnya dengan seduktif. Aku tidak perlu menaati peraturan busukmu.' batin Jaejoong percaya diri.
Oh ayolah Kim Jaejoong. Ingat dirimu sendiri juga memiliki nafsu yang lebih besar dari pada Yunho.
TBC
Jeje ke-PD-an (-A-")
Yang ada ente duluan ngebet sama Yunho kali (._.) Yunho kan baik-baik innocent^O^)/ Nggak mungkin melanggar apa yang telah dia katakan.
#dukungYunho!
.
Ngomong-ngomong, maaf… setelah gw berfikir ulang sepertinya orang ketiga akan muncul.
