FF KyuMin/ Our Desteny / GS / Part 3
Author : Sii Hyun KyuMin Shipper
Pairing : always KyuMin!
Other cast : Siwon (Namja)
Kibum (Yeoja)
Donghae (Namja)
Eunhyuk (Yeoja)
DLL
genre: GS, romance
Ratting : T (sewaktu – waktu bisa berubah jadi M)
Disclamer: FF ini ceritanya punya saya, KyuMin saling memiliki satu sama lain dan memiliki saya jug XD #plakk!
Warning: gaje, abal,typos, judul yang pasaran dan cerita yang gak nyambung sama judul.
~~KyuMin~~
Siwon poV
Aku terluka mendengar ucapan Minnie, ia benar – bnar tak menganggapku sebagai bagian dari hidupnya lagi. Tak tahukah dia kalau aku masih menaruh perasaan padanya? Dan kini aku tengah berusaha membunuh perasaan itu, menguburnya dalam dan tak ingin ku ingat lagi. Dia benar - benar telah hancurkan aku!
"Aku pulang." Ucapku saat sampai di rumah.
"Siwon-ah kau pulang, sudah makan? Mau ku siapkan sesuatu?" Kibum datang menyambutku.
"Sudah, aku tidak butuh apa –apa. aku ingin langsung istirahat." Jawabku datar dan segera beranjak menuju kamar.
"Eumm baiklah."
Aku langsung menuju kamarku dan merebahkan diriku di kasur, hati ini masih terasa sakit. Ku cengkram kuat – kuat dadaku, berharap bisa untuk mengurangi rasa sakitnya. Namun tak ada hasilya, rasanya tetap saja sakit.
Ceklek
Ku buka pintu kamarku, setelah berganti pakaian dengan piyama dan membersihkan diri terlbih dahulu. Aku segere berbaring di ranjang King Size-ku dan terlelap. Besok adalah hari pertama syuting, makanya aku butuh banyak tenaga. Apalagi tenaga untuk menguatkan hatiku bertemu Minnie.
*************************
"Ngghhh.." Sudah pagi rupanya, jam menunjukan pukul 6 pagi. syuting akan di mulai pukul 7, aku harus segera bersiap.
"Siwon-ah kau sudah rapih, ada syuting ya hari ini?" Tanya Kibum saat aku sudah selesai mandi dan berpakaian rapih.
"Hmm." Jawabku berdehem.
"Eumm ini sarapannya." Kibum menyodorkan sepiring roti selai coklat dan teh hangat.
"Aku buru – buru, aku bawa saja rotinya. Annyeong, aku berangkat." Ucapku berlalu dari hadapan Kibum sambil membwa roti yg ia buatkan.
"Hati – hati." Teriak kibum.
Hah ini sungguh melelahkan, aku tak tahan jika terus seperti ini. apa aku memang tak di takdirkan berjodoh dengan Minnie? Hingga tuhan memisahkan kami dengan cara ini, kami di jodohkan oleh orang tua kami masing – masing dengan orang yg bukan pilihan hati kami.
Siwon poV end
Kibum poV
Sampai kapan begini? Tak bisakah dia sedikit membuka hatinya untukku? Padahal aku begitu mencintainya, aku menuruti keinginan appa menjodohkan kita karna sejak awal aku memang sudah menyukaimu Siwon-ah.
TES
Ini air mata yg kesekian kalinya jatuh, jatuh karnamu. Setiap hari aku menangisimu, tak pernah kau tahu betapa terlukanya aku. Tapi selama ini aku hanya diam dan mencoba bertahan, bahkan setelah 5 bulan pernikahan kita tak sedikit pun kau menyentuhku.
Kibum poV end
Author poV
Hari ini Minnie akan menjalani syuting hari pertamanya, ia cukup gugup karna harus berhadapan dengan Siwon. Tapi ia mencoba menepis rasa gugup itu, kini ia sedang bercengkrama dengan Donghae, lawan mainnya di drama ini.
"Wahh Noona aku senang bisa satu drama denganmu, bahkan bisa menjadi lawan mainmu. Aku salah satu fansmu." Ucap Donghae yg tengah mengobrol bersama Minnie.
"Jjinjja? Ah gomawo Donghae-ssi, semoga kita bekerja sama dengan baik ne." Minnie tersenyum ramah pada Donghae.
"Ne Noona, aku sangat ramah kau juga cantik dan baik, beruntung sekali suamimu." Donghae memuji Minnie.
"Ah biasa saja, oh ya Donghae-ssi apa kau gugup?" Minnie yg merasa tak nyaman dengan topic perbincangan mereka segera mengalihkan pembicaraan mereka ke topic yg lain.
"Ne, aku sangat gugup. Ini pertama kalinya aku menjadi seorang pemeran utama, dan di saat pertamaku aku akan bermain denganmu. Itu sanggat membuatku gugup." Jawab Donghae.
"Hemm santailah, anggap aku noonamu sendiri ne.. ya walau kelihatannya aku lebih muda darimu hehehe.." Minnie memberi saran pada Donghae dengan sedikit bergurau.
"Hahahah ne noona, kau memang terlihat jauh lebih muda dariku."
Saat Minnie asyik mengobrol dengan Donghae tiba – tiba ada mobil sport hitam datang ke lokasi syuting. Semua mata tertuju pada mobil itu, mereka semua penasaran siapa yg mengendarai mobil itu.
"Hey itu suaminya Nona Sungmin kan?" Tanya salah satu kru mulai bergossip ria.
"Iya ya, itu Cho Kyuhyun. wahh tampan dan gagah sekali ya dia, beruntung seklai Nona Sungmin." Timpal temannya.
Sementara Minnie yg mendengar ribut – ribut dan serasa nama suaminya di panggil mulai berbalik dan ia melihat Kyuhyun tengah berjalan ke arahnya dengan senyum angkuhnya.
"Sialan! Untuk apa dia kemari?!" Umpat Minnie dalam hati.
"Annyeong yeobo." Sapa Kyuhyun sok manis.
"Annyeong yeobo! Untuk apa kau kemari, kau tak ke kantor hemm?" balas Minnie berakting, pasalnya semua kru dan pemain tengah memperhatikannya.
"Aigoo kalian romantis sekali, pasangan yg serasi." Puji Donghae yg kebetulan masih di tempat.
"Hmm gomawo, kau yg akan menjadi lawan main isteriku ya?" Tanya Kyuhyun pada Donghae.
"N-ne." Jawab Donghae gugup.
"Jaga dia ya, dan jangan berbuat yg macam – macam." Pesan Kyuhyun.
"B-baik." Jawab Donghae takut.
"Hahahaha kau kenapa? Aku hanya bercanda." Tawa Kyuhyun melihat exspressi ketakutan donghae.
"Ish yeobo! Kau ini jahil sekali!" Minnie mencubit pinggang Kyuhyun, membuat Kyuhyun sedikit meringis.
"Heheh gwencanha noona, hyung pasti sangat mencintaimu." Ucap Donghae sambil tersenyum.
"Yeobo, bisa ikut sebentar denganku?" Tanya Minnie pada Kyuhyun.
Tanpa menunggu jawaban dari Kyuhyun, Minnie langsung menarik Kyuhyun ke ruang ganti yg di sediakan khusus untuknya. Ia mengunci pintu dari dalam dan memastikan tak ada wartawan yang mengikuti.
"YA! Untuk apa kau kemari?!" Tanya Minnie kesal.
"Hanya ingin memberikan kesan yg baik pada publik sebagai suami yg baik." Jawab Kyuhyun enteng.
"Suami yg baik katamu?! Kau lupa kejadian waktu itu?! Kau hampir memperkosaku!" Bentak Minnie marah.
"Hei kau itu isteriku, wajar kan melayani suami?" Balas Kyuhyun mulai kesal karna kejadian di saat ia hilang kendali di ungkit Minnie lagi.
"Ish terserahlah! Sekarang cepat pergi!" Usir Minnie.
"Baik, selamat bekerja yeobo." Goda Kyuhyun sebelum pergi yg semakin membuat Minnie marah dan kesal.
"Orang itu! apa sih maunya?! Lain kali akan ku buat perhitungan dengannya!" Rutuk Minnie.
TOK TOK TOK
"Minnie kau di dalam?" Tanya seseorng dari luar.
"Ne, aku di dalam." Jawab Minnie dan mendudukan dirinya di sofa, ini masih pagi tapi ia sudah pusing akibat ulah Kyuhyun.
CEKLEK
"Hei ayo cepat bersiap, syuting akan segera di mulai." Suruh Hyukkie pada Minnie.
"Apa sutradaranya sudah datang?" tanya Minnie.
"Ne, dia sudah datang." Jawab Hyukkie.
"Huft~" Minnie menghela nafas beratnya.
"Ayo Minnie, aku yakin kau pasti bisa menghadapinya." Hyukkie memberi semangat pada Minnie.
"Ne gomawo." Ucap Minnie sambil tersenyum.
Setelah bersiap , Minnie keluar dari ruang make-up menuju lokasi syuting. Ia terkejut melihat banyak wartawan mengerubungi Kyuhyun, dan Siwon juga tampak sudah datang dan sedang memberi pengarahan pada pemain lain. Mungkin ia berusaha tak memperdulikan sekitarnya.
"Tuan Cho apa anda kemari untuk memberi dukungan pada isteri anda?" Tanya salah satu wartawan.
"Ne benar." Jawab Kyuhyun santai, layaknya aktris dia di kerumuni oleh banyak wartawan.
"Apa kesanmu pada drama baru isterimu?" Tanya wartawan lain menyodorkan mike-nya.
"Hmm aku rasa ini akan menjadi dramanya yg paling bagus, tolong saksikan drama ini dan berikan dukungan kalian." Jawab Kyuhyun seolah ia suami yang baik.
"Itu Nona Sungmin." Ucap salah satu wartawan dan sekarang gerombolan wartawan itu menuju minnie dan meninggalkan Kyuhyun.
"Nona Sungmin, bagaimana tanggapanmu tentang kedatangan suamimu ke lokasi syuting untuk memberikan dukungan?" Tanya wartawan itu pda Minnie.
"Emm aku sangat senang ia mendukungku." Jawab Minnie agak pusing meladeni para wartawan haus berita itu.
Setelah sekitar 15 menit sungmin di pusingkan oleh para wartawan dengan pertanyaan mereka akhirnya ia bisa bebas. Karna syuting akan segera di mulai, ia tak habis pikir dengan perkataan Kyuhyun. ya dia sempat mendengar jawaban Kyuhyun, sekarang ia berfikir apa itu hanya akting Kyuhyun saja?
"Ok rolling, take action!" Teriak Siwon memberi kode agar syuting di mulai.
Hari ini syuting episode pertama, yaitu pesta pernikahan. Jadi mereka mengambil latar di sebuah gereja, semua ini tampak familiar bagi Minnie. Karna 2 minggu yg lalu ia pun melakukan hal yg sama, bedanya ini hanya akting sementara waktu itu nyata.
Seorang yeoja berjalan dengan anggunnya menuju ke depan altar pernikahannya, dengan gaun putih indah membalut tubuhnya, dan se-bucket bunga mawar putih di genggaman tangannya. Ia terlihat seperti seorang putri dari negri dongeng.
Sementara di depan altar, telah menanti sang pangeran tampan dengan pakaian senada dengan sang putri. Mereka bersanding di hadapan pendeta untuk mengikrarkan janji suci di hadapan Tuhan.
"Apa anda Tuan Kang Hae Won, bersedia menerima Nona Lee Min Sun sebagai pendamping hidupmu?"
"Aku bersedia."
"Dan anda Nona Lee Min Sun, bersediakah anda menerima Tuan Kang Hae Won sebagai pendamping hidupmu."
"A-aku, aku bersedia."
"Baiklah, dengan ini saya nyatakan kalian sebagai pasangan suami isteri. Mempelai pria silahkan mencium mempelai wanita."
"Ok, cut! Ganti setting selanjutnya!" Adegan menikah sudah selesai. Kini mereka bersiap untuk memulai adegan selanjutnya di mana minnie sebagai Min Sun dan Donghae sebagai Hae Won melakukan adegan kissing pertama mereka.
"Huft~" Donghae menghela nafas gugup.
"Santailah, kau tak ingin membuat ini NG kan?" Tanya Minnie berusaha menenangkan kegugupan Donghae.
"Ne Noona, oh ya aku belum minta izin pada suamimu. Aku takut dia marah." Ucap Donghae khawatir.
"Kau tak usah memikirkan dia sudah tahu kalau adegan macam ini pasti akan ada di drama." Kata Minnie menenangkan Donghae.
"Bersiap, camera rolling action!" Siwon kembali memberi aba – aba. Saat ini ia terlihat sangat dingin, tapi jauh dalam hatinya ia sangat sakit. Apa karna melihat Minnie berakting dan berciuman dengan namja lain? Bukan, bukan karna itu, tapi karna akting Minnie bersama Kyuhyun tadi.
Author poV end
Siwon poV
Tenanglah Siwon, kau harus bersikap profesional. Sekarang setelah beres mengambil gambar pernikahan, selanjutnya adegan kissing. Kuatkan hatimu Siwon, bukankah kau sudah pernah melihat Minnie berciuman dengan aktor – aktor lain dan suaminya?
"Bersiap, camera rolling action!" Aku memberi aba – aba.
"Silahkan memperlai pria mencium mempelai wanita." Suasana hening, padahal ada banyak orang di sini. Semua menantikan adegan kissing pertama ini.
CHU~
Akhirnya adegan kissing pertama selesai, ya tuhan Minnie sangat cantik dengan gaun putih itu. ia tersenyum manis, ingin rasanya aku mengantikan posisi Donghae. Walau hanya akting tapi setidaknya aku bisa merasakan kebahagiannya.
"Ok cut!" Untunglah dalam adegan ini tidak NG, kalau NG bisa – bisa di ulang terus adegan kissingnya.
"Istirahat 10 menit sebelum masuk adegan berikutnya!" Aku memberi waktu sedikit untuk beristirahat. Dan untuk menyiapkan adegan selanjutnya.
"Baik sutradara." Jawab semua serempak.
Aku pun kembali duduk di bangkuku dan memperhatikan Minnie yg tengah istirahat juga, ia tampak sedang mengobrol dengan Donghae. Ah sudah lama aku tak melihat senyum manisnya, aku sangat merindukannya.
Siwon poV end
Minnie poV
Episode pertama sudah hampir selesai, hanya tinggal setting di rumah saja. Tapi sebelum itu masih ada beberapa adegan lain, ah tapi aku sudah lelah. Tapi percuma juga pulang, di rumah ada setan mesum itu.
"Noona? Kau mendengarkanku?" Tanya Donghae yg duduk di sampingku.
"Ah ne, mianhae. Aku tak jelas, bisa ulangi lagi."Jawabku yg tadi memang tak mendengarkan ucapannya.
"Eum sepertinya kau kelelahan ya? Lebih baik aku tak menganggumu."
"Anio, gwencanhayo. Hanya sedikit lelah."
"Kalau begitu sitirahatlah, kita masih ada 1 hari untuk menyelesaikan episode pertama ini."
"Baiklah kalau begitu, mianhae Donghae-ah."
"Gwencanha Noona."
Huh aku jadi tak enak pada Donghae, ish kenapa lagi dengan Siwon?! sedari tadi ia terus memandangiku? Tak tahukah dia aku sangat risih di panadangi seperti itu?!
"Hei Minnie, ini minum dulu." Hyukkie datang dan menyodorkan minuman padaku.
"Ah ne gomawo." Aku menerima minuman yg Hyukkie bawa.
"Aktingmu sangat bagus." Puji Hyukkie.
"Hmm seperti biasanya ." Aku tersenyum simpul menanggapi pujian Hyukkie.
"Ya untungnya kau dan Siwon bisa bersikap profesional. Tapi tak harus sedingin ini kan?" Ucap Hyukkie yg membuatku bingung.
"Apa maksudmu Hyukkie -ah?" Tanyaku padanya.
"Bukan kah semua tahu kalau kau dan Siwon itu teman dekat, bahkan di konfrensi pers kemarin kau mengatakannya. Harusnya kau juga bisa bercengkrama dengannya."
"Entahlah, aku belum siap untuk berhadapan dengannya."
"Yah itu terserah padamu, aku hanya mengingatkan. Jangan sampai buat orang lain curiga, dulu kau dekat dengan Siwon di drama ke-2 mu tapi sekarang kalian saling diam begini. Tadi aku mendengar kru ada yg membicarakan kalian."
Hyukkie menjelaskan panjang lebar dan menasehatiku, memang benar dulu aku dekat dengan Siwon sampai kami memiliki hubungan khusus yg hanya kami bertiga yg tahu. Aku, Hyukkie dan Siwon. Tapi sekarang terasa berbeda, aku merasa canggung untuk mengobrol dengannya. Jangankan mengobrol, menyapa saja aku tak berani.
"Sudah jangan melamun, bersiaplah. Adegan selanjutnya akan segera di mulai." Ucap Hyukkie sekali lagi.
"Hmmm ne.." Balasku malas.
*******************************
Setelah seharian syuting dan aku pulang malam, pagi ini aku kembali harus menjalani syuting hari ke-2. Semoga ke depannya akan terus baik. Dan nantinya dramaku ini bisa mendapat respon positive dari masyarakat.
"Koran pagi ini." Kyuhyun menyodorkan koran padaku, tumben sekali.
"Hmm gomawo." Aku pun mengambil koran dari tangan Kyuhyun dan mulai membacanya, masih ada waktu 5 menit untuk membaca sebelum aku bersiap menuju lokasi syuting.
'Cho Kyuhyun Suami dari aktris cantik Cho Sungmin, kemarin datang ke lokasi syuting untuk memberi dukungan pada sang isteri'
Mwo?! Bahkan media ikut memangilku CHO SUNGMIN?! Hei aku ini masih LEE SUNGMIN! Dan apa artikel ini?! Ck, pnatas saja dia memberikan koran ini. rupanya dia ingin aku membacanya, cih dasar menyebalkan!
"Sudah kau bca beritanya, Minnie?" Tanyanya dengan tampang evilnya yg memuakkan!
"Ne, kau puas?! Kau sudah mendapat perhatian publik!" Jawabku membentaknya penuh emosi.
"Belum, akan ku tunjukan pada seluruh dunia bahwa aku ini suami yg baik yg sangat mencintai isterinya." Balasnya santai sambil meminum teh.
"Argghh! Terserah kau lah! Aku mau pergi ke lokasi syuting!" Karna tak ingin berdebat dengan Kyuhyun dan nantinya aku terlambat ke lokasi syuting aku lebih memilih untuk segera bersiap. Sebentar lagi Hyukkie akan menjemputku.
Setelah sekitar 20 menit aku bersiap2 untuk pergi ke lokasi syuting tapi Hyukkie belum juga datang. Biasanya ia akan datang 5 menit sebelum aku selesai bersiap2.
"Kajja kita pergi." Tiba2 Kyuhyun datang dan sudah berdandan rapih.
"Kemana?! Hari ini aku ada syuting!" Tolakku kasar.
"Percuma kau menunggu asistenmu datang, ia takkan datang." Ucap Kyuhyun yg membuatku bingung.
"M-mana mungkin dia takkan datang. D-dia tahu hari ini jadwalku padat." Kata – kataku melunak, apa benar ya Hyukkie tidak akan datang? Dia sudah terlambat 15 menit, jika begini biasanya dia memang takkan datang Hyukkie bukan tipe orang yg suka 'ngaret'.
"Aku menyuruhnya untuk tidak datang, aku bilang padanya kau aku yg antar sampai ke lokasi syuting." Aku membelalakan mataku, beraninya dia menyuruh Hyukkie melakukan itu?! dan bodohnya Hyukkie malah menurutinya?! Sebenarnya bosnya itu Kyuhyun atau aku?!
"Ish kenapa anak itu tidak bilang padaku." Gerutuku kesal.
"Sudah kajja kita berangkat, kau tak ingin terlambat bukan?" Kyuhyun menarik tanganku paksa.
"Ya lepaskan! Aku bisa jalan sendiri!" Aku menepis tangan Kyuhyun kasar dan berjalan mendahuluinya.
"Silahkan princess." Kyuhyun membukakan pintu mobilnya, aku hanya membuang muka tak sudi menatapnya.
"Cepat jalankan mobilmu, jika aku terlambat barang 1 menit saja ku pastikan hidupmu takkan tenang!" Ancamku pada Kyuhyun, aku benar2 kesal padanya. Dan sepertinya mood ku juga memburuk.
Kyuhyun menjalankan mobilnya dengan cepat, untunglah jalanan tidak terlalu macet. Biasanya pagi2 seoul sudah macet karna banyak orang yg berangkat kerja. Tapi macetnya tidak separah di jakarta .
"KYU! Pelan – pelan! Kau mau menabrak heh?!" Omelku karna Kyuhyun saat ini tengah ngebut.
"Kau sendiri yg bilang kalau aku harus tepat waktu mengantarkanmu, kalau tidak aku takkan hidup tenang." Kyuhyun malah membalikan kata – kataku padanya. Ish benar2 menyebalkan.
"Ya sudah, jalankan saja mobilmu dengan benar! Dan jangan terlalu ngebut, aku masih sayang nyawaku." Ucapku mengalah, dari pada terus bertengkar dengannya membuatku semakin bad mood.
Akhirnya setelah 20 menit di perjalanan aku pun sampai di lokasi syuting, para kru tampak sudah mulai sibuk. Aku tak melihat Siwon di sana, ah mungkin dia belum datang.
"Minnie-ah akhirnya kau datang, aku khawatir kau tak datang." Hyukkie menghampiriku.
"Ya kau babo! Kenapa tak menjemputku?! Jadinya kan aku di antar oleh dia!" Marahku pada Hyukkie.
"H-habisnya Kyuhyun-ssi bilang kalau dia yg akan mengantarkanmu, d-dia kan suamimu aku juga tak bisa menolak." Jawab Hyukkie sambil menundukan kepalanya.
"Sudahlah yeobo, kau jangan memarahi Hyukkie begitu. Aku yg salah." Sekarang apa – apaan dia?! Ingin menarik simpati Hyukkie?!
"Kalian berdua sama saja! membuatku pusing!" Kataku kesal dan berlalu meninggalkan Hyukkie dan Kyuhyun.
Minnie poV end
Kyuhyun poV
Huft~ dia benar – benar membenciku ya? Sampai segala sesuatu yg ku lakukan selalu salah di matanya. Padahal aku benar – benar menyukainya dan berharap ia juga menyukaiku, dan kami bisa menjalankan rumah tangga kami dengan baik.
"Gwencanha Kyuhyun-ssi?" Tanya Hyukkie membuyarkan lamunanku.
"Ah ne, gwencanha. Jwesonghamnida, gara - gara aku memintamu untuk tidak menjemput Minnie kau jadi di marahi." Jawabku lalu meminta maaf karna merasa tak enak pda Hyukkie.
"Gwencanha, aku mengerti kau ingin memberikan perhatian padanya. Tapi untuk saat ini sepertinya Minnie masih belum bisa menerima perhatianmu." Balas Hyukkie, mungkin aku bisa minta bantuannya untuk aku mendapatkan minnie.
"Hyukkie -ah, bisa aku minta tolong satu hal lagi padamu?" Tanyaku pada Hyukkie.
"Apa?" tanya Hyukkie..
"Kemari." Aku pun membisikan rencanaku pda Hyukkie, semoga dia bisa membantuku.
"Hmm aku tak yakin Minnie akan suka dengan itu, tapi baiklah aku akan mencoba membantumu." Ucap Hyukkie bersedia membantuku, walau ia agak ragu rencanaku ini dapat berhasil.
"Gomawo atas bantuanmu, aku permisi dulu." Aku pun pamit setelah mengucapkan terima kasih pada Hyukkie.
Sehabis mengantarkan Minnie ke lokasi syutingnya, aku bergegas menuju kantor. Sebelum ada wartawan yg datang dan mewawancaraiku seperti kemarin, membuatku terlambat masuk kantor dan menjadi bahan perbincangan para pegawai kantor.
"Annyeonghaseyo Tuan Cho." Sapa para pegawai saat aku memasuki area perkantoran. Aku hanya membalas mereka dengan senyuman.
"Ah Tuan Cho, ini ada titipan dari Presdir Shim untukmu." Sekretarisku memberikanku sebuah bingkisan yg entah apa isinya.
"Oh ne gomawo." Ucapku lalu menerima bingkisan itu.
"Dan jangan lupa siang ini ada meeting dengan client dari jepang jam 11." Kata sekretarisku lagi mengingatkanku.
"Ne aku tahu, oh ya tolong kau katakan jika ada yg mencariku suruh saja ia langsung masuk ke ruanganku." Pesanku pda sekretarisku lalu aku pun memasuki ruangan kerjaku.
Hmm..kira – kira apa bingkisan yg di berikan Presdir Shim, untukku? Aku pun membuka bingkisan itu yg ternyata sebuah tiket liburan ke Roma. Di dalamnya terdapat surat.
Selamat atas pernikahanmu PresdirCho, mianhae waktu itu aku tak sempat datang karna sibuk dengan bisnisku. Ini hadiah sekaligus permintaan maafku, semoga kau bahagia dan selamat menempuh hidup baru!
Shim Changmin
Huh bocah itu bisa saja, sibuk dia bilang?! Sesibuk apa dia sampai tidak bisa datang ke pernikahanku, tapi dia selalu datang tiap kali ku tantang dia bermain game.
Tok Tok Tok
"Permisi." Seseorang mengetuk pintu ruang kerjaku.
"Ne silahkan masuk." Suruhku pada Yoona, sekretarisku.
"Tuan Cho, ada yg ingin menemuimu." Katanya memberi tahuku.
"Suruh dia masuk." Suruh padanya.
"Ne tuan, Nona silahkan masuk." Yoona memangil orang yg ingin menemuiku.
"Lama tak berjumpa Kyuhyun-ah." Ucap seorang yeoja yg sangat ku kenal.
Aku terkejut dengan kedatangan yeoja itu, aku pun memberi isyarat agar Yoona pergi meninggalkan aku dengan yeoja ini. ada masalah yg belum selesai kami urus.
"Bagaimana kabarmu, tampaknya kau sangat bahagia sekarang." Tanya yeoja itu, Victoria song mantan kekasihku.
"Yah seperti yg kau lihat sekarang." Jawabku malas, aku benar - benar malas menghadapi yeoja ini.
"Hmm..dan sepertinya aku terlambat, sudah ada yg mendahuluiku untuk memilikimu." Seperti dugaanku, dia kembali untuk meminta kembali padaku. Ck, tapi sayangnya aku takkan pernah mau kembali padanya.
"Yah, kau terlambat. Aku sudah mencintai orang lain, yaitu isteriku sendiri." Ucapku tegas.
"Sayang sekali, padahal aku masih sangat berharap kalau kita masih bisa kembali seperti dulu. Saling mencintai." Ia mulai mengungkit - ngungkit masa lalu yg susah payah ku lupakan.
"Jangan ungkit masa lalu kita lagi, sekarang semuanya sudah berbeda. Kau sebaiknya pergi, aku sudah menikah dan aku mencintai isteriku." Ucapku dan berbalik memungungi Victoria.
GREP
"Oh shit! Apa yg di lakukannya?! Ok, tenang Cho Kyuhyun!" Batinku, aku perlahan melepaskan pelukan Victoria. Tpi ia tak mau melepasnya.
"Apa tak ada lagi ruang untukku di hatimu Kyu?" Tanyanya smbil mempererat pelukannya.
"..." Aku terdiam, bingung harus mengatakkan apa.
"Aku minta maaf karna telah mempermainkanmu, tapi sekarang aku sadar kalau ternyata aku masih sangat mohon kembalilah padaku Kyu" Ucapnya lagi, kali ini dengan nada yg memelas.
"Lepaskan aku Vic!" Aku melepas secara kasar pelukannya dan memandangnya tajam.
"Itu semua masa lalu, aku sudah tak memiliki perasaan apa – apa lagi padamu selain rasa sakit hati yg kau tinggalkan! Sekarang jika kau tak keberatan, silahkan pergi dari kantorku. Aku masih banyak urusan!" Bentakku pada Victoria.
"Hiks..hiks..kau..hiks.. bukan lagi Kyuhyun yg dulu! Hiks.." Dia malah menangis , aku takkan termakan air mata buayamu lagi!
"Sudahlah lebih baik kau pergi, atau ku pangilkan security untuk menyeretmu." Ancamku pada vict.
Victoria bangkit dan menatap tajam ke arahku "Lihat saja nanti, akan ku buat kau kembali bertekuk lutu di kakiku." Ucapnya angkuh dan pergi meninggalkan kantorku.
Aku kembali duduk di kursiku, arghh semua masalah ini membuatku pening. Kenapa dia harus datang di saat seperti ini?! aku sedang berusaha menaklukan hati Minnie, tapi dia malah datang dan sepertinya akan merusak segala rencanaku.
Tok Tok Tok
"Masuk." Titahku.
"Tuan ada tamu lagi, a-apa tuan mau menemuinya?" Tanya Yoona.
"Ya, suruh saja dia masuk." Jawabku.
"B-baik, silahkan masuk Nona." Yoona mempersilahkan seseorang masuk.
"Ne gomawo."
Syukurlah, kali ini Hyukkie yg datang. Hmm..haruskah ku ceritakan soal vict padanya? Ah ku rasa tidak perlu, aku masih bisa menangani masalah itu sendiri. ada baiknya jika hanya aku yg tahu.
"Ada apa denganmu Kyuhyun-ssi? Sepertinya ada masalah?". Tnya Hyukkie yg kini berdiri di hadapanku.
"Ah aku tidak apa, silahkan duduk.". Aku mempersilahkannya duduk.
" Gomawo."
"Baiklah kita langsung saja, kau berikan aku info segala hal yg di sukai Minnie dan hal yg di bencinya."
"Ini, sudah ku buatkan catatannya."
"Wow cepat sekali?"
"Hahaha tentu, aku tak pernah melupakan apa yg ia suka dan ia benci. Dan sayangnya adalah, kau ada di daftar hal yg di bencinya."
"Hmm ne aku tahu, dia memang membenciku."
"Jangan putus asa, aku yakin kau bisa meluluhkan hatinya." Hyukkie memberiku semangat.
"Ne, kalau begitu tuliskan kebiasaannya juga."
"Sudah, segala sesuatu yg kau butuhkan sudah ku tuliskan di situ. Hanya tinggal kau bertindak."
Hyukkie sungguh dapat di andalkan, aku yakin bisa dengan cepat menaklukan Minnie *smirk*. Ah ya aku harus menyuruh Hyukkie agar membujuk Minnie agar mau liburan denganku ke roma. Kan sayang tiket ini kalau tidak di pakai.
"Hyukkie -ah, ada 1 hal lagi yg mau ku sampaikan."
"Ne katakan saja."
"Bisakah kau bujuk Minnie agar mau berlibur bersamaku ke Roma?" Pintaku pada Hyukkie.
"Mwo?! Roma?! Apa aku akan di ajak juga?!" Tanyanya dengan antusias.
"Ish kau ini, tiketnya hanya ada 2. Jadi kau tidak bisa ikut!" Jawabku sambil menggelengkan kepala.
"Haishh pelit, tinggal beli 1 lagi apa susahnya. Kau kan kaya Kyuhyun-ssi."
"Ini hadiah dari temanku dan hanya ada 2, dan jangan panggil aku dengan embel – embel formal seperti itu!"
"Ya ya baiklah Kyuhyun-ah, kau puas?!"
"Belum, bujuk dulu Minnie agar mau liburan bersamaku ke Roma"
"Wani piro (?)" tanyanya dengan logat jawa (?).
"Ish kau ini ternyata matre juga, nanti ku bawakan oleh – oleh dari sana."
"Hahahah baik – baik, akan ku bujuk Minnie. Ada hal lainnya?"
"Ah kurasa tidak, kau boleh pergi."
"Ya sudah, aku permisi dulu Tuan Cho Kyuhyun hihihi.."
Ish dasar anak itu, senang sekali mengangguku! Ah sudahlah, tak ada gunanya memikirkan bocah itu. yg penting rencanaku harus berjalan dengan baik dulu. Liburan ber-2 ke Roma bersama Minnie, bukankah itu bagus untuk jadi judul halaman depan surat kabar. X)
Kyuhyun poV end
Author poV
Setelah menyerahkan segala data yg di perlukan Kyuhyun, Hyukkie cepat – cepat kembali ke lokasi syuting karna dia yakin Minnie saat ini tengah mencari – cari dirinya. Tadi Hyukkie sempat izin sebentar namun Hyukkie tak mengatakan kemana ia pergi.
"Hyukkie -ah!" Panggil Minnie agak kesal karna di tinggal selama 30 menit.
"Ah ne Minnie, ada apa?" Tanya Hyukkie sambil menghampiri Minnie.
"Dari mana saja kau hah?!" Tanya Minnie agak meninggikan suaranya.
"M-mianhae, t-tadi aku bertemu dengan eumm dengan.."
"Dengan siapa? Bicaralah yg jelas!" Bentak Minnie marah.
"Hei ada apa ini?" Tanya Siwon yg kebetulan mendengar bentakkan Minnie.
"Ah gwencanha sutradara,aku hanya terlambat." Hyukkie segera buka suara, karna ia tahu Minnie pasti takkan dapat berkutik bila di hadapan Siwon seperti saat ini.
"Hh begitu, ku kira ada apa. istirahat 10 menit sebelum ke adegan selanjutnya." Ucap Siwon dan melangkah pergi.
SREETT
Minnie langsung menarik Hyukkie menuju ruang make up, Hyukkie hanya pasrah di tarik oleh Minnie. Ia merasa kalau setelah ini ia akan di omeli habis – habisan oleh Minnie. Belakangan semenjak Minnie menikah (paksa) dengan Kyuhyun ia jadi sensitive, sering bad mood dan yah sering marah – marah.
BRAK!
Pintu di tutup secara kasar oleh Minnie, di ruang make up hanya ada Minnie dan Hyukkie saja. karna itu ruang make up khusus untuk Minnie.
"Ada apa kau menarikku kemari?" Tanya Hyukkie.
GREPP
Di luar dugaan, Minnie tidak marah seperti yg di pikirkan Hyukkie. Dan Minnie juga tak menjawab pertanyaan Hyukkie. Justru sekarang Minnie tengah memeluk Hyukkie, asisten pribadi sekaligus sahabtanya ini.
"Hyukkie -ah, hiks..g-gomawo." Ucap Minnie terisak.
"Minnie-ah, kau kenapa menangis?" Manya Hyukkie heran.
"Kau tak tahu hiks.. a-aku tadi kaget saat Siwon datang hiks.. kau tahu kan hiks.. a-aku masih mencintainya." Jawab Minnie dengan tangisannya yg semakin keras.
"Sshhhtt uljima Minnie-ah, ne aku mengerti. Tapi tak seharusnya kau menangis seperti ini, apa yg membuatmu menangisinya?" Hyukkie membelai punggung sahabtnya, ia mengerti akan perasaan yg di rasakan Minnie sekarang.
"S-sebenarnya hiks..sebelum aku dan Siwon memutuskan untuk berpisah kami sempat bertengkar hebat hikss.. a-aku menyesal karna pertengkaran itu aku dan Siwon memilih menikah dengan orang yg sudah di pilihkan orang tua kami..hiks..hiks.." Minnie menjelaskan, masih dengan memeluk Hyukkie dan menangis.
"Sudahlah Minnie-ah, percuma kau menangisinya sekarang. Semua sudah terlambat, sekarang yg perlu kau lekukan hanyalah menjalani apa yg sudah di takdirkan Tuhan padamu. jangan kau mengharapkan hal yg tidak mungkin terjadi lagi." Nasehat Hyukkie, ia ikut prihatin pada sahabatnya ini.
Minnie melepaskan pelukannya dan menatap Hyukkie, mungkin ada benarnya mengikuti nasehat Hyukkie. Mengingat sekarang semuanya sudah terlanjut, dan lagi Minnie ingat betapa orangtuanya dan orang tua Kyuhyun berharap pada mereka.
"Sekali lagi gomawo, akan ku coba menuruti nasehatmu." Ucap Minnie tersenyum dan menghapus air matanya.
"Nah itu lebih baik, tak ada salahnya mencoba." Hyukkie ikut tersenyum.
"Sebaiknya kau bantu aku bersiap, lihat make up ku luntur." Seru Minnie sambil menunjuk make up di wajahnya yg berantakkan.
"Hahaha ya sudah, kajja aku perbaiki make up mu." Hyukkie tertawa dan segera membantu Minnie kembali bersiap untuk mengambil adegan berikutnya.
Author poV end
