FF KyuMin/ Our Desteny / GS / Part 4
Author : Sii Hyun KyuMin Shipper
Pairing : always KyuMin!
Other cast : Siwon (Namja)
Kibum (Yeoja)
Donghae (Namja)
Eunhyuk (Yeoja)
DLL
genre: GS, romance
Ratting : T (sewaktu – waktu bisa berubah jadi M)
Disclamer: FF ini ceritanya punya saya, KyuMin saling memiliki satu sama lain dan memiliki saya jug XD #plakk!
Warning: gaje, abal,typos, judul yang pasaran dan cerita yang gak nyambung sama judul.
~~KyuMin~~
Hyukkie poV
Aduh ini sudah hari ke-3 dan aku masih belum bisa membujuk Minnie untuk berlibur bersama Kyuhyun, si raja evil itu sama saja dengan Minnie yg kerjanya ngomel – ngomel ,. Tak tahukah mereka kalau aku juga capek di suruh – suruh sekaligus di omelin terus?! Suami – isteri tak berperasaan!
"Hyukkie -ah, kau sedang apa? kenapa melamun begitu?" Suara Donghae membuyarkan lamunanku.
"Ah ani, gwencanha Donghae-ah. Apa syutingya sudah selesai?" Jawabku lalu bertanya balik pada Donghae.
"Hampir, hanya tinggal 1 adegan lagi." Jawabnya lalu mendudukan dirinya di sebelahku.
"Huh apa sutradara bilang tentang libur?" Tanyaku pada Donghae, ia tampak menatap heran ke arahku.
"Kenapa selama 3 hari ini kau terus bertanya begitu? Kalau kau ingin liburkan bisa bilang pada Minnie noona." Bukannya menjawab pertanyaanku dia malah balik bertanya padaku.
"B-bukan itu masalahnya, aku, aku hanya ahh bagaimana aku mengatakannya padamu?" Aku sendiri pun bingung untuk menjawab pertanyaan Donghae, mana mungkin aku bilang kalau aku dan Kyuhyun punya rencana untuk Minnie.
"Sudahlah ceritakan saja, apa masalahnya? Siapa tahu aku bisa bantu." Ucap Donghae tersenyum peadaku.
"Huft~ baiklah, aku dan suaminya Minnie membuat rencana. Kami berencana mengajak Minnie berlibur ke Roma. Suaminya Minnie memintaku untuk membujuk Minnie agar mau pergi, kau tahu sendiri kan Minnie itu orangnya perfectionis. Ia takkan meninggalkan pekerjaanya jika belum selesai." Akhirnya aku menceritakan masalahku pada Donghae, dan semoga saja dia bisa membantu.
"Oh begitu, jadi Kyuhyun hyung mau mengajak Minnie Noona berlibur ke Roma."
"Ne, apa kau bisa bantu bujuk sutradara agar memberi cuti atau libur selama beberapa hari?"
"Nanti akan ku pikirkan, kau tak perlu khawatir."
"Ah jjinjja? Gomawo Donghae-ah, kau baik sekali^^"
Huaaa senangnya Donghae mau membantuku sekarang tinggal membujuk Minnie lagi, semoga kali ini dia tak mengomeliku. Karna jika dia ngomel, aku akan dapat omelan juga dari suami evilnya.
"Minnie-ah." Pangilku pada Minnie yg tengah membaca scriptnya.
"Hmmm.." responya terhadap pangilanku.
"Soal liburan itu, kau mau menyia – nyiakan kesempatan berlibur gratis ke Roma? Jarang – jarang loh ada kesempatan seperti ini." Tanyaku kembali berusaha membujuk minnie.
BRAK
Minnie melempar script yg di bcanya, pertanda tidak baik untukku. Aku langsung berdiri tegap dan Minnie berdiri di hadapanku memasang wajah marahnya.
"Sudah ku katakan aku tak mau!" jawabnya marah.
"T-tapi Minnie-ah.."
"Diam kau! Sebenarnya ada apa antara kau dan si evil mesum itu?! kalian berkomplot hah!?" Minnie memotong ucapanku dan kembali membentakku.
"B-bukan b-begitu, a-aku hanya eumm hanya memberi saran supaya kau bisa lebih dekat dengan suamimu dan bisa melupakan masa lalumu." Jawabku gugup sekaligus takut.
"Hah sudahlah lupakan, aku sama sekali tak tertarik dengan namja itu." Minnie berbalik dan kembali duduk lalu memijit pelipisnya.
"Setidaknya kau coba dulu, selama ini yg kulihat kau masih menghindarinya." Aku pun mengambil tempat di sebelahnya.
"Sudah kukatakan aku tak bisa, kau jangan memaksaku!" balasnya galak, mungkin ia sedang datang bulan. Mkanya selama 3 hari ini dia terus – terusan marah2 dan moodnya jelek.
"Aku tidak memaksamu, aku hanya menyarankanmu untuk mencoba." Aku pun tak mau kalah, pokoknya aku harus bisa membujuknya!
"Huft~ baik akan ku coba, tapi nanti setelah syuting drama ini selesai! Aku tak mau masalahku mempengaruhi karirku." Akhirnya Minnie sedikit melunak.
"Baik ku tunggu hasilnya, kau harus bisa memberiku keponakan!" Ucapku berniat mengusili Minnie, hihi sudah lama aku tidak berkata seperti ini XD
"Akan ku usahakan, sudah pergi sana! Jangan ganggu aku!"
Aku membulatkan mataku kaget, MWO?! Dia bilang akan di usahakan?! B-berarti d-dia serius mau melakukan pendekatan pada Kyuhyun?!
Hyukkie poV end
Minnie poV
Dari pada dia terus – terusan bicara yg tak jelas lebih baik ku iyakan saja, dari pada terus mendengar ocehannya. Aku pusing, kenapa dia bisa berkhianat padaku?! Sepertinya Kyuhyun sudah mencuci otaknya, atau memang mereka sama – sama evil? Ah sudahlah aku tak peduli soal itu.
"Minnie Noona." Sapa Donghae, aku membuka mata dan menatap ke arahnya seraya tersenyum.
"Ah ne Donghae-ah, waeyo?" Tanyaku pada Donghae.
"Ada kabar Donghae-ah?" Hyukkie yg ternyata masih di sebelahku ikut bertanya, kabar apa yg di bawa Donghae?
"Ne, aku kemari untuk memberi tahu. Sutradara Choi bilang kita di beri cuti selama 3 hari." Jawab Donghae sambil tersenyum lebar.
"Hah Jjinjja?! Asyikkk!" Teriak Hyukkie kegirangan, anak ini pasti sudah berbuat sesuatu.
"Tapi kenapa mendadak sekali?" Tanyaku lagi, aku masih belum percaya. Bisa saja ini akal – akalan Hyukkie dan Donghae, mereka pasti berkomplot dengan evil mesum itu ck,menyebalkan.
"Sutradara Choi bilang karna minggu depan kita sudah mulai pindah lokasi syuting ke dearah pedesaan di Incheon. Untuk itu para kru butuh persiapan dan kita juga butuh persiapan untuk menjalani syuting di Incheon selama 1 minggu nanti." Jelas Donghae panjang lebar, hmm masuk akal juga.
"Oh begitu, baiklah gomawo infonya Donghae-ah." Aku pun tersenyum ke arah Donghae.
Itu artinya selama 3 hari ke depan aku akan terkurung di rumah bersama namja evil plus mesum itu?! ah andwaeeee! Bisa – bisa aku beneran memberi Hyukkie keponakan . aku kan belum siap!
"Wah senangnya bisa liburan." Ucap Hyukkie senang.
"Ish diam, kau berisik. Kalau pun syuting libur, kau tetap tidak libur. Kau harus menemaniku di rumah selama 3 hari!" seruku agak kesal.
"Mwo?! Kau tega sekali Minnie-ah, aku kan jarang bisa libur. Lagian di rumahmu kan ada Kyuhyun." protesnya padaku.
"Aku tidak mau di rumah ber-2 bersamanya!" Teriakku frustasi.
"Kalau begitu kalian pergi liburan ke luar saja, lumayan loh Minnie." Lagi – lagi bocah itu berniat mempengaruhiku.
"Aku juga tidak mau pergi ke luar." Ucapku beranjak pergi.
"Yah Minnie! Tunggu dulu, kau mau kemana?" Hyukkie mengejarku.
"Kemana saja, yg penting tidak di sini." Jawabku asal.
"Eumm permisi."
DEG
Suara ini, suara Siwon. apa dia sedang berbicara padaku?! Ya tuhan bagaimana ini? kenapa jantungku berdebar begini, aku tak mampu melihatnya. Aku tak mau.
"Minnie-ah, b-bisa kita bicara sebentar?" Itu benar – benar suara Siwon! sekarang apa yg haru aku lakukan?! Huaaa eottohke?!
"Ah mianhae sutradara Choi, Minnie sedang ingin istirahat." Hyukkie berbicara.
"Oh begitu, kalau begitu lain kali saja kita bicara. Annyeong." Siwon pergi? Dia sudah beranjak dari hadapanku?
"Chamkamman! A-ayo kita bicara." Lee sungmin babo!? Kenapa kau malah memangilnya?! Ah entahlah mulutku bersuara sendiri.
"Ya Minnie! Ada apa denganmu?!" tanya Hyukkie.
"A-aku ti-tidak.."
"Baiklah kajja, sebaiknya kita tidak bicara di sini."
Belum sempat aku menjelaskan pada Hyukkie, Siwon sudah mengajakku pergi. Dan aku hanya bisa mengikutinya, aku lihat Hyukkie memperhatikanku dengan tatapan khawatir.
"S-sebenarnya a-apa yg mau kau katakan sutradara? A-apa soal aktingku?" Tanyaku gugup setelah kami berda di luar lokasi syuting.
"Ani, bukan maslah itu. ini menyangkut msalah pribadi kita." Jawabnya dan menatap serius padaku.
"Bukankah kita sudah sepakat untuk tidak membahas ini lagi? Bukankah kita sudah nyaman dengan keadaan yg seperti ini?" Tanyaku lagi, kali ini aku berubah dingin. Jujur saja aku masih agak sakit hati soal masalah ini.
"Aku tidak nyaman dengan keadaan yg seperti ini, maka dari itu aku mengajakmu bicara untuk menyelesaikan masalah kita."
"Aku rasa bukanya semua sudah selesai? Jika kau tak nyaman dengan keadaan yg canggung seperti sekarang yah itu urusanmu, aku merasa nyaman – nyaman saja."
"Kau mencintai suamimu?"
DEG
K-kenapa dengan Siwon? kenapa pertanyaanya melenceng dari pembicaraan awal kami? kenapa tiba – tiba ia bertanya aku mencintai Kyuhyun atau tidak?
"K-kenap kau bertanya begitu?" tanyaku balik dengan gugup.
"Jawab saja, jika ia aku akan membatalkan niatku untuk merebutmu kembali." Jawab Siwon yg sukses membuatku terlonjak kaget.
"Apa kau sudah gila?! Kau juga sudah menikah dan mempunyai seorang isteri?!" ucapku agak membentaknya, bisa – bisaanya ia berkata begitu?!
"Jujur aku tak mencintai isteriku, aku hanya mencintaimu. Pernikahan ku dengannya itu atas kehendak orang tua kami, walau pun aku tahu dia memendam perasaan padaku. "
"Tetap saja kau akan menyakitinya, sudahlah Siwon-ah. Kita hanya masala lalu, aku sudah bersuami dan kau sudah kau terima kenyataan itu.
"Aku tahu kau pun sama, kau tak mencintai suamimu. Semua yg kau tunjukan pada publik hanya akting, aku tahu kau masih mencintaiku. Iya kan Minnie-ah?"
DEG DEG
Kenapa dia bisa tahu soal hal itu? apa dia mengamatiku? Atau mungkin memata – matai aku dan Kyuhyun? argghh aku bingung dengan semua ini! Aku memang masih mencintaimu Siwon-ah, tapi aku tak ingin mengecewakan umma yg sangat berharap padaku dan Kyuhyun.
"A-aku, aku sedang belajar untuk menerima dan mencintainya, dan belajar untuk melupakanmu." Jawabku lirih, aku ingin menangis namun tak mungkin di hadapan Siwon.
"Benar begitu? Baiklah, maafkan aku karna sudah menanyakan hal bodoh macam itu. aku takkan lagi berfikiran untuk kembali bersamamu. Annyeong."
Siwon pun pergi, kini hanya tinggal aku sendiri. aku bingung dengan semua ini, kenapa semua begitu rumit untukku?! Aku mencintai Siwon tapi melihat betapa besarnya harapan umma padaku aku mulai membuka hati untuk Kyuhyun. tapi aku masih belum bisa menerimanya, ia begitu sulit ku pahami.
Minnie poV end
Siwon poV
Semua benar – benar sudah berakhir, akan ku lupakan rencana bodohku untuk membawa Minnie bersamaku. Aku tahu itu rencana gila, tapi aku sungguh tidak tahan. Aku masih sangat mencintainya, tapi jika ia sendiri sudah berniat untuk melupakanku dan menerima suaminya maka aku pun harus melakukan hal yg sama. Mulai melupakannya dan menerima Kibum.
CEKLEK
"Siwon-ah kau pulang." Sambut Kibum.
"Hmm ne." Balasku datar.
"Kau sepertinya lelah, mau ku buatkan teh?" Tanyanya padaku.
"Yah terserah." Jawabku tak perduli.
"Baiklah tunggu sebentar." Ia pun pergi menuju dapur.
Aku merebahkan tubuhku di sofa ruang tengah, kepalaku sungguh pusing. Hatiku sakit, aku akui ini semua memang karna kesalahan dan kebodohanku melepaskan minnie. Tapi itu semua terpaksa ku lakukan,karna appa.
Siwon poV end
Author poV
Siwon yg tengah tiduran di sofa perlahan menutup matanya, ia memutar kembali memorynya saat ia bertengkah hebat dengan minnie. Waktu itu ke-2nya sedang emosi tinggi, Siwon yg stress karna mendapat tekanan dari appanya. Dan Minnie yg tak jauh berbeda dengannya, mendapat tekanan dari orang tuanya di tambah lagi saat itu minnie tengah di landa gossip kurang enak.
FLASHBACK~~
BRAK!
Suara bantingan pintu menggema di apartemen Siwon, ia tengah bertengkar hebat dengan kekasihnya Lee Sungmin.
"JAWAB AKU LEE SUNGMIN!" Bentak Siwon marah.
"Sudah ku katkan aku tak ada hubungan apapun dengan JUNG YUNHO!" Jawab Minnie sambil meninggikan suaranya saat menyebutkan nama Yunho, nama member Boyband yg di kabarkan dekat dengan Minnie.
"BOHONG! KAU LIHAT INI!" Siwon melempar surat kabar pada Minnie.
'Aktris cantik Lee Sungmin di kabarkan dekat dengan salah satu member Boyband DBSK Jung Yunho. Mereka terlihat bersama di acara yg di selenggarakan di Chungnam.'
"Sejak kapan kau mempercayai media?!" tanya Minnie dengan agak membentak.
"Saat ku lihat bukti – buktinya! Kau terlihat sangat akrab dengan pria itu!? bahkan fansmu merestui hubunganmu dengan Yunho, lihat mereka berharap kau mengikuti acara WGM (We Got Merried) bersamanya?!" Jawab Siwon sambil menunjuk – nunjuk surat kabar yg jadi awal pertengkaran mereka.
"Aku kecewa padamu! kau sudah tak mempercayaiku lagi! hikss...hiksss.." Tangis Minnie.
"Yah kepercayaanku sudah lenyap, sebaiknya kita akhiri saja hubungan ini. aku akan menikah dengan yeoja pilihan appa."
DEG
Minni semakin terkejut mendengar ucapan Siwon. Siwon memutuskannya dan memilih untuk menikah dengan yeoja pilihan appanya?! Saat itu juga Minnie serasa di pukul oleh gadam raksasa yg membuat hati dan jiwanya remuk.
"Baik! Hiks..jika itu maumu! Aku tak perduli! Hiks.."
BRAK!
Minnie berlari keluar apartemen Siwon setelah sebelumnya membentak dan membanting pintu apartemen Siwon. sementara itu siwon hanya terdiam di tempatnya, menyesali apa yg baru saja ia lakukan. Melepaskan cintanya dan membuatnya terluka hingga menangis, itu yg Siwon lakukan pada Minnie.
FLASHBACK END~~~
"Mianhae Minnie-ah." Gumam Siwon, tanpa terasa ia menitikan air mata.
"Siwon-ah, gwencanha?" Ternyata sedari tadi Kibum memperhatikan Siwon.
"Eh? Kibum, sejak kapan kau disitu?" Tanya Siwon agak terkejut, buru – buru ia bangun dan menghapus air matanya.
"Tidak lama, oh ya ini tehnya. Aku ke kamar dulu." Jawab Kibum menyodorkan teh yg di buatnya lalu beranjak ke kamar.
Di kamar Kibum menangis, ternyata suami yg begitu di cintai dan di harapkannya masih belum bisa melupakan kekasihnya dulu. Kibum sendiri merasa bersalah karna telah membuat Siwon berpisah dengan kekasihnya dulu, Lee Sungmin. Kibum tahu karna ia mendengar Siwon sering mengigau memangil nama itu.
CEKLEK
"Kibum-ah." Siwon masuk dan memangil Kibum, Kibum yg sadar akan kedatangan Siwon segera menghapus air matanya dan tersenyum.
"Ne Siwon-ah, ada yg kau perlukan lagi?" Tanya Kibum.
"Ani, aku ingin bicara denganmu." Jawab Siwon lalu duduk di tepi ranjangnya bersama Kibum.
"A-apa yg ingin kau bicarakan?" Tanya Kibum takut, yah ia takut kalau Siwon akan menceraikannya dan kembali pada Minnie.
"Mianhae, selama ini aku bersikap dingin padamu. kau sudah menjadi isteri yg baik untukku, tapi aku sama sekali tak menjadi suami yg baik untukmmu. Maka dari itu maukah kau memaafkanku?" jawab Siwon sambil menggengam tangan Kibum, sementara Kibum yg terkejut mendengar perkataan Siwon yg tak terduga hanya mampu menangis haru.
"Ne hiks..hiks.. aku memaafkanmu." Jawab Kibum.
Siwon tersenyum lalu menarik dagu Kibum agar Kibum menatapnya, di hapusnya air mata yg mengalir dari mata indah Kibum. Perlahan Siwon mendekatkan wajahnya dan mencium Kibum dengan lembut.
"Mulai sekarang aku akan belajar mencintaimu, jadi jangan lagi kau menangis." Ucap Siwon sambil tersenyum manis pada Kibum.
"Ne tentu. Aku akan menunggumu sampai kau benar – benar bisa mencintaiku dengan tulus." Balas Kibum lalu memeluk Siwon.
Yah Siwon sudah memutuskan untuk membuka hatinya untuk Kibum, lagi pula ia juga tak tega melihat Kibum terus – terusan menyembunyikan kesedihan hanya karna dirinya. Dan lagi, Minnie sendiri yg menyuruhnya untuk menerima keadaan yg sekarang.
Sementara itu di tempat lain Minnie sedang termenung memikirkan perkataan Siwon padanya siang tadi, ia benar – benar shock, tak menyangka Siwon akan berkata begitu. Setetes air mataa meluncur dari mata rubahnya, ia masih mencintai Siwon. Tapi tadi ia sudah menolak Siwon dan menyuruh Siwon untuk melupakannya dan mencoba untuk menerima isterinya, lantas bagaimana dengan dirinya? Bisakah dia juga melupakan Siwon dan menerima Kyuhyun?.
CEKLEK
Pintu kamar Minnie dan Kyuhyun terbuka, menampakan (?) sosok Kyuhyun yang kini tengah berjalan ke arah Minnie. Minnie tak menyadari kehadiran suaminya karna pikirannya masih terbayang pada Siwon, pada obrolan mereka siang tadi.
"Minnie-ah~" pangil Kyuhyun lembut, namun Minnie tak merespon. Ia masih tetap terduduk di kasurnya sambil menatap ke luar jendela.
"Minnie-ah kau kenapa? Apa kau sakit?" Tanya Kyuhyun, tangannya terulur menyentuh dahi Minnie. Tapi ia baik – baik saja, suhunya normal.
"Kyuhyun." ucap Minnie dan menoleh menatap Kyuhyun yg berdiri di sampingnya.
"Ne, ada apa? kau kenapa?" tanya Kyuhyun mengkhawatirkan Minnie.
"Aku menerima tawaranmu, ayo kita liburan ke Roma." Ucap Minnie tanpa menjawab pertanyaan Kyuhyun sebelumnya.
"Hah kau mau?" tanya Kyuhyun heran akan perubahan sikap Minnie.
"Ne, aku di beri waktu berlibur 3 hari. Ku rasa tak ada salahnya memanfaatkan 3 hari itu untuk berlibur." Jawab Minnie datar, ia berkata tanpa exspressi.
"B-baiklah, akan aku siapkan. Besok kita berangkat." Ucap Kyuhyun sambil tersenyum.
Yah Kyuhyun senang Minnie mau berlibur bersamanya, entah apa yg membuat Minnie bersedia berlibur bersamnya, mungkin Hyukkie berhasil membujuknya. Hanya itu yg di pikirkan Kyuhyun.
Author poV end
Kyuhyun poV
Akhirnya Minnie mau juga berlibur ke Roma bersamaku, Hyukkie bekerja dengan baik. Akan ku belikan oleh – oleh dari Roma buatnya nanti sebagai tanda terima kasihku padanya. Ah iya aku harus mengurus dulu segala kepentinganya, dan untuk 3 hari kedepan perusahaan akan di pegang oleh Appa saja dulu, agar aku bisa tenang dan menikmati liburanku di Roma.
"Minnie, berkemaslah. Besok jam 10 kita berangkat." Ucapku pada Minnie yg kini masih tetap tak beranjak dari tempatnya, sebenarnya ada apa dengannya?
"Baiklah" Minnie bangkit dan mulai berkemas, aku pun melakukan hal yang sama. Tak banyak barang yang kami bawa hanya yang perlu – perlu saja.
"Tidurlah, aku akan membangunkanmu jam 7 pagi." Aku menyuruh Minnie untuk tidur, tanpa banyak bicara dia langsung menuruti perkataanku.
Keesokan paginya seperti kataku aku membangunkan minnie pukul 7 pagi dan setela itu kami bersiap, sebelumnya aku sudah menyuruh Hyukkie untuk menjaga rumah selama kami pergi. Dan tepat pukul 9 kami sudah siap dan hendak pergi ke bandara.
"Hyukkie -ah, tolong jaga rumah kami ne." Ucap Minnie berpesan pada asisten pribadinya itu.
"Ne, kau jangan khawatir. Bersenang – senanglah di Roma." Hyukkie tersenyum.
"Kajja Minnie." Aku mengandeng tangan Minnie dan berjalan menuju mobil yg sudah ku persiapkan. Ia tak menolak saat aku mengenggam tangannya tadi, biasanya ia akan menepis tanganku kasar.
Sejak kemarin sikapnya berubah, aku bukannya tidak senang kalau Minnie jadi baik padaku tapi masalahnya ini terlalu aneh. Kenapa bisa sikapnya berubah dalam jangka waktu 1 hari? Sudahlah, yg terpenting jalankan dulu rencanaku, aku sudah menyiapkan kejutan untuknya di sana.
"Chagiya, kau terlihat sangat manis dan cantik hari ini." pujiku pada Minnie, yah sedikit berbasa – basi untuk menghilangkan rasa canggung salama di perjalanan menuju bandara.
"Hmm gomawo." Tanggapannya datar.
"Kenapa tanggapanmu seperti itu? apa kau sakit, apa sebaiknya kita tidak jadi pergi? Aku khawatir padamu, sikapmu berubah." Ucapku mengatakan hal yang sedari tadi ku pikirkan.
"Anio, nan gwencanhayo." Jawabnya sedikit tersenyum.
"Tapi kau terlihat tak bersemangat, apa kau tak senang kita liburan?" Tanyaku lagi.
"Tidak, hanya masih lelah saja. 3 hari ini jadwal syutingku padat." Jawabnya, dan yah aku tak bisa berkata apa – apa lagi. mungkin benar ia hanya kelelahan saja.
Setibanya di bandara kami menunggu sekitar 25 menit dan selama itu Minnie hanya diam, wajahnya juga terlihat murung. Aku dan Minnie memakai penyamaran, meski begitu cukup banyak orang yg memperhatikan kami. mungkin mereka merasa familiar, dan saat ini kami tengah berada di pesawat perjalnan menuju Roma.
"Chagi apa kau lapar? Bukankah kau belum makan dari tadi pagi?" tanyaku khawatir pada Minnie.
"Ani, aku tidak lapar. Terima kasih." Jawab Minnie dingin.
"Tapi aku khawatir padamu." ucapku.
"Nan gwencanhayo, tidak perlu khawatir. Kalau aku lapar aku akan minta pada pramugari." Jawabnya dan kembali termenung memandang ke luar jendela.
Apa ia benar – benar tak bahagia bersamaku? Lalu apa yg harus ku lakukan? Melepaskannya dan membiarkannya bahagia bersama orang lain dan hatiku hancur, begitu? Tapi aku tak ingin dia pergi, aku mencintainya. Mungkin terdengar egois tapi aku sudah berjanji pada diriku kalau aku akan membuat Minnie jatuh cinta padaku.
******************************
Setelah menempuh perjalanan yang jauh dan melelahkan akhirnya kami tiba juga di Roma, pemandangannya sungguh sangat indah. dengan arsitektur bergaya romawi modern mengisi setiap penjuru kota, semakin menambah nilai pesonanya.
"Minnie-ah, apa kau senang? Lihat, pemandangan di sini sungguh indahkan?" tanyaku mencoba mengusir kebisuan yg melanda kami sejak berada di pesawat.
"Hnn.." tanggapannya tetap datar dan dingin.
Aku hanya mendesah berat menghadapi sikapnya yang mendadak dingin, ini jauh lebih buruk dari pada sikapnya yang suka marah – marah dan galak. Dan sepanjang perjalanan kami menuju hotel The Inn At The Spanish Steps Rome yang mewah dan merupakan salah satu hotel berbintang 5 di Roma.
"Minnie apa kau suka dengan kamar ini? aku sudah menyiapkan ini semua untuk kita." Tanyaku setelah kami sampai di hotel dan kini kami memasuki kamar nomor 137.
"Ne, aku suka." Jawabnya singkat, ia beranjak menuju jendela besar yg ada di kamar kami yang pemandangannya langsung ke kota roma.
"Syukurlah kalau kau ska." Aku memeluk pinggangnya dari belakang, ia sama sekali tak berontak atau berteriak memakiku saat tiap kali aku hendak bermesraan dengannya.
Pemandangan malam kota Roma sungguh indah, seketika suasana menjadi sangat romantis. Sudah lama aku mengharapkan moment seperti ini. mungkin Minnie sudah membuka hatinya untukku.
"Aku mencintaimu Minnie, maka dari itu ku mohon terima cintaku. Beri aku kesempatan untuk membuatmu jatuh cinta padaku." Ucapku lalu membalik tubuhnya menghadapku, menatap mata rubah miliknya yang indah.
"A-aku.." ucapnya terpotong.
"Ku mohon Minnie, demi umma appa kita. beri aku kesempatan dan sedikit harapan." Aku menggengam tangannya dan memohon penuh harap.
"Aku..huft~ akan ku coba Kyu." Ucapnya seraya mendesah pelan.
Aku merasa sangat senang, setidaknya Minnie sudah memberiku kesempatan. Kini tinggal aku buat Minnie dapat membuka seluruh hatinya untukku, hanya untukku.
"Gomawo." Kataku dan membawa tubuhnya dalam dekapanku. Dengan ragu ia juga membalas pelukanku.
"Sekarang istirahatlah, besok kita akan berkeliling mengunjungi tempat – tempat indah di kota ini." Aku menyuruhnya untuk istirahat. Dan ia pun beranjak menuju kamar mandi.
Kyuhyun poV end
Minnie poV
Semoga keputusanku memberi Kyuhyun harapan benar, aku tak ingin terus terpuruk pada masa laluku dengan Siwon. Mulai sekarang aku benar – benar akan melupakannya dan mencoba menerima Kyuhyun.
CEKLEK
Pintu kamar mandi ku buka, aku lihat Kyuhyun tengah berbaring di ranjang king size dan memejamkan matanya mungkin ia kelelahan setelah menempuh perjalanan. Aku baru ingat kalau aku belum makan, pantas saja perutku terasa sakit karna cacing(?) di dalamnya meminta makan.
"Kyu" Pangilku pelan sambil duduk di sisi ranjang itu.
"Hmm.." Responnya dengan tetap memejamkan matanya.
"Aku lapar, ayo kita ke restoran dan makan malam." Aku mengajak Kyuhyun untuk makan malam di luar, dan ia pun mulai membuka matanya.
"Aku juga lapar, baiklah kajja kita pergi." Ia pun beranjak dari ranjang dan mengambil juga mengambil mantelku dan menyusul Kyuhyun yang sudah keluar kamar duluan.
"Kau ingin makan apa?" Tanya Kyuhyun.
"Eumm entahlah, aku ingin mencoba masakan khas Roma." Jawabku.
"Baiklah, ayo kita cari." Ucap Kyuhyun dan mengandengn tanganku.
Saat ku raskan jemarinya menggengam tanganku ada perasaan hangat menyusup ke dalam hatiku. Perasaan nyaman dan aman. Sepertinya aku mulai mempercayai Kyuhyun sedikit demi sedikit.
Kami berjalan menikmati suasana kota Roma yang memang indah, tadi saat aku kemari aku sama sekali tak memperhatikan, tak sadar kalau kota ini benar – benar indah.
Kyuhyun membawaku ke sebuah restoran mewah, kami memesan banyak makanan yang merupakan maskan khas roma. Aku benar – benar kagum pada pesona kota ini, kyuhyun benar – benar membuatku bisa melupakan sejenak masalhku. Tak lama pelayan datang dan membawkan pesanan kami.
"Ayo Minnie di makan, ini kau yg minta dan harganya sangat mahal. Kau harus menghabiskannya arraseo?" Kyuhyun mengatakannya seolah aku ini anak kecil.
"Arraseo Kyunnie!" ucapku sambil cemberut kesal atas perlakuan Kyuhyun.
"Hahaha nama yg lucu, mulai sekarang kau harus memangilku begitu, eumm Kyunnie? Hahaha.." Kyuhyun tertawa mendengarku bicara dan memangilnya dengan sebutan 'Kyunnie'.
"Kalau kau tertawa terus kapan kita bisa mulai makan? Kau tahu aku sudah kelaparan!" Ucapku semakin kesal di tambah rasa lapar di perutku semakin membuatku sebal *apa dehh tuh bahasa*
"Baiklah ayo kita makan." Kyuhyun mengucapkan selamat makan dan aku pun mulai memakan makanan pembuka yg tadi sudah di sajikan.
Makanan ini bernama Bruscheta, antipasto makanan pembuka khas roma. Makanan ini berupa roti panggang yang dicelupkan dalam minyak zaitun dan bawang putih, lalu ditumpukkan dengan tomat, sayuran, kacang, daging asin, atau keju.
"Bagaiamna? Kau suka?" Tanya Kyu yg juga tengah melahap makananya.
"Emm terasa sedikit asing, tapi aku suka." Jawabku dan kembali melanjutkan makan ku menuju ke menu utama. yaitu spaghetti alla carbanara.
Spaghetti alla carbonara, adalah masakan spaghetti khas Lazio yang disajikan dengan saus telur mentah, bacon, cabai, dan keju pecorino(Keju yang terbuat dari susu domba). *jangan tanya rasanya, cuz saya juga belum pernah nyoba*
Acara makan malam ini berjalan dengan tenang dan damai, aku dan kyuhyun sama – sama diam dan menikmati makanan yg tersaji. Kini waktunya ke makanan penutup, Frappe atau Angel wings. Dari namanya terdengar sangat menarik bukan?
"Wahhh manis!" ucapku saat pertama kali mencicipi Frappe sejenis kue khas Eropa . Selain rasanya yang manis bentuknya juga di dibentuk seperti pita-pita panjang dan ditaburi dengan gula halus. Sungguh cantik.
"Kau penyuka makanan manis, pantas wajahmu juga manis." Ucap Kyuhyun tersenyum lembut padaku, untuk pertama kalinya aku merasa kalau Kyuhyun sangatlah tampan.
"Ahh ne." Seketika wajahku memanas, dan aku jadi salah tingkah.
"Ayo habiskan makananmu dan kita jalan – jalan sebentar sebelum kembali ke hotel." Kata Kyuhyun yang sudah selesai makan.
Aku pun dengan segera menghabiskan makananku dan segera pergi. Kami berjalan – jalan di sekitar kota roma, menikmati malam berdua melihat kehidupan malam di kota yg indah dan kaya akan sejarah ini.
"Kajja Minnie kita kembali ke hotel, ini sudah larut."
"Oh ne"
"Tak usah bersedih, besok kita masih bisa jalan – jalan lagi. Aku akan membawamu ke tempat indah dan menakjubkan lainnya."
Aku hanya mengangguk dan tersenyum, kemudian Kyuhyun kembali menggenggam tanganku dan menyematkan jarinya di antara jariku. Rasanya benar – benar hangat, mampu mengusir rasa dingin yg ku rasa karna di terpa angin malam kota roma. Aku tak sabar menanti esok, Kyuhyun akan mengajakku kemana ya?
Minnie poV end
TBC
